cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Model CIPP dalam Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Kota BAndung Rosita Rosita; Merry Wijaya; Panji Hadisoemarto
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.3496

Abstract

Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) diharapkan menyajikan hasil yang dapat digunakan sebagai masukan bagi pengambil keputusan dalam menentukan alternatif kebijakan dalam keberlanjutan kegiatan program. Dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluasi yang dihasilkan akan lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi terhadap pelaksanaan program. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Terdapat tiga kelompok narasumber yang terdiri dari setiap perwakilan puskesmas mampu PKPR. Kelompok pertama merupakan petugas pemegang program PKPR, kelompok kedua merupakan kepala puskesmas dan kelompok ketiga adalah remaja sebagai penerima pelayanan PKPR. Hasil evaluasi context didapatkan beberapa tema penting diantaranya awal pembentukan program ditiap puskesmas berbeda-beda, hal ini dikarenakan kesiapan tiap masing-masing puskesmas berbeda, tujuan pembentukan program karena permasalahan pada remaja semakin meningkat terutama di wilayah kerja Puskesmas. Evaluasi Input yang didapatkan adalah keterbatasan SDM, sarana prasarana yang tidak memadai dan keterbatasan sumber pendanaan dari biaya operasional kesehatan. Evaluasi process yang didapatkan adalah pelaksanaan program PKPR di lapangan sudah sesuai, partisipasi masyarakat mendukung, dan belum adanya kunjungan oleh Dinas Kesehatan sebagai upaya pemantauan pencapaian Standar Nasional PKPR. Evaluasi product yang didapatkan adalah jumlah kunjungan yang meningkat, dampak bagi remaja baik perubahan perilaku dan pengendalian penyakit. Saran dalam penelitian ini diharapkan adanya peningkatan kualitas pelayanan baik dari sumber daya manusia, media kesehatan dan sistem supervisi yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan agar dapat memaksimalkan pelayanan pada remaja.
Kepadatan dan Preferensi Habitat Aedes aegypti pada Wilayah Kerjadian Luar Biasa Demam Berdarah di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur Suwito Suwito; Muhammad Muhammad; Sugiarto Sugiarto; Fitri Riyanti; August Munar
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.4107

Abstract

ABSTRAK Pada Bulan Januari 2020 kasus demam berdarah di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 171 orang, meningkat lebih dari dua kali dibandingkan Januari 2019 sebanyak 65 orang, sehingga ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan dan preferensi habitat perkembangbiakan Aedes aegypti. pada wilayah KLB DBD. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas kasus tinggi demam berdarah yaitu Puskesmas Magepanda, tepatnya di Desa Reroroja dan Kolisia B. Sampael larva diambil dari berbagai penampungan air yang ada di luar dan di dalam rumah, kemudian dilakukan pencidukan larva dan diidentifikasi sepesiesnya, serta dianalisis kepadatanya dan diidentifikasi karakteristik habitatnya. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan Aedes aegypti  yaitu ABJ sebesar 74%, HI sebesar 26%, CI sebesar 15,7% dan BI sebesar 30. Habitat perkembangbiakan Aedes sp. lebih banyak ditemukan di luar rumah sebesar 55,2% di Desa Reroroja dan 54,8% di Desa Kolisia B. Bak mandi, bak WC dan ember menjadi habitat utama di Desa Reroroja, sedangkan di Desa Kolisia B habitat utamanya adalah drum dan ember. Saran dari penelitian ini adalah pengendalian vektor secara dini pada tingkat larva merupakan titik kritis keberhasilan program pengendalian vektor DBD di Kabupaten Sikka.Kata kunci: Kepadatan, habitat, Aedes aegypti dan Kabupaten Sikka ABSTRACTThe cases of dengue haemorragic fever in Sikka Regency of East Nusa Tenggara Province was increase in January 2020. The number of infected people were 171 people, increased more than twice compared to 65 people in January 2019. Therefore, Sikka Regency declared this sitiation as an Outbreak. This study aims to analyze the density and habitat preferention of Aedes aegypti at the time and area of the outbreak dengue. The location of the research were in the area of high cases of Dengue Haemorragic Fever in the Reroroja and Kolisia B villages, the working area of Magepanda Health Centre. Larvae’s  sample were taken from various water reservoirs, both from outside and inside by capturing and identifying the sepesies and analyzed the characteristic of the habitat. The results shows that the density of Aedes aegypti namely FLI/ABJ = 74%, HI = 26%, CI = 15.7% and BI by = 30. Aedes sp. were found more at the outside by 55.2% in Reroroja Village and 54.8% in Kolisia B Village.  Bathroom and toilet water tubs and bucket are the main habitat found in Reroroja Village, while in Kolisia B Village the main habitat are drums and buckets. The result of the research suggests to perform early vector control at larval level as a critical point for the successfullness of the Dengue Haemorragic Fever’s  vector control program in Sikka Regency.Keywords: Density, habitat, Aedes aegypti and Sikka Regency 
Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Kejadian Diabetes Mellitus Pada Usia Produktif Di Wilayah Kerja Puskesmas Gading Rejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2019 Dessy Hermawan; Trisilo Wahyudi; Djunizar Djamaludin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.3032

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular berpotensi meningkatkan mortalitas dan morbiditas. Faktor risiko diabetes mellitus yang dapat dimodifikasi adalah gaya hidup. Di Kabupaten Pringsewu tahun 2018 didapatkan insidensi Diabetes Mellitus tipe 2 dari 9 Puskesmas, Kasus tertinggi yaitu di Puskesmas Gading Rejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Kejadian Diabetes Mellitus Pada Usia Produktif Di Wilayah Kerja Puskesmas Gading Rejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2019.Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Penelitian dilaksanakan pada 25 juli – 25 November 2019. Populasi kelompok kasus adalah seluruh penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Gading Rejo sebanyak 524. Sampel penelitian ini berjumlah 120 dengan pembagian 60 kelompok kasus dan 60 kelompok kontrol. Cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji chi square serta analisis multivariat dengan regresi logistik ganda.Hasil penelitian diperoleh hubungan antara aktivitas fisik olah raga, merokok dengan kejadian diabetes (p<0,05). Tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes p = 0,561 (p>0,05). Variabel aktivitas fisik merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian dibates mellitus di Wilayah kerja Puskesmas Gading Rejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2019. Disarankan mengembangkan program penyuluhan pada usia produktif untuk dapat berjemur pada pukul 07.00-09.00 pagi hari selama minimal 15 menit dan maksimal 30 menit.
Hubungan Antara Masa Kerja Dan Sikap Kerja Dengan Keluhan Low Back Pain Pada Buruh Gendong Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta Subhan Zul Ardi; Lita Indriastika; Qonitatul Hidayah
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.3549

Abstract

Latar Belakang:. Low back pain termasuk salah satu gangguan musculuskeletal disorder’s yang sering terjadi dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja dan disabilitas. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan low back pain antara lain usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, masa kerja, sikap kerja dan lingkungan kerja  Sikap kerja yang tidak alamiah dan melebihi kemampuan pekerjanya akan menyebabkan risiko low back pain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan sikap kerja dengan keluhan low back pain pada buruh gendong Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta.Metode: Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study, subyek penelitian yaitu 146 sampel dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang di adopsi dari Halibona, lembar Nordic Body Map (NBM) dan lembar REBA. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan fisher exact sebagai uji alternatifHasil: Tidak ada hubungan masa kerja dengan p value (p=0,687) dan nilai (RP=1,022;CI=0,830-1,258) dan terdapat hubungan sikap kerja dengan p value (p=0,007) nilai (RP=1,196;CI=1,056-1,354) dengan keluhan low back pain pada buruh gendong di Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta.Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dan terdapat hubungan sikap kerja dengan keluhan low back pain (LBP) pada buruh gendong di Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta.
Gambaran Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Medan Nur Ifani Chairun Nissa; Fifi Maysarah Bancin; Siti Nurhadizah Siregar; Elpina Andani; Meutia Nanda
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.4273

Abstract

Salah satu program yang dikembangkan pemerintah saat ini yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program STBM ini ditekankan masyarakat sebagai subjek yang diberikan stimulasi. Kemudian dilakukan pemicuan agar terjadi perubahan perilaku berkaitan dengan sanitasi secara bertahap secara kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat pada pilar pertama pada  wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Medan Kecamatan Medan Petisah Provinsi Sumatera Utara. Desain Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan yang merumuskan gambaran pelaksanaaan program Sanitasi Total Berbasis masyarakat di wilayah kerja Dinas Kota Medan. Sumber informasi dan informan dalam penelitian ini adalah orang yang benar-benar mengetahui dan memahami masalah, serta bertindak sebagai informan key, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, kepala seksi kesehatan lingkungan dan pemegang program STBM di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Medan.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor komunikasi program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dilakukan melalui puskesmas yang kemudian selanjutnya akan berkoordinasi kepada pihak Dinas Kesehatan. Pada faktor sumber daya program ini belum terpenuhi tenaga kesehatan lingkungan yang sesuai kebutuhan untuk keberlangsungan program. Faktor sikap/komitmen seluruh petugas yang terlibat menyatakan berkomitmen serta bertanggung jawab sepenuhnya terhadap program. Faktor birokrasi pada program ini Dinas Kota Medan menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta, dinas pemerintahan yang lain seperti Dinas Perumahan dan Pemukiman serta Dinas Lingkungan Hidup.
Pengaruh Variabilitas Iklim terhadap Kejadian Diare di Kota Bandar Lampung tahun 2018-2019 Fitri Eka Sari; Jeanissa Fajri Pertiwi; Nurul Aryastuti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.3107

Abstract

Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia yang juga merupakan penyakit potensi kejadian luar biasa (KLB) dan sering disertai dengan kematian. laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, dari 30 puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan, pemantauan kasus diare selama periode tahun 2018-2019 yang terindikasi tertinggi di Kota Bandar Lampung terjadi pada bulan Agustus tahun 2019 dengan jumlah sebanyak 107 kasus diare. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka kejadian diare adalah perubahan iklim. Perubahan iklim akan menimbulkan efek terhadap kesehatan manusia, dimana unsur dari iklim yaitu suhu udara, curah hujan dan kelembaban dapat menyebabkan penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengaruh variabilitas iklim (suhu udara, curah hujan, dan kelembaban) dengan kejadian kasus diare di Kota Bandar Lampung Tahun 2018-2019.      Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel pada penelitian ini ialah Kota Bandar Lampung yang memiliki titik stasiun pada periode Juni 2020. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan diolah mengunakan uji statistik Pearson Product Moment.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara suhu udara (p=0,385 dan r=0,186), kelembaban (p=0,337 dan r=0,205) terhadap kejadian diare dan terdapat pengaruh curah hujan terhadap kejadian diare (p=0,059 dan r=0,186) dengan arah korelasi negatif. Disarankan untuk masyarakat agar meningkatkan kesadaran dalam memelihara kebersihan lingkungan serta pola hidup bersih dan sehat terutama dalam puncak musim hujan maupun musim kemarau.
Niat Ibu Hamil Untuk Melakukan Pemeriksaan Tes HIV Di Puskesmas Kalibalangan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020 Khoirona Khoirona; Lolita Sary; Vera Yulyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.3592

Abstract

Data yang didapat ditemukan bahwa kasus terjadinya infeksi HIV di provinsi Lampung tahun 2019 sebanyak 3756 orang. Berdasarkan data Kabupaten Lampung Utara pencapaian target ibu hamil yang melakukan pemeriksaan HIV sebesar 16%, secara keseluruhan belum ada satupun Puskesmas yang target cakupan ibu hamil yang diperiksa HIV tercapai. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk diketahuinya Niat ibu hamil secara sikap, norma subyektif dan pengendalian perilaku dalam melakukan pemeriksaan tes HIV.Penelitian Kualitatif dengan desain penelitian Studi Kasus telah dilakukan pada ibu hamil trimester 1 sebanyak 5 responden di wilayah kerja Puskesmas Kalibalangan. Dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber yaitu pemegang program puskesmas dan kader.Hasil wawancara terdapat sebagian besar niat ibu hamil sangat kuat untuk melakukan tes hiv dengan sikap yang diperlihatkan secara khusus terdapat sebagian besar responden yang memiliki sikap afektif. Dan norma subyektif terhadap hambatan yaitu terjadinya diskriminan bagi ibu hamil. Pengendalian perilaku berdasarkan kesulitan yang diperlihatkan yaitu sebagian responden adanya perasaan takut saat mengetahui hasil tes HIV. Diharapkan kepada Puskesmas Kalibalangan untuk mengoptimalkan sosialisasi dengan melakukan penyuluhan untuk meningkatkan niat ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan HIV di Wilayah Puskesmas Kalibalangan.
Systematic Review Analisis Faktor Resiko Kejadian Tuberkulosis di Asia dan Afrika Muhammad Amin; Nani Sari Murni; Iche Andriyani Liberty; Yusnilasari Yusnilasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.4669

Abstract

ABSTRACTThe World Health Organization (WHO) says that  tuberculosis exists throughout the world. Geographically, most cases of tuberculosis in 2018 were in the WHO region, in Southeast Asia (44%), Africa (24%) and the Western Pacific (18%), with a smaller percentage in the Eastern Mediterranean (8%), America (3%) and Europe (3%). This study aims to look at the risk factors that most support the incidence of tuberculosis.  The study was conducted using the SR (Systematic Review) method in March 2021 – July 2021 with 8 selected literature samples  from Pubmed, Scence direct and Sinta. Individual factors, home environmental factors (occupancy density, ventilation, temperature and humidity), behavioral factors such as smoking habits, and contact history factors with  tuberculosis sufferers are risk factors that have a relationship / influence the incidence of  tuberculosis. Keywords :  risk factors for tuberculosis; home environment; behavior ABSTRAKOrganisasi kesehatan dunia, yaitu WHO (World Health Organization) mengatakan bahwa tuberkulosis ada di seluruh dunia. Secara geografis, sebagian besar kasus tuberkulosis  pada tahun 2018 ada di wilayah WHO, di Asia Tenggara (44%), Afrika (24%) dan Pasifik Barat (18%), dengan persentase lebih kecil di Mediterania Timur (8%), Amerika (3%) dan Eropa (3%). Penelitian ini bertujuan untuk melihat  faktor risiko yang paling besar mendukung  kejadian tuberkulosis. Penelitian dilakukan dengan metode SR (Systematic Review) pada Maret 2021 – Juli 2021 dengan sampel 8 literatur terpilih dari Pubmed, Scence direct dan Sinta. Faktor individu, faktor lingkungan rumah (Ventilasi, kepadatan hunian, suhu, dan kelembapan), faktor perilaku seperti kebiasaan merokok, dan faktor riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis adalah faktor risiko yang memiliki hubungan/mempengaruhi kejadian tuberkulosis. Kata kunci :  faktor resiko tuberkulosis; lingkungan rumah; prilaku 
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Meningkatkan Pengetahuan lansia tentang Posyandu Lansia Ambar Budi yanto; Khoidar Amirus; Vera Yulyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.3295

Abstract

Cakupan Pelayanan usia lanjut untuk Provinsi Lampung tahun 2018 masih dibawah target nasional, yaitu hanya sebesar 57,8%. Lampung tengah adalah Salah Satu kabupaten di Provinsi Lampung, dimana masyarakat usia lanjutnya mencapai 123.460 jiwa dan jumlah usila yang mendapatkan pelayanan kesehatan adalah sebesar 50,2%. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, Puskesmas Sritejokencono merupakan salah satu Puskesmas yang mempunyai cakupan Pelayanan Kesehatan Usila yang masih rendah, untuk itu dilakukan penelitian dengan untuk mengetahui dampak teknik penerapan pengembangan masyarakat lokal yang dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang posyandu lansia. Penelitian kuantitatif menggunakan metode Quasi experiment dengan pendekatan PrePost Test. Dengan populasi seluruh lansia yang mengikuti posyandu lansia. Variabel yang diteliti yaitu pengaruh diskusi kelompok, penyuluhan dan brainstorming terhadap pengetahuan lansia tentang posyandu lansia. Analisis data secara univariat, bivariate uji t dependen dan multivariate one way anova. Diketahui adanya peningkatan pengetahuan lansia tentang posyandu lansia dari sebelum dan sesudah dilakukannya pengembangan masyarakat lokal. Serta dipilihnya metode brainstorming yang paling baik untuk meningkatkan pengetahuan lansia (p value=0.000). Dengan demikian disarankan bagi puskesmas agar dapat menerapkan metode brainstorming pada saat posyandu lansia agar lansia menjadi lebih aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia. Kata kunci : Pengetahuan, Posyandu Lansia, Pengembangan Masyarakat.
Persepsi Risiko Keselamatan dalam Kegiatan Pendakian Gunung Mutia Rahmi; Zulkifli Djunaidi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.3613

Abstract

Pendakian gunung merupakan kegiatan yang menggabungkan beberapa keahlian seperti rock climbing, ice climbing, dan keterampilan khusus serta pengetahuan di alam liar. Pendakian gunung dikategorikan sebagai kegiatan berisiko tinggi karena potensi dari cedera fisik dengan tingkat keparahan yang tinggi hingga kematian yang bisa terjadi berkaitan dengan kegiatan ini. Tulisan ini bertujuan untuk melihat persepsi risiko keselamatan pendaki dan faktor – faktor yang mempengaruhi terbentuknya persepsi. Tulisan ini disusun dengan metode traditional literatur review dengan menggunakan mesin pencari Google Scholar, Sagepub, Science Direct, Wiley Online, Taylor&Francis, Springerlink, dan Researchgate dengan menggunakan keyword Mountaineering, mountaineers, tourist, outdoor activity, risk perception, risk perceived, persepsi risiko, dan pendakian gunung Berdasarkan literatur yang dianalisis beberapa faktor yang membentuk persepsi risiko pendaki dipengaruhi oleh intensitas pendakian, anggota pendakian, dan jenis kelamin. Persepsi risiko yang terbentuk merupakan hal komplekss dan bersifat multidimensional yang merupakan cerminan dari norma sosial yang dianut, keterampilan yang dimiliki, dan tingkat pengalaman yang dimiliki masing – masing individu.Kata kunci: persepsi risiko, pendakian gunung, persepsi risiko pendaki gunung

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue