cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Hubungan Merokok Olahraga Obesitas dan Stress dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Tahun 2019 Erita Meylani; Dina Dwi Nuryani; Nurul Aryastuti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2484

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah yang mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi. Menurut survey terpadu penyakit (STP) 10 besar penyakit di Puskesmas Hanura pada tahun 2018 hipertensi  menempati urutan kelima (10,7%). Prevelensi hipertensi di Puskesmas Hanura pada tiga tahun terahir yaitu di tahun 2016 (9,9%), tahun 2017 (9,9%), tahun 2018 (10,7%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan merokok, olahraga, obesitas dan stress dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien yang datang berkunjung untuk berobat yang berumur > 15 tahun di wilayah kerja Puskesmas Hanura  dengan jumlah populasi 390 orang, sampel sejumlah 171 responden teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, dan analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian hipertensi sebesar 95 (55,6%), perokok aktif 65 (38,0%), olahraga tidak teratur 110 (64,3%), obesitas 76 (44,4%), stress 93 (54.4%). Tidak ada hubungan antara merokok dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p- value = 0,408), ada hubungan antara olahraga dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p- value = 0,040 : OR 2,0), ada hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p- value = 0,000 : OR 7,2), ada hubungan antara stress dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p- value = 0,000 : OR 4,1). diharapkan pihak puskesmas memberikan informasi kepada responden faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi dan kepada masyarakat untuk selalu menjaga konsumsi makanan, dan mengelola stress dengan benar.
FAKTOR KEJADIAN KETUBAN PECAH SEBELUM WAKTU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG TAHUN 2014 Meliana Meliana; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.422

Abstract

Ketuban Pecah Sebelum Waktu (KPSW) adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Bila KPSW terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut ketuban pecah dini pada kehamilan prematur. Dalam keadaan normal 8–10 % perempuan hamil aterm akan mengalami ketuban pecah sebelum waktu (Prawirohardjo S, 2010). Faktor yang mempengaruhi kejadian KPSW diantaranya riwayat KPSW sebelumnya, paritas, usia, pekerjaan,riwayat abortus, jarak kehamilan, dan riwayat penyakit. World Health Organization (WHO) melaporkan setiap tahun tidak kurang dari 500.000 ibu hamil dan bersalin meninggal di seluruh dunia salah satu kasus kematian ibu disebabkan oleh keguguran kandungan atau ketuban pecah sebelum waktu (KPSW)., dimana 95% terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia (Kemenkes RI, 2012). Tujuan penelitian mengetahui analisis determinan kejadian KPSW di Rumah Sakit Umum Daerah Menggala Tahun 2014.Penelitian ini termasuk jenis penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Case Control. Populasi seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Menggala Tulang Bawang Tahun 2014 dengan sampel kasus 66 dan kontrol 66. Pengambilan data dengan Simple Random Sampling. Analisis univariat, bivarian dan multivariat dengan menggunakan uji chi – square dan regresi logistik.Hasil penelitian bivariat menunjukkan ada hubungan riwayat KPSW dengan kejadian KPSW (p=0,008), paritas (p=0,008), usia (p=0,003),pekerjaan (p=0,000), dan jarak kehamilan (p=0,015). Variabel riwayat abortus (p=0,294), dan riwayat penyakit (p=0,114) tidak berhubungan dengan kejadian KPSW. Variabel paling dominan terhadap kejadian KPSW adalah pekerjaan (p=0,000 dengan OR=19,2), berdasarkan hasil tersebut dengan derajat kepercayaan 95%, dapat disimpulkan riwayat KPSW, paritas, usia, pekerjaan dan jarak kehamilan berhubungan dengan kejadian KPSW dan usia merupakan variabel paling dominan. Disarankan agar para ibu lebih berhati–hati dalam menjaga kehamilan, memeriksakan kandungan secara berkala, banyak mencari pengetahuan tentang kehamilan yang baik.Kata Kunci : riwayat KPSW, paritas, usia, pekerjaan, riwayat abortus, jarakkehamilan, riwayat penyakit, kejadian KPSW.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN TIMBULNYA KARIES GIGI PADA SISWA PA Kodrat Pramudho; Nur Sefa Arief Hermawan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i1.2393

Abstract

ABSTRAKMasalah terbesar yang dihadapi saat ini di bidang kesehatan gigi dan mulut adalah karies gigi disamping penyakit gusi. Penyakit karies pada anak sering terjadi dan kurang mendapat perhatian dari orang tua. Tujuan untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam memberikan makanan jajanan kariogenik dengan timbulnya karies gigi pada siswa SDN 5 Sungai Langka Gedong Tataan Pesawaran tahun 2018. Peneliti menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dengan jumlah populasi 120 responden dan sampel 92 ibu. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji analisis Chi-Square.Hasil uji statistik didapatkan hubungan perilaku ibu dalam memberikan makanan jajanan kariogenik dengan timbulnya karies gigi pada siswa SDN 5 Sungai Langka Gedong Tataan Pesawaran tahun 2018 (p Value = 0,000). Diharapkan bagi pihak sekolah untuk melakukan kerjasama lintas sektor dengan Puskesmas Sungai Langka dalam upaya meningkatkan kesehatan anak didik khususnya kesehatan gigi dan mulut dan untuk orang tua agar mengubah pola konsumsi makanan dengan mengurangi atau membatasi anak makan makanan kariogenik.Kata Kunci : Perilaku, Ibu, Karies Gigi
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYEBAB TIDAK LANGSUNG KASUS KEMATIAN MATERNAL DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2008-2011 Rosmiyati Rosmiyati; Marsal Usman
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i2.390

Abstract

Penyebab kematian maternal merupakan masalah yang cukup kompleks, dimanakematian maternal dapat digolongkan pada kematian obstetri langsung dan tidaklangsung. Data kematian maternal yang disebabkan faktor tidak langsung menurut dataSDKI tahun 2005 yaitu resiko usia < 20 tahun(0,3%) sedangkan usia >35 tahun(13,9%), terlalu banyak jumlah anak(P>=4) sebanyak 37% dan disebabkan terlalu dekatjarak anak(S<2tahun) ada 9,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktoryang berhubungan dengan penyebab tidak langsung kematian Maternal di Kota BandarLampung tahun 2008-2011Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan case controlstudi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mengalami kehamilan,persalinan dengan resiko tinggi di Kota Bandar Lampung tahun 2008-2011 dengansampel minimal dari kasus yang ada 68 orang dan kontrol 68 orang, jumlah 136 orangyang diambil dengan tehnik purposive sampling. Data yang yang digunakan dalampenelitian ini merupakan data skunder dengan tehnik pengumpulan data menggunakandokumentasi. Analisis data menggunakan chi square.Hasil penelitian didapatkan responden dengan kasus hipertensi 36,2 %, jantung26,5 %, Anemia 50% dan usia resiko(<20th >35th) 35,3%, terlalu banyak jumlahanak(P>=4) 76,5%, Pada uji chi square didapatkan hasil hipertensi (p-valsue 0,062 OR= 2,187 95 CI : 2,222-27,094), jantung (p-value 0,085 OR = 2,360 95 CI : 2,104-30,118), anemia (p-value 0,014 OR = 2,579 95 CI :3,583– 45,549), usia resiko (pvalue0,000 OR = 0,105 95 CI : 0,044-0,277), paritas (p-value 0,188 OR = 0,564 95CI 0,259-1,731), jarak kelahiran (p-value 0,843 OR=1,170)Maka dapat disimpulkan, terdapat hubungan yang bermakna antara anemia dengankematian maternal,juga usia resiko tinggi dengan kematian maternal. Sedangkanvariabel hipertensi, jantung, paritas, jarak kelahiran tidak terdapat hubungan yangbermakna dengan kematian maternal. Bagi petugas kesehatan disarankan lebih seringmengadakan penyuluhan dan konseling serta pelayanan berkualitas tentang kesehatanibu hamil, bersalin dan nifas(khususnya pemberian tablet FE, dan KB) sehingga dapatmencegah kematian maternal.Kata kunci : kematian maternal, anemia, usia resiko.
IMPLEMENTASI FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DALAM MENCIPTAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI RUMAH SAKIT “X” BANDAR LAMPUNG Samino Samino; Eka Lusi Suryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1089

Abstract

ABSTRAK Kawasan tanpa rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk melakukan kegiatan merokok, memproduksi, menjual, mengiklankan, promosi, dan atau mempromosikan produk tembakau. Rumah Sakit (RS) “X” di Bandar Lampung belum memiliki kebijakan yang mengatur penerapan KTR. Tujuan penelitian diketahui implementasi fungsi-fungsi manajemen dan dalam menciptakan KTR di RS “X” Bandar Lampung 2018. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan adalah kepala RS, kepala subbagian pengawasan internal, staf  dan pengunjung  RS. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan belum ada kebijakan kepala RS mengenai KTR, namun implementasi fungsi-fungsi manajemen dalam menciptakan KTR di RS sebagian telah dilaksanakan. Adanya fungsi pengorganisasian, pelaksanaan, adanya sosialisasi KTR, dan adanya poster terpasang dilingkungan RS. Demikian fungsi pengawasan, dilakukan dengan berkoordinasi dengan kepala sub bagian pengawasan internal.  Strategi yang dilakukan untuk menciptakan KTR, dengan menguatkan komitmen antara kepala RS dengan seluruh pimpinan dan staf RS, akan menyusun rencana program, mensosialisasikan, menjalankan, dan melakukan pengawasan serta evaluasi baik mingguan, bulanan, maupun tahunan. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa RS belum menetapkan kebijakan KTR serta belum menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara sempurna. Disarankan, para peneliti perlu melakukan penelitian ulang ditempat yang berbeda, serta bagi RS untuk menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara konsisten dalam menciptakan KTR.
Kesiapan Petugas dalam Peralihan Dokumen Rekam Medis Manual ke Paperless pada Unit Rekam Medis Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Anike Yulis M; Retno Astuti S; Fitria Wulandari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.3478

Abstract

Pengelolaan dokumen dengan menggunakan sistem yang berbasis komputer/elektronik di sektor kesehatan yang sedang menjadi trend global adalah rekam medis elektronik (RME) yang merupakan sub sistem informasi kesehatan yang mulai banyak diterapkan di Indonesia, Adanya keterbatasan ruang penyimpanan rekam medis dan juga upaya rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan maka manajemen rumah sakit atau tepta pelayanan kesehatan memilih untuk menerapkan Rekam Medis Elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan petugas dalam masa peralihan dokumen rekammedis berbasis kertas (paper based) ke rekam medis berbasis komputer atau rekam medis elektronik (RME) Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara secara langsung pada petugas di bagian rekam medis di Puskesmas Kedungmundu di kota semarang. Berdasarkan hasil wawancara kepada petugas dan observasi di tempat penelitian diperoleh hasil bahwa di Puskesmas Kedungmundu sistem paperless di SIMPUS masih sering terjadi eror yang disebabkan oleh sarana dan prasarana yang sudah ada namun belum maksimal yaitu jaringan internet  yang buruk sedangkan intenet dalam SIMPUS terkadang eror dari Dinas, selain itu petugas di puskesmas yang berjumlah 5 orang juga masih belum familiar terhadap penggunaan simpus, oleh karena itu diperlukan pelatihan lebih lajut mengenai penggunaan simpus, dan perlunya chrosschek dari Dinas Kesehatan ke Puskesmas untuk memastikan bahwa simpus dapat berjalan dengan baik di Puskesmas.
HUBUNGAN LINGKUNGAN DAN RUMAH SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE DI KAMPUNG TERBANGGI BESAR KECAMATAN TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2011. Achmad Farich
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i1.317

Abstract

Diare pada balita merupakan masalah penting karena dapat menyebabkankematian. Diare pada balita dapat disebabkan oleh berbagai infeksi baik infeksi enteralmaupun parenteral serta faktor lainnya.. Tujuan penelitian diketahuinya hubunganlingkungan dan rumah sehat dengan kejadian diare Di Kampung Terbanggi BesarKecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah TAHUN 2011.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang melakukan kunjungan diPuskesmas Kotabumi II Kabupaten Lampung Utara tahun 2010 dari bulan Januari-Desember 2010 sebanyak 158 orang, dengan jumlah sampel 158 orang. Analisa datapada penelitian ini menggunakan uji Chi-square (c2).Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan rumah sehat (p-value = 0,011) danlingkungan (p-value = 0,015) dengan kejadian diare Di Kampung Terbanggi BesarKecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah TAHUN 2011.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam meningkatkanmutu pelayanan kesehatan Di Kampung Terbanggi Besar Kecamatan Terbanggi BesarKabupaten Lampung Tengah khususnya yang terkait dengan faktor-faktor yangberhubungan kejadian penyakit diare.Kata Kunci : Rumah, Lingkungan, Diare
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RS UMUM DAERAH Susilawati Susilawati
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i4.445

Abstract

Jumlah kematian ibu dan bayi di Indonesia termasuk tinggi diantara negara di Asia Tenggara. Terkait dengan komplikasi pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL, khususnya ketuban pecah dini (KPD). Di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung 2012 terdapat 91 kejadian KPD dari 1012 persalinan. Faktor penyebab KPD, paritas sebanyak 13.1%, Hb < 11gr% sebanyak 16.4%, usia ibu beresiko sebanyak 29,6%, Riwayat bayi kembar sebanyak 5.49%, kelainan letak janin 7.69%, infeksi genetalia ibu 4.39%, polihidramnion, inkopetensi servik dan sefalopelviks disproporsi sebanyak 23.0%.Tujuan penelitian ini diketahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian KPD berdasarkan data di RS Abdul Moeloek Bandar Lampung.Jenis penelitian kuantitatif, desain analitik dengan pendekatan case control. Data sekunder. Populasi seluruh ibu bersalin yang dirawat diruang Delima 2013 berjumlah 1.895. Sampel terdiri dari 164 kasus dan 164 kontrol. Pengambilan sampel kontrol dengan purposif sampling. Analisis data univariat, bivariat (Chi Square) dan multivariat (regresi logictic ganda).Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan KPD, usia ibu (pv=0.003, OR=2.001 (1,288-3,109)), infeksi genitalia (pv=0.000, OR=3,223 (2,051-5,067)), paritas ibu (pv=0,027, OR=1,675 (1,082-2,593)), anemia kehamilan (pv=0.008, OR=1,865 (1,200-2,900)), kelainan letak janin (pv=0,000, OR=2,283 (1,463-3,562)). Variabel dominan yang berhubungan dengan KPD yaitu infeksi genitalia (pv=0,000 OR=3,639). Disarankan dinas kesehatan meningkatkan peran sertanya, agar kinerja bidan desa dan kader kesehatan dalam mencegah dan menangani KPD.Kata Kunci : Usia, infeksi genitalia, paritas, anemia kehamilan, kelainan letak janin, KPD.
Health Belief Model: Selfcare Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran Dhiny Easter Yanti; Agung Aji Perdana; Nina Okta Rina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2956

Abstract

Sebanyak 1,13 juta orang di seluruh dunia menderita Hipertensi, prevalensi penderita Hipertensi di dunia adalah 22%, dimana prevalensi tertinggi berada di Afrika 27%, dan terendah di Amerika 18% (WHO, 2020). Pada tahun 2019 Hipertensi merupakan penyakit menular tertinggi dengan 2.630 kasus di Puskesmas Kalirejo. Self-care adalah strategi utama dari promosi kesehatan pada level individu dan merupakan pergeseran filosofi dari “(upaya) penyembuhan (penyakit)”  menjadi filosofi ”peduli (kesehatan)” khususnya pengendalian penyakit kronis seperti Hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komponen HBM dengan self-care Hipertensi di wilayah kerja UPT.Kalirejo Kabupaten Pesawaran. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan data primer. Sampel sebesar 360 responden dan cara pengambilan sampel secara cluster random sampling lalu kemudian dianalisis dengan chi square dan regresi logistik. Terdapat hubungan Self-care Hipertensi dengan jenis kelamin (p-value <0.001; OR 2.6), perceived susceptibility (p-value <0.001; OR 3.4), perceived severity (p-value 0.004 OR= 5,1), perceived benefit (p-value <0.001; OR=2,3), Perceived barrier (p-value <0.001;), perceived self-eficacy  (p-value <0.001; OR 5.4), cues to action (p-value <0.001; OR 2.8). Variabel  yang dominan berhubungan dengan Self-Care adalah jenis kelamin. Saran: hendaknya meningkatkan kegiatan edukasi pada kelompok sasaran khususnya perempuan penderita Hipertensi dalam kerangka Germas dan PIS-PK.
HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN, KONSUMSI JAJAN SEHAT DAN PENGGUNAAN JAMBAN SEHAT DENGAN KEJADIAN HEPATITIS A PADA SISWA DI MADRASAH ALIYAH RAUDHATUL HUDA AL ISLAMI KABUPATEN PESAWARAN Fina Apriliana; Khoidar Amirus; Christin Angelina Febrianti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i4.413

Abstract

Sekolah sebagai salah satu sasaran PHBS di tatanan institusi pendidikan, hal inidisebabkan karena banyaknya data yang menyebutkan bahwa munculnya sebagianpenyakit yang sering menyerang anak usia sekolah, misalnya diare, kecacingan, anemiadan hepatitis A. Hepatitis A merupakan urutan pertama dari berbagai penyakit hati didunia terjadi secara sporadic di seluruh dunia, dengan kecenderungan pengulangansiklus epidemic.Di Kabupaten Pesawaran jumlah penderita hepatitis A mencapai 121penderita. Pada bulan Desember tahun 2012 terdapat 45 siswa yang positif terserangvirus hepatitis A. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan perilaku CTPS,konsumsi jajanan sehat, penggunaan jamban sehat dan kejadian hepatitis A pada siswadi Madrasah Aliyah Raudhatul Huda Al Islami Kabupaten Pesawaran 2013.Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi studi adalah siswa kelas XI dan XII sebanyak 290 orang dan sampel165 orang, analisa menggunakan uji Chi-square.Hasil uji analisis univariat menunjukkan dari 165 sampel ada 22,4% respondenyang menderita hepatitis A, sebagian besar responden mempunyai kebiasaan kurangbaik dalam perilaku CTPS (69,1%), sebagian besar responden tidak mengkonsumsi jajansehat (81,8%), sebagian besar responden tidak menggunakan jamban sehat (69,7%).Didapatkan ada hubungan perilaku cuci tangan pakai sabun (p-value = 0,001), perilakukonsumsi jajan sehat (p-value = 0,011), ada hubungan perilaku penggunaan jambansehat (p-value = 0,000) dengan kejadian hepatitis A pada siswa. Saran, sekolahmengupayakan pengadaan fasilitas seperti tempat untuk cucitangan sederhana,melakukan modifikasi menu makanan di asrama, merencanakan pengadaan kantin dalamlingkungan sekolah yang dikelola oleh pihak sekolah, dan secara bertahap mampumeningkatkan kualitas dan kuantitas fisik jamban yang ada di sekolah.Kata kunci : Cuci Tangan, Jajanan, Jamban, Hepatitis

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue