cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Program Pendampingan Branding Produk dengan Pelatihan Pengolahan E-Commerce Pada UMKM Jamu Temulawak di Kabupaten Banjar Adhipurna, Novian; Ayanti, Bio Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12947

Abstract

ABSTRAK UMKM mendukung program pemerintah dalam hal memajukan perekonomian masyarakat, dengan adanya UMKM masyarakat dapat lebih produktif dan mendapatkan penghasilan serta membantu perekonomian keluarga, masyarakat dan negara. UMKM dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan dalam hal pemasaran berbasis digital. Sebanyak 8 UMKM Jamu Temulawak di Kabupaten Banjar masih sangat minim pengetahuan tentang cara melakukan marketing, membangun brand image, maupun pengetahuan tentang teknologi informasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan kegiatan koordinasi awal dengan pihak Kabupaten Banjar, kunjungan ke beberapa UMKM kemudian dilanjutkan dengan penyusunan dan pelaksanaan program kerja. Pelaksanaan meliputi pendampingan brand image dengan pengelolaan e-commerce, dan pengolahan video pendek pada UMKM jamu temulawak. Pengabdian masyarakat yang dilakukan memberikan manfaat bagi mitra diantaranya pendampingan brand image yang diberikan membuat mitra termotivasi untuk bisa lebih berkembang dan memajukan usahanya serta mampu bersaing dengan produk sejenis lainnya. Kata Kunci: UMKM, Temulawak, E-Commerce  ABSTRACT UMKM support government programs in terms of advancing the community's economy, with UMKM the community can be more productive and earn income and help the economy of the family, community and country. UMKM are required to be able to keep up with developments in digital-based marketing. As many as 8 UMKM Jamu Temulawak in Banjar Regency still have very little knowledge about how to do marketing, build a brand image, or knowledge about information technology. The implementation of service activities began with initial coordination activities with Banjar Regency, visits to several UMKM, then continued with the preparation and implementation of work programs. Implementation includes brand image assistance with e-commerce management, and short video processing for ginger herbal medicine MSMEs. The community service carried out provides benefits for partners, including the brand image assistance provided, motivating partners to be able to further develop and advance their business and be able to compete with other similar products. Keywords: UMKM, Curcuma, E-Commerce
Program Kelas Edukasi Massage Endorphin Guna Meningkatkan Kesiapan Psikologis Ibu Hamil di RB Bunda Setia, Denpasar Timur, Bali Ekajayanti, Pande Putu Novi; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Adhiestiani, Ni Made Egar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12828

Abstract

ABSTRAK Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang diberikan pada Ibu hamil biasanya hanya mencakup asuhan komprehensif saja, yang terkadang kurang memperhatikan aspek psikologis dari Ibu Hamil tersebut. Padahal seorang perempuan dalam masa kehamilan akan mengalami banyak perubahan, baik itu perubahan fisik maupun perubahan psikologis. Apalagi pada kehamilan Trimester III biasanya kecemasan Ibu Hamil akan meningkat sehingga dapat memengaruhi kesiapan psikologi Ibu dalam menghadapi persalinan. Pusat Layanan Kesehatan terkadang merasa ketrampilan yang dimiliki tenaga kesehatannya masih kurang untuk menyiapkan psikologi Ibu Hamil TM III menjelang persalinannya, dimana permasalahan ini nantinya akan berpengaruh pula pada pelayanan yang diberikan oleh Pelayanan Kesehatan. Salah satu ketrampilan yang sebenarnya bisa diterapkan oleh Pelayanan Kesehatan terhadap masalah yang dihadapinya tersebut adalah dengan penerapan asuhan komplementer, yakni salah satunya dengan pemberian massase endorphin. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah; 1). Memberikan pelatihan dan keterampilan kepada Bidan di RB Bunda Setia; 2) Untuk memecahkan masalah pada Mitra agar memahami dan mengaplikasikan massase endorphin pada ibu hamil trimester III sehingga dapat siap secara psikologis menjelang persalinannnya. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyampaian materi secara workshop, melalui teoritis/ceramah massase endorphin; kemudian diikuti dengan demonstrasi dan praktik langsung massase endorphin pada ibu hamil trimester III. Hasil dari program kelas edukasi ini diantaranya: a. Peningkatan ketrampilan bidan di RB Bunda Setia dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan komplementer khususnya tentang massase endorphin; b. Terlibatnya peran serta masyarakat khususnya dalam hal ini ibu hamil TM III beserta suami/pendampingnya dalam menyiapkan psikologi ibu hamil TM III. Kelas Edukasi massase endorphin pada ibu hamil ini telah berhasil diberikan dan dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh ibu hamil, tetapi juga Pelayanan Kesehatan. Sehingga bisa lebih membantu pelayanan komplementer, khususnya dalam meningkatkan kesiapan psikologis ibu hamil. Kata Kunci: Kelas Edukasi, Massage Endorphin, Kesiapan Psikologis, Ibu Hamil  ABSTRACT Antenatal Care (ANC) services provided to pregnant women usually only include comprehensive care, which sometimes pays little attention to the psychological aspects of the pregnant woman. Even though a woman during pregnancy will experience many changes, both physical changes and psychological changes. Moreover, in the third trimester of pregnancy, pregnant women's anxiety will usually increase, which can affect the mother's psychological readiness for childbirth. Health Service Centers sometimes feel that the skills possessed by their health workers are still insufficient to prepare the psychology of TM III Pregnant Women before giving birth, where this problem will also affect the services provided by Health Services. One of the skills that Health Services can actually apply to the problems they face is by implementing complementary care, namely by providing endorphin massage. The aim of this service activity is; 1). Providing training and skills to Midwives at RB Bunda Setia; 2) To solve problems for partners to understand and apply endorphin massage to pregnant women in the third trimester so that they can be psychologically prepared before delivery. The method of activity carried out is delivering material in a workshop, through theoretical/endorphin massage lectures; then followed by a demonstration and direct practice of endorphin massage for pregnant women in the third trimester. The results of this educational class program include: a. Increasing the skills of midwives at RB Bunda Setia in providing complementary midwifery care services, especially regarding endorphin massage; b. Involvement of community participation, especially in this case TM III pregnant women and their husbands/companions in preparing the psychology of TM III pregnant women. This educational class on endorphin massage for pregnant women has been successfully provided and the benefits have been felt not only by pregnant women, but also by health services. So it can be more helpful for complementary services, especially in increasing the psychological readiness of pregnant women. Keywords: Educational Classes, Endorphin Massage, Psychological Readiness, Pregnant Women
Upaya Peningkatan Pengetahuan Petani terhadap Risiko Terjadinya Keracunan Pestisida Pada Petani Sayuran di Kelurahan Bakung Jaya Kota Jambi Kurniawati, Eti; Suroso, Suroso; Subakir, Subakir; Putri, Elfa Meirela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13974

Abstract

ABSTRAK Dunia pertanian membutuhkan berbagai dukungan dalam bentuk fisik untuk dapat meningkatkan produksi panen yang dihasilkan misalnya berbagai macam perpupukan, peralatan yang menunjang, dan termasuk pestisida yang marak digunakan dalam bertani. Jika penggunaan pestisida tidak sesuai aturan dosis, dapat menimbulkan keracunan hingga kematian. Berbagai Dampak yang muncul terhadap organisme yang tidak termasuk dalam target meliputi dampak terhadap lingkungan dapat berupa pencemaran atau residu terhadap air dan tanah serta dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti keracunan bahkan dapat juga menyebabkan kematian bagi manusia (Tarumingkeng, 2008). Diketahui juga bahwa petani banyak menggunakan pestisida golongan Karbamat dan Organopospat, dari study literatur diketahui bahwa pestisida golongan Karbamat dan Organopospat ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap kesehatan petani pada saat akan melakukan kegiatan penyemprotan khususnya jika petani tersebut tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang baik dan benar pada saat penyemprotan. Kelurahan Bakung jaya merupakan daerah penghasil sayur- sayuran di kota jambi, berdasarkan informasi dari ketua RT 12 Bakung jaya, jumlah petani sayur yang ada diwilayah ini berjumlah 60 orang, para petani sayur ini setiap harinya sering terpapar dengan pestida dengan aktivitas penyemprotan dan pemupukan yang dilakukan dalam sehari-harinya. Berdasarkan study awal terhadap beberapa petani meyatakan bahwa ada beberapa keluhan kesehatan yang dirasakan oleh petani seperti sering pusing, kadang-kadang mual serta gatal-gatal diarea tangan dan kaki. Berdasarkan uraian diatas Tim pengabdian masyarakat Dosen Prodi Kesmas  tertarik untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada pada petani sayur di kelurahan Bakung Jaya kota jambi.  Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani sayur terhadap dampak paparan pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan. Metode pada saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan dilakukan secara ceramah dan diikuti evaluasi hasil kegiatan. Hasil dari kegiatan yang sudah dilaksanakan diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan petani terhadap paparan pestisida. Perlu peningkatan pengetahuan petani terhadap penggunaan pestisida serta upaya pembentukan POS UKK sebagai sarana pelayanan mengurangi resiko munculnya penyakit akibat kerja Kata Kunci: Pestisida, Pengetahuan, APD, Perilaku  ABSTRACT Agriculture requires infrastructure to increase production such as fertilizer, equipment, and including pesticides. If pesticides are not used according to dosage regulations, it can cause poisoning and even death. Negative impacts on non-target organisms include impacts on the environment in the form of pollution and causing poisoning and can even cause death to humans (Tarumingkeng, 2008). It is also known that farmers use a lot of Carbamate and Organophosphate group pesticides. From literature studies it is known that these Carbamate and Organophosphate group pesticides have a tremendous impact on farmers' health when spraying, especially if the farmer does not use good and correct personal protective equipment when spraying. Bakung Jaya subdistrict is a vegetable producing area in Jambi City. Based on information from the head of RT 12 Bakung Jaya, the number of vegetable farmers in this area is 50 people. These vegetable farmers are often exposed to pesticides every day through the spraying and fertilizing activities they carry out. in everyday life. Based on initial studies of several farmers, it was stated that there were several health complaints felt by farmers, such as frequent dizziness, sometimes nausea and itching in the hands and feet. Based on the description above, the community service team, Lecturers at the Public Health Study Program, are interested in carrying out community service activities for vegetable farmers in the Bakung Jaya sub-district, Jambi City. The aim of this community service activity is to increase vegetable farmers' knowledge of the impact of pesticide exposure on health and the environment. MThe method of this community service activity is through lectures and activity evaluation. Results from the activities that have been carried out, it is known that there is an increase in farmers' knowledge of pesticide exposure. It is necessary to increase farmers' further knowledge of pesticide management and spraying techniques as well as efforts to establish POS UKK as a tool for farmers. Keywords: Pesticides, Knowledge, Behavior
Pendidikan Kesehatan Persiapan Biopsikososial Calon Pengantin untuk Pencegahan Stunting di Kepulauan Seribu Febi Ratnasari; Suryani Hartati; Nuryanih Nuryanih; Irma Nurbaiti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13274

Abstract

ABSTRAK Intervensi pencegahan dan penanganan stunting sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah, namun pencegahan stunting dengan sasaran calon pengantin belum banyak dilakukan, hal ini berdampak pada ketidak siapan secara biopsikososial, sehingga perlu dilakukan pemberian edukasi. Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang persiapan  biopsikososial dalam pencegahan stunting sejak dini terutama saat kehamilan di wilayah kepulauan Harapan. Pada pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan melakukan pengambilan data di Puskesmas dan Kelurahan kepulauan Harapan, kemudian melakukan survey dan pemberian pretest dan post test melalui kuesioner tentang pengetahuan persiapan catin dan stunting, setelah itu pemberian edukasi kesehatan pada calon pengantin mengenai persiapan Biopsikososial  guna menurunkan angka kejadian Stunting di Kepulauan Seribu, Pulau Harapan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 25 Juli 2023 dihadiri oleh 7 pasang calon pengantin atau 14 orang   di tempat aula KUA pulau Harapan. Usia catin rata rata 18-24 tahun 12 orang (85.7%). Tingkat pengetahuan pasangan catin meningkat setelah diberikan penyuluhan dan diskusi tanya jawab menjadi 78,6% setelah di berikan edukasi, hal ini menunjukkan catin sudah siap untuk menuju rumah tangga. Pasangan Catin yang mengikuti pendidikan kesehatan di pulau Harapan Kepulauan Seribu ini sebagian besar usia yang cukup dewasa, sehingga pengetahuan semakin bertambah dan sumber informasi yang diperoleh semakin banyak dan lebih baik setelah diberikan edukasi.Diharapkan petugas kesehatan membantu petugas KUA untuk melakukan edukasi Kesehatan pada Catin Kata Kunci:  Catin,  Edukasi Biopsikososial, Stunting   ABSTRACT Interventions to prevent and handle stunting have been carried out by the central and regional governments, but not much has been done to prevent stunting targeting prospective brides and grooms. This has an impact on biopsychosocial unpreparedness, so it is necessary to provide education. Objective: to provide knowledge and understanding about biopsychosocial preparation for preventing stunting from an early age, especially when preparing for pregnancy in the Harapan Islands region. The aim is to provide knowledge and understanding about biopsychosocial preparation for preventing stunting from an early age, especially during pregnancy, in the Harapan Islands region. The method for implementing this activity begins with collecting data at the Puskesmas and Harapan Island Subdistricts, then conducting a survey and giving a pretest and posttest through a questionnaire regarding knowledge of prospective bride preparation and stunting. after that, providing health education to prospective brides and grooms regarding biopsychosocial preparation in order to reduce the incidence rate of  stunting in the Seribu Islands and  Harapan Island. The activity was held on July 25, 2023, and was attended by 7 pairs of bride and groom or 14 people at the KUA hall on Harapan Island. The average age of 12 people (85.7%) was 18-24 years. The level of knowledge of catin couples increased after being given counseling and question and answer discussions to 78.6% after being given education, which shows that catin is ready to enter the household. Most of the prospective brides couples who attended health education on Harapan Island, Seribu Islands, were quite mature, so their knowledge increased and the sources of information obtained became more numerous and better after being given the education. It is hoped that health workers will help KUA officers provide health education to Catin. Keywords: Prospective Bride, Biopsychosocial Education, Stunting
Health Promotion about Stunting Management Through the Precede - Proceed Model Approach Andriyani, Septian; Fitriana, Lisna Anisa; Sulastri, Afianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12740

Abstract

ABSTRACT Stunting is a problem of chronic malnutrition caused by insufficient nutritional intake over a long period of time due to the provision of food that is not in accordance with nutritional needs. Health cadres and mothers who have children under five are community groups who need to be equipped with stunting management including prevention, treatment and stimulation of development in children. The aim of Community Service (PKM) aims to provide health promotion in the form of education and training about stunting management through the Precede-Proceed Model approach. The method for this form of PKM activity is in the form of health promotion, simulation, and training for health cadres and mothers who have children under five in the traditional village of Cireundeu, Cimahi City which is carried out offline. The target audience for this activity is health cadres and mothers who have children under five, totaling 52 people. The results of the activity showed that there was a difference in the average knowledge scores of cadres and mothers with children under five. When the pre-test showed a score of 93 and the post-test showed a score of 98 with an average increase in score of 5 points. Health promotion related to stunting management in the form of prevention and management of stunting is considered effective in increasing the knowledge and skills of mothers with children under five and health cadres. By forming community groups that can prevent stunting, the quality of growth and development in children will be more optimal. Keywords: Health Promotion, Stunting Management, Precede Proceed Model
Gerakan Remaja Tanggap Bencana (GERMA TAGANA) sebagai Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat di Kabupaten Mamuju S, Iqra; Salaka, Syafruddin Ali; Sudarta, I Made
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12706

Abstract

ABSTRAK Mamuju termasuk sebagai wilayah dengan aktifitas bencana gempa bumi kategori resiko tinggi yang disebabkan karena letak gografisnya yang dikelilingi sesar aktif di pulau Sulawesi. Sehingga kejadian berulang dari bencana gempa bumi akan terus menjadi bayangan yang mengikuti kehidupan seluruh masyarakat di Mamuju. Oleh karena itu, penanggulangan bencana berbasis masyarakat harus digalakan untuk meningkatkan pengurangan resiko dampak bencana tersebut. Remaja merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peranan penting dalam penanggulangan bencana, dengan usia yang muda menjadikan mereka memiliki kemampuan dan potensi yang dapat bermanfaat dalam sebuah manajemen siklus bencana. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja mengenai bencana sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat di Kabupaten Mamuju. Metode yang digunakan berupa edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana dan simulasi penanggulangan bencana, dimana peserta diberikan pre-test dan post-test. Setelah mengikuti kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang kesiapsiagaam bencana dari 31% menjadi 80,3%. Kesimpulan, edukasi dan simulasi bencana sangat diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Kata Kunci: Remaja, Tanggap Bencana, Kesiapsiagaan  ABSTRACT Mamuju is included as an area with high risk category of earthquake disaster activity due to its geographic location which is surrounded by active faults on the island of Sulawesi. So that repeated incidents of earthquake disasters will continue to be a shadow that follows the lives of all people in Mamuju. Therefore, community-based disaster management must be promoted to increase the risk reduction of the impact of these disasters. Teenagers are one group of people who have an important role in disaster management, their young age makes them have the ability and potential that can be useful in disaster cycle management. The aim of this community service is to provide education to teenagers about disasters as an effort to increase community-based disaster preparedness in Mamuju Regency. The method used is education regarding disaster preparedness and disaster management simulations, where participants are given a pre-test and post-test. After participating in the activity, there was an increase in participants' knowledge about disaster preparedness from 31% to 80.3%. In conclusion, education and disaster simulation are very necessary to increase community involvement in disaster management. Keywords: Teenager, Disaster Response, Preparedness
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Kolaborasi Pemberian Nebulizer dan Batuk Efektif pada Pasien Ny.P dan Tn.W dengan Diagnosa Medis Pneumonia di Wilayah RS DKI Jakarta Dwiyanti, Putri Wandira; Hisni, Dayan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13837

Abstract

ABSTRAK Pneumonia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyatakan peradangan yang terjadi pada dinding bronkiolus dan jaringan paru di sekitarnya. Penyakit ini adalah infeksi akut yang mengenai jaringan (paru-paru) tepatnya di alveoli yang disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti virus, bakteri, mikroorganisme lainnya. Salah satu hal yang dapat terjadi adalah terhambatnya jalan napas akibat produksi sputum pada saluran pernapasan akibat proses inflamasi mikroorganisme atau virus. Sehingga pasien pneumonia dilakukan intervensi terapi nebulizer dan batuk efektif untuk meningkatkan pola nafas dan pengeluaran secret. Mendiskripsikan bagaimana perubahan tidak terdengar lagi suara ronkhi dan pengeluaran secret pada pasien pneumonia setelah diberikan terapi nebulizer dan batuk efektif. Jenis penelitian ini adalah study kasus yang dilakukan kepada 2 pasien dengan diagnose pneumonia. Penerapan yang pertama dilakukan terapi nebulizer dan dilanjutkan tindakan batuk efektif selama 3 hari berturut-turut setiap hari selama ± 15 menit. Hasil dari intervensi tindakan kolaborasi nebulizer dan batuk efektif yang telah dilakukan Ny.P pada awal pengkajian didaptkan mengatakan sesak nafas dan sulit untuk mengeluarkan sekret dan pada hari ketiga setelah dilakukan tindakan nebulizer dan batuk efektif pasien sudah tidak sesak dan terdapat sekret berwarna putih. Begitupun Tn.W pada awal pengkajian didapatkan pasien tampak sesak dan keluarga pasien mengatakan pasien batuk tetapi sekret tidak dapat di keluarkan dan pada hari kedua setelah dilakukan tindakan nebulizer dan batuk efektif sesak nafas pasien berkurang dan sekret dapat di keluarkan. Hal tersebut menunjukan bahwa tindakan nebulizer dan batuk efektif meningkatkan bersihan jalan nafas. Kata Kunci: Terapi Nebulizer dan Batuk Efektif, Pola Nafas Membaik, Pneumonia  ABSTRACT  Bronchopneumonia is a medical term used to describe inflammation that occurs in the walls of the bronchioles and surrounding lung tissue. This disease is an acute infection that affects the tissue (lungs) precisely in the alveoli caused by several microorganisms such as viruses, bacteria, and other microorganisms. One of the things that can occur is airway obstruction due to sputum production in the respiratory tract due to the inflammatory process of microorganisms or viruses. So pneumonia patients are intervened with nebulizer therapy and effective cough to improve breathing patterns and secret discharge.  To describe the changes in ronkhi sound and secret discharge in pneumonia patients after being given nebulizer therapy and effective coughing. This type of research is a case study conducted on 2 patients with a diagnosis of pneumonia. The first application was nebulizer therapy and followed by effective coughing for 3 consecutive days every day for ± 15 minutes.  The results of the intervention of the nebulizer and effective cough collaboration actions that were carried out by Mrs P at the beginning of the assessment were found to show shortness of breath and difficulty in removing secretions and on the third day after the nebulizer and effective coughing the patient was no longer short of breath and there was white secretion. Likewise, Mr.W at the beginning of the assessment found that the patient looked short of breath and the patient's family said the patient was coughing but the secret could not be removed on the second day after the nebulizer and effective coughing the patient's shortness of breath decreased and the secret could be removed. This shows that nebulizers and coughs are effective in improving airway clearance. Keywords: Nebulizer Therapy And Effective Coughing, Improve Breath Patter,Pneumony.
Upaya Peningkatan Kesehatan Jiwa Lansia Melalui Deteksi Dini dan Edukasi Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12578

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan bagian yang penting dalam kesehatan manusia secara keseluruhan. Individu dengan jiwa yang sehat mampu untuk menangani tekanan hidup, menyadari kemampuan dirinya, dapat melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-harinya dengan baik, serta dapat memberikan kontribusi yang positif kepada komunitasnya. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM)  ini adalah untuk mengetahui  upaya peningkatan kesehatan jiwa  lansia melalui deteksi dini dan edukasi di Kelurahan Lebakjaya. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyebaran kuesioner SRQ-20 dan Edukasi. Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai Kesehatan jiwa dan cara penanganannya,  pelaksanaan. Diskusi ini memberikan wadah bagi para lansia untuk membagikan keluh kesahnya dan menurunkan perasaan kesepian yang dialaminya. Kata Kunci: Lansia, Kesehatan Jiwa, Penyuluhan  ABSTRACT Mental health is an important part of overall human health. Individuals with a healthy soul are able to handle the pressures of life, realize their abilities, can carry out their daily activities and work well, and can make a positive contribution to their community. This Community Service (PPM) is to find out efforts to improve the mental health of the elderly through early detection and education in the Lebakjaya Village. The method used in this service is the distribution of SRQ-20 and Education questionnaires. After counseling, there was an increase in knowledge about mental health and how to handle it, implementation. This discussion provides a forum for the elderly to share their complaints and reduce the feelings of loneliness they experience. Keywords: Elderly, Mental Health, Counseling
Sosialisasi Penerapan Model Self Management Terhadap Peningkatan Pengertahuan dalam Upaya Meningkatkan Imunitas Tubuh Orang dengan HIV dan AIDS Raka, I Made; Mobalen, Oktovina; Abdullah, Vera Iriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13425

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya pengendalian yang dilakukan pada orang dengan HIV dan AIDS adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh, pentingnya imunitas tubuh sebagai komponen yang mampu melawan Covid-19,  Imunitas merupakan sistem daya tahan tubuh terhadap serangan substansi asing yang terpapar ke tubuh kita. Angka kejadian HIV-AIDS terus meningkat, baik secara nasional maupun secara global data dari WHO , data yang di peroleh dari komisi Penanggulangan  AIDS dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat tahun 2019 tercatat sebanyak 7.234 terdiri dari kabupaten Manokwari. Tujuan ini untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Model  Self Management terhadap Peningkatan Imunitas Tubuh  Orang dengan HIV dan AIDS di masa pandemic COVID 19 di Kota Sorong. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah  penyuluhan dengan memberikan kuesioner, sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil diberikan pelatihan metode  Model  Self Management  terdapat peneingkatan pengetahuan sasaran. \ Model  Self Management  efektif dalam meningkatkan imunitas tubuh. Kata Kunci: Kecemasan, Pola Hidup dan Manajemen Diri  ABSTRACT One of the control efforts carried out for people with HIV and AIDS is to increase the body's immunity, the importance of the body's immunity as a component that is able to fight Covid-19. Immunity is the body's immune system against attacks by foreign substances that are exposed to our bodies. The incidence of HIV-AIDS continues to increase, both nationally and globally, according to data from WHO, data obtained from the AIDS Commission and the West Papua Provincial Health Service. IN 2019, it was recorded at 7,234, consisting of Manokwari district. This aim is to determine the effect of implementing the Self Management Model on increasing the body's immunity for people with HIV and AIDS during the COVID 19 pandemic in Sorong City. The method used in this activity is counseling by providing questionnaires, before and after the intervention. The results of training on the Self Management Model method showed an increase in target knowledge. Conclusion: The Self Management Model is effective in increasing the body's immunity. Keywords: Anxiety, Lifestyle and Self-Management
Efektivitas Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Keluarga dalam Masalah Kejang Demam Pada Anak - Anak di Desa Waygalih, Tanjung Bintang Sari, Eva Aprilia; Furqoni, Prima Dian; Zainaro, M. Arifki
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12061

Abstract

ABSTRAK Di Provinsi Lampung pada tahun 2019 jumlah anak dengan demam sebesar 36%. Prevalensi demam bervariasi menurut umur, anak umur 6-23 bulan lebih rentan mengalami demam (37-39%) dibandingkan anak lainnya. Prevalensi demam tidak berbeda banyak menurut jenis kelamin dan tempat tinggal. Prevalensi demam pada anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan (32% dan 30%). Hasil wawancara yang dilakukan di Desa Waygalih, Tanjung Bintang – Lampung Selatan pada 10 orang tua yang anaknya mengalami kejang demam didapatkan informasi bahwa semua anak mengalami kejang demam pertama di rumah. 7 orang tua (70%)  mengatakan tidak tahu penyebab terjadinya kejang demam. Kejang demam dapat menimbulkan komplikasi serius terhadap perkembangan otak anak apabila terjadi secara berulang kali ditambah resiko bahaya lain yaitu tersedak. Memberikan pendidikan kesehatan pengatahuan keluarga pada kejang demam pada balita Desa Waygalih, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, Penelitian ini menggunakan desain penelitian the one group pre test and post test. Dilakukan pengukuran atau observasi mengenai pengetahuan keluarga terhadap masalah kejang demam pada anak – anak di desa waygalih, tanjung bintnag tahun 2023 dengan pre test and post test tujuan nya untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan keluarga terhadap masalah kejang demam pada anak. Setelah dilkakukan pendidikan kesehatan tentang kejang demam pada anak balita, sebagian besar responden (50 %) yaitu sebanyak 10 responden memiliki pengetahuan baik  tentang kejang demam pada anak, sebanyak 35% yaitu sebanyak 7 responden memiliki pengetahuan sedang dan sebanyak 3 res ponden (15 %) memeiliki pengetahuan kurang. Diharapkan hasil penelitian ini bahan kajian lebih lanjut bagi peneliti selanjutnya mengenai hal yang sama secara lebih mendalam dan dapat menambah jumlah responden, serta mengunakan metodelogi penelitian yang berbeda. Kata Kunci: Kejang Demam, Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT In Lampung Province in 2019 the number of children with fever is 36%. The prevalence of fever varies according to age, children aged 6-23 months are more susceptible to fever (37-39%) than other children. The prevalence of fever did not differ much according to gender and place of residence. The prevalence of fever in boys is higher than in girls (32% and 30%). The results of interviews conducted in Waygalih Village, Tanjung Bintang – South Lampung with 10 parents whose children had febrile seizures, obtained information that all children had their first febrile seizure at home. 7 parents (70%) said they did not know the cause of febrile seizures. Febrile seizures can cause serious complications to a child's brain development if they occur repeatedly plus another hazard risk, namely choking. Provide health education on family knowledge on febrile seizures in toddlers in Waygalih Village, Tanjung Bintang District, South Lampung. This type of research uses descriptive research. This research uses the one group pre-test and post-test research design. Measurements or observations were made regarding family knowledge of the problem of febrile seizures in children in Waygalih Village, Tanjung Bintnag in 2023 with a pre test and post test. The aim was to analyze the effect of family health education on the problem of febrile seizures in children. After conducting health education about febrile seizures in toddlers, most of the respondents (50%), namely 10 respondents, had good knowledge about febrile seizures in children, as many as 35%, namely 7 respondents had moderate knowledge and as many as 3 respondents (15 %) have less knowledge. It is hoped that the results of this study will be material for further study for future researchers regarding the same matter in more depth and can increase the number of respondents, and use a different research methodology. Keywords: Fever Convulsions, Knowledge, Health Education

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue