cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Upaya Pencegahan Stunting Secara Dini pada Remaja Putri di Desa Seulalah Baru Kecamatan Langsa Lama Lina, Lina; Sukmadewi, Meliani; Kasad, Kasad; Alchalidi, Alchalidi; Helmi, Alfian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12507

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi isu besar bagi bangsa Indonesia dan merupakan program prioritas pemerintah yang harus segera ditanggulangi. Upaya pencegahan stunting secara dini pada remaja adalah sebuah trobosan peningkatan pengetahuan gizi sebelum memulai berkeluarga yang berkontribusi pada kesadaran akan kesehatan ibu dan anak dimasa penting dalam kehidupannya, termasuk memutus rantai persoalan stunting. Pengabdian masyarakat ini untuk mencegah terjadinya stunting secara dini pada remaja di Desa Seulalah Baru Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Pengabdian kepada masyarakat ini bersifat deskriptif dengan tahapan pelaksananaan yaitu persiapan, pemeriksaan tinggi badan (TB), berat badan (BB), haemoglobin (Hb), tekanan darah, pretest, edukasi (pencegahan stunting, gizi seimbang, anemia), demonstrasi perhitungan berat badan ideal dan posttest. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah remaja Desa Seulalah Kecamatan Langsa lama Kota Langsa yang berjumlah 40 orang. Mayoritas berat badan remaja tidak ideal sebanyak 22 (55%),  mayoritas memiliki tekanan darah normal sebanyak 27 (65,7%), mayoritas memiliki Hb normal sebanyak 34 (85%), mayororitas pengetahuan remaja sebelum dilakukan penyuluhan memiliki pengetahuan kurang  sebanyak 27 ( 67,5%) serta mayoritas memiliki pengetahuan baik setelah penyuluhan sebanyak  33 (82,5%). Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan pada remaja sebaiknya dilakukan secara dini dan rutin minimal 6 bulan sekali. Kata Kunci: Pencegahan Stunting, Remaja Putri, Anemia, Berat Badan Ideal  ABSTRACT Stunting is still a big issue for the Indonesian people and is a government priority program that must be addressed immediately. Efforts to prevent stunting early in adolescents are a breakthrough in increasing nutritional knowledge before starting a family which contributes to awareness of maternal and child health at an important time in their lives, including breaking the chain of stunting problems. This community service is to prevent premature stunting in teenagers in Seulalah Baru Village, Langsa Lama District, Langsa City. This community service is descriptive in nature with implementation stages, namely preparation, checking height (TB), weight (BB), hemoglobin (Hb), blood pressure, pretest, education (stunting prevention, balanced nutrition, anemia), demonstration of weight calculation ideal and posttest. The targets of this community service are teenagers from Seulalah Village, Langsa Lama District, Langsa City, totaling 40 people. The majority of teenagers' weight was not ideal as much as 22 (55%), the majority had normal blood pressure as much as 27 (65.7%), the majority had normal Hb as much as 34 (85%), the majority of teenagers' knowledge before counseling had insufficient knowledge as much as 27 ( 67.5%) and the majority had good knowledge after counseling as many as 33 (82.5%). Counseling and health checks for teenagers should be carried out early and routinely at least once every 6 months. Keywords: Prevention of Stunting, Adolescent Girls, Anemia, Ideal Body Weight
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Kalaborasi Pemberian Dextrose Pada TN. K dan NY. T Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah dengan Diagnosa Medis Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sehat untuk Jakarta Wilayah Jakarta Timur Febrianti, Regita; Hisni, Dayan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13674

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 merupakan merupakan penyakit progresif dengan karakteristik penurunan fungsi sel beta pankreas. Komplikasi serius dari diabetes melitus tipe 2 adalah hipoglikemia. Ketika kadar gula darah turun dibawah kisaran 70 mg/dl seseorang dapat dikatakan mengalami hipoglikemia, penanganan yang difokuskan untuk meningkatkan kadar glukosa plasma harus segera dilaksanakan salah satunya dengan pemberian dextrose. Menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi kalaborasi pemberian dextrose pada Tn. K dan Ny. T terhadap penurnan kadar glukosa darah dengan diagnosa medis diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sehat Untuk Jakata Wilayah Jakarta Timur. Penggunaan dextrose pada pasien dengan hipoglikemia dengan diagnosa keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah sangat efektif untuk menangani hipoglikemia dibuktikan dengan perubahan atau peningkatan dalam hasil GDS pasien Tn. K dan Ny. T dengan hasil GDS sewaktu Tn. K : 45 mg/dl  pada tanggal 11 April 2023 pukul 08.50 WIB naik atau meningkat menjadi 98 mg/dl pada tanggal 11 April 2023 pukul 10.00 WIB. Pada Ny. T GDS sewatu Ny. T : 45 mg/dl pada tanggal 20 Desember 2023 pukul 09.00 WIB naik atau meningkat menjadi 212 mg/dl pada tanggal 20 Dember 2023 pukul 10.00. Penggunaan dextrose pada pasien hipoglikemia sangat efektif dalam menangani kadar glukosa darah secara siignifikan. Penggunaan dextrose sebagai bahan acuan dalam penanganan penurunan kadar glukosa darah. Kata Kunci: Hipoglikemia, Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah, Dextrose  ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is a progressive disease with a characteristic decrease in pancreatic beta cell function. A serious complication of  type 2 diabetes mellitus is hypoglycemia. When blood sugar levels fall below the range of 70 mg / dl a person can be said to have hypoglycemia, treatment focused on increasing plasma glucose levels must be carried out immediately, one of which is by giving dextrose. Analyze nursing care through collaboration intervention of dextrose administration to Mr. K and Mrs. T on lowering blood glucose levels with a medical diagnosis of type 2 diabetes mellitus at Rumah Sehat Untuk Jakata East Jakarta Area. The use of dextrose in patients with hypoglycemia with nursing diagnosis of instability of blood glucose levels is very effective for treating hypoglycemia as evidenced by changes or improvements in the GDS results of patients Mr. K and Mrs. T with GDS results when Mr. K : 45 mg/dl on April 11, 2023 at 08.50 WIB increased or increased to 98 mg/dl on April 11, 2023 at 10.00 WIB. On Mrs. T GDS rent Mrs. T: 45 mg/dl on December 20, 2023 at 09.00 WIB increased or increased to 212 mg/dl on December 20, 2023 at 10.00. The use of dextrose in hypoglycemia patients is very effective in managing blood glucose levels significantly. The use of dextrose as a reference material in the treatment of lowering blood glucose levels. Keywords: Hypoglycemia, Glucosa Darah Up To Quetidasttan, Dextrose
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Pengggunaan Balutan Primer Cadexomer iodine pada Ny. S Dan Tn. S dengan Diagnosa Medis Luka Kaki Diabetikum di Wocare Center Bogor Rizki Hidayat; Naziyah Naziyah; Amelia Husaeynii
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12479

Abstract

ABSTRAK Luka kaki diabetikum adalah salah satu komplikasi yang paling umum dari pasien yang memiliki diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan baik. Insiden tahunan luka kaki diabetik di seluruh dunia adalah antara 9,1 hingga 26,1 juta. Sekitar 15 sampai 25% pasien diabetes melitus akan mengalami luka kaki diabetik selama hidup mereka. Modern wound dressing dengan cadexomer iodine merupakan terapi topikal yang dapat digunakan pada luka yang infeksi dan efektif untuk mengatasi masalah biofilm pada luka kronik yang bereksudat sebagai balutan primer. Menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi penggunaan balutan primer Cadexomer Iodine pada Ny. S dan Tn. S dengan diagnosa medis luka kaki diabetikum di Wocare Center Bogor. Tindakan keperawatan dimulai tanggal 24 Juli 2023 s/d 28 Juli 2023 di Wocare Center Bogor. Implementasi pada diagnosa keperawatan gangguan integritas kulit yang dilakukan perawatan luka modern dressing. Penggunaan cadexomer iodine powder pada luka infeksi dengan luka kaki diabetikum sangat efektif untuk menangani eksudat slough dan biofilm yang berlebih dibuktikan dengan berkurangnya jumlah eksudat pada Tn. S. Namun berbanding terbalik dengan Ny. S, jumlah eksudat seperti slough makin bertambah dihari berikutnya dikarenakan kurangnya kontrol gula darah. Perawatan luka harus diimbangi dengan manajemen nutrisi dan pengontrolan kadar gula darah untuk mempercepat proses penyembuhan dan menurunkan faktor risiko komplikasi pada pasien Diabetes melitus tipe 2 Kata Kunci: Luka Kaki Diabetikum, Cadexomer Iodine  ABSTRACT Diabetic foot ulcers are one of the most common complications of patients with poorly controlled diabetes mellitus. The annual incidence of diabetic foot ulcers worldwide is between 9.1 and 26.1 million. Approximately 15 to 25% of diabetes mellitus patients will experience diabetic foot sores during their lifetime. Modern wound dressing with cadexomer iodine is a topical therapy that can be used on infected wounds and is effective for treating biofilm problems in wounds.chronic exudate as a primary dressing. Analyzing nursing care through intervention using Cadexomer Iodine primary dressing on Mrs. S and Mr. S with a medical diagnosis of diabetic foot wound at the Wocare Center Bogor. Implementation:Nursing actions begin on July 24 2023 to July 28 2023 at the Bogor Wocare Center. Implementation of nursing diagnosesdisruption of skin integrity by modern dressing wound care. The use of cadexomer iodine powder in infected wounds with diabetic foot wounds is very effective in dealing with slough exudate and excess biofilm as evidenced by the reduced amount of exudate in Mr. S. However, in contrast to Mrs. S, the amount of exudate such as slough increases the next day due to lack of blood sugar control. Wound care must be balanced withnutritional management and controlling blood sugar levels to accelerate the healing process and reduce the risk factors for complications in patients with type 2 diabetes mellitus Keywords: Diabetic Foot Sores, Cadexomer Iodine
Penerapan Gema Cermat Terhadap UKS Sekolah Boarding di Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang Irwani, Maria; Keumala, Cut Ratna; Hanis, Nonong; Maderlita, Sisca; Dewita, Dewita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13244

Abstract

ABSTRAK Dalam rangka percepatan upaya peningkatan pengetahuan, kesadaran, kepedulian, dan keterampilan masyarakat mengenai penggunaan obat secara rasional, dilaksanakan program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) yang merupakan wadah penggerakan penggunaan obat rasional dan program terkait lain yang berkesinambungan dengan melibatkan lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait. Gerakan ini telah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 13 November 2015 dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/Menkes/427/2015 tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Pelaksanaan Gema Cermat perlu diterapkan agar tidak terjadi kesalahan penggunaan obat yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan tubuh. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan guru, pengurus UKS dan siwa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan sosialisai dan memberikan pelatihan keterampilan memilih obat untuk swamedikasi sehingga menjadi penggerak mengenai penggunaan obat rasional sebagai wujud dari Program Gema Cermat di sekolah. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen jurusan farmasi dan dosen jurusan kesehatan gigi dengan lamanya pelaksanaan selama 3 bulan pada tahun 2023. Metode yang akan digunakan dalam meningkatkan pengetahuan adalah model pemberdayaan masyarakat partisipatif. Peningkatan pengetahuan para guru, pengurus UKS dan siswa-siswi SMA Boarding School di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang tentang macam-macam obat, bentuk sediaan obat, cara penggunaan obat, cara menyimpan dan membuang obat yang sudah tidak dipakai serta mampu menerapkan dan mendampingi masyarakat terutama tentang bagaimana Mendapatkan, Menggunakan, Menyimpan dan Membuang Obat dengan Baik dan Benar. Melalui Gema Cermat ini, guru, pengurus UKS dan siswa dapat mengetahui macam-macam obat, cara penggunaan, penyimpanan serta pembuangan obat dengan baik dan benar. Kata Kunci: Gema Cermat, UKS, Boarding School  ABSTRACT In order to accelerate efforts to increase public knowledge, awareness, concern and skills regarding the rational use of drugs, the Smart Community Movement for Using Drugs (GEMA CERMAT) program is being implemented which is a forum for mobilizing the rational use of drugs and other related programs that are sustainable by involving cross-border related sectors and stakeholders. This movement was launched by the Minister of Health of the Republic of Indonesia on November 13 2015 and was designated through the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number HK.02.02/Menkes/427/2015 concerning the Movement for Smart People Using Medicine. The implementation of Careful Gema needs to be implemented so that there are no errors in drug use which can have fatal consequences for the body's health. This Community Service activity is to increase the knowledge of teachers, UKS administrators and High School (SMA) students by socializing and providing training on skills in choosing drugs for self-medication so that they become a driving force regarding rational drug use as a form of the Gema Cermat Program in schools. This activity is carried out by lecturers in the pharmacy department and lecturers in the dental health department with a duration of 3 months in 2023. The method that will be used to increase knowledge is the participatory community empowerment model. Increased knowledge of teachers, UKS administrators and high school boarding school students in the Aceh Tamiang Regency area about various types of drugs, drug dosage forms, how to use drugs, how to store and dispose of unused drugs and being able to apply and assist the community especially about how to Obtain, Use, Store and Dispose of Medicines Properly and Correctly. Through Gema Cermat, teachers, UKS administrators and students can find out about various types of medicines, how to use, store and dispose of medicines properly and correctly. Keywords: Gema Cermat, UKS, Boarding School
Gerakan Lima Menit Baca Buku Kia (Genit Membuka) melalui Pendampingan Kader Kesehatan untuk Optimalisasi Pemanfaatan Buku Kia di Kelurahan Air Pacah Kec. Koto Tangah Kota Padang Fitria, Nila Eza; Hamdayani, Delvi; Putra, Rudiyansa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13125

Abstract

ABSTRAK Kader kesehatan merupakan tim penggerak untuk kesejahteraan keluarga sebagai perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah salah satu dari program pemerintah untuk memberikan edukasi secara langsung kepada ibu yang berisi informasi dan edukasi seputar kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga usia anak 5 tahun. Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan Bidan koordinator wilayah kelurahan aia pacah masih rendahnya persentase ibu hamil yang membaca buku KIA, kurangnya kepedulian ibu hamil tentang isi buku KIA dan tidak ada motivasi dari keluarga tentang pentingnya manfaat buku KIA tersebut untuk ibu hamil sehingga di kelurahan Aia Pacah pada tahun 2023 ini masih terdapat 3 orang Kematian Ibu, 28 orang ibu hamil dengan resiko tinggi dan 38 orang anak dengan stunting. Untuk itu pentingnya pemahaman kader kesehatan tentang buku KIA sehingga dapat memotivasi dan melakukan pendampingan pada ibu hamil dan keluarga tentang manfaat buku KIA tersebut. Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan peran kader kesehatan tim penggerak ibu hamil untuk membaca buku KIA melalui program Gerakan Lima Menit Membaca Buku KIA (GENIT MEMBUKA) sebagai salah satu upaya pencegahan kematian Ibu dan mencegah bayi lahir dengan stunting. Masalah pada mitra diatasi dengan memberikan edukasi dan pelatihan tentang Program Gerakan Lima Menit Membaca Buku KIA agar lebih dipahami pemanfaatan dari buku KIA tersebut serta memberikan edukasi pengisian format rekapitulasi pendataan kerja kader kesehatan. Jumlah Kader kesehatan sesuai dengan Posyandu yang ada di kelurahan Aia Pacah sebanyak 40 orang  dan yang diberikan edukasi adalah 20 orang mewakili masing-masing Posyandu. Kegiatan ini telah terlaksana pada hari jum’at tanggal 13 Okktober 2023 di Aula Puskesmas Air Dingin Kota Padang dan keberlanjutan kegiatan ini di masing-masing Posyandu dilanjutkan oleh ibu2 Kader dan Bidan Koordinator. Kegiatan ini juga dipantau keberlanjutanya melalui Group WhatsApp yang sudah dibentuk saat kegiatan pertama dilakukan. Dari kegiatan pengabdian yang diperoleh 90% Kader kesehatan memiliki pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi tentang pemahaman buku KIA dan sudah bisa mengisi format pendataan sesuai data yang dibutuhkan oleh Bidan Koordinator wilayah. Pada mitra sasaran kegiatan edukasi dapat berjalan optimal, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan sasaran tentang pemahaman dan  pemanfaatan buku KIA melalui program Gerakan Lima Menit Membaca Buku KIA. Hasil pelaksanaaan program pengabdian kepada masyarakat ini dapat dipublikasikan di jurnal Nasional terakreditasi. Kata Kunci: Gerakan Membaca, Buku KIA, Kader, Ibu HamilABSTRACT Health cadres are a driving team for family welfare as an extension of health workers. The Maternal and Child Health Book (KIA) is one of the government's programs to provide education directly to mothers which contains information and education about pregnancy, childbirth, postpartum, newborns up to 5 years of age. Based on the results of surveys and interviews with the regional coordinator midwife of Aia Pacah sub-district, there is still a low percentage of pregnant women who read the MCH book, there is a lack of concern among pregnant women about the contents of the MCH book and there is no motivation from the family about the importance of the benefits of the MCH book for pregnant women so that in Aia Pacah sub-district In 2023, there will still be 3 maternal deaths, 28 pregnant women with high risk and 38 children with stunting. For this reason, it is important for health cadres to understand the MCH book so that they can motivate and provide assistance to pregnant women and their families about the benefits of the MCH book. This activity is to increase the knowledge and role of health cadres in the team mobilizing pregnant women to read the MCH book through the Five Minute Movement program Reading the KIA (GENIT OPENING) book is an effort to prevent maternal death and prevent babies from being born with stunting. Partners' problems were resolved by providing education and training about the Five Minute Movement Program to Read the KIA Book so that they could better understand the use of the KIA book and providing education on filling out the health cadre work data recapitulation format. The number of health cadres according to the Posyandu in the Aia Pacah sub-district is 40 people and those provided with education are 20 people representing each Posyandu. This activity was carried out on Friday 13 October 2023 in the Cold Water Health Center Hall in Padang City and the continuation of this activity at each Posyandu was continued by the Cadre Women and Coordinating Midwives. This activity is also monitored for its sustainability through the WhatsApp Group which was formed when the first activity was carried out. From the service activities obtained, 90% of health cadres have good knowledge after being given education about understanding the KIA book and are able to fill in the data collection format according to the data required by the regional Coordinating Midwife. For target partners, educational activities can run optimally, there is an increase in the target's knowledge and skills regarding understanding and utilization of KIA books through the Five Minute Movement for Reading KIA Books. The results of implementing this community service program can be published in an accredited national journal. Keywords: Reading Movement, KIA Books, Cadres, Pregnant Women
Empowerment of Pregnant Women in the Use of Lemongrass Plants as an Effort to Prevent Hypertension in Pregnancy in the Working Area of the Al-Aqsa Mosque Posyandu Sentani in 2023 Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu; Pratami, Yustika Rahmawati; Handayani, Endah Purwanti; Putri, Harlinda Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14018

Abstract

ABSTRACT Hypertension in pregnancy (HDK) is one of the health problems, especially in the world of obstetrics which is still a top priority to be resolved immediately because it is a direct cause of death in mothers. The purpose of this service is to increase the knowledge of pregnant women in preventing hypertension in pregnancy. The methods used are conducting site surveys, identifying problems, planning activities, managing permits, implementing and evaluating activities. Promotional media given to respondents are banners and leaflets. The results of service activities showed an increase in adolescent knowledge after being given counseling materials related to HIV/AIDS. The conclusion of this community service activity is in the form of efforts to prevent hypertension in pregnancy so that later it can be implemented independently by pregnant women in their respective places. Keywords: Knowledge, Pregnant Women, HDK, Lemongrass Plant
Pemberdayaan Lansia Penderita Gout melalui Edukasi Pengetahuan Secara Home Care di Malang Raya Sugiyanto, Sugiyanto; Wibowo, Wibowo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.10933

Abstract

ABSTRAK Pada lansia yang menderita gout sering kali dalam melakukan pengobatan dilakukan dengan menggunakan obat modern dan obat tradisional (jamu) dimana dalam pengobatan tersebut seringkali menimbulkan masalah, oleh karena itu dibutuhkan edukasi tentang penggunaan obat dan jamu pada pengobatan gout pada lansia melalui home care. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 21 lansia yang menderita gout di Malang Raya. Kegiatan yang dilakukan yaitu dengan melakukan home care ke rumah lansia yang menderita gout Bentuk kegiatan pemberdayaan  lansia penderita gout melalui edukasi pengetahuan secara  home care. meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan terlebih dulu dengan responden, Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi secara home care terkait penyakit gout, tatalaksana penyakit gout, interaksi obat gout dengan jamu dan diet makanan untuk penderita gout Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pre-Post Test terhadap peningkatan tingkat pengetahuan terkait penyakit gout, tatalaksana penyakit gout, interaksi obat gout dengan jamu dan diet makanan untuk penderita gout. Tahap evaluasi yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner didapatkan hasil peningkatan pengetahuan pada kelompok lansia penderita gout yang dilakukan edukasi melalui home care 61% menjadi 86%. Kesimpulan bahwa untuk peningkatan tingkat pengetahuan kepada lansia dapat tercapai sehingga untuk lansia penderita gout dapat tercapai pula dalam peningkatan pengetahuan terkait gout. Kata Kunci: Pemberdayaan, Lansia,  Home Care, Penyakit Gout  ABSTRACT In the elderly who suffer from gout, treatment is often carried out using modern medicine and traditional medicine (herbs) which often cause problems in this treatment. Therefore education is needed about the use of drugs and herbs in the treatment of gout in the elderly through home care. This community service was carried out for 21 elderly people who suffer from gout in Malang Raya. The activity carried out is by carrying out home care to the homes of elderly people who suffer from gout. Forms of empowerment activities for elderly people with gout through home care knowledge education. includes 3 activities including: Preparatory stage: making an approach first with correspondents, Implementation stage: providing home care education related to gout, management of gout disease, interaction of gout drugs with herbs and food diet for gout sufferers The evaluation stage is carried out using a pre-questionnaire. -Post Test on increasing the level of knowledge related to gout, gout management, interactions of gout drugs with herbs and food diet for gout sufferers. The evaluation phase which was carried out through distributing questionnaires resulted in an increase in knowledge in the elderly group of gout sufferers who were educated through home care from 61% to 86%. The conclusion is that increasing the level of knowledge for the elderly can be achieved so that for elderly people with gout it can also be achieved in increasing knowledge related to gout. Keywords: Empowerment, Elderly, Home Care, Gout 
Pemberdayaan Ibu dalam Melakukan Pijat Balita dengan Metode Bioakupressure dan Pediatric Massage untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Balita Wasting di Pekon Sidokaton Ifayanti, Hikmah; Pratiwi, Amali Rica; Komalasari, Komalasari; Puspita, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.12565

Abstract

ABSTRAK Wasting adalah hasil penilaian status gizi pada balita yang terbagi dalam kategori balita kurus (wasting) dan sangat kurus (severly wasting). Tingginya prevalensi kejadian wasting dipengaruhi oleh faktor langsung seperti asupan nutrisi, dan penyakit infeksi pada balita yang menyebabkan balita tidak nafsu makan. Dari hasil survei di Puskesmas Gisting melalui aplikasi EPPGBM, angka balita wasting pada bulan Januari-Desember 2021 sebesar 11,9 %. Sedangkan pada Bulan April tahun 2023, kejadian tertinggi berada di desa Sidokaton sebesar 19,81%. Saat diwawancarai, ibu yang memiliki anak wasting mengatakan bahwa anak susah sekali naik berat badannya. Awalnya anak mudah sekali sakit terutama batuk pilek demam atau diare. Sehingga saat sakit, nafsu makan makin menurun. Anak tidak memiliki selera makan makan dan ini menyebabkan anak menjadi kurus, berat badannya tidak sesuai dengan tinggi badannya. Dari masalah tersebut maka timbul gagasan dan inisiatif untuk melakukan pemberdayaan pada ibu-ibu rumah tangga khususnya ibu dari balita wasting melalui pelatihan pijat bayi/balita dengan metode bioakupressur dan pediatric sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menstimulasi tumbuh kembang balita dengan maksimal. Metode yang digunakan yaitu melalui sosialisasi dan edukasi tumbuh kembang balita, manfaat serta Langkah-langkah pijat balita dan memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga yang memiiki balita wasting. Hasil analisis deskriptif perhitungan kuantitatif terkait dengan dampak pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan pijat bioakupressur selaku tim mitra, bisa ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu rumah tangga sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan pelatihan. Kata Kunci: Wasting, Pediatric Massage, Pijat Bioakupressure, Pijat Balita  ABSTRACT Wasting is the result of assessing the nutritional status of toddlers who are divided into the categories of underweight (wasting) and very thin (severly wasting) toddlers. The high prevalence of wasting is influenced by direct factors such as nutritional intake and infectious diseases in toddlers which cause toddlers to have no appetite. From the results of a survey at the Gisting Community Health Center via the EPPGBM application, the wasting rate for toddlers in January-December 2021 was 11.9%. Meanwhile, in April 2023, the highest incidence was in Sidokaton village at 19.81%. When interviewed, mothers who have wasting children said that their children had difficulty gaining weight. Initially, children get sick very easily, especially coughs, colds, fever or diarrhea. So when you are sick, your appetite decreases. Children do not have an appetite to eat and this causes children to become thin, their weight does not correspond to their height. From this problem, ideas and initiatives emerged to empower housewives, especially mothers of wasting toddlers, through training in baby/toddler massage using bioacupressure and pediatric methods so that they can increase body endurance and stimulate the growth and development of toddlers to the maximum. The method used is through socialization and education on toddler growth and development, the benefits and steps of toddler massage and providing training to housewives who have wasting toddlers. The results of the descriptive analysis of quantitative calculations related to the impact of empowerment through bioacupressure massage skills training as a partner team, can be concluded that there was an increase in the knowledge and skills of housewives before and after being given counseling and training. Keywords: Wasting, Pediatric Massage, Bioakupressure Massage, Toddlers Massage
Pelatihan dan Pembuatan Spal Sebagai Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting di Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung Mei Ahyanti; Amrul Hasan; Aprina Aprina; Titi Astuti; Gustop Amatiria; Arie Nugroho; Annasari Mustafa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12731

Abstract

ABSTRAK Stunting dapat terjadi karena penyakit infeksi terjadi secara berulang. Penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita adalah diare. Sehingga fokus stunting dititikberatkan pada 2 titik yaitu pada bayi usia 6-11 bulan dan anak usia 12-23 bulan. Diare dapat terjadi karena sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Upaya ini dilakukan dengan pengendalikan penyakit infeksi dengan memutuskan rantai penularan. Sarana sanitasi yang layak seperti jamban dan SPAL dapat memutus mata rantai penularan penyakit infeksi. Pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan SPAL. Pelaksanaan kegiatan secara bergotong royong di Desa Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus, pada bulan Oktober 2023. Sasaran kegiatan adalah 10 keluarga yang meiliki balita stunting. Kegiatan diawali dengan pelatihan, keberhasilan pelatihan diukur dengan membandingkan hasil pretest dan posttest dan dianalisa menggunakan uji T. Hasil analisis mendapatkan ada pengaruh yang signifikan antara pelatihan dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 30 point, dan telah terbangun 10 unit SPAL sederhana sehat. Pemerintah akan meneruskan program STBM yang dituangkan dalam nota kerjasama dengan tim pengabdi. Kata Kunci: Limbah, SPAL, Stunting, STBM  ABSTRACT Stunting can occur because infectious diseases occur repeatedly. An infectious disease that often occurs in toddlers is diarrhea. So the focus on stunting is focused on 2 points, namely babies aged 6-11 months and children aged 12-23 months. Diarrhea can occur due to inadequate environmental sanitation. This effort is carried out by controlling infectious diseases by breaking the chain of transmission. Proper sanitation facilities such as latrines and SPALs can break the chain of transmission of infectious diseases. The service aims to increase community knowledge and skills in making SPAL. Carrying out activities in mutual cooperation in Kanoman Village, Semaka District, Tanggamus Regency, in October 2023. The target of the activity is 10 families who have stunted toddlers. The activity began with training, the success of the training was measured by comparing the results of the pretest and posttest and analyzed using the T test. The results of the analysis showed that there was a significant influence between training and increasing participants' knowledge and skills. The participants' knowledge increased by 30 points, and 10 simple healthy SPAL units were built. The government will continue the STBM program as outlined in a memorandum of cooperation with the service team. Keywords: Waste, SPAL, Stunting, STBM
Peningkatan Kemampuan Masyarakat dalam Mengenal dan Memberikan Pertolongan Awal Pada Korban Tersedak Karim, Darwin; Dewi, Wan Nishfa; Bayhakki, Bayhakki; Erwin, Erwin; Huda, Nurul; Woferst, Rismadefi; Azzahra, Adila; Anjely, Selly; Hunafa, Zahra; Aswan, Muhammad Farhan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13088

Abstract

ABSTRAK Kejadian tersedak termasuk dalam kegawatdaruratan yang harus mendapatkan penanganan segera dan apabila terjadi obstruksi atau sumbatan jalan napas maka dapat menyebabkan napas pendek (hipoventilasi), kekurangan oksigen (hipoksemia), peningkatan kerja pernapasan dan gangguan pertukaran gas berubah di paru-paru. Kondisi tersedak dapat dialami oleh siapapun, bisa pada dewasa maupun anak-anak. Oleh karena kasus tersedak dapat terjadi pada siapa saja maka kemampuan untuk memberikan bantuan dan pertolongan pada korban tersedak sebaiknya juga dipahami dan dikuasai oleh masyarakat termasuk keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat untuk mengenal, mengidentifikasi dan mencegah serta dapat memberi pertolongan pertama pada korban tersedak. Kegiatan pengabdian dilakukan pada 28 orang peserta dengan metode penyuluhan kesehatan dan praktik keterampilan pertolongan bagi korban tersedak. Peserta mampu mengenal dan memahami tanda gejala tersedak serta dapat memperagakan prosedur pertolongan pertama pada korban tersedak dengan baik. Kegiatan pengabdian ini secara umum berhasil dengan baik. Tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi telah dilakukan. Tim pengabdian telah melaksanakan kegiatan dengan metode ceramah, tanya jawab/diskusi, pre dan post test kuesioner, menggunakan alat bantu peraga dan orang untuk mendemonstrasikan prosedur pertolongan bagi korban tersedak. Kata Kunci: Tersedak, Pertolongan Pertama, Penyuluhan Kesehatan, Kegawatdaruratan  ABSTRACT Choking incidents are included in emergencies that must receive immediate treatment and if airway obstruction or obstruction occurs, it can cause shortness of breath (hypoventilation), lack of oxygen (hypoxemia), increased work of breathing and impaired gas exchange changes in the lungs. Choking conditions can be experienced by anyone, both adults and children. Because choking cases can happen to anyone, the ability to provide aid and assistance to choking victims should also be understood and mastered by the community, including the family. This activity aims to provide knowledge and understanding to the public to recognize, identify and prevent and provide first aid to choking victims. This activity was carried out on 28 participants using health education methods and practice of rescue skills for choking victims. Participants were able to recognize and understand the signs of choking and were able to demonstrate first aid procedures for choking victims well. This service activity was generally successful. The preparation, implementation and evaluation stages have been carried out. The service team has carried out activities using lecture methods, question and answer/discussion, pre and post test questionnaires, using props and people to demonstrate aid procedures for choking victims. Keywords: Choking, First Aid, Health Education, Emergencies

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue