cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peningkatan Kapasitas Kesehatan Pengelola Sampah sebagai Upaya Pencegahan Stunting Menggunakan Pendekatan Asset-Based Community Development Sari, Ignasia Yunita; Wirata, Resta Betaliani; Adityasiwi, Gian Lisuari; Anggrahini, Putri Widia; Pingkani, Brigita Angel; Indriani, Catarina Arista
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23436

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah kesehatan nasional yang belum terselesaikan. Faktor lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan sanitasi, memiliki kontribusi terhadap kejadian stunting. Petugas pengelola sampah berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas pengelola sampah mengenai pencegahan infeksi melalui pelatihan personal hygiene, penggunaan APD yang benar, serta penerapan ergonomi kerja dalam mendukung pencegahan stunting berbasis lingkungan sehat. Penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, redemonstrasi, dan pendampingan dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Tahapan meliputi sosialisasi, pelatihan pencegahan infeksi dan ergonomi, pengadaan fasilitas cuci tangan dan APD standar, serta monitoring dan evaluasi hasil kegiatan. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah pelatihan. Pada pelatihan pertama mengenai personal hygiene dan APD, nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 90,48% menjadi 100%. Pelatihan kedua mengenai ergonomi kerja menunjukkan peningkatan rata-rata dari 82,14% menjadi 100%. Selain itu, fasilitas cuci tangan telah terpasang di area pengelolaan sampah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan berhasil meningkatkan pengetahuan serta kesadaran petugas pengelola sampah terhadap pentingnya personal hygiene, penggunaan APD, dan penerapan ergonomi kerja.  Kata Kunci: Stunting, Pengelolaan Sampah, Personal Hygiene, Alat Pelindung Diri, Ergonomi.  ABSTRACT Stunting remains an unresolved national health issue. Environmental factors, including waste management and sanitation, contribute to the occurrence of stunting. Waste management workers play an important role in maintaining environmental cleanliness. This activity aims to improve the knowledge and skills of waste management workers in infection prevention through training on personal hygiene, proper use of personal protective equipment (PPE), and the application of work ergonomics to support stunting prevention based on a healthy environment. The methods used include education, training, demonstration, redemonstration, and mentoring with an Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The stages involved socialization, training on infection prevention and ergonomics, provision of handwashing facilities and standard PPE, as well as monitoring and evaluation of the program outcomes. There was an increase in knowledge after the training. In the first training session on personal hygiene and PPE, the average knowledge score increased from 90.48% to 100%. The second training session on work ergonomics showed an average increase from 82.14% to 100%. In addition, handwashing facilities were successfully installed in the waste management area. The training and mentoring activities effectively improved the knowledge and awareness of waste management workers regarding the importance of personal hygiene, PPE use, and the application of ergonomic practices. Keywords: Stunting, Waste Management, Personal Hygiene, Personal Protective Equipment, Ergonomic.
Deteksi Dini Kecacingan dan Profil Golongan Darah Abo-Rhesus sebagai Upaya Promosi Kesehatan pada Siswa SMAN 1 Kwanyar, Bangkalan Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia; Dewi, Maharani Putri; Hakiki, Moh Saiful
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23232

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pemeriksaan golongan darah dan deteksi dini kecacingan. Pemeriksaan dilakukan di SMAN 1 Kwanyar Bangkalan dengan melibatkan 101 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan golongan darah sistem ABO dengan metode slide serta pemeriksaan kecacingan menggunakan metode pengapungan (flotasi) dengan larutan NaCl jenuh. Hasil pemeriksaan menunjukkan distribusi golongan darah sebagai berikut: golongan darah O sebanyak 38 siswa, B sebanyak 40 siswa, A sebanyak 18 siswa, dan AB sebanyak 5 siswa, seluruhnya dengan rhesus positif. Pemeriksaan kecacingan menunjukkan adanya temuan telur dan larva dari beberapa jenis cacing seperti Ascaris dan Trichuris. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat berupa data kesehatan dasar bagi sekolah, tetapi juga berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri melalui deteksi golongan darah dan pencegahan infeksi parasit. Dengan demikian, kegiatan ini berperan sebagai sarana edukatif dan promotif dalam membangun kesadaran kesehatan remaja sejak dini. Kata Kunci: Golongan Darah, Kecacingan, Pemeriksaan Laboratorium, Remaja, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT This community service activity aims to increase students' knowledge and awareness of the importance of blood type testing and early detection of worms. The examination was carried out at SMAN 1 Kwanyar Bangkalan involving 101 students as participants. The methods used include ABO system blood type testing with the slide method and worm testing using the flotation method with saturated NaCl solution. The results of the examination showed the distribution of blood types as follows: blood type O as many as 38 students, B as many as 40 students, A as many as 18 students, and AB as many as 5 students, all with rhesus positive. Examination of worms showed the presence of eggs and larvae of several types of worms such as Ascaris and Trichuris. This activity not only provides benefits in the form of basic health data for schools, but also succeeds in increasing students' understanding of the importance of maintaining personal health through blood type detection and prevention of parasitic infections. Thus, this activity acts as an educational and promotive means in building adolescent health awareness from an early age. Keywords: Blood Type, Worms, Laboratory Tests, Adolescents, Community Service.
Peer Mentoring Berbasis Komunitas: Inovasi Edukatif Non-Digital untuk Mengurangi Screen Time pada Anak Usia Prasekolah Sari, Widia; Veronika, Erna; Abdurrasyid, Abdurrasyid; Mulyana, Budi; Pamungkas, Rian Adi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.24031

Abstract

ABSTRAK Durasi screen time yang berlebihan pada anak usia prasekolah menjadi permasalahan yang sering ditemukan di wilayah perkotaan. Di RW 001 RT 02 Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat menunjukkan bahwa 75% anak usia 3-6 tahun memiliki durasi screentime lebih dari 1 jam/24 jam. Kondisi tersebut berpotensi menghambat perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan perilaku anak, terutama ketika aktivitas non-digital tidak tersedia secara memadai di lingkungan rumah maupun komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan druasi screen time anak prasekolah melalui penyediaan aktivitas edukatif non-digital berbasis komunitas dengan memberdayakan remaja masjid sebagai peer mentor. Program dilaksanakan melalui lima tahapan: (1) koordinasi dan sosialisasi, (2) pelatihan peer mentor remaja, (3) pengembangan media edukatif non-digital, (4) pelaksanaan sesi bermain edukatif, (5) monitoring serta evaluasi. Sebanyak 12 remaja mengikuti pelatihan dan menghasilkan tiga jenis media edukatif non-digital (busy book, sensory play, dan story telling cards). Sebanyak 12 remaja masjid dilatih menjadi peer mentor kegiatan serta tiga sesi bermain melibatkan 8 anak usia prasekolah yang mengikuti 3 sesi kegiatan bermain, dimana 30% diantaranya mengalami penurunan screen time menjadi kurang dari 2 jam per hari. Kegiatan juga meningkatkan keterampilan remaja dalam pendampingan anak, memperkuat aktivitas bermain non-digital, dan menghasilkan forum remaja sebagai wadah keberlanjutan program. Model peer mentoring berbasis komunitas terbukti efektif dan inovatif dalam memfasilitasi aktivitas edukatif non-digital serta menurunkan durasi screen time anak usia prasekolah. Kata Kunci: Peer Mentoring, Screen Time, Anak Prasekolah, Edukasi Non-Digital.  ABSTRACT Excessive screen time among preschool children is a common problem in urban areas. In RW 001 RT 02, Kramat Subdistrict, Central Jakarta, 75% of children aged 3-6 years were reported to have screen time exceeding on hour per day. This condition may hinder children’s cognitive, social-emotional, and behavioral development, particularly when adequate non-digital activities are not available at home or within the community. This community service program aimed to reduce screen time among preschool children by providing community based non-digital educational activities through the empowerment of mosque-based adolescents as peer mentors. The program was implemented through five stages: (1) coordination and socialization, (2) training of adolescent peer mentors, (3) development of non-digital educational media, (4) implementation of educational play sessions, and (5) monitoring and evaluation. A total of 12 adolescents participated in the training and developed three types of non-digital educational media, including busy books, sensory play materials, and storytelling cards. Twelve mosque-based adolescents were trained as peer mentors, and three educational play sessions involved eight preschool children. Following the intervention, 30% of the participating children experienced a reduction in screen time to less than two hours per day. The program also enhanced adolescents skills in child facilitation, strengthened non-digital play activities, and established a youth forum to support program sustainability. The community-based peer mentoring model represents an effective and innovative approach to facilitating non-digital educational activities and reducing screen time among preschool children. Keywords: Peer Mentoring, Screen Time, Preschool Children, Non-Digital Education.
Edukasi Efek Perilaku Seksual Menyimpang terhadap Manifestasi Rongga Mulut pada Anak Remaja di SMK AL Sya’iriyah Limpung Batang Jawa Tengah Syifa, Liftia Layyinatus; Sari, Rina Kartika; Ikhsandarujati, Renanda Rifki
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23665

Abstract

ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, terutama pada kelompok remaja yang memiliki kerentanan tinggi akibat faktor biologis, sosial, dan perilaku. Rendahnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dan perilaku seksual berisiko berkontribusi terhadap meningkatnya angka IMS serta keterlambatan dalam deteksi dini, termasuk manifestasi oral yang dapat menjadi indikator awal infeksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi mengenai “Efek Perilaku Seksual Menyimpang terhadap Manifestasi Rongga Mulut pada Anak Remaja” dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMK Al Sya’iriyah, Limpung, Batang. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest dengan melibatkan 25 peserta. Instrumen berupa kuesioner pretest dan posttest digunakan untuk mengukur perubahan pemahaman sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi, serta pemaparan materi berbasis bukti mengenai jenis perilaku seksual berisiko, mekanisme penularan IMS, serta gambaran klinis lesi rongga mulut akibat infeksi seperti HIV, sifilis, gonore, dan HPV. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata yang signifikan dari 47,5 pada pretest menjadi 98,8 pada posttest, menandakan keberhasilan intervensi dalam meningkatkan pengetahuan siswa secara substansial. Peningkatan tajam ini sejalan dengan temuan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan reproduksi berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan pemahaman dan menurunkan perilaku seksual berisiko pada remaja. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan pentingnya edukasi komprehensif dan layanan kesehatan ramah remaja sebagai langkah promotif-preventif untuk mencegah IMS serta mengenali manifestasi oral sejak dini. Program edukasi rutin direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah guna memperkuat literasi kesehatan reproduksi dan melindungi remaja dari konsekuensi perilaku seksual berisiko. Kata Kunci: Infeksi Menular Seksual (IMS), Remaja, Perilaku Seksual Berisiko Tinggi, Manifestasi Oral.  ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) pose a significant global health challenge, particularly among adolescents who are vulnerable due to biological, social, and behavioral factors. Limited reproductive health knowledge and engagement in high-risk sexual behaviors contribute to rising STI prevalence and delayed early detection, including oral manifestations that may serve as early clinical indicators. This community engagement program evaluated the effectiveness of educational intervention titled “The Effects of Deviant Sexual Behavior on Oral Manifestations in Adolescents” in improving students knowledge at SMK Al Sya’iriyah, Limpung, Batang. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was implemented involving 25 participants. Knowledge levels were assessed using structured questionnaires administered before-after the intervention. The educational session consisted of lectures, discussions, and evidence-based presentations covering high-risk sexual behaviors, STI transmission mechanisms, and oral clinical features associated with infections such as HIV, syphilis, gonorrhea, and HPV. The results demonstrated a substantial increase in the mean score from 47.5 in the pretest to 98.8 in the posttest, indicating a significant improvement in students’ understanding following the intervention. These findings align with existing evidence that school-based sexual and reproductive health education effectively enhances knowledge and reduces risky sexual behaviors among adolescents. Overall, the program highlights the importance of comprehensive and structured education, along with youth-friendly health services, as essential promotive and preventive strategies to reduce STI risk and support early recognition of oral manifestations. Routine implementation of similar educational programs in schools is recommended to strengthen reproductive health literacy and protect adolescents from the adverse consequences of high-risk sexual behavior. Keywords: Sexually Transmitted Infections, Adolescents, High-Risk Sexual Behavior, Oral Manifestations.
Pengaruh Media Edukasi Berbasis Board Game dalam Peningkatan Pemahaman Ibu Hamil terhadap Kekurangan Gizi Kronik Megasari, Anis Laela; Aulia, Tazkia Qatrunada; Triatmaja, Fadila Eny; Pramesthi, Lara Sekar; Pratama, Muhammad Rama; Septiara, Karunia Flora; Azzahra, Nada Salsabila; Sirojudin, Ahamad Faza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23345

Abstract

ABSTRAK Kekurangan Energi Kronik (KEK) menjadi salah satu permasalahan gizi yang sering dialami ibu hamil, terutama di wilayah perdesaan dengan akses informasi kesehatan yang terbatas. Rendahnya pemahaman mengenai kebutuhan nutrisi, tanda bahaya kehamilan, serta pentingnya pemeriksaan antenatal menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi berbasis board game dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil terkait KEK dan kesehatan kehamilan. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest yang melibatkan 10 ibu hamil trimester II–III di Puskesmas Ngargoyoso, Karanganyar. Media edukasi yang digunakan adalah Board Game Spin Wheel. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh responden. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan pemahaman sebesar 80% setelah diberikan intervensi. Media board game efektif digunakan sebagai metode edukasi dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai KEK, nutrisi kehamilan, dan tanda bahaya kehamilan, serta berpotensi menjadi strategi edukatif yang aplikatif dalam upaya pencegahan KEK di tingkat layanan kesehatan primer. Kata Kunci: Board game, Ibu Hamil, Kekurangan Energi Kronik.  ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) is one of the nutritional problems commonly experienced by pregnant women, particularly in rural areas with limited access to health information. Low levels of understanding regarding nutritional needs, danger signs of pregnancy, and the importance of antenatal care contribute to the high prevalence of CED. This study aims to determine the effectiveness of board-game-based education in improving pregnant women’s understanding of CED and maternal health. The study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach involving 10 pregnant women in their second to third trimester at Ngargoyoso Public Health Center, Karanganyar. The educational media used was the Spin Wheel Board Game. The findings showed an increase in understanding among all participants. Overall, there was an 80% improvement in knowledge after the intervention was provided. The board-game media proved effective as an educational method for enhancing pregnant women’s understanding of CED, pregnancy nutrition, and danger signs of pregnancy, and has the potential to serve as an applicable educational strategy for preventing CED in primary healthcare settings. Keywords: Board Game, Chronic Energy Deficiency, Pregnant Women.
Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Orang Lanjut Usia (Lansia) di Kelurahan Grogol Jakarta Barat Mustikawati, Intan Silviana; Mahadewi, Erlina Puspitaloka; Shorayasari, Susi; Wahidin, Mugi; Eff, Aprilita Rinayanti; Handayani, Rini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23890

Abstract

ABSTRAK Kualitas hidup Lansia merupakan wujud kesejahteraan pada Lansia di dalam hidupnya. Kualitas hidup yang baik berperan penting dalam meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Kegiatan edukasi kesehatan bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai kualitas hidup, serta perilaku kesehatan pada Lansia, yang dapat berdampak pada kualitas hidup Lansia. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu berupa edukasi kesehatan mengenai Lansia Tangguh pada Lansia melalui metode ceramah dan diskusi, kegiatan stretching dan games, dan pemberian media edukasi berupa leaflet. Kegiatan edukasi kesehatan mengenai Lansia Tangguh dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2024 di RW 02 Kelurahan Grogol, Jakarta Barat, yang dihadiri oleh 30 orang Lansia. Kegiatan berjalan dengan baik, lancar, dan interaktif karena penggunaan media komunikasi yang menarik dan adanya kegiatan stretching dan games sebagai ice breaking dan melatih fokus dan konsentrasi Lansia. Edukasi kesehatan mengenai Lansia Tangguh diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat Lansia, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup Lansia.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kualitas Hidup, Pengetahuan, Lansia.  ABSTRACT The quality of life of the elderly is a manifestation of their well-being in life. A good quality of life plays an important role in improving overall health. Health education activities aim to increase knowledge and attitudes regarding quality of life, as well as health behaviors in the elderly, which can impact the quality of life of the elderly. This community service activity involves health education about Resilient Seniors for the elderly through lectures and discussions, stretching and games activities, and the provision of educational media in the form of leaflets. The health education activity regarding Resilient Elderly was held on October 25, 2024, in RW 02 Grogol Village, West Jakarta, attended by 30 elderly participants. The activity went well, smoothly, and interactively due to the use of engaging communication media and the inclusion of stretching exercises and games as ice-breakers to train the focus and concentration of the elderly.  Health education about Resilient Elderly is expected to improve the knowledge, attitudes, and healthy behaviors of the elderly, thereby enhancing their quality of life. Keywords: Health Education, Quality Of Life, Knowledge, Elderly.
Treatment of Angle Class I Malocclusion Type I and III Using Removable Orthodontic Appliances: Case Report Tanumiharja, Leonardo Jaya Setiadi; Edinata, Ken; Purnomo, Yohanes Yoppy; Tanumiharja, Marvin Jaya Setiadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23421

Abstract

ABSTRACT Malocclusion is a dental and oral health problem that adolescents often experience. According to the World Health Organization (WHO), malocclusion is the third most common dental health problem after dental caries and periodontal disease. Malocclusion can cause several problems related to the face, including impaired facial aesthetics and dental issues such as difficulty moving the jaw, temporomandibular disorders, and problems with mastication, swallowing, and speaking. Malocclusion can appear in various forms, the most common being anterior teeth crowding, a condition reported by many patients seeking orthodontic treatment. Removable orthodontic appliances are a safe, easy, and aesthetically acceptable treatment alternative for mild crowding cases. This case report discusses the management of orthodontic treatment in the late mixed dentition period in a male patient with class I type I and type III malocclusion using a removable orthodontic appliance. A 13-year-old male patient came to RSGM Maranatha with complaints of crooked and crowded upper and lower front teeth, which made him insecure when smiling. The patient had never used a fixed or removable orthodontic appliance before. The patient reported no problems with chewing or speaking. There have been changes in the arrangement of the patient's maxillary teeth, but the resulting changes in the mandibular teeth have not been significant. Keywords: Class I Malocclusion, Anterior Crowding, Anterior Crossbite
Psikoedukasi Penerimaan dan Regulasi Emosi: Upaya Peningkatan Psychological Well-Being di LPKA Kelas II Kota Tomohon S, Arham; Simamora, Tiara Veronika; Estafianto, Hary Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23262

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mental memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis adalah kemampuan individu dalam mengenali dan mengelola emosi secara tepat. Banyak anak binaan di LPKA mengalami stres, kecemasan, bahkan perilaku agresif akibat ketidakmampuan mengatur emosi, yang pada akhirnya menghambat proses pembinaan. Melalui kegiatan psikoedukasi bertema “Menerima dan Mengelola Emosi: Strategi Menuju Psychological Well-Being”, dilakukan pelatihan pengenalan emosi, teknik regulasi emosi, serta strategi relaksasi dan komunikasi positif. Kegiatan ini dilaksanakan di LPKA Kelas II Tomohon selama empat bulan dengan metode ceramah interaktif, simulasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep emosi, kemampuan regulasi diri, serta rasa percaya diri anak binaan dalam menghadapi situasi emosional. Program ini memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis peserta dan menjadi acuan bagi pihak LPKA dalam pengembangan program pembinaan berbasis psikologi. Kata Kunci: Psikoedukasi, Regulasi Emosi, Kesejahteraan Psikologis, LPKA Tomohon.  ABSTRACT Mental health plays an important role in supporting the success of the rehabilitation and social reintegration process for children in the Special Child Development Institution (LPKA). One factor influencing psychological well-being is an individual's ability to recognize and manage emotions appropriately. Many children in LPKA experience stress, anxiety, and even aggressive behavior due to an inability to regulate their emotions, which ultimately hinders the development process. Through a psychoeducational activity entitled "Accepting and Managing Emotions: Strategies Towards Psychological Well-Being," training was provided on emotion recognition, emotion regulation techniques, relaxation strategies, and positive communication. This activity was conducted at LPKA Class II Tomohon over four months, using interactive lectures, simulations, and hands-on practice. The results showed a significant increase in the children's understanding of emotional concepts, self-regulation skills, and confidence in dealing with emotional situations. This program positively impacted the psychological well-being of participants and served as a reference for LPKA in developing psychology-based development programs. Keywords: Psychoeducation, Emotion Regulation, Psychological Well-Being, LPKA Tomohon.
Inovasi Pakan Ikan Laut: Pemanfaatan Bahan Lokal Tepung Usus Ayam, Tepung Daun Kelor dan Limbah Rajungan pada Kelompok Nelayan Lair Kari Desa Sathean Maluku Tenggara Serang, Abdul Malik; Marasabessy, Nabila Cecilia; Latar, Dullah Irwan; Huwae, Jilian Risky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.24123

Abstract

ABSTRAK Pesisir laut di Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku menyimpan potensi laut dengan skala yang besar, sehingga mendorong sebagian besar masyarakatnya untuk menjadikan potensi tersebut menjadi sebuah mata pencaharian. Salah satu kelompok nelayan yang ada di Desa Sathean ialah Kelompok Nelayan Lair Kari. Kelompok ini mengembangkan budidaya ikan laut dengan metode Keramba Jaring Apung (KJA), terutama untuk komoditas ikan seperti Kakap Putih dan Kerapu. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2025 dengan tema "Inovasi Pakan Ikan Laut: Pemanfaatan Bahan Lokal Tepung Usus Ayam, Tepung Daun Kelor dan Limbah Kepiting di Kelompok Nelayan Lair Kari, Desa Sathean, Maluku Tenggara" melatih Kelompok ini untuk membuat pakan secara mandiri, dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia. Sehingga Kelompok Nelayan Lair Kari tidak lagi bergantung pada Pakan Ikan Rucah dan Pakan Komersial. Pelaksanaan program pengadian ini terdiri dari: (1) Identifikasi dan pemantapan masalah Mitra; (2) Sosialisasi pelaksanaan program dan penandatanganan komitmen; (3) Pelatihan dan transfer teknologi; (4) Penerapan teknologi yang inovatif; (5) Pendampingan dan monitoring; dan (6) Evaluasi Program. Kegiatan PkM ini telah membuahkan hasil nyata di bidang Produksi, Manajemen Usaha, dan Pemasaran. Dari sisi produksi, Mitra berhasil menguasai teknik fermentasi bahan baku pakan (usus ayam, daun kelor, dan limbah kepiting) dan menghasilkan pakan lokal, dari skala awal sekitar 15kg–30kg dengan palatabilitas yang baik. Nilai rasio konversi pakan (RKP) masih dalam evaluasi, tetapi hasil awal menunjukkan potensi kompetitif dibandingkan dengan pakan komersial. Untuk manajemen usaha, anggota kelompok dilatih pembukuan sederhana dan mulai menerapkan pencatatan kas dan simulasi analisis usaha (BEP, R/C Ratio).. Terkait pemasaran, strategi branding dasar telah dikembangkan, dan promosi melalui media digital (WhatsApp Business dan Facebook Marketplace) saat ini sedang dibangun. Partisipasi anggota pada pelatihan dalam program PkM ini melebihi 80%, sehingga mencerminkan keberhasilan akan pelaksanaan kegiatan ini. Dampak yang dirasakan oleh Kelompok Nelayan Lair Kari meliputi pengurangan biaya pakan sebesar 10–15%, peningkatan pengetahuan teknis, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pemanfaatan limbah organik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Kata Kunci: Nelayan, Lair Kari, Inovasi Pakan, Bahan Lokal, Produksi, Manajemen.ABSTRACT Sathean Village, located on the coast of Southeast Maluku Regency, has great marine potential, thus encouraging most of its people to make this potential a livelihood. One of the fishing groups in Sathean Village is the Lair Kari Fishermen's Group. This group develops marine fish cultivation using the Floating Net Cage (KJA) method, especially for fish commodities such as White Snapper and Grouper. The 2025 Community Service (PkM) activity with the theme "Marine Fish Feed Innovation: Utilization of Local Ingredients of Chicken Intestine Flour, Moringa Leaf Flour and Crab Waste in the Lair Kari Fishermen's Group, Sathean Village, Southeast Maluku" trained this group to make feed independently, by utilizing available local ingredients. So that the Lair Kari Fishermen's Group is no longer dependent on Trash Fish Feed and Commercial Feed. The implementation of this service program consists of: (1) Identification of problems and needs of Partners; (2) Socialization of program implementation and signing of commitments; (3) Training and technology transfer; (4) Implementation of innovative technology; (5) Mentoring and monitoring; and (6) Program Evaluation. This Community Service Program (PKM) activity has produced tangible results in the areas of Production, Business Management, and Marketing. From the production side, Partners have successfully mastered the fermentation technique of feed raw materials (chicken intestines, moringa leaves, and crab waste) and produced local feed, from an initial scale of around 15kg–30kg with good palatability. The feed conversion ratio (RKP) value is still being evaluated, but initial results show competitive potential compared to commercial feed. For business management, group members are trained in simple bookkeeping and have begun implementing cash recording and business analysis simulations (BEP, R/C Ratio). Regarding marketing, a basic branding strategy has been developed, and promotions through digital media (WhatsApp Business and Facebook Marketplace) are currently being developed. Member participation in the training in this PkM program exceeds 80%, thus reflecting the success of the implementation of this activity. The impacts felt by the Lair Kari Fishermen Group include a 10–15% reduction in feed costs, increased technical knowledge, strengthened institutional capacity, and the utilization of organic waste to reduce environmental pollution.. Keywords: Fishermen, Lair Kari, Feed Innovation, Local Ingredients, Production, Management.
Authentic Communication of Indonesian Vetiver Spa to Improve the Elderly's Well-Being in Bakalan Village Nirwana, Maya Diah; Destrity, Nia Ashton; Amalia, Thia; Nurrahmah, Queen Intan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23729

Abstract

ABSTRACT Bakalan Village is rich in potential medicinal plants and vetiver (Vetiveria zizanioides), but its use by the elderly community of Karang Werda Hasanudin is still limited to traditional consumption with low economic added value. This program develops innovative Vetiver Spa products that meet pharmaceutical standards, using the "Authentic Communication" strategy to increase physical well-being and economic independence among the elderly. Using a PAR approach with a total of 30 participants across generations-elderly, pre-elderly, and youth-the stages of implementation include: (1) socialization and mapping of potential; (2) training in the formulation of spa products (foot bath) according to household GMP; (3) training in creative packaging (macramé and crochet); and (4) mentorship on cultural branding narrative. This program succeeded in creating innovative variants of hygienic spa products. Clinically, vetiver foot spa therapy reduces systolic blood pressure in the elderly by 7.7% from 147.44 to 136.11 mmHg and resulted in significant relaxation effects. Socially and economically, this authentic communication strategy succeeded in amplifying the local wisdom narrative of partners, as proven by the publication in Times Indonesia, which reached more than 153,000 readers, and hundreds of organic views on YouTube. Herbal health innovation combined with authentic communication is effective in enhancing elderly health status while opening up new markets with strong cultural branding. It is recommended that the "PELUKAN" model be replicated in other tourism villages, with support from local government policies for certification. Keywords: Authentic Communication, Bakalan Village, Creative Economy, Elderly Well-being, Indonesian Vetiver Spa.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue