cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Tanggap Skabies: Pemahaman dan Pencegahan Melalui Program Edukasi Interaktif di Pondok Pesantren Al-Kirom Hajimena Lampung Selatan Sary, Lolita; Aryastuti, Nurul; Ansori, Ahmad; Reni, Christina Kusuma; Sari, Desi Mailan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14213

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan hal yang sering terabaikan dan kita akan  merasakan betapa besar keberadaannya saat kita kehilangan nikmat kesehatan tersebut. Kesehatan bukanlah segala-galanya akan tetapi segala yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya kesehatan. Derajat kesehatan dapat dicapai melalui upaya-upaya perbaikan sanitasi lingkungan, pengendalian dan pemberantasan penyakit menular, pendidikan kesehatan, pengorganisasian pelayanan atau perawatan kesehatan serta pengembangan unsur-unsur sosial untuk menjamin taraf kehidupan yang layak. Faktor lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti polusi udara, perubahan iklim dan bencana alam, sampah, kualitas air yang buruk, masalah infrastruktur, penyakit yang disebabkan oleh mikroba, dan bahan kimia berbahaya. Terkait hal tersebut perlu dilakukan upaya pendekatan pada masyarakat. Mengukur pemahaman pengelolaan sampah, aksi membuang sampah dan memfasilitasi tong sampah pada mahasiswa Wargadi Gedong Meneng Baru Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan pada tanggal 10 Februari 2024 yaitu Diikuti sebanyak 30 orang warga di RT 04 dan 06 Kelurahan Gedong Meneng Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. dengan metode membagikan kuisioner Pengetahuan tentang “Pengelolaan sampah  rumah tangga berupa edukasi memilah sampah organik dan non- organik, aksi membuang sampah di tong sampah serta memfasilitasi tong  sampah” sebanyak dua kali saat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. hasil kueisioner sebelum dilakukan penyuluhan (pre test) dan sesudah dilakukan penyuluhan (post test). Sejumlah 66,6 % mahasiswa Wargamengalami peningkatan pengetahuan tentang pemilahan sampah organic dan non organic. Prioritas masalah pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Gedong Meneng adalah memfasilitasi tong sampah di tiga Wargadi gedong meneng rajabasa dengan kegiatan edukasi, aksi dan fasilitasi. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Pengatahuan Masyarakat, Edukasi  ABSTRACT Health is something that is often neglected and we will feel how big it is when we lose the blessing of health. Health is not everything, but everything we have will be meaningless without health. A degree of health can be achieved through efforts to improve environmental sanitation, control and eradicate infectious diseases, health education, organizing health services or care and developing social elements to ensure a decent standard of living. Environmental factors that can cause health problems include air pollution, climate change and natural disasters, waste, poor water quality, infrastructure problems, diseases caused by microbes, and dangerous chemicals. In this regard, efforts need to be made to approach the community. Measuring understanding of waste management, action of throwing away rubbish and facilitating rubbish bins among boarding/dormitory students in Gedong Meneng Baru, Rajabasa District, Bandar Lampung City. Method: This service activity was carried out on February 10 2024, namely 30 residents in RT 04 and 06, Gedong Meneng Village, Rajabasa District, Bandar Lampung City. by distributing knowledge questionnaires about "Household waste management in the form of education on sorting organic and non-organic waste, the action of throwing rubbish in rubbish bins and facilitating rubbish bins" twice before and after the counseling was given. questionnaire results before counseling (pre test) and after counseling (post test). A total of 66.6% of boarding school/dormitory students experienced increased knowledge about sorting organic and non-organic waste. Conclusion: The priority problem in Household Waste Management in Gedong Meneng is facilitating rubbish bins in three boarding houses/dormitories in Gedong Meneng Rajabasa with educational activities, actions and facilitation. Keyword: Waste Management, Public Knowledge, Education
Pemanfaatan Timbangan Digital dan Sistem Informasi Status Gizi Anak untuk Pendeteksian Stunting di Puskesmas Kabat Hakim, Lukman; Ratri, Indira Nuansa; Ratri, Arum Andary; Ariel, Xavier is'ad; Anwar, Jehan Khairul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12335

Abstract

ABSTRAK Indonesia termasuk dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Asia Tenggara. Salah satu yang masih menjadi kendala dalam pencegahan stuntingadalah lambatnya pemantauan tumbuh kembang anak, terutama di wilayah pedesaan. Proses pencatatan pertumbuhan balita di Posyandu masih bersifat manual, yaitu bidan mencatat hasil pengukuran pada kertas kemudian hasil rekapan pengukuran akan dimasukkan oleh operator ke Sistem PPGBM Kementerian Kesehatan. Hal tersebut mengakibatkan proses pendataan memakan waktu yang panjang, dan antrian panjang selalu terjadi pada setiap pengukuran di Posyandu. Untuk mengatasi masalah diatas, perlu dibangun sebuah timbangan digital yang dapat mengotomasi proses input data perkembangan balita. Timbangan tersebut menggunakan sensor RFID. Nantinya warga hanya perlu menempelkan kartu RFID yang telah dibagikan sebelumnya ke timbangan, kemudian naik ke atas timbangan. Secara otomatis hasil timbangan akan tersimpan sesuai identitas pemilik RFID.Hasil penimbangan kemudian dapat diekspor dalam bentuk excel sesuai format e-PPGBM. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa penggunaan timbangan digital berbasis IoT dapat mempercepat waktu pengukuran dan mengurangi waktu tunggu balita. Hasil pengukuran juga dapat diunggah ke sistem e-PPGBM tanpa mengakibatkan error Kata Kunci: Timbangan Iot, Sistem Informasi Kesehatan, Status Gizi Anak  ABSTRACT Indonesia ranks among the third highest-prevalence countries in Southeast Asia. One of the persistent challenges in preventing stunting is the slow monitoring of child growth, particularly in rural areas. The process of recording the growth of toddlers in Posyandu (Integrated Health Service Posts) is still done manually, with midwives jotting down measurement results on paper, which are later entered into the Ministry of Health's PPGBM System by operators. This leads to a time-consuming data collection process, resulting in long queues during every measurement session at Posyandu. To address these issues, there is a need to develop a digital scale that can automate the input of child development data. This scale utilizes RFID sensors. In this system, residents only need to attach their previously distributed RFID cards to the scale and then step onto it. Automatically, the measurement results will be stored according to the owner's RFID identity. The weighing results can then be exported in an Excel format, complying with the e-PPGBM standard. The measurement results show that the use of IoT-based digital scales can speed up the measurement process and reduce waiting times for toddlers. Additionally, these measurement results can be uploaded to the e-PPGBM system without causing errors. Keywords: IoT Based Weight Scale, Healthcare Information System, Child Nutrition Status
Peningkatan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar pada Pelatih Sebagai Upaya Optimalisasi Proteksi Atlet dari Cedera Olahraga Yusni, Yusni; Ridwan, Muhammad; Amiruddin, Amiruddin; Nugraha, Gartika Setiya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13315

Abstract

ABSTRAK Latihan fisik berat yang dilakukan terus menerus akan membebani jantung sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya cedera olahraga ataupun henti jantung terutama bagi atlet dengan faktor predisposisi genetik yang kadang tidak terdeteksi dini. Henti jantung adalah suatu keadaan emergensi yang umumnya terjadi secara mendadak sehingga memerlukan penanganan segera, namun disisi lain cedera kadang sulit dihindari oleh para atlet, maka oleh karena itu perlu adanya pelatihan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi pelatih. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan termasuk pengetahuan mengenai BHD pada pelatih Provinsi Aceh sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya cedera olahraga serta dapat mencegah kecacatan dan kematian akibat cedera olahraga. Pemberian materi dan pelatihan tentang BHD bagi pelatih Provinsi Aceh dan mengevaluasi keberhasilannya dengan melakukan test sebelum dan sesudah pemberian materi/keterampilan BHD pada peserta. Kegiatan PKM ini diikuti oleh 10 orang pelatih dari cabang olahraga: karate, atletik, Rugby dan Panahan, jenis kelamin laki-laki, usia antara 25-32 tahun. Pengetahuan pelatih mengenai BHD meningkat sebesar 37,69% setelah pemberian pelatihan BHD. Semua peserta sudah dapat melakukan tindakan BHD. Kegiatan PKM ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan BHD pada pelatih Provinsi Aceh. Kata Kunci: Cedera Olahraga, Henti Jantung, Bantuan Hidup Dasar, Atlet, Pelatih  ABSTRACT Strenuous exercise that is carried out continuously will burden the heart. It has the potential to increase the risk of a sports injury or cardiac arrest, especially for athletes with genetic predisposing factors that are sometimes not detected early. Cardiac arrest is an emergency that generally occurs suddenly and requires immediate treatment, but injuries are sometimes difficult to avoid by athletes. Therefore, training in Basic Life Support (BLS) skills is necessary for trainers. The purpose of this community service activity (PKM) was to improve skills, including knowledge about BLS, in Aceh Province trainers; therefore, it can reduce the risk of disability and sudden death due to sports injuries. The method was the provision of materials and training on BLS for Aceh Province trainers, followed by a pretest and posttest of participants to determine the effect of providing materials and training on increasing the trainer's knowledge and skills through BLS. This PKM activity was attended by 10 male coaches from sports: karate, athletics, rugby, and archery, aged between 25 and 32 years. The trainer's knowledge about BLS increased by 37.69% after providing BLS training. All participants can carry out BLS actions. We conclude that this activity was effective in increasing the knowledge and skills of the Aceh Province trainers about the BLS. Keywords: Sports Injury, Cardiac Arrest, Basic Life Support, Athlete, Trainer
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Kader Posyandu Cegah Stunting Didesa Oelnasi Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Loriana L. Manalor; Mareta B. Bakoil; Nursusilowaty Nursusilowaty; Rosmiyati Dappa Loka; Lusia Ina Dawa; Ni Gusti Tara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12423

Abstract

ABSTRAK Anak memiliki ciri-ciri yang terus tumbuh dan berkembang sejak pembuahan hingga akhir masa pubertas. Anak-anak menunjukkan karaktekteristik pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usia. Pertumbuhan mereka sejalan dengan perkembangan. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Permasalahan stunting atau gagal tumbuh pada anak masih menjadi permasalahan mendasar dalam pembangunan manusia Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk dalam penyumbang angka stunting  terbesar di Indonesia setelah provinsi Sulawesi Tengah 30,2 %, Aceh 33,2 % dan Nusa Tenggara Timur 37,8% (Kementerian Kesehatan RI Bekerjasama dengan Studi Status Gizi Indonesia, 2021). Tujuan memberikan edukasi dan pelatihan meningkatkan pemahaman bagi kader posyandu dalam meningkatkan status gizi anak dan keluarga untuk mencegah stunting di desa Oelnasi Wilayah kerja Puskesmas Tarus. Metode pelaksanaan yaitu pemberian edukasi/penyuluhan kepada kader posyandu dan pelaksanaan latihan contoh kasus untuk menentukan kategori anak pendek atau tidak. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat dilakaukan di desa Oelnasi berjalan dengan baik yang dihadiri oleh 30 orang kader posyandu, bidan penangungjawab pustu, perawat dan ahli gizi. Kesimpulan Penyebab utamanya asupan gizi yang tidak mencukupi. Terdapat faktor multi dimensi yang menyebabkan stunting, diantaranya praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk ante natal care, kurangnya akses makanan bergizi, kurangnya akses air bersih dan sanitasi (Parisudha & Miftakhul, 2020). Hasil dari penyuluhan kesehatan yaitu adanya peningkatan pengetahuan kader posyandu dan perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan pola konsumsi keluarga dan mencegah angka kejadian stunting pada anak.Kader sebagai warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela memiliki peran penting dalam bidang Kesehatan (Angelina et al., 2020). Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, kader, Stunting  ABSTRACT Children have characteristics that continue to grow and develop from conception until the end of puberty. Children demonstrate age-appropriate growth and development characteristics. Their growth is in line with development. Stunting can occur as a result of malnutrition, especially in the first 1000 days of life. The problem of stunting or failure to thrive in children is still a fundamental problem in Indonesia's human development. East Nusa Tenggara province is one of the largest contributors to stunting rates in Indonesia after Central Sulawesi province 30.2%, Aceh 33.2% and East Nusa Tenggara 37.8% (Indonesian Ministry of Health in Collaboration with the Indonesian Nutrition Status Study, 2021). The aim of providing education and training is to increase understanding for posyandu cadres in improving the nutritional status of children and families to prevent stunting in Oelnasi village, Tarus Health Center working area. The implementation method is providing education/counseling to posyandu cadres and carrying out case example exercises to determine the category of short children or not. The results of community service activities carried out in Oelnasi village went well, attended by 30 posyandu cadres, midwives in charge of pustu, nurses and nutritionists. Conclusion The main cause is insufficient nutritional intake. There are multi-dimensional factors that cause stunting, including poor parenting practices, limited health services including ante-natal care, lack of access to nutritious food, lack of access to clean water and sanitation (Parisudha & Miftakhul, 2020). The results of health education are an increase in the knowledge of posyandu cadres and changes in the behavior of individuals, families and communities to improve family consumption patterns and prevent the incidence of stunting in children. Cadres as local community members who are selected and reviewed by the community and can work voluntarily have an important role in the field of Health (Angelina et al., 2020). Keywords: Community Empowerment, Cadres, Stunting
Edukasi Terapi Alternatif Berjemur dan Jalan Kaki untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi di Dusun Bolo I Desa Sambiroto Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi Lukitaningtyas, Dika; Ekayamti, Endri; Maimunah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13179

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang proses penyembuhannya memerlukan penggunaan obat yang terus menerus untuk mengontrol tekanan darah penderitannya. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, penggunaan obat antihipertensi dalam jangka panjang menyebabkan efek samping. Beberapa jenis obat antihipertensi mempunyai efek pada aspek metabolik, terutama seperti memburuknya lipid serum dan penurunan toleransi glukosa. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang terapi alternatif yang menyenangkan dan ekonomis yaitu berjemur dan jalan untuk menurunkan tekanan darah tinggi Di Dusun Bolo I, Desa Sambiroto Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi. Metode pada pengadian masyarakat ini menggunakan survey analitik, dan kegiatan pengabdian masyarakat menggunakakan metode penyuluhan. Pemberian edukasi berupa penyuluhan warga Dusun Bolo I tentang pengertian hipertensi, terapi alternatif untuk menurunkan tekanan darah tinggi yaitu berjemur, terapi alternatif jalan kaki, untuk meminimalisir komplikasi akiat konsumsi obat kimia yang terus menerus. Diharapkan para warga akan mengalami peningkatan pengetahuan tentang terapi alternatif lain yang dapat menurunkan tekanan darah. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diharapkan menghasilkan luaran yang sesuai dengan target yaitu terdapat peningkatan pengetahuan masyarkat tentang terapi alternatif berjemur dan jalan kaki untuk menurunkan Tekanan darah Tinggi. Kata Kunci: Hipertensi (HT), Terapi Berjemur, Dan Jalan Kaki  ABSTRACT Hypertension is a disease whose healing process requires continuous use of medication to control the sufferer's blood pressure. From various studies that have been conducted, long-term use of antihypertensive drugs causes side effects. Several types of antihypertensive drugs have effects on metabolic aspects, especially worsening serum lipids and decreasing glucose tolerance.  To increase public knowledge about alternative therapies that are enjoyable and economical, namely sunbathing and walking to reduce high blood pressure in Bolo I Hamlet, Sambiroto Village, Padas District, Ngawi Regency.This community service method uses analytical surveys, and community service activities use the counseling method. Providing education in the form of counseling residents of Bolo I Hamlet about the meaning of hypertension, alternative therapy to reduce high blood pressure, namely sunbathing, alternative therapy walking, to minimize complications resulting from continuous consumption of chemical drugs. It is hoped that residents will experience increased knowledge about other alternative therapies that can lower blood pressure. Community service activities can produce changes in accordance with the target outcomes that have been set, especially increasing community knowledge about alternative therapies for sunbathing and walking to reduce high blood pressure. Keywords: Hypertension(HT), Sunbathing Therapy, and Walking
Sosialisasi Penurunan Tekanan Darah dengan Terapi Komplementer Herbal “TeJiMa” dan Senam Hipertensi Susanto, Bela Novita Amaris; Megananda, Nadya Karlina; Aderita, Novi Indah; Susanto, Nindita Clourisa Amaris
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13063

Abstract

ABSTRAK Hipertensi termasuk kategori penyakit muncul dengan gejala maupun tanpa gejala. Biasanya, penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengalami hipertensi sampai menyadari adanya komplikasi hipertensi. Kelalaian pengobatan maupun pengobatan yang tidak teratur menjadi salah satu penyebab sulitnya hipertensi dikendalikan. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan sosilisasi ke masyarakat penderita hipertensi tentang terapi komplementer dengan konsumsi minuman herbal dan senam hipertesi. Metode yang digunakan adalah sebelum dan sesudah sosialisasi dilakukan pengecekan tekanan darah, dilanjutkan kegiatan berupa terapi aktivitas senam bersama, setelah itu dilakukan sosialisasi dan minum bersama “TeJiMa”, dilanjutkan dengan manjawab pertanyaan dari peserta. Capaian keberhasilan kegiatan ini yaitu peserta terlihat fokus mendengarkan dan mengikuti kegiatan, terdapat penurunan tekanan darah setelah konsumsi minuman herbal “TeJiMa” dan senam hipertensi. Harapannya bagi penderita hipertensi dapat menjadikan minuman herbal “TeJiMa” sebagai terapi tambahan dalam penatalaksanaan penurunan tekanan darah. Kata Kunci: Hipertensi, Bunga Telang, Jintan Hitam, Senam Hipertensi  ABSTRACT Hypertension is a category of disease that appears with or without symptoms. Usually, sufferers do not realize that they have hypertension until they become aware of the complications of hypertension. Neglect of treatment or irregular treatment is one of the reasons why hypertension is difficult to control. The aim of this activity is to provide outreach to people suffering from hypertension about complementary therapy by consuming herbal drinks and hypertension exercises. The method used was before and after the socialization, blood pressure was checked, followed by activities in the form of group exercise therapy activities, after that socialization was carried out and drinking with "TeJiMa", followed by answering questions from the participants. The success of this activity was that the participants seemed focused on listening and participating in the activity, there was a reduction in blood pressure after consuming the herbal drink "TeJiMa" and hypertension exercises. The hope is that hypertension sufferers can use the herbal drink "TeJiMa" as additional therapy in the management of lowering blood pressure.Keywords: Hypertension, Butterfly Flower, Black Cumin, Hypertension Gymnastics
Literasi Dasar Melalui Numerasi dan Keuangan Rito Goejantoro; Ika Purnamasari; Memi Nor Hayati; Meiliyani Siringoringo; Darnah Andi Nohe; Muhammad Fathurahman; Surya Prangga; Khairun Nida; Sekar Nur Utami; Dini Elizabeth
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12705

Abstract

ABSTRAK Gerakan Literasi Nasional (GLN) merupakan kegiatan yang saat ini diserukan sebagai bentuk penerapan dari peraturan KEMENDIKBUD untuk menumbuhkan budi pekerti masyarakat. Numerasi dan literasi keuangan merupakan dua jenis literasi yang saling terkait. Salah satu dimensi dari literasi keuangan yaitu keterampilan menghitung. Keterampilan ini terkait pemahaman numerik, lambang bilangan dan analisa kuantitatif yang berkenaan dengan statistika dasar dalam dimensi numerasi. Kegiatan ini memiliki tujuan yaitu memberikan informasi dan pengetahuan numerasi dan keuangan kepada peserta dengan cara sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami berdasarkan tema lingkungan sekitar. Hasil penilaian sebelum dan sesudah kegiatan, menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan dan pemahaman peserta terkait numerasi dan keuangan, yang terlihat dari kenaikan nilai rata-rata pada saat evaluasi. Untuk kegiatan literasi selanjutnya, materi yang disampaikan dapat ditingkatkan ke jenjang materi lanjutan, serta dapat mengkombinasikan antara numerasi, literasi keuangan, dan digital untuk lebih menarik. Kata Kunci: GLN, KEMENDIKBUD, Literasi, Numerasi, Literasi Keuangan ABSTRACT The National Literacy Movement (GLN) is an activity that is currently called for as a form of application of the regulation of KEMENDIKBUD to foster community ethics. Numeracy and financial literacy are two types of literacy that are interrelated. One dimension of financial literacy is counting skills. This skill is related to numerical understanding, number symbols and quantitative analysis related to basic statistics in the numeracy dimension. This activity has the following objectives is to provide numeracy and financial information and knowledge to participants in a simple, fun, and easy-to-understand way based on the theme of the surrounding environment. The results of the assessment before and after the activity showed an increase in the abilities of participants and understanding related to numeracy and finance, which can be seen through the increase in the average scores at the time of evaluation. For further literacy activities, the material delivered can be upgraded to an advanced level of material, and can combine numeracy, financial literacy, and digital to be more attractive. Keywords: GLN, KEMENDIKBUD, Literacy, Numerasi, Financial Literacy.
Penerapan Kombinasi Perawatan Payudara dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Post Partum dengan Masalah Menyusui Tidak Efektif di Rsia Sitti Khadijah Kota Gorontalo Harismayanti, Harismayanti; Retni, Ani; Sione, Riska R.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13833

Abstract

ABSTRAK  Pasca hamil adalah masa setelah mengandung keturunan yang berlangsung sekitar 6 dua bulan, pada masa tersebut terjadi perubahan pada tubuh. Perubahan yang terjadi terutama pada payudara, pada hari ketiga setelah mengandung, pengaruh prolaktin pada payudara mulai terasa, sel asinus penghasil ASI. Kombinasi perawatan payudara dan pijat punggung oksitosin dapat diberikan untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Hal ini karena upaya penyampaian ASI pada ibu pasca hamil yang sedang menyusui dipengaruhi oleh dua hal, yaitu pembuatan ASI dan produksi ASI. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan desain two group post test. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pengumpulan informasi pembuatan ASI menggunakan lembar persepsi dengan sudut pandang evaluasi. Perawatan payudara dan pijat oksitosin dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada awal siang dan malam pada setiap responden. Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi rata-rata produksi ASI sebelum 0,47 dan sesudah meningkat menjadi 4,87 dan kelompok kontrol ratarata produksi ASI sebelum 0,33 dan sesudah meningkat menjadi 3,87. Hasil uji statistik non parametrik mann-whitney u diperoleh p-value yaitu 0,022 < α 0,05 artinya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi yang diberikan kombinasi perawatan payudara dan pijat oksitosin dengan kelompok kontrol yang diberikan pijat oksitosin sehingga kombinasi perawatan payudara dan pijat oksitosin lebih efektif, dibandingkan hanya diberikan pijat oksitosin. Kata Kunci: Perawatan Payudara, Pijat Oksitoksin, Produksi ASI  ABSTRACT Post-pregnancy is the period after conceiving offspring which lasts around 6 or two months, during which time changes occur in the body. Changes that occur especially in the breasts, on the third day after pregnancy, the influence of prolactin on the breasts begins to be felt, the acinar cells produce breast milk. A combination of breast care and oxytocin back massage can be given to increase breast milk production in breastfeeding mothers. This is because efforts to deliver breast milk to post-pregnant mothers who are breastfeeding are influenced by two things, namely breast milk production and breast milk production. This research uses a quasi-experimental research design with a two group post test design. Respondents were divided into two groups, namely the intervention group and the control group. Collecting information on breast milk production using perception sheets from an evaluation perspective. Breast care and oxytocin massage were carried out twice, namely at the beginning of the day and at night for each respondent. The results of the study showed that the intervention group's average breast milk production before and after increasing was 4.87 and the control group's average breast milk production before and after increasing was 3.87. The results of the Mann-Whitney U non-parametric statistical test obtained a p-value of 0.022 < α 0.05, meaning there was a significant difference between the intervention group given a combination of breast care and oxytocin massage and the control group given oxytocin massage so that the combination of breast care and oxytocin massage more effective, compared to just giving an oxytocin massage. Keywords: Breast Care, Oxytocin Massage, Breast Milk Production
Pengenalan Profesi Apoteker dan Edukasi “Anak Hebat Paham Obat” di SDIT Al-Azhar 46 GDC Kota Depok Rizky Farmasita Budisastuti; Ahda Sabila; Alhara Yuwanda; Nopratilova Nopratilova; Anugerah Budipratama Adina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12281

Abstract

ABSTRAK Mengenalkan profesi apoteker dan obat sejak usia dini kepada anak sekolah dasar dirasa sangat perlu untuk memberikan tambahan wawasan kepada anak-anak tentang profesi apoteker dan bagaimana menggunakan serta memperlakukan obat yang ada di rumah dengan benar. Untuk mendukung hal tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan informasi terkait profesi apoteker dan edukasi penggunaan obat yang tepat. Anak-anak perlu mendapatkan banyak informasi tentang berbagai profesi agar dapat menambah wawasan sekaligus memacu semangat belajar. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan kegiatan edukasi “Apocil” apoteker cilik kepada siswa Sekolah Dasar yang bertujuan untuk mengenalkan profesi Apoteker, mengenalkan cara menggunakan dan memperlakukan obat dengan benar. Pelatihan dilakukan pada siswa kelas 2 Madinah SD Islam Al-Azhar 46 Grand Depok City sebanyak 81 siswa. Metode kegiatan ini dilakukan dengan Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) dan evaluasi edukasi dilakukan dengan tanya jawab dengan tema “good and bad choice". Dari hasil evaluasi menunjukkan hasil yang positif yaitu terjadi peningkatan pengetahuan mengenai profesi apoteker dan cara menggunakan serta memperlakukan obat yang ada di rumah dengan benar. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah dapat dicapai tujuan kegiatan yaitu adanya peningkatan citra positif siswa siswi terhadap profesi apoteker dan mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk dapat mengenal dan mencintai profesi apoteker yang akan tertuang ketika mereka menjadi Apoteker Cilik (Apocil). Siswa-siswi yang masih berusia belia juga semakin mengenal hal-hal yang berkaitan dengan cara menggunakan serta memperlakukan obat. Kata Kunci: Apocil, Apoteker, SD Islam Al-Azhar 46.  ABSTRACT Introducing the pharmacy profession and medicine from an early age to the elementary school children are necessary to provide more insights about the profession and how to use and treat medicines at home in a right way. Based on this matter, the Apoteker Cilik - little pharmacist education activity was carried out for elementary school students with the aims of introducing the pharmacist profession, as well as how to use and treat drugs properly at home. The training was conducted for 25 students of Madinah class SD Islam Al-Azhar 46 Grand Depok City. Active Individual Learning Method and educational evaluation was carried out with questions and answers with the theme "good and bad choice". The evaluation was showing positive results due to an increase in knowledge about the pharmacist profession and the correct method of use and treat medicine. The aims of study were achieved in which there was an increase in the positive image of students towards pharmacy profession and the activity was able to foster students’ enthusiasm to know and love pharmacy profession which will be applied when they become young pharmacists. Moreover, young students are getting to know things related to medicines and how to treat medicines appropriately. Keywords: Pharmacy Profession, Little Pharmacist, SD Islam Al-Azhar 46
Pendidikan Kesehatan dan Senam Aerobik Sebagai Upaya Preventif dan Promotif Efek Samping Peningkatan Berat Badan Pada Akseptor KB Suntik di PMB Viandika Permana Kabupaten Malang Hasanah, Winny Kirana; Hasanah, Zumroh; Puriastuti, Alifia Candra; Amelia, Dessy; Dewi, Putri Nurika; Dani, Arya Kusuma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12952

Abstract

ABSTRAK Kontrasepsi suntik 3 bulan depo medroxyprogesterone acetate (DMPA) merupakan salah jenis KB hormonal suntik 3 bulan yang sering digunakan di Indonesia. Pada Bulan Januari 2023, sebanyak 150 akseptor KB mendapatkan pelayanan kontrasepsi suntik di PMB Viandika Permana Kabupaten Malang. Sebesar 95% persen dari keseluruhan akseptor tersebut mengeluhkan adanya efek samping berupa kenaikan berat badan. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan akseptor KB suntik 3 bulan terkait penggunaan kontrasepsi hormonal, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang, kebutuhan gizi pada Wanita Usia Subur, serta pentingnya aktivitas fisik melalui kegiatan pendidikan kesehatan dan senam aerobik. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini dengan pengambilan data pengetahuan pre-test dan post-test melalui pelaksanaan pendidikan kesehatan dan praktik senam aerobik yang dibagi menjadi dua kali pertemuan pada Bulan Juli hingga Agustus 2023. Lokasi yang digunakan yaitu Kantor Desa Karangduren Kabupaten Malang. Hasil evaluasi didapatkan hasil tingkat kehadiran peserta sebesar 83,3 persen dari target sasaran awal dan terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 40 persen pada kategori tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kontrasepsi secara umum, KB hormonal dan efek sampingnya, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, gizi seimbang dan kebutuhan gizi WUS, dan pentingnya aktivitas fisik pada WUS. Pendidikan kesehatan dan senam aerobik dapat menjadi opsi sebagai upaya preventif dan promotif terkait efek samping peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan. Kata Kunci: KB Suntik, Berat Badan, Pendidikan Kesehatan, Senam Aerobik  ABSTRACT The 3-month injectable contraceptive depot medroxyprogesterone acetate (DMPA) is a type of 3-month injectable hormonal birth control that is often used in Indonesia. In January 2023, as many as 150 family planning acceptors received injectable contraceptive services at the Viandika Permana midwife practice, Malang Regency. As many as 95% of all acceptors complained of side effects in the form of weight gain. The aim of implementing this activity is to increase knowledge of 3-month injection contraceptive acceptors regarding the use of hormonal contraception, use of long-term contraceptive methods, nutritional needs for women of childbearing age, as well as the importance of physical activity through health education activities and aerobic exercise. The method used in this activity was collecting pre-test and post-test knowledge data, implementing health education and aerobic exercise practice which was divided into two meetings from July to August 2023. The location used was the Karangduren Village Office, Malang Regency. The evaluation results showed that the participant attendance rate was 83.3 percent of the initial target and there was an increase in knowledge of 40 percent in the good level of knowledge category after being given health education about contraception in general, hormonal birth control and its side effects, long-term contraceptive methods, needs balanced nutrition and the importance of physical activity in women of childbearing age. Health education and aerobic exercise can be options as preventive and promotive efforts related to the side effects of increasing body weight in 3-month contraceptive injection acceptors. Keywords: Injectable Birth Control, Weight Gain, Health Education, Aerobic Exercise

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue