cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Peran Saudara Kandung terhadap Permasalahan Gizi Balita di Lingkungan Keluarga Wulandari, Yunita; Martha, Evi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.18708

Abstract

ABSTRACT Nutritional problems in toddlers are influenced by various factors. The presence of siblings is one of the factors that play a role in the nutritional problems of toddlers. Close birth distance causes the care of children in one family to be not optimal. Find out the causes of under-five nutritional problems among siblings in the same family.The study used a systematic review method using PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Material collection was carried out using two search engines, Google Scholar and Science Direct, which were accessed via https://remote-lib.ui.ac.id/. 1250 articles from Google Scholar and 63 articles from Science Direct were obtained. Eight articles were reviewed. Keywords used "Siblings" "Contribution" "Under-Five Children" "Nutrition" "Problems". The sibling factor contributes to under-five children's nutrition problems. The number of siblings affects the feeding patterns of children under five in a family. The close birth distance also contributes to the emergence of nutritional issues due to inadequate food intake given to children in one family, especially those from low economic backgrounds. Siblings contribute to nutritional problems in children under five, especially if the birth distance is close enough. There is a need to educate young families on birth spacing and educate parents on how to manage adequate nutrition for children under five who are more than one person in a family. Keywords: Siblings, Nutrition Problems, Stunting, Nutritional Adequacy  ABSTRAK Keberadaan saudara kandung menjadi salah saatu faktor yang berperan pada permasalahan gizi balita. Jarak kelahiran yang dekat menyebabkan pengasuhan terhadap anak-anak dalam satu keluarga menjadi tidak optimal. Mengetahui gambaran penyebab permasalahan gizi balita di antara saudara kandung dalam satu keluarga. Penelitian menggunakan metode systematic review dengan menggunakan PRISMA (Prefered Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Pengumpulan materi dilakukan menggunakan dua mesin pencari yaitu Google Scholar dan Science Direct. Didapatkan 1313 artikel sumber dan delapan artikel yang direview. Kata kunci yang digunakan “Siblings” “Contribution” “Under-Five Children” “Nutrition” “Problems”. Faktor saudara kandung berperan terhadap permasalahan gizi balita. Banyaknya jumlah saudara kandung mempengaruhi pola pemberian makan pada anak balita dalam satu keluarga. Dekatnya jarak kelahiran juga berperan pada munculnya masalah gizi akibat ketidakcukupan asupan makanan yang diberikan pada anak-anak dalam satu keluarga terutama yang berasal dari ekonomi rendah. Saudara kandung mempunyai kontribusi pada terjadinya masalah gizi balita, terutama jika jarak kelahiran cukup dekat. Perlu adanya edukasi bagi keluarga untuk dapat mengatur jarak kelahiran serta edukasi bagi para orang tua tentang bagaimana mengatur asupan gizi yang cukup untuk anak balita yang berjumlah lebih dari satu orang dalam satu keluarga. Kata Kunci: Balita, Saudara Kandung, Masalah Gizi, Stunting, Kecukupan Gizi
Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Pengetahuan dan Perilaku Orangtua yang Memiliki Balita dalam Pencegahan Stunting Haroen, Hartiah; Sari, Citra; Pramukti, Iqbal
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.16418

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a problem that has persisted despite various challenges and obstacles due to the low level of community participation. The participation of parents, particularly mothers, is crucial in the prevention of stunting, given their pivotal role in fostering healthy behaviors. Stunting prevention behaviors are influenced by a multitude of factors, including the level of knowledge and sociodemographic characteristics. To determine the relationship between sociodemographic factors and the knowledge and behavior of parents with toddlers in stunting prevention. This descriptive correlational study used a cross-sectional design with a purposive sampling technique involving 125 parents who have toddlers in Sukamulya Village, Rancaekek. The questionnaire instrument used to measure knowledge and behavior in stunting prevention consisted of 33 questions and its validity and reliability had been tested. Descriptive analysis related to sociodemographic factors was carried out using frequency distribution and cross tabulation. Meanwhile, data analysis with a contingency correlation test was used to determine the relationship between sociodemographic factors and knowledge and behavior in stunting prevention. Most parents in this study had good knowledge (59.2%) and behavior (52.0%) in efforts to prevent stunting. Sociodemographic factors are known to have no significant relationship to parental knowledge and behavior. However, there is a tendency that younger parents, with a nuclear family type, and having more than 4 family members, have better knowledge and behavior in preventing stunting.Health education and counselling program is essential to enhance parental knowledge and behavior, thereby increasing community participation in stunting control programs. Keywords: Knowledge, Behavior, Parent, Stunting Prevention  ABSTRAK Stunting masih menjadi permasalahan yang hingga saat ini mengalami berbagai tantangan dan hambatan salah satunya diakibatkan oleh rendahnya partisipasi masyarakat. Partisipasi orangtua khususnya ibu sangat diperlukan mengingat peran penting mereka dalam menerapkan perilaku pencegahan stunting. Perilaku pencegahan stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya tingkat pengetahuan dan aspek sosiodemografi. Mengetahui hubungan faktor sosiodemografi terhadap pengetahuan dan perilaku orangtua yang memiliki balita dalam pencegahan stunting. Penelitian deskriptif korelasional ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 125 orangtua yang memiliki balita di Desa Sukamulya, Rancaekek. Instrumen kuesioner yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan perilaku pencegahan stunting terdiri dari 33 butir pertanyaan dan sudah teruji validitas reliabilitasnya. Analisis deskriptif terkait faktor sosiodemografi dilakukan menggunakan distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Sementara itu, analisis data dengan uji korelasi kontingensi digunakan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dengan pengetahuan dan perilaku pencegahan stunting. Sebagian besar orangtua dalam penelitian ini memiliki pengetahuan (59,2%) dan perilaku (52,0%) yang baik dalam upaya pencegahan stunting. Faktor sosiodemografi diketahui tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku orangtua. Namun, terdapat kecenderungan bahwa orangtua yang lebih muda, dengan tipe keluarga inti, dan memiliki jumlah anggota keluarga lebih dari 4 orang, memiliki pengetahuan dan perilaku pencegahan stunting yang lebih baik. Pendidikan kesehatan dan konseling guna meningkatkan pengetahuan dan perilaku orangtua masih sangat diperlukan dalam rangka meningkatkat partisipasi masyarkat dalam program penanggulangan stunting. Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Orangtua, Pencegahan Stunting
Intervensi Oral Care pada Pasien Anak dengan Resiko Aspirasi Gaucher Disease: Case Report Refina, Ayene; Hendrawati, Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.14907

Abstract

ABSTRACT Gaucher disease (GD) is a rare disease characterized by a deficiency of the enzyme Glucocerebrosidase, resulting in a buildup of fatty substances which can damage body organs, one of which is neurological disorders. With neurological disorders, the patient will be at risk of aspiration so it is necessary to install a Nasograstric Tube (NGT). NGT care needs to be carried out including maintaining the moisture of the oral mucous membrane. The aim of this study was to identify oral care interventions in reducing the degree of damage to the oral mucous membranes in pediatric patients with Gaucher disease. This research uses a case report method with a nursing care approach. The instrument used was BOAS (Back Oral Assessment Score) which was assessed on the first and last day of intervention. This research was conducted on An. A is 25 months old and is being treated at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Obtained subjective data from An. A has been using an NGT for two months and plans to go home with the NGT still installed, An's oral mucosa. A is dry, and there are reddish black lesions on the lower lip. The nursing diagnosis in the case was the risk of aspiration, while the intervention carried out was oral care and honey which was given every eight hours for three days with a duration of 15-20 minutes. Based on the research results, it was found that oral care and honey can reduce the degree of damage to the oral membranes in children with a BOAS score of 11 before the intervention and after the intervention to 9. The researcher's suggestion for nurses as care givers is to apply oral care and honey to pediatric patients to maintain the moisture of the mucous membranes. orally due to long-term use of NGT. Keywords: Children, Impaired Skin Integrity,  Gaucher Disease, Oral Care  ABSTRAK Gaucher disease (GD) merupakan suatu penyakit langka yang ditandai dengan adanya kekurangan enzim Glucocerebrosidase, sehingga terjadi penumpukan zat lemak yang dapat merusak organ tubuh salah satunya gangguan neurologis. Dengan adanya gangguan neurologis, pasien akan mengalami resiko aspirasi sehingga perlu dilakukan pemasangan Nasograstric Tube (NGT). Perawatan NGT perlu dilakukan termasuk  menjaga kelembaban membran mukosa oral. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi intervensi oral care dalam menurunkan derajat kerusakan membran mukosa oral pada pasien anak dengan gaucher disease. Penelitian ini menggunakan metode case report dengan pendekatan asuhan keperawatan. Instrumen yang digunakan yaitu BOAS (Back Oral Assessment Score) yang dikaji pada hari pertama dan terakhir intervensi. Penelitian ini dilakukan pada An. A berusia 25 bulan dan dirawat di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Didapatkan data subjektif An. A sudah menggunakan NGT selama dua bulan dan rencana akan pulang dengan NGT yang masih terpasang, mukosa oral An. A kering, dan terdapat lesi berwarna hitam kemerahan di bibir bawah. Diagnosis keperawatan pada kasus yaitu resiko aspirasi, sedangkan intervensi yang dilakukan yaitu oral care dan madu yang diberikan setiap delapan jam sekali selama tiga hari dengan durasi 15-20 menit. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa oral care dan madu dapat mengurangi derajat kerusakan membran oral  pada anak dengan skor BOAS 11 sebelum intervensi dan setelah intervensi menjadi 9. Saran peneliti untuk perawat sebagai care giver dapat menerapkan oral care dan madu pada pasien anak untuk menjaga kelembaban membran mukosa oral akibat penggunaan NGT yang berlangsung lama. Kata Kunci: Anak, Gangguan Integritas Kulit, Penyakit Gaucher, Perawatan Mulut
Efektivitas Metode Cerita terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun di Paudqu Ar-Rafifah Smart di Perumahan Sahara Indah Permai 2 Satria Jaya Tambun Utara Bekasi Sulatin, Sulatin; Assyaidah, Sonda Nur
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.14226

Abstract

ABSTRACT Speech delay is one of the triggers for developmental disorders that is very often found in children. Speech delay is a communication disorder that naturally occurs in children as they grow. However, if this is left unchecked, speech delay can become a serious disorder that affects the child's intelligence and behavior in the future. Speech delay can have a lasting impact on children, especially when the child has entered adulthood, including; difficulty socializing, concentrating, worsening academic performance, difficulty getting a job, even experiencing mental problems. To determine the influence of the storytelling method using picture media on the language development of children aged 5-6 years at Paudqu Ar-Rafifah Smart, Sahara Indah Permai Housing 2. Satria Jaya Village. North Bekasi. This research is quantitative with a Quasy Experimental Design using a One Group Pretest Posttest Design. The population in this study were students at PAUDQU Ar-Rafifah SmartRW 08 Satria Jaya Housing 2, Satria Jaya Village, North Tambun District. North Bekasi, totaling 30 children aged 5-6 years. The sample in this study was selected using a total sampling technique, namely sampling when all members of the population are used as samples. The number of samples in this study was 30 respondents. The Wilcoxon Test results obtained a value of Z = -4.626b and Asymp. Sig. (2-taileid) is <.001 <0.005 which means Ho is rejected and Ha is accepted, thus it can be concluded that there is effectiveness of the storytelling method using picture media on the language development of children aged 5-6 years at Paudqu Ar-Rafifah Smart, in Sahara Housing. Indah Permai 2 Satria Jaya Tambun Utara Bekasi in 2023. There is effectiveness of the storytelling method using picture media on the language development of children aged 5-6 years at Paudqu Ar-Rafifah Smart, at Sahara Indah Permai 2 Satria Jaya Tambun Utara Bekasi Housing in 2023. It is hoped that the storytelling method using pictures can help improve balance. children's language so that it can train the balance of language aspects of children from an early age so that children's language balance is achieved optimally. Keywords: Speech Delay, Early Childhood, Storytelling Method With Pictures ABSTRAK Keterlambatan bicara (speech delay) merupakan salah satu pemicu gangguan perkembangan yang sangat kerap ditemui pada anak. Speech delay merupakan salah satu gangguan komunikasi yang wajar terjadi pada anak di masa pertumbuhannya. Namun jika hal ini dibiarkan, speech delay dapat menjadi gangguan serius yang berpengaruh pada kecerdasan dan juga perilaku anak di masa depan. Speech delay dapat memberikan dampak berkepanjangan bagi anak khususnya ketika anak telah memasuki usia dewasa di antaranya yaitu; sulit bersosialisasi, memusatkan perhatian, prestasi akademik memburuk, sulit mendapatkan pekerjaan, bahkan sampai mengalami masalah kejiwaan. Diketahuinya Pengaruh Metode Bercerita Dengan Media Gambar Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun di Paudqu Ar-Rafifah Smart Perumahan Sahara Indah Permai 2. Desa Satria Jaya. Bekasi Utara. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain Quasy Eksperiment Design (Rancangan Eksperiment Semu) menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah murid PAUDQU Ar-Rafifah SmartRW 08 Perumahan Satria Jaya 2 Desa Satria Jaya Kecamatan Tambun Utara. Bekasi Utara yang berjumlah  30 anak berusia 5-6 tahun. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu pengambilan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Hasil Uji Wilcoxon didapatkan nilai Z = -4.626b dan Asymp. Sig. (2-taileid) sebesar <.001 <0.005 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas metode bercerita dengan media gambar terhadap perkembangan  bahasa anak usia 5-6 tahun di Paudqu Ar-Rafifah  Smart, di Perumahan Sahara Indah Permai 2 Satria Jaya Tambun Utara Bekasi Tahun 2023. Terdapat efektivitas metode bercerita dengan media gambar terhadap perkembangan  bahasa anak usia 5-6 tahun di Paudqu Ar-Rafifah  Smart, di Perumahan Sahara Indah Permai 2 Satria Jaya Tambun Utara Bekasi Tahun 2023. Diharapkan metode bercerita dengan gambar dapat meimbantui meiningkatkan peirkeimbangan bahasa anak seihingga dapat meilatih peingeimbangan aspek bahasa anak uisia dini agar peirkeimbangan bahasa anak teircapai seicara optimal. Kata Kunci: Speech Delay , Anak Usia Dini, Metode Bercerita Dengan Gambar
Daya Terima Produk Inovasi Kombinasi Daun Kelor, Kolagen dan Daun Stevia sebagai Minuman Fungsional untuk Kesehatan Winahyu, Diah Astika; Wulandari, Shinta; Marlina, Leny; Pertiwi, Zherly Anticha
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.17900

Abstract

ABSTRACT The availability of Moringa leaves is quite abundant and easy to get. However, its use in food or beverage products is still relatively small, as it is only processed into meals. Processing Moringa leaves into a powder product as a functional drink, which is expected to last a long time and be ready for consumption. This type of research is non-experimental research with a descriptive approach using hedonic tests (liking tests). The hedonic test involved 30 panelists. The functional drink is made in three different formulations. In the appearance assessment, 33.34% of panelists chose the criteria that they really liked formulation III. As much as 30% of the panelists selected the aroma assessment as the criteria for really liking formulation I. The taste and texture of this functional drink were most liked in formulation III, with 40% and 33.3% respectively. In terms of appearance, taste and texture, the panelists chose the criteria that they really liked formulation III. Formulation I was selected by the panelists based on aroma criteria. Keywords: Functional Drinks, Moringa Leaves, Hedonic Test  ABSTRAK Ketersediaannya daun kelor cukup melimpah dan mudah di dapatkan. Namun pemanfaatannya dalam produk pangan atau minuman masih tergolong sedikit seperti hanya diolah menjadi sayur. Mengolah daun kelor menjadi produk serbuk sebagai minuman fungsional, yang diharapkan dapat tahan lama dan siap untuk dikonsumsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan uji hedonik (uji kesukaan). Dalam pengujian uji hedonik melibatkan 30 panelis. Minuman fungsional dibuat dalam tiga formulasi berbeda. Pada penilaian kenampakan 33,34% panelis memilih kriteria sangat suka pada formulasi III. Penilaian aroma sebanyak 30% panelis memilih kriteria sangat suka pada formulasi I. Rasa dan tekstur minuman fungsional ini paling banyak disukai pada formulasi III sebanyak 40% dan 33,3%.  Dari segi kenampakan, rasa dan tesktur para panelis memilih kriteria sangat suka pada formulasi III. Formulasi I dipilih para panelis pada kriteria aroma. Kata Kunci: Minuman Fungsional, Daun Kelor, Uji Hedonik
Pengetahuan Remaja tentang Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah di Bandar Lampung Saputri, Maida; Wardiyah, Aryanti; Rilyani, Rilyani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16511

Abstract

ABSTRACT Anemia occurs when the hemoglobin concentration in red blood cells decreases and no longer meets the body's physiological needs. Based on the results of a presurvey conducted at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School and the Al Muttaqien Islamic Boarding School on 06 December-09 December 2023, it was found that at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School there were 7 out of 10 respondents (70%) who did not know about anemia that occurs in teenagers, whereas in At Al Muttaqien Islamic Boarding School, 4 out of 10 respondents (40%) did not know about anemia that occurs in teenagers. To find out an overview of young women's knowledge about anemia at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School in Bandar Lampung. This research uses quantitative research. This research design uses descriptive survey research on a set of objects. The results showed that 47 respondents (67.1%) had low knowledge and 23 respondents (32.9%) had high knowledge. Adolescent girls' knowledge about anemia still needs to be improved through outreach to increase adolescents' understanding of anemia and its prevention. It is hoped that young women will increase their knowledge about anemia so they can maintain a healthy lifestyle. Keywords: Knowledge, Anemia, Young women  ABSTRAK Anemia terjadi ketika konsentrasi hemoglobin dalam sel darah merah menurun dan tidak lagi mencukupi  kebutuhan fisiologis  tubuh. Berdasarkan hasil presurvey yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah dan Pondok Pesantren Al Muttaqien pada tanggal 06 Desember-09 Desember 2023 didapatkan bahwa di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah terdapat 7 dari 10  responden (70%) belum mengetahui mengenai anemia yang terjadi pada remaja sedangkan pada Pondok Pesantren Al Muttaqien terdapat 4 dari 10 responden (40%) belum mengetahui mengenai anemia yang terjadi pada remaja. Diketahui gambaran  pengetahuan remaja putri tentang anemia di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian survey deskriptif terhadap sekumpulan objek.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47 responden (67,1%) memiliki pengetahuan rendah dan terdapat 23 responden (32,9%) memiliki pengetahuan tinggi. Pengetahuan remaja putri tentang anemia masih perlu ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan pencegahannya. Diharapkan remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia sehingga dapat menjaga pola hidup sehat. Kata Kunci: Pengetahuan, Anemia, Remaja Putri
Faktor Resiko Merokok terhadap Tuberkulosis Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Ladang Tuha Aceh Selatan Yasni, Hilma; Rasima, Rasima; Usrina, Nora; Raisah, Putri
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.16850

Abstract

ABSTRACT Overcoming infectious diseases is necessary through effective prevention, control and eradication. Most tuberculosis germs attack the lungs and spread through the phlegm of sufferers who are BTA positive. Tuberculosis has a significant impact on the quality of life, economy and safety of human life. To determine the risk factors of smoking for pulmonary tuberculosis in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency. This research design is in the form of analytical observational with a case control approach. The population in this study were all pulmonary TB sufferers (BTA+) who smoked and were male, totaling 52 people. Sampling in this study was a total population of 52 case samples and a control sample of 52 (1:1) and matching was carried out based on age and gender. Data was collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. This research was conducted in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency from May 20 to June 6, 2024, using a questionnaire. around 41 TB sufferers (63.1%) had a smoking habit, while 11 TB sufferers (28.2%) did not have a smoking habit. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between smoking habits of p = 0.001 and the incidence of pulmonary TB. There is a relationship between smoking habits and the incidence of pulmonary TB in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency. Keywords: Smoking, Pulmonary Tuberculosis, Case Control, South Aceh  ABSTRAK Penanggulangan penyakit menular diperlukan melalui pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan yang efektif. Sebagian besar kuman tuberkulosis menyerang paru-paru dan menyebar melalui dahak penderita yang memiliki BTA positif. Tuberkulosis memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup, ekonomi, dan keselamatan jiwa manusia. Mengetahui faktor resiko merokok terhadap Tuberkolosis paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru (BTA+) yang merokok dan berjenis kelamin laki-laki berjumlah 52 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai sampel kasus total populasi sebanyak 52 dan sampel kontrol sebanyak 52 (1:1) dan dilakukan matching berdasarkan umur dan jenis kelamin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan dari tanggal 20 Mei s.d 06 Juni 2024 dengan menggunakan kuesioner. Sekitar 41 penderita TB (63,1%) mempunyai kebiasaan merokok, sedangkan 11 penderita TB (28,2) tidak mempunyai kebiasaan merokok. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara kebiasaan merokok p = 0,001 dengan kejadian TB paru. Ada hubungan antara kebiasan merokok dengan kejadian TB paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Kata Kunci: Merokok, Tuberkulosis Paru, Case Kontrol, Aceh Selatan
Partial Least Squares Regression Analysis Between Body Mass Index, Abdominal Circumference, Hip Circumference, Hemoglobin, Body Composition, Uric Acid, Blood Sugar, Hemoglobin and Hematocrit with Face Analyzer in Adults Tan, Sukmawati Tansil; Christian, Farell; Chandra, Cindy Christella; Firmansyah, Yohanes
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.15873

Abstract

ABSTRACT Skin is an important aspect of the human body. Many factors may influence skin health and its characteristics, including physiological and metabolic conditions such as obesity, blood sugar, hemoglobin and hematocrit, and uric acid. To establish a correlation between physiological and metabolic health parameters with skin-face analysis (roughness and wrinkles). This research was conducted in Kalam Kudus Foundation, West Jakarta, targeting individuals ≥17 years old, both men and women, following the inclusion and exclusion criteria. Skin health parameters used were roughness and wrinkles. The metabolic parameters studied were body mass index (BMI), waist circumference (WC), hip circumference (HC), body composition, blood sugar, hemoglobin (Hb), hematocrit (Ht), and uric acid. Our research shows negative coefficient results of BMI (-0,076 and –0,059), WC (-0,844 and -0,795), Hb (-0,069 and -0,074), Ht (-0,112 and -0,161), and uric acid (-0,155 and -0,170) with skin roughness and wrinkle. Other parameters such as HC (0,294 and 0,323), blood glucose (0,141 and 0,058), total body fat mass (0,321 and 0,345), visceral fat (0,234 and 0,203), total subcutaneous fat (0,319 and 0,391), and total muscle mass (0,725 and 0,890) result in a positive coefficient with skin roughness and wrinkle. An increase in BMI, WC, Hb, Ht, and uric acid is associated with better skin roughness and wrinkles while higher hip circumference, total body fat mass, visceral fat, total subcutaneous fat, total muscle mass, and blood sugar may worsen the skin condition. Keywords: Obesity, Blood Sugar, Hemoglobin, Hematocrit, Uric Acid, Skin Roughness, Wrinkles
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Pengelolaan Limbah Medis B3 di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung Yunika, Desva; Karyus, Aila; Sujiah, Sujiah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.17854

Abstract

ABSTRACT Hospitals have large and complex health service organizations and activities so they have a high potential risk of work-related accidents and occupational diseases. B3 medical waste can be a means of accidents and disease transmission to health workers, visitors and medical waste management officers. Therefore, efforts are needed to minimize accidents and disease transmission. The aim of this research is to carry out risk identification, risk assessment, risk evaluation and control efforts in the process of managing B3 medical waste at the Bhayangkara Regional Police Hospital in Lampung. The type of research used is descriptive analytical research with mixed methods. To determine the value and level of risk based on the AS/NZS 4360:2004 standard. Next, risk control efforts are based on the results of the risk assessment. The potential risks found in this research are 9 risks in B3 medical waste management activities, namely being punctured/scratched/cut by sharp objects (syringes, ampoules, pieces of equipment, other sharp objects), falls/slips/sprains, unpleasant odors, exposure to liquids. chemicals, exposure to blood fluids, exposure to infectious diseases, low back pain, musculosceletal disorders and fatigue due to workload. The risk level in B3 medical waste management is low risk level. Control over potential risks consists of engineering control, administrative control and PPE (Personal Protective Equipment) control. For hospitals to maintain a low potential risk rating for B3 medical waste management. Keywords : Risk Management, K3RS, Medical Waste, AS/NZS 4360:2004  ABSTRAK Rumah sakit memiliki organisasi dan aktivitas pelayanan kesehatan yang besar dan kompleks sehingga memiliki potensi risiko tinggi terhadap kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Limbah medis B3 dapat menjadi sarana kecelakaan dan penularan penyakit pada petugas kesehatan, pengunjung dan petugas pengelola limbah medis. Oleh karena itu, diperlukannya upaya untuk meminimalisir kecelakaan dan penularan penyakit. Tujuan dalam penelitian ini adalah melakukan identifikasi risiko, penilaian risiko, evaluasi risiko dan upaya pengendalian pada proses pengelolaan limbah medis B3 di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan mixed methods. Untuk mengetahui nilai dan level risiko berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004. Selanjutnya, upaya pengendalian risiko dari hasil penilaian risiko. Potensi risiko yang ditemukan dalam penelitian ini terdapat 9 risiko pada kegiatan pengelolaan limbah medis B3 yaitu tertusuk/tergores/tersayat benda tajam (jarum suntik, ampul, pecahan alat, benda tajam lainnya), terjatuh/terpeleset/ terkilir, bau tidak sedap, terkena cairan kimia, terkena cairan darah, terpapar penyakit menular, low back pain, musculosceletal dicorders dan kelelahan akibat beban kerja. Tingkat risiko pada pengelolaan limbah medis B3 yaitu tingkat risiko rendah. Pengendalian terhadap potensi risiko terdiri dari pengendalian rekayasa teknik, pengendalian administratif dan pengendalian PPE (Personal Protective Equipment). Bagi pihak rumah sakit untuk mempertahankan peringkat potensi risiko pada posisi rendah terhadap pengelolaan limbah medis B3. Kata Kunci: Manajemen Risiko, K3RS, Limbah Medis, AS/NZS 4360:2004
Unpacking the Authentic Nursing Terms: A Pilot Study to a Corpus-Based English Indonesian Nursing Dictionary Situmorang, Komilie; Pramusita, Santa Maya; Hananto, Hananto
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16400

Abstract

ABSTRACT Authentic nursing terms help nurses, lecturers, and students give accurate and excellent nursing care. However, there is no existing nursing dictionary that has facilitated specific English-Indonesian nursing terms. This study was a pilot study to develop a nursing corpus to establish bank data and build an authentic nursing dictionary through nursing discourses like journals, clinical notes, scoping, systematic reviews, and commentaries The research utilized corpus linguistics as its working methodology by using purposive sampling to collect 651 articles from seven high-impact nursing journals. The open-access journal PDFs were downloaded and converted into TXT. The TXT files were imported to a concordance software package, Antconc, creating a corpus of 3.613.424 tokens. The frequency analysis resulted in 53.105 words, and cluster analysis was performed to find the word and phrase patterns. The finding revealed a 5000-word pioneer of nursing authentic terms. Later, the words will be translated, and sentence examples will be provided in English and Bahasa Indonesia. These nursing terms will be an excellent source for teaching English to nurses, for the International Nursing Program, nurses in practice, staff, and students in nursing care. Keywords: Antconc, Corpus Linguistics, Dictionary, Nursing Dictionary, Nursing                  terms

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue