cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Hubungan Hipertensi, Obesitas dan Kadar HBA1C dengan Derajat Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Mataram Putri, Kadek Dwi Gita Hapsary Dwija; Bagiansah, Mamang; Santosa, Hilda; Mahdaniyati, Aulia
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.18841

Abstract

ABSTRACT Diabetic ulcer is an open wound on the skin's surface that develops as a complication of macroangiopathy, leading to vascular insufficiency and neuropathy. ulcers on the feet of diabetic patients are referred to as diabetic foot ulcers (DFU). several risk factors contribute to DFU, including hypertension, obesity, and HbA1c levels. The meggit-wagner classification is commonly used to assess lesions in DFU. Objective to determine the relationship between hypertension, obesity, and HbA1c levels with the degree of DFU in type 2 diabetes patients at the mataram city general hospital. Method this was an observational analytical study with a cross-sectional design. The sample in this study used total sampling, and 95 participants met the inclusion criteria. the statistical test used was the chi-square analysis. The results of the bivariate analysis showed hypertension had a relationship between the degree of UKD with p-value = 0.002 (PR= 1,882; 95% CI = 1,284-2,758), there is no relationship between obesity and the degree of UKD with p-value = 0.284 (PR= 1,276; 95% CI = 0,884-1,844) and there is a relationship between HbA1c levels and the degree of UKD with a p-value = 0.001 (PR= 4,962; 95% CI = 1,342-18,350). There is a relationship between hypertension and HbA1c levels with the degree of diabetic foot ulcers, but no relationship was found between obesity and the degree of diabetic foot ulcers in type 2 diabetes patients at the Mataram city general hospital. Keywords: Diabetic Foot Ulcers, Hypertension, Obesity, Hba1c Levels, Meggit-Wagner Classification  ABSTRAK Ulkus diabetik adalah luka terbuka pada permukaan kulit yang berkembang akibat komplikasi makroangiopati, yang menyebabkan insufisiensi vaskular dan neuropati. Ulkus pada bagian kaki penderita DM disebut dengan ulkus kaki diabetik (UKD). Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan UKD antara lain hipertensi, obesitas dan kadar HbA1c. Klasifikasi derajat UKD menurut Meggit-Wagner paling banyak digunakan untuk penilaian lesi pada UKD. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara hipertensi, obesitas dan kadar HbA1c dengan derajat UKD pada pasien DM tipe 2 di RSUD Kota Mataram. Metode Penelitian ini penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dan didapatkan hanya 95 orang yang termasuk pada kriteria inklusi. Uji statistik yang digunakan adalah uji analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis bivariat didapatkan terdapat hubungan antara hipertensi dengan derajat UKD dengan p-value = 0,002 (PR= 1,882; 95% CI = 1,284-2,758), tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan derajat UKD dengan p-value = 0,284 (PR= 1,276; 95% CI = 0,884-1,844) serta terdapat hubungan antara kadar HbA1c dengan derajat UKD dengan nilai Nilai p-value=0,001 (PR= 4,962; 95% CI = 1,342-18,350). Terdapat hubungan antara hipertensi dan kadar HbA1c dengan derajat ulkus kaki diabetik namun tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan derajat ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kota Mataram. Kata Kunci: Ulkus Kaki Diabetik, Hipertensi, Obesitas, Kadar Hba1c, Klasifikasi Meggit-Wagner
Hubungan Peran Perawat sebagai Edukator sengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Sabang Ndururu, Jerniwati; Kaban, Karmila Br; Novia, Deka; Agustina, Siska; Dakhi, Tio Yohana Renatalis; Winarti, Winarti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19316

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a complex chronic disease caused by continuously elevated blood sugar levels due to insulin deficiency involving carbohydrate, protein and lipid metabolism and the development of microvascular and neurological complications. The purpose of this study was to determine the relationship between the role of nurses as educators with medication compliance in patients with type 2 diabetes mellitus. The type of research used is an analytic descriptive survey with a Cross Sectional design. The population in this study were all patients with type 2 diabetes mellitus at Sabang City Hospital, totaling 168 people. The technique of taking subjects using simple random sampling as many as 63 people. The instrument used in this study was a questionnaire to measure the role of nurses as educators and compliance with taking medication in patients with type 2 DM. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results showed that the majority of nurses' roles were sufficient as many as 33 people (52.4%) and the minority of nurses' roles were good as many as 12 people (19%). The majority of respondents were not compliant with taking medication as many as 34 people (54%) and the minority were compliant with medication as many as 19 people (45.2%). Based on the chi-square test, it was found that there was a relationship between the role of nurses as educators with adherence to taking medication in patients with diabetes mellitus (p = 0.001). The conclusion of this study is that there is a relationship between the role of nurses as educators with adherence to taking medication in patients with diabetes mellitus type 2. Keywords: Nurse's Role, Educator, Medication Adherence, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Tingginya angka kejadian Diabetes Mellitus (DM) tidak terlepas dari banyaknya faktor yang memengaruhinya. Dalam menangani faktor risiko dibutuhkan pengetahuan yang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan sikap dan perilaku seseorang.  Selain itu, dukungan keluarga dan spritual juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kualitas hidup penderita DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan dukungan spiritual dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan penyakit DM di RSUD Kota Sabang sebanyak 168 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan simple random sampling sebanyak 63 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur dukungan keluarga, dukungan spiritual dan kualitas hidup pasien DM. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM dengan nilai p= 0,0342 dan terdapat hubungan dukungan spiritual dengan kualitas hidup pasien DM dengan p= 0,024. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan dukungan spiritual dengan kualitas hidup pasien DM. Disarankan untuk mendorong pasien DM untuk aktif dalam kegiatan spiritual yang relevan, seperti doa bersama, konseling spiritual, atau komunitas keagamaan. Kata Kunci: Peran Perawat, Edukator, Kepatuhan Minum Obat, Diabetes Mellitus
Hubungan Kejadian Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Sirkumsisi dan Non-Sirkumsisi pada Usia 3-12 Tahun Riadi, Seravin Janet; Tambunan, Nicholas Albert
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19242

Abstract

ABSTRACT Urinary Tract Infection (UTI) is a common health issue among children, particularly those aged 9-12 years. This study aims to evaluate the relationship between UTI incidence and circumcision in children aged 3-12 years. Using a cross-sectional research design, data were collected from 128 respondents at Sumber Waras Hospital, West Jakarta. The findings revealed that 38% of the patients had UTI, with 65.2% of them being uncircumcised children. Statistical analysis showed a significant correlation between circumcision and UTI incidence (p < 0.001). This study supports circumcision as a preventive measure against UTI in boys. However, limitations such as the use of urinalysis as the primary diagnostic method should be addressed in future research. Keywords: Urinary Tract Infection, Circumcision, Children, Prevalence, Risk Factors  ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak, khususnya pada rentang usia 9-12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian ISK dan tindakan sirkumsisi pada anak usia 3-12 tahun. Dengan menggunakan metode penelitian cross-sectional, data diperoleh dari 128 responden di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa 38% pasien menderita ISK, dengan 65,2% di antaranya adalah anak yang belum menjalani sirkumsisi. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sirkumsisi dan kejadian ISK (p < 0,001). Penelitian ini menyarankan bahwa sirkumsisi dapat menjadi upaya pencegahan ISK pada anak laki-laki. Namun, terdapat keterbatasan dalam penelitian ini, seperti penggunaan urinalisis sebagai metode utama diagnosis, yang perlu ditingkatkan pada studi mendatang. Kata Kunci: Infeksi Saluran Kemih, Sirkumsisi, Anak, Prevalensi, Faktor Risiko
Hubungan Pekerjaan Ibu dengan Self Efficacy dalam Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Aek Songsongan Musriyawati, Musriyawati; Nababan, Tiarnida; Biloko, Erni yanti; tyas, Kiki andrining; rahayu, Septian; Sitanggang, Meilani Febrianti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19073

Abstract

ABSTRACT Breastfeeding is an important aspect of infant care as it provides many health benefits for both mother and baby. One of the key factors that play an important role in the success of exclusive breastfeeding is the mother's self-efficacy. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal employment and self-efficacy in exclusive breastfeeding at the Aek Songsongan Health Center in 2024. The type of research used was quantitative using an analytic observational design research design with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies 0-24 months totaling 58 people. The subject retrieval technique used total sampling of 58 people. The data collection method used was to use a questionnaire that was prepared to measure variables. The variables measured were employment and self-efficacy in exclusive breastfeeding. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results explained that there was a mother's job with self efficacy in exclusive breastfeeding with a p value of 0.021. The conclusion of this study is that there is a mother's job with self efficacy in exclusive breastfeeding.  Keywords: Occupation, Self Efficacy, Exclusive Breastfeeding  ABSTRAK Menyusui merupakan aspek penting dalam perawatan bayi karena memberikan banyak manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi. Salah satu faktor kuncu yang berperan penting dalam keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif adalah efikasi diri (self efficacy) ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pekerjaan ibu dengan self efficacy dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Aek Songsongan Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi 0-24 bulan yang berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan total sampling sebanyak 58 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner yang disusun untuk mengukur variabel. Variabel yang diukur adalah pekerjaan dan self efficacy dalam pemberian ASI eksklusif. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat terdapat pekerjaan ibu dengan self efficacy dalam pemberian ASI eksklusif dengan nilai p value sebesar 0,021. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat terdapat pekerjaan ibu dengan self efficacy dalam pemberian ASI eksklusif.  Kata Kunci: Pekerjaan, Self Efficacy, ASI Eksklusif
Persepsi Remaja tentang Pendewasaan Usia Perkawinan di Wilayah Kerja Puskesmas Air Putih Kota Samarinda Wati, Ratna; Ahmadi, Khumairotul Zahro Al; Rahmawati, Dyah; Nurrachmawati, Annisa
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19134

Abstract

ABSTRACT Marriage is a planned path and prepared to form a prosperous and happy family. However, child marriage is recognized as a detrimental practice. Field facts often ignore the priority of age maturity, maturity, mentality towards marriage. Early marriage is almost in all regions with a trend of first child marriage of girls before 18 years or 15 years. The background factors for early marriage are related to economics, education, parental coercion, customs and also because of pregnancy outside of marriage. Based on that, the researcher wants to raise the focus of the research, namely to explore in depth the perception of adolescents about the maturity of the age of marriage in the Air Putih Health Center work area. The purpose of the study is to explore in depth the perception of adolescents including knowledge related to the Maturation of the Age of Marriage, practice, views, and beliefs of social norms related to early marriage, adolescent behavior towards external motivation to marry early, and adolescent self-efficacy in maintaining attitudes to prevent early marriage in the Air Putih Health Center Work Area, Samarinda City. This type of research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The informants of this study were male and female teenagers aged 16-18 years who lived in Samarinda City, whether or not they had received PUP information. The selection of purposive adolescent informants used intensity sampling techniques, accidental through searches with 5 research subjects consisting of 2 male teenagers and 3 female teenagers. The data collection technique used was in-depth interviews. Then the data obtained was analyzed and reduced through a coding system assisted by open code software, followed by categorization of open code output data. The output, adolescents with good economic status, educated parents, strong culture and traditions, is sufficient to realize PUP. Adolescent perceptions need to be strengthened by efforts to raise awareness of the importance of PUP through health education and efforts by community leaders.  Keywords: Motivation, Leadership Style, Nurse’s Behavior, Medical Waste ABSTRAK Pernikahan ialah jalan terencana juga disiapkan guna terbentuknya sebuah keluarga sejahtera juga bahagia. Namun, pernikahan anak diakui selaku praktik merugikan. Fakta lapangan banyak pengabaian keutamaan pematangan usia, kedewasaan, mental menuju pernikahan. Pernikahan usia dini hampir diseluruh wilayah dengan tren perkawinan anak perempuan pertama sebelum 18 tahun ataupun 15 tahun. Adapun faktor latar belakang adanya pernikahan dini terkait ekonomi, pendidikan, paksaan orang tua, adat istiadat juga sebab hamil di luar nikah. Berdasar itu, peneliti ingin mengangkat fokus penelitian yakni menggali secara mendalam persepsi remaja tentang pendewasaan usia perkawinan di wilayah kerja Puskesmas Air Putih. Tujuan penelitian guna penggalian mendalam persepsi remaja diantaranya pengetahuan terkait Pendewasan Usia Perkawinan, pengamalan, pandangan, juga keyakinan norma sosial terkait pernikahan dini, perilaku remaja ke motivasi ekternal untuk menikah dini, serta efikasi diri remaja atas pertahanan sikap pencegahan pernikahan dini di Wilayah Kerja Puskesmas Air Putih Kota Samarinda. Jenis penelitian ini bermetode kualitatif berpendekatan fenomenologi. Informan penelitian ini yakni remaja pria juga wanita 16-18 tahun yang tinggal di Kota Samarinda, baik pernah/belum mendapat informasi PUP. Pemilihan informan remaja purposiveberteknik intensity sampling, accidental lewat pencarian dengan subjek penelitian ini berjumlah 5 orang terdiri dari 2 remaja laki-laki juga 3 remaja Perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (indepth interviews). Lalu perolehan data dianalisa dan direduksi lewat sistem coding berbantuan software open code, dilanjutkan pengkategorisasian data output open code. Outputnya, remaja berperekonomian baik, orang tua berpendidikan, budaya juga tradisi kuat, cukup guna mewujudkan PUP. Persepsi remaja perlu diperkuat dengan upaya penyadaran pentingnya PUP melalui pendidikan kesehatan juga upaya tokoh masyarakat. Kata Kunci: Pernikahan, Pernikahan Dini, Pendewasaan Pernikahan, Remaja, Persepsi 
Hubungan Jenis Kelamin dengan Sikap Siswa tentang Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Remaja Awal di SDN Dayeuhkolot Putri, Dea Sephia; Solehati, Tetti; Rosidin, Udin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19298

Abstract

ABSTRACT The incidence of sexual abuse among adolescents had been increasing each year, with female adolescents being more likely to experience sexual abuse compared to their male counterparts. To reduce the occurrence of sexual abuse, it was essential to foster preventive attitudes among adolescents. This study aimed to analyze the relationship between gender and students' attitudes toward preventing sexual abuse among early adolescents. The study employed a quantitative analytic method with a cross-sectional approach. Data collection was conducted using questionnaires distributed to 43 students in grades 4-6 from an elementary school in Dayeuh Kolot, Bandung Regency, during August to December 2024. The data were analyzed using univariate and bivariate methods. The research findings showed that the majority of respondents were female (53.5%) and had a positive attitude (83.7%). Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed a p-value of 0.678. These results indicated no significant influence between gender and early adolescent students' attitudes toward preventing sexual abuse. Based on the research results, there was no significant relationship between gender and early adolescent students' attitudes toward preventing sexual abuse. This could be due to other factors influencing these attitudes. Nevertheless, efforts to enhance positive attitudes toward sexual abuse prevention need to be promoted among both male and female students, considering the ongoing increase in sexual abuse incidents and the significant harm it causes to victims.  Keywords: Attitudes, Early Adolescents, Gender, Sexual Abuse Prevention  ABSTRAK Angka kejadian kekerasan seksual pada remaja dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dengan prevalensi korban kekerasan seksual pada remaja perempuan lebih banyak daripada remaja laki – laki. Sikap pencegahan kekerasan seksual pada remaja diperlukan untuk mencegah kejadian kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan sikap siswa tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak remaja awal. Penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa kelas 4-6 dari salah satu SDN di Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung sebanyak 43 responden pada bulan Agustus-Desember 2024. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden berjenis perempuan (53,5%) dan memiliki sikap positif (83,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square didapatkan p-value 0,678. Haisl tersebut menunukan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara jenis kelamin dengan sikap siswa remaja awal terkait pencegahan kekerasan seksual.  Berdasarkan hasil penelitian tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dan sikap siswa remaja awal terhadap pencegahan kekerasan seksual. Hal ini dimungkinkan karena ada factor lain yang mempengaruhi sikap tersebut. Walaupun demikian, peningkatan sikap positif terhadap kekerasan seksual perlu ditingkatkan pada siswa berjenis kelamin perempuan maupun laki-laki, mengingat masih terus meningkatnya akan kekerasan seksual pada kedua jenis kelamin dan dampak yang sangat merugikan bagi korbannya. Kata Kunci: Jenis Kelamin, Pencegahan Kekerasan Seksual, Remaja Awal, Sikap
Hubungan Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru Sihaloho, Mei Melvi; Sunarti, Sunarti; Patonah, Eny; Riska4, Devi; Saydi, Saydi; Talenta, Talenta
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19189

Abstract

ABSTRACT Indonesia is called a pulmonary TB endemic country because this disease is still very common in Indonesia. Many people with pulmonary TB experience a crisis of confidence and feel discriminated against in the community. In order for people with pulmonary TB not to be stigmatized, motivation, support and assistance to patients are needed to support recovery and adherence to taking medication. The purpose of this study was to determine the relationship between intrinsic and extrinsic motivation with adherence to taking medication for pulmonary TB patients. The type of research used is an analytic descriptive survey with a Cross Sectional design. The population in this study were all patients with pulmonary TB disease at Palmatak Hospital, Anambas Islands Regency, totaling 125 people. The technique of taking subjects using purposive sampling as many as 56 people. The instrument used in this study was a questionnaire to measure intrinsic and extrinsic motivation, and drug compliance of pulmonary TB patients. Data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results of the study explained that there was a relationship between intrinsic motivation (p = 0.000) and extrinsic motivation (p = 0.023) with drug compliance of pulmonary TB patients. The conclusion of this study is that intrinsic motivation and extrinsic motivation are related to drug compliance of pulmonary TB patients so that family support is needed in providing motivation so that TB patients are more compliant in taking their medicine. Keywords: Intrinsic Motivation, Extrinsic Motivation, Medication Adherence, Pulmonary TB  ABSTRAK Indonesia disebut dengan  negara endemis TB paru karena penyakit ini masih sangat banyak diderita orang Indonesia. Penderita TB paru banyak yang mengalami krisis kepercayaan diri dan merasa mendapatkan diskriminasi di masyarakat. Agar penderita TB paru tidak mendapat stigma yang tidak baik, maka dibutuhkan motivasi, dukungan dan bantuan kepada penderita untuk mendukungan kesembuhan dan kepatuhan minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi intrinsik dan ekstrinsik dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan penyakit TB paru di RSUD Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambassebanyak 125 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling sebanyak 56 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur motivasi intrinsik dan ekstrinsik, dan kepatuhan minum obat pasien TB Paru. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan antara motivasi intrinsik (p= 0,000) dan motivasi ekstrinsik (p= 0,023) dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru. Kesimpulan penelitian ini adalah motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru sehingga diperlukan dukungan keluarga dalam memberikan motivasi agar pasien TB lebih patuh dalam meminum obatnya.  Kata Kunci: Motivasi Intrinsik, Motivasi Ekstrinsik, Kepatuhan Minum Obat, TB Paru
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan, Jenis Obat Antihipertensi, dan Tingkat Stres terhadap Pengendalian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Tanjung Karang Auliya, Syifa; Setia, Bayu; Utary, Dewi; Suryawati, Gusti Ayu
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.20060

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is common in the elderly and can lead to serious complications if not properly controlled. Blood pressure control can be influenced by factors such as knowledge, types of antihypertensive drugs, and stress levels. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge, types of antihypertensive drugs, and stress levels on the control of hypertension in the elderly at Tanjung Karang Health Center. This study used a quantitative method with a cross-sectional design with elderly people with hypertension as the sample. Data were collected using a modified Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) questionnaire, types of medications used, and Perceived Stress Scale (PSS). Then the questionnaire was analyzed using SPSS version 27 with Chi-square statistical test. Based on the results of the analysis, it was found that there was a significant relationship between poor knowledge level and uncontrolled hypertension at 0.008. A significant relationship between inappropriate types of antihypertensive drugs and uncontrolled hypertension was <0.001. In high stress level with uncontrolled hypertension there is a significant relationship of 0.025. It can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge, type of antihypertensive drugs and the level of stress on controlling hypertension in the elderly in Tanjung Karang Health Center. Keywords: Hypertension control, Knowledge, Antihypertensive Drug Type, Stress, Elderly  ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dijumpai pada lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikendalikan dengan baik. Pengendalian tekanan darah dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pengetahuan, jenis obat antihipertensi, dan tingkat stress. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, jenis obat antihipertensi, dan tingkat stress terhadap pengendalian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tanjung Karang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan lansia penderita hipertensi sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui modifikasi kuesioner Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS), jenis obat yang dikonsumsi, dan Perceived Stres Scale (PSS). Kemudian kuesioner dianalisis menggunakan SPSS versi 27 dengan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan yang buruk dengan hipertensi tidak terkontrol sebesar 0,008. Hubungan yang signifikan antara jenis obat antihipertensi yang tidak tepat dengan hipertensi tidak terkontrol sebesar <0,001. Pada tingkat stress yang tinggi dengan hipertensi tidak terkontrol terdapat hubungan yang signifikan sebesar 0,025. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, jenis obat antihipertensi, dan tingkat stress terhadap pengendalian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tanjung Karang. Kata Kunci: Pengendalian hipertensi, Pengetahuan, Jenis Obat Antihipertensi, Stres, Lansia 
Hubungan Aktifitas Fisik dengan Depresi pada Lansia dengan Risiko Tinggi Agustina, Putri Shyfa Aulia; Lutiyah, Lutiyah; Hamidah, Ernawati; Abdillah, Hadi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.18868

Abstract

ABSTRACT As individuals age, they commonly experience a decline in both mental and physical abilities. This decline can lead to various life changes, including an increased risk of depression. In 2023, West Java Province reported the highest rates of depression among the elderly, with 3.3 percent of its population affected. This study aims to investigate the relationship between physical activity and depression in high-risk elderly individuals. This research employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The target population consisted of 959 high-risk elderly individuals in Bantarsari Village, from which a random sample of 91 participants was selected. Data were collected using questionnaire sheets. The Chi-Square statistical test revealed a p-value of 0.000 (p-value < 0.05), indicating a significant relationship between physical activity and depression among the high-risk elderly. Conclusion: There is a significant association between physical activity and depression in high-risk elderly individuals. Keywords: Elderly, Physical Activity, Depression  ABSTRAK Lansia akan mengalami fase penurunan kapasitas mental dan fisik. Semakin bertambahnya usia kapasitas fisiologis organ tubuh seseorang pasti akan menurun. Fase ini juga dimulai dengan berbagai perubahan hidup, salah satunya yaitu depresi. Penurunan aktifitas fisik sering dikaitkan dengan tingginya angka depresi, terutama di Provinis Jawa Barat pada tahun 2023 memiliki angka penderita depresi tertinggi yaitu sebesar 3,3 persen. Mengetahui hubungan aktifitas fisik dengan depresi pada lansia dengan risiko tinggi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan jenis pendekatan cross sectional, populasi lansia yang berisiko tinggi di Desa Bantarsari sebanyak 959 orang, sampel sebanyak 91 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik dengan depresi pada lansia dengan risiko tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik dengan depresi pada lansia dengan risiko tinggi. Kata Kunci: Lansia, Aktifitas Fisik, Depresi
Efektivitas Modul Pembelajaran Mnemonic SAMBAS Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa Dalam Melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Lalu Lintas Hatmalyakin, Debby; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Arisandi, Defa; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19430

Abstract

ABSTRACT Traffic injuries are one of the leading causes of disability and death among children worldwide. This high mortality rate is caused by the low knowledge and skills of first aiders in providing first aid in accident cases. Therefore, a learning process is needed to improve knowledge and skills by using the SAMBAS mnemonic learning module media. Knowing the effectiveness of the mnemonic sambas learning module in improving knowledge and skills in performing first aid in traffic accidents. Quasy Experimental used one group pretest posttest. The sampling technique is non-probability sampling with a quota sampling method with a total of 30 respondents. Statistical analysis used the Wilcoxon test. Based on the results of the study, the p value = 0.000 indicates that there is a change in knowledge after being given the intervention and the p value = 0.000 also explains that there are changes in skills after being given the SAMBAS mnemonic learning module. The SAMBAS mnemonic learning module can improve knowledge and skills in performing first aid in traffic accident cases. Keywords: Module, Mnemonic SAMBAS, Knowledge, Skills  ABSTRAK Cedera lalu lintas menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian anak-anak di dunia. Tingginya angka kematian ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan keterampilan penolong pertama dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan. Oleh karena itu diperlukan proses pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan menggunakan media modul pembelajaran mnemonic SAMBAS.  Mengetahui efektivitas modul pembelajaran mnemonic sambas dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Quasy Experimental menggunakan one group pretest posttest. Adapun teknik sampling yaitu non probability sampling dengan metode kuota sampling dengan jumlah responden 30 orang. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai p=0,000 yang menunjukkan terdapat perubahan pengetahuan setelah diberikan intervensi dan nilai p=0,000 juga menjelaskan bahwa terdapat perubahan keterampilan setelah diberikan modul pembelajaran mnemonic SAMBAS.  Modul pembelajaran mnemonic SAMBAS dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci: Modul, Mnemonic SAMBAS, Pengetahuan, Keterampilan

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue