cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Studi Literature: Potensi Resveratrol sebagai Efek Immunodulator dalam Pencegahan Penyakit Autoimun Syamsu, Rachmat Faisal; Nawawi, Nurafni Maharani; Hazminafni, Nur Zahra Noor Khaerani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21654

Abstract

ABSTRACT Autoimmune diseases are characterized by the immune system’s failure to distinguish self from non-self, resulting in the immune-mediated destruction of the body’s own tissues. Current treatments largely rely on immunosuppressive and anti-inflammatory drugs, which, despite their effectiveness, are often associated with significant long-term side effects. Consequently, there is a growing need for safer and more effective therapeutic alternatives. Resveratrol, a natural polyphenolic compound predominantly found in the skin of red grapes, has emerged as a promising immunomodulatory agent. This literature review aims to explore the potential of resveratrol in the prevention of autoimmune diseases by analyzing 15 peer-reviewed articles published between 2017 and 2025, sourced from PubMed, NCBI, and Google Scholar. Findings indicate that resveratrol modulates immune function by suppressing the activation of T and B lymphocytes, inhibiting the release of proinflammatory cytokines (such as TNF-α, IL-6, IL-17, and IL-1β), and regulating key molecular pathways including SIRT1, NF-κB, and AMPK. It also enhances the population of regulatory T cells (Tregs) and exerts antioxidant effects by neutralizing reactive oxygen species (ROS) and upregulating antioxidant enzyme activity. Clinical studies have reported favorable outcomes in patients with autoimmune conditions such as rheumatoid arthritis, ulcerative colitis, systemic lupus erythematosus, and multiple sclerosis. Despite these encouraging results, further investigations are required to determine optimal dosing strategies and evaluate long-term safety profiles. Overall, resveratrol demonstrates significant potential as a natural immunomodulatory agent in the prevention and management of autoimmune diseases. Keywords: Resveratrol, Immunomodulation, Autoimmune Disease, Cytokines, Inflammation.  ABSTRAK Penyakit autoimun merupakan kondisi di mana sistem imun kehilangan kemampuan untuk mengenali “diri” sendiri dan menyerang jaringan tubuh, menyebabkan kerusakan sistemik maupun organ-spesifik. Terapi konvensional seperti obat imunosupresif dan antiinflamasi seringkali menimbulkan efek samping jangka panjang, sehingga dibutuhkan alternatif terapi yang lebih aman. Resveratrol, senyawa polifenol alami yang ditemukan dalam kulit anggur merah, telah menunjukkan potensi sebagai agen imunomodulator. Studi ini bertujuan untuk menelaah potensi resveratrol dalam pencegahan penyakit autoimun berdasarkan tinjauan terhadap 15 artikel ilmiah dari database PubMed, NCBI, dan Google Scholar (2017–2025). Hasil review menunjukkan bahwa resveratrol mampu menekan aktivasi sel T dan B, menghambat pelepasan sitokin proinflamasi (seperti TNF-α, IL-6, IL-17, IL-1β), mengaktivasi jalur molekuler seperti SIRT1, NF-κB, AMPK, serta meningkatkan populasi sel T regulator (Treg). Selain itu, resveratrol juga bertindak sebagai antioksidan yang menetralkan ROS dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan. Dalam konteks klinis, resveratrol menunjukkan manfaat pada pasien rheumatoid arthritis, ulcerative colitis, lupus, multiple sclerosis, dan penyakit autoimun lainnya. Meskipun hasil studi menjanjikan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan dosis optimal dan keamanan jangka panjang. Resveratrol berpotensi menjadi terapi imunomodulator alami yang menjanjikan dalam pencegahan penyakit autoimun. Kata Kunci: Resveratrol, Imunomodulator, Penyakit Autoimun, Sitokin, Antiinflamasi.
Hubungan Kesehatan Mental dengan Perilaku merokok Pada Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Lembursitu Silpiana, Lulu Luziana; Lutiyah, Lutiyah; Novryanthi, Dhinny; Suryadin, Asep
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20752

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a period of development and transition from childhood to adulthood where at this stage adolescents have unstable emotions so that problems such as mental health disorders and smoking behavior can occur. This study aims to determine the level of mental health and smoking behavior in adolescents in the Lembursitu Health Center area and the relationship between the two. The method used is cross-sectional purposive sampling technique with a sample of 150 people. The results of the study obtained a p value of 0.002 using Kendall Tau so that it means there is a relationship between mental health and smoking behavior in adolescents in the Lembursitu Health Center area. Keywords: Smoking Behavior, Mental Health, Mental In Adolescents  ABSTRAK Remaja yaitu masa perkembangan dan peralihan dari fase anak pada dewasa dimana pada tahap ini remaja memiliki emosi yang tidak stabil sehigga dapat terjadi  permasalahan seperti gangguan kesehatan mental dan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kesehatan mental dan perilaku merokok pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Lembursitu serta hubungan antar keduanya. Metode yang  digunakan cross sectional teknik  purposive sampling dengan sampel 150 orang. Hasil penelitian didapatkan nilai p 0.002 menggunakan  Kendall Tau sehingga memiliki arti adanya hubungan antara kesehatan mental dengan perilaku merokok pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Lembursitu  Kata Kunci: Perilaku Merokok, Kesehatan Mental, Mental Pada Remaja
Hubungan Perilaku Bullying terhadap Resiliensi Remaja di SMP Negeri 13 Kota Bandar Lampung Adhani, Neisa; Elliya, Rahma; Triyoso, Triyoso
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20898

Abstract

ABSTRACT Bullying among adolescents is a serious issue that can impact their psychological development. Data from the World Health Organization (WHO) indicates that around 30% of adolescents worldwide experience bullying, though not all exhibit low resilience. Furthermore, a pre-survey conducted through interviews and questionnaires at SMP N 13 revealed that 12 students were victims of bullying behavior. This study aims to investigate the relationship between high levels of bullying and high resilience among adolescents. To determine the relationship between bullying behavior and resilience among adolescents. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population consisted of all seventh-grade students at SMP N 13 Bandar Lampung, totaling 296 students, with a sample size of 170 respondents. Sampling was done using a random sampling technique, and data analysis was conducted using the chi-square statistical test. Based on the frequency distribution of bullying, 60.6% of respondents experienced very high levels of bullying, while 39.4% experienced very low levels of bullying. Regarding resilience, 45.9% of respondents had very high resilience, while 54.1% had very low resilience. The study found a p-value of 0.001 with an Odds Ratio of 2.981. This study reveals a significant relationship between bullying behavior and adolescent resilience (p-value 0.001, OR 2.981) at SMP N 13 Bandar Lampung in 2024. Therefore, it is recommended that schools enhance awareness and education by increasing awareness of the negative impacts of bullying through educational programs and anti-bullying campaigns. This can include workshops, seminars, and other activities involving students, teachers, and parents. Additionally, schools should develop effective prevention and intervention programs to address bullying cases. These programs should include training for school staff on how to recognize signs of bullying and how to handle it effectively. Keywords: Bullying, Resilience, Adolescents  ABSTRAK Bullying di kalangan remaja adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis mereka. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 30% remaja di seluruh dunia mengalami bullying, namun tidak semua dari mereka menunjukkan resiliensi yang rendah. Selain itu, didapat juga data pre survey melalui wawancara dan penyebaran kuesioner di SMP N 13 yang menunjukan bahwa terdapat 12 siswa/siswi korban perilaku bullying.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara tingkat bullying yang tinggi dan resiliensi yang tinggi pada remaja. Diketahui hubungan perilaku bullying terhadap resiliensi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas VII SMP N 13 Kota Bandar Lampung sebanyak 296 orang dengan jumlah sampel 170 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling serta analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan distribusi frekuensi bullying 60,6% responden mengalami perilaku bullying sangat tinggi dan 39,4% mengalami perilaku bullying sangat rendah. Berdasarkan distribusi frekuensi resiliensi 45,9% responden memiliki resiliensi sangat tinggi sedangkan 54,1% memiliki resiliensi sangat rendah. Didapatkan p-value 0,001 dengan Odd Ratio 2,981. Penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara perilaku bullying dengan resiliensi remaja dengan (p-value 0,001 .OR 2,981) di SMP N 13 Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Maka dari itu disarankan bagi sekolah untuk meningkatkan Kesadaran dan Edukasi, Sekolah perlu meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif bullying melalui program edukasi dan kampanye anti-bullying. Ini bisa mencakup workshop, seminar, dan kegiatan lain yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Serta mengembangkan Program Pencegahan dan Intervensi, yang efektif untuk menangani kasus bullying. Program ini harus mencakup pelatihan bagi staf sekolah tentang cara mengenali tanda-tanda bullying dan bagaimana menanganinya secara efektif. Kata Kunci: Bullying, Resiliensi, Remaja
Pengaruh Permainan Terapeutik Menggambar terhadap Penurunan Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah di Ruang Anak RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo Modjo, Dewi; Sudirman, Andi Akifa; Gobel, Anita Yunika
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.19662

Abstract

ABSTRAK Hospitalisasi seringkali menciptakan peristiwa traumatik dan penuh stress dalam iklim ketidakpastian bagi anak dan keluarga, baik itu prosedur efektif yang telah direncanakan sebelumnya ataupun keadaan darurat yang terjadi akibat trauma. Untuk mencegah terjadinya dampak hospitalisasi maka perlu diberikan penanganan dampak hospitalisasi, salah satu caranya adalah dengan permainan terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan terapeutik menggambar terhadap penurunan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah di RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain One group pre-test and post-test design yang memberikan perlakuan atau intervensi pada subyek penelitian kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis. Pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah 15 sampel. Hasil analisis rata-rata frekuensi tingkat kecemasan anak sebelum diberikan permainan menggambar adalah 36,40 dengan standar deviasi 1,965 dan rata-rata frekuensi batuk anak sesudah diberikan madu adalah 28,00 dengan standar deviasi 2,162 serta p-value 0,000 yang artinya ada pengaruh permainan terapeutik menggambar terhadap penurunan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di ruang anak RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo. Kata Kunci: Anak, Kecemasan, Menggambar  ABSTRACT Hospitalization often creates a traumatic and stressful event a climate of uncertainty for children and families, whetever it is a pre-planned effective procedure or an emergency situation that occurs due to trauma. To prevent the impact of hospitalization, it is necessary to provide treatment for the impact to hospitalization, one way is trough therapeutic play. This study is a quantitative research using a One group pre-test and post-test design design that provides treatment or intervention to the research subject and then the effect of the treatment is measured and analyzed. This sampling uses purposive sampling with a total of 15 samples. The results of the analysis of the average frequency of children's cough before being given drawing game was 36,40 with a standard deviation of 1,965 and the average frequency of children's cough after being given honey was 28,00 with a standard deviation of 2,162, and a p-value of 0.000 which means that there is an influence of therapeutic drawing games on reducing anxiety due to hospitalization in preschool children in the children's ward of the Sitti Khadijah Hospital for Women and Children, Gorontalo City. Keywords: Children, Anxiety, Draw
Penerapan Terapi Pijat Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisa: A Scoping Review Harun, Hasniatisari; Herliani, Yusshy Kurnia; Pratiwi, Sri Hartati; Setyawati, Anita
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.19070

Abstract

ABSTRACT The prevalence of chronic kidney failure in the world is increasing every year. Most patients require hemodialysis as a kidney replacement therapy. Complementary and alternative medicine (CAM) researchers revealed that massage therapy is widely used by hemodialysis patients to overcome the side effects caused by hemodialysis. To identify the effectiveness of massage therapy in hemodialysis patients. This scoping review was developed based on the Arskey and O'Malley framework. Study searches were conducted through Scopus and CINAHL. Inclusion criteria in selecting articles included: primary research results discussing the application of massage therapy in patients undergoing hemodialysis in the form of full-text articles, in English, and published in 2019-2023. The 13 articles analyzed in this study revealed that massage therapy has a positive effect on general health, physical symptoms, nausea, fatigue, pain due to muscle cramps, and restless legs syndrome (RLS), pruritus severity, sleep quality, insomnia severity, quality of life, anxiety, and intradialytic hypertension in hemodialysis patients. Foot massage therapy can be used as a complementary therapy to reduce the side effects of hemodialysis. Nurses and health workers need to have certified massage therapy skills in order to provide and teach massage to hemodialysis patients and their families. Keywords: Hemodialysis, Massage Therapy, Nurses.  ABSTRAK Prevalensi penyakit gagal ginjal kronis di dunia meningkat setiap tahun. Sebagian besar pasien memerlukan tindakan hemodialisa sebagai terapi pengganti ginjal. Para peneliti complementary and alternative medicine (CAM) mengungkapkan bahwa terapi pijat banyak digunakan oleh pasien hemodialisa untuk mengatasi efek samping yang ditimbulkan oleh hemodialisa. Untuk mengidentifikasi efektivitas terapi pijat pada pasien hemodialisa. Scoping reviewini dikembangkan berdasarkan kerangka kerja Arskey dan O’Malley. Pencarian studi dilakukan melalui Scopus dan CINAHL. Kriteria inklusi dalam pemilihan artikel meliputi: hasil penelitian primer yang membahas tentang penerapan terapi pijat pada pasien yang menjalani hemodialisa dalam bentuk artikel teks lengkap, berbahasa Inggris, dan dipublikasikan ahun 2019-2023. 13 artikel yang dianalisis pada studi ini mengungkapkan bahwa terapi pijat memiliki pengaruh positif terhadap kesehatan umum, gejala fisik, mual, kelelahan, nyeri akibat kram otot, dan restless legs syndrome (RLS), keparahan pruritus, kualitas tidur, keparahan insomnia, kualitas hidup, kecemasan, dan hipertensi intradialitik pada pasien hemodialisa. Terapi pijat kaki dapat dijadikan sebagai terapi komplementer untuk mengurangi efek samping hemodialisa. Perawat dan petugas kesehatan perlu memiliki keterampilan terapi pijat bersertifikasi agar dapat memberikan dan mengajarkan pijat pada pasien hemodialisa dan keluarganya. Kata Kunci: Hemodialisa, Perawat, Terapi Pijat
Faktor Lingkungan yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemilihan Jajanan Siswa SMPN 5 Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang Sari, Eka; Said, Sunandar; Febrianti, Devy
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21573

Abstract

ABSTRACT The survey results conducted by the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) of the Republic of Indonesia show that around 80% of school children consume snacks in the school environment, either from vendors or in the school canteen, with 60.3% of students choosing not-so-good food, while 57.5% have a negative attitude towards snack foods. Although consuming unhealthy food has adverse effects on health, adolescents often continue these habits due to lifestyle influences and globalization. As much as 70% of students or 7 out of 10 students at SMPN 5 Panca Rijang choose their food by considering peer influence, family habits, and food accessibility based on initial observation results. This study aims to determine the relationship between peers, family, food accessibility, media influence, and socioeconomic status on snack selection behavior at SMPN 5 Panca Rijang. The research method uses a quantitative approach with a total sampling technique and data collection through questionnaires or interviews with univariate and bivariate (chi-square) data analysis. The results of the study show a relationship between peer influence and student snack selection behavior with a p-value of 0.010 <0.05, which is smaller than the established significance level, while the other 3 factors, namely family (p-value 0.446), food accessibility (p-value 0.659), and media influence (p-value 0.161), with a p-value >0.05 indicate no relationship as the p-value is greater than the established significance level. Keywords: Environmental Factors, Meal Selection Behavior  ABSTRAK Hasil survei yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 80% anak sekolah mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah, baik dari pedagang yang berjualan maupun di kantin sekolah, sebanyak 60,3% siswa memilih makanan yang kurang baik, sementara 57,5% memiliki sikap negatif terhadap makanan jajanan. Meskipun mengonsumsi makanan tidak sehat berdampak buruk bagi kesehatan, remaja sering kali tetap melanjutkan kebiasaan tersebut akibat pengaruh gaya hidup dan globalisasi. Sebanyak 70% siswa atau 7 dari 10 siswa di SMPN 5 Panca Rijang memilih makanan mereka dengan mempertimbangkan pengaruh teman sebaya, kebiasaan keluarga, dan aksesibilitas makanan data ini berdasarkan hasil observasi awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara teman sebaya, keluarga, aksesibilitas makanan, pengaruh media, dan status sosial ekonomi terhadap perilaku pemilihan jajanan di SMPN 5 Panca Rijang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel total sampling serta pengumpulan data melalui kuesioner atau wawancara dengan analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan teman sebaya dengan perilaku pemilihan jajanan siswa nilai p-value  0,010  <0,05 lebih kecil dari batas signifikansi yang ditetapkan, sedangakan 3 faktor lain yaitu keluarga(p-value 0.446) aksesibilitas makanan(p-value 0.659), dan pengaruh media(p-value 0.161) . Nilai p-value >  0,05 menunjukkan tidak ada hubungan nilai p-value lebih besar dari batas signifikansi yang ditetapkan. Kata Kunci: Faktor Lingkungan, Perilaku Pemilihan Makan
Hubungan Tipe Kulit dan Double Cleanser dengan Akne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Indrayana, Syifa Nur Putri; Tan, Sukmawati Tansil
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21210

Abstract

ABSTRACT Acne vulgaris, commonly known as acne, is one of the most prevalent skin disorders with multifactorial causes including hormonal influences, stress, dietary patterns, iatrogenic factors (such as corticosteroid use), and external triggers like seasonal changes and oil exposure. Double cleansing, a two-step skin cleansing method starting with oil-based cleansers followed by water-based products, features commonly used products like micellar water, cleansingbalms, and cleansing oils, with oil-based cleansers being potentially acne-triggering especially for oily skin types. This study aimed to examine the relationship between skin types and double cleanser selection with acne vulgarisscores among medical students at Tarumanagara University during the 2024/2025 period, employing a cross-sectional analytic observational design with 93 respondents who completed Baumann's Skin Type Questionnaire and underwent facial scanning with subsequent acne analysis using Lehmann's grading method. The results showed significant differences in mean acne scores across double cleanser groups: micellar water (M=7.65), cleansing balm (M=9.31), and cleansing oil (M=14.11), with kruskall-wallis test revealing a statistically significant association (p=0.002, p<0.05), leading to the conclusion that oil-based double cleansers, particularly cleansing oils, are associated with higher acne vulgaris incidence. Keywords: Acne, Skin Type, Double Cleanser  ABSTRAK Akne vulgaris atau yang dikenal dengan jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling umum terjadi. Penyebab akne vulgaris beragam, mulai dari pengaruh hormonal, stres, pola makan, faktor iatrogenik (misalnya pemakaian kortikosteroid), hingga penyebab eksternal seperti perubahan musim dan paparan minyak. Double cleansing merupakan metode pembersihan kulit dua tahap yang diawali dengan pembersih minyak kemudian dilanjutkan pembersih berbasis air, contoh produk double cleanser yang paling banyak digunakan adalah micellar water, cleansing balm, dan cleansing oil. Produk double cleanser yang berbahan dasar minyak diyakini dapat memicu pertumbuhan jerawat terutama pada kulit berminyak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat hubungan antara tipe kulit dan pemilihan produk double cleanser dengan skor akne vulgaris di kalangan mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara periode 2024/2025. Penelitian ini dilakukan dengan metode potong lintang dan desain penelitian observasional analitik dengan jumlah responden 93 orang. Responden diminta untuk mengisi kuesioner tipe kulit Baumann’s Skin Type Questionnaire dan kemudian dilakukan pemeriksaan wajah responden dengan scanner dan setelahnya dilakukan analisis jerawat dengan metode acne grading Lehmann. Didapatkan terdapat adanya perbedaan rerata skor acne responden antar kelompok penggunaan produk double cleanser micellar water (M = 7.65), cleansing balm (M = 9.31), dan cleansing oil (M = 14.11) dengan nilai p = 0.002 (p < 0.05) setelah dilakukan uji statistik kruskall-wallis yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahwa penggunaan produk double cleanser yang berbahan dasar minyak, terutama cleansing oil, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam kejadian akne vulgaris. Kata Kunci: Jerawat, Tipe Kulit, Double Cleanser
Peningkatan Kesehatan Keluarga dengan Hipertensi menggunakan Pendekatan Mcgill Model of Nursing : Laporan Kasus Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati; Nurjanah, Lilis Siti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21582

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a condition when a person's blood pressure increases beyond the normal limit. A person is considered to have hypertension if their systolic blood pressure reaches ≥130 mmHg or their diastolic pressure ≥80 mmHg. The prevalence of hypertension in Indonesia reaches 36%. Based on the Indonesian Basic Health Research, the incidence of hypertension was recorded at 34.1%. Hypertension and pre-hypertension are health problems that are often found in families. Providing family nursing care focuses on empowering families to manage health problems independently. The application of the McGill Model of Nursing is an approach in nursing designed to support family-based care, which focuses on empowering families to manage health through strengthening their own abilities, in improving the health of families who have members with hypertension. This study uses a holistic approach that includes cognitive, affective, and behavioral aspects based on the results of observations, interviews, and medical record reviews, a case study model with a nursing care approach based on the McGill model of Nursing in one of the families with hypertension. The interventions provided were health education about hypertension, progressive muscle relaxation technique training and strategies for creating daily schedules and medication schedules. The intervention integrated the McGill Model approach, with the Nursing Intervention Standards (SIKI), and research findings related to hypertension. Implementation was carried out in two meetings with a duration of 15–30 minutes, involving all family members. After the 6th day of implementation, the results of the cognitive evaluation of the family showed a better understanding of hypertension, psychomotor evaluation of the family was able to perform the progressive muscle relaxation technique themselves and create a daily activity schedule. The application of the McGill Model of Nursing in nursing care for Hypertension families successfully demonstrated a holistic, strength-based, and collaborative approach in supporting families facing health problems, especially hypertension and pre-hypertension so that they had a better understanding of hypertension, motivation to take medication, and willingness to see a doctor, this shows that the application of the McGill Model can improve family coping, although challenges remain in encouraging consistent healthy behaviors on an ongoing basis. Although the implementation of the McGill Model of Nursing in Indonesia still requires adjustments to address local challenges, the results achieved in this case indicate the model's significant potential to support family nursing practice. Going forward, intensive training for nurses and the integration of this model into the family nursing system could be strategic steps to improve the quality of family-based care in Indonesia. Keywords: Hypertension, Family Nursing, Mcgill Model Of Nursing, Family Empowerment  ABSTRAK Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang meningkat melebihi batas normal. Seseorang dianggap mengalami hipertensi jika tekanan darah sistoliknya mencapai ≥130 mmHg atau tekanan diastoliknya ≥80 mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 36%. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia, angka kejadian hipertensi tercatat sebesar 34,1% . Hipertensi dan pra-hipertensi adalah masalah kesehatan yang sering ditemui di dalam keluarga. Pemberian asuhan keperawatan keluarga berfokus pada pemberdayaan keluarga untuk mengelola masalah kesehatan secara mandiri. Penerapan McGill Model of Nursing  adalah pendekatan dalam keperawatan yang dirancang untuk mendukung perawatan berbasis keluarga, yang berfokus pada pemberdayaan keluarga untuk mengelola kesehatan melalui penguatan kemampuan mereka sendiri, dalam meningkatkan kesehatan keluarga yang memiliki anggota dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan perilaku yang  didasarkan pada hasil observasi, wawancara, dan tinjauan rekam medis, model studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan berdasarkan model McGill of Nursing pada salah satu keluarga dengan Hipertensi. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan tentang hipertensi, latihan teknik relaksasi otot progresif dan strategi pembuatan jadwal harian dan jadwal pengobatan. Intervensi mengintegrasikan pendekatan McGill Model, dengan Standar Intervensi Keperawatan  (SIKI), dan hasil penelitian terkait hipertensi. Implementasi dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan durasi 15–30 menit, melibatkan seluruh anggota keluarga. Setelah implementasi hari ke 6, hasil evaluasi secara kognitif keluarga menunjukan pemahaman lebih baik tentang hipertensi, evaluasi secara psikomotor keluarga dapat melakukan sendiri tehnik relaksasi otot progresif dan dan membuat jadwal aktivitas harian. Penerapan McGill Model of Nursing dalam asuhan keperawatan keluarga Hipertensi berhasil menunjukkan pendekatan yang holistik, berbasis kekuatan, dan kolaboratif dalam mendukung keluarga menghadapi masalah kesehatan, khususnya hipertensi dan pra-hipertensi sehinga memiliki pemahaman lebih baik tentang hipertensi, motivasi untuk meminum obat, serta kesediaan memeriksakan diri ke dokter, hal ini menunjukkan bahwa penerapan McGill Model dapat meningkatkan koping keluarga, meskipun tantangan tetap ada dalam mendorong konsistensi perilaku sehat secara berkelanjutan. Meskipun implementasi McGill Model of Nursing di Indonesia masih memerlukan penyesuaian untuk menghadapi tantangan lokal, hasil yang dicapai dalam kasus ini mengindikasikan potensi besar model ini dalam mendukung praktik keperawatan keluarga. Untuk ke depannya, pelatihan intensif bagi perawat dan pengintegrasian model ini ke dalam sistem keperawatan keluarga dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan berbasis keluarga di Indonesia. Kata Kunci: Hipertensi, Keperawatan Keluarga, Mcgill Model Of Nursing, Pemberdayaan Keluarga
Efektifitas NSAID, Opioid dan Antibiotik pada Fraktur Terbuka dan Tertutup: TINJAUAN PUSTAKA Ulinnuha, Najwa; Nazher, Muhammad; Oktarlina, Rasmi Zakiah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21083

Abstract

ABSTRACT Open and closed fractures are common bone injuries caused by trauma such as traffic or occupational accidents. Management involves not only bone stabilization but also pain control and infection prevention. Antibiotics, opioids, and NSAIDs are the main classes of drugs used in fracture therapy, though their effectiveness and associated risks remain important subjects of ongoing study. This study is a literature review of 17 articles published between 2016 and 2024, sourced from PubMed, NCBI, and Google Scholar. The analysis was conducted to evaluate the effectiveness and safety of these three drug classes. Antibiotics such as cefazolin and ceftriaxone are effective in preventing infection when administered within the first three hours post-injury. Opioids are highly effective for managing severe pain but carry risks of addiction and systemic side effects. NSAIDs are suitable for moderate pain management but may impair bone healing by inhibiting multimodalprostaglandin synthesis. Antibiotics, opioids, and NSAIDs each play a critical role in the management of open and closed fractures. Treatment choices should be based on fracture type, clinical condition, and a careful assessment of the risks and benefits of each drug. Evidence-based clinical guidelines and further research are needed to support safer and more effective therapeutic practices. Keywords: Fracture, NSAIDs, Opioids, Antibiotics, Pain Management, Infection  ABSTRAK Fraktur terbuka dan tertutup merupakan cedera tulang yang sering terjadi akibat trauma seperti kecelakaan lalu lintas dan kerja. Penanganan tidak hanya fokus pada perbaikan tulang, tetapi juga pengendalian nyeri dan pencegahan infeksi. Antibiotik, opioid, dan NSAID adalah kelompok obat utama yang digunakan dalam terapi fraktur, namun efektivitas dan risikonya masih menjadi bahan kajian penting. Studi ini merupakan tinjauan literatur terhadap 15 artikel dari tahun 2016 hingga 2024 yang diakses melalui PubMed, NCBI, dan Google Scholar. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan tiga kelompok obat tersebut. Antibiotik seperti Sefazolin dan seftriakson efektif mencegah infeksi jika diberikan dalam tiga jam pertama pasca kecelakaan. Opioid bekerja baik untuk nyeri berat namun berisiko adiksi dan gangguan sistemik. NSAID efektif untuk nyeri sedang, tetapi dapat menghambat penyembuhan tulang. Ketiga kelompok obat, yaitu antibiotik, opioid, dan NSAID, memiliki peran penting dalam penanganan fraktur terbuka dan tertutup. Pemilihan terapi harus mempertimbangkan jenis fraktur, kondisi klinis pasien, serta risiko dan manfaat masing-masing obat. Diperlukan pedoman klinis berbasis bukti dan penelitian lanjutan untuk mendukung penggunaan yang lebih tepat, aman, dan efektif dalam praktik kedokteran. Kata Kunci: Fraktur, NSAID, Opioid, Antibiotik, Manajemen Nyeri, Infeksi
Gambaran Kualitas Hidup Berkaitan dengan Kesehatan Pada Lansia di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay Salsabilla, Raisha; Lukman, Mamat; Witdiawati, Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21326

Abstract

ABSTRACT The advanced age stage is the final phase in human life. The elderly experience various changes in themselves both biologically and psychologically. So that the changes that occur will have an impact on the quality of life related to health in a person. The purpose of this study was to determine the description of the quality of life related to health in the elderly at the UPTD Griya Lansia Social Service Center (PPSGL) Ciparay. The research design is descriptive quantitative. The population and research sample were 61 elderly people based on the total sampling technique. The instrument in this study used the European Quality of Life 5 Dimensions 5 level (EQ-5D-5L) with a validity test above 0.30 and a Cronbach's Alpha value of 0.718. Data were analyzed univariately. The results showed that the quality of life of the elderly at the UPTD Griya Lansia Social Service Center (PPSGL) Ciparay was mostly optimal with an average value ≥0.645. Based on the results of the cross table, there are no significant results between the quality of life and the demographic data obtained. Keywords: Elderly, EQ-5D-5L, Health – Related Quality of Life. ABSTRAK Tahap usia lanjut merupakan fase akhir dalam kehidupan pada manusia. Lansia mengalami berbagai perubahan dalam dirinya baik secara biologis maupun psikologis. Sehingga dari perubahan yang terjadi akan berdampak terhadap kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan pada seseorang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup berkaitan dengan kesehatan pada lansia di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay. Rancangan penelitian secara deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah sebanyak 61 lansia berdasarkan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan European Quality of Life 5 Dimensions 5 level (EQ-5D-5L) dengan uji validitas diatas 0,30 dan nilai Cronbach’s Alpha 0,718. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup lansia di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay mayoritas optimal dengan nilai rata – rata ≥0,645. Berdasarkan hasil tabel silang, tidak terdapat hasil yang signifikan antara kualitas hidup dengan data demografi yang didapatkan Kata Kunci: EQ-5D-5L, Kualitas Hidup, Lansia

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue