cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016" : 8 Documents clear
Intensitas Penyakit Blas (Pyricularia oryzae Cav.) pada Padi Varietas Ciherang di Lokasi Endemik dan Pengaruhnya terhadap Kehilangan Hasil Tarkus Suganda; Endah Yulia; Fitri Widiantini; Hersanti Hersanti
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.457 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10878

Abstract

ABSTRACTDisease intensity of blast disease (Pyricularia oryzae Cav.) of Ciherang rice variety at the endemic location and its effect on yield lossBlast is one of the most important diseases of rice worldwide. Many countries have developed data on the intensity and yield loss due to blast disease, whereas Indonesia has no such data resulted from trial specifically designed to estimate blast intensity at the endemic location and its potential yield loss. Such data are needed for various purposes, such as for disease management policy and research background. A trial has been carried out at Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, a location where blast was endemic for years, using var. Ciherang that is known as susceptible and widely grown by farmers. Eight concentrations of fungicide of single as well as mix active ingredients were used to see the effects in suppressing blast diseases compared with of control. Trial used a Randomized Block Design with 5 replicates. The parameters observed were the intensity of leaf blast, neck blast and yield. The results showed that the disease intensity of var. Ciherang at the endemic location was 55.60% of leaf blast and 37.75% of neck blast. The potency of yield loss calculated was 3.65 ton/ha or equal with 61% of the average yield of var. Ciherang as described in its variety description. This number justifies the important of control measures of rice blast diseases.Keywords: Blast disease intensity, var. Ciherang, Potency of yield lossABSTRAKPenyakit blas merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi di seluruh dunia. Berbagai negara sudah memiliki data tentang intensitas dan kehilangan hasil padi oleh penyakit blas, sementara di Indonesia belum ada hasil pengujian yang khusus dirancang untuk melihat tingkat intensitas penyakit blas di daerah endemik dan potensi kehilangan hasil yang diakibatkannya. Data sejenis ini penting untuk berbagai keperluan antara lain untuk kebijakan pengendalian dan dasar pentingnya penelitian. Suatu percobaan telah dilakukan di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi yang merupakan daerah endemik penyakit blas selama bertahun-tahun, menggunakan var Ciherang yang merupakan varietas rentan namun populer ditanam petani. Delapan bahan aktif fungisida berbahan aktif tunggal dan majemuk digunakan untuk melihat pengaruh penekanannya dibandingkan kontrol. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima ulangan. Parameter yang diamati adalah intensitas penyakit blas daun dan blas leher malai serta hasil padi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa intensitas penyakit blas pada tanaman padi var. Ciherang di daerah endemik adalah 55,60% untuk blas daun, dan 37,75% untuk blas leher malai. Potensi kehilangan hasil oleh gabungan penyakit blas pada var. Ciherang adalah 3,65 ton/ha atau setara dengan 61% kehilangan hasil jika dibandingkan terhadap rata-rata produksi var. Ciherang menurut spesifikasi varietas. Data ini menjustifikasi perlunya pengambilan tindakan pengendalian penyakit blas pada tanaman padi.Kata Kunci: Intensitas penyakit blas, var. Ciherang, Potensi kehilangan hasil
Respons Pertumbuhan Tanaman Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Tercekam Aluminium di Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Bervegetasi Sengon (Periode El Nino) Heru Rizka Santosa; Cucu Cucu Suherman; Santi Rosniawaty
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.384 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10871

Abstract

ABSTRACTResponse on plant growth of Robusta coffee (Coffea robusta L.) to aluminum stress in reclamation of coal mines vegetated sengon (El Nino period)Reclamation of coal mines commonly has low fertility rates with high aluminum saturation. Aluminum stress could be negative impact on plants that are not tolerant, can cause toxicity and inhibition of plant growth. This research in order to determine the effect of aluminum stress on plant growth of robusta coffee in reclamation of coal mines vegetated sengon. Stress aluminum effect on plant growth of Robusta coffee in reclamation is shown on parameter of plant height, stem diameter, leaf area, shoot dry weight, root length are lower than Robusta coffee plants in nurseries (control), and parameter of volume root, root dry weight are higher than the control. The content of aluminum (Al) in leaves of coffee plant in reclamation (117.7 ppm) is higher than control (26.1 ppm). Based on roots observation do not shown symptom of inhibition or toxicity of aluminum stress, and result of analysis of Al content in the roots is 25 ppm belongs to category is low( < 60 ppm), then the Robusta coffee plant belongs to the category tolerant to aluminum stress in reclamation of coal mines vegetated sengon.Keywords: Coffee, Stress, Aluminum (Al), Roots, ReclamationABSTRAKLahan reklamasi bekas tambang batubara umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah dengan kejenuhan aluminium tinggi. Cekaman aluminium berdampak negatif bagi tanaman yang tidak toleran dan dapat menimbulkan toksisitas sehingga mengakibatkan penghambatan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman aluminium terhadap pertumbuhan tanaman kopi robusta pada lahan reklamasi bekas tambang batubara bervegetasi sengon. Hasil penelitian memperlihatkan cekaman aluminium di lahan reklamasi bekas tambang batubara bervegetasi sengon berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kopi Robusta, yang ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, bobot kering pupus, panjang akar yang lebih rendah dibandingkan tanaman kopi Robusta di nurseri (kontrol), dan parameter volume akar, bobot kering akar yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Kandungan aluminium (Al) di daun pada lahan reklamasi lebih tinggi (117,7 ppm) dibandingkan kontrol (26,1 ppm). Berdasarkan pengamatan akar pada tanaman kopi di lahan reklamasi, tidak terlihat gejala penghambatan atau toksisitas akibat cekaman Al, dan hasil pengujian kandungan Al di akar adalah 25 ppm, termasuk kategori rendah (< 60 ppm), maka tanaman kopi Robusta termasuk kategori toleran terhadap cekaman aluminium yang terdapat di lahan reklamsi bekas tambang batubara bervegetasi sengon.Kata kunci : Kopi, Cekaman, Aluminium (Al), Akar, Lahan reklamasi
Keefektifan Insektisida BPMC dan Ekstrak Daun Suren terhadap Hama Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) dan Populasi Musuh Alami pada Padi Varietas Ciherang Muhammad Subandi; Liberty Chaidir; Ulfah Nurjanah
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.574 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10879

Abstract

ABSTRACTEffectiveness of BPMC insecticide and suren leaf extract on brown planthopper (Nilaparvata lugens Stal.) and its natural enemy population on Ciherang rice varietyEffectiveness study of BPMC insecticide and suren leaf extract esticide against brown planthopper and its side-effect on its natural enemy population on paddy Ciherang variety was conducted in rice field of Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Karawang, West Java from May to August 2015. The experimental design used was Randomized Blok Design with 7 treatments and 4 replications ie suren leaf extract of 50 g/l, 100 g/l and 150 g/l, three concentrations of BPMC of 0.5 ml/l, 1.0 ml/l and 1.5 ml/l, and a control treatment. The results showed that BPMC insecticide and suren leaf extract were able to suppress the population of brown planthopper and influenced its natural enemy population. The treatment of 50 g/l suren leaf extract gave the highest suppression of the brown planthopper population. It was also caused no negative impact to the natural enemies of P. fuscipes and L. pseudoannulata. The application of 1.5 ml/l of BPMC insecticide gave the highest grain weight average of 37.80 kg/plot compared to the lowest production in control treatment of 32.63 kg/plot. Therefore, application of BPMC insecticide and suren leaf extract effectively suppressed the brown planthopper population and the natural enemy existence was assumed to affect the rice grain production in this study.Keywords: BPMC insecticide, Natural enemy, Suren, PlanthopperABSTRAKStudi keefektifan insektisida BPMC dan ekstrak daun suren terhadap hama wereng batang coklat (WBC) dan efek samping terhadap musuh alami wereng pada padi varietas Ciherang dilaksanakan di sawah Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Karawang mulai Mei 2015 sampai Agustus 2015. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan yaitu perlakuan tanpa insektisida (kontrol), 50 g/l ekstrak daun suren, 100 g/l ekstrak daun suren, 150 g/l ekstrak daun suren, 0,5 ml/l insektisida BPMC, 1,0 ml/l insektisida BPMC, dan 1,5 ml/l insektisida BPMC. Hasil menunjukkan perlakuan insektisida BPMC dan ekstrak daun suren dapat menekan populasi hama WBC dan memengaruhi populasi musuh alaminya (Paederus fuscipes dan Lycosa pseudoannulata). Perlakuan ekstrak daun suren konsentrasi 50 g/l dapat menekan populasi WBC tertinggi. Aplikasi ekstrak daun suren tidak berdampak negatif terhadap musuh alami P. fuscipes dan L. pseudoannulata. Perlakuan 1,5 ml/l insektisida BPMC menghasilkan produksi gabah tertinggi dari semua perlakuan dengan rata-rata bobot basah gabah 37,80 kg/petak dibandingkan dengan hasil terendah pada perlakuan kontrol sebesar 32,63 kg/petak. Dengan demikian, aplikasi insektisida BPMC dan ekstrak daun suren berpengaruh terhadap populasi hama WBC dan efek samping dari tingkat keberadaan musuh alami berakibat pada hasil gabah tanaman padi.Kata Kunci: Insektisida BPMC, Musuh alami, Suren, Wereng
Kompatibilitas Vegetatif Fusarium oxysporum dari Beberapa Tanaman Inang Sri Sri Hartati; Ummu Salamah Rustiani; Lindung Tri Puspasari; Wawan Kurniawan
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.943 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10875

Abstract

ABSTRACTVegetatif compatibility of Fusarium oxysporum on various hostsMany strains or race of Fusarium oxysporum can be grouped based on compatibility reproduction from a variety of different strains called Vegetative Compatibility Group (VCG). This study was aimed to determine how the grouping of several isolates of F. oxysporum and grouping of several hosts of the fungus by vegetative compatibility group. Fusarium oxysporum isolated from chickpea plants that showed symptoms of fusarium wilt. The isolates of F. oxysporum of chili and tomatoes obtained from the culture collections of Mycology Laboratory of IPB. Stages of vegetative compatibility testing assayed through recovery of nit mutants, the identification of phenotype of nit mutant, and complementation test. There are 29 mutants isolated from the isolates of F. oxysporum. Nit1 mutant was obtained from all isolates of beans, tomatoes and peppers. NitM and Nit3 mutant isolates were obtained from chickpea 4 and chili sequentially. Two VCG and one single self compatibility (SSC) were assayed from isolates of F. oxysporum based on complementation testing.Keywords: Beans, Fusarium wilt, Nit mutant, SSC, VCGABSTRAKJamur Fusarium oxysporum memiliki banyak forma spesialis dan ras. Jamur ini dapat dikelompokkan berdasarkan kompatibilitas reproduksi dari berbagai strain yang berbeda disebut dengan vegetative compatibility group (VCG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelompokkan F. oxysporum dan pengelompokkan jamur tersebut dari beberapa inang berdasarkan kelompok kompatibilitas vegetatifnya. Isolasi F. oxysporum dilakukan dari tanaman kacang panjang yang menunjukkan gejala layu fusarium. Isolat F. oxysporum dari cabai dan tomat berasal dari koleksi Laboratorium Mikologi IPB. Tahapan pengujian kompatibilitas vegetatif melalui pembiakan nit mutan, identifikasi fenotipe nit mutan, dan pengujian komplementasi. Isolasi mutan F. oxysporum didapatkan 29 mutan. Mutan nit1 didapatkan dari semua isolat yang diperoleh dari semua inang yang berbeda yaitu kacang panjang, tomat dan cabai. Mutan nitM hanya didapatkan dari isolat kacang panjang 4 dan mutan nit3 hanya didapatkan dari isolat cabai. Berdasarkan uji komplementasi F. oxysporum yang diuji terdiri dari dua VCG dan satu single self compatibility (SSC).Kata Kunci: Kacang panjang, Layu fusarium, Nit mutant, SSC, VCG
Kemampuan Bakteri Endofit Akar dan Ubi Kentang untuk Menekan Penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora pv. carotovora) pada Ubi Noor Istifadah; Muhamad Salman Umar; Sudarjat Sudarjat; Luciana Djaya
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.23 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10880

Abstract

ABSTRACTThe abilities of endophytic bacteria from potato roots and tubers to suppress soft rot disease (Erwinia carotovora pv. carotovora) in potato tuberSoft rot disease caused by Erwinia carotovora pv. carotovora is one of limiting factors in cultivation and post harvest of potato. The eco-friendly control measure that can be developed for controlling the diseases is biological control. Microbes that are potential as biological control agents include endophytic bacteria. This paper discussed the results of study examining the potential of endophytic bacteria isolated from roots and tubers of potato to inhibit the growth of E. carotovora pv. carotovora in vitro and suppress soft rot disease in potato tuber. The results showed that among 24 isolates examined, four isolates of endophytic bacteria (one isolate from potato tuber and three isolates from potato roots) inhibited the growth of E. carotovora pv. carotovora in vitro with inhibition zone 3.5-6.8 mm. In the in vivo test, the isolates inhibited the soft rot disease in potato tuber by 71.5-86.4%. The isolate that tended to show relatively better inhibition in vitro and in vivo was isolate from potato tuber which is CK U3 (Lysinibacillus sp.)Keywords: Biological control, Endophytic bacteria, Post-harvest, Potato, Soft rot diseaseABSTRAKPenyakit busuk lunak yang disebabkan bakteri Erwinia carotovora pv. carotovora, merupakan salah satu kendala dalam budidaya dan pascapanen kentang. Cara pengendalian ramah lingkungan yang dapat dikembangkan untuk menekan penyakit tersebut adalah pengendalian biologi. Kelompok mikroba yang berpotensi sebagi agens pengendali biologi adalah bakteri endofit. Artikel ini mendiskusikan potensi isolat bakteri endofit yang berasal dari ubi dan akar kentang untuk menghambat pertumbuhan bakteri E. carotovora pv. carotovora secara in vitro dan menekan perkembangan penyakit busuk lunak pada ubi kentang. Hasil percobaan menunjukkan bahwa diantara 24 isolat bakteri yang diuji, terdapat empat isolat bakteri endofit (satu isolat dari ubi kentang dan tiga isolat dari akar kentang) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. carotovora pv. carotovora secara in vitro dengan zona penghambatan sebesar 3,5-6,8 mm. Pada pengujian secara in vivo, isolat-isolat tersebut dapat menekan perkembangan penyakit busuk lunak pada ubi kentang sebesar 71,5-86,4%. Isolat yang cenderung menunjukkan penghambatan relatif lebih baik secara in vitro dan in vivo adalah isolat bakteri endofit asal ubi kentang yaitu isolat CK U3 (Lysinibacillus sp.).Kata Kunci: Pengendalian biologi, Bakteri endofit, Pascapanen, Kentang, Penyakit busuk basah
Penampilan Fenotipik Anyelir Interspesifik Hasil Persilangan Dianthus caryophyllus ‘Pradorafit’ x Dianthus chinensis ‘SK11_1’ Minangsari Dewanti; Neni Rostini; Murdaningsih Haeruman Karmana; Anas Anas
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.392 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10876

Abstract

ABSTRACTPhenotypic of interspecific hybridization of carnation Dianthus caryophyllus „Pradofit‟ x Dianthus chinensis „SKII_I‟Interspecific hybridization becomes an effective strategy in ornamental plant breeding. This technique is an important tool to create a new type of variety. The objective of this study was to get F1 carnation hybrid which have superior performance as potted ornamental plant. The experiment was conducted at the Indonesian Ornamental Crops Research Institute experiment station in Cipanas – Cianjur, from November 2014 – July2015. The experiment was conducted with an experimental method using randomized block design (RBD). The treatment consisted of 17 F1 genotypes of interspecific carnation. The result showed that a large part of C population genotype have some characters that agree with potted carnation, i.e shorter plant, larger stem diameter, many number of branch, early flowering, longer vase life and many bloomed flower at the same time. C5. C8, C9, C10 and C12 genotype potential used as potted carnation.Keywords: Plant breeding, Potted characteristics, Ornamental plantABSTRAKHibridisasi interspesifik dapat menjadi strategi yang efektif dalam pemuliaan tanaman hias. Teknik ini merupakan sarana yang penting untuk menghasilkan varietas tipe baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hybrid F1 anyelir yang berpenampilan unggul sebagai tanaman hias pot. Percobaan dilaksanakan di rumah serre Kebun Percobaan Penelitian Tanaman Hias Cipanas-Cianjur, dari bulan November 2014 sampai Juli 2015. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan terdiri dari 17 genotip anyelir interspesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar genotip populasi C memiliki karakter yang sesuai dengan karakter anyelir tipe pot, yaitu tanaman pendek, diameter batang besar, jumlah cabang banyak, genjah, bunga bertahan lama dan jumlah bunga mekar/waktu banyak. Genotip C5, C8, C9, C10 dan C12 potensial dijadikan anyelir tipe pot.Kata kunci: Pemuliaan tanaman, Karakteristik tipe pot, Tanaman hias
Variabilitas Genotipe-Genotipe Mutan Krisan (Dendranthema grandiflora Tzvelv.) Generasi MV5 Hasil Irradiasi Sinar Gamma Dedeh Kurniasih; Dedi Ruswandi; Murdaningsih Haeruman Karmana; Warid Ali Qosim
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.382 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10881

Abstract

ABSTRACTVariability of mutant genotypes chrysanthemum (Dendranthema grandiflora Tzvelv.) fifth generationsthrough gamma iIrradiationDendranthema grandiflorum Tzvelv. is a major floriculture in Indonesia, and it is one of the five most popular flowers in Indonesia. Chrysanthemum varieties in Indonesia is largely the introduced varieties. Chrysanthemum hybridization especially for decorative flower type in order to obtain superior varieties is relatively difficult, so the mutation breeding is one approach that can be taken to get the chrysanthemum varieties with different phenotypic performances with the that parent.The purpose of this study was to obtain information genetic and phenotypic variability characters observed on chrysanthemum irradiated with gamma ray. The experiment was conducted by an experimental method using a randomized block design (RBD). The treatments consisted of 37 mutants genotypes and 11 genotypes chrysanthemums parent as controls with two replications. The results of this study indicated that the genotypes tested had broad genetic and phenotipic variation for the plant height, flower diameter, number of flower and neck lengths.Key words: Chrysanthemum mutants, Variability, Gamma ray irradiation.ABSTRAKKrisan merupakan komoditas tanaman hias utama di Indonesia dan paling banyak diminati masyarakat. Varietas-varietas krisan yang beredar di Indonesia sebagian besar merupakan varietas introduksi. Persilangan krisan khususnya untuk tipe bunga dekoratif dalam rangka memperoleh varietas unggul relatif sulit dilakukan, sehingga pemuliaan mutasi merupakan salah satu pendekatan yang dapat ditempuh untuk mendapatkan varietas krisan dengan penampilan fenotipik yang berbeda dengan induknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi variabilitas genetik dan fenotipik karakter-karakter yang diamati pada tanaman krisan yangd iradiasi dengan sinar gamma. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas 37 genotipe mutan krisan dan 11 genotipe tetua krisan sebagai kontrol dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe-genotipe yang diuji memiliki variabilitas yang luas untuk karakter tinggi tanaman, diameter bunga, jumlah kuntum dan panjang tangkai bunga.Kata kunci: Mutan krisan, Variabilitas, Sinar gamma
Kerentanan Jenis Tepung terhadap Infestasi Kumbang Tepung Merah (Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae) Hendrival Hendrival; Latifah Latifah; Dedi Saputra; Orina Orina
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.083 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10918

Abstract

ABSTRACT Susceptibility of various flour types to the investation of red flour beetle ( Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae) The research on the level of flour susceptibility against infestation of Tribolium castaneum has been conducted in laboratory under conditions of 28-30oC and relative humidity of 70-75%. Each type of flour was infested by 10 pairs of T. castaneum adult. Variables observation included the population growth, development period, weight losses percentage and susceptibility index. The results showed that degree of flour suitability against population growth namely wheat flour > corn flour > bran > mungbean flour > rice flour > potato flour > purple cultivar sweet potato flour > bread crumbs > glutinous rice flour > tapioca flour = sago flour. The longest median development time of T. castaneum was found in tapioca and sago flours of 86 days while the shortest was in wheat flour of 23.33 days. The highest weight loss percentage occurred on wheat and corn flours. The susceptibility level of flours to T. castaneum with resistant category included tapioca flour, corn flour, glutinous rice flour, purple cultivar sweet potato flour and bread crumbs. Mungbean flour was in moderate gategory while potato flour was in resistant to moderate category. Rice flour and bran were classified in susceptible category while corn and wheat flours were classified as highly susceptible. Keywords: Tribolium castaneum , Flour, Population growth, Development period, Susceptibility ABSTRAK Penelitian tingkat kerentanan jenis tepung terhadap infestasi Tribolium castaneum telah dilakukan di laboratorium pada kondisi suhu 28-30oC dan RH 70-75%. Setiap jenis tepung diinfestasi 10 pasang imago T . c a s t a n e u m . Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan populasi, periode perkembangan, persentase susut berat dan indek kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian jenis tepung terhadap pertumbuhan populasi yaitu tepung gandum > tepung jagung > dedak > tepung kacang hijau > tepung beras > tepung kentang > tepung ubi jalar kultivar ungu > tepung panir > tepung ketan putih > tepung tapioka = tepung sagu. Median waktu perkembangan T. castaneum paling lama dijumpai pada tepung tapioka dan sagu yaitu 86 hari, sedangkan paling singkat pada tepung gandum yaitu 23,33 hari. Susut berat tepung paling banyak terjadi pada tepung gandum dan jagung. Tingkat kerentanan jenis tepung terhadap T. castaneum yaitu katagori resisten meliputi tepung tapioka, tepung sagu, tepung ketan putih, tepung ubi jalar kultivar ungu, dan tepung panir. Katagori moderat yaitu tepung kacang hijau, sedangkan tepung kentang tergolong resisten sampai moderat. Tepung beras dan dedak tergolong katagori rentan, sedangkan tepung jagung dan gandum tergolong katagori sangat rentan. Kata Kunci: Tribolium castaneum , Tepung, Pertumbuhan populasi, Periode perkembangan, Tingkat kerentanan

Page 1 of 1 | Total Record : 8