cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Efektivitas Asam Humat dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao pada Media Tanam Subsoil Sari, Resti Puspa Kartika; Utoyo, Bambang; Permatasari, Nindy; Airlangga, Tandaditya Ariefandra; Nurmayanti, Sri; Lesmana, Adit Indra
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.68757

Abstract

Media tanam topsoil untuk pembibitan kakao semakin terbatas dan sebagai alternatif dapat digunakan tanah subsoil, tetapi kesuburannya ditingkatkan dengan penambahan asam humat. Selain itu, untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik pada tahap pembibitan dapat digunakan pupuk hayati Plant Growth Promoting Rizhobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi asam humat dan PGPR terbaik, serta interaksi keduanya dalam mengoptimalkan pertumbuhan bibit kakao di media tanam subsoil. Penelitian dilaksanakan di lahan kebun bibit tanaman perkebunan, Laboratorium Pengelolaan Tanaman Perkebunan, Politeknik Negeri Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial  dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi asam humat (tiga taraf: 0; 5; dan 7,5 g/L). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR (empat taraf: 0; 25; 50; dan 75 mL/L). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, dan dilanjutkan dengan uji lanjut jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara asam humat dengan PGPR pada tingkat kehijauan daun dan bobot kering tajuk, dengan konsentrasi paling optimum pada perlakuan 0 g/L asam humat + 25 mL/L PGPR dan 5 g/L asam humat + 50 mL/L PGPR.  Pemberian asam humat secara mandiri berpengaruh pada bobot kering akar dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 0 g/L dan  5 g/L asam humat, dan pada luas daun untuk konsentrasi 0 g/L asam humat. Pemberian PGPR secara mandiri berpengaruh pada bobot kering akar, luas daun, dan jumlah daun 30 HSA. Konsentrasi aplikasi PGPR terbaik untuk bobot kering akar dan luas daun adalah 75 mL/L, sedangkan untuk jumlah daun 30 HSA adalah 50 mL/L.
Karakterisasi Morfologis Sembilan Galur Padi Harapan Berdasarkan Simulasi Uji BUSS Carsono, Nono; Rofiuddin, Muhammad M. A.; Kadapi, Muhamad; Sari, Santika
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.62340

Abstract

Pengujian kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan (BUSS) merupakan tahapan penting dalam proses perolehan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan sembilan genotipe padi generasi F8 hasil persilangan antara ‘Sintanur’ dan ‘PTB33’ yang telah diperoleh melalui seleksi berbasis molekuler dan fenotipik. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi karakter morfologi genotipe padi melalui simulasi uji BUSS guna mengidentifikasi tingkat kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilannya berdasarkan panduan pelaksanaan uji BUSS tanaman padi. Percobaan dilaksanakan di lahan petani di Cilamaya, Kabupaten Karawang, pada ketinggian ±15 mdpl, dari bulan Juni hingga November 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas sembilan genotipe uji (SP 46-4-1-44-25, SP 46-4-1-44-29, SP 101-3-1-5-9, SP 87-1-1-76, SP 87-1-1-7-10, SP 87-1-1-7-12, SP 101-3-1-19-23, SP 101-3-1-19-24, dan SP 101-3-1-19-30) dan tujuh varietas pembanding (‘Sintanur’, ‘PTB33’, ‘Inpari 48’, ‘Inpari 42’, ‘Cilamaya Muncul’, ‘Inpari 32’, dan ‘Fatmawati’), dengan tiga ulangan. Analisis dilakukan menggunakan uji Least Significant Increase (LSI) dan penghitungan varians fenotipe.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 karakter yang diamati, sebanyak 29 karakter menunjukkan variasi antara genotipe uji dan varietas pembanding, sehingga memenuhi kriteria keunikan. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh genotipe uji memenuhi kriteria keseragaman dan kestabilan berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini. Kesembilan genotipe padi yang diuji telah memenuhi seluruh kriteria BUSS dan direkomendasikan untuk diajukan dalam proses perolehan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).