cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
Penggunaan Sistem Pemberian Air dan Jenis Mulsa untuk Peningkatan Efisiensi Konversi Energi pada Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) Ilmam, Hasbi Shidqi; Udayana, Cicik; Suryanto, Agus
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.64304

Abstract

Padi gogo adalah jenis padi yang ditanam di lahan kering yang selama masa pertumbuhannya tidak terendam air, dan kebutuhan airnya diperoleh dari kelembaban tanah yang berasal dari curah hujan. Teknologi irigasi tetes merupakan salah satu metode irigasi modern untuk menjaga kelembapan zona perakaran tanah. Penggunaan mulsa plastik berwarna dapat meningkatkan persediaan radiasi dan mengurangi kehilangan air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan cahaya pantul (albedo), efisiensi konversi energi (EKE) pada tanaman serta peningkatan produksi padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2024 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur dengan ketinggian ± 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan suhu berkisar antara 20-32 °C dan kelembaban udara 74-82%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Tersarang (Nested Design) dengan dua jenis sistem pemberian air yaitu sistem irigasi penggenangan dan sistem irigasi tetes serta lima jenis mulsa yaitu tanpa mulsa, mulsa jerami, mulsa geowoven, mulsa plastik hitam perak, dan mulsa plastik hitam putih. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan jenis mulsa dapat meningkatkan albedo dan EKE dengan mulsa plastik hitam putih dapat meningkatkan albedo dan EKE secara signifikan. Sementara itu, penggunaan jenis mulsa geowoven dapat meningkatkan 45,80% hasil produksi per hektar tanaman padi gogo dibanding tanpa mulsa terhadap gabah kering giling.
Risk Mitigation for Cattle - Oil Palm Integration Farming (SISKA) in West Kalimantan Province Nugraha, Aditya; Permatasari, Nia
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.62444

Abstract

Cattle-oil palm integration (SISKA) is one strategy that can improve several achievements of the Sustainable Development Goals (SDGs) and reduce the risk of indirect land use change (ILUC). One of the problems with SISKA development is the low interest of cattle farmers in areas surrounding oil palm plantations, which is attributed to a lack of knowledge among cattle farmers regarding risk management. There have been many studies on cattle-oil palm integration systems, but research on risk mitigation has not been comprehensively analyzed. The research was carried out between February and May 2024. The population of this study consisted of the heads and members of four SISKA clusters (Meso Tani, Dekan Jaya, Rimba Makmur, and Subur Kampit) in Sanggau District, West Kalimantan Province, with a sample size of 30 individuals. This study used the House of Risk model to identify and mitigate risks. The research results showed that three of seven risk sources must be prioritized and addressed, namely, weed control using herbicides by the company, cattle entering replanting land, and inbreeding. This study resulted in three strategies for handling risk agents, namely the use of electric fences, the implementation of a rotational grazing system, and the procurement of superior bulls.
Studi Komparatif Cara Aplikasi Bakteri Endofit untuk Menghambat Perkembangan Penyakit Hawar Pelepah Daun Padi (Rhizoctonia solani) Widiantini, Fitri; Krissanti, Petra Sulistya Dian; Rasiska, Siska; Susanto, Agus; Yulia, Endah
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.63212

Abstract

Penyakit hawar pelepah daun pada tanaman padi yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani merupakan salah satu penyakit utama yang menyebabkan kerugian signifikan dalam budidaya padi, sehingga perlu diterapkan strategi pengendalian yang efektif. Penggunaan bakteri endofit sebagai agens biokontrol untuk mengendalikan penyakit tanaman menjadi salah satu pendekatan alternatif yang cukup menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai metode aplikasi bakteri endofit dalam mengendalikan hawar pelepah daun. Bakteri endofit yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri endofit Os1, Os6, dan Os7 yang memiliki aktivitas antagonis. Metode aplikasi yang diuji meliputi perendaman benih, penyemprotan ke daun, penyiraman suspensi ke tanah, serta kombinasi dari ketiganya. Percobaan dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 14 perlakuan aplikasi bakteri endofit yang masing-masing diulang tiga kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi perendaman benih, penyemprotan daun, dan penyiraman tanah dengan suspensi bakteri endofit Os6 memberikan hasil paling efektif dalam menekan perkembangan hawar pelepah, dengan nilai relative lesion height (RLH) sebesar 11,16% dan intensitas penyakit sebesar 7,41%. Penyakit hawar pelapah daun menyebar terutama melalui anakan yang terinfeksi, dan perlakuan kombinasi aplikasi Os6 juga terbukti paling efektif dalam menekan persentase anakan terinfeksi yang ditunjukkan dengan persentase anakan terserang sebesar 7,68% dan menghasilkan nilai THR (tingkat hambat relatif) sebesar 88,23%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi cara aplikasi bakteri endofit yang berpotensi sebagai agens biokontrol (Os6) memberikan perlindungan pada tanaman padi terhadap penyakit hawar pelepah daun.
Efektivitas Ekstrak Air Daun Gulma Anting-anting (Acalypha indica L.) dalam Menekan Jumlah Gall Akibat Infeksi Meloidogyne spp. pada Tanaman Tomat Sunarto, Toto; Sudarjat, Sudarjat; Zahra, Zakiah
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.65170

Abstract

Penyakit bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. merupakan penyakit penting pada tanaman tomat serta dapat menurunkan kualitas dan kehilangan hasil hingga 68%. Ekstrak air daun gulma anting-anting memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak air daun gulma anting-anting (Acalypha indica L.) yang efektif dalam menekan infeksi Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi, Divisi Laboratorium Nematologi Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, dan rumah kaca, Kebun Percobaan, Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 7 perlakuan dan 4 ulangan. Percobaan terdiri atas kontrol, ekstrak air daun gulma anting-anting 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, dan karbofuran 2 g/tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak air daun gulma anting-anting menekan jumlah gall pada akar tanaman tomat dibandingkan dengan kontrol, namun tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, terhadap bobot segar bagian atas tanaman dan terhadap bobot segar akar tanaman. Konsentrasi ekstrak air daun gulma anting-anting 10% efektif menekan jumlah gall pada tanaman tomat sebesar 88,79%.
Pengaruh Jangka Panjang Sistem Olah Tanah dan Residu Pupuk Nitrogen terhadap Keanekaragaman Vegetasi dan Simpanan Biji Gulma Sari, Resti Puspa Kartika; Utoyo, Bambang; Fauziah, Lu'lu' Kholidah
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.59777

Abstract

Pengendalian gulma secara mekanis melalui sistem olah tanah yang tepat mampu menekan pertumbuhan gulma dan meminimalisir penggunaan herbisida kimiawi. Namun, sistem pengolahan tanah yang tidak tepat dapat menyebabkan terangkatnya biji dan propagul gulma yang sudah lama dorman dalam tanah naik ke atas permukaan tanah, sehingga menjadi viable untuk berkecambah dan memperbanyak diri. Faktor lain pemacu pertumbuhan gulma adalah tersedianya unsur hara yang cukup dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan residu pupuk N jangka panjang tahun ke-34 setelah 2 tahun pemberaan lahan terhadap keanekaragaman vegetasi dan simpanan biji gulma dalam rangka merumuskan strategi pengendalian gulma. Penelitian dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, terdiri dari dua faktor: sistem olah tanah (olah tanah intensif, olah tanah minimum, dan tanpa olah tanah) dan residu pupuk N (0, 100, dan 200 kg/ha. Pada Tahap 1, analisis difokuskan pada vegetasi gulma di atas permukaan tanah, sedangkan pada Tahap 2, penelitian meneliti simpanan benih gulma pada kedalaman tanah 20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem olah tanah minimum tanpa residu pupuk nitrogen dan tanpa olah tanah dengan residu N 100 kg/ha pada tahun 2021, mampu menekan pertumbuhan gulma hingga tahun 2024. Residu pupuk N pada lahan yang telah diberakan selama dua tahun tidak berpengaruh terhadap keanekaragaman vegetasi gulma. Integrasi berbagai strategi pengelolaan gulma dapat mengurangi dampak negatif kehadiran gulma di pertanian. Petani dapat mengadopsi teknologi pengolahan tanah konservasi dan pertanian presisi untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi.
Analisis Efisiensi Produksi Usahatani Jagung di Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan Pohan, Elvina Damayanty; Ariyani, Aminah Happy Moninthofa; Hayati, Mardiyah
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.63169

Abstract

Produksi jagung dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional, sehingga Indonesia masih bergantung pada impor. Desa Kertagena Tengah memiliki potensi pertanian jagung, namun hasil produksinya masih rendah akibat dari penggunaan input yang belum optimal serta keterbatasan sistem irigasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung, mengetahui tingkat efisiensi teknis petani dan menganalisis sumber inefisiensi pada usahatani jagung. Penelitian ini melibatkan 92 responden, dan data dianalisis menggunakan pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA). Hasil penelitian menjelaskan bahwa luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk kandang, dan pestisida berpengaruh terhadap produksi, sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh. Nilai rata-rata efisiensi teknis yang diperoleh sebesar 0,80 dengan 63 petani telah mencapai efisiensi teknis, sementara 29 petani masih berupaya meningkatkan produksi. Sumber inefisiensi yang berpengaruh terhadap produksi jagung meliputi pekerjaan sampingan, varietas benih hibrida, dan tipe irigasi, sedangkan umur, pendidikan, dan pengalaman bertani tidak berpengaruh. Untuk meningkatkan produksi, petani perlu mengoptimalkan penggunaan input sesuai dengan dosis anjuran, mempertimbangkan penggunaan irigasi pompa air, serta mengelola waktu dengan lebih baik agar usahatani tetap terfokus dan berkelanjutan.
Pengaruh Fluktuasi Unsur Iklim Tahunan terhadap Produksi Padi: Studi Empiris Berdasarkan Data Historis Masahid, Masahid; Dawud, Moh Yusuf; Abryandoko, Eko Wahyu
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.63758

Abstract

Produksi padi sebagai komoditas strategis nasional sangat dipengaruhi oleh dinamika iklim, terutama di wilayah agraris seperti Kabupaten Bojonegoro. Wilayah ini dipilih karena merupakan salah satu lumbung padi utama di Jawa Timur dan menunjukkan fluktuasi hasil panen yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan iklim telah menyebabkan fluktuasi suhu, curah hujan, dan faktor cuaca lainnya yang berdampak pada penurunan hasil panen. Penelitian ini menggunakan data iklim tahunan dari tahun 2016 hingga 2024 untuk menganalisis variabilitas iklim jangka pendek serta hubungannya dengan produksi padi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis korelasi dan pemodelan regresi linier berganda. Variabel iklim yang dianalisis meliputi suhu rata-rata, suhu maksimum, suhu minimum, curah hujan, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu minimum memiliki korelasi positif yang sangat kuat terhadap produksi padi, sementara kecepatan angin menunjukkan korelasi negatif yang signifikan. Model regresi menghasilkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,99, yang menunjukkan bahwa hampir seluruh variasi produksi padi dapat dijelaskan oleh unsur-unsur iklim seperti suhu, curah hujan, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Uji signifikansi juga menunjukkan bahwa curah hujan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap hasil panen (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya strategi adaptasi iklim berbasis data lokal untuk menjaga stabilitas produksi padi dan mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah.
Identifikasi Kesuburan Tanah pada Penggunaan Lahan Berbeda di Kecamatan Tinangkung Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Sariani, Sariani; Ladonu, Moh. Ilham
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.63034

Abstract

Kesuburan tanah merupakan indikator penting dari kapasitas tanah untuk memasok nutrisi penting bagi pertumbuhan tanaman. Mengingat perannya yang signifikan dalam keberhasilan produksi tanaman dan langkanya penelitian yang komprehensif tentang kesuburan tanah khususnya di Kecamatan Tinangkung Selatan, maka data yang tersedia sangat terbatas mengenai dampak jangka panjang yang dapat menghambat keberhasilan pengembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesuburan tanah di berbagai penggunaan lahan di Kecamatan Tinangkung Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Sampel tanah dikumpulkan dengan menggunakan bor tanah pada kedalaman 0-30 cm, dengan tiga sampel diambil dari setiap penggunaan lahan dan kemudian dikompositkan, sehingga menghasilkan delapan titik sampel yang representatif. Unsur hara yang dianalisis yakni sifat kimia yang meliputi kandungan pH tanah, C-organik, fosfor (P), kalium (K), kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa (KB). Penelitian ini menggunakan teknik pencocokan (matching) untuk membandingkan nilai kesuburan tanah aktual dengan kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan penilaian kesuburan tanan, sehingga dapat menentukan status kesuburannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam penggunaan lahan diklasifikasikan sebagai penggunaan lahan dengan tingkat kesuburan rendah, sementara dua penggunaan lahan dikategorikan sebagai penggunaan lahan dengan tingkat kesuburan sedang. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, beberapa strategi dapat diterapkan, termasuk praktik pengelolaan lahan yang tepat, mengedukasi petani untuk menghindari pembakaran lahan, dan memasukkan amandemen tanah seperti bahan organik atau biochar untuk meningkatkan kualitas kimia, fisika, dan biologi tanah.
Insidensi Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. cepae) pada Daerah Pengembangan Bawang Merah di Provinsi Riau Irfandri, Irfandri; Silvina, Fetmi; Ramadhoni, Rizky
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.62767

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) menjadi salah satu komoditas hortikultura yang banyak dimanfaatkan masyarakat Provinsi Riau, Indonesia. Provinsi Riau mengupayakan peningkatan produktivitas bawang merah dengan melakukan pengembangan daerah penanaman bawang merah, namun produktivitas bawang merah masih rendah. Hal ini salah satunya disebabkan oleh gangguan penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. cepae). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data insidensi penyakit layu fusarium dan upaya pengendaliannya. Penelitian menggunakan metode survei dan observasi. Pengamatan yang dilakukan yaitu kondisi lahan, gejala, serta insidensi dan intensitas penyakit layu fusarium. Hasil penelitian menunjukkan gejala penyakit layu fusarium yaitu daun berwarna hijau pucat hingga menguning, cenderung terpelintir, layu, kering, dan umbi membusuk. Insidensi dan intensitas penyakit layu fusarium di beberapa lokasi penelitian, seperti Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Rokan Hulu, dan Dumai berbeda. Lokasi penelitian dengan insidensi dan intensitas penyakit layu fusarium tertinggi berada di Kelurahan Kulim Kota Pekanbaru masing-masing sebesar 17,35% dan 22,61%, sedangkan lokasi dengan tingkat serangan penyakit terendah berada di Desa Langsat Permai Kabupaten Siak dengan tidak adanya insidensi penyakit layu fusarium. Upaya pengendalian yang dilakukan petani yaitu penggunaan fungisida sintetik, rotasi tanaman, pemberian kapur, dan pemanfaatan agens hayati.
Penggunaan Perangkap Warna Berperekat dan Aroma Rempah untuk Mengendalikan Hama Gudang Lasioderma serricorne F. (Coleoptera: Anobiidae) Pramayudi, Nur; Yani, Firli Difa; Jauharlina, Jauharlina
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.61594

Abstract

Tembakau jenis cerutu memegang peranan penting sebagai komoditas strategis di Indonesia. Tiap tahunnya, sekitar 10-15% hasil tembakau di gudang mengalami kerugian akibat serangan serangga. Salah satu cara pengendalian serangga hama adalah dengan menggunakan perangkap warna, dengan memanfaatkan ketertarikan serangga terhadap warna yang kontras. Daya tarik dapat ditingkatkan dengan penggunaan umpan berupa makanan maupun zat atraktan. Serangga Lasioderma serricorne F. (Coleoptera: Anobiidae) adalah salah satu hama utama daun tembakau pada saat memasuki masa pascapanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perangkap warna berperekat dan aroma rempah terhadap hama L. serricorne. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yang terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan. Pengambilan sampel menggunakan perangkap dengan warna berbeda dengan lem perekat dan rempah berupa serbuk sebagai atraktan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perangkap kuning dengan cengkeh dan perangkap kuning dengan ketumbar efektif dalam menarik L. serricorne dengan masing-masing jumlah yang terperangkap yaitu 7,33 dan 6.00 individu pada satu minggu setelah aplikasi (MSA). Pada perangkap kuning dengan cengkeh jumlah kumbang jantan yang terperangkap setelah 4 kali pemasangan perangkap sebanyak 6,17 individu dan betina 3,67 individu. Pada perangkap kuning dengan ketumbar jumlah kumbang jantan sebanyak 4,50 individu dan betina 2,50 individu. Perangkap warna berperekat dan aroma rempah dapat menarik serangga lain termasuk serangga ordo Diptera (340 individu dengan 8 spesies), Coleoptera (3 individu dengan 2 spesies), dan Hymenoptera (1 individu).