cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 20872607     EISSN : 26544911     DOI : -
Jurnal aplikasi pelayaran dan kepelabuhanan merupakan jurnal ilmiah untuk penelitian di bidang Nautika, Teknika, Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan.
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Pentingnya Persiapan Palka Pada Kapal General Cargo dan Pengaruhnya Terhadap Biaya Kapal di Pelabuhan Kuncowati, -
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.625 KB)

Abstract

Kapal general cargo mengangkut muatan dalam berbagai sifat dan cara pengapalan di kapal sehingga setelah selesai membongkar muatan akan meninggalkan sampah muatan, sampah dunnage, dan debu, sehingga untuk memuat jenis muatan lainnya, perlu persiapan palka/ruang muat, sehingga ruang muat akan siap memuat tepat waktu sehingga biaya di pelabuhan termasuk biaya untuk kapal berlabuh dan sandar menjadi bertambah dan tidak mengakibatkan rusaknya muatan karena kotor, basah, dan sebagainya.
Pengaruh Budaya Organisasi, Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kinerja Karyawan PT. Pelindo III Surabaya Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 6, No 2 (2016): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.973 KB)

Abstract

Kinerja adalah keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode/waktu tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran maupun kriteria yang ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Guna meningkatkan kinerja, PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) menetapkan budaya perusahaan sebagai pedoman kerja bagi seluruh elemen Pelindo III. Budaya perusahaan dibentuk sebagai pedoman pegawai dalam bertindak, bersikap, dan berperilaku. Oleh karenanya, manajemen Pelindo III telah menetapkan budaya perusahaan yang terbagi dalam tiga nilai inti utama. Ketiga nilai inti tersebut adalah Customer Focus, Care, dan Integrity. Budaya perusahaan Pelindo III bertumpu kepada nilai-nilai inti yang merupakan hal paling mendasar bagi insan Pelindo III untuk beroperasi secara efektif dan berkelanjutan, yaitu Customer Focus, Care, dan Integrity. Karakteristik individu merupakan suatu proses psikologi yang mempengaruhi individu dalam memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman. Karakteristik individu merupakan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan dan mempengaruhi perilaku individu. Sumber daya yang terpenting dalam organisasi adalah sumber daya manusia, orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas, dan usaha mereka kepada organisasi agar suatu organisasi dapat tetap eksistensinya. Setiap manusia memiliki karakteristik individu yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Karakteristik pekerjaan merupakan sifat dan tugas yang meliputi tanggung jawab, macam tugas, dan tingkat kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan itu sendiri. Pekerjaan yang secara intrinsik memberikan kepuasan akan lebih memotivasi bagi kebanyakan orang daripada pekerjaan yang tidak memuaskan. Karakteristik pekerjaan adalah atribut tugas karyawan dan meliputi jumlah tanggung jawab, berbagai tugas, dan sejauh mana pekerjaan itu sendiri mempunyai karakteristik yang orang mendapatkan kepuasan. Suatu pekerjaan yang secara intrinsik memuaskan akan lebih memotivasi bagi banyak orang daripada pekerjaan yang tidak memuaskan. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang sesuai tujuan hipotesis dengan menggunakan regresi linier berganda, maka hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh dari pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu budaya organisasi (X1), karakteristik individu (X2), dan karakteristik pekerjaan (X3) secara simultan (bersamaan) berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu terhadap kinerja karyawan (Y) PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Surabaya. Pengaruh pengujian secara parsial diketahui sbeagai berikut, secara parsial variabel bebas yaitu budaya organisasi (X1), karakteristik individu (X2), dan karakteristik pekerjaan (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat kinerja karyawan (Y) PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Surabaya.
Implementasi Kebijakan Sistem Standar Mutu Kepelautan Indonesia (Studi Implementasi SKB 3 Menteri Nomor. KM. 41 Tahun 2003 - Nomor. 5/U/KB/2003 - Nomor. KEP.208A/MEN/2003 di Prodi Nautika Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah) Hidayat, Sapit
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 8, No 1 (2017): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.332 KB)

Abstract

Dalam rangka meningkatkan mutu tenaga pelaut Indonesia, maka diupayakan adanya peningkatan mutu lembaga pendidikan dan pelatihan maritim. Penetapan standar minimum lembaga penyelenggara pendidikan dan latihan pelaut, penilaian dilakukan terhadap 4 komponen yang meliputi Organizational and Staff Recources (OS), Infra-provision Teaching Fasilities (ITF), CompetenceEducation and Training (Ed), dan Equipment and Teaching Materials (Eq). Empat komponen tersebut merupakan bagian dari Surat Keputusan Bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan Nasional, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KM. 41 Tahun 2003 - 5/U/KB/2003 - Kep.208A/ MEN/2003. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tersebut pada Program Studi Nautika PDP UHT dengan mengidentifikasi faktor penentu keberhasilan maupun kegagalan. Penelitian ini menggunakan model analisis implementasi kebijakan Daniel A. Mazmanian dan Paul A. Sabatier (1983), yang mengemukakan permasalahan yang mungkin timbul dalam implementasi sistem standar mutu kepelautan Indonesia, struktur undang-undang maupun non undang-undang, serta tahap-tahap dalam proses implementasi itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SKB 3 Menteri belum terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan adanya permasalahan teknis yang meliputi perbedaan standar waktu perkuliahan, serta ketidaksesuaian kualifikasi dosen dan tenaga laboran yang ada dengan kualifikasi yang dipersyaratkan dan minimnya fasilitas pendukung berupa peralatan serta perlengkapan laboratorium. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterbatasan alokasi sumber daya keuangan merupakan faktor utama pemicu timbulnya permasalahan di atas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pengelolaan sumber daya terutama sumber daya keuangan untuk lebih difokuskan kepada pengadaan peralatan pendidikan dan pelatihan secara bertahap dan berkelanjutan serta peningkatan dan penyesuaian kualifikasi akademik staf pengajar.
Pengaruh Budaya K3 dan Iklim K3 Terhadap Kinerja Karyawan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 9, No 1 (2018): Bulan September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.885 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya keselamatan kerja dan iklim keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini seluruh karyawan Pelindo III Propinsi Jawa Timur pada bagian tenaga operasional lapangan yang dengan jumlah 404 orang. Metode penarikan sampel proporsional random sampling. Penetapan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin, dengan jumlah 218 responden. Pengukuran variabel Budaya Keselamatan diukur dengan menggunakan indikator: komitmen manajemen, peraturan dan prosedur, komunikasi, keterlibatan pekerja, kompetensi, lingkungan kerja. Iklim keselamatan  diukur dengan menggunakan indikator: management value, safety communication, safety practices, safety training dan safety equipment. Kinerja karyawan diukur dengan menggunakan indikator: kuantitas, kualitas, keandalan, kehadiran dan kemampuan bekerja sama. Hasil Penelitian : 1). Budaya keselamatan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur. Budaya keselamatan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur yang kuat akan membawa dampak terhadap kinerja karyawan. Hal ini dikarenakan dengan penerapan  keselamatan kerja yang tinggi karyawan akan merasa aman dalam melaksanakan pekerjaan mengingat keselamatan merupakan hal yang penting di lingkungan kerja. Dengan kondisi budaya keselamatan yang kuat di PT. Pelindo III Provinsi Jawa Timur juga dapat mengarahkan karyawan untuk bersikap dan bertindak, karena organisasi yang memiliki budaya yang kuat memiliki nilai-nilai dan codes of conduct bagi para karyawan untuk melakukan kinerja. 2). Hasil iklim keselamatan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur. Artinya iklim keselamatan  dapat meningkatkan kinerja karyawan. Peningkatan kinerja karyawan ini disebabkan karena adanya sikap kepedulian pihak manajemen PT. Pelindo III Provinsi Jawa Timur terhadap keselamatan karyawan serta ketersediaan alat-alat perlengkapan keselamatan yang memadai.
Pengaruh Komitmen Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya Yanti, Dyah Agustin Widhi
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 1 (2016): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.944 KB)

Abstract

Melalui penerapan kesehatan dan keselamatan kerja yang dilaksanakan di PT. Pelabuhan Indonesia III(Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya kejadian yang tidak diinginkan atau dapat menimbulkan kerugiandapat dicegah. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, yangmenyatakan kewajiban pengusaha melindungi tenaga kerja dari potensi bahaya yang dihadapi. Dalampelaksanaan Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja itu sendiri juga mengacu pada Permenaker RI Nomor :Per.05/MEN/1996 pasal 3 ayat 1 dan 2 tentang Sistem Manajemen Keelamatan dan Kesehatan Kerja yangmenyatakan bahwa “Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih danatau mengandung potensi bahaya (Depnakertrans, 2011). Rumusan masalah, Apakah Komitmen BerpengaruhTerhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang TanjungPerak Surabaya? Hasil Penelitian, peranan komitmen perusahaan terhadap penerapan kesehatan dankeselamatan kerja. Perusahaan berkomitmen untuk menyediakan tempat kerja yang sehat dan aman,mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta mencegah polusi lingkungan. Hal ini merupakantanggung jawab bersama antara perusahaan dan karyawan, dimana keberhasilan dari kebijakan inisepenuhnya terletak pada keterlibatan dari semua karyawan dengan cara menjalankan kebiasaan kerja yangbaik dalam bidang kualitas lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja, perlindungan K3 terhadapkaryawan dan operasional di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya. Sesuaidengan observasi langsung yang dilakukan peneliti, para karyawan dan operasional PT. Pelabuhan IndonesiaIII (Persero) cabang Tanjung Perak Surabaya mendapatkan tunjangan kesehatan untuk karyawan danoperasional. Untuk pekerja di lapangan diberikan safety shoes, life jacket, helmet, dll. Kesehatan dankeselamatan kerja sangat diperhatikan oleh pihak PT. Pelindo salah satunya pemakaian tanda pengenal diri,apabila terjadi insiden segera dikenali dan bisa ditindaklanjuti. Kegiatan K3 dan kegiatan dalampemeliharaan lingkungan hidup kerja yang berwawasan Eco port. Menurut observasi langsung ada banyakkegiatan K3 di PT. Pelabuhan Indonesia III cabang Tanjung Perak Surabaya seperti pemasangan ramburambuK3, inspeksi yang bertujuan sebagai controlling apakah sudah memenuhi standar lingkungan hidupyang berwawasan lingkungan hidup (Eco port) atau tidak. Kegiatan ini adalah salah satu komitmenperusahaan yang bertujuan untuk mengurangi dampak global warming dan pencemaran di area pelabuhandan PT. Pelindo itu sendiri. Peningkatan K3 yang sesuai dengan SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan danKeselamatan Kerja) dalam peraturan Menteri Tenaga kerja yang tertuang dalam PER 05/MEN/1996mensyaratkan agar perusahaan menunjukkan komitmennya terhadap pelaksanaan SMK3 dengan menetapkankebijakan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3). Upaya-upaya yang dilakukanperusahaan dalam meningkatkan keselamatan kerja. Menurut hasil observasi langsung di lapangan upayaupayayang dilakukan oleh perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) cabang Tanjung PerakSurabaya adalah melakukan pemeriksaan gerbang area terbatas gate dedicated area salah satu pemeriksaanyang dilakukan adalah kelengkapan pemakaian APD (alat pelindung diri). Menurut hasil pengamatan,perusahaan sudah menyiapkan ID card berlangganan dan ID card tamu bagi pengunjung yang memasukidedicated area tersebut.
Verifikasi Iris Mata Manusia Untuk Menerima Atau Menolak Identitas Yang Diklaim Oleh Penumpang Kapal Ariesanto Akhmad, Ekka Pujo
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 8, No 2 (2018): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.035 KB)

Abstract

Pada proses pengenalan identitas penumpang kapal ada beberapa masalah yang muncul yaitu masalah identifikasi dan verifikasi, yang membuat proses pengenalan identitas tidak efisien. Masalah verifikasi akan diselesaikan dengan metode pengenalan iris mata, yang terbukti efisien digunakan untuk memecahkan masalah seperti pada proses pengenalan identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengenalan iris mata mampu memverifikasi citra mata dengan tingkat keberhasilan 100% untuk citra uji sama dengan citra basis data dari mata yang sama. Pengujian citra uji berbeda dengan citra basis data dari mata yang sama (intra-class) menghasilkan nilai rasio kesalahan ketidakcocokan (False Non Match Rate (FNMR)) 15,90%. Tingkat kesuksesan pengenalan suatu sistem biometrik (Genuine Acceptance Rate (GAR)) dapat dihitung dengan rumus GAR = 1 – FNMR, atau GAR = 1 – 15,90% hasilnya adalah 84,10%. Pengujian citra uji berbeda dengan citra basis data dari mata yang berbeda (inter-class) menghasilkan nilai rasio kesalahan kecocokan (False Match Rate (FMR)) 27,72%.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Pemanduan Terhadap Kepuasan Pelanggan di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya Kusuma, Nunuk Widyawati; Setiono, Benny Agus; Poli, Sofyan
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 6, No 1 (2015): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.831 KB)

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana pengaruh kualitas pelayanan jasa pemanduan terhadap kepuasan pelanggan pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian eksplanasi atau menjelaskan kedudukan dari variabel yang diteliti dengan pendekatan kuantitatif, variabel bebas yang digunakan adalah Tangibles (X1), Reliability (X2), Responsiveness (X3), Assurance (X4), Empathy (X5), sedangkan variabel terikat adalah kepuasan pelanggan (Y). Data utama dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari jawaban responden terhadap kuisioner yang disusun oleh peneliti. Lokasi penelitian di PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak Surabaya. Teknik analisis datanya menggunakan uji validitas dan reliabilitas, persamaan regresi linear berganda. Untuk pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dengan skala likert. Dari hasil penelitian dengan bantuan program SPSS diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut Y = 0.551 + 0.136 X1 + 0.221 X2 + 0.186 X3 + 0.148 X4 + 0.278 X5 + e , dari hasil uji F yang menunjukkan bahwa nilai Fhitung (2814.983) dengan nilai signifikansi 0.000, sehingga seluruh variabel bebas secara signifikan berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan pelanggan. Sedangkan Sesuai dengan hasil perhitungan uji t Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Tangibles (X1), Reliability (X2), Responsiveness (X3), Assurance ( X4), Empathy (X5), secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y), hal ini diketahui dari nilai signifikansi variabel Tangibles sebesar 0.005 dengan thitung sebesar 2.944, signifikansi variabel Reliability sebesar 0.000 dengan thitung sebesar 4.140, signifikansi variabel Responsiveness sebesar 0.000 dengan thitung sebesar 4.089, signifikansi variabel Assurance sebesar 0.014 dengan thitung sebesar 2.564, signifikansi variabel Empathy sebesar 0.000 dengan thitung sebesar 4.785.
Penerapan Analisis Du Pont Untuk Mengetahui Kondisi Keuangan PT. Pelayaran Tempuran Emas Tbk Tahun 2014-2015 Ariesanto Akhmad, Ekka Pujo
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 6, No 2 (2016): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.8 KB)

Abstract

Pada proses perubahan kondisi dan kinerja keuangan perusahaan ada beberapa masalah yang muncul yaitu masalah analisis rasio keuangan yang terpisah-pisah, yang membuat proses analisis laporan keuangan tidak dalam kesatuan yang utuh. Masalah analisis laporan keuangan akan diselesaikan dengan analisis DuPont, yang terbukti efisien digunakan untuk memecahkan masalah seperti pada proses perubahan kondisi dan kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis DuPont mengukur kinerja keuangan perusahaan PT. Pelayaran Tempuran Emas Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2014-2015 diperoleh rata-rata dari masingmasingvariabel yaitu, Pengembalian Atas Aktiva (Return On Asset) 15,14, Marjin Laba Bersih (Profit Margin) 15,23, Total Perputaran Aktiva (Total Asset Turnover) 1,00. Dari perhitungan masing- masing variabel PT. Pelayaran Tempuran Emas Tbk mengalami fluktuasi tiap tahunnya dan berada di atas rata-rata kecuali Total Asset Turnover. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba cukup baik.
Analisis Pelayanan Tiket Terhadap Kepuasan Penumpang KM. Sinabung pada PT. Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Surabaya Yuliana, -; Poli, Sofyan
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 9, No 1 (2018): Bulan September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.856 KB)

Abstract

PT. PELNI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi laut yaitu kapal penumpang. Pentingnya “pelayanan” terhadap kepuasan penumpang sangat berpengaruh, Pelayanan penumpang dapat didefenisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan penumpang dan dalam bentuk barang, yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh intansi pemerintah di pusat, di daerah, dan di lingkungan BUMN, atau BUMD dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja jasa pelayanan serta mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa Pelayanan terhadap PT. PELNI. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, dari aspek kualitas pelayanan sikap pegawai PT. PELNI terhadap penumpang dan, secara umum kinerja pelayanan yang belum memuaskan, akan tetapi masih memerlukan beberapa pembenahan guna memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada seluruh pengguna jasa oleh pihak PT. PELNI. Kedua, berdasarkan tanggapan penumpang terhadap fasilitas yang disediakan oleh pihak PT. PELNI masih kurangnya tempat penjualan tiket dan tempat loket tiket, sehingga menimbulkan antrian panjang yang menimbulkan penumpang saling rebutan untuk segera bisa masuk ke dalam kapal KM. Sinabung. Ketiga keamanan terhadap penumpang yang masih menyebabkan keresahan dan kerugian pada penumpang terhadap masih adanya pencaloan atau tiket palsu, bentrokan antar penumpang. Artinya sebagian besar penumpang menginginkan perbaikan pada tiga indikator tersebut dan harus menjadi prioritas dalam peningkatan pelayananannya oleh pihak PT. PELNI pada masa akan datang dalam memberikan layanan.
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja Karyawan Depo JAPFA PT. Salam Pasific Indonesia Lines (SPIL) di Surabaya Shidiq, Hasby Ash; Purwanto, F.X. Adi; Poli, Sofyan
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 2 (2017): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.669 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT Salam Pasific Indonesia Lines (SPIL) di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu pada kinerja karyawan. Salah satu bagian dari PT Salam Pacific Indonesia Lines (PT SPIL) Surabaya adalah depo JAPFA. Beberapa hal yang peneliti amati di depo JAPFA PT Salam Pacific Indonesia Lines (PT SPIL) Surabaya antara lain adanya beberapa kekurangan dalam hal lingkungan kerja. Selain itu, variabel lain yang menjadi fokus penelitian ini adalah karakteristik individu yang meliputi perbedaan usia, kemampuan, dan masa kerja setiap individu atau karyawan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan 2 variabel independen, yaitu lingkungan kerja (X1) dan karakteristik individu (X2) dengan variabel dependen yaitu kinerja karyawan (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan depo JAPFA PT Salam Pacific Indonesia Lines (PT SPIL) di Surabaya. Analisa data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari uji validitas adalah valid, uji reliabilitas adalah reliabel. Dari hasil analisis regresi berganda, hasil dari uji koefisien determinasi diperoleh sebesar 50,3% dimanavariabel lingkungan kerja dan karakteristik individu mampu menjelaskan kinerja karyawan sebesar 50,3%. Selain itu, hasil uji t dan uji F menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan karakteristik individu berpengaruh terhadap kinerja karyawan.