cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 20872607     EISSN : 26544911     DOI : -
Jurnal aplikasi pelayaran dan kepelabuhanan merupakan jurnal ilmiah untuk penelitian di bidang Nautika, Teknika, Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan.
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Pengaruh Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 2 (2017): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.138 KB)

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk meneliti “Pengaruh Rentabilitas terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) Sektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015”. Perumusan masalah adalah Bagaimana pengaruh Rentabilitas yang diproksikan dengan Return On Asset terhadap Capital Adequacy Ratio sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? Bagaimana pengaruh Rentabilitas yang diproksikan dengan Return On Equity terhadap Capital Adequacy Ratio sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? Data penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan publikasi masing-masing bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 sampai dengan 2015.Sampel yang digunakan adalah 26 perusahaan perbankan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Return on Asset (ROA) secara parsial mempunyai pengaruh terhadap CAR. Karena nilai keseluruhan Bank Konvensional sudah di atas standar nilai minimum yangdiberikan Bank Indonesia yaitu minimal 1,5%. Pihak menejemen bank tersebut sudah bekerja dengan efisien dalam menggunakan aset bank, sehingga menghasilkan laba atau keuntungan yang sangat besar. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada ROA akan berpengaruh terhadap CAR.Pengaruh yang ditunjukkan oleh ROA mengindikasikan bahwa apabila ROA mengalami kenaikan, maka CAR akan mengalami kenaikan, dan sebaliknya apabila ROA mengalami penurunan, maka CAR akan mengalami penurunan. Return on Equity (ROE) secara parsial tidak pengaruh terhadap CAR, hal inidisebabkan karena penurunan laba bersih setelah pajak dan total ekuitas, sehingga berdampak pada rasio modal yang tidak baik dan mempengaruhi kecukupan modal dan bila dihubungkan dengan regulasi Bank Indonesia nilai ROE seharusnya lebih besar dari 12%. Berdasarkan dari penelitian ini ROE tidakberpengaruh terhadap CAR.
Kajian Teori Distribusi Dalam Ekonomi Syariah Kusuma, Bhakti Hendra
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 8, No 2 (2018): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.489 KB)

Abstract

ulisan ini mencoba mengkaji tentang salah satu aspek penting dalam teori ekonomi yakni teori distribusi, dalam perspektif syariah yang dimulai: dengan kelemahan sistem distribusi kapitalis, persoalan-persoalan yang timbul dari distribusi kapitalis dan diakhiri dengan upaya dekontruksi sistem distribusi dalam perspektif syariah. Berkenaan dengan teori distribusi, dalam ekonomi kapitalis dilakukan dengan cara memberikan kebebasan memiliki dan kebebasan berusaha bagi semua individu masyarakat, sehingga setiap individu masyarakat bebas memperoleh kekayaan sejumlah yang ia mampu dan sesuai dengan faktor produksi yang dimilikinya dengan tidak memperhatikan apakah pendistribusian tersebut merata dirasakan oleh semua individu masyarakat atau hanya bagi sebagian saja. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem ekonomi Islam sangat melindungi kepentingan setiap warganya baik yang kaya maupun yang miskin dengan memberikan tanggung jawab moral terhadap si kaya untuk memperhatikan si miskin. Teori kapitalis dan teori Islam (syari’ah) yang masing-masing memiliki dasar pemikiran yang mendalam namun berbeda dalam pemberian jalan keluar atau solusi atas permasalahan ketidakmerataan distribusi baik distribusi kekayaan maupun distribusi keadilan. Sistem ekonomi kapitalis cenderung pragmatis dalam penyelesaian masalah ekonomi dalam lingkup masyarakat maupun negara, Sementara sistem ekonomi Islam (syari’ah) lebih lebih bertujuan pada penekanan integralitas horizontal dan vertikal, mendorong tercapainya kesejahteraan dan keberhasilan baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Pengembangan Program Tutorial Untuk Pembelajaran Sistem Perawatan Permesinan di Jurusan Teknika Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya Taufik, Mochammad; Ariesanto Akhmad, Ekka Pujo
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 1 (2016): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.73 KB)

Abstract

Pembelajaran sistem perawatan permesinan yang dilakukan di jurusan Teknika Program DiplomaPelayaran (PDP) Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya selama ini masih menggunakan metode ceramahdan presentasi menggunakan slide OHP (Over Head Projector). Presentasi slide OHP memiliki kelemahanpada materi, tampilan presentasi, interaksi pemakai, dan interaksi program. Oleh karena itu dirasa perlu untukmengembangkan program tutorial guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran sistemperawatan permesinan. Masalah efisiensi dan efektifitas pembelajaran sistem perawatan permesinan akandiselesaikan dengan metode Research and Development. Langkah-langkah penelitian meliputi potensimasalah, analisis kebutuhan, desain, implementasi, validasi ahli, revisi produk, uji coba pengguna, revisiproduk, dan publikasi masal. Responden uji coba terdiri dari 30 mahasiswa jurusan Teknika semester II dan 4dosen jurusan Teknika PDP UHT. Metode pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan kuesioner.Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif berupaskor dan persentase pada skala penilaian yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwaprogram tutorial pembelajaran sistem perawatan permesinan mampu meningkatkan efektifitas pembelajaransistem perawatan permesinan. Berdasarkan penilaian dari mahasiswa dan dosen, program tutorialpembelajaran sistem perawatan permesinan memiliki persentase rata-rata nilai indikator; materi sebesar68,5% (efektif), tampilan sebesar 68,66% (efektif), interaksi pemakai sebesar 79,83% (sangat efektif), daninteraksi program sebesar 79% (sangat efektif).
ANALISIS MATRIKS BOSTON CONSULTING GRUP (BCG) SEPEDA MOTOR MEREK HONDA Respati, Anton
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.302 KB)

Abstract

Metode BCG Matrik adalah sebuah perencanaan portofolio model yang dikembangkan oleh Bruce Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970 awal. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa unit bisnis perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif terhadap pesaing terbesar, maka nama "pertumbuhan-berbagi". Untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan penguasaan pasar tersebut pihak AHM perlu mengetahui posisi dari perusahaannya dalam industri sepeda motor, karena salah satu tujuan suatu perusahaan adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan dan mencapai hasil kerja yang maksimal bagi perusahaan, dan oleh karena itu maka pihak manajemen perusahaan tersebut perlu mengetahui faktor-faktor yang menjadi keunggulan sekaligus kelemahan dengan mengambil acuan kepada pesaingnya dan untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut, maka pihak manajemen diharuskan menerapkan konsep strategi pemasaran berdasarkan matrik BCG. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan matriks BCG, maka dapat diketahui tingkat pertumbuhan pasar penjualan sepeda motor PT. AHM sebesar 14,86 % yang berarti bahwa PT. AHM memiliki pertumbuhan pasar yang tinggi. Berdasarkan perhitungan matriks BCG untuk mengetahui pangsa pasar relatif (relative market share) maka telah diketahui bahwa pangsa pasar relatif Honda tahun 2012 sebesar 1,68 kali > 1 dan pada tahun 2013 sebesar 1,88 kali > 1 yang artinya menunjukkan bahwa PT. AHM memiliki pangsa pasar lebih besar dibandingkan dengan Yamaha, karena nilai pangsa pasar relatifnya lebih besar dari satu. PT. AHM pada tahun 2012 sebesar 1,68 menjadi 1,88 pada tahun 2013, dengan kata lain mengalami kenaikan sebesar 0,20. Berdasarkan pada kedua matriks BCG posisi PT. AHM pada tahun 2012 dan tahun 2013 berada pada posisi star atau bintang yang menunjukkan bahwa posisi PT. AHM berada pada pertumbuhan tinggi dan pangsa pasar tinggi karena pangsa pasar PT. AHM pada tahun 2012 dan tahun 2013 dan mempunyai nilai pangsa pasar relatifnya pada tahun 2012 dan 2013 lebih besar dari satu (>1). Berdasarkan matriks BCG PT. AHM pada tahun 2012 dan tahun 2013, letak posisi titik berada di kuadran bintang atau star dengan indikasi pertumbuhan pasar yang tinggi dan pangsa pasarnya yang tinggi. Ini berarti jumlah pertumbuhan penjualan Honda tinggi dan pangsa pasar juga tinggi. Strategi yang dapat diambil adalah mempertahankan posisi star tersebut.
Analisis Pengaruh Penggunaan Peralatan Navigasi Elekronik di Kapal dan Persyaratan Pengawakan Pada Kapal Niaga Terhadap Beban Kerja Awak Bagian Deck Kuncowati, -
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 6, No 1 (2015): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.654 KB)

Abstract

Perusahaan pelayaran yang memiliki kapal – kapal niaga sebagai pengguna, pelaut harus mengikuti aturan – aturan yang dikeluarkan oleh IMO. Sebagai dampak dari perkembangan teknologi sekarang kapal – kapal niaga peralatannya menggunakan peralatan elektronik ini berpengaruh juga terhadap ketrampilan pelaut dalam mengoperasikan peralatan tersebut sebagai persyaratan untuk mengawaki kapal niaga dan nantinya juga mempengaruhi beban kerja awak kapal. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui apakah variabel – variabel penggunaan peralatan navigasi elektronik dan persyaratan pengawakan kapal berpengaruh terhadap beban kerja awak kapal bagian deck. Melalui metode random sample kepada para responden sebanyak 30 orang, didapat perhitungan statistik dengan uji t, variabel penggunaan peralatan navigasi elektronik (X1) dan persyaratan pengawakan kapal niaga (X2) secara mandiri berpengaruh terhadap beban kerja awak kapal (Y). Berdasarkan perhitungan statistik dengan uji F diketahui bahwa variabel kepemimpinan dan variabel motivasi kerja secara bersama – sama berpengaruh terhadap kinerja, nilai F hitung sebesar 64,565 > F tabel sebesar 3,32. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan hasil sebagai berikut.Y = 1,081+ 0,601 X1 + 0,353 X2 + . Berdasarkan analisis di atas dapat diketahui bahwa konstanta 1,081 walaupun tanpa ada perubahan dari variabel X (penggunaan peralatan navigasi elektronik, persyaratan pengawakan kapal) akan tetap mengalami peningkatan sebesar 1,081, tetapi diharapkan variabel penggunaan peralatan navigasi elektronik lebih ditingkatkan sebesar 0,601 dan persyaratan pengawakan kapal sebesar 0,353.
Analisis Indeks Konektivitas dan Aksesibilitas Wilayah Kepulauan: Studi Kasus Kepulauan Maluku dan Papua Mustakim, Achmad; Nur, Hasan Iqbal; Agustinus, Hoki
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 8, No 1 (2017): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1487.668 KB)

Abstract

Akses antar wilayah menggunakan jalur laut di Indonesia masih belum optimal dikarenakan arus barang atau perdagangan di wilayah timur yang tidak seimbang (imbalance) serta minimnya sarana dan prasarana infrastruktur pelabuhan, sehingga terjadi ketimpangan antara Kawasan Indonesia Barat dengan Kawasan Indonesia Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks konektivitas di wilayah Kepulauan Maluku dengan menggunakan pendekatan metode degree connectivity yaitu tingkat konektivitas terhadap jumlah pelabuhan terhubung dan port accesibility index yang merupakan tingkat kapasitas yang dapat diproduksi oleh pelabuhan (TEUs/ton per hari). Menganalisis hubungan transportasi laut dengan perekonomian wilayah menggunakan metode Kausalitas Granger untuk mengetahui pengaruh variabel transportasi laut terhadap veriabel perekonomian wialayah dalam time lag tertentu. Kemudian meningkatkan konektivitas sesuai dengan hasil uji kausalitas masing-masing wilayah pelabuhan. Hasil perhitungan Indeks konektivitas menunjukkan Pelabuhan Sorong memiliki konektivitas tertinggi yaitu 9 pada muatan container dan 18 pada muatan general cargo. Indeks aksesibilitas tertinggi yaitu Pelabuhan Jayapura (container) dan Pelabuhan Sorong (general cargo) dengan nilai indeks 1 (satu). Hasil uji kausalitas Granger menunjukkan “Transport Follow The Trade” di Provinsi Papua Barat dan Papua dengan probabilitas masing-masing 0.86 dan 0.27 pada muatan container, 0.50 dan 0.37 pada muatan general cargo. Konsep “Transport Promote The Trade” di Provinsi Maluku Utara dan Maluku dengan probabilitas masing-masing 0.65 dan 0.43 pada muatan container, 0.85 dan 0.52 pada muatan general cargo. Dengan laju PDRB (Produk Domestik Bruto) Provinsi Papua sebesar 3% per tahun, aksesibilitas muatan container di Pelabuhan Jayapura meningkat 1.6% menjadi 505 TEUs/hari, dan laju PDRB di Provinsi Maluku sebesar 5% per tahun aksesibilitas muatan general cargo di Pelabuhan Ambon meningkat 12% menjadi 752 ton/hari.
Optimalisasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Terhadap Kelancaran Bongkar Muat Petikemas di PT Berlian Jasa Terminal Indonesia Cabang Surabaya Zatayu, Widya; Priyono, Budi
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 9, No 1 (2018): Bulan September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.812 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Cabang Surabaya. Fenomena yang terjadi bahwa tenaga kerja bongkar muat tidak sesuai yang diharapkan oleh PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Cabang Surabaya, dikarenakan jumlah tenaga kerja bongkar muat yang hadir tidak sesuai dengan jumlah yang telah disepakati, kedatangan tenaga kerja bongkar muat yang sering tidak tepat waktu dapat memperlambat proses kelancaran bongkar muat petikemas. Oleh sebab itu optimalisasi tenaga kerja bongkar muat harus dilakukan dengan jumlah ideal tenaga kerja bongkar muat hanyalah berjumlah 10 orang yang terbagi atas 5 tenaga kerja bongkar muat di atas kapal, 4 tenaga kerja bongkar muat di dermaga dan 1 kepala regu kerja. Kelancaran bongkar muat yang terjadi di PT Berlian Jasa Terminal Indonesia belum efektif dan efisien karena disebabkan kurangnya komunikasi antara pihak perusahaan pelayaran dengan pihak PT Berlian Jasa Terminal Indonesia.
Pengembangan Sistem Informasi Impor Barang Ariesanto Akhmad, Ekka Pujo
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 2 (2017): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.046 KB)

Abstract

PT. “R” Surabaya mengolah data impor barang dengan komputer tanpa jaringan, kecuali pemberitahuan impor barang ke Bea Cukai menggunakan internet. Pengolahan data impor memiliki beberapa kelemahan, yakni terjadi data yang berulang, data yang terpisah-pisah, dan lambat dalam proses pencarian data. Perusahaan ingin mengembangkan sistem informasi impor barang berbasis web. Masalah pengolahan data impor barang akan diselesaikan dengan model air terjun. Hasil penelitian menunjukkan analisis sistem mampu mengenali kelemahan sistem informasi impor yang lama dan memberikan usulan perbaikan pada sub sistem; user, grup, login, pemesanan, pengiriman, pembayaran, dan laporan. Desain sistem informasi impor yang telah dibuat dapat menggambarkan Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD) level 0, DFD level 1, Entity Relational Diagram (ERD), dan Model Relasional untuk sub sistem; user, grup, login, pemesanan, pengiriman, pembayaran, dan laporan. Hasil dari perancangan sistem dapat menyediakan informasi mengenai laporan; user terdiri dari pengguna dan grup, pemesanan terdiri dari pengirim, penerima, pihak yang diberitahu, pemesanan, barang, dan stuffing, pengiriman terdiri atas perusahaan pelayaran, peti kemas, kapal pengangkut, kapal penjemput, pengiriman, dan pembayaran.
Pengaruh Karakteristik Individu dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Dosen Universitas Hang Tuah Surabaya Yanti, Dyah Agustin Widhi
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 8, No 2 (2018): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.82 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dan menganalisis pengaruh karakteristik individu dan iklim organisasi terhadap kinerja dosen Universitas Hang Tuah Surabaya. Karakteristik Individu: adalah ciri-ciri yang membedakan individu satu dengan individu lainnya yang melekat pada diri individu dan mempengaruhi hasil kerja individu dan organisasi (Gibson, et al., 1990; Suprihanto, 2003; Winardi, 2004; Robbins, 2006). Karakteristik individu secara operasional diukur dengan menggunakan empat dimensi berikut: Kemampuan, Ketrampilan, Usia, Masa Kerja. Iklim Organisasi adalah suasana yang ada di dalam lingkungan internal organisasi yang dirasakan individu di dalam bekerja (Schneider dan Hall, 1972; Campbe, et al, 1970; Litwin dan Stringger, 1986; Hinggins, 1982, Limster, 1985). Iklim organisasi secara operasional diukur dengan lima dimensi berikut; Otonomi Individu, Dukungan, Orientasi pada Penghargaan, Kehangatan, Kepercayaan, Kinerja adalah hasil kerja individu yang berupa kuantitas dan kualitas selama waktu kerja tertentu ( Gomes, 1995; Judge, 1996; Mathis dan Jackson, 2002; Gibson, et al., 2006; Sudiro, A., 2008; Undang – undang RI No. 13 Tahun 2005 tentang guru dan dosen). Kinerja Dosen diukur melalui tiga dimensi berikut: Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dosen tetap Universitas Hang Tuah yang berstatus dosen tetap yayasan dan dosen tetap negeri yang diperbantukan di PTS (dosen DPK)  yang berjumlah 257 orang. Penelitian ini menggunakan sampel penelitian sejumlah 200 orang dosen tetap yayasan dan dosen tetap yang berstatus Pegawai Negeri Sipil yang diperbantukan di Universitas Hang Tuah. Hasil penelitian persamaan regresi Y= -11.135+ 0.493X1 + 0.165X2 Uji hipotesis : Pengaruh Karakteristik Individu terhadap kinerja dosen Universitas Hang Tuah Surabaya. Variabel Karakteristik Individu (X1) berdasarkan perhitungan diperoleh nilai  sebesar 13.010 >  sebesar 1.9720 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < alpha 5% maka Ho ditolak.dan H1 diterima pada tingkat signifikansi 5% sehingga Karakteristik Imdividu  berpengaruh sigmifikan terhadap kinerja dosen di Universitas Hang Tuah. Pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja dosen Universitas Hang Tuah Surabaya. Variabel Iklim Organisasi (X2) berdasarkan perhitungan diperoleh nilai  sebesar 5.906 >  sebesar 1.9720 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < alpha 5 % maka Ho ditolak dan diterima pada tingkat signifikansi 5 % sehingga Iklim Organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen di universitas Hang Tuah.
Strategi Peningkatan Daya Saing Melalui Pendidikan Entrepreneurship Dalam Rangka Menghadapi AEC Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 6, No 1 (2015): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.208 KB)

Abstract

Pendidikan wirausaha (educated entrepreneur) memiliki pertumbuhan dalam pola berpikir. Ketika persaingan di satu pasar dirasakan tidak lagi menguntungkan, maka insting bisnis akan mengarahkan pada pencarian pasar baru, termasuk mencoba keberuntungan di negeri orang. Kehadiran ASEAN Economic Community (AEC) akan menjadi solusi bagi pelaku bisnis. Pemberlakuan AEC menciptakan tuntutan bagi pelaku usaha lokal untuk segera bersiap memasuki pasar global. Kehadiran pasar global mensyaratkan sumber daya manusia dan produk yang berkualitas serta berdaya saing. Sains dan teknologi akan membantu meningkatkan kualitas hidup bangsa. Bangsa unggul di dunia saat ini adalah bangsa yang memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi.