cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 25977555     EISSN : 25989871     DOI : https://doi.org/10.22225/wicaksana
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
PEMBERDAYAAN KADER DASAWISMA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN METODE KERANJANG TAKAKURA Ni Made Hegard Sukmawati (Scopus ID: 57189732715); Anny Eka Pratiwi; DAP Ratna Juwita
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.1-8

Abstract

Kesehatan dan sampah merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sampah identik dengan sesuatu yang kotor dan berbau busuk. Penumpukan sampah dapat menimbulkan pencemaran air dan tanah, serta menimbulkan masalah sanitasi lainnya. Sanitasi buruk merupakan media yang tepat bagi perkembangbiakan pathogen maupun vektornya sehingga berpotensi menjadi sumber munculnya kejadian penyakit menular. Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam memecahkan permasalahan sampah, karena keberhasilan dalam pengelolaan sampah terletak pada kontribusi partisipasi masyarakatnya. Sebual merupakan sebuah banjar yang berada di wilayah Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali. Banjar Sebual berlokasi di perbatasan kota kabupaten dan dilewati oleh jalan provinsi. Masyarakat di wilayah ini masih mengelola sampah dengan cara penimbunan di pekarangan, pembakaran, dan bahkan diantaranya melakukan pembuangan sampah ke sungai. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan lingkungan dan memberikan pembekalan mengenai teknik pengolahan sampah rumah tangga dengan metode sederhana, yaitu komposting Takakura. Metode pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi melalui presentasi, penayangan video peraga, dan demonstrasi langsung pengolahan sampah rumah tangga dengan komposting Takakura. Rancangan evaluasi kegiatan meliputi evaluasi kehadiran, partisipasi aktif kader, membandingkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam pengelolaan sampah melalui pre-test dan post-test, serta evaluasi kepuasan kader terhadap keberlanjutan program. Program PKM ini telah berjalan dengan lancar dan peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan pengolahan sampah rumah tangga dengan metode komposting keranjang Takakura. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan peserta menunjukkan kenaikan skor pengetahuan dari rerata 27.5 (pre-test) dan terjadi kenaikan skor rerata menjadi 90.0 (post test). Evaluasi terhadap kepuasan peserta terhadap keberlangsungan program dilakukan secara kualitatif melalui dialog dan secara umum peserta menyatakan puas dengan kegiatan ini dan menyatakan telah memberikan pengetahuan baru bagi peserta.
KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMENUHI KEWAJIBAN PERPAJAKAN ORANG PRIBADI Winny Aprilia Nurita Ujur Agun; Luh Kade Datrini; A. A. Bagus Amlayasa
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.23-31

Abstract

Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi sangat diperlukan dalam membantu pemerintah dalamupaya peningkatan penerimaan negara dari segi pajak. Agar dapat memaksimalkan usaha dalampenerimaan pajak, pemerintah harus fokus terhadap upaya dalam meningkatkan penerimaan denganberbagai macam program. Edukasi dari pemerintah dilakukan secara rutin dengan metoda pelatihanlangsung ke wajib pajak untuk peningkatan pengetahuan, melaksanakan sosialisasi peraturanperpajakan termasuk sanksi perpajakan untuk mengupdate informasi pajak. Fenomena yang terjadidiperpajakan Indonesia belakangan ini membuat Wajib Pajak dan masyarakat ragu untuk membayarpajak. Fenomena ini dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak. Teknik pengambilan sampeldilakukan dengan metode probability sampling melalui pendekatan simple random sampling (sampelacak sederhana) dengan jumlah sampel sebanyak 100 wajib pajak (wajib pajak orang pribadi yangterdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ruteng). Analisis yang digunakan dalam penelitian iniadalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis bahwa pengetahuan perpajakan, sosialisasiperpajakan, sanksi perpajakan, dan kesadaran wajib pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhanwajib pajak didalam membayarkan pajaknya. Seorang wajib pajak harus memiliki pengetahuan tentangperpajakan baik berupa kewajiban, hak, dan sanksi yang akan didapat ketika melanggar norma-normayang ada dalam perpajakan.
STRUKTUR BETON BERTULANG PADA BALE DAJA I Wayan Suky Luxiana; I Wayan Parwata; Agus Kurniawan
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.32-38

Abstract

Bale Daja merupakan bangunan berbetuk bujur sangkar dan memakai kontruksi atap limasan. Jumlah tiang pada bangunan Bale Daja berjumlah 12 buah empat tiang berderet di depan dan delapan tiang berada di dalam bangunan. Seiring perkembangan jaman dan teknologi Bale Daja bertransformasi dari Bale saka roras menjadi saka epat dimana didalamnya diganti dengan struktur beton bertulang. Struktur beton bertulang memberikan dampak signifikan baik dari kecepatan produksi, kecepatan kinerja, dan efisiensi biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memberikan struktur beton bertulang yang diterapkan pada Bale Daja, baik secara dimensi, dan proses pembuatanya dan memberikan manfaat tanpa mengurangi nilai-nilai historis dari bale daja tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan membuat model struktur, model kolom dan balok dimana sistematika perencanaan diuraikan dengan diagram alur. Hasil atau kesimpulan dimensi balok B= 1/12 x O, lebar balok R = ½ x B, besar kolom J = R + (2x I), lebar Pondasi S = ½ t
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL PASIEN DIABETES DAN HIPERTENSI DI RSUD SANJIWANI GIANYAR Ni Wayan Sri Wardani
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.9-16

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global karena prevalensinya cendrung meningkat, prognosis yang buruk dan memerlukan biaya tinggi bila sudah memerlukan tindakan terapi pengganti ginjal. Peningkatan prevalensi PGK seiring dengan meningkatnya jumlah penyakit diabetes melitus dan hipertensi. Sekitar 1 dari 10 populasi global mengalami penyakit pada stadium tertentu. Data Indonesian Renal Registry tahun 2018 mendapatkan 132.000 pasien yang aktif menjalani dialisis dengan penyebab terbanyak adalah Diabetes Mellitus dan Hipertensi yaitu 64%. Perawatan penyakit ginjal memerlukan biaya yang tinggi. Di Indonesia, biaya perawatan penyakit ginjal menempati ranking kedua pembiayaan terbesar BPJS kesehatan setelah penyakit jantung. Dengan adanya peningkatan jumlah pasien Diabetes Melitus dan Hipertensi maka makin banyak pasien yang memerlukan tindakan dialisis, sehingga diperlukan upaya untuk melakukan pencegahan penyakit ginjal. Pencegahan penyakit ginjal dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan pasien Diabetes Mellitus dan hipertensi tentang pola hidup sehat dan deteksi dini penyakit ginjal dengan melakukan pemeriksaan urinalisis. Pencegahan dilakukan dengan melakukan tatap muka langsung dengan pasien dan diberikan penjelasan tentang bahaya penyakit ginjal dan cara pencegahannya, selanjutnya diberi leaflet untuk meningkatkan pemahaman pasien. Hasil kegiatan mendapatkan ada 60 orang pasien Diabetes dan Hipertensi yang berpartisipasi dalam program PKM ini dan didapatkan rerata peningkatan pengetauan pasien Diabetes dan Hipertensi tentang penyakit ginjal dan cara pencegahannya adalah 84.03 % dan terdeteksi adanya tanda penyakit ginjal kronik pada 50 persen pasien DM dan hipertensi yang berobat ke poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sanjiwani Gianyar yang perlu di lakukan tindak lanjut dalam penanganan pasien tersebut.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM UPAYA PENERAPAN COMMUNITY ORIENTED MEDICAL EDUCATION DI DESA PUHU, GIANYAR Putu Nita Cahyawati (Scopus ID: 57203956416); I Made Adi Putra Wiguna
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.17-22

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan kesehatan diri dan keluarga. Tujuan kegiatan pendampingan ini adalah untuk memberikan edukasi dan informasi kepada keluarga angkat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga serta pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. Kegiatan dilaksanakan secara langsung melalui kunjungan lapangan dan secara online dengan melibatkan 6 anggota keluarga angkat. Indikator keberhasilan program dinilai berdasarkan dua parameter yaitu: pelaksanakan program edukasi secara langsung dan peningkatan hasil posttest dibandingkan dengan pretest. Penilaian pelaksanaan program dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu: “Kurang” bila tidak ada indikator keberhasilan yang tercapai; “Cukup” bila satu indikator tercapai; dan “Baik” bila dua indikator tercapai. Hasil kegiatan ini menemukan bahwa terdapat peningkatan nilai postest dibandingkan nilai pretest. Kegiatan juga telah dilakukan secara langsung dan memperoleh respon positif dari keluarga angkat. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa program memenuhi indikator yang diharapkan dan termasuk dalam kategori “Baik” karena sudah dilaksanakan secara langsung dan terdapat peningkatan hasil posttest. Walaupun demikian, perilaku hidup bersih dan sehat memerlukan kesadaran diri dari setiap anggota keluarga terutama orang tua sebagai role model bagi anak-anaknya. Perilaku ini juga perlu dilakukan secara konsisten agar mampu mendapatkan hasil yang positif khususnya bagi kesehatan individu dan keluarga.
QUO VADIS KEBUDAYAAN NUSANTARA Putu Nita Cahyawati
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.1.2022.39-46

Abstract

Indonesia adalah masyarakat multikultural. Indonesia memiliki tradisi dan kebudayaan yang beranekaragam Keanekaragaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang berkembang secara berkelanjutan dan menyatukan kemajemukan yang ada. Saat ini banyak penelitian dan wacana yang menilai serta membahas fenomena perubahan dan pergeseran budaya yang diakibatkan oleh pengaruh globalisasi. Tinjauan pustaka ini berfokus pada eksistesi dan quo vadis kebudayaan nusantara di tengah arus globalisasi. Globalisasi menimbulkan dampak positif dan negatif, secara tidak langsung mempengaruhi kebudayaan nusantara. Diperlukan upaya internal guna meminimalisir efek negative globalisasi agar kebudayaan nusantara tetap lestari. Menanamkan pendidikan karakter dan mengembangkan kearifan lokal merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan. Dengan mengedepankan filsafat nusantara dan pendalamam nilai-nilai kearifan lokal di setiap wilayah dalam bidang sosial, budaya, dan pendidikan, diharapkan menjadi pendukung yang kuat guna mencegah hilangnya kebudayaan nusantara.
DISTRIBUTION OF TRAVEL INSURANCE USER AMONG TRAVELERS VISITING BALI, INDONESIA Putu Indah Budi Apsari; Putu Arya Suryanditha
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.2.2022.73-79

Abstract

Travel insurance is important to protect travelers to various travel risk and health problem. But because of financial condition and lack of knowledge to protect their safety while traveling, the use of travel insurance is very low. This research aim to assess distribution of travel insurance user among travelers especially who visiting Bali as their destination trip. This is cross-sectional study using medical record of foreign travelers visiting international hospital. Result show most travelers have no travel insurance (70%) compared with people take travel insurance for their safety vacation. Based on age, there are no significance difference between age group 0-18 years, 19-64 years dan more that 65 years, approximately the youngest people the lack of awareness to buy travel insurance. Based on health problem the distribution of travelers with no travel insurance tend to be same on average 60-80%. As conclusion the use of travel insurance remains low, furthermore all travelers must be encouraged to use travel insurance for their safety.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU PKK DI DESA RENON DALAM PENGELOLAAN DIIT DAN PEMANTAU MINUM OBAT PASIEN DIABETES Agus Santosa; D A P Niti Widari; K Irwan Setiawan; Vemi Hendrayani; Sri Masyeni
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.2.2022.47-52

Abstract

Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti kerusakan sel beta pancreas atau penyakit autoimun yang menimbulkan kerusakan pancreas. Kadar gula darah yang berkepanjangan akan memicu kerusakan sel endotel yang dapat mengakibatkan komplikasi seperti penyakit ginjal kronis, penyakit jantung dan stroke yang akan memicu permasalahan yang lebih kompleks. Salah satu cara untuk memperlambat munculnya komplikasi diabetes adalah melalui pengontrolan gula darah melalui pengelolaan diit diabetes serta mengonsumsi obat secara rutin. Dukungan keluarga terdekat sangat dibutuhkan dalam membantu penderita diabetes dalam kontrol gula darah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan mitra, yaitu kelompok ibu di desa Renon supaya bisa berperan sebagai pengelola diit dan pemantau minum obat pasien diabetes. Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi, focus group discussion untuk menemukan permasalahan prioritas mitra. Solusi untuk mitra adalah pemberdayaan kelompok ibu tersebut yang diawali dengan pre-tes untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu mengenai diabetes, penyampaian materi, praktek mengatur diit diabetes serta mengawasi minum obat. Pemaparan materi dilakukan melalui peragaan pamphlet, poster serta video dan diakhiri dengan post-test. Out-put kegiatan diukur dari peningkatan pengetahuan mitra dari hasil pre dan post-test dimana ditemukan peningkatan pengetahuan mitra sebanyak 75%. Outcome akan diukur dari tercapainya kontrol gula darah pasien dan terhambatnya komplikasi diabetes.
TATA LAKU SISWA TERHADAP GURU DALAM LONTAR SILAKRAMANING AGURON-GURON Anak Agung Gde Krisna Paramita; Dewa Ayu Kade Linda Dewi
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.2.2022.80-87

Abstract

This research focuses on the study of student behavior towards teachers in the lontar text of Sila Kramaning Aguron-guron. This research method is in the form of qualitative which discusses the ethics of student behavior towards teachers as contained in the lontar sila kramaning aguron-guron. This research is a description of the teachings of etiquette contained in the lontar Sila Kramaning Aguron-guron on sheet 1b and analyzes the aspects of the teaching. Also, a student must be devoted to the teacher, which is related to the teachings of the teacher of devotional service, the lightest is always on the right behavior, right speech and a mind that is not defiled, namely the teachings of Tri Kaya Parisudha, students have self-control and are directed to the good to free themselves from the bondage of the senses. The behavior in question is that students are able to have ethics towards teachers who provide education.
EDUKASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PASAR IKAN KEDONGANAN, BALI Putu Nita Cahyawati (Scopus ID: 57203956416); Pande Ayu Naya Kasih; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Desak Putu Citra Udiyani; I Gde Suranaya Pandit
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.2.2022.53-59

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu pilar perekonomian daerah di Indonesia. Salah satu pasar tradisional di Bali adalah Pasar Ikan Kedonganan. Lokasinya yang strategis memungkinkan pasar ini dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun internasional. Pedagang pasar tradisional merupakan kelompok masayarakat yang sangat rentan mengalamai risiko kesehatan dan keselamatan kerja khususnya selama pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan jarak fisik antara pedagang dan pembeli yang sangat dekat, ruang kerja terbatas, penggunaan alat pelindung diri yang minim, serta kebersihan yang buruk. Kurangnya informasi kesehatan dan perkembangan kesehatan kerja pada sektor informal ini merupakan salah satu pemicu terjadinya permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian pada kelompok pedagang di Pasar Ikan Kedonganan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Kegiatan diawali oleh diskusi, penyuluhan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menemukan bahwa partisipasi mitra selama kegiatan sangat baik (100%). Kegiatan penyuluhan juga dapat meningkatan pengetahuan mitra. Hal ini dinilai berdasarkan hasil nilai pretest dan posttest. Nilai pretest sebelum kegiatan adalah 18,82 dan nilai posttest pada akhir kegiatan yaitu 40. Peningkatan pengetahuan mencapai 2 kali lipat dari nilai awal namun belum mencapai nilai 70. Kesimpulan yang diperoleh antara lain pelaksanaan kegiatan telah berlangsung dengan baik sesuai dengan rencana. Terdapat peningkatan nilai prettest dan posttest dari 18,82 poin pada awal kegiatan menjadi 40 poin pada akhir kegiatan. Walaupun demikian, diperlukan upaya berkesinambungan dalam mendampingi mitra dalam penerapan edukasi yang telah diberikan.

Page 11 of 13 | Total Record : 124