cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
PENGARUH SUPLEMEN ASAM AMINO TERHADAP KETAHANAN DAN KEKUATAN OTOT MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) Ruri Famelia -; Nilla Djuwita Abbas; Rahmatina B.Herman -
Bionatura Vol 10, No 2 (2008): Bionatura Juli 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penelitian mengenai manfaat protein bagi atlet, mengakibatkan mulainya bermunculan berbagai jenis suplemen protein dan campuran asam amino untuk digunakan para atlet sebagai suplemen tambahan dalam meningkatkan performans fisik. Namun belum ada data kuat berkenaan dengan efek negatif dari penggunaan suplemen asam amino, meskipun beberapa referensi menyatakan bahwa konsumsi suplemen asam amino dalam jumlah banyak dapat menyebabkan dehidrasi sekunder hingga eksresi urea yang tinggi, kerusakan hati dan ginjal, kehilangan kalsium, edema dan diare. Berdasarkan hal ini, maka dilakukan penelitian yang meninjau bagaimana ketahanan otot dan gambaran mikroskopik serat otot, jaringan hati dan ginjal mencit percobaan, serta parameter darah akibat penggunaan suplemen asam amino. Hewan coba dalam penelitian ini adalah mencit putih (Mus musculus L.) jantan menggunakan metoda eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi atas empat kelompok perlakuan (berupa dosis suplemen asam amino), yaitu kontrol; dosis 3,9 ml/kg BB; dosis 5,9 ml/kg BB; dan dosis 7,9 ml/kg BB dengan enam kali ulangan. Masing-masing perlakuan diberikan latihan kekuatan dan ketahanan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pemberian suplemen asam amino sesaat setelah latihan kekuatan dan ketahanan dapat meningkatkan jumlah miofibril otot dengan signifikan hingga 104,9 % dan ukuran diameter serat otot secara signifikan hingga 106,6 % dibandingkan dengan kontrol. Pada hati terjadi peningkatan pembelahan hepatosit yang lebih baik, seiring dengan penambahan dosis suplemen asam amino, sehingga susunan hepatosit menjadi lebih teratur dan kompak dan ukuran nukleus relatif lebih seragam. Struktur kapiler pembentuk glomerulus pada ginjal juga mengalami perbaikan. Selanjutnya pengaruh signifikan juga terlihat pada beberapa parameter darah, yaitu terjadi peningkatan kuantitas eritrosit, kadar hemoglobin sehingga meningkatkan ketahanan otot walaupun tidak signifikan. Namun nilai MCV memperlihatkan penurunan yang signifikan mengindikasikan ukuran eritrosit menjadi lebih kecil, sedangkan untuk nilai hematokrit, MCH dan MCHC tidak dipengaruhi oleh suplemen asam amino. Dapat disimpulkan, bahwasuplemen asam amino bermanfaat untuk meningkatkan massa otot disamping juga membantu meningkatkan ketahanan otot.Kata kunci: Suplemen asam amino, serat otot, jaringan hati dan ginjal, parameter darah
PERAN MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR DALAM PENYERAPAN NUTRIEN, PERTUMBUHAN, DAN KADAR MINYAK JARAK (Jatropha curcas L.) Marwani, E. -; Suryatmana, P. -; Kerana, I.W. -; Puspanikan, D.L -; Setiawati, M.R -; Manurung, R. -
Bionatura Vol 15, No 1 (2013): Bionatura Maret 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.185 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian peran fungi mikorizavesikular arbuskular (MVA) terhadap serapan nutrisi,pertumbuhan tanaman, dan kandungan minyak bijiJarak Pagar (J. curcas). Rancangan percobaan disusunsecara acak lengkap dengan enam ulangan untukmasing-masing perlakuan 50, 100, 150 spora MVA/tanaman dan tanpa perlakuan MVA (tanaman kontrol)terhadap stek jarak pagar berumur tiga bulan di lahanpertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasiMVA pada tanaman menyebabkan kolonisasi hifa MVApada permukaan akar-akarnya. Kolonisasi MVA tersebutsecara signifikan menyebabkan peningkatan konsentrasiN, P, K, Ca dan Mg, masing-masing sebesar 17,0%;10,0%; 44,0%; 21,5% dan 27,0%. Aplikasi 150 sporaMVA/tanaman telah secara signifikan meningkatantinggi 60,67 cm dan diameter batang tanaman, sebesar2,10 cm. Demikian pula kandungan minyak bijijarak mengalami peningkatan pada tanaman yangtelah diberi perlakuan 150 spora MVA/tanaman.Kandungan minyak jarak meningkat dari 36,0% padatanaman yang tidak diinokulasi MVA menjadi 50,0%pada tanaman yang diinokulasi dengan MVA. Dapatdisimpulkan dalam penelitian ini bahwa aplikasi fungiMVA secara signifikan meningkatkan serapan nutrisi,pertumbuhan tanaman dan kadar minyak biji JarakPagar.
AKTIVITAS ANTIPROLIFERASI EKSTRAK, FRAKSI ETIL ASETAT DAN ISOLAT RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D Musfiroh, I. -; Udin. L.Z -; Diantini, A. -; Levita, J. -; Mustarichie, R. -; Muchtaridi -
Bionatura Vol 13, No 2 (2011): Bionatura Juli 2011
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) sebagai anti kanker diungkapkan pada penelitian yang dilakukan pada sel kanker payudara T47D dengan menggunakan metode Sulforhodamine B (SRB). Pengamatan dilakukan berdasarkan uji aktivitas antiproliferasi ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan Isolat temulawak (CXA). Isolate CXA - berupa cairan minyak, diidentifikasi dengan metode spektrofotometri ultra violet, infra merah, dan massa. Spektrum ultra violet CXA menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 213.0 nm dan spektrum inframerah menunjukan adanya gugus –CH aromatik, –CH alifatik, –CH geminal dan C=C. Sedang spektrum massa memberikan m/z 202 [M+], 202, 187, 171, 159, 145, 132, 119, 105, 91, 69, 55, 41 dengan puncak dasar (base peak) 119. Hasil pengujian toksisitas terhadap sel kanker T47D menunjukkan bahwa IC50 ekstrak metanol, etil asetat, dan isolat (CXA) masing-masing adalah 19,15 μg/mL, 17,07 μg/mL, dan 19,22 μg/mL.Kata kunci: antiproliferasi, sel kanker payudara T47D, Curcuma xanthorrhiza, metode SRB.
PENGARUH BERBAGAI IMBANGAN ENERGI-PROTEIN RANSUM SILASE IKAN TERHADAP EFISIENSI PAKAN PADA IKAN JAMBAL SIAM (Pangasius hypophtalmus SAUVAGE) Kiki Haetami; Rita Rostika; Junianto -
Bionatura Vol 2, No 3 (2000): Bionatura Desember 2000
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.924 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh berbagai imbanganenergi protein pada ransum yang mengandung silase ikan terhadap efisiensiprotein dan energi ikan jambal siam (Pangasius hypophtalmus SAUVAGE) stadiamuda . hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi protein pakan kontrol, yaitupellet komersial (protein 25% energi 3300 kkal) menghasikan efisiensi proteintertinggi, tetapi tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan perlakuanransum yang mengandung silase 75% (protein 36,50%; energi 2953 kkal) dansilase 50% (protein 26,17%; energi 2827 kkal). Efisiensi protein perlakuanransum yang mengandung silase 25% (protein 16,26%; energi 2700 kkal) sangatnyata lebih rendah dibanding ketiga perlakuan lainnya. Rendahnya efisiensiprotein tersebut disebabkan oleh kandungan protein yang tidak mencukupikebutuan, dan serat kasar yang melebihi batas penggunaan. Penggunaan energiyang paling efisien diperoleh pada ikan yang mendapat perlakuan silase 25%,kemudian diikuti silase 50%, pellet komersial, dan silase 75%, tetapi masingmasingperlakuan tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata. Peningkatanefisiensi protein dan energi dari ransum yang mengandung silase ikan 25%,kemudian silase 50%, dan silase 75% tersebut seiring dengan meningkatnyapenggunaan silase ikan dan menurunnya imbangan energi-protein dari 16,6 padaransum yang mengandung silase ikan 25% menjadi 8,18 kkal/g protein padaransum yang mengandung silase ikan 75%. Hal tersebut menunjukkan bahwaprotein merupakan zat gizi utama pada ikan jambal siam stadia muda.Kata kunci: Silase ikan, efisiensi protein dan energi; jambal siam
EFEK RESIDU DARI KOMBINASI MEDIA TANAM ABU VULKANIK MERAPI, PUPUK KANDANG SAPI DAN TANAH MINERAL TERHADAP C-ORGANIK, KAPASITAS PEGANG AIR, KADAR AIR DAN BOBOT KERING PUPUS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Damayani, D. -; Nurlaeny, N -; Kamil, S.E -
Bionatura Vol 15, No 3 (2013): Bionatura Nopember 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.403 KB)

Abstract

Setelah satu musim tanam, efek residu dari kombinasimedia tanam abu vulkanik Merapi (AVM), pupukkandang sapi (PKS) dan tanah mineral Inceptisol(TM) terhadap C-organik, kapasitas pegang air,kadar air, dan bobot kering pupus tanaman jagung(Zea mays L.) diamati lebih lanjut. Pengamatandilaksanakan dari bulan Februari-Mei 2012 di dalamrumah kaca kebun percobaan Fakultas Pertanian,Universitas Padjadjaran pada ketinggian tempat ±740 m dpl. Rancangan acak kelompok faktor tunggaldalam penelitian sebelumnya dengan sembilankombinasi perlakuan dan tiga kali ulangan tetapdilanjutkan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwaresidu kombinasi AVM, PKS, dan TM memberikanpengaruh yang nyata terhadap C-organik, kapasitaspegang air dan kadar air. Kapasitas pegang air(86,93%) dan kadar air (8,33%) tertinggi diperolehdari residu kombinasi media tanam: 0% AVM+ 50% PKS + 50% TM, sedangkan kandunganC-organik tertinggi (6,32%) diperoleh dari residukombinasi: 10% AVM + 50% PKS + 40% TM.Seluruh residu kombinasi media tanam tidakberpengaruh terhadap bobot kering pupus tanamanjagung. Korelasi C-organik dengan kapasitas pegangair menunjukkan bahwa 57,2% kapasitas pegangair sangat dipengaruhi oleh C-organik; sedangkankadar air dalam media tanam (17,0%) dipengaruhioleh adanya C-organik.Kata kunci: Kombinasi media tanam, residu, C-organik,kapasitas pegang air, kadar air, pupustanaman jagung
Pemanfaatan 1-Methylcyclopropene Pada Krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.) Ardika Albi Fauzi
Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat) merupakan tanaman perenial herbasius dari famili Asteraceae. Krisan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia sebagai tanaman hias dalam bentuk bunga pot dan bunga potong. Permintaan pasar akan bunga krisan mengalami peningkatan setiap tahunnya.. Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas bunga potong krisan yakni etilen. Etilen merupakan hormon tanaman yang berperan pada proses pengguguran daun dan bunga, pemicu pembungaan, pembengkakan batang, pembentukan akar, memicu perkecambahan benih, pemasakan buah. Krisan termasuk kedalam jenis tanaman non-klimakterik, yakni tanaman yang kurang sensitif terhadap etilen. Namun pada beberapa penelitian menemukan beberapa varietas dari krisan sensitif terhadap paparan etilen eksogen. Salah satu cara untuk mengurangi efek etilen dengan aplikasi 1-Methylcyclopropene (1-MCP). Kerja 1-MCP pada tanaman yakni sebagai kompetitor etilen saat menempel pada reseptor. Aplikasi 1-MCP pada bunga potong krisan dapat memperpanjang umur dari bunga dengan mengurangi degradasi klorofil dan kehilangan berat segar bunga potong. Aplikasi 1-MCP pada setek krisan mampu mengurangi gejala kerusakan akibat etilen seperti penguningan daun, pengguguran daun, dan nekrosis. Setek yang diaplikasikan 1-MCP akan mengalami penghambatan dalam pembentukan akar karena terkait peran etilen terhadap inisiasi akar. Pemanfaatan 1-Methylcyclopropene Pada Krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.)
AKTIVITAS ANTI JAMUR EKSTRAK METANOL DARI TUMBUHAN REMPAH-REMPAHAN Aulifa, D.L -; Aryantha, I.N.P. -; Sukrasno -
Bionatura Vol 16, No 1 (2014): Bionatura Maret 2014
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phytophthora palmivora Butler merupakan salahsatu jamur patogen yang sering menyerang tanamancoklat, kelapa dan pepaya sehingga menjadi busukdan mati. Banyak tanaman yang telah diketahuimempunyai aktivitas sebagai fungisida alami sehinggadapat dijadikan alternatif terhadap penyakit yangdisebabkan oleh jamur P. palmivora Butler. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamurterhadap P. palmivora Butler dari ekstrak metanolsimplisia uji. Simplisia dimaserasi dengan metanolkemudian diuapkan menggunakan vakum putarsehingga diperoleh ekstrak metanol pekat. Uji aktivitasantijamur menggunakan metode Difusi Agar danprosentase penghambatan pertumbuhan radial miseliumjamur dihitung pada hari kelima. Ekstrak metanoldiuji pada konsentrasi 1 dan 0,5% b/v. Semua ekstrakmetanol yang diuji menunjukkan aktivitas antijamurP. palmivora Butler. Ekstrak metanol simplisia yangmenunjukkan aktivitas antijamur paling tinggi adalahekstrak metanol bunga Syzygium aromaticum dengandaya hambat 89,85%, diikuti ekstrak metanol daunCassia alata, rimpang Curcuma xanthorrhiza, rimpangCurcuma zedoaria dan rimpang Curcuma domesticadengan daya hambat 67,57; 70,44; 61,68 dan 51,20%,pada konsentrasi 1% b/v.Kata kunci: Antijamur, Phytophthora palmivora Butler,Metode Difusi Agar
PENGARUH EKSTRAK STEROID TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) TERHADAP PERILAKU SEKSUAL DAN KADAR TESTOSTERON DARAH MENCIT (Mus musculus) Sarifah Nurjanah -; E Gumbira-Sa’id -; Khaswar Syamsu -; Suprihatin -; Etty Riani -
Bionatura Vol 10, No 3 (2008): Bionatura Nopember 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.655 KB)

Abstract

Teripang diketahui mengandung berbagai jenis bahan aktif yang sangat berguna bagi manusia. Masyarakat sekitar pantai meyakini teripang dapat dijadikan makanan yang dapat meningkatkan vitalitas laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi teripang sebagai aprodisiaka dengan mempelajari pengaruh ekstrak steroid teripang pasir terhadap perilaku seksual mencit jantan. Perlakuan yang dikaji adalah pemberian ekstrak steroid pada tingkat dosis pemberian 10, 30, dan 50 ìg/100 g bobot badan, sebagai kontrol digunakan perlakuan tanpa pemberian hormon dan pemberian metil testosteron. Pemberian ekstrak dilakukan selama 12 hari. Pengamatan yang dilakukan meliputi perilaku seksual dan kadar testosteron. Perilaku seksual yang diamati meliputi aktifitas kissing vagina dan mounting yang dilakukan satu jam setelah pemberian ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pemberian ekstrak steroid tidak dapat meningkatkan perilaku seksual mencit. Hal tersebut ditunjukkan oleh tidak berbedanya frekuensi perilaku kissing vagina dan mounting dibandingkan dengan kontrol, akan tetapi pemberian ekstrak steroid teripang dapat meningkatkan kadar testosteron dalam darah hewan percobaan. Kata kunci: Teripang, perilaku seksual, kissing vagina, mounting, testosteron
SISTEM INTERCROPS PERTANAMAN PADI GOGO-RUMPUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO Yugi, R.A -; Harjoso, T. -; Ismangil -
Bionatura Vol 15, No 2 (2013): Bionatura Juli 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.832 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakter padi gogo toleran kekeringan dengan dayahasil tinggi pada kondisi kadar air tanah rendahpada sistem tanam intercrops dengan rumput.Penelitian dilakukan di lahan tadah hujan DesaBanjaranyar dengan menggunakan RancanganPetak Terbagi diulang tiga kali. Petak utama terdiriatas tanpa rumput, rumput gajah dan sereh sertaanak petak terdiri atas vartietas Situ Patenggang,Kalimutu, Danau Gaung, Jatiluhur dan Cisokan.Pada kondisi kadar air tanah rendah (< 12%)memberikan hasil beragam pada sistem tanamintercrops padi-rumput. Hasil menunjukkan bahwakeberadaan rumput gajah memberikan hasil tinggi(0,88 t/ha) dibandingkan dengan tanpa rumput (0,39t/ha) dan sereh (0,60 t/ha). Keberadaan rumputtidak memberikan dampak terhadap karakterpertumbuhan pada kondisi kadar air tanah rendah.Varietas Kalimutu menunjukkan hasil tinggi padakarakter tinggi tanaman (46,27 cm), luas daun (14,63cm2) dan hasil (1,38 t/ha) dibandingkan denganvaritas lainnya.
PENGARUH KECEPATAN AGITASI TERHADAP TINGKAT DEMINERALISASI KULIT UDANG PADA TAHAPAN EKSTRAKSI KITIN SECARA BIOLOGIS Junianto -
Bionatura Vol 12, No 2 (2010): Bionatura Juli 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses demineralisasi adalah salah satu tahapan ekstraksi kitin dari kulit udang. Pada penelitian ini, proses demineralisasi dilakukan secara biologis melalui fermentasi asam laktat. Isolat bakteri yang digunakan adalah Lactobacillus acidophillus FNCC 116. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kecepatan agitasi untuk memperoleh tingkat penghilang mineral yang maksimal pada proses demineralisasi kulit udang. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan kecepatan agitasi yaitu 0, 50, dan 100putaran per menit (rpm). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan agitasi untuk mendapatkan tingkat penghilang mineral maksimal pada proses demineralasasi kulit udang adalah 50 rpm. Tingkat penghilangan mineral dinyatakan dengan tingkat penurunan kandungan abu; imana pada kecepatan agitasi 50 rpm, penurunan kandungan abunya 97,42%.Kata kunci : Demineralisasi, kitin, kulit, udang, biologis.