cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
OZONISASI DAN KUALITAS AIR SUSU Udju D. Rusdi; Neneng Suliasih
Bionatura Vol 4, No 2 (2002): Bionatura Juli 2002
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.251 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses ozonisasi berpengaruhterhadap kualitas Air Susu. Penelitian dilakukan secara eksperimental denganmenggunakan “Split Plot Design” pola faktorial 3x3 (suhu awal dan lama kontak)dengan tiga kali ulangan. Peubah yang diukur adalah prosentase kematian totalmikroorganisme, bakteri patogen, kadar protein, lemak dan uji inderawi. Hasilpenelitian menunjuk kan bahwa dengan perlakuan ozonisasi, prosentasekematian total mikroorganisme mencapai 94,50%, kematian bakteri patogenE.coli mencapai 97,19%, Staph.aureus mencapai 95,97%,. Suhu awal dan lamakontak yang efektif adalah 1oC selama 10 menit. Proses ozonisasi tidakberpengaruh terhadap, warna, rasa dan konsistensi air susu kecuali terhadapbau. Selain itu ozonisasi meningkatkan kadar protein dan lemak. secaraproposional. Daya simpan air susu produk ozonisasi pada temperatur kamartahan sampai 19 jam.Kata kunci : Ozonisasi, kualitas, jumlah kematian
UJI KINERJA Unit Pemotong Serasah Tebu Tipe Reel Sugandi, W.K -; Setiawan, R.P.A -; Hermawan, W -
Bionatura Vol 15, No 3 (2013): Bionatura Nopember 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.381 KB)

Abstract

Permasalahan serasah tebu setelah pemanenanmerupakan polemik yang dialami oleh perkebunantebu dunia termasuk Indonesia. Serasah tebujika dibiarkan di atas lahan dengan jumlah yangbesar akan mengganggu pengolahan tanah danpemeliharaan tana-man. Penanganan saat ini adalahdengan cara dibakar, namun praktek pembakaranini dapat menimbulkan efek buruk terhadap lingkungandan kesehatan. Mengingat ukuran serasahmasih berukuran panjang maka perlu adanya suatutekonologi dalam proses pencacahan serasah tebumenjadi ukuran yang lebih pendek agar serasahtersebut dapat terdekomposisi dalam tanah. Salahsatu mekanisme pemotongan yang paling cocokditerapkan pada mesin pencacah serasah tebuadalah pemotong tipe reel karena sifat tebu yangbulky juga berkarakter liat. Penelitian ini bertujuanuntuk menguji kinerja unit pemotong serasah tebuyang meliputi pengukuran torsi pemotongan dengan4 perlakuan kecepatan putar dan 4 perlakuantingkat kepadatan. Hasil pengujian menunjukkanbahwa dengan kecepatan putar silinder pemotongyang tinggi mengakibatkan torsi pemotongan yanglebih rendah, namun daya pemotongan lebih tinggi.Semakin padat serasah yang dipotong diperlukantorsi dan daya pemotongan yang semakin tinggi.Torsi pemotongan yang paling tinggi (pada selangpengujian yang dilakukan) adalah 4,03 kg.m saatmencacah serasah dengan kepadatan 32 kg/m3pada kecepatan putar 400 rpm. Berdasarkan hasilpengukuran menunjukkan bahwa panjang potonganserasah yang dihasilkan oleh mesin pencacah serasahtebu berkisar antara 1,7-3,2 cm.Kata Kunci: Serasah tebu, kecepatan putar, torsipemotongan, daya pemotongan
NONLINEAR PHOTONIC CRYSTAL FOR ALL-OPTICAL SWITCHING APPLI Ayi Bahtiar; Yayah Yuliah -; Irwan Ary Dharmawan
Bionatura Vol 9, No 3 (2007): Bionatura Nopember 2007
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An all-optical switching device is a crucial component for developing high speed data transmission and signal processing in telecommunication network. The device is based on nonlinear optical material, whose refractive index depends on light intensity. Recently, photonic crystals have been considerable interest both theoretically and experimentally for optical switching devices. Due to the practical reason, we studied one-dimensional nonlinear photonic crystal for all-optical switching devices. We use transfer matrix method and nonlinear coupled mode equation to determine photonic bandgap and optical switching process. We applied them to different structures: nonlinear Distributed Bragg Reflector (DBR) and nonlinear photonic crystals which has similar linear refractive index but has opposite sign of nonlinear refractive index. By using an appropriate combination of refractive indices, it was found that the first structure can be used for all-optical switching at telecommunication wavelength (1.55 m). The second structure can be used both for all-optical switching and optical limiter at the wavelength of 1 m.Keywords: all-optical switching, optical limiter, nonlinear photonic crystal, transfer matrix, nonlinear coupled mode equation.
PENGARUH KOMBINASI ABU VULKANIK MERAPI, PUPUK ORGANIK DAN TANAH MINERAL TERHADAP SIFAT FISIKO-KIMIA MEDIA TANAM SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Nurlaeny, N -; Saribun, D.S -; Hudaya, R -
Bionatura Vol 14, No 3 (2012): Bionatura Nopember 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.214 KB)

Abstract

Kerugian serius yang ditimbulkan bagi areal pertanian akibat material vulkanik yang dikeluarkan saatgunung berapi meletus terutama ditentukan oleh ketebalan lapisan abu, musim dan intensitas curahhujan serta jenis dan fase pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasipengaruh kombinasi abu vulkanik Merapi, pupuk kandang sapi dan tanah mineral terhadap sifat fisikokimiamedia tanam dengan indikator pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) Percobaan dilakukandalam rumah kasa dari bulan Februari-Juli 2011 di kebun percobaan Fakultas Pertanian UniversitasPadjadjaran dengan ketinggian tempat ± 740 m dpl. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acakkelompok faktor tunggal dengan sembilan kombinasi perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa berbagai kombinasi media tanam yang terdiri dari abu vulkanik Merapi, pupukkandang sapi dan tanah mineral memberikan pengaruh yang sangat nyata (α .01) terhadap kandunganC-organik, asam humat-fulvat, bobot isi dan bobot kering pupus tanaman jagung. Kandungan C-organikdan asam humat-fulvat mempunyai korelasi positif dengan bobot kering pupus tanaman, tetapi bobot isimedia tanam berkorelasi negatif dengan bobot kering pupus tanaman.Kata kunci: abu vulkanik Merapi, asam humat-fulvat, C-organik, pupuk kandang sapi
PHYLOGENETICS ANALYSIS OF MARINE AND COASTAL SPECIES USING 18S rRNA SEQUENCE Shabarni Gaffar -; Linawati Hardjito -; Endang Srieatimah -
Bionatura Vol 11, No 2 (2009): Bionatura Juli 2009
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.962 KB)

Abstract

Phylogenetics analysis using 18S rRNA sequence was done on some marine and coastal organisms that have been used as traditional medicine in Indonesia. Proper and accurate identification of coastal and marine organisms producing bioactive compound is important to support drug discovery. Ribosomal RNA has been described as one of most useful and most used for molecular chronometer. In this experiment a part of 18S rRNA gen was amplified using PCR employing 300F and 1400R primers. PCR product then was cloned using pGEM-T vector (Promega) and transformed into Eschericia coli. The recombinant Eschericia coli were sequenced by applying universal primer and internal primer. The alignment of sequenced product and phylogenetic analysis indicated that sample 1 closely related to Chaetomorpha crassa, sample 2 closely related to Ptilophora pinnatifida, sample 3 closely related to Flagellaria indica, and sample 4 closely related to Wallemia ichthyophaga. Keywords: phylogenetic analysis, 18S rRNA sequence.
SCALE UP OF CYCLONE BIOREACTOR FOR THE PRODUCTION OF BIODEGRADABLE PLASTICS Dadi Rusendi
Bionatura Vol 5, No 3 (2003): Bionatura Nopember 2003
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.218 KB)

Abstract

The production of microbial poly-ß-hydroxybutyrate (PHB) was studied usingcyclone bioreactors at both the 1 L lab-scale and in 75 L Pilot Plant Scale (PPS) ofPilot Plant scale. The Culture used for PHB production was Alcaligenes eutrophusDSM 545, grown on a mineral salt medium limited by the supply of nitrogen. Twodifferent carbon sources were used: standard commercial glucose and hydrolyzedpotato processing waste. The levels of dissolved oxygen obtained in the PPS werestrongly depended on the location at which the air was introduced into thereactor. However, with aeration balanced between two injection points and asimilar level of power input, 17 W/L, the PPS was able to provide at least as muchoxygen transfer capability as the lab-scale reactor. Under all condition tested, thePHB accumulation by A. eutrophus was very high, in excess of 80% of thebiomass dry weight. The potato starch was readily hydrolyzed to fermentablesugars, however, the economic feasibility of using this carbon sources requiresfurther evaluation.
THE EFFECT OF SOAKING, WASHING AND FRYING ON THE CONCENTRATION OF FORMALDEHYDE IN SANGE BELAH SALTY FISH Jutti Levita -; Wiwiek Indriyati -; Resmi Mustarichie -
Bionatura Vol 12, No 1 (2010): Bionatura Maret 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formaldehyde in food has developed as public issue in the last two years. Several foods, such as salty fish, wet noodles and tofu were laboratorically proven using formaldehyde as preservative. A study on the effect of soaking and frying towards the concentration of formaldehyde in salty fish has been carried out. Sange belah was chosen as the model. The fish was soaked in formaldehyde solution (250 ppm in concentration) for 12 hours then it was washed, fried, and distilled in closed system. Distillate was reacted with Nash Reagent. The yellow color formed was measured spectrophotometrically at λ 415 nm. Result showed that there was a decreasing of formaldehyde concentration in the sample (Δ 63.27% after washing and Δ 83.03% after frying).Keywords: Formaldehyde, salty fish, sange belah
IDENTIFIKASI FEROMON SEKS SERANGGA PENGGEREK UMBI KENTANG Phthorimaea operculella Zell. (LEPIDOPTERA: GELECHIIDAE) Entun Santosa; Agus Dana Permana; Agus Susanto; Wiwin Setiawati
Bionatura Vol 4, No 1 (2002): Bionatura Maret 2002
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.78 KB)

Abstract

Penelitian mengenai Identifikasi Feromon Seks Serangga Penggerek UmbiKentang, Phthorimaea operculella Zell. (Lepidoptera: Gelechiidae) telah dilakukandi laboratorium Entomologi, Jurusan Biologi FMIPA ITB pada bulan Maret 2000sampai September 2000. Feromon seks diekstraksi dari ujung abdomen betina“virgin” yang berumur 1–3 hari. Identifikasi feromon dilakukan dengan GasChromatography (GC) menggunakan kolom non-polar DB-5. Feromon SeksSerangga Penggerek Umbi Kentang, Phthorimaea operculella Zell. telahdiidentifikasi sebagai campuran (E,Z)-4,7-13 Ac (trans-4, cis-7-tridecadienylacetate) dan (E,Z,Z)-4,7,10-13 Ac (trans-4, cis-7, cis-10-tridecatrienyl acetate)dengan rasio 1 : 2,5.Kata Kunci : Phthorimaea operculella Zell., penggerek umbi kentang, feromon seks
ANALISIS DATA MULTISPEKTRAL UNTUK IDENTIFIKASI POTENSI PANAS BUMI Cyrke A.N. Bujung -; Alamta Singarimbun -; Dicky Muslim -; Febri Hirnawan -; Adjat Sudradjat -
Bionatura Vol 13, No 1 (2011): Bionatura Maret 2011
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.859 KB)

Abstract

Indikator keterdapatan cebakan panas bumi di bawah permukaan tanah, dapattercermin di permukaan dengan adanya manifestasi permukaan seperti kawahfumarol, mata air panas dan sebagainya. Hal ini memungkinkan untukmengidentifikasi daerah potensi panas bumi berdasarkan ekspresipermukaannya dengan menggunakan citra satelit penginderaan jauh. Penelitianini menggunakan metode penginderaan jauh multispektral Landsat TM(Thematic mapper) untuk analisis spektral reflektansi dan temperatur darimanifestasi permukaan daerah panas bumi. Hasil analisis menunjukkan bahwaanomali spektral reflektansi dari manifestasi permukaan terjadi pada salurandengan panjang gelombang di bawah 0,7 ìm. Sedangkan temperaturmanifestasi permukaan terdeteksi berkisar antara 304,880K sampai dengan308,340K.Kata kunci: multispektral, reflektansi, temperatur, panas bumi
ANALISIS CURAH HUJAN DAN APLIKASINYA DALAM PENETAPAN JADWAL DAN POLA TANAM PERTANIAN LAHAN KERING DI KABUPATEN BANDUNG Dwiratna N.P.S. -; Nawawi, G. -; Asdak, C. -
Bionatura Vol 15, No 1 (2013): Bionatura Maret 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jadwal dan pola tanam di lahan kering ditentukan olehcurah hujan bulanan di wilayah yang bersangkutan.Petani menetapkan jadwal dan pola tanam berpedomanpada kebiasaan yang turun menurun, antaralain berdasarkan bulan terjadinya hujan. Penetapanseperti ini selain pola tanam kurang optimal jugaseringkali mendatangkan risiko gagal panen. Untukmenghindari kejadian tersebut maka informasiyang akurat tentang karakteristik curah hujan inimerupakan suatu hal penting. Penelitian ini bertujuanuntuk: (1) Membangkitkan data curah hujan bulanandan tahunan berdasarkan data curah hujan historis; (2)Melakukan analisis curah hujan untuk mengevaluasipola dan jadwal tanam pertanian lahan kering.Metode penelitian yang digunakan adalah metodedeskriptif dengan mengkaji pola dan jadwal tanamlahan kering di Kabupaten Bandung berdasarkandata curah hujan yang dibangkitkan dengan modelstokastik. Dari hasil penelitian diketahui bahwaaplikasi metode stokastik curah hujan bulanan dapatdigunakan untuk membangkitkan data hujan bulanansintetik yang memiliki karakteristik yang tidakjauh berbeda dengan data historis. Berdasarkananalisis curah hujan diketahui bahwa secara umumpola tanam lahan kering di Kabupaten Bandung hanyadapat dilakukan 2 kali dalam setahun dan rata-ratabergeser mundur antara 2 minggu hingga 1 bulan darikebiasaan petani setempat (dari Okt 1 ke Okt 2 atauNov 1).