cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Faktor Biologi Dan Lingkungan Terhadap Disfungsi Seksual Wanita Fitri Sofiatin; Sutyarso Sutyarso; Susianti Susianti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2542

Abstract

ABSTRAK Latarbelakang:Disfungsi seksual diperkirakan mempengaruhi 22-43% wanita di seluruh dunia. Faktor yang berkontribusi adalah faktor biologi dan lingkungan. Faktor penentu biologi meliputi usia, status menopause yaitu lama mengalami menopause dan usia menarche. Faktor lingkungan yang berkaitan yaitu paritas, usia pasangan (suami), tingkat pendidikan, pendapatan, pekerjaan wanita, lama hubungan pernikahan, riwayat medis, penggunaan obat-obatan dan penggunaan kontrasepsi. Sehingga perlu diketahui apakah terdapat hubungan antara faktor biologi dan lingkungan khususnya di Kota Bandar Lampung.Metode: Penelitian observasional non-eksperimental yang menggunakan rancangancross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kedaton, Bandar Lampung selama satu bulan dimulai sejak dikeluarkannya izin dari komite etik penelitian. Data disfungsi seksual didapatkan dari kuesioner Female Sexual Function Index (FSFI) dan kuesioner terkait karakteristik faktor biologi dan lingkungan. Data kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistic dengan uji Chi Square sebagai analisis bivariat.Hasil: Angka disfungsi seksual pada wanita sebanyak 102 (46,6%) responden.Terdapat hubungan antara usia responden, usia pasangan/suami responden dan lama pernikahan responden terhadap kejadian disfungsi seksual (p<0,05 dengan OR 1,488; 1,415; dan 1,428).Simpulan:Terdapat hubungan antara faktor biologis yaitu usia ibu serta factor lingkungan seperti usia pasangan/suami dan lama pernikahan dengan disfungsi seksual pada wanita.Saran: Pengambilan data seperti riwayat medis dapat dilakukan dengan spesifik dengan pemeriksaan medis yang mendukung, responden penelitian tidak mengetahui secara pasti riwayat medis karena tidak melakukan pemeriksaan secara rutin. Kata kunci:Faktor Biologi, DisfungsiSeksual, FaktorLingkungan, Wanita 
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU MULTIPARITAS TENTANG IMPLAN Arum Dwi Anjani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i1.602

Abstract

Lajunya pertumbuhan penduduk di Kota Batamsebesar 8,59% pada tahun 2013. Lajunyapertumbuhan di Kota Batam dipengaruhi karena proporsi kelompok usia subur lebih tinggi disbandingkelompok usia lainnya. Upaya mengatasi masalah kependudukan banyak dilakukan salah satunyadengan program KB.Paradigma program KB telah mempunyai visi dari mewujudkan NKKBSmenjadi visi untuk mewujudkan keluarga berencana yang berkualitas tahun 2015.Salah satu alatkontrasepsi yang digalakkan pemerintah untuk metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalahkontrasepsi implant. Implan diperkenalkan di Indonesia sejak 1982 dan dapat di terima. SehinggaIndonesia merupakan Negara terbesar pemakai kontrasepsi implant. Metode Penelitian menggunakanjenis penelitian One-Group Pretest-Posttest Design, populasi 442 dan sampel 82 responden,pengambilan sampelnya Non probility sampling. Uji statistik p- value 0,000. Dari 82 responden reratapengetahuan ibu multiparitas tentang implant sebelum diberikan informasi 18,38±2,022dan sesudahdiberikan informasi sebesar 21,77±1,220dari 23 total skor mengalami peningkatan 3,39. Adanyapengaruh sebelum diberikan informasi dengan setelah diberikan informasi terhadap pengetahuan ibumultiparitas tentang implant di Kecamatan Nongsa Kota Batam tahun 2015. Untuk itu Puskesmasyang merupakan salah satu merupakan tonggak acuan masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan/informasi,mengenai implant, Puskesmas harus lebih sering lagi memberikan informasi denganmengadakan penyuluhan, menyediakan phamlet ,brosur, poster di puskesmas. Yang khusus mengenaikontrasepsi implant.Kata Kunci : Informasi, Pengetahuan, Implan
PERBEDAAN KONSUMSI YOGURT MENGANDUNG POLYDEXTROSE DENGAN YOGURT TERHADAP KEJADIAN KONSTIPASI PADA IBU HAMIL Indri Lovely Auria; Neneng Siti Lathifah; Dainty Maternity; Suharman Suharman
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.1689

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang Di Indonesia kasus konstipasi yang diderita oleh wanita hamil sekitar 4-30%, sedangkan konstipasi yang diderita masyarakat di atas usia lanjut sekitar 2-25% pada usia 60 tahun ke atas. Insiden konstipasi tersebut meningkat seiring dengan pertambahan umur dan penggunaan suplemen zat besi.Insiden konstipasi pada ibu hamil di Indonesia mencapai 15-20 % Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui pengaruh konsumsi yogurt terhadap kejadian ibu hamil di BPM Fitri Hayati S.ST Bandar Lampung Tahun 2019. Metode Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian pendekatan quasi eksperimental deain dengan rancangan pretest-posttest with control group. sampel seluruh ibu hamil sebanyak 30 orang. 15 orang sebagai kelompok eksperimen dan 15 orang lainya sebagai kelompok control dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dengan uji T-test independent. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata frekuensi bab sesudah konsumsi yogurt yang mengandung polydextrose pada ibu hamil yang mengalami kontipasi di BPM Fitri Hayati S.ST Bandar Lampung Tahun 2019  yaitu 23.60 dan  rata-rata frekuensi bab sebelum konsumsi yogurt pada ibu hamil yang mengalami kontipasi di BPM Fitri Hayati S.ST Bandar Lampung Tahun 2019 yaitu 19.20.  Kesimpulan  ada pengaruh pemberian konsumsi yogurt terhadap kejadian konstipasi pada ibu hamil di BPM Fitri Hayati S.ST Bandar Lampung Tahun 2019. Hasil uji t didapat p value 0,000 < α (0,05). Saran Dapat dijadikan sebagai metode nonfarmakologi untuk mengatasi kontipasi yang terjadi pada ibu hamil sengan mengkonsumsi Yogurt Polydextrose yang sangat efektif untuk menyembuhkan sembelit.   Kata Kunci : Konsumsi Yogurt Polydextrose dan Yogurt,Kontipasi
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI DAN MP-ASI PADA BALITA STUNTING USIA 24-59 BULAN Neng Fitri; Didah Didah; Puspa Sari; Sri Astuti; Sefita Aryuti Nirmala
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3096

Abstract

ABSTRACT DESCRIPTION OF MOTHER'S KNOWLEDGE SUPPLYING ASI AND MP-ASI FOR STUNTING CHILDREN AGE 24-59 MONTHS. Background: Stunting is the impaired growth and development that children experience from poor nutrition, repeated infection, and inadequate psychosocial stimulation. Stunting cause barriers to growth and development in children. One of the factors associated with stunting is food intake. National prevalence data shows that of 34 provinces in Indonesia there are 20 provinces with 100 districts with stunting prevalence above the average national prevalence. Sumedang has a stunting prevalence of 41.08% and is included in the 100 districts that have the highest stunting rate in Indonesia which is the focus of the government of 10 villages in Sumedang, including Cijeruk Village.Purpose: This research aim to  determine the description of maternal knowledge about the history of breastfeeding and breastfeeding in stunting toddlers aged 24-59 months, in the village of Cijeruk, Pamovery District, Sumedang Regency.Methods: This research used to descriptive method with cross sectional approach. Sampling in this study using total sampling. The sample size in this study were 56 toddlers aged 24-59 months of Stunting in Cijeruk Village. Knowledge data was divided into 2 groups, namely knowledge about breastfeeding and supplementary feeding. Data was obtained through a questionnaire filled in by the mother. Results: The results of this research is showed that the mother's knowledge about breastfeeding in stunting toddlers had good knowledge (16,0%),sufficient knowledge (75%), lack of knowledge (8,94%) the mother's knowledge about giving MPASI to stunting toddlers had good knowledge (30,35%) sufficient knowledge (60.71%) lack knowledge (8,94%). Conclusion: The mother's knowledge of breastfeeding and complementary foods in stunting toddlers has sufficient knowledge.Suggestion It is hoped that more strengthening counseling in complementary feeding of breastfeeding should emphasize more on adequate nutrition and protein intake by utilizing existing natural resources and strengthening the importance of growth and development checks and nutritional counseling for pregnant women so that postpartum provide exclusive breastfeeding for up to 6 months.  Keywords:  Knowledge,mother, Breastfeeding, Complementary Foods, Toddler, Stunting. Latar Belakang: Data prevalensi nasional menunjukan bahwa dari 34 provinsi di Indonesia terdapat 20 Provinsi 100 Kabupaten dengan prevalensi stunting di atas rata-rata prevalensi nasional. Sumedang memiliki prevalensi stunting sebesar 41,08% dan termasuk dalam 100 kabupaten yang memiliki angka stunting tertinggi di Indonesia yang menjadi fokus pemerintah 10 Desa di Sumedang,  Termasuk Desa Cijeruk sebanyak 22,2%. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting adalah asupan makanan berupa pemberian ASI dan pemberian MP-ASI mulai dari menentukan,memilih,mengolah sampai dengan menyajikan menu gizi sehari-hari sesuai dengan kebutuhan dan usianya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dan MPASI pada balita stunting usia 24-59 bulan, di Desa Cijeruk Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 orang balita usia 24-59 bulan Stunting di Desa Cijeruk Yang telah memenuhi kriteria inklusi.Instrumen  Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Data pengetahuan dibedakan menjadi 2, yaitu pengetahuan pemberian ASI dan pengetahuan pemberian MP-ASI. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi sendiri oleh ibu.Hasil: bahwa pengetahuan ibu tentang pemberian ASI pada balita stunting memiliki pengetahuan yang baik (16,06%)  cukup (75%)  kurang (8,94%) dan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI pada balita stunting memiliki pengetahuan yang baik (30,35%) cukup (60,71%) kurang (8,94%).Kesimpulan: Pada penelitian ini pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dan pengetahuan MP-ASI pada balita stunting mayoritas memiliki kategori pengetahuan cukup.Saran Diharapkan lebih menguatkan konseling dalam pemberian makanan pendamping ASI harus lebih ditekankan lagi dalam asupan nutrisi dan protein yang cukup dengan mamanfaatkan sumber daya alam yang ada dan penguatan pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang dan konseling gizi ibu hamil agar pascapersalinan memberikan ASI Ekslusif  hingga 6 bulan. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu, ASI, MPASI, Balita, Stunting.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN (KPSP) ANAUSIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING RAYA BANDALAMPUNG TAHUN 2017 Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i3.661

Abstract

Di Indonesia masalah gizi kurang masih menjadi yarakatyang utama. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (ndonesiatahun 2007 didapatkan hasil bahwa prevalensi nasional gizi kurang pada balita adalah 13,0%. Kejadian giehatanmasyarakat jika prevalensi lebih dari 5%1. Di ProvinsiU) kurang pada balita diperoleh tahun 2007 sebanyakbanyak14,0% dan pada tahun 2013 meningkat sebanyak 19,0%dapat 73 anak yang akan diteliti untuk dilihat hubungan status guan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara PSP) anak usia 3-5 tahun di Desa Kemiling Raya BandarLampungRancangan pada penelitian ini adalah Survei Analitik dengedua variabel yang diuji pada objek penelitian diukur atau dikumpopulasi  73 responden dan keseluruhan populasi dijadikan samk sampling Total Sampling. Analisis data menggunakan anaan Uji Chi square. Distribusi status gizi pada anak usia 3-5 tahun di Desa dapat, gizi baik sebanyak 49 orang anak (67.1%) gizi kurang 22 ang (1.4%) dan gizi lebih 1 orang (1.4%). Distribusi status perkemesa Kemiling Raya Bandar Lampung didapat, perkembangan ana69.9%)  meragukan 21 orang anak (28.8%) menyimpang 1 orangggunakan spearman didapat nilai r = -369 dan nilai p=0.hubungan antara gizi dengan perkembangan kpsp anak usia 3-5 tahun pung Tahun 2017Saran Bagi orang tua diharapkan dapat mem setiap tahunnya, serta diharapkan dapat memperhatikan pengaruh pada status gizi anak danperkembangan anak.
BOOKLET MENSTRUAL HYGIENE DAPAT MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA Fauziah Yulfitria; Shentya Fitriana; Hamidah Hamidah; Karningsih Karningsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2748

Abstract

ABSTRACT  Background: Menstruation is a natural process that occurs routinely in women every month during the fertile age. Although menstruation occurs routinely, but there are still some teenagers who consider menstruation as sensitive and taboo to tell, they are ashamed to tell it to others, including to his parents (Dasgupta & Sarkar, 2008). It is one of the causes of lack of adolescent understanding of self-hygiene during menstruation.  Objective: To know the influence of menstrual hygiene booklet on changes in knowledge and attitudes adolescents.  Method: Research the quasi experiment by using research pre-test and post-test group design. With the sample is a part of the student level I Poltekkes Kemenkes Jakarta III academic year 2018-2019 amounting to 84 people. The data used is the primary data by giving the poll to respondents with the analysis of the data Univariat (frequency) and bivariate (Wilcoxon test).  Result: Increased knowledge (75%) and attitudes (82%) Respondents after gaining health education using the media booklet (P = 0,000). Conclusion: Booklet can improve the knowledge and attitudes of respondents. Suggestion : It is expected that young women can practice menstrual hygiene appropriately, and for Health Institutions can use this media booklet in health promotion.  Keywords: Booklet menstrual hygiene, knowledge, attitude  ABSTRAK  Latar Belakang : Menstruasi merupakan proses alamiah yang terjadi secara rutin pada perempuan setiap bulannya selama masa usia subur. Walaupun menstruasi terjadi secara rutin, tetapi masih ada beberapa remaja yang menganggap menstruasi sebagai hal yang sensitive dan tabu untuk diceritakan, sehingga mereka malu untuk menceritakannya kepada orang lain, termasuk kepada orang tuanya (Dasgupta & Sarkar, 2008). Hal ini menjadi salah satu penyebab kurangnya pemahaman remaja tentang kebersihan diri pada saat menstruasi.  Tujuan : mengetahui pengaruh booklet menstrual hygiene terhadap perubahan pengetahuan dan  remaja.  Metode : Penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test group design. Dengan sampel adalah sebagian mahasiswa tingkat I Poltekkes Kemenkes Jakarta III Tahun Akademik 2018-2019 yang berjumlah 84 orang. Data yang digunakan adalah data primer dengan memberikan angket kepada responden dengan analisa data secara Univariat (distribusi frekuensi) dan  bivariat (uji Wilcoxon).  Hasil : Terdapat peningkatan pengetahuan (75%) dan sikap (82%) responden sesudah mendapatkan Pendidikan kesehatan menggunakan media booklet (p=0,000). Kesimpulan : Media Booklet dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap responden. Saran : Diharapkan remaja putri dapat mempraktikkan perilaku menstrual hygiene dengan tepat. Dan bagi Institusi Kesehatan dapat menggunakan media booklet ini dalam melakukan promosi Kesehatan.  Kata Kunci : Booklet menstrual hygiene, Pengetahuan, Sikap
HUBUNGAN DEPO MEDROKSI PROGESTERONE ACETAT (DMPA) DENGAN KETIDAKTERATURAN SIKLUS HAID PADA PENGGUNA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI BPM NURHASANAH KOTA BANDAR LAMPUNG Nimade dian Pramasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i4.625

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satu kekurangannya adalah terganggunya pola haid diantaranya adalah amenorrhea, menoragia dan muncul bercak(spotting), terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian, dan peningkatan beratbadan. Gangguan siklus menstruasi paling sering terjadi pada bulan pertama penyuntikan. TujuanPenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA)dengan ketidakterturan siklus haid pada pegguna akseptor KB suntik 3 bulan di BPM Kota BandarLampung tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain crosssectional.Populasi dalam peneltian ini adalah aksepetor KB suntik 3 bulan yang sudah menggunkanKB suntik minimal 1 tahun sampai batasa waktu penelitian di BPM Nurhasanah Kota BandarLampung yang berjumlah 306 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan simple randomsampling dan didapatkan sampel sebanyak 174 responden. Data dikumpulkan dengan wawancara,menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat.Pengolahan data melalui uji chi square dengan tingkat kepercayaan 90%. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara DMPA dengan ketidakteraturan siklus haid padapengguna akseptor KB suntik 3 bulan di BPM Nurhasanah Kota Bandar Lampung Tahun 2015 denganp-value = 0,035 dan OR = 4,455
PEMBERIAN JUS TOMAT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TAHUN 2019 Fitriani Fitriani; Yulistiana Evayanti; Nurul Isnaini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.1743

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang :Hemoglobin merupakan zat warna yang terdapat dalam sel darah merah dan berguna untuk mengangkut oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh, hemoglobin adalah ikatan protein, garam besi, zat warna. Saat kehamilan, anemia dapat di cegah dan di obati dengan menggunakan zat besi dan suplemen asam folat. Vitamin C salah satu kombinasi yang baik untuk membantu penyerapan zat besi. Salah satu buah yang mengandung vitamin C dan senyawa bermanfaat untuk kesehatan yaitu tomat. Kandungan tomat dalam 180 gram adalah 24,6 mg vitamin, 0,49 mg zat besi, dan 27 mcg asam folat. Berdasarkan survey pendahuluan yang peneliti lakukan pada januari Tahun 2019 dari hasil observasi pada buku ANC diketahui 48 ibu hamil diantaranya 22 TM III.Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pemberian Jus Tomat terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada ibu hamil trimester III di BPS Rohanah, STr.Keb.Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan pra eksperimen dengan rancangan One group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami anemia trimester III sebanyak 22 responden. Sampel 15 orang,  Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah uji T-dependent. Hasil :  Rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian jus tomat 9.687 dan standar deviasi .4838. Nilai rata-rata kadar hemoglobin sesudah pemberian jus tomat 11.773 dan standar deviasi 1.0074. Ada pengaruh pemberian jus tomat terhadap peningkatan kadar hb pada ibu hamil  (p value 0,000 < 0,05). Kesimpulan :  Ada pengaruh pemberian jus tomat terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil. Bagi ibu hamil dapat mengkonsumsi jus tomat secara rutin guna pencegahan terjadinya anemia serta banyak istirahat istirahat yang cukup.Saran: Bagi ibu hamil dapat mengkonsumsi jus tomat secara rutin guna pencegahan terjadinya anemia serta banyak istirahat istirahat yang cukup.  Kata Kunci             : Jus tomat, kadar haemoglobin 
PENGARUH PEMBERIAN ESSENSIAL OIL PEPPERMINT TERHADAP INTENSITAS MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI DESA WAY HARONG TIMUR KECAMATAN WAY LIMA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2016 Yuli Yantina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i4.593

Abstract

Mual dan muntah terjadi sekitar 60% - 70% terutama pada trimester pertama. Dampak mual dan muntah apabila tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan gejala mual dan muntah berat (hiperemesis gravidarum) yang akan berakibat buruk pada ibu hamil maupun janin. Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh pemberian Esensial Oil Peppermint terhadap intensitas mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di desa Way Harong Timur Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran Tahun 2016.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitaif, rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pra eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah di desa Way Harong Timur Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran Tahun 2016. Besar sampel pada penilitian ini yaitu 35 responden, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan bantuan program komputer.Hasil uji statistik menyimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian Essensial Oil Pepermint dengan kejadian mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di desa Way Harong Timur Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran Tahun 2016 dengan p-value 0,000 (p ≤ 0,05). Sehingga dapat di harapkan bagi ibu hamil dan masyarakat untuk menggunakan pengobatan nonfarmakologis yang tepat untuk mengurangi mual dan muntah karena tidak menimbulkan efek samping yang merugikan bagi kesehatan ibu dan janin
Survei Kualitas Gizi Makanan Sela Yang Dikonsumsi Siswi SMP Dan SMA Di Kecamatan Jatinangor Alifia Nanda Brillianty; Neneng Martini; Puspa Sari; Didah -; Sri Astuti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i4.1982

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan, dan perkembangan baik secara fisik, psikologis, maupun intelektual. Oleh karena itu, nutrisi yang dibutuhkan lebih tinggi. Remaja mempunyai kebiasaan makan diantara waktu makan baik berupa jajanan disekolah maupun diluar sekolah yang dikenal dengan makanan sela. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kandungan gizi, kualitas gizi, banyaknya makanan sela serta pertimbangan memilih makanan sela yang dikonsumsi siswi SMP dan SMA di Kecamatan Jatinangor.Metode: Metode penelitian menggunakan survei deskriptif dengan data primer hasil wawancara 332 responden. Pengolahan data menggunakan nutri survey.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan jenis makanan yang paling sering dikonsumsi adalah baso goreng dengan 65 responden (19,57%), tidak ada makanan yang memenuhi seluruh angka kecukupan gizi, 295 responden (88,9%) mengonsumsi makanan sela yang tidak berkualitas, 187 responden (56,3%) memakan 3-5 jenis makanan, 222 responden (66,9%) memilih pertimbangan rasa yang enakKesimpulan: Makanan yang paling sering dikonsumsi adalah baso goreng dengan 65 responden (19,57%). tidak ada makanan yang memenuhi seluruh angka kecukupan gizi, 295 responden (88,9%) mengonsumsi makanan sela yang tidak berkualitas, 187 responden (56,3%) memakan 3-5 jenis makanan, 222 responden (66,9%) memilih pertimbangan rasa yang enak.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue