cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PENGETAHUAN LANSIA DENGAN MOTIVASI MENGIKUTI POSYANDU LANSIA Devylestari Nurul Aulia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i2.652

Abstract

Manusia dalam fase kehidupan akan mengalami proses penuaan. Indonesia belum memilikifasilitas kesehatan memadai untuk mengantisipasi lonjakan jumlah orang lanjut usia, saat ini baru 528puskesmas lansia di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan dukungankeluarga dan pengetahuan lansia dengan motivasi lansia mengikuti posyandu lansia. Penelitian inimenggunakan jenis kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional, pengambilan sampelmenggunakan purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Sei Pancur, pada bulan Februari-Juli2017 dengan jumlah populasi 3.997 lansia dan sampel sebanyak 98 responden, pengumpulan datamenggunakan kuisioner kemudian di analisis menggunakan uji Chi Square .Hasil penelitian di perolehbahwa 59 lansia yang dukungan keluarganya rendah nilai p-value 0,016, dan 66 lansia berpengetahuanrendah nilai p-value 0,023 <  batas kemaknaan (α) 0,05 dengan demikian Ha di terima dan Ho di tolak.Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan pengetahuan lansia denganmotivasi mengikuti posyandu lansia, saran agar responden dapat mengerti arti penting mengikutiposyandu lansia.
KADAR HB,LILA DAN BERAT BADAN IBU SAAT HAMIL BERISIKO TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN Ratna Dewi; Nita Evrianasari; Ike Ate Yuviska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.1769

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang Anak dengan status gizi stunting akan mengalami gangguan pertumbuhan hingga masa remaja sehingga pertumbuhan anak lebih rendah dibandingkan remaja normal. Berdasarkan data Dinkes Pesawaran, Puskesmas Kalirejo merupakan salah satu wilayah kerja Puskemas dengan kejadian stunting tertinggi, yaitu sebanyak 203 anak pada tahun 2018.  Tujuan penelitian diketahui Kadar HB,  LILA, dan BB ibu saat hamil beresiko terhadap kejadian Stunting pada Anak usia 1-3 Tahun  Metode Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 900 dan sampel sebanyak 60 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan (persentase) 10% dari jumlah populasi. Analisa data menggunakan analisa chi square. Hasil Dari 60 anak, 20 anak (33,3%) mengalami stunting, dari 60 ibu yang mengalami KE, 26 ibu (43,3%) mengalami anemia, 34 ibu (56,7%) tidak mengalami kenaikan BB, 27 anak (45,0%) dengan panjang badan tidak normal, 26 anak (43,3%) dengan berat badan tidak normal, nilai p-value <α 0,000, p-value <α 0,008, p-value <α 0.000, p-value <α 0.007, p-value <α 0.000 Kesimpulan  terdapat hubungan riwayar LILA ibu  saat hamil, riwayat hb ibu saat hamil, riwayat bb ibu saat hamil, panjang badan lahir,  berat badan lahir dengan kejadian stunting. Saran Diharapkan bagi ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun dapat meningkatkan mutu kesehatan anak, yang diawali dengan penyediaan konsumsi yang layak bagi anak, selanjutnya ibu juga diharapkan dapat ikut berperan aktif, jika diselenggarakan penyuluhna terkait kejadian stunting pada anak.  Kata Kunci  : KEK, Hemoglobin, BB Ibu, Panjang Badan Lahir, Berat Badan Lahir, Stunting  
UJI CEMARAN COLIFORM PADA ICE COFFEE BLENDED YANG BEREDAR DI KECAMATAN SAMARINDA ULU DENGAN MENGGUNAKAN METODE MPN (Most Probable Number) Supomo Supomo; Eko Kusumawati; Muhammad Amin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i2.574

Abstract

Minuman  Ice Coffee Blended merupakan minuman siap saji yang populer karena memiliki varian rasa yang sangat diminati masyarakat. Namun dalam penyajiannya minuman Ice Coffee Blanded kebanyakan ditemukan di pinggir jalan yang memungkinkan tercemar oleh bakteri golongan coliform.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran bakteri coliform pada minuman ringan Ice Coffee Blended yang beredar di pinggir jalan kota Samarinda berdasarkan standar BPOM RI.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014 di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman Samarinda. Sampel yang digunakan adalah minuman  Ice Coffee Blended yang diambil di dua kelurahan Kecamatan Samarinda Ulu yaitu Kelurahan Gunung Kelua dan Kelurahan Dadimulya dengan menggunakan metode sampling yaitu Random Cluster Sampling sejumlah 14 sampel. Pengujian sampel terhadap coliform meliputi uji pendugaan dan uji penegasan dimana uji penduga mengunakan media LB (Lactose Broth) sebagai pendeteksi awal keberadaan bakteri coliform dan uji penegas menggunakan media BGLBB (Brillian Green Lactose Bile broth) sebagai pendeteksi spesifik keberadaan bakteri coliform. Data penelitian yang diperoleh dianalisis deskriptif dengan membandingkan nilai standar MPN coliform maksimum BPOM RI, Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009.Hasil penelitian menunjukkan dari ke-14 sampel yang telah diuji, sampel J memiliki tingkat cemaran tertinggi yaitu 240  MPN/100 ml dengan tingkat pengenceran mencapai , sedangkan sampel dengan tingkat cemaran terendah yaitu sampel D sebanyak 240  MPN/100 ml dengan tingkat pengenceran terendah yaitu . Nilai MPN coliform  minuman Ice Coffee Blended melebihi standar yang telah ditetapkan oleh BPOM RI yaitu < 3 MPN/100 ml.            Kesimpulan dari penelitian ini kualitas mikrobiologi minuman Ice Coffee Blended yang beredar di 2 kelurahan Kecamatan Samarinda Ulu kurang memenuhi syarat untuk  dikonsumsi. Kata Kunci : Minuman  Ice Coffee Blended, Nilai MPN, Standar BPOM RI
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Umi Salamah; Philipa Hellen Prasetya
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i3.1418

Abstract

Menyusui adalah  proses alami bagi seseorang ibu untuk menghidupi dan menyejahterakan anak pasca melahirkan. Proses menyusui yang tidak mudah memerlukan kekuatan agar dapat berhasil (Riksani, 2012). Air Susu Ibu (ASI) merupakan proses nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energy dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, adakalanya seorang ibu mengalami masalah dalam pemberian ASI. Kendala yang utama adalah karena produksi ASI tidak lancar (Saleha, 2009).Manfaat ASI yaitu bayi mendapatkan kekebalan tubuh serta perlindungan dan kehangatan melalui kontak kulit dengan ibunya, mengurangi perdarahan serta konservasi zat besi, protein dan zat lainnya, dan ASI Ekslusif dapat menurunkan angka kejadian alergi, terganggunya pernapasan, diare dan obesitas pada anak (Riskani, 2012). Bila bayi tidak diberi ASI Eksklusif  memiliki dampak yang tidak baik bagi bayi. Adapun dampak memiliki risiko kematian karena diare 3,94 kali lebih besar dibandingkan bayi yang mendapat ASI Eksklusif (Kemenkes, 2010). Bayi yang diberi ASI akan lebih sehat dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.Pemberian ASI akan lebih sehat dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Pemberian susu formula pada bayi dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, saluran nafas dan telinga. Bayi juga mengalami diare, sakit perut (kolik), alergi makanan, asma, diabetes dan penyakit saluran pencernaan kronis (Hapsari, 2014).Sehubungan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan 2030, menyusui merupakan salah satu langkah pertama bagi seorang manusia sejahtera. Sayangnya tidak semua orang mengetahui hal ini. Dibeberapa Negara maju dan berkembang termasuk Indonesia, banyak ibu karir yang tidak menyusui secara eksklusif. Menurut UNICEF, ASI Eksklusif dapat menekan angka kematian bayi di Indonesia.UNICEF menyatakan bahwa 30 ribu kematian anak balita di Indonesia dan 10 juta kematian balita di seluruh dunia setiap tahun dapat dicegah melalui pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan sejak pertama setelah kelahiran bayi tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan kepada bayi (Prasetyono, 2009). Cakupan ASI Eksklusif di negara ASEAN seperti India mencapai 46%, di Philipina 34%, di Vietnam 27%, di Myanmar 24% sedangkan di Indonesia sudah mencapai 54,3% (Infodatin, 2014). Di Indonesia hampir 9 dari 10 ibu pernah memberikan ASI, namun penelitian IDAI (Yohmi dkk, 2015) menemukan hanya 49,8% yang memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan sesuai rekomendasi WHO. Hasil penelitian di DKI Jakarta dari Program Magister Kedokteran Kerja Departemen Kedokteran Komunitas FKUI, diperoleh presentase di Jakarta yang memberikan ASI Eksklusif pada bayinya hanya 32%. Bahkan 80% pekerja pabrik di Jakarta tidak memberikan ASI Eksklusif. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor dari pengetahuan, dukungan suami, keberhasilan IMD dan pekerjaan karena aktifitas kerja ibu yang berfokus kepada pencapaian karir. Hak ibu untuk memberikan ASI Eksklusif dan menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui hak ini tertuang pada bab V pasal 30 (Hapsari, 2014).Berdasarkan Studi Pendahuluan data yang diperoleh di Pramuka Sari RW 08 Kelurahan Rawasari Jakarta pusat, Dari jumlah 26 Ibu yang memiliki bayi di dapatkan 18 orang  (69,2%) tidak memberikan ASI Ekslusif. 
TERAPI SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) UNTUK MENGHADAPI KECEMASAN DALAM PERSALINAN Widiyanti Sarimunadi; Bunga Tiara Carolin; Rosmawaty Lubis
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3146

Abstract

ABSTRACT: SEFT THERAPY (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) FOR ANXIETY IN DEALING WITH LABORBackground: If the concern and anxiety of pregnant women is not handled seriously, it will have an impact and influence on physical and psychological aspects, both on the mother and the fetus. Pregnant women who experience anxiety in the face of labor are afraid of being operated on, afraid of spending a lot of money, fear of not being able to care for their babies properly, fear of their baby dying, fear of pain during delivery. One of the techniques for dealing with anxiety is SEFT therapy.Objective: to determine the effect of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) on anxiety in dealing with labor process.Methodology: this research is a quasi-experimental design with pre and post-test with control group design. The sample in this study was 25 trimester III pregnant women. The sampling technique was using purposive sampling technique. The research instrument used the DASS 42 questionnaire. The results of the data normality test were normally distributed so that the data were analyzed using the paired t-test.Results: The results showed that the average score of maternal anxiety before therapy was 13.48 (moderate) while after therapy was 7.88 (normal). The bivariate test results obtained p value 0,000.Conclusions: Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) can overcome the anxiety of pregnant women in facing labor.Suggestions: It is hoped that this therapy can be applied in the practice of midwifery to care for pregnant women, especially pregnant women who experience trauma or have anxiety in their pregnancy. Keywords: anxiety, pregnant women, spiritual emotional freedom technique. ABSTRAK Latar Belakang: Kekhawatiran dan kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan serius akan membawa dampak dan pengaruh terhadap fisik dan psikis, baik pada ibu maupun janin. Ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan disebabkan karena ibu takut dioperasi, takut akan mengeluarkan biaya yang banyak, takut tidak bisa merawat bayinya dengan baik, takut bayinya meninggal, takut kesakitan saat persalinan. Salah satu teknik untuk menghadapi kecemasan adalah denga terapi SEFT.Tujuan: Mengetahui pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap kecemasan dalam menghadapi persalinan.Metodologi penelitian: Penelitian ini merupakan quasi-experimental dengan rancangan pre and post test with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 ibu hamil trimester III. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS 42. Hasil uji normalitas data berdistribusi normal sehingga dianalisis data menggunakan uji paired t-test.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa skor rata-rata kecemasan ibu sebelum terapi 13,48 (Sedang) sedangkan sesudah terapi menjadi 7,88 (normal). Hasil uji bivariate didapatkan p value 0,000.Kesimpulan: Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) mampu mengatasi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan.Saran: Diharapkan terapi ini dapat diaplikasikan dalam praktik kebidanan perawatan ibu hamil khususnya ibu hamil yang mengalami trauma atau mempunyai kecemasan dalam kehamilannya. Kata kunci: Kecemasan, ibu hamil, Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PARTISIPASI IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMAJU TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Ike Ate Yuviska; Wulan Rometa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i1.542

Abstract

Kesehatan merupakan masalah yang penting dalam sebuah keluarga. Terutama yang berhubungan dengan bayi, balita dan ibu hamil. Data Depkes tahun 2007 gambaran perilaku masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan masih rendah sebanyak 50% masyarakat kurang aktif untuk memanfaatkan posyandu sebagai tempat pemeliharaan kesehatan bayi dan balita (Depkes RI, 2008). Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan pengetahuan dengan partisipasi ibu dalam kegiatan posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Sukamaju Teluk Betung Bandar Lampung tahun 2014.            Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang aktif datang ke posyandu sebanyak 570 orang. Besar sampel 85 orang. Analisis data menggunakan uji chi square.             Dari hasil penelitian didiapatkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang baik tentang posyandu sebanyak 54 orang (63,5%) dan sebagian besar partisipasi ibu tidak aktif dalam kegiatan posyandu, yaitu sebanyak 45 orang (52,9%). Hasil uji chi square didapat ada hubungan pengetahuan dengan pasrtisipasi ibu dalam kegiatan posyandu p-value = 0,000, (p value  0,05). Diharapkan bagi petugas Kesehatan Puskesmas Sukamaju Teluk Betung Bandar Lampung dapat mensosialisasikan pentingnya kunjungan ibu ke posyandu melalui penyuluhan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh ibu terutama terhadap ibu yang berpendidikan rendah, ibu yang bekerja dan ibu yang primipara dan diharapkan ibu untuk lebih aktif dalam mengikuti penyuluhan dan bimbingan mengenai posyandu. Kata Kunci : Pengetahuan, Partisipasi Ibu
PENGARUH PENYULUHAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG IUD DENGAN SIKAP AKSEPTOR KB DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJABASA INDAH KELURAHAN RABAJASA RAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i4.996

Abstract

Pola penggunaan alat kontrasepsi akseptor baru di Provinsi Lampung tahun 2010-2015, penggunaan alat kontasepsi IUD masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan penggunaan alat kontasepsi berupa suntik, implant, dan pil. Pengguna alat kontasepsi IUD pada tahun 2012 sebesar 5.64%, sedangkan suntik 41.62%, implant 8.69%, dan pil 33.39%,namun pada tahun 2014 pengguna IUD mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu mencapai 34.89%, sedangkan tahun 2015 pengguna IUD anjlok menjadi 6.55% (Profil Kesehatan Provinsi Lampung, Tahun 2015). Tujuan penelitian ini adalah diketahui pengaruh penyuluhan pendidikan kesehatan tentang IUD dengan sikap akseptor KB dalam menggunakan alat kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Kelurahan Rajabasa Raya Bandar Lampung Tahun 2018. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian pree eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB yang tidak menggunakan IUD, dan sampel sebanyak 39 orang, teknik sampel accidental sampling. Analisa Data menggunakan uji t-tes. Hasil analisa pada penelitian yang telah dilakukan pada 39 responden dapat diketahui bahwa rata-rata sikap ibu dengan Mean 42.77 Std. Dev 7.017  S. Eror 1.124. Hasil penelitian yang dilakukan pada 39 responden menunjukan bahwa rata-rata sikap ibu dengan Mean 62.92 Std. Dev 6.643  S. Eror 1.064. Hasil uji statistik t-tes didapat nilai p-value 0.000 (<0.05) yang artinya terdapat Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Dengan Sikap Ibu Dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD Di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Kelurahan Rajabasa Raya Bandar Lampung Tahun 2018. Saran hasil penelitian ini diharapkan bagi puskesmas untuk lebih giat dalam kegiatan promosi tentang IUD dalam program keluarga berencana seperti penyuluhan dengan macam pilihan media yang menarik dan informative, sehingga masyarakat lebih mengenal dan dapat memilih IUD sebagai alat kontrasepesi pilihan. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Sikap, Intra Uteri Device
EFEKTIVITAS PEPPERMINT DAN POMELO DALAM MENURUNKAN INTENSITAS MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL Nora Veri; Nila Suci Ramadhani; Alchalidi Alchalidi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i4.3005

Abstract

ABSTRACT Background: Emesis gravidarum can get worse into hyperemesis gravidarum which causes the body to become weaker, paler, and the frequency of urination decreases. As a result, decreased body fluids and hemoconcentration of blood can cause tissue damage. Non pharmacological treatment is very important because it reduces the pharmacological effects that appear in pregnant women. The herbal therapy that has been proven to be beneficial is the administration of peppermint, but research on the effects of Pamelo fruit related to nausea and vomiting in pregnant women is still rare.Objective: To determine the comparison of the effectiveness of peppermint and Pomelo orange on the intensity of nausea and vomiting in pregnant womenMethods: The research design was a quasi experimental study with a pretest posttest control group design approach. The number of samples was 24 pregnant women who were grouped into 3 groups.Results: The average intensity of nausea and vomiting in the peppermint group at pretest was 2.38 and decreased at posttest to 1 with P-value 0.004. The intensity of nausea and vomiting in the Pomelo group at pretest was 6.38, falling to 1.75 at posttest with P-value 0.000. The result of further test showed that there was no significant difference in the intensity of nausea and vomiting between the two groups with Sig. 0.428.Conclusion: Peppermint and pomelo are effective in reducing the intensity of nausea and vomiting in trimester I pregnant women.Suggestion : This research needs to be refined by enlarging the research sample and measuring the intensity of nausea and vomiting can be done every day during the study considering that this study only measured twice the number of 24 respondents. Keywords : Nausea, Vomiting, Pregnancy, Peppermint, Pomelo ABSTRAK Latar Belakang : Emesis gravidarum dapat bertambah berat menjadi hiperemesis gravidarum yang mengakibatkan tubuh semakin lemah, pucat, dan frekuensi buang air kecil menurun. Akibatnya cairan tubuh berkurang dan hemokonsentrasi darah yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Pengobatan non farmakolgis sangat penting karena mengurangi efek farmakologis yang muncul pada ibu hamil. Terapi herbal yang sudah terbukti bermanfaat adalah pemberian peppermint, namun penelitian efek buah Pamelo yang berkaitan dengan mual muntah pada ibu hamil masih jarang.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui  perbandingan efektifitas pemberian peppermint dan Jeruk Pomelo terhadap intensitas  mual dan  muntah pada ibu hamilMetode Penelitian : Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental dengan pendekatan pretest posttest control group design. Jumlah sampel  adalah sebanyak 24 orang ibu hamil yang dikelompokkan kedalam 3 kelompok.Hasil Penelitian : Rata-rata intensitas mual muntah pada kelompok peppermint saat pretest adalah 2,38 dan menurun pada saat posttest menjadi 1 dengan P-value 0,004. Intensitas mual muntah kelompok Pomelo pada pretest adalah 6.38 turun menjadi 1,75 pada saat posttest dengan P-value 0,000. Hasil uji lanjut didapatkan tidak ada perbedaan bermakna intensitas mual muntah antara kedua kelompok dengan Sig. 0,428.Kesimpulan : Pemberian Peppermint dan pomelo efektif dalam menurunkan intensitas mual dan muntah pada ibu hamil trimester I.Saran : Penelitian ini perlu disempurnakan dengan memperbesar sampel penelitian dan pengukuran intensitas mual muntah dapat dilakukan setiap hari selama penelitian mengingat penelitian ini hanya mengukur sebanyak dua kali pada 24 responden. Kata kunci : Mual, Muntah, Kehamilan, Peppermint, Pomelo 
PENGARUH PEMBERIAN TABLET BESI PLUS VITAMIN C TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PUSKESMAS AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2017 Rosmiyati Rosmiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i1.639

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan keadaan sosialekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber  daya  manusia, (Manuaba,  2012).  Berdasarkan  hasil  pra survey yang  peneliti lakukan  di  Puskesmas  Ambarawa Kabupaten  Pringsewu  pada  bulan  Februari  2017 terdapat 124 ibu hamil yang melakukankunjungan ANC, dimana diantaranya 30 ibu hamil tersebut kadar hemoglobinnya rendah.Dibandingkan dengan Puskesmas Kali Rejo dimana kunjungan ANC hanya sebanyak 84 ibu hamil,dimana yang mengalami anemia sebanyak 18 orang ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini adalahdiketahui ada pengaruh pemberian tablet besi plus vitamin C terhadap kadar hemoglobin ibu hamil diPuskesmas Ambarawa Kabupaten Pringsewu 2017.Jenis  Penelitian  Kuantitatif,  rancangan  penelitian  metode  quasi  eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi seluruh ibu hamil sebanyak 102 orang.Sampel sebanyak 15 orang dengan kriteria inklusi Responden yang sedang hamil TM  II,  Responden  dengan  kesadaran  penuh  dan  bersedia  menjadi  subjek  penelitian.Dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dengan uji T-test.Hasil penelitian menunjukan rata-rata hemoglobin sebelum intervensi 10.33, sesudah dilakukanintervensi sebesar 11.47. Diketahui Ada pengaruh pemberian tablet besi  plus  vitamin  C terhadap  kadar  hemoglobin ibu  hamil  di  Puskesmas  AmbarawaKabupaten  Pringsewu  tahun  2017.  Hasil  uji  t  didapat  p  value  0,000  <  α  (0,05). Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar memberikan tablet Fe dengan vitamin Ckarena dapat menaikkan kadar hemoglobin pada ibu hamil.
PERSALINAN PREMATUR KARENA KURANGNYA VITAMIN D Aulia Ridla Fauzi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2671

Abstract

Latar Belakang: Kejadian defisiensi vitamin D banyak terjadi pada kelompok usia berisiko, diantaranya adalah bayi dengan berat lahir rendah, ibu hamil dan orang lanjut usia. Kebutuhan gizi ibu hamil terdiri dari makromineral dan mikromineral yang harus dicukupi selama hamil, salah satu kebutuhan mikromineral yang dibutuhkan ibu saat hamil adalah vitamin D. Vitamin D yang tidak tercukupi dengan baik, meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia, diabetes gestasional, persalinan prematur, terhambatnya pertumbuhan janin, abortus spontan, serta berat bayi lahir rendah.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kekurangan vitamin D dengan kejadian persalinan prematurMetode: Metode literature review terhadap artikel-artikel mengenai vitamin D pada wanita hamil yang dapat menurunkan risiko kejadian persalinan prematur (<37 minggu). Kriteria inklusi yang digunakan adalah manfaat vitamin D yang dihasilkan dari sediaan suplemen dan juga vitamin D yang dihasilkan dari paparan langsung sinar matahari yang dapat menurunkan risiko kejadian persalinan premature dan berat bayi lahir rendah. Kriteria eksklusi dalam penyusunan artikel ini adalah artikel yang abstrak, artikel yang tidak menggunakan Bahasa Inggris dan artikel yang tidak full teksHasil: Tidak ada hubungan signifikan antara kekurangan vitamin D dengan kejadian persalinan prematur namun prevalensi kejadian rendahnya kadar serum vitamin D ditemukan pada wanita yang bersalin prematur.Kesimpulan: Prevalensi defisiensi vitamin D serum lebih tinggi pada wanita dengan persalinan prematur dibandingkan mereka yang melahirkan matur. Peran potensial dari suplementasi vitamin D prenatal dalam pencegahan kelahiran prematur harus diselidiki lebih lanjut.Saran: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut khususnya di Indonesia baik di perkotaan maupun pedesaan mengenai kandungan serum 25(OH)D dengan melihat karakteristik dari ibu hamil serta lingkungannya. Kata Kunci: Kekurangan Vitamin D, Persalinan Prematur

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue