cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
PEMANFAATAN PUSKESMAS PADA PERSALINAN NORMAL Rapida Saragih; Sitha Paradila Delarosa; Hasanah Pratiwi Harahap
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.2414

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Persalinan masih terjadi di rumah dan bukan di pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan cakupannya mencapai 89,68%. Pencapaian ini sudah memenuhi target RENSTRA 2012 yang yaitu 88%. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan cakupannya sudah mencapai 93,68%. Sementara untuk tingkat Kabupaten Bone tahun 2012 cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebesar 93,43%.  Tujuan:  penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan puskesmas pada persalinan di wilayah kerja puskesmas siabu tahun 2018. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin yang berada diwilayah kerja Puskesmas siabu Tahun 2018 sebanyak 118 orang  dengan pengambilan sampel menggunakan slovin dan system random sampling dengan teknik pengumpulan data dari kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini di uji dengan chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dimana a=0,05. Didapat pada variabel pengetahuan dengan nilai p=0,001<0,05, pada sikap dengan nilai p=0,033<0,05 dan jarak dengan nilai  p=0,022<0,05. Sehingga dapat diartikan bahwa ada faktor faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan puskesmas pada persalinan di sekitar wilayah kerja Puskesmas Siabu Tahun 2018. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan, sikap dan jarak dengan pemanfaatan puskesmas pada persalinan normal di wilayah kerja Puskesmas Siabu Kecamatan Siabu Tahun 2018. disarankan kepada petugas kesehatan sebagai bahan masukan atau informasi bagi Puskesmas siabu untuk meningkatkan keinginan masyarakat dalam memanfaatkan puskesmas dengan sebaiknya.  Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Jarak, Pemanfaatan Persalinan
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS KESUMADADI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2016 Devi Kurniasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i4.588

Abstract

Tingginya AKI di dunia merupakan masalah yang perlu ditangani dengan serius. World Health Organization (WHO) memperkirakan  500.000 kematian ibu melahirkan diseluruh dunia setiap tahunnya. Tingginya angka kematian ibu di Indonesia terkait dengan banyak faktor, di antaranya kualitas perilaku ibu hamil yang tidak memanfaatkan Antenatal Care (ANC) pada pelayanan kesehatan, sehingga kehamilannya berisiko tinggi.Cakupan kunjungan ibu hamil K4 di Indonesia pada tahun 2013sebesar 86,52%, di Provinsi Lampung sebesar 82,83%, di Kota Bandar Lampung sebesar 88,66%, dan di Kabupaten Lampung Tengah sebesar 71,65%. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu adalah dengan melakukan kunjungan kehamilan secara teratur.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden adalah 45 orang ibu hamil trimester III, dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel dan teks.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,038), pengetahuan (p=0,002), dan dukungan keluarga (p=0,002) merupakan faktor yang berhubungan dengan kunjungan kehamilan. Sedangkan umur (p=0,199) dan jarak rumah ke pelayanan kesehatan (p=0,579) merupakan faktor yang tidak berhubungan dengan kunjungan kehamilan. Berdasarkan penelitian, pengetahuan dan dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan untuk mempengaruhi kunjungan kehamilan. Disarankan agar puskesmas meningkatkan kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil, keluarga, dan masyarakat.
HUBUNGAN ANTARA PRENATAL BREASFEEDING SELF EFFICACY DENGAN BREASTFEEDING MOTIVATION DI RSUD MAYJEND HM RYACUDU KOTA BUMI KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2019 Riensi Nurdika Yani; Rilyani Rilyani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i4.1621

Abstract

Pendahuluan : Keberhasilan dalam memberikan ASI secara eksklusif harus ditunjang dengan tindakan menyusui yang efektif. Tindakan menyusui efektif merupakan proses interaktif antara ibu dan bayi dalam rangka pemberian ASI secara langsung dari payudara ibu ke bayi dengan cara yang benar dan kuantitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi. Tindakan menyusui yang tidak efektif mengindikasikan posisi menyusui yang masih salah, perlekatan yang tidak benar,hisapan bayi yang kurang optimal dan milktransfer yang tidak adekuat. Berdasarkan hasil survey selama bulan Februari tahun 2019 Di RSD Mayjend HM Ryacudu Kota Bumi Kabupaten Lampung Utara, jumlah ibu yang melakukan kunjungan ANC per hari rata-rata 4-5 ibu, sehingga dalam 1 bulan diketahui terdapat 96 ibu ANC, setelah dilakukan wawancara kepada 20 ibu pasca melahirkan, diketahui 12 ibu (60%) mengatakan belum yakin untuk memberikan ASI, dan 8 ibu (40%) mengatakan tidak mengetahui tentang pentingnya pemberian ASI pada bayi baru lahir.Tujuan : Diketahui hubungan antara Breastfeeding Self Efficacy dengan Breastfeeding motivation pada ibu di RSD Mayjend HM Ryacudu Kota Bumi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2019.Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester I-III Di RSD Mayjend HM Ryacudu Kota Bumi Kabupaten Lampung Utara, terhitung sejak Desember 2018 – Februari 2019 yang berjumlah 120. Sehingga sampel minimum yang didapatkan berjumlah 92 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah random samplingHasil   : Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,007 atau p-value < 0,05 yang artinya terdapat Hubungan Antara Breastfeeding Self Efficacy Dengan Breastfeeding Motivation Pada Ibu Di RSD Mayjend HM Ryacudu Kota Bumi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2019. Diharapkan agar pihak RSD dapat mengadakan pendidikan kesehatan dengan cara mengadakan seminar kesehatan dengan sasaran ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan Kata Kunci    : self efficacy, breastfeeding, motivation
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU REMAJA TENTANG KEBERSIHAN ORGAN GENITALIA LUAR DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMAN 14 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Susilawati Susilawati; Fitri Eka Sari; Umi Kalsum A Tinumbang
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i3.555

Abstract

Berdasarkan data statistik Indonesia tahun 2012 dari 43,3 juta jiwa remaja berusia 15-24 tahun di Indonesia berperilaku tidak sehat. Remaja putri Indonesia dari 23 juta jiwa berusia 15-24 tahun 83% pernah berhubungan seksual, yang artinya remaja berpeluang mengalami PMS yang merupakan salah satu penyebab keputihan. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan penegtahuan dan perilaku remaja tentang kebersihan organ genitalia luar dengan kejadian keputihan di SMAN 14 Bandar Lampung tahun 2015.Jenis penelitian yang digunakan dala penelitian ini adalan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan penedekatan cross sectional. Populasi adalah keseleruhan objek penelitian yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang aa di SMA 14 Bandar Lampung Tahun 2015 sebesar 61 orang. Analisa data menggunakan chi square.Hasil penelitian yang didapat yaitu, pengetahuan remaja putri tentang kebersihaN  orga genitalia luar kurang baik sebesar 38 orang (62,3%), perilaku reaja putri tentang kebersihan organ genitalia luar kurang baik sebesar 43 orang (70,5%)  dan remaja putrid di SMAN 14 Bandar Lampung yang tidak mengalaMi keputihan sebesar 33 orang (54,1%). Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan antara pengetahuan tentang kebersihan organ genitalia luar dengan kejadian keputihan di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2015 p value < dari  ά (0,001<0,05) dan didapatkan ada hubungan antara perilaku remaja tentang kebersihan organ genitalia luar dengan kejadian keputihan di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2015 p value < dari α (0,004<0,05). Diharapkan petugas kesehatan di UKS untuk mensosialisasikan penegtahuan tentang kebersihan remaja dan cara membersihkan genitalia dengan benar. Kata kunci : Pengetahuan, perilaku, kebersihan organ genitalia luar, keputihan
Usia Pernikahan Terhadap Tumbuh Kembang Bayi Di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado Robin Dompas; Amelia Donsu; Radiatul Adawiyah Muhammad
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.966

Abstract

ABSTRAK Usia  menikah kurang dari 14 tahun sampai 19 tahun dibanding dengan persentase usia menikah lebih dari 21 tahun terbilang tinggi. untuk mengetahui Hubungan Usia Pernikahan Terhadap Tumbuh Kembang Bayi di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado.Jenis penelitian yaitu survey analitik dengan 73 sampel, pengambilan sampel dengan cara probability sampling. Lembar cek list kuesioner pra skrinning pertumbuhan diukur dengan melihat berat badan dan tinggi badan bayi dan perkembangan bayi (3, 6, 9 dan 12 bulan) 10 nomor pertanyaan,  Analisis data menggunakan uji Chi – Square pada kemaknaan α =0,05.Hasil penelitian menunjukkan usia pernikahan tidak memiliki hubungan dengan pertumbuhan bayi. Sebagian besar usia pernikahan lebih dari 21 tahun memiliki pertumbuhan yang normal dibandingkan dengan usia pernikahan kurang dari 21 tahun, hasil uji statistik (nilai ρ = 0,188) berarti bahwa tidak ada hubungan antara usia pernikahan dengan pertumbuhan bayi. Ada hubungan yang bermakna antara usia pernikahan dengan perkembangan bayi (nilai ρ = 0,000), dalam hal ini usia pernikahan dapat mempengaruhi perkembangan bayi.Simpulan terdapat hubungan positif antara perkembangan bayi dengan tumbuh kembang bayi Kata kunci : Usia Pernikahan; Tumbuh kembang; Puskesmas Kombos. 
FAKTOR STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI UPT. PUSKESMAS GEDUNG SURIAN, LAMPUNG BARAT Yayang Khomsatun Khoiriah; Yulistiana Evayanti; Ratna Dewi Putri; Dainty Maternity
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.1696

Abstract

ABSTRACT  Background:  Stunting is a condition of chronic malnutrition that occurred during the critical period of the process of growing and flowers ranging from the fetus.  Stunting cases in West Lampung Regency competed in 3 consecutive years 2015-2017, by the year 2015 the number reached 28.5%, stunting on 2016 reached 33.2% and in the year 2018 rose to 37.3% of the work-area of The Technical Service Unit of Gedung Surian Central Health  with prevalence stuning reached 35.8% in 2018. Purpose:  in this research is to know the factors that relate to a Stunting on Toddler age 12-59 months in The Technical Service Unit of Gedung Surian Central Health, West Lampung.   Method:  The design of this research is a survey technique using the analytic approach of Cross sectional Imaging in applications using statistical data (SPSS).   Result:  Obtained from the processing of data using SPSS applications showed that the factors that led to the occurrence of stunting is;  Birth length with the value P-Value reaches the value of 0.039, Odd-Ratio of 3.7;  Birth weight with value P-Value reach 0.000, Odd-Ratio value of 0.607; and the educational level of the mother with the value P-Value reached 0.005 Odd-Ratio of 5.00 Conclutions: The conclusions are the relationship between birth length, birth weight, and mother's education level with the incidence of stunting in children aged 12-59 months.  Suggesstion: The incidence of stunting can be prevented by providing balanced nutrition during pregnancy and and the role of the health department to support people's knowledge to pay more attention to the nutritional adequacy of children.:  Keywords: Stunting, birth weight, birth length, Mother’s known, a growing toddler.  ABSTRAK  Latar Belakang: Stunting Merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi pada periode kritis dari proses tumbuh dan kembang mulai dari janin.  Kejadian stunting di Kabupaten Lampung Barat mengalami kenaikan pada 3 tahun berturut-turut 2015-2017, yaitu pada tahun 2015 angka stunting mencapai 28,5%, pada 2016 mencapai 33,2% dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 37,3% Wilayah kerja Puskesmas Gedung Surian dengan prevalensi stunting mencapai 35,8% tahun 2018. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting pada Balita usia 12-59 Bulan di UPT. Puskesmas Gedung Surian Lampung Barat.   Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross sectional, Populasi balita umur 12-59 bulan dengan risiko stunting sebanyak 500, sampel 84, teknik sampling menggunakan quota sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data sekunder, uji statistik menggunakan Chi-Square.   Hasil: Uji statistik menunjukan faktor yang berhubungan dengan stunting antara lain Panjang badan lahir dengan kejadian stunting nilai (P-Value = 0,039 ; OR = 3.7);  Berat badan lahir nilai (P-Value = 0,000 ; OR = 0,607);  Tingkat pendidikan ibu dengan nilai (P-Value = 0,005 ; OR = 5,00);   Kesimpulan: Simpulan ada hubungan panjang badan lahir, berat badan lahir, dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan.  Saran : Kejadian stunting dapat dicegah dengan pemberian gizi seimbang pada masa kehamilan dan dan peran serta dinas kesehatan mendukung pengetahuan masyarakat agar lebih memperhatikan kecukupan gizi balita.   Kata kunci: Stunting, Berat badan lahir, Panjang badan lahir, Tingkat pendidikan ibu, Pertumbuhan balita
HUBUNGAN PENGETAHUAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DENGAN KEIKUTSERTAAN DALAM MEMERIKSAKAN DIRI KE PELAYANAN KESEHATANDILOKALISASI BATU AMPAR KOTA BATAM Devi Lestari Nurul Aulia; Suryanti Suryanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i2.611

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) merupakan infeksi atau penyakit yang salah satu cara penularannya melalui hubungan seksual dari pasangan yang sudah tertular, gejalanya dapat muncul dan menyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak, dan organ tubuh lainnya.Pada wanita, dapat merusak dinding vagina atau leher rahim, biasanya tanpa tanda-tanda infeksi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Pekerja Seks Komersial (PSK) tentang IMS dengan Keikutsertaan Dalam Memeriksakan Diri Ke Pelayanan Kesehatan.Penelitian ini dilakukan secara metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 101 orang dengan analisa data menggunakan uji Chi-Square. Dari Hasil penelitian didapatkan yang memiliki pengetahuan baik dan ikut serta dalam memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan sebanyak 34 orang (33,7%) sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang baik dan tidak ikut serta dalam memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan sebanyak 17 orang (16,8%) dan didapatkan p-Value(0,025)< 0,05 dan dengan nilai OR 4,099, sehingga dapat disimpulkanAda hubungan antara pengetahuan Pekerja Seks Komersial (PSK) tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) dengan keikutsertaan dalam memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Pengetahuan, Keikutsertaan, Infeksi menular seksual
SELF EFFICACY DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA KEBIDANAN PADA MATA KULIAH ASUHAN PERSALINAN Titi Purwitasari Handayani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.2185

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang : Penilaian hasil belajar berkaitan dengan informasi mengenai kemampuan individu  meliputi ranah kognitif, ranah afektif dan psikomotoris. Nilai yang diperoleh mempunyai fungsi ganda, sebagai keberhasilan peserta didik mempelajari mata kuliah dan alat evaluasi keberhasilan dari mata kuliah. Faktor yang memengaruhi hasil belajar yaitu faktor internal dan eksternal. self efficacy merupakan keyakinan diri mahasiswa untuk menghadapi segala kesulitan dan hambatan selama perkuliahan. Motivasi belajar berkaitan erat dengan dorongan mahasiswa untuk melakukan tindakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Adanya kecenderungan self efficacy dan motivasi belajar dengan peningkatan hasil belajar mahasiswa  sehingga menjadi faktor internal yang mampu memengaruhi kinerja atau usaha pada perkuliahan. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan self efficacy dan motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah Asuhan Persalinan mahasiswa D3 Kebidanan di kabupaten Garut. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan jumlah sebanyak 203 mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan di D3 Kebidanan Kabupaten Garut pada bulan Februari 2017. Metode analisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil : hasil menunjukkan self efficacy, motivasi belajar intrinsik, motivasi belajar ekstrinsik memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan hasil belajar melalui analisis regresi logistik. Hubungan self efficacy dengan hasil belajar nilai p=0,819 (p>0,05). Hubungan motivasi belajar intrisik dan motivasi belajar ekstrinsik Self Efficacy Dan Motivasi  Terhadap Hasil Belajar  Mahasiswa Kebidanan      133 Pada Mata Kuliah Asuhan Persalinan  dengan hasil belajar nilai p=0,699 dan p=0,611. Variabel perancu yang memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar adalah Jurusan SMA nilai p = 0,016 (p<0,05) dan IPK semester 2 nilai p=0,10 (p<0,05). Simpulan : penelitian tidak terdapat hubungan signifikan antara self efficacy dan motivasi dengan hasil belajar mata kuliah Asuhan Persalinan mahasiswa D3 Kebidanan di Kabupaten Garut. Saran Institusi pendidikan perlu melakukan seleksi saat penerimaan mahasiswa baru dengan hanya menerima mahasisea dengan latar belakang SMA dengan jurusan IPA. Dalam proses pembelajaran sebaiknya diperhatikan mahasiswa yang memiliki nilai IPK semester sebelumnya yang rendah agar diberikan bimbingan secara khusus oleh pembimbing akademik agar dapat belajar lebih giat untuk menghasilkan hasil belajar  yang baik.  Kata Kunci : self efficacy, motivas, hasil belajar.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KECEMASAN PADA IBU PRIMIPARA DALAM MELAKUKAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR USIA 0 - 7 HARI Arum Dwi Anjani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i3.579

Abstract

Di negara Indonesia semula diperkirakan bahwa angka kejadian kecemasan pasca persalinan lebih rendah dari negara-negara lain, ditemukan 11 - 30% ibu yang mengalami depresi atau kecemasan. Tujuan penelian ini adalah diketahui tingkat kecemasan pada ibu primipara  sebelum diberikan informasi dalam melakukan perawatan bayi baru lahir usia 0 - 7 hari dan diketahui tingkat kecemasan pada ibu primipara sesudah diberikan informasi dalam melakukan perawatan bayi baru lahir usia 0 - 7 hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Tekhnik pengambilan samplingnya adalah accidental sampling. Diketahui ibu berpendidikan SMA yaitu sebanyak 10 responden ( 55,56% ) dan diketahui ibu yang berumur aman 20-35 tahun yang  melakukan perawatan bayi baru lahir usia 0 - 7 hari yaitu sebanyak 17 responden ( 94% ). Diketahui ibu primipara yang memiliki kecemasan berat dalam melakukan perawatan bayi baru lahir usia 0-7 hari sebanyak 11 orang (61,11%), dan diketahui ibu primipara yang memiliki kecemasan sedang dalam melakukan perawatan bayi baru lahir usia 0-7 hari sebanyak 11 orang (61,11%). Kesimpulannya yaitu ibu yang berpindidikan SMA yaitu sebanyak 10 responden (55,56%), ibu yang berumur aman 20-35 yaitu sebanyak 17 responden (94%), ibu yang memiliki tingkat kecemasan berat sebanyak 11 orang (61,11%), ibu yang memiliki kecemasan sedang sebanyak 11 orang (61,11%). Saran untuk ibu nifas dapat menambah informasi ibu dalam merawat bayinya sehingga dapat mengurangi kecemasan-kecemasan yang ibu alami. Untuk tenaga kesehatan agar dapat memberikan informasi pada ibu hamil tentang perawatan bayi baru lahir. Kata kunci : Kecemasan, Perawatan, Bayi
STRESS DAN STATUS GIZI DAPAT MENYEBABKAN KETIDAKTERATURAN SIKLUS MENSTRUASI Nidya Aryani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i3.1436

Abstract

ABSTRAK Menstruasi merupakan perdarahan teratur dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan telah menunaikan faalnya. Siklus menstruasi normal terjadi setiap 22 – 35 hari, dengan lamanya menstruasi selama 2-7 hari. Data BKKBN Provinsi Lampung Tahun 2012 prevalensi gangguan siklus menstruasi pada remaja sebesar 80%, gangguan siklus menstruasi < 21 hari atau polimenorea sebesar 52,3% dan gangguan siklus menstruasi lebih dari 28 hari atau oligomenorea sebesar 27,7% (BKKBN,2012). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stress dan status gizi dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada mahasiswa tingkat II Akademi Kebidanan Panca Bhakti Bandar Lampung Tahun 2016.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat II Akademi Kebidanan Panca Bhakti Bandar Lampung. Sampel diambil sebanyak 90 orang dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis bivariat (chi-square).Hasil uji statistik dengan chi square diperoleh diperoleh p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05) yang berarti ada hubungan stress dengan ketidakteraturan siklus menstruasi dan p-value = 0,015 (p-value < α = 0,05) yang berarti ada hubungan status gizi dengan ketidakteraturan siklus menstruasi.Kata kunci             : stress, status gizi, siklus menstruasi 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue