cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Factors Related To Stunting In Children Aged 24-59 Months Hajah Ropiati; Yulistiana Evayanti; Vida Wira Utami; Suharman Suharman
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5039

Abstract

Latar belakang masalah gizi yang menjadi perhatian utama saat ini adalah tingginya angka stunting. Pada tahun 2020 jumlah balita usia 24-59 bulan yang mengalami stunting di Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 2235 kasus dengan 200 kasus stunting atau 23,04% terdapat di wilayah kerja Puskesmas Gedung Rejo sakti.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gedung Rejo Sakti Kabupaten Tulang Bawang tahun 2021.Metode penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel kasus dalam penelitian ini adalah balita stunting usia 24-59 bulan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling sampai jumlah sampel yang dibutuhkan mencukupi. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil analisis menunjukkan 67 anak (50%) mengalami stunting, 15 ibu hamil (11,2%) berisiko tinggi badan, 47 ibu hamil (35,1%) dengan riwayat anemia selama kehamilan dan sebanyak 12 anak (9 %) ) dengan riwayat BBLR.Kesimpulan Ada hubungan yang bermakna antara tinggi badan ibu (p value = 0,028) dan riwayat anemia (p value = 0,011) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Gedung Rejo Sakti tahun 2021 dan variabel yang paling mempengaruhi kejadian tersebut stunting adalah anemia.Saran bagi Puskesmas untuk melakukan penyuluhan secara berkala kepada masyarakat khususnya ibu hamil dan membagikan pamflet untuk mendapatkan deteksi dini anemia pada ibu hamil dan melakukan pengobatan dini. Kata kunci : Anemia, Balita, Puskesmas Gedung Rejo Sakti Tulang Bawang, Stunting. ABSTRACT Background of the nutritional problems that has become a major concern presently is the high number of stunting. In 2020 the number of toddlers aged 24-59 months who experienced stunting in Tulang Bawang Regency was 2235 cases with 200 stunting cases or 23.04% found in the working area of Gedung Rejo sakti Health Center.The purpose of the study was to determine the factors related to the incidence of stunting in children aged 24-59 months in the working area of the Gedung Rejo Sakti Health Center, Tulang Bawang Regency in 2021.Research method design was quantitative with a case control approach. The sample cases in this study were stunted toddlers aged 24-59 months. The sampling technique was carried out by random sampling until the required number of samples was sufficient. Data analysis was chi-square test.Results of the analysis showed that 67 children (50%) were stunted, 15 pregnant women (11.2%) with body height at risk, 47 pregnant women (35.1%) with a history of anemia during pregnancy and as many as 12 children (9%) ) with a history of LBW. Conclusion There is a significant relationship between maternal height (p value = 0.028) and history of anemia (p value = 0.011) with the incidence of stunting in toddlers in the working area of Gedung Rejo Sakti in 2021 and the most affecting variable in the incidence of stunting is anemia. Suggestions for health center to conduct regular counselling to the community, especially for pregnant women and distribute pamphlets to get early detection of anemia in pregnant women and carry out early treatment..Keywords: Anemia, Stunting,Toddlers, Gedung Rejo Sakti health center of Tulang Bawang,. 
The Relationship Between Age And Intelligence Of Pregnant Mothers Widayati Widayati; Wahyu Kristiningrum; Hapsari Windayanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5743

Abstract

Latar Belakang : Kehamilan merupakan suatu kondisi alamiah yang diharapkan oleh seorang wanita. Selama kehamilan, seorang wanita akan mengalami perubahan psikologis yang mempengaruhi kondisi janin. Seorang wanita ketika menjalani kehamilan seorang wanita akan mengalami perubahan psikologis, sehingga ibu hamil dapat mengalami kecemasan. Ibu hamil di Indonesia yang mengalami kecemasan, terdapat 28,7% dari 107.000.000 ibu hamil (Siallagan & Lestari, 2018). Ibu hamil yang mengalami gangguan kecemasan dan depresi dapat berdampak pada peran ibu dalam mengasuh anaknya, bahkan dapat mengakibatkan gangguan psikologis yang mempengaruhi perawatan dirinya dan janin bahkan setelah melahirkan (Cameron dkk., 2020) . Usia, dukungan keluarga terutama dukungan suami dan pendidikan merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan. Ibu hamil yang usianya lebih dari 35 tahun atau kurang dari 20 tahun digolongkan sebagai ibu hamil risiko tinggi. Hal ini dikarenakan ibu hamil dapat mengalami kelainan atau masalah pada janinnya, sehingga ibu hamil akan merasa cemas.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kecemasan ibu hamil.Metode : Desain penelitian menggunakan cross sectional, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang datang ke sanggar senam “Qita Yoga” pada bulan April 2020 sampai dengan Desember 2021 sebanyak 38 ibu hamil. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. (PRAQ-R2). Data dalam penelitian meliputi data primer yang berasal dari kuesioner kecemasan dan usia ibu hamil pada saat penelitian, kemudian dianalisis menggunakan uji chi square yang diolah dengan SPSS.Hasil : Hasil yang diperoleh p value = 0,025, karena p < 0,05 berarti Ho ditolak artinya ada hubungan antara umur dengan kecemasan ibu hamil.Kesimpulan: Ada hubungan antara usia dengan kecemasan ibu hamil, sehingga usia ibu hamil mempengaruhi terjadinya kecemasan yang dialami ibu hamil.Saran Ibu hamil diharapkan dapat mengelola emosinya, sehingga saat hamil tidak mengalami kecemasan, tetapi merasa aman dan nyaman.Untuk penelitian selanjutnya akan dilakukan penelitian tentang skrining keadaan psikologis ibu hamil Kata kunci: ibu hamil, usia, kecemasan ABSTRACT Background: Pregnancy is a natural condition that is expected by a woman. During pregnancy, a woman may experience psychological changes, such as anxiety, that can affect the condition of the fetus she is carrying. Pregnant women in Indonesia who experience anxiety are 28.7% of the 107,000,000 pregnant women (Siallagan & Lestari, 2018). A pregnant woman who experiences anxiety and depression can disturb her role as a mother who should take care of herself and her baby after giving birth (Cameron et al., 2020). Age, family support, especially husband's support, and education are factors that affect the level of anxiety. Pregnant women whose age are more than 35 years of age or less than 20 years of age are classified as high risk pregnant women. This is because the pregnant women may experience abnormalities or problems with the fetus, so that the pregnant women will feel anxious.Purpose: This study aimed to determine the correlation between the age of pregnant women and anxiety in pregnant women.Methods: The research design used cross sectional categorized as a quantitative research. The research samples were pregnant women who came to the gymnastic studio "Qita Yoga" from April 2020 to December 2021 as many as 38 pregnant women. The instrument of data collection used a questionnaire. (PRAQ-R2). The data in the study included primary data derived from the anxiety questionnaire and the age of pregnant women at the time of the study, then were analyzed by using the chi square test processed with SPSS.Results: The results obtained p value = 0.025, because p <0.05, it meant that Ho was rejected, therefore there was a correlation between age and anxiety of pregnant woman.Conclusion: There is a correlation between age and anxiety in pregnant women, so that the age of pregnant women can affect the occurrence of anxiety experienced by pregnant women.Suggestion Pregnant women are expected to be able to manage their emotions, so that when pregnant they do not experience anxiety, but feel safe and comfortable.For further research, research will be conducted on screening the psychological state of pregnant women. Keywords: pregnant women, age, anxiety 
Predisposition Factors Affecting Completeness Of Measles Rubella (Mr) Basic Vaccination During The Covid-19 Muhamad Iqbal Akhmalbih; Astri Pinilih; Tusy Triwahyuni; Devita Febriani Putri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.6459

Abstract

Latar belakang: Imunisasi Measles Rubella (MR) diberikan guna mencegah penyakit campak dan rubela yang dapat menimbulkan masalah bagi masyarakat. Pemberian imunisasi dasar MR dijadwalkan pada bayi yang berusia 9 bulan. Pandemi COVID-19 telah mengganggu proses pelayanan kesehatan di dunia, termasuk kepada pelayanan imunisasi. Terdapat 3 faktor yang dapat menganalisa perilaku manusia pada tingkat kesehatan, diantaranya faktor predisposisi, faktor pendukung dan faktor pendorong.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor predisposisi yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar Measles Rubella (MR) selama masa pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Gedong Air tahun 2021Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan menggunakan kuesioner pada responden ibu yang memiliki anak usia 9-15 bulanHasil Penelitian: Didapatkan sebagian besar kelengkapan imunisasi dasar Measles Rubella (MR) adalah lengkap (77.0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value= 0.000), sikap (p-value=0.000), tingkat pendidikan (p-value=0.000) dan pekerjaan (p-value=0.007) dengan kelengkapan imunisasi dasar Measles Rubella (MR) selama masa pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Gedong Air tahun 2021. Kesimpulan: Berdasarkan uji korelasi Spearman’s didapatkan ada  hubungan antara pengetahuan,sikap,pendidikan, dan pekerjaan dengan kelengkapan imunisasi dasar MR, dan berdasarkan uji regresi logistic variabel yang paling berpengaruh dengan kelengkapan imunisasi dasar MR adalah variabel sikapSaran kepada petugas kesehatan khususnya yang bekerja di puskesmas untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada ibu dan masyarakat sekitar tentang manfaat imunisasi dasar agar masyarakat mengerti bahwa imunisasi itu penting. imunisasi atau kejar, serta membuat jadwal yang teratur agar imunisasi bisa lengkap. Bagi dosen dan mahasiswa diharapkan dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan mengembangkan program penyuluhan dan promosi kesehatan bagi masyarakat khususnya mengenai manfaat imunisasi dasar untuk balita. Kata Kunci : Imunisasi MR, Pekerjaan, Pendidikan, Pengetahuan, Sikap ABSTRACT Background: Measles Rubella (MR) vaccination is given to prevent measles and rubella which can cause problems for the community. Stopping the transmission of measles and rubella viruses is the goal of MR vaccination. Provision of basic MR vaccination is scheduled for infants aged 9 months. There are 3 factors that can analyze human behavior at the health level, including predisposition factors, supporting factors and driving factors.Purpose: To determine the predisposition factors that affect the completeness of Measles Rubella (MR) basic vaccination during the COVID-19 pandemic in the Gedong Air Health Center working area in 2021Methods: This type of research uses descriptive analytic methods and uses a questionnaire on mothers who have children aged 9-15 monthsResults: Most of the completeness of Measles Rubella (MR) basic vaccination was complete (77.0%). There is a significant correlation between knowledge (p-value = 0.000), attitude (p-value = 0.000), education level (p-value = 0.000) and occupation (p-value = 0.007) with the completeness of Measles Rubella (MR) basic vaccination. during the COVID-19 pandemic in the working area of the Gedong Air Public Health in 2021.Conclusion: Based on Spearman's correlation test, it was found that there was a correlation between knowledge, attitude, education, and occupation with completeness of basic MR vaccination, and based on logistic regression test the most influential variable with completeness of basic MR vaccination was attitude variable.Suggestion to health workers, especially those who work at the puskesmas to provide counseling and guidance to mothers and the surrounding community, about the benefits of basic immunization so that the community understands that immunization is important.It is recommended for puskesmas to carry out immunizations or catch ups, and make a regular schedule so that immunization can be complete.For lecturers and students, it is expected to be able to perform community service by developing counseling programs and health promotion for the community, especially regarding the benefits of basic immunization for toddlers. Keywords: Attitude, Education, Knowledge, MR Immunization, Occupation
Health Education Using Animation Video Media To Improve Pregnant Women's Knowledge About Hepatitis B Suryati Romauli; Eka Setyaningsuci
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.6259

Abstract

Latar Belakang : Penyakit hepatitis B dalam kehamilan sekarang ini semakin meningkat dan mampu memicu efek koagulasi, kegagalan organ pada ibu hamil serta penularan infeksi secara vertikal ke janin yang dikandung. Pencegahan penularan dalam kehamilan diperlukan dengan memberikan informasi yang lengkap tentang penyakit hepatitis B, salah satunya dengan melakukan penyuluhan melalui media video animasi.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan melalui media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan perempuan hamil tentang penyakit hepatitis B.Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan pretest posttest with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan hamil yang berkunjung ke Puskesmas Sentani yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dengan jumlah sebanyak 60 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 30 responden untuk kelompok intervensi yang akan diberikan penyuluhan kesehatan melalui media video animasi dan 30 responden untuk kelompok kontrol yang tidak dilakukan intervensi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank TestHasil : Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan melalui media video animasi, terdapat peningkatan pengetahuan perempuan hamil tentang penyakit hepatitis B secara signifikan pada kelompok intervensi sebesar 0,000 (<P0,05).Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan melalui media vidio animasi berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan perempuan hamil tentang penyakit hepatitis B.Saran : Petugas kesehatan diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hepatitis B melalui media video animasi. Kata Kunci : Hepatitis B, Penyuluhan Kesehatan, Video Animasi ABSTRACT Background: Recentyly, Hepatitis B disease in pregnancy is increasing and can be trigger a coagulation effect, organ failure in pregnant women and vertical transmission of infection to the fetus. Prevention of transmission in pregnancy is required by providing complete information about hepatitis B, one of which is by conducting counseling through animated video media.Purpose: This study aims to determine the effect of health education using animated video media in increasing knowledge of pregnant women about hepatitis B disease.Method: This type of research is a quasi-experimental design with pretest posttest with control group. The population in this study were pregnant women who visited the Sentani Health Center who met the inclusion criteria. The sampling technique was simple random sampling with a total of 60 respondents who were divided into 2 groups, namely 30 respondents for the intervention group who would be given health education through animated video media and 30 respondents for the control group without intervention. The research instrument used a questionnaire and the data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test.Results: After conducting health education using animated video media, there was a significant increase in knowledge of pregnant women about hepatitis B in the intervention group by 0.000 (<P0.05).Conclusion: Health education using animated video media has an effect in increasing the knowledge of pregnant women about hepatitis B disease.Suggestion: Health workers are expected to increase public knowledge about hepatitis B disease using animated video media. Keyword : Hepatitis B, Health Education, Video Animation
Analysis Of The Need For Perinatal Health Services Lastri Mei Winarni; Koestika Safitri; Nuryanti Nuryanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5509

Abstract

Latar belakang : kesehatan mental perinatal ibu belum diskrining secara rutin, banyak ibu yang memiliki faktor resiko namun belum teridentifikasi bahwa mereka memiliki kesejahteraan menengah hingga yang buruk dari determinan kesehatan mental. Kesempatan untuk mendeteksi kecemasan, rasa takut, khawatir, stress sering terlewatkan oleh tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaanTujuan : menganalisis kebutuhan pelayanan kesehatan mental perinatal di Kota TangerangMetode : Desain penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan mixed method dengan jenis eksploratori sekuensial. Lokasi penelitian di lima Puskesmas di Kota Tangerang. Penelitian dilakukan antara Januari -September 2021. Melibatkan partisipan untuk wawancara mendalam sebanyak 8 orang dan responden untuk mengisi kuesioner sebanyak 102 ibu. Analisis data kualitatif menggunakan analisis tematik, sedangkan analisis univariat digunakan untuk data kuantitatif.Hasil : ditemukan lima tema yang berkaitan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan mental perinatal, yaitu (1) peningkatkan kesiapan sumber daya manusia, (2) tahapan pelayanan kesehatan mental perinatal, (3) dukungan sarana dan prasarana, (4) kebijakan dan peraturan kesehatan ibu, (5) kolaborasi interprofessional untuk pelayanan kesehatan mental. Dalam survei yang dilakukan 46,1% ibu membutuhkan pelayanan kesehatan mental perinatal; 77,5% ibu membutuhkan dukungan psikologis dari tenaga kesehatan; 32,4% ibu membutuhkan pelayanan konseling psikologis, dan 63,7% ibu memahami pentingnya Kesehatan psikologis selama hamil, bersalin dan nifas namun tidak mengetahui penangannya.Kesimpulan : Pelayanan kesehatan mental untuk ibu perlu dipertimbangkan dan diupayakan menjadi salah satu program pelayanan kesehatan ibu pada masa kehamilan, persalinan, maupun masa nifas. Upaya tersebut dapat berupa upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.Saran : Perlu integrasi pelayanan kesehatan mental dalam pelayanan kesehatan ibu saat ini. Dukungan dari pemangku kebijakan mengenai peraturan yang jelas, penyiapan sumber daya manusia, kelengkapan sarana dan prasarana serta alur rujukan yang tepat perlu dikembangkan untuk menangani ibu hamil, ibu bersalin maupun ibu nifas yang mengalami gangguan psikologis pada fase reproduksinya. Kata kunci : Ibu hamil, Ibu nifas, Kesehatan mental, Kesehatan mental perinatal, Kondisi psikologis ABSTRACT Background : Maternal perinatal mental health has not been screened routinely, many mothers have risk factors but have not identified that they have moderate to poor well-being as a determinant of mental health. The opportunity to detect anxiety, fear, worry, stress is often missed by health workers who carry out examinationsPurpose : analyzing the need for perinatal mental health services in TangerangMethods : The research design that will be used in this study is observational with a mixed method approach with a sequential exploratory type. The research location is in five Puskesmas in Tangerang City. The study was conducted between January -September 2021. It involved 8 participants for in-depth interviews and 102 respondents to fill out a questionnaire. Qualitative data analysis used thematic analysis, while univariate analysis was used for quantitative data.Result : found five themes related to the need for perinatal mental health services, namely (1) increasing the readiness of human resources, (2) stages of perinatal mental health services, (3) supporting facilities and infrastructure, (4) maternal health policies and regulations, (5 ) interprofessional collaboration for mental health services. In the survey, 46.1% of mothers needed perinatal mental health services; 77.5% of mothers need psychological support from health workers; 32.4% of mothers need psychological counseling services, and 63.7% of mothers understand the importance of psychological health during pregnancy, childbirth and postpartum but do not know how to handle itConclusion : Mental health services for mothers need to be considered and strived to be one of the maternal health service programs during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. These efforts can be in the form of promotive, preventive, curative and rehabilitative effortsSuggestion : It is necessary to integrate mental health services into current maternal health services. Support from policy makers regarding clear regulations, preparation of human resources, completeness of facilities and infrastructure as well as appropriate referral lines need to be developed to deal with pregnant women, mothers in labor and postpartum women who experience psychological disorders in their reproductive phase Keywords : Mental health, Perinatal mental health, Postpartum mothers, Pregnant mothers, Psychological health  
The Effectiveness Of Breast Care And Soy Milk Production On The Production Of Mom's Breast Milk Elly Susilawati; Juraida Roito Harahap; Hana Nur Aini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.6149

Abstract

Latar Belakang : Peran ASI sangat penting bahkan dapat mempengaruhi risiko kematian. Pemberian ASI dapat menyelamatkan hingga 30.000 kematian bayi di Indonesia, dan pemberian ASI eksklusif dapat mencegah 10 juta kematian balita di dunia setiap tahunnya. Produksi ASI yang sedikit menjadi masalah utama para ibu yang baru melahirkan, selain masalah putting susu datar atau terbenam, putting susu lecet, payudara bengkak, serta kurang atau kesalahan informasi. Hal tersebut akan berakibat buruk pada bayi karena ibu biasanya mencari alternatif dengan memberikan susu formula pada bayinya yang menyebabkan intensitas isapan bayi saat menyusu berkurang karena bergantian menggunakan susu formula yang menjadikan ASI menjadi semakin sedikit keluar karena bayi menjadi kenyang dan malas menyusu.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perawatan payudara dan pemberian susu kedelai terhadap produksi ASI ibu nifas.Metode: Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru pada bulan Maret-Mei 2021. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen. Populasi penelitian ini seluruh ibu nifas yang mempunyai bayi yang berada di Klinik Pratama Sarinah dan PMB Hasna Dewi. Sampel penelitian ini berjumlah 20 ibu nifas yang dibagi menjadi 2 kelompok dan diambil secara purposive sampling. Metode pengumpulan data yaitu observasi dengan instrumen lembar observasi. Analisis data menggunakan Mann-Whitney dengan taraf signifikan 95%.Hasil:  Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata produksi ASI pada kelompok intervensi perawatan payudara lebih banyak yaitu 171.90 ml (SD 42.91) dibandingkan dengan kelompok pemberian susu kedelai yaitu 84.10 ml (SD 15.99).Simpulan: Kesimpulan penelitian ini ada perbedaan produksi ASI pada ibu nifas yang dilakukan perawatan payudara dan yang diberikan susu kedelai (p = 0,000) yaitu perawatan payudara lebih efektif dalam meningkatkan produksi ASI.Saran: Diharapkan kepada ibu nifas agar dapat melakukan perawatan payudara sebagai salah satu rutinitas di rumah bagi ibu nifas yang menyusui untuk upaya meningkatkan produksi ASI dan menunjang keberhasilan pemberian ASI ekslusif. Kata kunci: Pemberian Susu Kedelai, Perawatan Payudara, Produksi ASI ABSTRACT                 Background: The role of breastfeeding is very important and can even affect the risk of death. Breastfeeding can save up to 30,000 infant deaths in Indonesia, and exclusive breastfeeding can prevent 10 million deaths of children under five in the world every year. Low milk production is a major problem for new mothers, apart from flat or inverted nipples, sore nipples, swollen breasts, and lack of or misinformation. This will have a bad effect on the baby. After all, mothers usually look for alternatives by giving formula milk to their babies which causes the intensity of the baby's sucking to decrease because they take turns using formula milk which makes less milk come out because the baby is full and lazy to suckle.Purpose: The purpose of this study was to determine the effectiveness of breast care and soy milk provision in the production of breast milk for postpartum mothers.Method: This research was conducted in the Sidomulyo Health Center, Pekanbaru City starting from March to May 2021. This type of research is Quasy Experimental research. The population of this study was all postpartum mothers who had babies who were at the SarinahPratama Clinic and PMB HasnaDewi. The sample of this research was 20 postpartum mothers who were divided into 2 groups and selected by purposive sampling. The data collection method is observation with the observation sheet instrument. Data analysis used Mann-Whitney with a significant level of 95%.Results: The results showed that the average milk production in the breast care intervention group was better, namely 171.90 ml (SD 42.91) compared to the soy milk group, namely 84.10 ml (SD 15.99).Conclusion: This study concludes that there is a difference in the production of breast milk in postpartum mothers who are given breast care and who are given soy milk (p = 0.000), namely breast care is more effective in increasing breast milk production.Suggestion It is hoped that breast care is expected as one of the routines at home for postpartum mothers who are breastfeeding to increase milk production and support the success of exclusive breastfeeding. Keywords: Soy Milk Provision, Breast Care, Breastmilk Production  
Lifestyle And Nutritional Status Of The Event Of Adolescent Women's Dysmenorrhea Septi Indah Permata Sari; Atikah Sendari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.6169

Abstract

Latar Belakang: Nyeri perut merupakan salah satu keluhan yang dialami saat menstruasi yang disebut dismenorea. Kebiasaan berolahraga <3x dalam seminggu, mengonsumsi fast food lebih dari 3x dalam seminggu dan IMT yang terlalu gemuk ataupun kurus dapat mempengaruhi terjadinya dismenorea.Tujuan :  untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan status gizi terhadap kejadian dismenorea di SMA Negeri 2 Pekanbaru.Metode: Jenis penelitian adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswi yang mengalami menstruasi berjumlah 130 siswi kelas X. Sampel pada penelitian ini berjumlah 56 orang yang merupakan siswi kelas X yang telah memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data melalui lembar kuesioner Menstrual Symptom Questionnaire, Physical Activity Level, Food Frequency Questionere. Analisis data menggunakan uji chi square dengan taraf signifikasi 95%.Hasil :  didapatkan adanya hubungan antara dismenorea dengan aktivitas fisik (p value= 0.037), mengonsumsi fast food (p value=0.000), dan status gizi (p value=0.013).Kesimpulan: ada hubungan aktivitas fisik, mengonsumsi fast food, dan status gizi terhadap kejdan dismenorea.Saran : siswa harus menerapkan pola hidup sehat seperti rajin berolahraga minimal 3x dalam seminggu dengan durasi 30 menit, mengurangi konsumsi fast food,  menjaga IMT tetap normal untuk mengurangi terjadi dismenorea.               Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Dismenorea, Fast Food, Status Gizi. ABSTRACT Background: abdominal pain is one of the complaints experienced during menstruation called dysmenorrhea. The habit of exercising <3x a week, consuming fast food more than 3x a week, and having a BMI that is too fat or thin can affect the occurrence of dysmenorrhea. Purpose: To determine the relationship between lifestyle and nutritional status on the incidence of dysmenorrhea in SMA Negeri 2 Pekanbaru. Method: This type of research is cross-sectional. The population in the study were all students who experienced menstruation totaling 130 students of class X. The sample in this study amounted to 56 students who were class X students who had met the inclusion criteria determined by the consecutive sampling technique. Data collection through questionnaire sheets Menstrual Symptom Questionnaire, Physical Activity Level, Food Frequency Questionnaire. Data analysis used the chi-square test with a significance level of 95%. Results: i There was a relationship between dysmenorrhea and physical activity (p value = 0.037), consuming fast food (p value = 0.000), and nutritional status (p value = 0.013). Conclusion: there is a relationship between physical activity, consuming fast food, and nutritional status to the incidence of dysmenorrhea. Suggestions:  students must apply a healthy lifestyle such as diligently exercising at least 3 times a week with a duration of 30 minutes, reducing fast-food consumption, and maintaining normal BMI to reduce dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhea, Fast Food, Nutritional Status, Physical Activity             
Effectiveness Of Chicken Eggs (Pullum) Consumption On Hemoglobin Levels In Adolescent Women Yulien Adam; Nurlita Naser; Anita Lontaan; Martha D Korompis; Amelia Donsu; Robin Dompas; Agnes Montolalu; Elisabeth M.D Lalita; Irmasanti Fajrin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.6513

Abstract

Latar Belakang Anemia merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh remaja di Indonesia.  Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan remaja laki-laki, yang diakibatkan oleh kekurangan zat besi. Telur kaya akan protein dan zat besi. Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan remaja laki-laki, yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan yang mengalami anemia.  Sebagian besar anemia pada remaja diakibatkan oleh kekurangan zat besi. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsumsi telur ayam ras terhadap kadar hemoglobin remaja putri kelas XI di SMA Spektrum Manado.Metode Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan one group pre-test – post-test desain.  Populasi penelitian ini yaitu 23 remaja putri kelas XI di SMA Spektrum Manado, dengan menggunakan total sampel yang berjumlah 20 sampel. Analisis bivariat menggunakan uji paired t test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata kadar hemoglobin remaja putri kelas XI di SMA Spektrum Manado sebelum konsumsi telur ayam ras yaitu sebesar 13,58 gr% dan rata-rata kadar hemoglobin sesudah konsumsi telur ayam ras sebesar 14,80 gr%.  Hasil analisis bivariat menggunakan paired t test mendapatkan nilai p value = 0,001.Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi telur ayam ras terhadap kadar hemoglobin remaja putri kelas XI di SMA Spektrum Manado. Disarankan siswa perempuan untuk mengkonsumsi telur ayam ras rebus 1 butir/hari sebagai salah satu upaya untuk mencegah anemia. Kata Kunci : Kadar hemoglobin, remaja putri, telur ABSTRACT Background: Anemia is one of the problems faced by adolescents in Indonesia. Anemia among adolescent girls is higher than that of male adolescents, caused by iron deficiency. Anemia among adolescent girls is higher than that of male adolescents, is about 12% of male adolescents and 23% of female adolescents with anemia. Most anemia in adolescents is caused by iron deficiency. In this case, eggs are rich in protein and iron.Purpose to determine the effect of consumption of Purebred eggs on hemoglobin levels in adolescent girls of class XI at SMA Spektrum Manado.Method: The study used a quasi-experimental one-group pre-test – post-test design. The population of this study was 23 adolescent girls in class XI at SMA Spektrum Manado, using a total sample of 20 samples. In addition, bivariate analysis employed paired t-test.The results showed a difference in the mean hemoglobin level of class XI adolescent girls at SMA Spektrum Manado before consuming Purebred eggs of 13.58 gr% and the mean hemoglobin level after consuming Purebred eggs of 14.80 gr%. The bivariate analysis results using paired t-tests obtained a p-value = 0.001.Conclusion: There was a significant effect between Purebred eggs' consumption on adolescent girls' hemoglobin levels in class XI at SMA Spektrum Manado.Suggestion that female students consume boiled chicken eggs 1 egg/day to prevent anemia. Keywords: Adolescent girls, eggs, hemoglobin levels 
Unmet Need For Family Planning During Covid 19 Noor Syafaatin Udhma; Sri Ratna Dwiningsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5990

Abstract

Latar Belakang: Penurunan angka unmet need KB merupakan salah satu sasaran strategis pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang. Capaian penurunan angka unmet need KB di tahun 2020 sebesar 64,2%, capaian tersebut mengalami penurunan dari tahun 2019 yaitu sebesar 81,9%. Unmet need KB dapat disebabkan oleh beberapa faktor, Akses fasilitas kesehatan merupakan salah satu faktor penyebab unmet need KB.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak akses fasilitas kesehatan di masa pandemi covid terhadap unmet need KB.Metode: Sebuah studi literature review dilakukan dengan memanfaatkan database Google Scholar, NCBI, dan Elsevier untuk menelusuri jurnal nasional dan internasional yang meneliti hubungan antara akses fasilitas kesehatan dan unmet need KB.Hasil: Hasil penelitian dari telaah artikel didapatkan bahwa hambatan akses fasilitas kesehatan di masa pandemi covid 19 dapat datang dari berbagai dimensi yaitu availability, approachability, acceptability, dan affordability.Kesimpulan : Dampak pandemi Covid menyebabkan mayoritas fasilitas kesehatan perifer ditutup dan beberapa pelayanan kesehatan esensial rutin terganggu.Saran : fasilitas kesehatan dapat mengimplementasikan pedoman pelayanan KB disaat Pandemi. Kata Kunci: Akses fasilitas kesehatan, Covid 19, Kontrasepsi, Unmet need KB. ABSTRACT Background: Reducing the number of unmet need for family planning is one of the government's strategic targets in realizing balanced growth. The achievement of decreasing the number of unmet need for family planning in 2020 was 64.2%, this achievement decreased from 2019 which was 81.9%. Unmet need for family planning can be caused by several factors. Access to health facilities is one of the factors causing unmet need for family planning.Aim: This study aims to describe the impact on access to health facilities during the COVID-19 pandemic. Unmet need for family planning.Methode: A literature review was conducted using the Google Scholar, NCBI, and Elsevier databases to search for national and international journals that examined the relationship between access to health facilities and unmet needs for family planning.Results: The results of the study of the article found that the barriers to access to health facilities during the COVID-19 pandemic could come from various dimensions, namely availability, approachability, acceptability, and affordability.Conclusion: The impact of the Covid pandemic caused most of the peripheral health facilities to be closed and some essential health services disrupted.Suggestion: It is recommended for health facilities to implement family planning service guidelines during a pandemic. Keywords : Access to Health Care, Contraception, Covid 19 Unmet need for family planning. 
Provision Of Online Module Safe And Convenient Preparation For Birth Affects Anxiety In Pregnant Mothers Ratnanengsih Ratnanengsih; Nanni Nanni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.6501

Abstract

Latar Belakang : Kesiapaan baik fisik maupun mental sangat dibutuhkan oleh ibu dalam menerima kondisi kehamilannya serta dalam menghadapi proses persalinan. Ibu yang tidak mempunyai persiapan untuk melahirkan akan lebih cemas dan ketakutan dalam suatu perilaku diam hingga menangis. Sekalipun peristiwa kelahiran sebagai fenomenal fisiologis yang normal, kenyataanya proses persalinan berdampak terhadap perdarahan, kesakitan luar biasa serta bisa menimbulkan ketakutan bahkan kematian baik ibu ataupun bayinya, oleh karena itu diperlukan konseling yang inovatif dengan menggunakan media modul persiapan persalinan.Tujuan: diketahuinya pengaruh pemberian modul online tentang persiapan menghadapi persalinan yang aman dan nyaman terhadap kecemasan ibu hamil.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan penelitian one group pretest posttest control desain. Subjek dalam  penelitian  ini  adalah Seluruh ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Karang Rejo. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner.Hasil: Ada Perbedaan kecemasan ibu sebelum dan sesudah pemberian modul online tentang persiapan menghadapi persalinan dengan aman dan nyaman terhadap kecemasan ibu hamil dengan pengaruh yang signifikan hasil uji p value( 0,001).Simpulan:Terdapat Pengaruh pemberian modul online tentang persiapan menghadapi persalinan dengan aman dan nyaman terhadap kecemasan ibu hamil.Saran : Di harapkan bagi tenaga kesehatan terutama bidan untuk dapat meningkatkan program tentang KIE, KIE dapat dilakukan dengan pemberian modul persiapan persalinan yang aman dan nyaman selama kehamilan khususnya memperhatikan tingkat psikologis/ kecemasan yang dialami ibu, sehingga menurunkan angka kecemasan pada ibu hamil. Kata kunci:  Ibu Hamil, Kecemasan,Modul, Persalinan ABSTRACT Background: Preparedness both physically and mentally is needed by the mother in accepting the condition of her pregnancy and in facing the labor process. Mothers who do not have the preparation to give birth will be more anxious and frightened in a silent behavior to cry. Even if the birth event is phenomenally physiologically normal, the fact that the labor process has an impact on bleeding, excruciating pain and can cause fear and even death of both the mother and the baby, therefore innovative counseling is needed using the media of the delivery preparation module.Purpose: the influence of giving online modules on preparing for a safe and comfortable delivery against the anxiety of pregnant women.Method: The research design used in this study is to use a quasi experiment design with a one group pretest posttest control design research design. The subjects in this study were all pregnant women who did ANC at the Karang Rejo Health Center. Data collection in this study using questionnaire instruments.Results: There was a difference in maternal anxiety before and after the provision of online modules on preparing for labor safely and comfortably to the anxiety of pregnant women with a significant influence of p value test results( 0.001).Conclusion: There is an influence of providing online modules on preparing to face childbirth safely and comfortably against the anxiety of pregnant women.Advice: It is expected for health workers, especially midwives, to be able to improve the program on KIE, KIE can be done by providing safe and comfortable delivery preparation modules during pregnancy, especially paying attention to the level of psychological / anxiety experienced by mothers, thereby reducing the number of anxiety in pregnant women. Keywords: Anxiety, Childbirth, Modules,Pregnant Women

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue