cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Effectiveness Of Stabilization Of The Newborn's Body Temperature In The Incubator For 6 Hours Against The Incidence Of Hypothermia (Newborn Study In Rsia Resti Mulya Perinatology) Rezki Putri Muhamad; Melisa Putri Rahmadhena
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.6611

Abstract

Latar belakang : Kehidupan bayi yang baru lahir paling kritis yaitu saat masa transisi dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. Salah satu hal yang menjadi masalah saat dialami bayi pada masa transisi ini adalah hipotermia. Di negara berkembang termasuk Indonesia, tingginya angka morbiditas dan mortalitas Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi masalah utama. Hipotermia menyebabkan terjadimya penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya metabolis anerobik, meningkatkan kebutuhan oksigen, mengakibatkan hipoksemia dan berlanjut dengan kematian. Salah satu tindakan pencegahan hipotermia pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan menghangatkan tubuh bayi, yaitu dengan merawat secara konvensional di dalam incubator. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis  Efektivitas Stabilisasi Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir di dalam Inkubator Selama 6 Jam dengan Kejadian Hipotermia.Metode :Jenis penelitian adalah quasi eksperiment dengan rancangan Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi adalah kurang dari 100 bayi dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian yang berjumlah 60 bayi  yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data penelitian melalui rekam medik serta menggunakan lembar observasi untuk mengetahui Efektivitas Stabilisasi Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir di dalam Inkubator Selama 6 Jam dengan Kejadian Hipotermia.Hasil : Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada perubahan suhu tubuh pada Bayi Baru Lahir setelah dilakukan intervensi. Dengan hasil setelah dilakukan stabilisasi di dalam inkuabtor selama 6 jam nilai p value (<0,000) dan setelah dilakukan stabilisas di dalam inkubator ≤ 6 jam nilai p value (<0,000). Kesimpulan : Disimpulkan bahwa ada perubahan suhu tubuh bayi setelah dilakukan stabilisasi di dalam incubator ≤ 6 jam dan stabilisasi di dalam inkubator selama 6 jam. Stabilisasi suhu tubuh selama 6 jam lebih berpengaruh untuk menaikkan suhu tubuh pada Bayi Baru Lahir.Saran : Oleh karena itu disarankan hasil penelitian ini dapat diaplikasikan oleh bidan rumah sakit untuk mengurangi hipotermia pada Bayi Baru Lahir. Kata Kunci : Suhu Tubuh, Bayi Baru Lahir, Inkubator, Hipotermia               ABSTRACT Background : The life of a newborn is most critical, which is during the transition from intrauterine life to extrauterine life. One of the things that become a problem when experienced by babies during this transition period is hypothermia. In developing countries including Indonesia, the high morbidity and mortality rate of Low Birth Weight (BBLR) is still a major problem. Hypothermia causes the contraction of veins that could also cause the anaerobic metabolism that increases the oxygen level needs. This condition could impact on hypoxemia and can cause death.  One of the prevention of hypothermia in newborns can be done by warming the baby's body inside an incubator. Purpose : The purpose of this study was to analyze the effectiveness of body temperature stabilization of newborns in an incubator for 6 hours to prevent the incidence of hypothermia.Method : This type of research is a quasi-experimental design with a Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. The population was less than 100 infants and the entire population was used as a research sample, totaling 60 infants taken by total sampling. Collecting research data through medical records and using observation sheets to determine the effectiveness of body temperature stabilization of newborns in an incubator for 6 hours with hypothermia.Result : In this study, it was found that there was a change in body temperature in newborns after the intervention. With the results after stabilization in the incubator for 6 hours the p value (<0.000) and after stabilization in the incubator ≤ 6 hours the p value (<0.000).Conclusion : It was concluded that there was a change in the baby's body temperature after stabilization in the incubator for ≤ 6 hours and stabilization in the incubator for 6 hours. Stabilization of body temperature for 6 hours is more influential to raise body temperature in newborns.Suggestion : Therefore, it is suggested that the results of this study can be applied by midwives in the hospital to reduce hypothermia in newborns. Keywords: Body Temperature, Newborn, Incubator, Hypothermia 
Factors Correlated With Pregnancy At The Adolescent Age Nenci Damayanti Br.Sihombing; Chairuna Chairuna; Eka Rahmawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.8225

Abstract

Latar Belakang:  Meningkatnya kasus perkawinan anak masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Indonesia menjadi Negara kedua dengan angka perkawinan anak tertinggi di Asia Tenggara setelah Kamboja. Tahun 2018 proporsi pernikahan remaja sebesar 11,21% dan tahun 2019 proporsi pernikahan remaja di Indonesia  sebesar 10,32% dan tahun 2020 telah menjadi peningkatan proporsi pernikahan remaja sebesar 11,91%. Hal ini disebabkan kemiskinan, rendahnya pendidikan dan sekolah secara daring karena covid 19Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan pada usia remaja di uptd puskesmas karya mukti kecamatan sinar peninjauan kabupaten oku tahun 2021Metode: Desain penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross secsional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung memeriksakan kehamilanya di UPTD Puskesmas Karya Mukti pada bulan Januari-Juni 2021 dengan jumlah 105 ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan data kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan menggunakan uji chis square. Hasil: Ada hubungan pengetahuan (0,005), pendidikan (0,002) dan sikap (0,011) dengan kehamilan pada usia remaja di UPTD Puskesmas Karya Mukti Kecamatan Sinar Peninajauan Kabupaten OKU tahun 2021.Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan, pendidikan dan sikap dengan kehamilan pada usia remaja di UPTD Puskesmas Karya Mukti.Saran: dapat menjadi bahan pembandingan dan acuan dalam penelitian yang akan datang, dan bagi UPT Puskesmas Karya Mukti informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja (PIK-KRR) bagi remaja mengikuti kegiatan positif. Kata kunci: pengetahuan, pendidikan, dan sikap dengan kehamilan usia remaja ABSTRACT Background: The increasing cases of adolescent marriage are still unresolved homework. In this regard, Indonesia is the second country with the highest adolescent marriage rate in Southeast Asia after Cambodia. In 2018, the proportion of adolescent marriages was 11.21%; in 2019, the proportion of adolescent marriages in Indonesia was 10.32%; in 2020, there was an increase in the proportion of adolescent marriages by 11.91%. It is due to poverty, low education, and online schools because of COVID-19.Objectives: This study aims to determine the factors correlated with adolescent pregnancy at UPTD Karya Mukti Public Health Center, Sinar Peninjauan Sub-district, Oku Regency, in 2021.Method: The research design used an analytical survey with a cross-sectional approach. The population in this study was all pregnant women who visited the UPTD Karya Mukti Public Health Center from January to June 2021, with a total of 105 pregnant women. The data were collected through a questionnaire. Data analysis was then performed with univariate and bivariate analysis, utilizing the chi-square test.Results: There was a relationship between knowledge (0.005), education (0.002), and attitude (0.011) with adolescent pregnancy at UPTD Karya Mukti Public Health Center, Sinar Peninajauan Sub-district, OKU Regency in 2021.Conclusion: There is a relationship between knowledge, education, and attitudes and adolescent pregnancy at UPTD Karya Mukti Public Health Center.Suggestion: This study can be used as material for comparison and reference in future research. Then, for UPT Karya Mukti Public Health Center, it is necessary to provide information and counseling on adolescent reproductive health (PIK-KRR) for adolescents to participate in positive activities. Keywords: Knowledge, education, and attitude toward adolescent pregnancy
Relationship Of Nutritional Status To The Development Of Toddlers Maryati Maryati; Nita Evrianasari; Susilawati Susilawati; Nurul Isnaini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.7817

Abstract

Upaya pemantauan kesehatan sedini mungkin terhadap anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan sampai dia berusia 5 tahun, dengan tujuan agar anak mampu melangsungkan kehidupannya dengan baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup guna mencapai tumbuh kembang yang optimal. Proporsi status gizi sangat pendek dan pendek pada balita di Indonesia yaitu 30,8%, demikian juga dengan proporsi status gizi buruk dan gizi kurang yaitu 17,7%. Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan balita di Posyandu Sukaraja Tiga.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yaitu penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini 255 balita dan sampel sebanyak 156 responden balita dengan tekhnik pengambilan sample quota random sampling untuk posyandu di desa Sukaraja Tiga. Instrumen pengumpulan data adalah lembar KPSP, timbangan dan Infantometer. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate (chi-square).Penelitian menunjukan p value sebesar 0,023 (p<α =0,05), yang berarti bahwa terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan skor KPSP balita usia 1-5 tahun di posyandu desa Sukaraja Tiga. Hasil penellitian menunjukan bahwan dari 156 balita yang periksa KPSP, ada 56 balita (65,1%) mempunyai KPSP “sesuai”, 15 (38,5%) balita dengan nilai “Meragukan”, dan nilai KPSP “Penyimpangan” yaitu 17 (54,8%) balita dengan status gizi normal. Semakin baik gizi balita maka perkembangan balita pun semakin baik. Diharapkan orang tua lebih meningkatkan wawasan tentang gizi dan perkembangan anak sesuai usianya. Kata Kunci : Balita, Perkembangan, Status Gizi, Wasting ABSTRACT Background : Efforts to monitor the health of children as early as possible are carried out from the time the child is still in the womb until he is 5 years old, with the aim that the child is able to live a good life while at the same time improving the quality of life in order to achieve optimal growth and development. The proportion of very stunted and short nutritional status in toddlers in Indonesia is 30.8%, so is the proportion of poor nutritional status and undernutrition which is 17.7%. Objective: To determine the relationship between nutritional status and toddler development at Posyandu Sukaraja Tiga Methods : This research is a quantitative research. The research design is observational analytic research with a cross sectional approach. The population in this study were 255 toddlers and a sample of 156 respondents. sampling technique with quota random sampling. Data collection instruments are KPSP sheet, scales and Infantometer. Data analysis used univariate and bivariate (chi-square) analysis.The research results showed a p value of 0.023 (p <α = 0.05), which means that there is a significant relationship between nutritional status and KPSP scores of toddlers aged 1-5 years. The research results showed that out of 88 toddlers with normal nutritional status, 56 toddlers (65.1%) had "appropriate" KPSP, 15 (38.5%) toddlers with a "Doubtful" value, and 17 (54.8%) toddlers with "Directations". The better the nutrition of toddlers, the better the development of toddlers. It is expected that parents will increase their knowledge about nutrition and child development according to their age.. Keywords : Growth, Nutritional Status, Toddler, wasting 
Dr. H. Abdul Moeloek Hospital Antibiotic Resistance Pattern Nita Sahara; Hidayat Hidayat; Gusti Mauladi; Tessa Sjahriani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.9015

Abstract

Latar Belakang : Infeksi nosokomial adalah masalah luas yang memperpanjang durasi pemulihan, meningkatkan biaya perawatan, dan meningkatkan angka kematian pasien. Antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan kondisi tersebut. Di Indonesia, seperti halnya di negara-negara lain, penggunaan antibiotik sudah meluas dan berlebihan, bahkan banyak yang disalahgunakan. Tujuan : Untuk mengetahui pola resistensi antibiotik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek periode Januari sampai Maret 2018 dan mengetahui pola resistensi bakteri terhadap antibiotik.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Sampel diambil dari rekam medik pasien yang mendapatkan pengobatan antibiotik yang memiliki hasil uji sensitivitas.Hasil Penelitian : Kloramfenikol, Sulbaktam-ampi, dan Cephalexin memiliki rata-rata resistensi tertinggi (98%), diikuti oleh Cefadroxil (94%), Cefixime (91%), dan Trimethoprim (90%). Bakteri juga ditemukan paling sensitif terhadap Amikacin (> 93%), kecuali Streptococcus sp., yang ditemukan paling sensitif terhadap Amox-Clavulanic Acid (91%) dan Meropenem (82%).Kesimpulan : Sebagian besar bakteri yang diuji paling resisten terhadap Sulbaktam-Ampi (>97%) dan Penisilin (100%). Mayoritas bakteri yang teridentifikasi pada penelitian ini paling sensitif terhadap Amikasin (>92%), dengan rata-rata sensitivitas terhadap Amikasin sebesar 89% (kecuali Streptococcus sp.).Saran : pemangku kepentingan pengguna antibiotik di rumah sakit dapat mematuhi penggunaan antibiotik secara bijaksana dalam rangka mengatasi infeksi nosokomial. .Kata kunci : Antibiotik, pola bakteri, nosokomial, resistensi ABSTRACT Background : Nosocomial infections are a widespread issue that prolong recovery durations, raise maintenance costs, and raise patient mortality rates. antibiotics are used to treat the bacterial infection that caused the condition. In Indonesia, as in other nations, the use of antibiotics has become widespread and excessive, with many of them being misused.Aim : to determine the antibiotic resistant pattern on Dr. H. Abdul Moeloek hospital from January to March 2018 and to determine the bacterial resistance pattern of antibiotic.Method : This study was using a descriptive study. The samples were taken from medical records of patients who received antibiotic treatment which has a sensitivity test results.Result : Chloramfenicol, Sulbactam-ampi, and Cephalexin had the highest average resistance (98%), followed by Cefadroxil (94%), Cefixime (91%), and Trimethoprim (90%). They were also found to be most sensitive to Amikacin (> 93%), with the exception of Streptococcus sp., which was found to be the most sensitive to Amox-Clavulanic Acid (91%) and Meropenem (82%).Conclusion: Most of the bacteria tested were most resistant to Sulbactam-Ampi (> 97%) and Penicillin (100%). The majority of the bacteria identified in this study were most sensitive to Amikacin (> 92%), with an average sensitivity to Amikacin of 89% (with the exception of Streptococcus sp.,).Suggestion : It is hoped that stakeholders who use antibiotics can use antibiotics to increase caution in their use to treat nosocomial infections. Keywords : Antibiotic, bacterial pattern, nosocomial, resistance.
The Influence Of Leaflet Media On Increasing Mothers’ Knowledge And Attitudes Towards Toddler Visits At Integrated Healthcare Center Risa Arieska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.8961

Abstract

Latar belakang : Posyandu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan taraf kesehatan di Indonesia, karena dalam kegiatan posyandu status gizi anak dapat diketahui sejak dini dan anak dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis, akan tetapi permasalahan kunjungan balita ke Posyandu masih jauh dari Standar Pelayanan minimal yaitu sebesar 90%. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap orangtua balita ke posyandu di Lingkungan Jempong Baru Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule.Metode Penelitian  : menggunakan quasi eksperiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita di Lingkungan Jempong Baru sejumlah 873 responden. Jumlah sampel sebanyak 32 responden diambil secara purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji Man Whitney.Hasil Penelitian rata–rata peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi sebesar 1,94 sedangkan peningkatan rata-rata  sikap orangtua balita didapatkan 5,25 dan didapatkan , p= 0,000 (p<0,005) baik pengetahuan maupun sikap orangtua yang artinya pemberian media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap orang tua balita.Kesimpulan : penggunaan media leaflet dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap orangtua balita ke posyandu sehingga diharapkan dengan adanya peningkatan tersebut cakupan dapat memenuhi target.Saran: diharapkan kepada pihak Puskesmas Karang Pule agar media edukasi ini dapat dijadikan sarana informasi kepada masyarakat. Kata Kunci  :Media Edukasi, Leaflet, Pengetahuan, Sikap, Orangtua, Balita, Posyandu  ABSTRACTBackground: Integrated Healthcare Center is one of the efforts to improve the level of health in Indonesia because children can know activities and the nutritional status of children from an early age, children can get free health services, children can understand the nutritional status of children from an early age, and children can get free health services, but the problem of visiting toddlers to Integrated Healthcare Center is still far from the minimum service standard of 90%. The purpose of the study was to determine the influence of leaflet media on increasing the knowledge and attitudes of parents of toddlers to the Integrated Healthcare Center in the Jempong Baru Environment of the Karang Pule Health Center Working Area.Research Methods: using quasi-experimental with a pretest-posttest control group design approach. The population in this study was all mothers of toddlers in the Jempong Public Health Center area, with a total of 873 respondents. The total sample of 32 respondents was taken by purposive sampling. The instrument used in this study was a questionnaire. The data obtained were processed using Man Whitney. Test.The study's results averaged an increase in knowledge in the intervention group of 1.94. In contrast, the average increase in the attitudes of parents of toddlers was obtained at 5.25 and acquired, p = 0.000 (p<0.005) both knowledge and parental attitudes, which means that the provision of leaflet media affects the increase in knowledge and attitudes of parents under five.Conclusion: the use of leaflet media can improve the knowledge and attitudes of parents of toddlers to Integrated Healthcare Center so that the coverage can meet the target with this increase.Suggestion: it is hoped that the Karang Pule Health Center so that this educational media can be used as a means of information to the public. Keywords: Educational Media, Leaflet, Knowledge, Attitude, Parents, Toddlers, Integrated  Healthcare Center Ambarita, Lasbudi, Asmaul Husna, and Hotnida Sitorus. 2019. “Pengetahuan Kader Posyandu, Para Ibu Balita Dan Perspektif Tenaga Kesehatan Terkait Keaktifan Posyandu Di Kabupaten Aceh Barat.” Buletin Penelitian Sistem Kesehatan 22(3).Aminuddin, Aminuddin, Andi Zulkifli, and Nurhaedar Djafar. 2011. “Peningkatan Peran Posyandu Partisipatif Melalui Pendampingan Dan Pelatihan Upaya Pemantauan Pertumbuhan Dan Masalah Gizi Balita Di Bone, Sulawesi Selatan.” Kesmas: National Public Health Journal 5(5).Andan Firmansyah, Ahid Jahidin, and Nur Isriani Najamuddin. 2019. “EFEKTIVITAS PENYULUHAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET DAN VIDEO BAHASA DAERAH TERHADAP PENGETAHUAN BAHAYA ROKOK PADA REMAJA.” Bina Generasi : Jurnal Kesehatan 11(1).Atik, Nur Sri, and Rina Susanti. 2020. “HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN PERILAKU KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU.” Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 11(2).Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. “Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013.” Laporan Nasional 2013: 1–384.Bingan, Elin Charla S. 2019. “EFEKTIVITAS MEDIA LEAFLET DAN TABLET FE PADA IBU HAMIL TERHADAP ANEMIA.” Mahakam Midwifery Journal (MMJ) 4(2).Enindelastri, La Ode Muhammad Sety, and Adius Kusnan. 2021. “Pengaruh Edukasi Melalui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa SMAN 14 Bombana Tentang Covid-19.” NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 12(4).Fauziah, Ani Nur, Siti Maesaroh, and Etik Sulistyorini. 2017. “PENGGUNAAN LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI.” Gaster 15(2).Handayani, Trisna Yuni, and Desi Pramita Sari. 2021. “Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Dalam Mengatasi Dismenorea.” Medihealth : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Sains 1(1).Hannanti, Herdara, Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi, and Muh. Nur Hasan Syah. 2021. “Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Komik Dan Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Terkait Anemia Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 14 Jakarta.” JURNAL GIZI DAN KESEHATAN 13(1).Herman, Andi, Mustafa Mustafa, Saida Saida, and Wa Ode Chalifa. 2021. “Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif.” PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL 2(2).Jaji. 2020. “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leafletterhadap Pengetahuan Warga Dalam Pencegahan Penularan Covid 19.” Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020 (1).Kasman, Kasman, Noorhidayah Noorhidayah, and Kasuma Bakti Persada. 2017. “STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN MEDIA LEAFLET DAN VIDEO BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA.” Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia 4(2).Kristania, Yustina Meisella, and Firda Dini Yulianti. 2019. “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PADA POSYANDU PEPAYA PURWOKERTO.” EVOLUSI - Jurnal Sains dan Manajemen 7(1).Kusmaryati, Paulin. 2019. “EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LEAFLET DAN BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS TENTANG DETEKSI DINI KANKER SERVIKS.” Jambura Journal of Health Sciences and Research 1(2).Lahmadi, Lusianti, Andi Muhammad Multazam, and Een Kurnaesih. 2021. “Evaluasi Kunjungan Balita Ke Posyandu Di Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Totikum Kab. Banggai Kepulauan.” Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2(3).Mastryagung, Gusti Ayu Dwina, Ni Made Ayu Yulia RT, and Ni Ketut Noriani. 2019. “EFEKTIVITAS PEMBERIAN LEAFLET TERHADAP MOTIVASI DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG IMD.” Jurnal Riset Kesehatan Nasional 1(2): 164–69.Matdoan, Saadia, and Mariene Wiwin Dolang. 2020. “Pengaruh Konseling Teknik Menyusui Yang Benar Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pada Ibu Post Partum.” Pasapua Health Journal 2(1).Mustofa, Festi Ladyani, Ismalia Husna, Marisa Anggraini, and Ronal Angga Putra. 2021. “HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KEPATUHAN PENERAPAN 3M DALAM RANGKA PENCEGAHAN COVID-19 DI RT 11 RW 12 JATINEGARA JAKARTA TIMUR.” Jurnal Medika Malahayati 5(2).Poltekkes Kemenkes Malang, Sunarti. 2019. “Peran, Kader, Posyandu PERAN KADER KESEHATAN DALAM PELAYANAN POSYANDU UPTD PUSKESMAS KECAMATAN SANANWETAN KOTA BLITAR.” Jurnal Keperawatan Malang 3(2).Prawesthi, Endang, Grace Valencia, Lorenta Marpaung, and Mujiwati Mujiwati. 2021. “PERBANDINGAN LEAFLET DAN VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TERHADAP PENTINGNYA PENGGUNAAN GIGI TIRUAN PADA MAHASISWA POLTEKKES JAKARTA II.” Cakradonya Dental Journal 13(2).Pristya, Terry Y.R., and Rizki Amalia. 2021. “EDUKASI DENGAN MEDIA LEAFLET DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBALUT KAIN.” Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia 3(2).Purimahua, Sintha, Indriati Andolita Tedju Hinga, Ribka Limbu, and Sarinah Basri K. 2022. “Pengaruh Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Dalam Upaya Pencegahan Covid-19 Pada Pedagang Di Pasar.” Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat 6(3).Pusdatin Kemenkes RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/PROFIL_KESEHATAN_2018_1.pdf.Pusparina, Iis, Insana Maria, and Danti Tia Anggraini. 2019. “EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG NARKOBA DI SMPN 5 BANJARBARU.” JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) 4(2).Rahmandiani, Rizkia Dwi et al. 2019. “Hubungan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting Dengan Karakteristik Ibu Dan Sumber Informasi Di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang.” Jsk 5(2).Ramadhanti, Cynthia Ayu, Dea Amarilisa Adespin, and Hari Peni Julianti. 2019. “PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE PENYULUHAN DENGAN DAN TANPA MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG BALITA.” Jurnal Kedokteran Diponegoro 8(1).Rehing, Emilia Yunritati, Antono Suryoputro, and Sakundarno Adi. 2021. “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU: LITERATUR REVIEW.” Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 12(2).Rohmah, Eliya, Murniati Murniati, and Endang Safitri. 2020. “PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU BALITA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI PENYULUHAN TUMBUH KEMBANG BALITA.” Jurnal Bidan Pintar 1(1).Sintiawati, Nani, Maman Suherman, and Idah Saridah. 2021. “Partisipasi Masyarakat Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu.” Lifelong Education 1(1).Sirvana, Ian Hasdita, Fitriati Sabur, and Syaniah Umar. 2021. “EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DAN LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PUS TENTANG ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS RALLA KABUPATEN BARRU.” Indonesia Jurnal Kebidanan 5(2).Sugeng, Hapsari Maharani, Rodman Tarigan, and Nur Melani Sari. 2019. “Gambaran Tumbuh Kembang Anak Pada Periode Emas Usia 0-24 Bulan Di Posyandu Wilayah Kecamatan Jatinangor.” Jurnal Sistem Kesehatan 4(3).Sugiarti, Ni Nyoman Manik, I Komang Lindayani, and Ni Made Dwi Mahayati. 2020. “Manfaat Penyuluhan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia.” Jurnal Ilmiah Kebidanan 8(1): 18–23.Sumiati, Sri. 2018. “PENGGUNAAN LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA BARU.” JURNAL MEDIA KESEHATAN 10(1).Tedju Hinga, Indriati Andolita. 2019. “Efektifitas Penggunaan Media Poster Dan Leaflet Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Di Kabupaten Belu.” CHMK Applied Science Journal (Vol 2 No 3 (2019): CHMK Applied Scientific Journal).         
Hypnobirthing And Rebozo Affect The Duration Of Labor In II And Apgar Scores Desy Syswianti; Tri Wahyuni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.7378

Abstract

Latar Belakang: Angka kematinan ibu dan angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi. Partus lama menjadi penyebab 31% kematian ibu. Adapun kematian bayi 27,4% disebabkan karena asfiksia. Asfiksia dapat dideteksi dengan melalui pengukuran skor Apgar. Pemberian hypnobirthing dan teknik rebozo dipercaya dapat mempercepat lama persalinan kala II dan meningkatkan skor Apgar.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian hypnobirthing dan rebozo terhadap lama persalinan kala II dan skor Apgar.Metode: Penelitian merupakan quasy experiment, dengan desain posttest only with control group design, di mana kelompok eksperimen diberikan hypnobirthing dan rebozo dan kelompok kontrol hanya diberikan hypnobirthing. Populasi adalah ibu melahirkan di BPM Bidan D di Garut pada periode November – Desember 2021. Sampel masing-masing kelompok sejumlah 20 ibu melahirkan, diambil dengan purposive sampling. Pengukuran lama persalinan kala II digunakan stopwatch dan pada skor Apgar digunakan tes Apgar. Analisis data digunakan uji t sampel independen  apabila data penelitian distribusi data normal, dan uji Mann Whitney apabila data penelitian tidak distribusi data normal.Hasil: Hasil pengujian Mann-Whitney menunjukkan bahwa pemberian hypnobirthing dan rebozo berpengaruh terhadap lama persalinan kala II, ditunjukkan dari nilai Z sebesar -4,420 dan p sebesar 0,000 (p<0,05). pemberian hypnobirthing dan rebozo tidak berpengaruh terhadap skor Apgar, ditunjukkan dari nilai Z sebesar --0,284 dan p sebesar 0,776 (p>0,05).Kesimpulan:  Pemberian hypnobirthing dan rebozo berpengaruh terhadap penurunan lama persalinan kala II, dan tidak berpengaruh terhadap skor Apgar.Saran:  hendaknya bidan membuat suatu video pembelajaran teknik hypnobirthing dan rebozo, agar ibu hamil dapat menerapkan teknik hypnobirthing selama masa kehamilan, dan sebagai pembelajaran bagi bidan agar dapat membantu ibu bersalin dalam melakukan teknik rebozo. Kata kunci: Skor Apgar, Hypnobirthing, Lama Persalinan Kala II ABSTRACT Background: Maternal and infant mortality rates in Indonesia are still high. Long parturition is the cause of 31% of maternal deaths. The 27.4% infant mortality was caused by asphyxia. Asphyxia can be detected by measuring the Apgar score. Giving hypnobirthing and rebozo technique is believed to speed up the duration of the second stage of labor and increase the Apgar score.Purpose: To determine the effect of hypnobirthing and rebozo on the duration of the second stage of labor and the Apgar score.Methods:  This research is a quasi experiment, with a posttest only design with control group design, where the experimental group was given hypnobirthing and rebozo and the control group was only given hypnobirthing. The population is mothers giving birth at BPM Midwife Dina Garut in the period November – December 2021. The sample of each group is 20 mothers who give birth, taken by purposive sampling. The measurement of the duration of the second stage of labor was used a stopwatch and the Apgar score was used for the Apgar test. Data analysis used the independent sample t test if the research data was normally distributed, and the Mann Whitney test if the research data was not normally distributed.Result: The results of the Mann-Whitney test showed that hypnobirthing and rebozo had an effect on the duration of the second stage of labor, indicated by the Z value of -4.420 and p of 0.000 (p<0.05). giving hypnobirthing and rebozo had no effect on Apgar score, indicated by Z value of -0.284 and p of 0.776 (p>0.05).Conclusion: The implementation of hypnobirthing and rebozo had an effect on decreasing the length of the second stage of labor, and had no effect on the Apgar score.Suggestion: Midwives should make a video learning the hypnobirthing and rebozo techniques, so that pregnant women can apply the hypnobirthing technique during pregnancy, and as a lesson for midwives so they can help mothers in childbirth in doing the rebozo technique. Keywords: Apgar Score, Hypnobirthing, Second Stage Labor Duration 
The Analysis Of Factors Related To The Prevalence Of Chronic Energy Deficiency (Ced) In Pregnant Women Maya Yunita; Yulia Fitri; Maharani Maharani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.8965

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu Indonesia Tahun 2018 menunjukkan bahwa AKI adalah sebesar 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Ibu meninggal akibat komplikasi yang terjadi dari buruknya status gizi ibu dan pada akhirnya berdampak kepada kondisi kesehatannya begitu juga dengan kondisi janin yang dilahirkan. Prevalensi KEK wanita hamil usia subur (15-49 tahun) di indonesia adalah sebesar 17.3%.Tujuan Penelitian: Untuk melakukan review pada beberapa literature terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode literature review. Artikel dikumpulkan dengan melakukan penelusuran/ pencarian jurnal menggunakan Google Search atau bibliografi dari artikel yang ditelusur dan google scholarly. Literature review ini menggunakan literature terbitan tahun 2016-2019 yang dapat diakses fulltext dalam format pdf.Hasil literature review: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan yang signifikan antara umur, ada hubungan pendapatan keluarga, ada hubungan pengetahuan, ada hubungan pendidikan, dan ada hubungan paritas dengan kejadian KEK pada ibu hamil.Kesimpulan dan Saran: Penelitian diatas menunjukkan adanya hubungan antara umur, pendapatan keluarga, pengetahuan, pendidikan, dan ada hubungan paritas dengan kejadian KEK pada ibu hamil.Saran diharapkan kepada lahan penelitian, penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dalam mengambil kebijakan dalam mengatasi kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Kata kunci: Ibu hamil KEK, Umur, Pendapatan Keluarga, Pengetahuan, Pendidikan, Paritas. ABSTRACT Background: Indonesia's maternal mortality rate in 2018 shows that the MMR is 305 maternal deaths per 100,000 live births. The high maternal mortality rate is due to complications that occur from the poor nutritional status of the woman and ultimately impact her health condition as well as the condition of the fetus being born. The prevalence of pregnant women with CED of childbearing age (15-49 years) in Indonesia is 17.3%.Objectives: To review some literature related to factors associated with the prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) in Pregnant Women.Research Methods: This study uses the literature review method. Articles are collected by conducting a journal search using Google Search or a bibliography of the articles searched with Google Scholar. This literature review uses literature published in 2016-2019, which can be accessed in full-text in pdf format.Results: The results of the study show that there is a significant relationship between age, family income, knowledge, education, and parity with the incidence of CED in pregnant women.Conclusions: The above research shows a relationship between age, family income, knowledge, and education, and there is a relationship between parity and the incidence of CED in pregnant women.Suggestion The research field is expected to be used as input for policymaking in overcoming the incidence of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women. Keywords: Chronic Energy Deficiency (CED); Pregnant women; Factors related to CED 
Effectiveness Of Mother Smart Online Class On Early Detection Skills On Child Growth Sinta Nuryati; Fuadah Ashri Nurfurqoni; Maya Astuti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.8933

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil Riskesdas 2013, diketahui 34,3% balita di Indonesia tidak mendapatkan pemantauan tumbuh kembang. Pada masa pandemi, terdapat pembatasan aktifitas berskala mikro yang berdampak ditiadakannya posyandu.  Dengan demikian diperlukan suatu metode yang dapat meningkatkan kemampuan ibu untuk memantau pertumbuhan anaknya secara mandiri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membentuk kelas ibu pintar online yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam deteksi dini pertumbuhan balita. Kelas ibu pintar online dipandang paling efektif pada masa pandemi, karena dapat mengurangi kontak fisik.Tujuan: untuk menganalisis efektifitas Kelas Ibu Pintar Online Terhadap Keterampilan Deteksi Dini Pertumbuhan Balita.Metode : Desain Penelitian adalah  Quasi eksperimen dengan pendekatan pre and post-test design with control group. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki balita di Kelurahan Cilendek Timur, Kota Bogor, terdiri dari 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel penelitian dipilih secar non-random, dengan jumlah 30 orang ibu pada setiap kelompok. Pada kelompok intervensi diberikan pretest, kemudian diberikan edukasi tentang pertumbuhan balita pada kelas online melalui Whatsapp Group. Kegiatan intervensi berlangsung selama 2 minggu, dengan jumlah pertemuan 6 kali. Diakhir pertemuan, dilakukan Post-test pengetahuan dan observasi keterampilan ibu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan balita serta menginterpretasikannya. Pada kelompok kontrol, responden diberikan pre test diawal kegiatan dan post tes pada akhir kegiatan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Oktober 2021. Variabel independent dalam penelitian ini adalah kelas ibu pintar online. Sedangkan variabel independentnya adalah keterampilan deteksi pertumbuhan balita. Variabel diukur dengan kuesioner. Analisa data dengan uji mann-whitneyHasil:  didapatkan Sebagian besar responden berpendidikan SMP dan SMA dengan usia  antara 20-35 tahun, memiliki anak lebih dari 1 dan tidak bekerja (Ibu Rumah Tangga) dan  penghasilan seluruh responden di bawah UMK Kota Bogor. Pendidikan ibu, Usia Ibu, Paritas, Pekerjaan dan Penghasilan tidak berpengaruh terhadap Keterampilan Deteksi Dini Pertumbuhan Balita dengan nilai P > 0.005. Terdapat peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan  ibu pada kelompok intervensi  dalam mendeteksi pertumbuhan balita usia 3-5 tahun di Kota Bogor. Terdapat perbedaan rerata pengetahuan dan keterampilan ibu sebelum dan setelah diberikan edukasi melalui kelas ibu pintar online.Kesimpulan: Kelas Ibu pintar online dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  ibu dalam mendeteksi pertumbuhan balita usia 3-5 tahun di Kota Bogor.Saran:  Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang berperan dalam pemantauan pertumbuhan bayi dan balita perlu memiliki berbagai strategi agar dapat melibatkan peran ibu dalam pemantauan pertumbuhan anak. Salah satu strateginya dalam penelitian ini adalah membuat kelas online. Strategi lain untuk menguatkan kelas online ini bisa di lakukan pendampingan offline dengan tetap memperhatikan prokes. Kata Kunci: Kelas Ibu, Deteksi Dini, Pertumbuhan, anak ABSTRACT Background: Based on the results of the 2013 Riskesdas, it is known that 34.3% of toddlers in Indonesia do not receive growth and development monitoring. During the pandemic, there were restrictions on micro-scale activities, resulting in the absence of posyandu. Thus we need a method that can improve the ability of mothers to monitor their child's growth independently. One effort can be made to form an online smart mother class that aims to enhance mothers' skills in the early detection of toddler growth. Online smart mom class is the most effective during a pandemic because they can reduce physical contact.Purpose:  The study aimed to analyze the effectiveness of the Mother Smart Online Class on early detection skills for toddler growth.Methode: The research design is a quasi-experimental approach with pre and post-test design with the control group. The research subjects were mothers who had toddlers in East Cilendek Village, Bogor City, consisting of 2 groups: the intervention and the control group. The research sample consisted of 30 mothers in each group—chosen non-randomly. The intervention was to educate about toddlers' growth in online classes. The study was conducted in March-October 2021. The independent variable in the study was the Mother Smart Online Class. The independent variable is the skill of detecting toddlers' growth. Variables were measured by questionnaire—analysis of the data using the Mann-Whitney test.Methods: The research design is a quasi-experimental approach with a pre and post-test design with a control group approach. The research subjects were mothers who had toddlers in East Cilendek Village, Bogor City, consisting of 2 groups: the intervention group and the control group. The research sample was randomly selected non-randomly, with 30 mothers in each group. The intervention group was given a pre-test and then given education about toddler growth in online classes via the Whatsapp Group. The intervention activities lasted for two weeks, with a total of 6 meetings. At the end of the meeting, a post-test of knowledge and observation of mothers' skills was conducted to monitor toddler growth and interpret it. In the control group, first, respondents were given a pre-test and then a post-test at the end of the activity. The research was conducted in March-October 2021. The independent variable in this study was the online smart mom class. At the same time, the independent variable is toddler growth detection skills. Questionnaires measure variables—data analysis with Mann-Whitney test.Conclusion: Mother smart online class increased the knowledge and skills of mothers in detecting the growth of toddlers aged 3-5 yearsSugesstions: Recommendations, Midwives, as one the health workers who have a role in monitoring the growth of infants and toddlers, need to have various strategies to involve the role of mothers in monitoring child growth. One of the strategies in this research is to make online classes. Another strategy to strengthen this online class can be offline mentoring while still paying attention to the progress. Keywords: Mother's class, early detection, growth, toddlers 
The Relationship Of Complementary Feeding (Mp-Asi) And Exclusive Breast Milk With Nutritional Status In Toddlers Putri Sudenni N; Yuli Yantina; Fijri Rachmawati; Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.8094

Abstract

Latar Belakang Berdasarkan laporan dari Riskesdas tahun 2018, prevalensi status gizi menurut (BB/U) pada anak umur 0-23 bulan (Baduta), daftar status gizi di Indonesia yaitu 3,8% mengalami gizi buruk, 11,4% mengalami gizi kurang, 82% mengalami gizi baik dan 2,7 % mengalami gizi lebih. Tujuan diketahui hubungan MP-ASI serta riwayat ASI eksklusif dengan status gizi pada balita 12-59 bulan di Wilayah Kerja Posyandu Melati Desa Candimas Tahun 2022.Metode Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah responden usia 12-59 bulan sebanyak 415 anak dengan menggunakan rumus slovin didapat 204 responden. Teknik sampling purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil Pemberian MP-ASI dengan kategori tidak MP-ASI dini sebanyak 165 ibu (80,9%). ASI Eksklusif dengan kategori ASI Ekslkusif sebanyak 156 balita (48,5%). Status gizi balita usia 12-59 bulan dengan kategori status gizi baik sebanyak 145 responden (71,1%).Hasil analisa menggunakan chi-square, didapat (P-Value=0,000 <α0,05) maka dapat disimpulkan terdapat hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada balita 12-59 bulan di Wilayah Kerja Posyandu Melati Desa Candimas Tahun 2022. Hasil analisa menggunakan chi-square.Kesimpulan terdapat hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada balita 12-59 bulan di Wilayah Kerja Posyandu Melati Desa Candimas Tahun 2022.Memberikan ASI eksklusif dan MP-ASI yang tepat usia dan kebutuhan untuk mendukung tumbuh kembang dan tercapainya status gizi baik pada bayi.Saran Meningkatkan upaya pencegahan terhadap kejadian penyakit infeksi dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar bayi. Kata Kunci : ASI Eksklusif MP-ASI, ,Balita ,Status gizi ABSTRACT    Background Based on a report from Riskesdas 2018, the prevalence of nutritional status according to (BB/U) in children aged 0-23 months (Baduta), the list of nutritional status in Indonesia is 3.8% experiencing malnutrition, 11.4% experiencing malnutrition, 82 % experienced good nutrition and 2.7% experienced excess nutrition. Purpose:The Purpose to know the relationship between MP-ASI and a history of exclusive breastfeeding with nutritional status in toddlers 12-59 months in the Melati Posyandu Work Area Candimas Village in 2022.   Method This type of research uses quantitative, analytical survey design with a cross sectional approach. The sample in this study were respondents aged 12-59 months as many as 415 children using the Slovin formula obtained 204 respondents. The sampling technique is purposive sampling. Analysis of univariate and bivariate data using chi square test.   Results The provision of MP-ASI with the category of not early MP-ASI was 165 mothers (80.9%). Exclusive breastfeeding with exclusive breastfeeding category was 156 toddlers (48.5%). Nutritional status of children aged 12-59 months with good nutritional status category as many as 145 respondents (71.1%). The results of the analysis using chi-square, obtained (P-Value = 0.000 < α0.05) it can be concluded that there is a relationship between complementary feeding and nutritional status in toddlers 12-59 months in the Work Area of Posyandu Melati Candimas Village in 2022. The results of the analysis used chi-square, obtained (P-Value = 0.000 < 0.05) it can be concluded that there is a relationship between complementary feeding and nutritional status in children under five years of age 12-59 months in the Working Area of Posyandu Melati Candimas Village in 2022. Conclusion: Exclusive breastfeeding and complementary feeding - Breast milk that is appropriate for age and needs to support growth and development and achieve good nutritional status in infants.Suggestion Increase prevention efforts against the incidence of infectious diseases by maintaining personal hygiene and the environment around the baby. Keywords : Exclusive Breastfeeding MP-ASI,Nutritional Status,Toddler 
Identification Of Alkaloids And Steroids In Moringa Oleifera Leaves As A Breastfeeding Yopi Suryatim Pratiwi; Sri Handayani; Nurul Fatmawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.8510

Abstract

Latar belakang: Angka kematian merupakan salah satu indikator kesehatan yang penting dan mencerminkan derajat kesehatan di suatu wilayah. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi Angka kematian bayi sebagian besar disebabkan oleh faktor nutrisi. Beberapa penyakit yang timbul akibat malnutrisi antara lain pneumonia, diare, dan perinatal. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Alasan yang paling sering ditemukan pada ibu menyusui yang menghentikan pemberian ASI yaitu karena produksi ASI yang kurang. Pemanfaatan tanaman/sayuran yang berfungsi sebagai  galaktogogue dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan  produksi  ASI. Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan masyarakat untuk meningkatkan produksi ASI.Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi kandungan alkaloid dan steroid pada daun kelor sebagai upaya untuk melancarkan produksi ASI.Metode: Metode dalam penelitian ini yaitu melakukan uji laboratorium  pada daun kelor segar berwarna hijau muda sampai hijau agak tua sebanyak 100 gram. Skrining alkaloid menggunakan pereaksi Mayer dan Dragendorff, sedangkan steroid dengan pereaksi asam asetat, anhidrat, dan H2SO4 pekat.Hasil: Hasil penelitian didapatkan daun kelor (Moringa oleifera) menunjukkan terdapat kandungan senyawa alkaloid dan steroid.Simpulan: Pemanfaatan daun kelor merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah produksi ASI yang kurang, selain murah dan mudah didapatkan.Saran: Peneliti selanjutnya disarankan dapat melakukan penelitian terkait inovasi pengembangan pengolahan daun kelor terhadap kelancaran ASI yang langsung diaplikasikan pada ibu-ibu menyusui untuk mencegah kegagalan pemberian ASI eksklusif karena produksi ASI kurang. Kata Kunci: Daun kelor, Alkaloid dan Steroid ABSTRACT Background: The mortality rate is an important health indicator and reflects the degree of health in an area. The Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia is still high. The infant mortality rate is largely due to nutritional factors. A number ofdiseaseSymptoms that arise due to malnutrition include pneumonia, diarrhea, and perinatal. Exclusive breastfeeding can reduce infant morbidity and mortality. The most common reason found in breastfeeding mothers who stop breastfeeding is due to insufficient milk production. Utilization of plants/vegetables that function as galactogogue can be used as an alternative to increase milk production. Moringa leaves are one of the plants that people often use to increase milk production.Purpose:The purpose of this study was to identify the alkaloid and steroid content in Moringa leaves as an effort to expedite milk production.Method: The method in this study namelyu did a laboratory test on fresh colored moringa leavesgreenyoung to slightly dark green as much as 100 grams. Alkaloid screening used Mayer's and Dragendorff's reagents, while steroids used acetic acid, anhydrous and concentrated H2SO4 reagents.Results: The results showed that the leaves of Moringa (Moringa oleifera) showed the presence of alkaloid and steroid compounds.Conclusion:Utilization of Moringa leaves is an alternative that can be used to overcome the problem of insufficient milk production, besides being cheap and easy to obtain.Suggestions:Further researchers are advised to conduct research related to the innovation of developing moringa leaf processing for the smoothness of breast milk which is directly applied to breastfeeding mothers to prevent failure of exclusive breastfeeding due to insufficient milk production. Keywords: Moringa leaves, Alkaloids and Steroids 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue