cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Penggunaan Salam Smart dalam Meningkatkan Kesehatan Mental dan Penerapan Protokol Kesehatan pada Kelompok Pengajian Tri Rejeki Andayani; Budiyanti Wiboworini; Nanang Wiyono; Farida Hidayati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 2 (2021): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i2.281

Abstract

ENGLISHThe covid-19 pandemic that has occurred for a long time brings changes in the entire order of human life, including religion. Religious and social activities, like "pengajian" must immediately adapt to the new norms. An educational program is needed to ensure that every activity in "pengajian" group complies with the health protocols and reduces the potential for the emergence of new Covid-19 clusters. "Salam Smart" Program is a Healthy and Happy Life Strategy in the pandemic period. It is hoped to increase the implementation of health protocols and mental health of the members of this community. This study aimed to describe the contribution of “Salam Smart” Program on mental health improvement and the implementation of health protocols in the "pengajian" group. There were 29 participants to determine the effectiveness of the program. Data were collected using the Prokesmen Scale consisting of subscales i.e. the Health Protocol Scale (Reliability 0.875), and the Mental Health Scale (Rel = 0.796). The descriptive quantitative data analysis was applied and resulted that there was an increase of 2.62 in the application of health care and 3.92 in mental health. It can be concluded that the “Salam Smart” Education Program can be carried on as a strategy to live a healthy and happy life during the pandemic.  INDONESIAPandemi Covid-19 yang cukup panjang tentunya membawa perubahan pada seluruh tatanan kehidupan manusia, termasuk agama. Kegiatan keagamaan dan sosial harus segera beradaptasi dengan norma-norma baru. Untuk memastikan setiap kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan dan mengurangi potensi munculnya klaster Covid-19 baru dari kelompok pengajian, perlu diadakan program edukasi. Melalui Program “Salam Cerdas” sebagai Strategi Hidup Sehat dan Bahagia di Masa Pandemi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan penerapan protokol kesehatan dan kesehatan jiwa para anggota komunitas pengajian. Ada 29 peserta untuk menentukan efektivitas program. Pengumpulan data menggunakan Skala Prokesmen yang terdiri dari subskala yaitu Skala Protokol Kesehatan (Reliabilitas 0,875), dan Skala Kesehatan Jiwa (Rel = 0,796). Analisis data deskriptif kuantitatif digunakan dan hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan 2,62 dalam penerapan perawatan kesehatan dan 3,92 dalam kesehatan mental. Dapat disimpulkan bahwa Program Pendidikan “Salam Cerdas” dapat dijadikan sebagai strategi untuk hidup sehat dan bahagia di masa pandemi.
Kinerja dan Potensi Daerah Irigasi di Kabupaten Pati Arieyanti Dwi Astuti; Jatmiko Wahyudi; Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 2 (2021): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i2.229

Abstract

ENGLISHThe management of irrigation networks affects agricultural productivity. Apart from agriculture, the development of local resource potential needs to do  to spur community economic development. The objectives of this research were (1) to analyze the irrigation area performance, and (2) to analyze the potential of the irrigation area in Pati Regency. This research was a descriptive study with quantitative approach held in February-September 2020 with the research location in the Gabus Irrigation Area, Cabean Irrigation Area, Sonorejo Irrigation Area, Keden Irrigation Area, Bendo Irrigation Area, and Lenggi Irrigation Area. Samples were members of the Water User Farmer Association and farmers in the research location. The research sample was taken by the purposive sampling technique. Analysis of performance uses the of the minister of public works and public housing regulation Number 12/PRT/M/2015 and evaluation of RAP (Rapid Appraisal Procedure), while for analysis of potential irrigation area it was calculated by scoring. The result of this research was a that performance in the Irrigation area of Pati Regency was poor  and it needs attention category, while the agricultural sector was still the most potential for the Irrigation area and other fields that have begun to develop was the livestock sector. INDONESIAPengelolaan jaringan irigasi sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian. Kinerja dalam pengelolaan jaringan irigasi sangat penting dalam upaya meningkatkan produksi pertanian. Selain pertanian, pengembangan potensi sumber daya lokal perlu dilakukan untuk memacu pembangunan ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kinerja daerah irigasi di Kabupaten Pati dan (2) menganalisis potensi daerah irigasi di Kabupaten Pati. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan Februari-September 2020. Lokasi penelitian di Daerah Irigasi (DI) Gabus Kecamatan Gabus, DI Cabean Kecamatan Winong, DI Sonorejo Kecamatan Jakenan, DI Keden Kecamatan Tambakromo, DI Bendo Kecamatan Margoyoso dan DI Lenggi Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Sampel dalam penelitian adalah anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan petani di daerah irigasi lokasi penelitian. Teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling. Analisis data kinerja dengan berdasarkan Permen PUPR No.12/PRT/M/2015 dan Evaluasi RAP (Rapid Appraisal Procedure), sedangkan untuk analisis potensi daerah irigasi dihitung dengan metode skoring. Hasil penelitian menunjukkan kinerja DI di Kabupaten Pati masuk kategori kinerja jelek dan perlu perhatian. Sektor pertanian masih merupakan sektor paling potensial untuk DI sedangkan sektor lain yang sudah mulai berkembang yaitu sektor peternakan.
Analisis Capaian Kinerja Pembangunan Pedesaan Kawasan Pesisir Suroso - Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.298

Abstract

ENGLISHManaging the potential of coastal regions becomes a development challenge in order to improve human welfare. This research aimed to describe the performance achievement of rural development in the coastal regions in the study area. This research used a quantitative approach. It used secondary data. It used descriptive-comparative analyses. The descriptive result showed that all villages in the coastal areas have increased their rural development indexes (IDM) but only about 43% increased their status for the period 2017 to 2021. The comparative result proved that in 2021 the highest IDM is in Trangkil District and the lowest one was in Batangan District. The comparative test using Chi-Square (X2) for the development performance has a counting value of 8,125 in significance of 10 %. It is greater than the table value so there is a significant difference in development performance among the coastal regions in the study area. Therefore, the region having the least development indexes (IDM) should become the priority in the regional development policy to alleviate disparity. INDONESIAPengelolaan potensi kawasan pesisir untuk mewujudkan kesejahteraan menjadi tantangan pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan capaian kinerja pembangunan pedesaan kawasan pesisir di area studi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian menggunakan data sekunder. Analisa data menggunakan analisis deskriptif-komparatif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan semua desa kawasan pesisir di area studi mengalami peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) tetapi hanya sebagian desa mengalami peningkatan status tipologinya selama kurun waktu 2017 - 2021. Hasil analisis komparatif menunjukkan bahwa tahun 2021 capaian IDM kawasan pesisir tertinggi berada di kawasan Trangkil dan IDM terendah berada di kawasan Batangan. Uji komparatif dengan Chi kuadrat (X2), kinerja pembangunan pedesaan kawasan pesisir kurun waktu 2017-2021 memiliki nilai hitung chi kuadrat (X2) 8,125 signifikan pada signifikansi 10%, lebih besar dari nilai tabel sehingga ada perbedaan signifikan capaian kinerja pembangunan pedesaan antar kawasan pesisir di area studi. Oleh karena itu, kawasan yang memiliki capaian IDM terendah perlu memperoleh prioritas dalam kebijakan pembangunan untuk mengeliminasi kesenjangan pembangunan.
Perencanaan Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut di Kepulauan Karimunjawa Nanditya Putri Destyananda; Falih Suaedi; Erna Setijaningrum
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.284

Abstract

ENGLISHPopulation growth, tourism activities and fast development in the Karimunjawa Islands have created adverse impact on the quality of the coastal and marine environment. Coastal and marine areas are very vulnerable to environmental changes, so it requires proper management. The purpose of this study is to analyze the development plan for coastal and marine areas in the Karimunjawa Islands, Jepara Regency. This study uses a qualitative approach while secondary data are collected from books, journal articles, regulations, and relevant online news. Obtained data is analyzed qualitatively using an interactive model. The results show that the management or utilization of resources in the Karimunjawa Islands still encounters a number of crucial problems. The development of coastal and marine areas in the Karimunjawa Islands must comply with the regulations as well as consider ecological, economic, and social aspects as a basic of sustainable development concept. Since various activities carried out by the local community or tourists also give negative impact on the environment, related action plans need to be formulated and executed well by stakeholders. INDONESIAPertumbuhan penduduk, aktivitas pariwisata, dan pengembangan pembangunan di Kepulauan Karimunjawa menimbulkan ancaman yang membahayakan kualitas lingkungan pesisir dan laut. Hal itu dikarenakan kawasan pesisir dan laut sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya secara tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan pengembangan kawasan pesisir dan laut di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari buku, artikel jurnal, peraturan perundang-undangan, berita online yang relevan dengan masalah penelitian. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan model interaktif. Hasil studi menunjukkan bahwa pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya di Kepulauan Karimunjawa masih ditemukannya sejumlah permasalahan yang krusial. Pengembangan kawasan pesisir dan laut di Kepulauan Karimunjawa harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku sekaligus memperhatikan aspek pembangunan secara berkelanjutan dalam rangka mencapai tujuan ekologi, ekonomi, dan sosial. Perlu dilakukan upaya untuk meminimalkan terjadinya dampak negatif dari berbagai aktivitas yang dilakukan oleh penduduk lokal ataupun wisatawan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Daging Ayam Broiler Wardandy, Ilham Sukma; Mukson, Mukson; Prastiwi, Wahyu Dyah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.286

Abstract

ENGLISHChicken meat has a significant role to fulfill community nutrition needs, especially animal protein. The study aimed to describe the charactheristic of consumers and the decision making process of purchasing broiler chicken meat and to analyze the influencing factors on consumer decisions in chicken meat broiler purchase at Puri Traditional Market, Pati District. The factors were analyzed in this study are cultural, social, personal, price, quality and location. Data collection was carried out in March-April 2021, located in Pasar Puri, Pati District. The number of sample was 100 people whom were chosen through accidental sampling method. The data were collected through observation, questionnaires and interviews. Then they were analyzed using multiple linear regressions. The results of the study were (1) Majority samples were women aged 17-25 years old; (2) Most of them have finished high school or bachelor degree and worked as enterprisers. The monthly expense for broiler chicken meat ranged Rp100.000,00 to Rp500.000,00; (2) simultaneously, cultural, social, personal, price, product quality, and location factors had significant effects on consumer decisions in broiler chicken meat purchases; (3) meanwhile the factors partially influenced the consumer behaviours were social factors, price, product quality, and location. INDONESIADaging ayam berperan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya protein hewani. Konsumsi daging ayam yang relatif masih rendah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik konsumen dan proses pengambilan keputusan pembelian daging ayam broiler dan menganalisis pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi, harga, kualitas, dan lokasi terhadap keputusan konsumen saat membeli daging ayam broiler di Pasar Tradisional Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang dipilih dengan metode aksidental. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) Responden penelitian didominasi oleh perempuan yang berusia 17-25 tahun. Tingkat pendidikan sebagian besar responden adalah SMA dan S1 dengan pekerjaan wiraswasta. Sebagian besar responden mengeluarkan biaya Rp100.000,00 hingga Rp500.000,00 untuk membeli daging ayam setiap bulannya; (2) Secara simultan faktor budaya, sosial, pribadi, harga, kualitas produk dan lokasi berpengaruh sangat nyata terhadap keputusan konsumen dalam pembelian daging ayam broiler ; (3) sementara itu, secara parsial faktor yang berpengaruh adalah faktor sosial, harga, kualitas produk, dan lokasi.
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Lebah Kelulut di Lombok, Nusa Tenggara Barat Yumantoko Yumantoko; Rubangi Al Hasan; Septiantina Dyah Riendriasari
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.264

Abstract

ENGLISHEven though the demand for honeybees is high, the production of this commodity is considered low. Generally, the production of honey can be categorized as the wild honeybee and cultivated honeybee productions. Honeybee cultivation has the potential to be developed in Lombok island. Apart from its ease of honeybee cultivation, this activity creates a positive impact on economic aspects like income generation and opening job opportunities. This study investigated the feasibility of the honeybee production business. The research was conducted in three districts in Lombok Island namely Lombok Timur, Lombok Utara, and Lombok Barat Districts. Data were collected through conducting surveys, in-depth interviews, and document studies. The sampling method used purposive sampling. The study showed that the production cost of the kelulut honeybee cultivation was Rp17,893,468 while the revenue was Rp21,850,000 so generated profit was Rp3,956,532. Thus, the revenue cost ratio (R/C ratio) of the kelulut honeybee cultivation was 1.2 which meant the kelulut cultivation business was feasible. The profit of this business was relatively low because this business was a small-scale honeybee production that applied a traditional method. To develop the kelulut cultivation business, support from stakeholders in particular local government is needed. INDONESIAMeskipun tingkat permintaan produk madu di pasaran cukup tinggi, produksi madu di Indonesia masih rendah sehingga belum mampu mencukupi kebutuhan pasar. Secara umum, produksi madu dapat dikategorikan menjadi dua yaitu produksi madu alam dan madu budidaya. Budidaya madu Lebah Kelulut berpotensi untuk dikembangkan di Pulau Lombok. Selain budidaya Lebah Kelulut relatif mudah, aktivitas ini juga berdampak positif terhadap aspek ekonomi yaitu peningkatan pendapatan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis finansial budidaya Lebah Kelulut. Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten di Pulau Lombok, yaitu Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan meliputi survei, wawancara, dan studi dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk produksi madu dari budidaya Lebah Kelulut di Pulau Lombok sebesar Rp17.893.468, penerimaan sebesar Rp21.850.000 sehingga diperoleh hasil keuntungan sebesar Rp3.956.532. Nilai rasio RC diperoleh sebesar 1,2 yang berarti usaha budidaya kelulut layak diusahakan. Keuntungan yang diperoleh relatif kecil. Hal ini disebabkan skala usaha yang juga masih kecil. Oleh karena itu, diperlukan dukungan khususnya dari pemerintah daerah untuk mengembangkan usaha budidaya Lebah Kelulut.
Hubungan Antara Kebijakan Lingkungan dengan Perilaku Pro-Lingkungan: Sebuah Kajian Literatur Sistematis Uni Kuslantasi; Bagus Pambudi; Dian Ratna Sawitri
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.288

Abstract

ENGLISHStakeholders including citizens, governments, and private sectors should take action to reduce environmental problems and its impacts. The community is expected to have pro-environmental behavior and support existing environmental policies. However, previous studies have shown conflicting results regarding the relationship between environmental policy and pro-environmental behavior. This study is intended to analys the relationship between environmental policy and pro-environmental behavior. This literature review uses Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Metanalyses (PRISMA) guidelines. The process of searching and filtering articles uses POP 7 and Rayyan applications. The selected articles which used quantitative, qualitative, or mixed-method research designs are published from 2020 to 2022. Those articles studied the relationship between environmental policy and pro-environmental behavior. Then, researchers found 1,000 articles and later, 5 papers meet the criteria. The results of this study indicate that people who behave pro-environmentally are likely to support environmental policy. Likewise, those who support environmental policy are likely to behave pro-environmentally. People are likely to both behave pro-environmentally and support environmental policy because both are expressions of intrinsic pro-environmental motivation. Therefore, the government should implement environmental policies to improve citizens’ concerns and to control the implementation of current policies. INDONESIASemua pihak perlu mengambil tindakan untuk mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus untuk mengurangi dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Masyarakat diharapkan memiliki perilaku pro-lingkungan dan mendukung kebijakan lingkungan yang ada. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan adanya perbedaan hasil yang bertentangan mengenai hubungan antara kebijakan lingkungan dan perilaku pro-lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan lingkungan dan perilaku pro-lingkungan. Teknik literatur review yang digunakan dengan desain Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA). Proses pencarian dan penyaringan artikel menggunakan bantuan aplikasi pencarian POP 7 dan Rayyan. Artikel yang dipilih wajib memiliki hasil terkait hubungan antara kebijakan lingkungan dan perilaku pro-lingkungan serta dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2022 dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, kualitatif atau mixed-method. Berdasarkan 1000 artikel yang ditemukan, didapatkan 5 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki perilaku pro-lingkungan cenderung mendukung kebijakan lingkungan. Demikian pula sebaliknya, mereka yang mendukung kebijakan lingkungan cenderung berperilaku pro-lingkungan. Perilaku prolingkungan dan sikap mendukung kebijakan lingkungan merupakan ekspresi motivasi individu yang pro-lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan untuk menyediakan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sekaligus melakukan pengendalian implementasi kebijakan tersebut.
Strategi Peningkatan Kualitas Air Sungai: Studi Kasus Sungai Sani Evta Rina Mailisa; Budi Warsito; Bambang Yulianto
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 2 (2021): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i2.268

Abstract

ENGLISHApart from supporting irrigation systems, The Sani River has become a source of raw water for a water treatment company called PDAM Tirta Bening to provide clean water to the community. The purpose of this study was to investigate the water quality of the Sani River and formulate priority strategies for improving water quality according to the conditions of the Sani River. This research uses the descriptive-analytic method. Data were obtained from the document of Pati Regency Environmental Service, interviews, field observations, and questionnaires. To determine water quality, this study compared the test result with the water quality standards. Meanwhile, Analytic Hierarchy Process (AHP) became a tool to formulate strategic priorities. The result was TSS in the downstream, BOD, COD, and total phosphate from upstream to downstream, fecal coliform in the middle and downstream, and total coliform in the downstream conditions have exceeded water quality standard. The concentration of Dissolved Oxygen from upstream to downstream was <4 mg/L so it did not comply with the standard. The alternative strategies to improve included increasing community participation, increasing collaboration among stakeholders, supervision and law enforcement, environmental quality monitoring, and river normalization. INDONESIASungai Sani berfungsi dalam irigasi dan sumber air baku untuk PDAM Tirta Bening. Sungai ini termasuk sungai prioritas yang digunakan dalam perhitungan Indeks Kualitas Air Kabupaten Pati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air Sungai Sani dan merumuskan prioritas  strategi peningkatan kualitas air yang sesuai dengan kondisi Sungai Sani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Data dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen hasil uji Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, hasil wawancara, observasi lapangan, dan pengisian kuesioner. Metode analisis data untuk mengetahui kualitas air adalah dengan membandingkan data hasil uji dengan baku mutu air. Dalam merumuskan prioritas strategi, menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasilnya adalah TSS di bagian hilir,  BOD, COD, dan total fosfat dari hulu sampai ke hilir, fecal coliform di bagian tengah dan hilir, serta total coliform di bagian hilir kondisinya telah melebihi baku mutu air kelas II. Untuk DO, dari hulu sampai  hilir konsentrasinya <4 mg/L  sehingga tidak mencapai baku mutu air kelas II. Hasil analisis alternatif strategi peningkatan kualitas air Sungai Sani sesuai urutan adalah peningkatan peran serta masyarakat, peningkatan kerja sama antar stakeholder, pengawasan dan penegakan hukum, pemantauan kualitas lingkungan, dan normalisasi sungai.
Analisis Efisiensi Ekonomis Penggunaan Input Produksi pada Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Dila Nurul Aziza; Edy Prasetyo; Agus Setiadi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.311

Abstract

ENGLISHThe success of red onion farming is basically determined by the amount of income, risk and also the level of economic efficiency achieved. Economic efficiency is a situation where resources are distributed in the most efficient way. This study aims to analyze the influence of production inputs to the production of red onion and analyze levels of production inputs in the technical and economic efficiency of red onion farming in Selo district. Research has been done in Selo district by survey method. The two stage cluster random sampling technique was employed for this study. The number of respondents were 186 farmers from total population 1857 farmers. An instrument analyze using in this research were multiple linier regression and efficiency analyze. The result of research showed that land, seed, pesticide and labour were partially significant to red onion production whereas manure, NPK fertilizer and Za fertilizer were not significant. Land, seed, manure, NPK fertilizer, Za fertilizer, pesticide and labour were not technically efficient. Land, NPK fertilizer and pesticide were still not economically efficient whereas seed, manure, Za fertilizer and labour were not economically efficient. The value of return to scale on decreasing return to scale.INDONESIAKeberhasilan usahatani bawang merah pada dasarnya ditentukan oleh besarnya pendapatan, risiko dan juga tingkat efisiensi ekonomis  yang dicapai. Efisiensi ekonomis adalah situasi dimana sumber daya didistribusikan dengan cara yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh input-input produksi terhadap produksi bawang merah serta menganalisis tingkat efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis penggunaan input produksi pada usahatani bawang merah di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode two stage cluster random sampling. Jumlah responden yang dibutuhkan sebanyak 186 petani dari total populasi 1857 petani. Lokasi penelitian di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan efisiensi input produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa input produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah adalah luas lahan, benih, pestisida dan tenaga kerja sedangkan yang tidak berpengaruh nyata adalah pupuk kandang, pupuk NPK dan pupuk Za. Input produksi luas lahan, benih, pupuk kandang, pupuk NPK, pupuk Za, pestisida, dan tenaga kerja tidak efisien secara teknis. Input produksi luas lahan, pupuk NPK dan pestisida secara ekonomis belum efisien sedangkan input produksi benih, pupuk kandang, pupuk Za dan tenaga kerja tidak efisien. Nilai return to scale berada di decreasing return to scale.
Penilaian Sistem Irigasi Berdasarkan Konsep Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah Arieyanti Dwi Astuti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.325

Abstract

ENGLISHAppraisal of sustainable irrigation systems is based on the concept of sustainable development with 3 criteria namely social, economic, environmental. The balance of these 3 criteria will create sustainable conditions. According to the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 12 of 2015, the performance of the irrigation system includes 6 aspects: physical infrastructure, planting productivity, supporting facilities, personnel organization, documentation and institutional conditions of Associations of Water User Farmers (P3A). This research combines the concept of sustainability and management of irrigation systems. This research is a quantitative descriptive study using Analytical Hierarchy Process (AHP), in 6 Irrigation Areas (DI), namely DI Gabus, Cabean, Sonorejo, Keden Bendo and Lenggi. The selection of these 6 DI’s was based on the distribution of DI locations in Pati Regency. The purpose of this study is to 1) determining indicators and weights of the irrigation system; and 2) determining the sustainability status of the irrigation system in Pati Regency. The results showed that 1) the highest sub-criteria is the condition of irrigation networks (23.50%), and the lowest sub-criteria is farming ability (2.60%); and 2) the result of the 6 DI, only DI Gabus was in a sustainable condition. INDONESIAPenilaian sistem irigasi berkelanjutan didasarkan pada konsep pembangunan berkelanjutan dengan 3 kriteria yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan. Keseimbangan 3 kriteria tersebut akan menciptakan kondisi berkelanjutan (sustainable). Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12 Tahun 2015, kinerja sistem irigasi meliputi 6 aspek yaitu prasarana fisik, produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan kondisi kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Penelitian ini menggabungkan konsep berkelanjutan dan pengelolaan sistem irigasi. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP), dengan jumlah responden 54 orang yang tersebar merata pada 6 Daerah Irigasi (DI) yaitu DI Gabus, Cabean, Sonorejo, Keden, Bendo dan Lenggi. Pemilihan 6 DI dari 13 DI kewenangan Kabupaten Pati, didasarkan pada pertimbangan pemerataan lokasi DI di Kabupaten Pati. Tujuan dari penelitian ini untuk 1) menentukan indikator dan  bobot sistem irigasi; dan 2) menentukan status keberlanjutan DI Kabupaten Pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) bobot sub-kriteria tertinggi adalah kondisi jaringan irigasi (23,50%), dan terendah sub-kriteria kemampuan usahatani (2,60%); dan 2) hasil penilaian keberlanjutan 6 DI menyatakan bahwa hanya DI Gabus yang berada pada kondisi sustainable.