cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Penerimaan Pemerintah Desa Terhadap Penerapan Aplikasi Penanganan Bencana Berbasis Android (SIDINA) di Kabupaten Pati Jatmiko Wahyudi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.318

Abstract

ENGLISHPati regency frequently experiences natural disasters resulting in economic losses and environmental destruction. The recent advancements in information and communication technology, in particular smartphones, can be utilized effectively reducing disaster risk. SIDINA is an android-based smartphone application to mitigate both natural and man-made disasters.  The aim of this study is to investigate public acceptance toward the use of an android-based application for disaster management through a technology acceptance model. It is essential to understand public acceptance to ensure that the app is truly useful and can be implemented successfully in disasters since using apps in disaster is still a novel idea. A cross-sectional survey is conducted by distributing questionnaires to village apparatus in 30 villages in Pati regency that are highly vulnerable to flooding. The result shows that the level of public acceptance is fair, as proven by the average score of the respondents’ response of 63.02%. The study finds that the respondents find it difficult to operate SIDINA app and it reduces their intention to use the app. It is important for app developers to improve immediately the app and make SIDINA as a user-friendly app. INDONESIABencana alam sering terjadi di Kabupaten Pati menyebabkan kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi khususnya telepon pintar (smartphone) dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mengurangi rrisiko bencana. SIDINA merupakan aplikasi kebencanaan yang dijalankan pada smartphone android yang dapat digunakan untuk keperluan mitigasi bencana baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui penerimaan masyarakat terhadap penggunaan aplikasi bencana SIDINA dengan menggunakan technology acceptance model (TAM). Sangat penting untuk mengetahui penerimaan publik untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut benar-benar berguna dan dapat diimplementasikan dengan sukses dalam bencana karena menggunakan aplikasi dalam bencana masih merupakan ide baru. Cross-sectional survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada perangkat desa di 30 desa rawan banjir di Kabupaten Pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat pada kategori cukup, terbukti dengan rata-rata skor tanggapan responden sebesar 63,02%. Hasil penelitian menemukan bahwa responden merasa kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi SIDINA dan hal tersebut mengurangi niat mereka untuk menggunakan aplikasi SIDINA. Penting bagi pengembang aplikasi untuk segera memperbaiki aplikasi dan menjadikan SIDINA sebagai aplikasi yang mudah digunakan.
Media Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.324

Abstract

ENGLISHStunting is still one of the main nutritional problems in Indonesia, including in Pati Regency. The impact of stunting is very broad, from individuals, families, communities, to the state level. The lack of knowledge regarding stunting among mothers is one of the causes since the role of media promotion has not been effective yet. The purpose of this review paper is to examine various health promotion media to increase maternal knowledge about stunting. This is a literature review paper that uses a systematic review method. The selected papers were obtained from Google Schoolar in the period 2021-2022 with the keywords, namely media, counseling, and stunting. Using PRISMA, there were  9 relevant articles would be reviewed. The results of the study showed that health promotion media that could be used to increase  mothers’ knowledge regarding stunting on toddlers, include leaflets, posters, flipcharts, flyers, videos, and Whatsapp social media. Those medias can be used solely or in combination with others. The absorption of the information depends on the senses that involved in message processing, in which visual sense is able to absorb greatest information. Therefore, visual media needs to be used optimally. Moreover, combining two or more medias is more effective to increase information absorption due to involving more senses. INDONESIAStunting masih menjadi salah satu masalah gizi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pati. Dampak stunting sangat luas, dari individu, keluarga, masyarakat, sampai level negara. Kurangnya pengetahuan ibu tentang stunting menjadi salah satu penyebab karena media promosi belum efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu. Tujuan penulisan artikel untuk mengkaji berbagai media promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur review dengan metode systematic review. Artikel yang dikaji didapatkan melalui pencarian di Google Schoolar dalam kurun waktu tahun 2021-2022 dengan kata kunci pencarian adalah media, penyuluhan, dan stunting. Menggunakan PRISMA, didapatkan 9 artikel jurnal yang akan direview. Hasil kajian menunjukkan media promosi kesehatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting pada ibu balita antara lain leaflet, poster, flipchart, flyer, video, dan media sosial Whatsapp. Media tersebut dapat digunakan secara tunggal atau kombinasi. Penyerapan informasi yang disampaikan tergantung pada jenis indra yang terlibat dalam proses penerimaan pesan. Penyerapan yang paling besar dengan indra visual. Oleh karena itu, media visual perlu digunakan secara optimal. Penggunaan media promosi kesehatan secara kombinasi dapat meningkatkan daya serap informasi yang disampaikan karena semakin banyak indra yang terlibat.
Analisis Efisiensi Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Tebu Andhika Ayu Anggrainingrum; Edy Prasetyo; Wiludjeng Roessali
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.290

Abstract

ENGLISHPati Regency is one of the sugarcane production centers in Central Java. The purpose of this study is to analyze the effect of the use of production factors on sugarcane production and analyze the level of technical efficiency, allocative efficiency and economic efficiency of the use of production factors in sugarcane farming. The research was conducted from May-July 2021 in Kayen District, Pati Regency. The research used methods of survey and interviews. Determination of respondents were conducted by the census. Respondents including 53 farmers are the total number of sugarcane farmers in Kayen District. The effect of production factors on sugarcane production was analyzed using multiple linear regression with the Cobb-Douglass production function. Technical efficiency used Maximum Likelihood estimation. Allocative efficiency was analysed through the comparison of the value of the marginal product with the price of the input. Economic efficiency is the result of the multiplication of technical efficiency with allocative efficiency. The results showed that technical efficiency had been achieved in the input of land area, seeds, organic fertilizers, ZA fertilizers and amegrass pesticides which showed a significant effect on sugarcane production in Kayen District, Pati Regency. Inputs that have not achieved allocative efficiency are land area, seeds, ZA fertilizer, and amegrass pesticides, while inputs that are not efficiently allocative are organic fertilizers. Multiplying the value of technical efficiency with price efficiency shows that the production factors of sugarcane farming in Kayen District are not yet efficiently economical. INDONESIAKabupaten Pati merupakan salah satu sentra produksi tebu di Jawa Tengah.Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi tebu dan tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif dan efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi.Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive.Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan petani tebu dibakukan sebagai responden penelitian.Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan.Responden penelitian ini diambil melalui sensus dengan jumlah responden sebanyak 53 petani. Pengaruh faktor produksi terhadap produksi tebu dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas. Efisiensi teknis menggunakan pendugaan Maximum Likelihood. Efisiensi alokatif melalui perbandingan nilai produk marginal dengan harga input. Efisiensi ekonomi hasil perkalian efisiensi teknis dengan efisiensi alokatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi teknis tercapai pada faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk organik, pupuk ZA dan pestisida amegrass menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi tebu di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Faktor produksi yang belum mencapai efisiensi secara alokatif yaitu luas lahan, bibit, pupuk ZA, dan pestisida amegrass, sedangkan faktor produksi yang tidak efisiensi secara alokatif yaitu pupuk organik. Hasil perkalian nilai efisiensi teknis dengan efisiensi harga menunjukkan bahwa faktor produksi usahatani tebu di Kecamatan Kayen belum efisien secara ekonomi.
Preferensi Adaptasi Masyarakat Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang terhadap Kerentanan Bencana Kekeringan Antonius Aru Hadi Eka Sayoga; Artiningsih Artiningsih
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 19, No 1 (2023): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v19i1.303

Abstract

ENGLISHFor several years, Bancak District has been facing drough during the dry season. It is caused by complex factors, involve both internal and external factors. Internal factors comprise soil type, rainfall and topographic conditions, and human resources, while external factors involve climate change and global warming. This study aimed to elaborate community adaptation’s preferencces of drought vulnerability management and whether the adaptation has been in accordance with the physical and socio-economic characteristics of the community in the study location. This research used deductive approach with quantitative method. The data were collected through questionnaires that were presented in semiclosed questions. Therefore, the respondents have more space to express their responses. The number of respondents was 99 people, came from four villages, namely Wonokerto, Boto, Lembu, and Jlumpang village. The data analyisis was started by numerical data collection. Then, those data were processed qualitatively by interpreting them according to obtained scores. From the results, it can be concluded that most respondents carried out individual adaptation. Their occupations on agriculture fields have positive correlation on community adaptation preference of drought. INDONESIASelama beberapa tahun, Kabupaten Bancak selalu menghadapi kekeringan selama musim kemarau. Kekeringan di Kabupaten Bancak disebabkan oleh faktor yang kompleks, baik internal maupun eksternal. Faktor internal terkait dengan jenis tanah, curah hujan dan kondisi topografi, serta sumber daya manusia. Sementara itu, faktor eksternal melibatkan perubahan iklim dan pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi adaptasi masyarakat dalam kerentanan kekeringan dan untuk mengetahui kesesuaian adaptasi tersebut dengan karakteristik fisik sosial ekonomi masyarakat di lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dalam bentuk pertanyaan semi tertutup, sehingga responden dapat secara bebas memberikan respon. Responden penelitian berjumlah 99 orang dan berasal dari Desa Wonokerto, Desa Boto, Desa Lembu, dan Desa Jlumpang. Analisis data dimulai dengan pengumpulan data numerik, kemudian interpretasi data secara kualitatif berdasarkan skor yang didapat. Hasil penelitian menunjukkan, jenis adaptasi yang dipilih oleh responden adalah adaptasi individual. Selain itu faktor dominasi penduduk yang bekerja di sektor pertanian berbanding lurus dengan preferensi kebutuhan adaptasi penduduk dalam menghadapi kekeringan.
Faktor-Faktor Kritis Penentu Kesuksesan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Sektor Air Minum Eliza Bhakti Amelia
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 19, No 1 (2023): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v19i1.317

Abstract

ENGLISHThe mandate for the provision of drinking water is stated in the National Medium-Term Development Plan (RPJMN) 2020-2024, with the target of increasing access to national safe drinking water up to 100%. The limited government funding encourages the development of alternative financing, one of them is through Public Private Partnership (PPP). There are not many PPP scheme in the drinking water sector in Indonesia, because there are still no best practices for successful PPP on water supply system. This paper aims to identify the success factors in the PPP on water supply system. Thus, this will facilitate the preparation of strategic steps for a better implementation of PPP on water supply system. The implementation method is by literature study, in-depth interview and questionaire fulfillment. There are 4 critical factors for the success of the PPP on water supply system: 1) commitments responsibilities of the central government, regional governments and business entities; 2) a balanced distribution of risk allocation between the government and business entities; 3) coordination and professional management of PPP institutions; and 4) a favorable and efficient legal framework. Multi-stakeholder collaboration and synergy are needed in taking strategic steps to provide water supply, such as related regulations and permits. INDONESIAAmanah penyediaan air minum dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020- 2024, dengan target meningkatkan akses air minum layak nasional menjadi 100%. Keterbatasan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendorong pengembangan alternatif pembiayaan melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). KPBU sektor air minum belum banyak dilakukan di Indonesia karena belum adanya praktik baik kesuksesan pendanaan KPBU Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kesuksesan KPBU SPAM, sehingga diharapkan akan mempermudah implementasi KPBU SPAM yang lebih baik di masa depan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan studi literatur, wawancara dan pengisian kuesioner oleh praktisi. Penelitian difokuskan kepada proyek KPBU SPAM pada tahap transaksi, konstruksi dan operasional. Terdapat 4 faktor kritis kesuksesan KPBU SPAM: 1) komitmen dan tanggung jawab pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta badan usaha; 2) pembagian alokasi risiko secara berimbang antara pemerintah dan badan usaha; 3) koordinasi dan kelembagaan pengelolaan KPBU secara profesional; dan 4) kerangka hukum yang menguntungkan dan efisien. KPBU bukan merupakan solusi tunggal dan satu-satunya, dalam penyediaan SPAM. Diperlukan kolaborasi dan sinergi multipihak dalam pengambilan langkah strategis penyediaan SPAM seperti peraturan dan perizinan terkait.
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga dan Dukungan Sosial Terhadap Ketahanan Keluarga Penyintas Covid-19 Fitriyatus Sholihah; Emy Susanti; Siti Mas'udah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 19, No 1 (2023): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v19i1.319

Abstract

ENGLISHCovid-19 was not only a health problem, but also it has caused other problems in the economic, political, defense, and social and cultural sectors. The negative stigma of society towards patients, patients' families and people with a high risk of being exposed to Covid-19 was one of the impacts of this complex situation. This study aims to determine the simultaneous and partial effect of family socio-economic status and social support on the resilience of families of COVID-19 survivors. This is explanatory research with a quantitative approach. The method of data collection used a questionnaire. The analysis technique uses descriptive analysis, multiple linear regression analysis, F test and t test. Based on the results of the analysis, it shows that the socioeconomic status of the family and social support simultaneously affect the resilience of the family of Covid-19 survivors by 74.1%, while the remaining 25.9% is influenced by other variables not examined. Family socio-economic status and social support has a partial effect with a significant value of 0.000). Therefore, in the post-Covid-19 recovery effort, the provision of social support, especially to Covid-19 survivors and families with low socio-economic status, is urgently needed. It is for accelerating the recovery process helps Covid-19 survivors in realizing family resilience. INDONESIACovid-19 tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, namun juga menimbulkan persoalan lain pada sektor ekonomi, politik, pertahanan, serta sosial dan budaya. Stigma negatif masyarakat pada pasien, keluarga pasien maupun orangorang dengan risiko tinggi terpapar Covid-19 menjadi salah satu dampaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial status sosial ekonomi keluarga dan dukungan sosial terhadap ketahanan keluarga penyintas Covid-19. Penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis menggunakan analisis regresi linier berganda, uji F dan uji t. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa status sosial ekonomi keluarga dan dukungan sosial berpengaruh secara simultan terhadap ketahanan keluarga penyintas Covid-19 sebesar 74,1%, sedangkan sisanya sebesar 25,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Status sosial ekonomi keluarga dan dukungan sosial masing-masing berpengaruh secara parsial dengan nilai signifikan 0,000. Dalam upaya pemulihan pasca Covid-19, pemberian dukungan sosial khususnya kepada penyintas Covid-19 dan keluarga yang status sosial ekonominya rendah sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan penyintas Covid-19 dalam mewujudkan ketahanan keluarganya.
Penerapan Standar dan Sertifikasi dalam Rantai Nilai Kopi: Peluang dan Kendala Bagi Petani Ibnu, Muhammad
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 19, No 1 (2023): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v19i1.327

Abstract

ENGLISHSustainable standards and certification have been implemented in Indonesia for more than two decades. Although promoted as 'voluntary', standards and certification have become de facto 'requirements' for farmers to be able to access global markets. Most coffee plantations in Indonesia (about 98%) are managed by smallholders with limited participation in standards and certification. However, standards and certification programs continue to run, as well as international market demands for sustainable coffee are increasing. This research is a literature review, aiming to identify opportunities and barriers for farmers concerning the implementation of standards and certification in the coffee value chain. The research method used is a chain network approach with a business administration perspective and a public administration perspective, supported by empirical research. The results show that coffee farmers are still the most vulnerable and weakest actors in the coffee value chain. Sustainable standards and certification need to focus more on increasing the organizational capabilities of farmers and improving access to markets that balance quality and price. INDONESIAStandar dan sertifikasi berkelanjutan diimplementasikan di Indonesia sejak lebih dari dua dekade yang lalu. Walaupun dipromosikan sebagai ‘sukarela’, secara de facto standar dan sertifikasi telah menjadi suatu ‘persyaratan’ bagi petani untuk bisa mengakses pasar global. Sebagian besar perkebunan kopi di Indonesia (sekitar 98%) dikelola oleh petani kecil (smallholders) dengan tingkat partisipasi yang terbatas untuk standar dan sertifikasi. Namun demikian, program standar dan sertifikasi terus berjalan, demikian pula permintaan pasar internasional akan kopi berkelanjutan cenderung meningkat. Penelitian ini bersifat kajian literatur, bertujuan mengidentifikasi peluang dan kendala bagi petani terkait implementasi standar dan sertifikasi di rantai nilai kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan rantai jaringan (chain network) dengan perspektif administrasi bisnis dan perspektif administrasi publik, didukung oleh hasil-hasil penelitian empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kopi masih menjadi pelaku yang paling rentan dan terlemah dalam rantai nilai kopi. Standar dan sertifikasi berkelanjutan perlu lebih fokus pada peningkatan kemampuan organisasi petani dan peningkatan akses ke pasar yang menyeimbangkan antara kualitas dan harga.
Analisis Pendapatan Usaha Tani Padi dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya Sholikhatun Isna Agfrianti; Kustopo Budiraharjo; Migie Handayani
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 19, No 1 (2023): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v19i1.334

Abstract

ENGLISHCepu District of Blora Regency is a productive area of rice. The purpose of the study was to analyze rice farming income and factors affecting it including the land area, rice production, selling price of grain, fertilizer price, seed price, and labor usage in Cepu District. The research locations were chosen purposively, namely Kentong Village, and Cabean Village. The sample used simple random technique consisting of 140 farmers. Data collection was conducted through observation and interviews. The data were analyzed in a descriptive quantitative approach. The results showed that the average production cost of rice was IDR10,816,274.52/MT, the average revenue was IDR21,446,678.57/MT and the average income was IDR10,678,618.34/MT with an average profitability of 98.73%. This yield is higher rate compared to Bank’s deposit interest with a 3-month tenor, 2.3%. All factors had affected income simultaneously. The land area, amount of production, selling price of grain, fertilizer costs, and seed costs had a partial effect on income. The usage of labor had no partial effect on income. Rice farming in Cepu District can be improved continuosly through increasing the amount of rice production and selling prices as well as the efficient use of fertilizers and seeds. INDONESIAKecamatan Cepu, Kabupaten Blora merupakan wilayah produsen padi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha tani padi yang meliputi luas lahan, jumlah produksi, harga jual gabah, harga pupuk, harga benih, dan curahan tenaga kerja di Kecamatan Cepu. Lokasi riset dipilih secara purposive yaitu Desa Kentong, dan Desa Cabean. Sampel menggunakan teknik acak sederhana mencakup 140 petani. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh petani padi di Kecamatan Cepu senilai Rp10.816.274,52/MT, penerimaan rata-rata senilai Rp21.446.678,57/MT dan pendapatan rata-rata senilai Rp10.678.618,34/MT dengan profitabilitas rata-rata senilai 98,73%. Hasil tersebut lebih tinggi jika dibandingkan bunga deposito Bank dengan tenor 3 bulan yaitu 2,3%. Faktor luas lahan, jumlah produksi, harga jual gabah, biaya pupuk, biaya benih, curahan tenaga kerja berpengaruh secara serempak terhadap pendapatan. Faktor luas lahan, jumlah produksi, harga jual gabah, biaya pupuk, dan biaya benih berpengaruh secara parsial terhadap pendapatan, sedangkan curahan tenaga kerja tidak berpengaruh secara parsial terhadap pendapatan. Usaha tani padi di Kecamatan Cepu dapat terus ditingkatkan melalui peningkatan jumlah produksi dan harga jual padi serta penggunaan pupuk dan benih secara efisien.
Alternatif Strategi Pengembangan Produk Agrowisata Kayyis Miftahul Ulya; Migie Handayani; Hery Setiyawan
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 19, No 1 (2023): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v19i1.330

Abstract

ENGLISHResearch on alternative product development strategies was conducted in December 2022 at Barro Tani Manunggal Agrotourism, located in Kepatihan Village, Selogiri District, Wonogiri Regency. Barro Tani Manunggal Agrotourism has various problems in its business, including suboptimal products, fulfilling product requests, and promotions that are implemented less than optimally. The aim of the research is to identify and prioritize different approaches to product development. The research respondents consisted of business owners and three employees of Barro Tani Manunggal Agrotourism who were selected using a purposive sampling method. Primary data obtained through observation, documentation, and interviews based on questionnaires. Meanwhile, secondary data was obtained from journals and books. The results show that alternative strategies that can be implemented for agrotourism development in order of priority are: optimizing social media as a promotion by creating content about agrotourism, optimizing the use of social media and websites to support promotional activities, promoting Barro Tani Manunggal Agrotourism effectively and efficiently through social media, electronic media, and print media, and increasing innovation in producing horticultural plant products at Barro Tani Manunggal Agrotourism. INDONESIAPenelitian strategi alternatif pengembangan produk dilakukan pada bulan Desember 2022 di Agrowisata Barro Tani Manunggal yang terletak di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Agrowisata Barro Tani Manunggal memiliki berbagai masalah dalam usahanya, antara lain produk yang kurang optimal, pemenuhan permintaan produk, dan promosi yang diterapkan kurang optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menyusun prioritas dari pendekatan yang berbeda terkait pengembangan produk. Responden penelitian terdiri dari pemilik usaha dan tiga karyawan Agrowisata Barro Tani Manunggal yang dipilih menggunakan metode sampling purposif. Data primer diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara berdasarkan kuesioner untuk kemudian diolah menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Sementara itu, data sekunder didapatkan dari jurnal dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan agrowisata berdasarkan prioritasnya adalah mengoptimalkan media sosial sebagai promosi dengan pembuatan konten mengenai agrowisata, mengoptimalkan penggunaan media sosial dan website untuk menunjang kegiatan promosi, melakukan promosi pada Agrowisata Barro Tani Manunggal secara efektif dan efisien melalui berbagai media (media sosial, media elektronik, dan media cetak), dan meningkatkan inovasi dalam memproduksi produk tanaman hortikultura di Agrowisata Barro Tani Manunggal.
Analisis Efektivitas dan Potensi Peningkatan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Pendapatan Asli Daerah Utomo, Rohadi; Rahmaliza, Rahmaliza
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20, No 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v20i1.382

Abstract

ENGLISHDiversion the transfer of Land and Building Tax management from central to regional taxes is intended to increase Original Regional Income. This research aims to determine the effectiveness of increasing Land and Building Tax revenue for Original Regional Income in Lubuklinggau City, and to analyze of Land and Building Tax management in Lubuklinggau City, especially the potential for revenue originating from Land and Building Tax. To measure the level effectiveness of Land and Building Tax revenue, data analysis of the potential and realization PBB revenue is used, while measuring the potential for increasing Land and Building Tax revenue is done by analyzing the area of potential tax areas, the selling value of tax objects, and calculating the potential based on Land and Building Tax rates with the selling value of taxable tax objects. The results of research show that in 2017-2021, Land and Building Tax revenue's effectiveness level was categorized as ineffective because the percentage of Land and Building Tax revenue realization was <60%. In 2021, the effectiveness value was 39.63%. Meanwhile, the potential for increasing Land and Building Tax revenue is significant. The current realization for 2021 was only 15.9% of the existing Land and Building Tax potential. INDONESIAPengalihan pengelolaan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dari pajak pusat ke daerah dimaksudkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerimaan PBB Kota Lubuklinggau bagi peningkatan PAD Kota Lubuklinggau, serta untuk menganalisis pengelolaan PBB Kota Lubuklinggau terutama potensi penerimaan yang bersumber dari PBB. Untuk mengukur tingkat efektivitas penerimaan PBB digunakan analisis data potensi dan realisasi penerimaan PBB, sedangkan pengukuran potensi peningkatan penerimaan PBB dilakukan dengan menganalisis luas wilayah potensi pajak, objek pajak nilai jual, dan menghitung besarnya potensi penerimaan PBB berdasarkan tarif PBB dengan nilai jual objek pajak kena pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2017-2021, tingkat efektivitas penerimaan PBB dikategorikan tidak efektif karena persentase realisasi penerimaan PBB <60%. Tahun 2021 nilai efektivitas sebesar 39,63%. Sementara itu, potensi peningkatan pendapatan PBB cukup besar namun persentase potensi penerimaan PBB tahun 2021 hanya 15,9% dari potensi PBB yang ada, sehingga PBB di Lubuklinggau belum optimal.