cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
EKSISTENSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DAN DESA DI KAWASAN PERKOTAAN KABUPATEN PATI Suroso Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.521 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.140

Abstract

ENGLISHRealizing developed villages is a challenge for village development. This study aimed (1) to identify the existence of village development based on Village development Index (IDM) in the sub-districts having urban areas and (2) to analyze the needs of development based on the village typology. This study applied descriptive-quantitative approaches. This study was conducted in three sub-districts, namely Pati, Juwana, and Tayu. The primary data were obtained through interviews with competent key informants. Meanwhile, the secondary data were collected through related document observations. The study used descriptive analysis. The results of the study showed that the existence of village development in these three sub-districts had IDM growth, but only some villages were able to reach the higher-level during 2017-2019. The villages in Pati sub-district needed economic development (IKE), but the villages in Juwana and Tayu sub-district needed environmental development (IKL). Following the national policy, village development should consider the real condition of village typology, potencies and local characteristics. INDONESIAUpaya mewujudkan desa maju merupakan tantangan pembangunan desa. Tujuan penelitian adalah: (1) mengidentifikasi eksistensi pencapaian pembangunan masyarakat dan desa berbasis IDM di Kecamatan yang memiliki kawasan perkotaan; dan (2) menganalisis kebutuhan pembangunan berdasarkan tipologi desa di area studi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pati, Juwana, dan Tayu yang merupakan kecamatan yang memiliki kawasan perkotaan di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dengan narasumber yang kompeten. Sementara itu, pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mereview dokumen yang relevan. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi pembanguunan desa di kecamatan yang memiliki kawasan perkotaan mengalami peningkatan IDM tetapi hanya sedikit desa yang mampu mengalami tranformasi tipologi setingkat lebih baik antara kurun waktu tahun 2017-2019. Secara umum pembangunan desa di Kecamatan Pati lebih membutuhkan pembangunan ekonomi (IKE), tetapi pembangunan desa di Kecamatan Juwana dan Tayu lebih membutuhkan pembangunan lingkungan (IKL). Relevan dengan kebijakan nasional, pembangunan desa agar bertitik tolak dari kondisi riil tipologi desa, potensi dan karakteristik lokal desa. 
ANALISIS POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN DARI BUDIDAYA TEBU MENGGUNAKAN PENDEKATAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) Astuti, Arieyanti Dwi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 1 (2019): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.894 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i1.127

Abstract

ENGLISHMinimizing the adverse impact of sugarcane plantation can be carried out through many ways including increasing the efficiency of energy and natural resources consumption as well as improving the management of waste and emissions. Life Cycle Assessment (LCA) was applied to assess the environmental impact of sugarcane plantation without considering sugarcane usage as a raw material in the sugar industry (gate to gate). CML (baseline) was used as Life Cycle Impact Assessment (LCIA) method. This study aimed to: 1) examine the natural resources and energy consumption; 2) analyze and identify potential environmental impacts; and 3) recommend alternative improvements to reduce environmental impacts. It used primary data and secondary data. The results showed that: 1) natural resources were used to produce 16,097 ton of sugarcane or 1 ton of sugar, were land requirement (0.233 ha), water consumption (2,223.117 m3), and energy consumption (19,234.254 MJ); 2) there are five most potential environmental impacts which are analyzed by using openLCA including climate change (134,275.23 kg CO2 eq), eutrophication (120.24 kg PO4 eq), acidification (1.54 kg SO2 eq), photochemical oxidation (0.36 kg ethylene eq), and human toxicity (0.15 kg 1.4-dichlorobenzene eq); 3) alternative recommendation could be conducted by reducing the usage of inorganic fertilizer, and utilizing cane trash (dry leaves, green leaves, and tops) as boiler fuel for production process in sugar factory. INDONESIABudidaya tebu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sehingga diperlukan upaya untuk meminimalisir dampak negatif tersebut melalui efisiensi konsumsi energi, konsumsi sumber daya alam (SDA), serta pengelolaan limbah dan emisi. LCA merupakan salah satu metode untuk menganalisis dampak lingkungan dari budidaya tebu tanpa mempertimbangkan penggunaan tebu panen sebagai bahan baku industri gula (gate to gate). Metode yang digunakan untuk LCIA adalah CML (baseline). Penelitian ini  bertujuan untuk: 1) menghitung penggunaan SDA dan energy, 2) menganalisis dan mengidentifikasi potensi dampak lingkungan, dan 3) menyajikan rekomendasi perbaikan untuk menurunkan dampak lingkungan. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder. Unit fungsional pada penelitian ini adalah produksi 1 ton gula untuk satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) konsumsi SDA berupa lahan tebu seluas 0,233 ha, air sebanyak 2.223,117 m3 dan energi sebesar 19.234,254 MJ; 2) potensi dampak lingkungan yang dianalisis menggunakan OpenLCA menghasilkan 5 dampak lingkungan tertinggi, yaitu climate change (134.275,23 kg CO2 eq), eutrophication (120,24 kg PO4 eq), acidification (1,54 kg SO2 eq), photochemical oxidation (0,36 kg ethylene eq), and human toxicity (0,15 kg 1,4-dichlorobenzene eq); 3) alternatif perbaikan yang direkomendasikan berupa penggunaan pupuk anorganik dengan dosis yang tepat dan memanfaatkan limbah pasca pane n (daun kering, serasah) sebagai bahan bakar boiler untuk proses produksi industri gula.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penolakan Imunisasi Bayi dan Balita pada Masyarakat Sedulur Sikep (Samin) Edi Siswanto; Ani Margawati; Antono Suryoputro
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 1 (2020): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.343 KB) | DOI: 10.33658/jl.v16i1.190

Abstract

ENGLISHSamin Society is located in the area of Baturejo Village, Sukolilo District, Pati Regency. The initial data of 79 children consist of 2 to 5 years old that have status immunization 1 child completely immunized and 78 children uncompletely immunized. The purpose of this study is to determine the factors that affect the immunization rejection of Samin community in Baturejo Village, Sukolillo District, Pati Regency. This study uses a qualitative approach with a cross sectional observation. Techniques of collecting data included indepth interviews, field-event observation and document-observation. The technique for determining informants used purposive sampling. The results of this study were: 1) perception that it is not susceptible to the disease due to not immunized, 2) the perception that the disease due to not immunized is not harmful, 3) perception that immunization is no benefit, 4) the perception that the loss or greater obstacles in immunizing their children and 5) cues to act is not conducive to behave immunizing their children.  INDONESIAMasyarakat Samin berada di wilayah Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Data awal menunjukkan sebanyak 79 anak umur 2 sampai dengan 5 tahun. 1 anak berstatus imunisasi dasar lengkap, sedangkan 78 anak berstatus tidak imunisasi dasar lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penolakan imunisasi di masyarakat Samin Desa Baturejo Kecamatan Sukolillo Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan crosssectional dilakukan dengan observasional. Teknik pengumpulan  data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan observasi dokumen. Teknik penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah: 1)  persepsi bahwa tidak rentan terhadap penyakit akibat tidak imunisasi, 2) persepsi bahwa penyakit akibat tidak imunisasi tidak membahayakan, 3) persepsi bahwa imunisasi tidak ada manfaatnya, 4) persepsi bahwa kerugian atau hambatan lebih besar dalam mengimunisasi anaknya, dan 5) isyarat untuk bertindak tidak mendukung untuk berperilaku mengimunisasi anaknya. 
Tingkat Stres Ibu Menyusui dan Pemberian Asi pada Bulan Pertama Zuly Daima Ulfa; Yuli Setyaningsih
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 1 (2020): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1596.364 KB) | DOI: 10.33658/jl.v16i1.145

Abstract

ENGLISHStress on maternal can inhibit breastmilk production so that it disrupts lactation. Stress occurs in the first month after birth delivery as the adaptation of new roles. This condition causes mother give up on breastfeeding early and it affects the sustainibility of exclusive breastfeeding as ideal nutrition for infant. The aim of the study was to analyze the relationship between stress levels of breastfeeding mothers and behavior of giving the breast milk in the first month. This study used a cross sectional approach which was carried out in the working area of Community Health Center of Tayu I. The sampling technique was  purposive sampling. The results showed that breastfeeding mothers who suffered from stress in the first month were as many as 42.5%, consisting of 25% mild stress, 15% moderate stress and 2.5% severe stress. Breastfeeding in the first month was as many as 75%, carried out by mothers not sufferring stress and those suffering mild and moderate stress. The results of chi square analysis obtained ρ 0.041 which means that there was a correlation between stress levels of breastfeeding mothers in the first month. The Odds Ratio (OR) was as many as 9,33 (95% Cl= 1,38,63,20) which means that mothers who suffered from moderate-high level of stress had as many as 9,33 times of possibility not to breastfeeding in the first month. Breastfeeding mothers who did not suffer from stress and suffer mild level of stress were more likely to keep breastfeeding in the first month. INDONESIAStres pada ibu dapat menghambat pengeluaran ASI. Stres sering dialami pada bulan pertama setelah persalinan sebagai adaptasi menjalankan peran baru. Keadaan tersebut dapat membuat ibu berhenti menyusui lebih awal yang berpengaruh pada keberlangsungan pemberian ASI Eksklusif sementara ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat stres ibu menyusui dengan pemberian ASI pada bulan pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tayu I. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara  sampling purposive. Hasil penelitian menunjukkan ibu menyusui pada bulan pertama yang mengalami stres sebanyak 42,5%; terdiri stres ringan 25%; stres sedang 15%; dan stres berat 2,5%. Pemberian ASI pada bulan pertama sebesar 75%, dilakukan oleh ibu yang tidak mengalami stres maupun ibu yang mengalami stres ringan dan sedang. Berdasarkan analisis chi square didapatkan ρ 0,041; yang berarti ada hubungan tingkat stres ibu menyusui dengan pemberian ASI pada bulan pertama. Odds Ratio (OR) sebesar 9,33 (95% CI=1,38, 63,20) yang berarti ibu dengan tingkat stres sedang-berat mempunyai kemungkinan 9,33 lebih besar untuk tidak memberikan ASI pada bulan pertama. Ibu menyusui yang tidak mengalami stres atau mengalami stres dalam fase ringan mempunyai kemungkinan lebih besar untuk tetap melakukan pemberian ASI pada bulan pertama.
Produktivitas Perikanan Tangkap Jaring Purse Seine Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 1 (2020): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2007 KB) | DOI: 10.33658/jl.v16i1.166

Abstract

ENGLISHPurse Seine net was one of the fishing gear with dominant catch results in Pati Regency. The catch results affected the business productivity of the purse seine net. The purpose of this research was to analyze the business productivity of the Purse Seine net fisheries in Pati Regency. The research was a descriptive study with a quantitative approach. The research was conducted in November 2018 until April 2019 with locations in Bajomulyo and Bendar Village, Juwana District, Pati Regency. The research sampling consisted of 56 samples. Data analysis with partial productivity calculation including productivity per trip, productivity per PK, productivity per crew and productivity per GT. The results showed that (1) the productivity of purse seine boat has exceeded the legalized regulations (1.30 tons/GT), (2) productivity per trip / per PK / per GT showed that the proxy of productivity (per trip, per PK, per GT) was not linearly proportional to the number of trip / PK engine / GT boat, (3) productivity per crew showed how much productivity per crew produced was not linearly proportional to the number of crews departed. INDONESIAJaring Purse Seine merupakan salah satu alat tangkap dengan hasil tangkapan dominan di Kabupaten Pati. Hasil tangkapan berpengaruh terhadap produktivitas usaha jaring Purse Seine. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis produktivitas usaha perikanan jaring Purse Seine di Kabupaten Pati. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Waktu penelitian bulan November 2018 sampai dengan April 2019 dengan lokasi di Desa Bajomulyo dan Desa Bendar Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Sampel penelitian berjumlah 56 sampel. Analisis data dengan perhitungan produktivitas parsial yaitu produktivitas per trip, produktivitas per PK, produktivitas per ABK dan produktivitas per GT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produktivitas kapal purse seine telah melebihi peraturan yang ditetapkan (1,30 ton/GT), (2) produktivitas per trip/per PK/per GT menunjukkan bahwa besar kecilnya produktivitas (per trip, per PK, per GT) tidak berbanding lurus dengan banyak sedikitnya jumlah trip/PK mesin/GT kapal,  (3) produktivitas per ABK menunjukkan banyak sedikitnya produktivitas per ABK yang dihasilkan tidak berbanding lurus dengan banyak sedikitnya ABK yang diberangkatkan.
Kebijakan Pembangunan Desa Tertinggal Berbasis Indeks Desa Membangun (IDM) dan Potensi Lokal Suroso - Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 1 (2020): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1518.984 KB) | DOI: 10.33658/jl.v16i1.167

Abstract

ENGLISHUnder-developed villages are challenges for local government development so the under-developed villages become developing ones . The objectives of this study are  (1) to identify the existence of under-developed villages  in term of IDM and local potential; and (2) to analyze the development needs for  under- developed villages based on IDM and local potential in the study area. This study used a descriptive-quantitative approach. This study was conducted in Pati Regency.  The research used primary and secondary data. The secondary data were collected by observing related documents.  The primary data were obtained through interviews with competent informants. The study used descriptive analysis. The results showed that in Pati Regency there are 15 under- developed villages spread out in 7 districts which have different characterictics in term of IKS, IKE and IKL. The under-developed villages based on IDM mainly need economic development (IKE) and environmental one (IKL). In order to get better achievement, the development for the under-developed villages become developing or developed villages, it should be based on local potentials of the villages. Moreover the development for the under-developed villages become developing or developed villages, it can be realized soon if there are supports from stakeholders including related agencies. INDONESIADesa tertinggal merupakan tantangan pembangunan daerah sehingga desa tersebut bisa menjadi desa berkembang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi eksistensi desa tertinggal dari perspektif IDM dan potensi lokal; dan (2) menganalisis kebutuhan pembangunan desa tertinggal berbasis pada IDM dan potensi lokal di area studi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan observasi dokumen terkait. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dengan informan yang kompeten. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Pati desa tertinggal sebanyak 15 desa yang tersebar di 7 kecamatan,  dengan karakteristik IDM yang bervariasi pada IKS, IKE dan IKL. Pembangunan desa tertinggal berdasarkan IDM lebih membutuhkan pembangunan ekonomi (IKE) dan pembangunan lingkungan (IKL). Guna memperoleh hasil yang lebih baik, pembangunan  desa tertinggal menuju desa berkembang dan desa maju perlu memperhatikan potensi lokal desa. Selain itu pembangunan desa tertinggal menuju desa berkembang atau maju bisa segera terwujud bila ada  dukungan stakeholder termasuk dinas terkait.
Reserve Brain Drain sebagai Alternatif Mengatasi Kemiskinan Munari Kustanto; Fitriyatus Sholihah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 1 (2020): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.309 KB) | DOI: 10.33658/jl.v16i1.164

Abstract

ENGLISHIn the period 2010-2019, the poverty rate in East Java Province was always above the national achievements. The other, in the same period of time there was a poverty disparity between rural and urban areas in East Java Province. This study aims to formulate a strategy to overcome poverty disparity in East Java. This study used a descriptive quantitative approach. This study uses secondary data namely poverty, disparity and urbanization data. The analysis shows that urbanization which occurred in East Java pushed migration of the quality human resources in the village. This can be traced from the increasing urbanization of intellectuals and migrants of productive age in East Java in the period 2010-2015. Overcoming poverty inequality between villages and cities is difficult to realize when villages are shortage of human resources to carry out development. Reserve brain is a solution for efforts to restore the village human resources as a capital to carry out development. INDONESIAAngka kemiskinan Provinsi Jawa Timur selalu berada di atas capaian nasional dalam kurun waktu 2010-2019. Dalam kurun waktu yang sama, terjadi disparitas kemiskinan antara daerah perdesaan dan perkotaan di Provinsi Jawa Timur. Studi ini bertujuan untuk merumuskan strategi mengatasi disparitas kemiskinan di Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data kemiskinan, disparitas, dan urbanisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa urbanisasi yang terjadi di Jawa Timur menyedot sumber daya manusia berkualitas di desa. Hal ini terlihat dari meningkatnya urbanisasi intelektual dan migran usia produktif di Jawa Timur dalam kurun waktu tahun 2010-2015. Upaya mengatasi ketimpangan kemiskinan antara desa dan kota sulit terwujud manakala desa semakin kekurangan sumber daya manusia untuk melakukan pembangunan. Reserve brain menjadi sebuah solusi bagi upaya mengembalikan sumber daya manusia desa sebagai salah satu modal untuk melakukan pembangunan.
Spot Survei Reservoir Leptospira di Daerah Dataran Rendah dan Dataran Tinggi Zumrotus Sholichah; Tri Wijayanti; Jarohman Raharjo; Dyah Widiastuti; Dewi Puspita Ningsih; Dwi Priyanto; Agung Puja Kesuma
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.162

Abstract

ENGLISHThe presence of rats and direct contact with rat is a risk factor of Leptospirosis. Rats play an important role in the transmission of Leptospira to humans. Rats are able to adapt in all habitats from the coast to the highlands. The purpose of this paper is to describe rats as Leptospira reservoirs in the lowlands and highlands as a picture of rats confirmed by the source of Leptospira transmission for animals, humans and their environment and serovar circulating in the lowlands and highlands. This research uses deskriptif approach  with a cross-sectional design, carried out around the latest leptospirosis cases in Mojolawaran Village, Gabus District and Tajungsari Village, Tlogowungu District, Pati Regency. Data collection was carried out in April-May 2011. The Results of the research showed that the number of rats caught is higher in the lowlands with almost the same number of species between the lowlands and highlands with trap success 15,33%. Rats infected with Leptospira in the lowlands are Rattus tanezumi while in the highlands are Rattus tanezumi and Suncus murinus so that R. tanezumi and S. murinus act as reservoirs of Leptospira and sources of transmission at the survey sites with serovars infected are Hardjo, Autumnalis and Sejroe. INDONESIAKeberadaan tikus dan kontak dengan tikus merupakan salah satu faktor risiko terjadinya leptospirosis. Tikus berperan penting dalam menularkan Leptospira kepada manusia serta mampu beradaptasi di segala habitat dari daerah pantai hingga dataran tinggi. Tujuan penelitian  ini untuk mendeskripsikan tikus sebagai reservoir Leptospira di dataran rendah dan dataran tinggi sebagai gambaran jenis tikus yang terkonfirmasi sumber penularan Leptospira bagi hewan, manusia, dan lingkungannya serta serovar yang bersirkulasi di dataran rendah dan dataran tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan potong lintang. Penelitian dilakukan di sekitar kasus leptospirosis terbaru di Desa Mojolawaran Kecamatan Gabus dan Desa Tajungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan pada April-Mei 2011. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tikus tertangkap lebih banyak di dataran rendah dengan jumlah spesies yang hampir sama antara dataran rendah dan tinggi dengan keberhasilan penangkapan 15,33%. Spesies tikus yang terinfeksi Leptospira di dataran rendah adalah Rattus tanezumi, sedangkan di dataran tinggi adalah Rattus tanezumi dan Suncus murinus. R. tanezumi dan S. murinus berperan sebagai reservoir Leptospira dan sumber penularan di lokasi survei dengan serovar yang menginfeksi adalah Hardjo, Autumnalis dan Sejroe.
Transformasi Penghidupan Masyarakat Pasca Program HKm Hasan, Rubangi Al; Nurrohmat, Dodik Ridho
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.158

Abstract

ENGLISHThis study aims to obtain information on farmers livelihood changesafter the HKm program. This research was conducted in four villages in Central Lombok Regency. The data was collected using in-depth interviews, focused discussion, and document studies. This research found that there was an important transformation in the livelihoods of farmers. First, changes of the livelihoods of the people who previously worked as laborers (agricultural and non-agricultural) then switched to cultivating HKm land. Second, land tenure changed from <0.5 ha to around 1 ha. Third, the institutional aspect. The existence of HKm has made forest management institutions transformed from an individual pattern to an organizational one under farmer groups and cooperatives. Even so, the existing institutions (both organization and rules of the game) are not running optimally yet. Fourth, there has been a change in land cultivation where farmers have started to use better tillage and plant cultivation techniques. Fifth, there is an increase in income even though there is fluctuation in the transitional period when the production of the main crops has not reached optimal productivity. Sixth, in terms of crop commodities, after HKm program, farmers were planting more commercial and higher value commodities than before. INDONESIAProgram hutan kemasyarakatan (HKm) memberikan akses kepada masyarakat di sekitar hutan untuk mengelola dan memanfaatkan hutan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi perubahan penghidupan petani pasca program HKm. Penelitian ini dilaksanakan di empat desa di Kabupaten Lombok Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, diskusi terfokus, dan studi dokumen. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat transformasi yang penting dalam penghidupan petani sekitar hutan pasca introduksi program HKm. Pertama, mata pencaharian masyarakat banyak yang sebelumnya bekerja sebagai buruh (tani dan non pertanian) kemudian beralih menjadi penggarap lahan HKm. Kedua, penguasaan tanah berubah dari  0,5 Ha menjadi sekitar 1 ha . Ketiga, transformasi kelembagaan  pengelolaan hutan dari pola individual menjadi organisasional di bawah kelompok tani dan koperasi. meskipun demikian kelembagaan (baik organisasi maupun aturan main) yang ada belum berjalan optimal. Keempat, perubahan dalam pengelolaan lahan dimana petani mulai menggunakan teknik pengolahan lahan dan budidaya tanaman  yang lebih baik. Kelima, peningkatan pendapatan meskipun terjadi fluktuasi pada periode peralihan ketika produksi tanaman utama belum mencapai produktivitas optimal. Keenam, komoditas tanama sebelum program HKm dijalankan lebih didominasi tanaman kurang bernilai komersial, namun ketika program HKm berjalan tanaman ditanam yang bernilai komersial tinggi. Sebagian besar tanaman merupakan jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Gambaran Penyebab Balita Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pati Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.194

Abstract

ENGLISHStunting is still one of the health problems faced by Pati Regency. There are 12 Stunting Locus Villages in Pati District. The research objective was to describe the causes of stunting in the stunting locus village, Pati Regency. The research was conducted with a quantitative descriptive approach. The research was conducted in March-August 2020. The study population was all stunting toddlers in 12 Locus Stunting Villages. The research sample was all stunting toddlers in 10 stunting locus villages totaling 69 toddlers. The data used are secondary data from the Puskesmas. Data were analyzed descriptively. The results showed that the causes of stunting in the locus of stunting villages in Pati District were: 1) inadequate intake; 2) inadequate parenting; 3) low parental height; 4) not getting exclusive breastfeeding; 5) not getting  early initiation of breastfeeding; 6) lack of environmental sanitation; 7) LBW; 8) Mother during pregnancy has anemia. Stunting was not caused by a single factor, but a combination of several causes. Therefore, all components of society should cooperate in order to   reduce stunting cases. INDONESIAStunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dihadapi Kabupaten Pati. Ada 12 Desa lokus Stunting di Kabupaten Pati. Tujuan penelitian untuk menggambarkan penyebab stunting di desa lokus stunting Kabupaten Pati. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Agustus 2020. Populasi penelitian adalah semua balita stunting di 12 Desa Lokus Stunting. Sampel penelitian adalah semua balita stunting di 10 desa lokus stunting berjumlah 69 balita. Data yang digunakan yaitu data sekunder dari Puskesmas. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penyebab stunting di desa lokus stunting di Kabupaten Pati adalah adalah: 1) kurangnya asupan makanan; 2) pola asuh yang kurang memadai; 3) keturunan pendek; 4) tidak mendapatkan ASI eksklusif; 5) tidak mendapatkan IMD; 6) sanitasi lingkungan yang kurang; 7) BBLR; 8) ibu saat hamil mengalami anemia. Penyebab stunting umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi kombinasi dari beberapa penyebab stunting. Diperlukan kerja sama semua komponen masyarakat dalam upaya penurunan stunting.

Page 11 of 17 | Total Record : 163