cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Kajian Pendirian Usaha Biji Plastik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah Arieyanti Dwi Astuti; Jatmiko Wahyudi; Aeda Ernawati; Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.204

Abstract

ENGLISHEstablishment of a company which recycles plastic waste into plastic pellet not only benefits for eliminating waste but also for driving circular economy. Recycling plastic waste in particular low density polyethylene (LDPE) can be conducted in a small-scale industry with simple technology and low investment. This study aims to analyze the feasibility of a plastics pellet business from both financial and non-financial perspectives. Financial perspective encompasses net present value (NPV), internal rate of return (IRR) and payback period (PP) while non-financial perspective includes market, technical, socio-economic and environmental aspects. The result shows that according to both financial and non-financial aspects, the establishment of recycling company is feasible. The recycling business has the NPV= IDR 10,631,879,342; IRR = 15.38%; and PP = 2 years 1 months 26 days. As main raw material, LDPE is abundant and the demand for plastic pellet continues to grow. Technically, the company will be situated close to landfill considering many factors in order to comply with the regulation. From socio-economic aspect, the company will create jobs and generates local taxes. Environmentally, utilizing 3.6 tons of LDPE daily from landfill enables the company to lengthen life span of landfill and to eliminate plastic waste. INDONESIAPendirian perusahaan daur ulang yang memproses sampah plastik menjadi biji plastik memberikan manfaat tidak hanya untuk mengurangi timbulan sampah namun juga dapat untuk menggerakkan perputaran ekonomi. Daur ulang sampah plastik khususnya plastik jenis Low Density Poly Ethylene (LDPE) dapat dijalankan oleh perusahaan berskala kecil dengan menggunakan teknologi sederhana dan modal yang tidak terlalu tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usaha biji plastik ditinjau dari aspek finansial dan non finansial. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha daur ulang sampah plastik jenis LDPE menjadi biji plastik layak untuk dijalankan. Berdasarkan aspek finansial, usaha ini memiliki nilai NPV = Rp10.631.879.342; IRR = 15,38%; PP = 2 tahun 1 bulan 26 hari. Bahan baku sampah plastik LDPE tersedia melimpah dan belum banyak didaur ulang. Selain itu permintaan terhadap produk biji plastik terus mengalami peningkatan. Lokasi perusahaan direncanakan terletak tidak jauh dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sukoharjo Kabupaten Pati dengan pertimbangan lokasi tersebut memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan. Pendirian usaha daur ulang berpotensi membuka lapangan kerja dan memberikan pajak daerah. Ditinjau dari aspek lingkungan, kemampuan perusahaan untuk mendaur ulang 3,6 ton sampah plastik LDPE per hari berkontribusi untuk memperpanjang usia pakai TPA dan dapat mengurangi timbulan sampah plastik.
Analisis Kinerja Koperasi Unit Desa Menggunakan Balanced Scorecard Jatmiko Wahyudi; Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.198

Abstract

ENGLISHThis study aims to analyze the performance of a village unit cooperative (KUD) as a business entity using the balanced scorecard instrument. The research was conducted in July 2020 with KUD Bahagia, one of rural cooperatives in Pati Regency, as research object. This research used a quantitative and qualitative approach (mix method). Primary data were obtained by interviewing KUD administrators and field observations, while secondary data were derived from the annual report of the KUD Bahagia in 2020 fiscal year. Data were analyzed using a balanced scorecard to determine the performance of KUD from four perspectives namely financial perspective, customer perspective, internal business process perspective, and learning development perspective. The results showed that from balanced scorecard point of view, in general KUD Bahagia showed well performance. Few indicators show lower performance and the management of KUD Bahagia should pay attention for the indicators.The number of KUD members tends to decrease and the use of information technology in managing administration and running a business need to be boosted. INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja badan usaha berbentuk Koperasi Unit Desa (KUD) dengan menggunakan instrumen balanced scorecard. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dengan objek penelitian KUD Bahagia di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersama (mix method). Data primer diperoleh dengan cara wawancara dengan pengurus KUD dan observasi lapangan sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan rapat anggota tahunan Koperasi Unit Desa (KUD) Bahagia Tahun 2020. Data dianalisis dengan menggunakan balanced scorecard untuk mengetahui kinerja KUD dari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditinjau dari analisis balanced scorecard, Koperasi Unit Desa (KUD) Bahagia secara umum menunjukkan kinerja yang baik. Beberapa indikator kinerja yang perlu mendapat perhatian dari pengelola KUD Bahagia adalah penurunan jumlah anggota KUD dan masih perlu dioptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam mengelola administrasi maupun menjalankan usaha.
Adaptasi Pekerja Seni Musik Dangdut di Masa Pandemi COVID-19 Fatimah, Nurul; Hayati, Ela Hikmah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.244

Abstract

ENGLISHOne of the government policies on management of COVID-19 pandemic is community activity restriction, includes dangdut music show. The study aims to describe the efforts of dangdut artists adapting to COVID-19 pandemic. It was qualitative research using phenomenology approach. This study was conducted in Pati Regency. Data were obtained through interviews and observation. The interviews were carried out with five instrument players and two singers. Meanwhile, the observations were made on dangdut music shows, which held offline and virtual on social media. The data were analyzed descriptively. This study found that the community activity restriction caused dangdut artists couldn’t conduct music shows and lead to income reduction. Then, those dangdut artists adapted to this situation. First, on Thursday, Juli 8 2020, some artists held a peaceful action and praying together in Pati’s city center. This action aimed the dangdut artists were allowed to perform music shows. Second, the dangdut artists transformed dangdut shows following the new normal rules. Third, conducting virtual dangdut shows through various social media, such as Youtube, Facebook, and Instagram INDONESIASalah satu kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19 adalah pembatasan kegatan masyarakat, termasuk pementasan musik dangdut. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan upaya adaptasi yang dilakukan para pekerja seni musik dangdut di tengah pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan lima orang pemain alat musik dan dua orang penyanyi. Adapun observasi dilakukan terhadap kegiatan seni musik dangdut yang digelar secara luring maupun daring di me-dia sosial. Data dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat menyebabkan pekerja seni musik dangdut tidak dapat mengadakan pertunjukan. Sebagai akibatnya, pendapatan para pekerja seni musik dangdut mengalami penurunan. Para pekerja seni musik dangdut melakukan beberapa upaya agar dapat terus eksis dan bertahan hidup di tengah pandemi. Pertama, melakukan kegiatan aksi damai dan doa bersama di alun-alun Kabupaten Pati pada Kamis, 8 Juli 2020, agar diberikan izin pertunjukan. Kedua, mengadakan pertunjukan musik sesuai aturan kebiasan pola baru. Ketiga, menggelar konser musik virtual melalui berbagai media sosial seperti Youtube, Facebook, dan Instagram.
Pandemi COVID-19: Dampak Kesehatan, Ekonomi, & Sosial Nurul Aeni
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.249

Abstract

ENGLISHCOVID-19 Pandemic started from March 2020 affected many aspects. This research aims to describe the impacts of pandemic on health, economic, and social in Pati District. It used both qualitative and quantitative approaches. It used secondary data that were obtained from relevant services and references. Then, the data were analyzed descriptively. This research resulted: (1) the impacts of the COVID-19 pandemic on health can be seen through the number of positive COVID-19 cases, mortality, and reduction in health service coverage. Higher positive COVID-19 cases were found in around the center of government and economic activities; (2) COVID-19 Pandemic has disturbed supply and demand of goods and services. This situation affected the decrease of economic growth. Pati’s economic structure is sustained by agriculture and manufactured that still showed positive growth. Thus, the economic slowdown caused the increase of unemployment, particularly on micro and small enterprises or household industries; (3) the impact of pandemic COVID-19 was represented by the poverty increase. Higher number of poor families was found in the areas having near-poor families and vulnerable ones. INDONESIAPandemi COVID-19 yang terjadi sejak bulan Maret 2020 memengaruhi segala aspek kehidupan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dampak pandemi dalam aspek kesehatan, ekonomi, dan kesehatan di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara bersama. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari instansi maupun referensi yang relevan. Selanjutnya data tersebut diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian adalah (1) Dampak pandemi COVID-19 pada aspek kesehatan adalah jumlah kasus positif dan kematian yang cukup tinggi serta penurunan cakupan sebagian besar layanan kesehatan; kasus positif COVID-19 cukup tinggi terjadi di wilayah yang merupakan pusat pemerintahan atau dekat dengan pusat ekonomi; (2) Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan penawaran dan permintaan barang dan jasa. Kondisi tersebut berdampak terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi. Struktur perekonomian Kabupaten Pati ditopang oleh sektor usaha pertanian dan industri pengolahan yang masih menunjukkan pertumbuhan positif selama pandemi. Perlambatan ekonomi tersebut selanjutnya menyebabkan peningkatan pengangguran, terutama pada sektor usaha mikro dan kecil serta industri rumah tangga; (3) Dampak sosial pandemi COVID-19 di Kabupaten Pati terwakili oleh peningkatan kemiskinan, dimana peningkatan kemiskinan lebih tinggi terjadi di wilayah yang yang memiliki jumlah keluarga hampir dan rentan miskin tinggi.
Revitalisasi Cagar Budaya untuk Pengembangan Pariwisata di Kawasan van Dering Serukam Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo; Thomas Aquino
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.199

Abstract

ENGLISHThe hilltop is located at van Dering Hill commonly named van Dering Fortress by the nearest communities in Serukam Hamlet, Pasti Jaya Village, Samalatan Sub-district, Bengkayang District. This research aimed to describe the revitalization process of van Dering Fortress. This study used a qualitative approach. It carried on in the van Dering Serukam tourism area. Primary data were collected through interviews with community elders, village leader, and sub-district head. Next, the data were analyzed qualitatively. This study resulted that van Dering Fortress was broken about 90%. It happened for a long time since the Dutch have not left Serukam yet. Both local and central government have not yet to pay attention to van Dering Hilltop as a cultural heritage. The landowner of the location of Dutch Hilltop finally built a house on the foothill. This cultural heritage abandonment caused the loss of historical asset during Dutch colonization. Van Dering revitalization was assumed to bring positive impacts for tourism development in Bengkayang District. Then, it could increase the local government income, so that it can support economic growth and local development. INDONESIAPos intai Belanda yang terletak di Bukit Van Dering biasa disebut Benteng van Dering oleh masyarakat Dusun Se-rukam merupakan salah satu peninggalan sejarah yang terletak di Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalatan, Kabupaten Bengkayang. Tujuan penelitian adalah menggambarkan upaya revitalisasi Benteng van Dering. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan di kawasan wisata van Dering Serukam. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan para tetua adat, kepala desa, dan camat. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cagar budaya Benteng van Dering berada pada kondisi rusak. Kondisi tersebut terjadi sudah sejak lama, dimana 90% Benteng van Dering sudah hancur, bahkan sebelum Belanda meninggalkan Dusun Serukam. Pemerintah, baik pusat maupun daerah belum memberikan perhatian terhadap revi-talisasi Benteng van Dering sebagai kawasan cagar budaya sejarah. Pemilik lahan tempat berlokasinya pos intai Bel-anda pada akhirnya membangun rumah di bawah kaki bukit. Apabila kondisi tersebut terus terjadi, dapat berdampak hilangnya jejak keberadaan aset bersejarah periode penjajahan Belanda. Revitalisasi Benteng van Dering di Bukit van Dering diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Bengkayang. Se-lanjutnya, hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan asli daerah sehingga mendukung pembangunan dan pertum-buhan ekonomi.
Morfologi dan Citra Kota Kawasan Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati Adiguna, Wildansyah Firdaus; Triyanti, Marisa
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.220

Abstract

ENGLISHPhysical elements to form city image that can be perceived through the function, location, and character of a certain urban area, are the keys to obtain the image of city. Kauman is a developing urban area in Juwana Sub-district, Pati Regency. This research aims to identify the elements of urban morphology and the forming elements of the city image in Kauman through the mental map method, based on the perceptions, experiences, memories, and feelings of its community. This study uses a qualitative method with a descriptive analysis approach. This study used Trancik’s theory to investigate urban morphology and used Lynch's theory to identify the forming elements of the city image. The urban morphology of Kauman was arranged as follows: solid elements were found in figure-ground, 1 point single block, and 2 groups at Jalan W.R. Supratman as multiple blocks. Meanwhile, void elements found 2 points. Linkage elements found a point. There are 3 styles of architecture still founded in Kauman, including Colonial, Javanese traditional, and Chinese style. Based on the analysis of the physical elements forming the Kauman Juwana image, it is arranged through 13 objects, there are 2 path elements, 4 edge elements, 3 district elements, 1 node element, and 3 landmark elements. INDONESIAElemen fisik pembentuk citra kota yang dapat dirasakan melalui fungsi, lokasi, dan karakter merupakan kunci untuk mengetahui gambaran citra kota tersebut. Kauman merupakan kawasan perkotaan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati yang terus mengalami perkembangan berikut citranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen morfologi kota dan elemen pembentuk citra kota di Kauman melalui metode peta mental berdasarkan persepsi, pengalaman, ingatan, dan perasaan masyarakat Kauman. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini mengkaji elemen morfologi kota berdasarkan teori Trancik dan elemen pembentuk citra kota berdasarkan teori Lynch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi Kota Kauman disusun melalui objek sebagai berikut elemen solid ditemukan pada figure ground, blok tunggal 1 titik, dan blok ganda ditemukan 2 kelompok di koridor Jalan W. R. Supratman, sedangkan elemen void ditemukan 2 elemen; linkage ditemukan 3 elemen; dan place ditemukan 1 titik. Penampakan bangunan berkarakter kuat yang mewakili suatu langgam atau gaya bangunan tertentu yang ditemukan yaitu bangunan bergaya Kolonial, Tradisional Jawa, dan Cina. Berdasarkan analisis, elemen fisik pembentuk citra Kauman Juwana disusun melalui 13 objek, meliputi 2 elemen jalur (path), 4 elemen batas (edge), 3 elemen kawasan (district), 1 elemen titik temu (nodes), dan 3 elemen penanda kawasan (landmark).
Limbah Cair Tapioka, Pencemaran, dan Teknik Pengolahannya Herna Octivia Damayanti; Metachul Husna; Dicky Harwanto
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.222

Abstract

ENGLISHThe tapioca industry is one type of agro-industry that is widely developed in Indonesia. The problem that often arises due to the presence of the tapioca industries is waste pollution, especially liquid waste. Tapioca liquid waste is immediately disposed of into the river flows without any treatment process. The purpose of this paper is to provide an overview of the impact caused by the disposal of tapioca liquid waste, especially on the aquaculture environment and alternative processing technology. The research method is literature study. Tapioca liquid pollution increases the death vulnerability the biota in the ponds, namely shrimp and milkfish. The danger of tapioca liquid waste pollution can be minimized by treating the disposed liquid waste properly. Several alternatives of wastewater treatment that can be applied to minimize the impact of pollution caused by tapioca liquid waste are (1) ultrafiltration membranes can separate suspended solids; ABR (Anaerobic Baffled Reactor) and UAF (Up-flow Anaerobic Filter) systems can reduce COD concentrations; photo-catalysts can reduce COD concentrations; phytoremediation with water hyacinth can reduce BOD, COD, and CN concentrations and increase pH of tapioca wastewater; and batch sequencing reactor shows efficiency of removing HCN, BOD, COD, turbidity, sodium, magnesium, and calcium. INDONESIAIndustri tapioka merupakan salah satu jenis agroindustri yang banyak berkembang di Indonesia. Permasalahan yang sering timbul dari industri tapioka adalah pencemaran limbah, terutama limbah cair. Limbah cair tapioka langsung dibuang ke aliran sungai tanpa melewati proses pengolahan terlebih dahulu. Tujuan dari penulisan ini adalah memberikan gambaran mengenai dampak yang ditimbulkan oleh adanya pembuangan limbah cair tapioka khususnya terhadap lingkungan pertambakan serta alternatif teknologi pengolahannya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Pencemaran limbah cair tapioka mengakibatkan kerawanan kematian biota yang dibudidayakan di tambak, yaitu udang dan bandeng. Bahaya pencemaran limbah cair tapioka dapat diminimalisir dengan melakukan pengolahan terhadap limbah cair yang dibuang. Beberapa alternatif pengolahan limbah cair untuk meminimalisir dampak pencemaran oleh limbah cair tapioka, yaitu (1) membran ultrafiltrasi, yang dapat memisahkan padatan tersuspensi; (2) sistem ABR (Anaerobic Baffled Reactor) dan sistem UAF (Upflow Anaerobic Filter, yang dapat menurunkan konsentrasi COD; (3) fotokatalis, yang dapat menurunkan konsentrasi COD; (4) fitoremediasi dengan eceng gondok, yang mampu menurunkan konsentrasi BOD, COD, dan CN serta meningkatkan pH limbah cair tapioka; dan (5) sistem SBR (Sequencing Batch Reactor) menunjukkan efisiensi pembuangan HCN, BOD, COD, kekeruhan, sodium, magnesium, dan kalsium.
Persepsi Generasi Milenial Kabupaten Sidoarjo terhadap Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Munari Kustanto; Fitriyatus Sholihah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.227

Abstract

ENGLISHThe implementation of Large Scale Social Restriction (PSBB) is one of the efforts taken by several local governments, including Sidoarjo Regency, to break the chain of COVID-19 spread. Millennials, whose age ranged from 20 to 40 years in 2020, are interesting to be studied due to their large population. In addition, they have high proficiency in information technology. This study aimed to figure out the perception of the millennials in Sidoarjo District regarding the implementation of PSBB in that area. It utilized the google form platform to create an online questionnaire then the link was sent through WhatsApp groups. 276 Millenials were involved in this study as respondents. Quantitative and descriptive meth-od was applied to analyze the data and then presented in tables and figures. The study showed 84,78% of respondents stated that they agreed with PSBB implementation; 76,45% of respondents perceived that PSBB practice was not optimal yet; 75,00% recognized that community obedience in PSBB practice was relatively low. Millenials concluded that the factors that determined community obedience in PSBB implementation were sanctions enforcement as well as direction from law officers and the government. INDONESIAPemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) merupakan salah satu upaya yang ditempuh beberapa pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Sidoarjo untuk memutus rantai persebaran virus SARS-CoV-2. Generasi milenial adalah kelompok penduduk yang berada pada rentang usia 20-40 tahun di tahun 2020. Kelompok ini menarik untuk diteliti karena dominan secara demografi dan memiliki penguasaan terhadap teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi generasi milenial Kabupaten Sidoarjo terhadap pemberlakuan PSBB di wilayah tersebut. Penelitian memanfaatkan platform google form untuk menyebarkan kuesioner secara daring dan link kuesioner disebar melalui grup Whatsapp. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian adalah 276 orang. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis data dan ditampilkan melalui tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 84,78% generasi milenial menyatakan setuju terhadap pemberlakuan PSBB; 76,45% memersepsikan pemberlakuan PSBB kurang optimal; dan 75,00% menyatakan kepatuhan masyara-kat dalam melaksanakan PSBB masih rendah. Generasi milenial memiliki persepsi bahwa hal-hal yang meme-ngaruhi kepatuhan masyarakat selama pemberlakuan PSBB, antara lain adanya sanksi dan arahan dari aparat kea-manan maupun pemerintah.
Hubungan Status Gizi dan Status Hidrasi dengan Fungsi Memori Jangka Pendek Anak Usia Sekolah Biyanti Dwi Winarsih; Yayuk Fatmawati; Sri Hartini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 2 (2021): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i2.261

Abstract

ENGLISHShort-term memory in school-age children is significant in the learning process and academic ability improvement. Adequate intake of nutrients and body fluids are needed to accelerate brain performance so that children have optimum memory function. A preliminary study on short term memory of students in SD N Gembong 2, Pati Regency showed that some students experienced a decrease in short-term memory. The objective of this study was to analyze the correlation between nutritional status and nutritional status with children's short-term memory. This study used a correlational design and involved 52 students from 4th - 6th grade in elementary school. The measurement of hydration status used urine specific gravity, while short-term memory was measured using a digit span test. Then, the Chi-Square test was applied to analyze the data. This study result showed that more than half of children had normal nutritional status, good hydration status and normal short-term memory. Furthermore, nutritional status and hydration status were associated with children's short-term memory. Parents should provide more attention to their children’s nutritional and fluid needs, by 1) the children are getting used to taking breakfast before going to school and 2) parents provide meals and drinks from home for their children. INDONESIAMemori jangka pendek pada anak usia sekolah sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan upaya peningkatan kemampuan akademik. Asupan nutrisi dan cairan tubuh yang cukup dibutuhkan untuk meningkatkan kerja otak sehingga fungsi memori anak lebih optimal.  Data awal penelitian terkait memori jangka pendek anak di SD N Gembong 2 Pati menunjukkan sebagian anak mengalami penurunan memori jangka pendek. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan status gizi dan status nutrisi dengan memori jangka pendek anak. Metode penelitian korelasional dengan jumlah sampel 52 responden anak kelas 4-6 SD. Pengumpulan data status gizi melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan. Pengukuran status hidrasi menggunakan pemeriksaan berat jenis urine dan memori jangka pendek menggunakan test digit span. Analisa menggunakan chi square. Hasil penelitian  menunjukkan sebagian besar anak mempunyai status gizi normal, status hidrasi baik dan memori jangka pendek yang normal. Terdapat hubungan antara status gizi dan status hidrasi dengan memori jangka pendek anak. Orang tua sebaiknya lebih memperhatikan kebutuhan nutrisi dan cairan anak  dengan cara: 1) membiasakan sarapan sebelum berangkat sekolah; dan 2) pada saat anak ke sekolah lebih baik dibawakan bekal makanan dan minuman.
Tinjauan Kasus COVID-19 Berdasarkan Jenis Kelamin, Golongan Usia, dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Pati Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 2 (2021): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i2.280

Abstract

ENGLISHCOVID-19 spread out rapidly and it has caused a lot of mortality among the victims. Objectives of the research are to describe the COVID-19 cases based on the gender, and age group in the study area and to analyze the effect of population density on COVID-19 cases. The study used quantitative descriptive approach. The study used secondary data available at BPS, the Health Office, and the COVID-19 task force website in Pati Regency. It used a descriptive analysis and also a statistical test, namely a simple linear regression test. The results showed that 53% of COVID-19 victims are males. Most cases of COVID-19 attacked the productive agers, mainly at the ages of 46-59 years old consisting of 637 people (36.59%). Based on data up to November 1st, 2021, the most COVID-19 sufferers in Pati District are 1857 people. Based on the regression test, there is an effect of population density on the highly accident cases of COVID-19. There is a strong influence of population density on the COVID-19 cases with a correlation coefficient (R) of 0.890 and a coefficient of determination (R2) of 0.793. It means that 79% of COVID-19 sufferers are influenced by population density.  Therefore, prevention efforts must be carried out through counseling to male people in order not to smoke and increase the application of health protocols. In addition, prevention for elder people is conducted by increasing body resistance by fulfilling food intake and vaccination. INDONESIACOVID-19 menyebar dengan cepat dan menyebabkan banyak kematian pada masyarakat yang terpapar. Tujuan penelitian untuk mengambarkan kasus COVID-19 di Kabupaten Pati berdasarkan jenis kelamin, golongan usia, dan kecamatan serta untuk menganalisis pengaruh kepadatan penduduk terhadap kasus COVID-19. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder yang tersedia di BPS, Dinas Kesehatan, dan website gugus tugas COVID-19 di Kabupaten Pati. Analisis secara deskriptif dan untuk kepadatan dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan 53% penderita COVID-19 berjenis kelamin laki-laki. Kasus COVID-19 sebagian besar menyerang usia produktif, terbanyak pada golong-an usia 46-59 tahun yaitu sebanyak 637 orang (36,59%).  Berdasarkan data per 1 November 2021, penderita COVID-19 paling banyak Kecamatan Pati yaitu sebanyak 1857 orang. Hasil uji regresi menunjukkan ada pengaruh kepadatan penduduk dengan tingginya kasus COVID-19. Ada pengaruh yang kuat kepadatan penduduk terhadap tingginya kasus COVID-19 dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,890 dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,793, artinya 79% tingginya jumlah penderita COVID-19 dipengaruhi oleh kepadatan penduduk. Upaya pencegahan harus selalu di-lakukan melalui penyuluhan pada laki-laki untuk tidak merokok dan meningkatkan penerapan protokol kesehatan. Pencegahan pada lansia dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan memenuhi asupan makanan dan melakukan vaksinasi.