cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
PENURUNAN BAU LIMBAH CAIR INDUSTRI TEPUNG IKAN MENGGUNAKAN CUKA, AERASI, OZONE DENGAN INDIKATOR LALAT Hermain Teguh Prayitno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.274 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.46

Abstract

INDONESIAPermasalahan bau di industri tepung ikan di Kabupaten Pati dapat dirasakan jika kita menempuh perjalanan Pati ke Juwana. Bau berasal dari cerobong asap dan lingkungan industri, terutama pada Instalasi Pengolahan Air Limbah. Perkiraan bau berasal dari bau bawaan ikan busuk yang tidak dirawat ( pengawetan ) oleh nelayan dan pedagang.Bau bawaan berasal dari ikan yang pecah perut masuk ke IPAL bersamaan dengan pembersihan lantai, kemudian terangkat ke udara melalui aerasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh aerasi, ozonisasi, dan dalam kondisi asam terhadap produksi bau dengan indikator keberadaan lalat.Upaya menetralkan bau bawaan pada pengolahan awal ini dilakukan dengan metode eksploratif eksperimental, variabel cuka, aerasi, dan ozonisasi. Indikator pengamatan adanya jenis dan jumlah lalat. Analisis menghasilkan bahwa campuran limbah cair dan cuka di aerasi dan di ozonisasi mengeluarkan bau segar yang disukai lalat rumah, akan tetapi tidak ekonomis. Lalat hijau menyukai bau busuk hasil dari aerasi dengan korelasi 0,579 ke tiga botol dan signifikan 0,048. Artinya pengolahan menggunakan ozon memungkinkan untuk menurunkan bau pada limbah cair pada pengolahan awal IPAL industri ikan.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEKAMBUHAN PADA PENDERITA SKIZOFRENIA SETELAH PERAWATAN DI RUMAH SAKIT JIWA Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.438 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.62

Abstract

ENGLISHSchizophrenic patients are used to experiencing relapse after completing treatment in psychiatric hospital. The aim of research was to find the causes of relapse in schizophrenic patients. The type of research was qualitative. The subjects in this research were five persons who formerly schizophrenic patients and experienced relapse. Primary data were obtained through interviews and observations, while secondary data were gained from the document Pati District Health Office and the relevant references. Data analysis used descriptive method. The results showed that the cause of relapse in patients with schizophrenia are: 1) pressure life events, such as being abandoned by spouse, thinking about the wedding preparations with ex-wife (remarriage) and the failure of marriage planning 2) lack of family role because of lack of knowledge, and lack of economic sources, 3) uncompliance and irregularity on medication, 3) the limitations of medicine and health clinic personnel assistance. INDONESIAPenderita Skizofrenia seringkali mengalami kambuh setelah selesai menjalani masa perawatan di rumah sakit jiwa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab kambuh pada penderita skizofrenia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima penderita skizofrenia dan pernah dinyatakan sembuh kemudian mengalami kekambuhan. Data primer diperoleh dari wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari dokumen Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dan referensi yang relevan. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kekambuhan pada subjek penderita skizofrenia yaitu 1) Tekanan peristiwa kehidupan, diantaranya ditinggalkan pasangan, memikirkan persiapan pernikahan dengan mantan istri (rujuk) dan gagal menikah; 2) Kurangnya peran keluarga karena kurangnya pengetahuan, dan kurangnya ekonomi keluarga; 3) Ketidakpatuhan dan ketidakteraturan minum obat; dam 4) Keterbatasan obat dan pendampingan tenaga puskesmas.
PENGETAHUAN, KOMITMEN, DAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 1 (2014): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.56 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i1.78

Abstract

ENGLISHCoverage of exclusive breastfeeding in Pati has not reached the target of 80%. One of the factors that influence a mother to breastfeed exclusively for 6 months is the status of the job. The purpose of the study to describe the knowledge, commitment, and social support exclusive breastfeeding in the Civil Servants Pati Government. The study used a qualitative approach. The selection of research subjects used purposive sampling technique. Data was collected by in-depth interviews, observations and field notes. Data were analyzed descriptively. The results showed Knowledge of mothers about exclusive breastfeeding, the mother's commitment to continue to provide breast milk until the age of 6 months, and the family and social support at work determining the success of exclusive breastfeeding in the Civil Servants Pati Government. Mothers who managed to give exclusive breastfeeding for 6 months of exclusive breastfeeding have knowledge about complete, a strong commitment to exclusive breastfeeding, and adequate social support from family and workplace compared with mothers who exclusively breastfed failed. INDONESIACakupan ASI eksklusif di Kabupaten Pati belum mencapai target 80%. Salah satu faktor yang mempengaruhi seorang ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan adalah status pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengetahuan, komitmen, dan dukungan sosial dalam pemberian ASI eksklusif pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan catatan lapangan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, komitmen ibu untuk tetap memberikan ASI saja sampai usia 6 bulan, dan dukungan sosial yaitu keluarga dan tempat kerja, menentukan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada PNS Pemerintah Kabupaten Pati. Ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan mempunyai pengetahuan tentang ASI eksklusif yang lengkap, komitmen yang kuat untuk menyusui eksklusif, dan mendapat dukungan sosial yang memadai dari keluarga dan tempat kerja dibandingkan dengan ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif.
PENINGKATAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MATERI LITOSFER MELALUI PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENS (TGT) DI SMAN 3 PATI Ismirahayu, Yayuk
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.152 KB) | DOI: 10.33658/jl.v13i1.94

Abstract

ENGLISHPre-test results of the lithospheric material geography class X IPS (social science) 3 SMAN 3 Pati semester 2 year 2015/2016 have achievement of the students still low. The research aims to : (1) improve the learning activities through the application of Teams Games Tournaments models class X IPS 3 SMAN 3 Pati semester 2 year 2015/2016, (2) improve the learning outcomes through the application of Teams Games Tournaments models class X IPS 3 SMAN 3 Pati semester 2 year 2015/2016. The Class Action Research was conducted with cycles I and II. Implementation of the action in the first cycle and II include : Planning, Acting, Observing, and Reflecting. The research result are (1) learning activity at linitial condition was low 78% and medium 22%, student activity cycle I was low 22%, medium 56%, high 22%, cycle II student activity was 56%, and high 44%. (2) Learning outcomes showed improvement from the initial condition of the completeness of 5 students (14%), cycle II of the completeness of 22 students (61%) and cycle II of the completeness of 36 students (100%). From the initial condition to the treatment of action cycle I there was an increase of 47% and from cycle I to cycle II there was an increase of 53%. INDONESIAPretes hasil belajar Geografi materi Litosfer kelas X IPS 3 semester 2 SMAN 3 Pati tahun 2015/2016 memiliki keaktifan belajar siswa masih rendah. Tujuan penelitian : (1) untuk meningkatkan aktifitas belajar melalui penerapan pembelajaran Model Teams Games Tournaments (TGT) siswa kelas X IPS 3 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2015/2016; (2) untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan pembelajaran Model Teams Games Tournaments (TGT) siswa kelas X IPS 3 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian Tindakan Kelas (Action Research) ini dilaksanakan dengan siklus I dan II. Pelaksanaan tindakan pada siklus I dan II meliputi : Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Acting), Observasi (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Hasil penelitian yaitu (1) keaktifan belajar pada kondisi awal rendah 78% dan sedang 22%, siklus I keaktifan siswa rendah 22%, sedang 56%, tinggi 22%, siklus II keaktifan siswa sedang 56%, dan tinggi 44%. (2) Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari kondisi awal ketuntasan 5 siswa (14%), siklus I ketuntasan 22 siswa (61%) dan siklus II ketuntasan 36 siswa (100%). Dari kondisi awal ke perlakuan tindakan siklus I ada kenaikan sebesar 47% dan dari siklus I ke siklus II ada kenaikan sebesar 53%.
EKSISTENSI DAN UPAYA MEREDUKSI PENGANGGURAN DI KABUPATEN PATI Suroso Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.396 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.41

Abstract

ENGLISHUnemployment is a crucial problem in the development because it can triger other social problems. The objective of this study is to analyze existing and effort to reduce the unemployment in Pati regency. The research uses descriptive-quantitative approach. The data consist of secondary data. Data collecting is conducted by using observation. The analysis uses descriptive one. There are three main findings in the research. Firstly,Unemployment is caused by many determinant factors. Secondly, the rate of unemployment based on productive age is 8,62% in the study area. Thirdly, the rate of unemployment based on head-household is 2,08% in the study area. To reduce unemployment, it is better for the local government to conduct the efforts which are relevant to the local contexts including the demand for labour, the supply of labor and the optimalization of sub-district role in community empowerment. INDONESIAPenganggguran merupakan masalah serius dalam pembangunan karena pengangguran dapat memicu permasalahan sosial lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi dan upaya pengurangan pengangguran di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian menggunakan data skunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Ada 3 temuan utama dalam studi ini. Pertama, pengangguran disebabkan berbagai faktor determinan. Kedua, tingkat pengangguran berdasarkan usia produktif sebesar 8,62% di Kabupaten Pati. Ketiga, tingkat pengangguran berdasarkan kepala keluarga (KK) sebesar 2,08% di Kabupaten Pati. Guna mereduksi pengngguran, pemerintah daerah sebaiknya melakukkan upaya yang sesuai dengan konteks lokal meliputi permintaan tenaga kerja, penyediaan tenaga kerja dan optimalisasi peran desa dalam pemberdayaan masyarakat.
RANTAI PEMASARAN IKAN PINDANG DI KABUPATEN PATI Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.723 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.57

Abstract

ENGLISHA good pattern marketing chain can determine the smoothness of product distribution and becomes the determinant of continuity and development of an industry. Boiled fish industry is the second largest fish processing industry in Pati Regency. The objective of this research is to determine the pattern of boiled fish marketing chain in Pati regency on household, small, medium and large industrial scales. This research used descriptive method and was held on March 2014. Location of the research in Juwana and Dukuhseti subdistrict. Primary data was obtained through interviews with informants, i.e. the owners of boiled fish industries on households, small, medium and large scales. Data was analyzed descriptively. Result of the research is there are two types of boiled fish marketing chain in Pati regency, i.e. direct marketing is called zero level channel (households and small industry scales) and marketing through intermediaries that consist of first channel or three level channel (household industry scale); the second channel or one level channel (scale households and small industries); and the third channel or two levels channel (scale medium and large industrial). INDONESIARantai pemasaran yang terpola dengan baik dapat menentukan kelancaran distribusi produk dan menjadi penentu keberlangsungan hidup dan perkembangan suatu industri. Industri ikan pindang merupakan industri pengolahan ikan kedua terbesar di Kabupaten Pati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola rantai pemasaran ikan pindang yang ada di Kabupaten Pati pada skala industri rumah tangga, kecil, sedang dan besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dilaksanakan bulan Maret 2014. Lokasi penelitian di Kecamatan Juwana dan Dukuhseti. Data primer didapatkan melalui wawancara dengan informan/pengusaha ikan pindang skala rumah tangga, kecil, sedang dan besar. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian adalah rantai pemasaran ikan pindang di Kabupaten Pati terdapat dalam dua jenis yaitu pemasaran secara langsung disebut saluran nol tingkat (skala industri rumah tangga dan kecil) dan pemasaran melalui perantara terdapat dalam bentuk saluran pertama disebut saluran tiga tingkat (skala industri rumah tangga); bentuk saluran kedua disebut saluran satu tingkat (skala industri rumah tangga dan kecil); bentuk saluran ketiga disebut saluran dua tingkat (skala industri sedang dan besar).
KETERSEDIAAN PANGAN KEDELAI (Glicine max) DI KABUPATEN PATI Sutrisno Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 1 (2014): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.679 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i1.73

Abstract

ENGLISHFood sufficiency and nutrition is one of very important factor in determining the quality of human resources. The research aimed to analyze the availability of soybeans in strengthening food security. The research used descriptive method. Data source came from primary data by in-depth interview and observation, while secondary data obtained from the relevant documents. Data analyzed with qualitative and quantitative descriptive. Result of the research showed that soybean availability of Pati Regency in average during last five years (2008, 2009, 2010, 2011, 2012) had a surplus of 2,559 tons of material beyond the need for tempeh and tofu domestic industry, growth trend of soybean production minus 245.3 tons, so it needs an effort to increase soybean production. Meanwhile, soybean average price for 11 months in 2013 amounted to Rp 8,861/kg with growth average of 4.42% and soybean price forecast at month 13 (January 2014) was Rp 11,882/kg. INDONESIAKecukupan pangan dan gizi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan kedelai dalam memperkuat ketahanan pangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data berasal dari data primer dengan cara wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekendair diperoleh dari dokumen yang relevan. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan kedelai di Kabupaten Pati rata-rata lima tahun terakhir (2008, 2009, 2010, 2011, 2012) mengalami surplus sebesar 2.559 ton diluar kebutuhan untuk bahan industri rumah tangga tempe dan tahu, dengan tren (kecenderungan) perkembangan produksi kedelai minus 245,3 ton sehingga perlu upaya meningkatkan produksi kedelai. Sementara itu, harga kedelai rata-rata selama 11 bulan pada tahun 2013 sebesar Rp 8.861/kg dengan pertumbuhan rata-rata 4,42 % dan prediksi harga kedelai pada bulan ke-13 (Januari 2014) adalah Rp 11.882/kg.
KAJIAN BANJIR BANDANG DI DESA SUKOLILO MELALUI TINJAUAN PETA SUNGAI Prayitno, Hermain Teguh
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.487 KB) | DOI: 10.33658/jl.v13i1.89

Abstract

ENGLISHFlash floods often occur in the Sukolilo sub district, Pati Regency Central Java, in particular at Sukolilo village. The high intensity of rainfall in the Sukolilo’s catchment area producing high water volume and flow leads to flash floods in the Sukolilo village one hour after the rainfall. It is an interesting phenomenon because the river located in the Sukolilo village experiences flash flood more frequent compared to other rivers in Sukolilo sub district. This research was conducted by comparing rivers in the Sukolilo sub district through quantitative descriptive method with secondary data. The result of this study showed that the morphology of Sukolilo River has the highest catchment area 300 meter above sea level (ASL) and has narrow downstream 20 ASL. According to the calculation, 3 rivers in the Sukolilo sub district has the potential to experience flash flood that are river located in Sukolilo Village, river located in Wegil Village and river located in the border of of Baleadi Village and Kedung Winong Village, consecutively. INDONESIABanjir bandang di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah sering terjadi terutama di Desa Sukolilo. Debit air yang besar serta kecepatan aliran yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan mengkhawatirkan warga yang tinggal di sekitar sungai. Hal tersebut disebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi di daerah tangkap sungai Sukolilo yang turun satu jam sebelumnya. Kondisi banjir bandang ini menjadi fenomena tersendiri dikarenakan hanya sungai Sukolilo yang sering terjadi. Maka penelitian ini perlu dilakukan dengan cara membuat studi perbandingan sungai-sungai di wilayah Kecamatan Sukolilo melalui metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bentuk morfologi sungai Sukolilo memiliki daerah tangkap tertinggi 300 meter di atas permukaan laut (DPL) terluas dari sungai sekitarnya dan mengecil di daerah hilir 20 meter DPL. Urutan tertinggi dari rata-rata skor potensi bandang pertama yaitu Sungai Desa Sukolilo, kedua sungai Desa Wegil, dan ketiga sungai perbatasan antara Desa Baleadi dan Desa KedungWinong.
PENERAPAN MODEL MERSIS PRO PADA PEMBELAJARAN SISTEM KOLOID UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR SISWA Nurhayati, Idha
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHThe students of 11th grade Science 6 SMAN 1 Pati, school year 2016/2017 performed low metacognitive ability and learning outcome on colloid system material. This research aimed to describe the increase of metacognitive ability and learning outcomes through Mersis Pro models on Colloid System material. A total of 32 students eleventh grade were involved in a class action research, which consisted of 2 cycles. Furthermore, every cycle was divided into four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The data were collected through documentation, observation and questionnaire. Data analysis used both qualitative and quantitative descriptive methods. The results showed that: (1) learning process increased by 15.97%, (2) learning activity increased by 15.60 %, (3) metacognitive ability increased by 12.51%, (4) learning outcomes increased by 14.68%. Mersis Pro model was proved as an active, creative, effective, challenging and fun learning method. INDONESIAHasil belajar siswa kelas XI 6 SMAN 1 Pati tahun pelajaran 2016/2017 pada materi Sistem Koloid menunjukkan hasil belajar dan kemampuan metacognitif yang cenderung rendah. Tujuan penelitian adalah menggambarkan peningkatan kemampuan metakognitif dan hasil belajar siswa melalui model Mersis Pro pada pembelajaran Sistem Koloid. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas XI IPA 6 SMAN 1 Pati tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh dari dokumentasi, observasi dan kuesioner. Analis data menggunakan metode deskriptif, baik kualitatif maupun kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses belajar meningkat sebesar 15,97%, (2) aktivitas belajar meningkat sebesar 15,60%, (3) kemampuan metakognitif meningkat sebesar 12,51%, (4) hasil belajar meningkat sebesar 14,68. Model Mersis Pro terbukti sebagai metode pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menantang dan menyenangkan.
FENOMENA KEKERASAN DI SEKOLAH (SCHOOL BULLYING) PADA REMAJA DI KABUPATEN PATI Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.926 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.52

Abstract

ENGLISHThe increase of child abuse in Pati Regency quite alarming. The aims of this study were to describe of bullying activity on student and describes form of bullying in junior high school (SMP) students in Pati Regency from the perspective of victims and bullies. The research method is a descriptive quantitative. The population are SMP students in Pati Regency in total 31,012 students. The number of respondent (sampling size) is 395 students from 21 SMP. The sampling method uses proportional area random sampling. This study was conducted from June to October 2015. Data are analyzed by descriptive. The results showed that 58.2% of the total respondents had experienced bullying. Students who experience bullying are grouped into three categories: 1) Bullies; 2) The victim; and 3) The bullies and victim. The last category has a dominant percentage (53.8%) compared to other categories. From the victim's viewpoint, the most widely form of bullying was verbal bullying (29.3%). However, 43.4% of victims feel that bullying was common. The majority of bullies was classmate (58.6%) and the bullying activity was mostly occured in classroom (84.3%). From bullies’s viewpoint, the most practiced form of bullying was verbal bullying 44.2%. Most bullies fell guilty (37.3%) while most of their victims were classmates (77.5%). Furthermore, the main reason to bully was fun (58.7%) and it was done in classroom (87.5%). INDONESIAPeningkatan angka kekerasan anak di Kabupaten Pati cukup memprihatinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perilaku bullying pada siswa SMP dan menjelaskan bentuk-bentuk bullying pada siswa SMP di Kabupaten Pati dari sudut pandang korban maupun pelaku. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pati yang berjumlah 31.012. Sampel penelitian terdiri atas 395 siswa dari 21 SMP yang bersedia menjadi responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional area random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2015. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,2% dari total responden pernah mengalami perilaku bullying. Siswa yang mengalami bullying terbagi dalam 3 peran yaitu pelaku, korban dan pelaku sekaligus korban dengan persentase yang mendominasi yaitu 52,8%. Berdasarkan sudut pandang korban, bentuk bullying paling banyak dialami adalah bullying verbal 29,3%. Korban menganggap bullying yang diterima adalah hal yang biasa (43,4%), namun banyak juga yang merasa sedih (30,3%). Pelaku paling dominan adalah teman seangkatan sebanyak 58,6%. Tempat terjadinya bullying sebagian besar adalah di kelas (84,3%). Berdasarkan sudut pandang pelaku, bentuk paling banyak dilakukan kepada korban adalah bullying verbal 44,2%. Sebagian pelaku bullying merasa menyesal (37,3%), sasaran paling banyak adalah teman seangkatan (77,5%). 58,7% pelaku bullying mengungkapkan alasan perilaku adalah iseng, bullying sebagian besar dilakukan di kelas (87,5%).

Page 2 of 17 | Total Record : 163