cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4" : 9 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU DIE T TERHADAP ANGKA KEKAMBUHAN PADA PENDERITA ARTRITIS GOUT DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD D R. H. BOB BAZAR SKM KALIANDA LAMPUNG SELATAN TAHUN 2016 Eka Sylvia; Boby Suryawan; Riskinda Marcilia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.593 KB) | DOI: 10.33024/.v3i4.761

Abstract

Background : Gout artritis is one of joints inflamation, marked with monosodium crystalaccumulation in body joints which the management is difficult because related with patient’s lifehabits.Objective : This research aim is to know the relationship between knowledge,attitute,andbehavior of diet with relapsing rate on gout artritis patiens in departement of internalmedicine dr.H. Bob Bazar, SKM Kalianda South Lampung year 2016Method : The method used in this study is an analytic survey with cross sectional approach and usedaccidental sampling. The population in this study was 37 patients. Data was collected using primarydata, while univariate and bivariate analysis were used to analyze the data, using chi-square test.Result : The test results with chi-square statistic there is strong relationship between knowledge(p=0,010), attitude (p=0,006), behavior of diet (p=0,000) with relapsing rate on gout artritispatiens in departement of internal medicine dr. H. Bob Bazar, SKM Kalianda south Lampungyear 2016.Conclusion : from the result, we can conclude that know the relationship betweenknowledge,attitute,and behavior of diet with relapsing rate on gout artritis patiens in departementof internalmedicine dr. H. Bob Bazar, SKM Kalianda South Lampung year 2016
HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GAGA L JANTUNG KONGESTIF DI R UMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN PR OVINSI LAMPUNG Nia Trisnawati; Upik Pebriyani; Iyang Gemilang
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.902 KB) | DOI: 10.33024/.v3i4.757

Abstract

Latar  Belakang:  Congestive  Heart Failure (CHF) adalah  penghentian  sirkulasi normal  darah  dikarenakan  kegagalan  dari ventrikel  jantung  untuk  berkontraksi  secara efektif  pada  saat systole.  Akibat  kekurangan penyediaan darah menyebabkan kematian sel dan  kekurangan  oksigen  ke  otak  sehingga korban  kehilangan  kesadaran  dan  berhenti nafas dengan tiba-tiba.    Tujuan   Penelitian:    Untuk    mengetahui hubungan  hipertensi  dengan  kejadian  gagal jantung kongestif di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Provinsi Lampung tahun 2015.  Metode  Penelitian:  Desain  penelitian  yang digunakan  dalam  metode  ini  adalah  analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  studi rekam medik semua pasien CHF yang dirawat di  Rumah  Sakit  Pertamina  Bintang  Amin Bandar  Lampung  periode Januari-Desember 2015  sebanyak  70  orang,  sampel  diambil sebanyak   70   orang.   Analisis   data   yang digunakan adalah uji Chi Square.  Hasil  Penelitian:  Kejadian  gagal  jantung kongestif di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin  sebanyak  49  orang  (70,0%).Kejadian hipertensi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin  sebanyak  43  orang  (61,4%).  Ada hubungan  hipertensi  dengan  kejadian  gagal jantung kongestif di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin dengan p-value = 0,000 dan OR = 6,575.  Kesimpulan:  Ada  hubungan  hipertensi dengan  kejadian  gagal  jantung  kongestif  di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGA N PEMBERIAN AIR SUS U IBU EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KEMILING TAHUN 2016 Ni Putu Sudiadnyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.963 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.762

Abstract

Latar Belakang :. Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah air susu yang pemberiannya pada bayi selamaenam bulan pertama kehidupan tanpa adanya penambahan cairan lain. Berdasarkan hasil ProfilKesehatan Provinsi Lampung Tahun 2012 yang menerima ASI eksklusif di Propinsi Lampung sebesar30,05%. Pemberian ASI eksklusif di provinsi Lampung menunjukan penurunan dan masih rendah daritarget cakupan ASI eksklusif nasional karena target ASI eksklusif nasional sebesar 80 persen.Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusifdengan tindakan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di wilayah Puskesmas Kemiling kota BandarLampung Tahun 2016.Metode : Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian ini sebanyak 692 responden sesuai kriteria inklusi. Metode pengambilansampel menggunakan acidental sampling dengan menggunakan data primer,, tempat di PuskesmasKemiling Provinsi Lampung Tahun 2016.Hasil : Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan bermakna dengan pengetahuan ibu (p=0,000,OR=6,846, 95% CI=3,160–14,830). Ada hubungan bermakna dengan pekerjaan ibu (p = 0,000,OR=22,105, 95% CI=8,878 – 55,038). Ada hubungan bermakna dengan kesehatan ibu (p = 0,000,OR=48,385, 95% CI=17,138 – 136,603). Ada hubungan bermakna dengan dukungan keluarga (p =0 ,000, OR = 45,641, 95% CI = 13,051 – 159,617).Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara beberapa faktor-faktor dengan pemberian AirSusu Ibu (ASI) eksklusif di wilayah Puskesmas Kemiling kota Bandar Lampung Tahun 2016
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD DR H ABDU L MOLOEK TAHUN 2015 Rita Agustina; Neno Fitriyani Hasbie; Muhammad Reza Kurniawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.148 KB) | DOI: 10.33024/.v3i4.758

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan pembunuh utama anak dibawah usia lima tahun (balita) didunia. Faktor risiko yang dapat meningkatkan insiden pneumonia balita yaitu umur kurang dari 2bulan, jenis kelamin laki-laki, status gizi kurang, berat badan lahir rendah, pemberian ASI tidakmemadai, defisiensi vitamin A dan pemberian makanan terlalu dini.Tujuan: Untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balitadi RSUD DR H Abdul Moloek tahun 2015.Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah metode analitik observasional denganpendekatan cross-sectional. Dari populasi seluruh balita usia 0-5 tahun yang berkunjung ke RSUDDR H Abdul Moloek Tahun 2015, didapat 186 sampel data diambil dari data rekam medik danmenggunakan random sampling. Analisis data univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi kejadian pneumonia (103 anak), usia <2 tahun (94 anak), riwayat ASI tidak eksklusif (102 anak), berat badan lahir < 2500 gram (98 anak)dan pendidikan ibu < SMA (95 anak). Sedangakan hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara :usia < 2 tahun (p=0,012, OR=2,2), riwayat tidak ASI eksklusif (p=0,005, OR=2,3), berat badan lahir< 2500 gram (p=0,027, OR=1,9) dan pendidikan ibu < SMA (p=0,008, OR=2,2) dengan kejadianpneumonia.Simpulan: Hasil statistik bivariat didapat ada hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan(usia, riwayat ASI eksklusif, berat badan lahir dan pendidikan ibu) dengan kejadian pneumonia padabalita di RSUD DR H Abdul Moloek Tahun 2015.
HUBUNGAN INFARK MIOKARD AKUT ( IMA ) YANG DIRAWAT INAP DENGAN HIPERTENSI DI RSUD DR. H. ABDULMOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014 & 2015 Rina Kriswiatiny; Zulhafis Mandala; Melisa Efendy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.044 KB) | DOI: 10.33024/.v3i4.763

Abstract

Hypertension is the increase in systolic blood pressure over 140 mmHg and diastolicblood pressure over 90 mmHg in two measurements within an interval of five minutesin a state of rest or quiet enough. Increased blood pressure in the long term (persistent ) can cause organ damage one of which is the heart ( coronary heartdisease ) if not detected early and treated adequately. The aim of this study is to knowrelations between acute myocardial infarction and hypertension in patients who arehospitalized in the Hospital Dr. H. Abdul Moeloek 2014 and 2015. The researchmethod used in this research is the method of analytic research with cross sectionalstudy on the samples used were 111 respondents in patient wards heart disease in Dr.H. Abdul Moeloek Hospital Lampung Province, 2014 & 2015. It has been foundSTEMI with grade 1 hypertension were 58 respondents (52.3%) higher than thesecond degree as much as 11 respondents (9.9%), NSTEMI with grade 1 hypertensionwere 19 respondents (17.1%) lower compared to the second degree as much as 23respondents (20.7%). Based on the statistical test obtained by value p = 0.000 (OR =6.383, 95% CI = 2.632 to 15.478). It can be concluded that there is a significantrelationship between acute myocardial infarction and hypertension.
HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR LINGKUNGA N PERUMAHAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DESA HANURA KECAMATAN TEL UK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016 Tusy Triwahyuni; Festy Ladyani; muhammad yusuf
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v3i4.759

Abstract

Latar Belakang. Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalahkesehatan masyarakat di dunia. Pada tahun 2014 di Indonesia terdapat 456 Kabupaten endemis dari495 Kabupaten yang ada, dengan perkiraan sekitar 45% penduduk berdomisili di daerah yangberisiko tertular malaria. Jumlah kasus pada tahun 2013 sebanyak 2 juta orang dan pada tahun 2014m enurun menjadi 1.774.845.Tujuan. Untuk mengetahui Hubungan Faktor Individual dan Faktor Lingkungan Perumahan terhadapKejadian Malaria di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran ProvinsiLampung Tahun 2015Metode. Penelitian merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitiandilakukan pada bulan Februari-Maret 2016 dan dilaksanakan di Desa Hanura. Terdapat 91 sampel denganmemenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis data dengan uji Chi Square dimana nilai p<0,05 dianggapbermaknaHasil. Pada hasil penelitian ini didapatkan sampel yang pernah mengalami malaria sebanyak 66 orangsedangkan yang belum pernah mengalami malaria sebanyak 25 orang. Dari hasil analisis Chi Square padafaktor individu didapatkan bahwa kelambu dan repellent memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadianmalaria sedangkan obat nyamuk bakar, pakaian tertutup dan kebiasaan keluar rumah tidak memilikihubungan dengan kejadian malaria. Dari faktor lingkungan didapatkan bahwa ventilasi, semak-semak,parit/selokan, dan langit-langit memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian malaria, sedangkankandang ternak tidak memiliki hubungan dengan kejadian malaria.Kesimpulan. Terdapat hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian malaria. Tidak terdapat hubunganantara faktor individu dengan kejadian malaria
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENGHARGAA N DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2016 Tessa Sjahriani; Neno Fitriyani Hasbie; Jaunah Nisa Rahma Pratiwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.029 KB) | DOI: 10.33024/.v3i4.755

Abstract

Latar belakang: Kader posyandu pada umumnya adalah relawan yang berasal dari tokohmasyarakat yang dipandang memiliki kemampuan lebih dibanding anggota masyarakat lainnya.Mereka inilah yang memiliki peranan besar dalam memperlancar proses pelayanan kesehatan primer,namun keberadaan kader relatif labil karena keaktifan kader bersifat sukarela sehingga belummenjalankan fungsinya dengan baik seperti yang diharapkan.Tujuan penelitian : Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan danpenghargaan dengan keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Natar KabupatenLampung Selatan tahun 2016.Metode penelitian : Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader di Wilayah kerja Puskesmas NatarKab. Lampung Selatan tahun 2016 sebesar 61 orang, dan menggunakan 61 responden sebagaisampel. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi squareHasil penelitian : Uji bivariat didapat dari 41 responden dengan pengetahuan kategori kurang baikada sebanyak 29 orang (70,7%) kader Posyandu tidak aktif, sedangkan pada responden denganpengetahuan kategori baik dari 20 orang ada sebanyak 13 orang (65,0%). Dan dari 38 respondendengan penghargaan kategori kurang baik ada sebanyak 28 orang (73,3%) kader posyandu tidakaktif, sedangkan pada responden dengan penghargaan kategori baik dari 23 orang ada sebanyak 15orang (65,2%). Hubungan pengetahuan dengan keaktifan kader p value=0,017, hubunganpenghargaan dengan keaktifan kader p value=0.006.Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dan penghargaan dengan keaktifan kaderPosyandu di Wilayah kerja Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2016
Hubungan Perokok Ringan, Sedang, Berat Terhadap Tekanan Darah Pada Mahasiswa Universitas Malahayati Angkatan Tahun 2013 Zulfian Zulfian; Yesi Nurmalasari; Fadli Mukhlisin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.75 KB) | DOI: 10.33024/.v3i4.760

Abstract

Latar Belakang: Angka kesakitan akibat rokok di Indonesia masih tinggi, rokok menyebabkan lima jutakesakitan tiap tahunnya. Rokok menginduksi pelepasan katekolamin mengganggu fungsi sistemkardiovaskular dengan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah yang dapat menyebabkan hipertensi.Tujuan Penelitian : Mengetahui adanya hubungan perokok ringan, sedang, berat terhadap tekanan darahpada mahasiswa Universitas Malahayati Angkatan tahun 2013.Metode Penelitian : Desain penelitian adalah purposive sampling yang pengambilan sampel di tentukan olehpeneliti dengan berdasarkan tujuan variable atau ukuran ukuran tertentu. Cara pengam bilan sampel dalampenelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling. Data diolah menggunakan SPSS Versi16 denganmenggunakan uji anova.Hasil : Terdapat hubungan antara jumlah dan lama merokok yang dihisap dengan peningkatan tekanan darahsistolik dan diastolik dengan masing nilai p-value <0,05 dan <0,05.Kesimpulan :Ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan jumlah rokok lebih 10 batang per haridanlama merokok lebih dari lima tahun pada mahasiswa lelaki Fakultas Kedokteran UniversitasMalahayatiangkatan 2013 mempunyai resiko lebih besar untuk mengalami peningkatan tekanan darah sistolikdan diastolic dibandingkan yang memiliki kebiasaan merokok dengan jumlah rokok kurang dari 10 batang perhari dan lama merokok kurang dari lima tahun
FAKTOR FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT DAERAH MAYJEND H.M RYACUDU KOTABUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2015 Barudin Barudin; Boby Suryawan; Intan Permatasari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.756

Abstract

Asfiksia berarti hipoksia yang progresif, penimbunan karbondioksida dan asidosis.Berdasarkan datayang diperoleh dari rekam medik RSUD H.M Ryacudu Kota Bumi Lampung Utara kejadian asfiksianeonatorum pada tahun 2014 sebanyak 425 atau (46,97%) dari 905 persalinan dan pada tahun 2015sebanyak 431 atau (48,05%) dari 897 persalinan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktorpenyebab asfiksia neonatorum pada bayi di Rumah Sakit Umum HM Ryacudu Lampung utaraJenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian ini adalah seluruh neonatus yang mengalami asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit UmumHM Ryacudu Lampung Utara pada tahun 2015 sebanyak 431 Neonatus, sampel diambil menggunakanteknik total sampling.Data diperoleh menggunakan lembar cheklist. Analisa data menggunakanunivariat, bivariate menggunakan Chi squareHasil penelitian diketahui sebanyak 232 orang (53,8%) mengalami asfiksia neonatorum dansebanyak 189 orang (43,9%) tidak mengalami asfiksia neonatorum, sebanyak 237 orang (55,0%)mengalami partus lama, dan sebanyak194 orang (45,0%) tidak mengalami partus lama. sebanyak 215orang (49,9%) melakukan persalinan normal, dan sebanyak 216 orang (50,1%) melakukan persalinansectio caesarea, sebanyak 228 orang (52,9%) usia ibu beresiko, dan sebanyak 203 orang (47,1%) usiaibu tidak beresiko,sebanyak 237 orang (55,0%) bayi prematur, dan sebanyak194 orang (45,0%) bayitidak premature. Ada hubungan partus lama (p=0,000), preeklampsia (p=0,008), jenis persalinan(p=0,023), usia ibu (p=0,004), bayi prematur(p=0,012), persalinansulit (p=0,017) dengan kejadianasfiksia neonatorum di Rumah Sakit Umum HM Ryacudu Lampung Utara

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue