cover
Contact Name
Dina Angela
Contact Email
dina_angela@ithb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltelematika@ithb.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur no. 80-84, Kel. Coblong, Kec. Lebak Gede, Bandung, 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Telematika
ISSN : 18582516     EISSN : 25793772     DOI : https://doi.org/10.61769/telematika
Jurnal Telematika is a scientific periodical written in Indonesian language published by Institut Teknologi Harapan Bangsa twice per year. Jurnal Telematika publishes scientific papers from researchers, academics, activist, and practicioners, which are results from scientific study and research in the field of telematics and information technology.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Perancangan Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Playstation 3™ Berbasis Web dengan Metode Forward Chaining Yusup, Maulana; Kristiana, Titin
Jurnal Telematika Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v14i2.274

Abstract

Playstation 3™ is one of the best consoles and is still in great demand by the gaming community. Playstation 3™ sometimes has damage, both hardware and software. Playstation damage experienced by the playstation rental places will bring significant losses to the business owner. For that, we need a system that can diagnose playstation damage relatively quickly and practically compared to diagnoses made manually by humans. Expert systems and forward-chaining method can be applied to diagnose Playstation 3™ damage. The development of this expert system requires hardware and software. This application is also designed web-based to facilitate management and access. The results of this study are the application of the Playstation 3™ damage diagnosis expert system based on indications of problems that occur.Playstation 3™ merupakan salah satu console terbaik dan sampai sekarang masih banyak diminati oleh masyarakat pecinta game. Playstation 3™ kadangkala mengalami kerusakan, baik kerusakan pada hardware maupun softwarenya. Kerusakan playstation yang dialami oleh tempat-tempat penyewaan/rental playstation akan mendatangkan kerugian yang tidak sedikit bagi pemilik usaha tersebut. Untuk itu, diperlukan suatu sistem yang dapat melakukan diagnosis kerusakan playstation dengan relatif lebih cepat dan praktis dibandingkan diagnosis yang dilakukan secara manual oleh manusia. Sistem pakar (expert system) dan metode forward chaining dapat diterapkan untuk melakukan diagnosis kerusakan Playstation 3™. Pengembangan sistem pakar ini membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak. Aplikasi ini juga dirancang berbasis web untuk memudahkan pengelolaan dan pengaksesannya. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi sistem pakar diagnosis kerusakan Playstation 3™ berdasarkan indikasi gejala permasalahan yang terjadi.
Analisis Unauthorized Access Point Menggunakan Teknik Network Forensics Paramita, Felicia; Madeline, Madeline; Alvina, Olga; Sentia, Rahel Esther; Kurniawan, Ade
Jurnal Telematika Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v14i2.287

Abstract

In this era, free access points are found available in various places. But this freedom comes with a price, and only a few users really understand the risk. In a recent survey, 70% of tablet owners and 53% of smartphone owners stated that they use public wifi hotspots. The biggest threat to public wifi security is how a hacker positions himself as a liaison between victims and Authorized Access Points. To do this the hacker creates an Unauthorized Access Point (Fake Access Point). We took a pentester/attacker POV in this artikel for educational purposes, so that users may know the stages of Fake Access Point attack based on Kali Linux, Fluxion. For the digital evidence analysis stage, we used the customized OSCAR (Obtain information, Strategies, Collect Evidence, Analyze and Report) methods, where attacking is the stage for preparation, determining which wifi Access Points is going to be the target of the attack, and carrying out attacks. While, analysis is the stage of analyzing the steps of attack and how to distinguish between AAP and UAP. The results of our research are that after determining the target, the pen tester/attacker will use aircrack-ng on Fluxion to get a handshake, create a fake web interface, then launch a deauth all attack, also known as DoS, to AAP so that the victim / client cannot connect with the AAP and switch to Fake Access Point. The fake web interface will then ask the victim to enter the password, where after the password is found, the pen tester/attacker can see it through Fluxion. As a precautionary measure, the difference between a Fake Access Point and an Authorized Access Point is found in the presence or absence of the padlock symbol (Android) or an exclamation point (Windows 10).Pada zaman ini, free access point telah tersedia di berbagai tempat. Namun, nyatanya kebebasan ini memiliki harga, dan hanya sedikit pengguna yang memahami benar risikonya. Ancaman terbesar terhadap kemanan wifi publik adalah bagaimana seorang hacker memposisikan dirinya sebagai penghubung antar korban dan Authorized Access Point. Untuk melakukan hal tersebut, hacker membuat Unauthorized Access Point (Fake Access Point). Dalam artikel ini pen tester/attacker diambil sudut pandang sebagai dengan tujuan edukasi, agar pengguna mengetahui tahapan serangan Fake Access Point dengan tool Fluxion berbasis OS Kali Linux. Tahapan analisis bukti digital menggunakan metode OSCAR (Obtain Information, Strategies, Collect Evidence, Analyze and Report) yang telah di kostumisasi, di mana attacking adalah tahapan untuk persiapan menentukan target wifi Access Point yang akan diserang serta menjalankan serangan. Analysis adalah tahapan menganalisa langkah penyerangan serta bagaimana cara membedakan Authorized Access Point dengan Unauthorized Access Point. Hasil penelitian yang dilakukan setelah menentukan target, pentester/attacker akan menggunakan Aircrack-ng pada Fluxion untuk mendapatkan handshake, membuat web interface palsu, kemudian melancarkan serangan Deauth all, dikenal DoS ke AAP, sehingga korban/client tidak dapat terkoneksi dan masuk ke Fake Access Point. Web interface palsu kemudian akan meminta korban untuk memasukkan password. Setelah password ditemukan, maka pen tester/attacker dapat melihatnya melalui Fluxion. Sebagai langkah pencegahan, perbedaan antara Fake Access Point dan yang Authorized Access Point ditemukan pada ada tidaknya simbol gembok (Android) atau tanda seru (Windows 10).
Analisis RFID Pasif Untuk Inventory Monitoring Dalam Mendukung Industri 4.0 Gamaliel, Yoyok; Sirait, Tamsir Hasudungan; Nugroho, Tunggul Arief; Juhandi, Triandi Shafa
Jurnal Telematika Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v14i2.272

Abstract

Nowadays, the production process in a factory demandsa rapid adaptation process to keep up with the sustainable market change. Industry 4.0, known as 4 th industry revolution, is a production concept in which all factors of the supply chain production are integrated. The process of gathering, processing and displaying information is significant in the production process of industry 4.0. The product-related information consists of the data of material/product, product location, or product status. The production process starts from the availability of the raw materials in the storage. The list of available materials is defined as inventory. Thus, the monitoring system starts from inventory which monitor the data of material itself. The technology of RFID (Radio Frequency Identifier) sensor helps to identify the materials easily, effectively and efficiently. The RFID tags attached to the materials/products will provide the detailed information about those materials. This research focuses on analyzing the performance of RFID reader using passive tag as well as the process of scanning and parsing of data which then used for monitoring process. The used of writeable tags is recommended. The result of RFID system test show that above 70 percent can be utilized as inventory monitoring.Proses produksi di suatu pabrik sekarang ini memerlukan proses adaptasi yang cepat untuk mengikuti perubahan pasar yang berkelanjutan. Industri 4.0 yang dikenal sebagai revolusi industr keempat adalah konsep produksi di mana semua faktor dalam rantai pasok produksi sudah terintegrasi. Proses produksi yang mendukung Industri 4.0 menjadikan pengumpulan, pengolahan, dan penampilan informasi suatu produksi menjadi hal utama. Informasi yang berkaitan dengan produksi dalam hal ini adalah data tentang produk, lokasi produk, dan status dari produk tersebut di dalam satu proses produksi. Proses produksi dimulai dari keberadaan bahan baku di tempat penyimpanan. Daftar barang yang tersedia di tempat penyimpanan ini disebut sebagai inventory. Oleh karena itu, sistem pemantauan harus dimulai dari inventory. Teknologi sensor RFID (Radio Frequency Identifier) dapat membantu untuk mengenali suatu barang dengan mudah, efektif dan efisien. RFID tag yang dipasangkan pada suatu barang akan memberikan informasi tentang detail barang tersebut. Penelitian ini akan berfokus pada analisis kinerja pasif.
Klasifikasi Pergerakan Tangan dan Kaki Berbasis Sinyal EEG Menggunakan Common Spatial Patterns dan Multilayer Perceptron Backpropagation Widadi, Rahmat; Zulherman, Dodi
Jurnal Telematika Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v14i2.292

Abstract

The artificial bionic appendicular systems, such as hands and feet movement, require the Brain-Computer Interface (BCI) to control the movement. The BCI based movement controlling in a bionic device utilises the EEG signal directly, but the EEG signal classification has to design before it implemented in a BCI device. This study aims to design a classification system for hands and feet movements based on beta channel EEG signals. The system design used the Common Spatial Pattern (CSP) method for feature extraction and stochastic gradient descent in Multilayer Perceptron Backpropagation (MLP-BP) for the hands and feet movement classification. We use the EEG signal from ten subjects to evaluate the design. Also, the variation number of node in MLP-BP to get the system performance based on the confusion matrix. Based on the test results, the improvement of the number of nodes brought the accuracy increasing, especially for variation two, four and eight nodes. The highest mean of system design accuracy reached 94.38% for eight nodes.Teknologi brain computer interface (BCI) dibutuhkan untuk mekanisme pengaturan gerak dari alat bantu bionik sistem appendicular, khususnya tangan dan kaki. Pengendali pergerakan devais bionik berbasis BCI dapat menggunakan sinyal EEG, namun sistem pengelompokan sinyal EEG untuk pergerakan tangan dan kaki dibutuhkan sebagai tahapan awal pengimplementasian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem klasifikasi pergerakan tangan dan kaki berdasarkan sinyal EEG gelombang beta. Rancangan sistem menggunakan metode Common Spatial Patterns (CSP) pada tahap ekstrasi fitur dan stochastic gradient descent dalam Multilayer Perceptron Backpropagation (MLP-BP) untukmengklasifikasi pergerakan tangan dan kaki. Pengujian sistem menggunakan confusion matrix terhadap sepuluh subjek dan variasi jumlah node MLP-BP. Berdasarkan hasil pengujian, nilai rata-rata akurasi sistem dengan jumlah node dua, empat dan delapan meningkat sebanding dengan peningkatan jumlah node, namun nilai rata-rata akurasi menurun kembali saat jumlah node ditingkatkan menjadi enam belas. Rata-rata akurasi rancangan sistem yang tertinggi mencapai 94,38 % pada sistem dengan delapan node pada hidden layer.
Penerapan Sistem Pakar Berbasis Aturan dan Metode Freeman Chain Code pada Aplikasi Pengukuran Isi Botol Wardani, Ken Ratri; Setiawan, Ari; Setiawan, Yohanes
Jurnal Telematika Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v13i2.220

Abstract

In the field of the food or beverage industry, particularly in the beverage industry, a tool is needed to measure the contents of the bottle volume which is useful to supervise the process of bottle filling so that the contents of the bottle is not less or no more than the company limit. Rule-based expert systems can be used to calculate the estimated volume contents of a bottle by giving facts to the bottle and the fact of the bottle tolerance. From these facts will be calculated the estimated volume of the image to be tested and determine whether the image is included in the company standard or not. The chain code method can also be used in a wide screening process that serves to filter unwanted pixels for the purpose of searching the region over the bottle and surface area of the bottle contents. Testing the threshold value of the chain code is performed to find the most optimal threshold value for widespread filtering. Based on the results of testing the most optimal threshold value is 200 and 300 with 100% accuracy and 0.89 milliliter accuracy.Pada bidang industri makanan atau minuman, khususnya pada industri minuman dibutuhkan alat untuk mengukur isi volume botol yang berguna untuk mengatasi masalah dalam pengisian botol sehingga isi botol tidak kurang atau tidak lebih dari batas perusahaan. Sistem pakar berbasis aturan dapat digunakan dalam menghitung perkiraan isi volume suatu botol dengan memberi fakta berupa citra botol berisi volume neto dan fakta berupa citra botol berisi volume toleransi. Dari fakta-fakta tersebut akan dihitung perkiraan volume dari citra yang akan diuji dan menentukan apakah citra tersebut masuk dalam standar perusahaan atau tidak. Metode kode rantai juga dapat digunakan dalam proses penyaringan luas yang berfungsi menyaring piksel-piksel yang tidak diinginkan  untuk keperluan proses pencarian wilayah atas botol dan wilayah permukaan isi botol. Pengujian nilai threshold luas area kode rantai dilakukan untuk mencari nilai threshold paling optimal untuk penyaringan luas. Berdasarkan hasil pengujian nilai threshold paling optimal adalah 200 dan 300 dengan akurasi 100% dan tingkat ketelitian 0,89 mililiter.
Perancangan Sistem Pengisian dan Pembacaan Data Informasi Benda Kerja pada Flexible Manufacturing System dengan Memanfaatkan Teknologi Radio Frequency Identification Utomo, Anggoro Prasetyo; Setiawan, Ari; Gunarto, Frendy Z.
Jurnal Telematika Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v13i2.222

Abstract

Flexible Manufacturing System (FMS) is a manufacturing system consists of Computerized Numerical Control (CNC) machines which are integrated with computer-controlled material handling systems. CNC machine is equipped with a pallet buffer for storing work piece waiting to be processed, while another is being processed inside the machining room. The equipment to replace the work piece from the buffer to the machining room, is Automatic Pallet Changer (APC). CNC machine is also equipped with Automatic Tool Changer (ATC). ATC helps changing the cutting tools automatically in each operation. Work pieces have two surfaces to process, each surface is processed in several operations in one stage. For processing the workpiece, the automatic storage and retrieval system (AS/RS) requires information such as part number, number of stages, number and sequence of operation, operation time and type of cutting tool needed. The purpose of this study is to design system for reading and writing product data information in the FMS, using Radio Frequency Identification (RFID) technology. RFID Reader will be placed on loading/unloading station, stacker crane, pallet stocker, CNC machine and buffer per machine, while RFID tag will be placed on pallets. Thus RFID reader will read RFID tag containing unique identity (UID) which will be connected with part number, number of stages, number and sequence of machining operation, operation time, type of cutting tool and location in real time. This data will be used by stacker crane to deliver the work piece according to its purpose.Flexible Manufacturing System (FMS) adalah sistem manufaktur yang tersusun dari mesin-mesin Computerized Numerical Control (CNC) yang terintegrasi dengan sistem penanganan material yang dikendalikan oleh komputer. Mesin CNC dilengkapi sebuah buffer untuk menyimpan benda kerja yang menunggu untuk diproses, sementara sebuah pekerjaan sedang diproses di dalam mesin. Proses penggantian benda kerja dari buffer ke ruang mesin dilakukan menggunakan Automatic Pallet Changer (APC). Mesin CNC juga dilengkapi dengan Automatic Tool Changer (ATC), yaitu alat yang dapat mengganti perkakas potong secara otomatis. Data status pekerjaan merupakan hal terpenting agar FMS dapat beroperasi tanpa awak. Sistem penanganan material berupa automatic storage and retrieval system (AS/RS) akan bekerja secara otomatis berdasarkan informasi berupa: part number, jumlah stage, jumlah dan urutan operasi, waktu operasi dan jenis perkakas potong mana saja yang diperlukan. Informasi ini tersimpan sebagai data produk dan melekat pada benda kerja. Pada penelitian ini akan dirancang sistem pengisian dan pembacaan data informasi benda kerja menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Rancangan dikembangkan menggunakan RFID reader yang diletakkan pada loading/unloading station, stacker crane, pallet stocker, mesin CNC dan buffer tiap mesin. RFID tag akan diletakkan pada setiap pallet. Dengan demikian RFID reader akan membaca RFID tag yang berisi unique identity (UID) yang akan dihubungkan dengan part number, lengkap dengan informasi jumlah stage, jumlah dan urutan operasi pemesinan, waktu operasi, jenis perkakas potong, serta lokasi secara real-time. Data ini selanjutnya akan digunakan oleh stacker crane untuk mengantar benda kerja sesuai dengan tujuannya.
Perancangan Sistem Informasi Monitoring dan Reporting Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (Studi Kasus: Kelurahan X) Maharani, Herastia; Fiarni, Cut; Mulyani, Shinthia
Jurnal Telematika Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v13i2.242

Abstract

PKK is a movement that aims to empower families to improve people's welfare. PKK has 10 main programs, consisting of Understanding and Practicing Pancasila, Gotong Royong, Food, Clothing, Housing and Housekeeping, Education and Skills, Health, Development of Cooperative Life, Environmental Sustainability, Healthy Planning. The PKK strategy to reach as many families as possible is carried out through the "Dasawisma Group", namely groups of 10 - 20 families that are living close together. The Dasawisma group has citizen data collection activities that are conducted every 6 months. Data collection is carried out using more than one form, with the similar entries. Filling the same data on different forms raises data redundancy that leads to inefficient use of time and form storage and leads to data inconsistencies. This redundancy issue also happened because there is no integration between the main data of each family member in the Kelurahan and the data for the main PKK program. Data processing that has not been integrated will make it difficult for the PKK to solve any problems that occur in its respective neighbourhood, RW (Rukun Warga) or RT (Rukun Tetangga). This research designed a web-based information system that integrates and processes the main data of family members and the data on 10 main PKK programs, and help PKK to monitor and create relevant reports for its program.PKK merupakan sebuah gerakan yang bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PKK memiliki 10 program pokok, terdiri dari: Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, Perencanaan Sehat. Strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga dilaksanakan melalui ―Kelompok Dasawisma‖, yaitu kelompok 10 – 20 KK yang tinggal berdekatan. Kelompok Dasawisma memiliki kegiatan pendataan warga yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pendataan dilakukan menggunakan form yang berjumlah lebihdari satu, dengan isian yang sama. Pengisian data yang sama pada form yang berbeda menimbulkan adanya redundansi data. Rendundansi data yang terjadi menimbulkan adanya pemborosan waktu dan ruang penyimpanan form dan inkonsistensi data. Hal tersebut juga terjadi karena belum adanya integrasi data antara data utama anggota setiap keluarga di Kelurahan dengan data untuk program pokok PKK. Pengolahan data yang belum terintegrasi akan menyulitkan pihak PKK dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan Kelurahan, RW (Rukun Warga), maupun RT (Rukun Tetangga). Pada penelitian ini dirancang sistem informasi berbasis web yang mengintegrasikan dan mengolah data utama anggota keluarga dan data 10 program pokok PKK, serta membantu PKK untuk memonitor dan membuat pelaporan untuk program-programnya.
Penerapan Metode Cluster Pada Algoritma Penentuan Moda dan Rute untuk Meminimasi Biaya Transportasi Kristina, Sonna; Wasingten, Wasingten
Jurnal Telematika Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v13i2.231

Abstract

Transportation cost is a cost that used for transporting product to consumer. One of the ways to reduce transportation cost is to determine the route and minimizing the vehicle usage. To make it easier for driver when deliver the product to customer, the customers are divided into several areas. A general method to assign customer into an area is called clustering method. In the previous research, area of the customer was divided with rayon system. In this research, clustering method will be applied to give a solution to replace rayon system. This research focus on agglomerative hierarchical clustering with clustering nearest neighbor and furthest neighbor method. Clustering will be performed by using a program called IBM SPSS Statistics 22 to generate an amount of cluster based on clustering method used in this research. The previous research that use rayon system with eight cluster, has a total transportation cost at Rp 661.227. Whilst the result in this research using clustering nearest neighbor will generate seven cluster with total transportation cost at Rp 594.635 (total cost has decreased by 10,07%). While using clustering furthest neighbor will generate two cluster with total transportation cost at Rp 571.722 (total cost has decreased by 13,54%). The result of this research show that furthest neighbor method is the best method compare to nearest neighbor method and rayon system.Biaya transportasi merupakan biaya yang digunakan untuk mengirimkan produk kepada konsumen. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan biaya transportasi adalah dengan penentuan rute dan minimasi moda transportasi yang digunakan. Untuk memudahkan penugasan dalam melakukan pengiriman kepada konsumen, maka konsumen dibagi menjadi beberapa daerah. Metode yang paling umum untuk digunakan untuk membagi daerah tersebut adalah metode clustering. Pada penelitian sebelumnya, pembagian daerah konsumen menggunakan sistem rayon. Pada penelitian ini, metode clustering akan diterapkan untuk memberikan solusi terhadap pembagian daerah menggantikan sistem rayon. Penelitian ini berfokus pada agglomerative hierarchical clustering, dengan metode clustering yang digunakan adalah nearest neighbor dan furthest neighbor. Clustering akan dilakukan dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 untuk memberikan jumlah cluster berdasarkan metode clustering yang digunakan. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan sistem rayon berjumlah delapan cluster, hasil total biaya transportasi sebesar Rp 661.227. Hasil penelitian dengan menggunakan metode clustering nearest neighbor akan membentuk tujuh cluster, dengan total biaya transportasi Rp 594.635 atau penurunan sebesar 10,07%, sedangkan dengan menggunakan clustering furthest neighbor, akan terbentuk dua cluster dengan total biaya transportasi Rp 571.722 atau penurunan sebesar 13,54%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode clustering furthest neighbor memiliki hasil yang terbaik dibandingkan dengan metode clustering nearest neighbor dan sistem rayon.
Penentuan Rute dan Moda Distribusi Sepeda Motor pada PT. XYZ dengan Mempertimbangkan Kendaraan yang Heterogen dan Kapasitas Berlebih Sitepu, Teguh E.N; Mantiri, Jacquiline E.M
Jurnal Telematika Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v13i2.245

Abstract

PT. XYZ is a distributor of motorcycles in Bandung. Within a day, there are around 12 unit of motorcycles that should be delivered by PT. XYZ to various location. The scattered location makes PT. XYZ must determine the route and mode of distribution to minimize transportation costs. This paper will solve VRP (Vehicle Routing Problem) faced by PT. XYZ. There are few assumptions used in basic VRP model, one of them is the homogeneity of distribution modes and limited vehicle capacity. In fact, PT. XYZ can distribute motorcycles using various distribution modes, for example using pick-up and trucks. Moreover, PT. XYZ can carry motorcycles exceeding mode capacity but with the consequence of additional cost for bulkheads between motorcycles. Because VRP model is an NP-Hard problem, this paper will propose the development of saving algorithm, to minimize long computing time. The total of transportation costs generated using Lingo software reached IDR 86.635,- while the saving algorithm reached IDR 217.898,-. For distribution routes, Lingo software produced 5 distribution routes while the saving algorithm produces 3 distribution routes. All routes, both produced by Lingo software and the saving algorithm using distribution mode with capacity of 10 units. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang distribusi sepeda motor di Kota Bandung. Dalam sehari, terdapat sekitar 12 unit permintaan sepeda motor yang harus dipenuhi PT. XYZ dari berbagai kecamatan. Lokasi permintaan yang tersebar mengakibatkan PT. XYZ harus menentukan rute dan moda distribusi dengan baik agar dapat meminimasi biaya transportasi. Penelitian ini akan menyelesaikan permasalahan VRP (Vehicle Routing Problem) yang dialami oleh PT. XYZ. Terdapat beberapa asumsi yang digunakan pada model VRP dasar, salah satunya adalah homogenitas moda distribusi dan kapasitas angkut yang terbatas. Pada kenyataannya, PT. XYZ dapat mengirim sepeda motor menggunakan berbagai moda, misalnya menggunakan mobil pick-up dan truk. Selain itu, PT. XYZ dapat mengangkut sepeda motor melebihi kapasitas angkut namun dengan konsekuensi adanya penambahan biaya untuk sekat antar sepeda motor. Karena model VRP merupakan permasalahan NP-Hard, penelitian ini akan mengusulkan pengembangan algoritma saving untuk meminimasi waktu komputasi yang sangat lama. Total biaya transportasi yang dihasilkan menggunakan software Lingo mencapai Rp 86.635,- sedangkan algoritma saving menghasilkan Rp 217.898,-. Untuk rute pendistribusian, software Lingo menghasilkan 5 rute distribusi sedangkan algoritma saving menghasilkan 3 rute distribusi. Semua rute, baik yang dihasilkan oleh software Lingo maupun algoritma saving menggunakan kendaraan dengan kapasitas 10 unit. 
Penerapan Abstract Syntax Tree dan Algoritma Damerau-Levenshtein Distance untuk Mendeteksi Plagiarisme pada Berkas Source Code Rusdianto, Stephanie; Chaniago, Ria
Jurnal Telematika Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v13i2.236

Abstract

Plagiarism source code is a program that is made up of other programs that have same syntax structure. In this research, the approach used to detect plagiarism is tree-based by building abstract syntax tree base on grammar on two predefined plagiarism files source code. Damerau-Levenshtein Distance Algorithm will calculate the tree structure formed minimum distance value to get the percentage of similarity. Previously, the application calculated the value of threshold obtained from the average value of plagiarism plot paired pairs, and then were reduced to its standard deviation to be able to declare that both files are plagiarism or not. This research analyzes the best use of grammar between jexer rule or a combination of lexer and parser rule, the best use of preprocessing combination and the best use of distance value of Damerau-Levenshtein Distance Algorithm. Based on the tests performed, the use of grammar lexer and parser rule resulted the highest accuracy of 97.435 % by taking 118,115 seconds and threshold used is 88.2314 %.The combination of preprocessing resulted highest accuracy of 97.435% by using whole preprocessing existing or by using preprocessing comment only. For the best distance value is 4 with highest accuracy 97.435 %.Plagiarisme source code adalah jika sebagai sebuah program yang terbentuk dari program lainnya dan memiliki struktur syntax yang sama. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan untuk mendeteksi plagiarisme adalah tree-based dengan membangun abstract syntax tree atas dua berkas source code terduga plagiat berdasarkan grammar yang telah dirancang. Struktur tree yang terbentuk akan dihitung nilai jarak minimumnya dengan Damerau-Levenshtein Distance Algorithm untuk mendapatkan persentase kemiripan. Sebelumnya, aplikasi menghitung nilai threshold yang didapatkan dari nilai rata-rata kemiripan pasangan berkas plagiat yang dikurangi dengan simpangan bakunya untuk dapat menyatakan kedua berkas masukan plagiat atau tidak. Penelitian ini menganalisis penggunaan grammar terbaik antara lexer rule atau kombinasi lexer dan parser rule, penggunaan kombinasi preprocessing terbaik serta penggunaan nilai jarak terbaik pada Damerau-Levenshtein Distance Algorithm. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, penggunaan grammar lexer dan parser rule menghasilkan akurasi tertinggi yaitu 97.435 % dengan memakan waktu 118,115 detik dengan nilai threshold 88.2314 %. Kombinasi preprocessing yang menghasilkan akurasi tertinggi 97.435 % menggunakan seluruh preprocessing yang ada atau dengan menggunakan prerpocessing comment saja. Untuk nilai jarak terbaik adalah nilai jarak sebesar 4 dengan akurasi tertinggi, yaitu 97.435 %.