cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 3,645 Documents
IMPLEMENTASI REKRUTMEN GURU HONORER DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 1 TUHEMBERUA Nirmala Zai; Yamolala Zega; Fatolosa Hulu; Eliagus Telaumbanua
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4923

Abstract

Abstract: This study aims to describe the recruitment process of honorary teachers at SMA Negeri 1 Tuhemberua and to analyze the impact of student learning outcomes on the recruitment of honorary teachers at SMA Negeri 1 Tuhemberua. This study uses a qualitative method with five informant. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Researchers use data analysis techniques including data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that the recruitment process for honorary teachers at SMA Negeri 1 Tuhemberua is guided by law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers Article 9 which states that academic qualifications as referred to in Article 8 are obtained through higher education, undergraduate programs or diploma four programs, prospective honorary teachers submit applications or letters addressed to the principal. The next step is for the application acceptance committee to verify the administrative documents. If the documents meet the administrative honorary teachers will be contacted for an interview. Once the prospective honorary teachers pass the interview, they will be assigned to teach in the classroom. The impact of student learning outcomes at SMA Negeri 1 Tuhemberua after the recruitment of honorary teachers has seen a significant increase in student learning outcomes, as evidenced by the large number of students in the class who are more enthusiastic and active in class. Students at SMA Negeri 1 Tuhemberua have participated in numerous academic activities in the National Science Olympiad (OSN) competitions in Geography, Astronomy, Mathematics, Chemistry and Physics. These students have competed at the Regency and Provincial levels.  In addition to academic activities, students of SMA Negeri 1 Tuhemberua are able to participate in no-academic activities such as football, volleyball, martial arts, arts and cultural arts studios, FLS2N and two students of SMA Negeri 1 Tuhemberua won 1st and 3rd place in the 2024 North Nias Regency Tourism Princess event at the sub-district, district and provincial in North Sumatra. This means that the quality of education at SMA Negeri 1 Tuhemberua is very good, this cannot be separated from the quality of the teachers themselves. Keywords: Implementatio, Honorary Teachers, Quality of Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses rekrutmen guru honorer di SMA Negeri 1 Tuhemberua dan untuk menganalisis dampak hasil belajar siswa terhadap perekrutan guru honor di SMA Negeri 1 Tuhemberua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah informan lima orang. Tekinik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik analisis data antara lain reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perekrutan guru honorer di SMA Negeri 1 Tuhemberua  mengikuti peraturan komite sekolah SMA Negeri 1 Tuhemberua dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 9 yang berbunyi kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat, Para calon guru honor menyerahkan permohonan atau surat yang ditujukan kepada Kepala Sekolah. Dan langkah selanjutnya oleh Panitia penerimaan berkas lamaran akan melakukan verifikasi terhadap berkas administrasi. Apabila berkas memenuhi syarat administrasi maka calon guru honor dihubungi untuk mengikuti tahapan seleksi wawancara. Ketika calon guru honor dinyatakan lulus wawancara maka akan diberikan tugas mengajar dikelas. Dampak hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Tuhemberua setelah perekrutan guru honor terjadi peningkatan hasil belajar siswa signifikan terbukti dengan banyaknya siswa didalam kelas lebih semangat dan giat dalam belajar. Siswa di SMA Negeri 1 Tuhemberua telah banyak mengikuti kegiatan akademik dalam perlombaan Oliampiade Sains Nasional (OSN) bidang mata pelajaran Geografi, Astronomi, Matematika, Kimia dan Fisika. Para siswa yang mengikuti perlombaan tersebut mampu berkompetisi ditingkat Kabupaten dan tingkat Propinsi.  Selain kegiatan akademik, para siswa SMA Negeri 1 Tuhemberua mampu mengikuti kegiatan non akademik seperti kegiatan olahraga sepak bola, volly ball, pencak silat, seni dan sanggar budaya, FLS2N dan dua siswa SMA Negeri 1 Tuhemberua mendapat juara 1 dan 3 pada kegiatan Putri Pariwisata Kabupaten Nias Utara tahun 2024 ditingkat Kecamatan, Kabupaten dan Propinsi Sumatera Utara. Artinya, bahwa kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Tuhemberua sangat baik, hal tersebut tidak terlepas dari kualitas guru itu sendiri. Kata kunci: Implementasi, Guru Honor, Kualitas Pendidikan 
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS III SD DALAM MEMAHAMI KONSEP PERKALIAN DI SDN 010106 SEI SILAU BARAT Anim Anim; Dinda Ariyani; Ruri Ayu Ningsih; Ruri Emalia
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4924

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the difficulties experienced by third-grade students in understanding the concept of multiplication at SDN 010106 Sei Silau Barat. The study involved 19 students as research subjects and employed a descriptive qualitative method with data collected through written tests. The tests were designed to identify the types of difficulties students faced in learning the basic concept of multiplication, such as errors in memorizing multiplication facts, inability to associate multiplication with repeated addition, and mistakes in applying the concept to word problems. The findings revealed that most students still struggled to connect the concept of multiplication with the concrete meaning of repeated processes. This indicates that students have not yet developed a strong conceptual understanding of multiplication and tend to rely on rote memorization instead of meaningful comprehension. Furthermore, it was found that the main causes of these difficulties were insufficient conceptual understanding, learning habits focused on memorization, and the limited use of contextual learning media that could help visualize the concept. Therefore, it is suggested that teachers implement more concrete and contextual teaching approaches, such as using real-life examples, manipulatives, and visual aids, to help students grasp the meaning of multiplication deeply and meaningfully, fostering better understanding and long-term retention of mathematical concepts. Keyword: difficulties; students;multiplication;understanding;contextual. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dialami siswa kelas III dalam memahami konsep perkalian di SDN 010106 Sei Silau Barat. Subjek penelitian berjumlah 19 orang siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes tertulis. Tes tersebut dirancang untuk mengidentifikasi jenis kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami konsep dasar perkalian, seperti kesalahan dalam menghafal fakta perkalian, ketidakmampuan mengaitkan perkalian dengan penjumlahan berulang, serta kesalahan dalam penerapan konsep pada soal cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep perkalian dengan makna konkret dari proses berulang. Selain itu, ditemukan bahwa faktor utama penyebab kesulitan tersebut adalah kurangnya pemahaman konseptual, kebiasaan belajar yang mengandalkan hafalan, serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang kontekstual. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih konkret dan kontekstual untuk membantu siswa memahami konsep perkalian secara mendalam. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar. Kata Kunci: kesulitan; perkalian; siswa; pemahaman; kontekstual.
IMPLEMENTASI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1 TAHUN 2024 TENTANG PEDOMAN MENGADILI PERKARA PIDANA BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF Suriani Suriani; Mhd. Azhari Efendi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4925

Abstract

Abstract: Restorative justice is a new approach to the criminal justice system that prioritizes the principle of restoration over retribution. Unlike conventional approaches that focus on punishing the perpetrator, restorative justice emphasizes dialogue, reparation, and the creation of consensus between the perpetrator, victim, and community. This approach is considered more humane and capable of providing equitable solutions for all parties. Supreme Court Regulation of the Republic of Indonesia Number 1 of 2024 was issued in response to the need for official guidelines for judges in applying restorative justice principles. The introduction of this Supreme Court Regulation represents a strategic step in encouraging a paradigm shift in criminal law that focuses not only on the perpetrator but also considers the rights and interests of victims. The Tanjungbalai District Court is one of the courts that has begun implementing this Supreme Court Regulation. However, implementation in the field has not always been smooth. Various obstacles arise from regulations, lack of understanding of officials, limited resources, and resistance from the legal community itself. Therefore, an in-depth study is needed to determine the extent to which this Supreme Court Regulation is being implemented and the obstacles faced by the Tanjungbalai District Court. Keyword: Restorative Justice; Criminal Cases; Courts Abstrak: Keadilan restoratif merupakan pendekatan baru dalam sistem peradilan pidana yang mengedepankan prinsip pemulihan (restorasi) dibanding pembalasan (retribusi). Berbeda dari pendekatan konvensional yang berorientasi pada pemberian hukuman terhadap pelaku, keadilan restoratif lebih menekankan pada proses dialog, pemulihan kerugian, dan penciptaan kesepakatan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Pendekatan ini dianggap lebih humanis dan mampu memberikan solusi yang berkeadilan bagi semua pihak. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 lahir sebagai respon terhadap kebutuhan akan pedoman resmi bagi hakim dalam menerapkan prinsip keadilan restoratif. Kehadiran Peraturan Mahkamah Agung ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi paradigma hukum pidana yang tidak hanya berfokus pada pelaku, melainkan juga memperhatikan hak-hak dan kepentingan korban. Pengadilan Negeri Tanjungbalai menjadi salah satu pengadilan yang telah mulai mengimplementasikan Peraturan Mahkamah Agung ini. Namun demikian, penerapan di lapangan tidak selalu berjalan lancar. Terdapat berbagai hambatan baik dari segi regulasi, pemahaman aparat, keterbatasan sarana, hingga resistensi dari masyarakat hukum itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam mengenai sejauh mana Peraturan Mahkamah Agung ini diterapkan dan bagaimana kendala yang dihadapi oleh Pengadilan Negeri Tanjungbalai. Kata kunci: Keadilan Restoratif; Perkara Pidana; Pengadilan. 
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SMP KEMALA BHAYANGKARI MAKASSAR Nurhikmah Nurhikmah; Tri Angriawan; Nurliati Syamsuddin
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4928

Abstract

Abstrak: This study aims to develop a cooperative learning model of the Jigsaw type based on the HIKMAH syntax, tailored to the characteristics of Physical Education learning at the junior high school level. The background of the research stems from the issue of low student participation and engagement in Physical Education classes, which are still predominantly teacher-centered. This research employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation).The product developed includes a model guidebook, lesson plans (RPP), student activity sheets (LAS), and assessment instruments. The model integrates the stages of the Jigsaw type into the HIKMAH syntax (Connect–Identify–Group–Deliberate–Apply–Reflect). Validation by content experts, cooperative learning experts, and educational evaluation experts concluded that the product is suitable for use with minor revisions. A limited trial was conducted on 8th-grade students of SMP Kemala Bhayangkari Makassar.The results showed that the developed model increased student active participation, improved group collaboration, and enhanced learning outcomes. The average student score improved from 68 (pretest) to 83 (posttest), with more than 80% of students actively engaged. Therefore, the cooperative learning model of the Jigsaw type based on HIKMAH syntax is effective for use in junior high school Physical Education. Keywords: development, learning model, cooperative, Jigsaw, Physical Education, HIKMAH Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbasis sintaks HIKMAH yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMP. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi aktif dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PJOK, yang masih didominasi oleh pendekatan teacher-centered. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Produk yang dikembangkan meliputi buku panduan model pembelajaran, RPP, lembar aktivitas siswa (LAS), dan instrumen evaluasi. Model ini mengintegrasikan tahapan Jigsaw ke dalam sintaks HIKMAH (Hubungkan–Identifikasi–Kelompokkan–Musyawarahkan–Aplikasikan–Hasilkan refleksi). Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli pembelajaran kooperatif, dan ahli evaluasi pendidikan, menunjukkan bahwa produk dinyatakan layak digunakan dengan revisi minor. Uji coba terbatas dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Kemala Bhayangkari Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat kerja sama dalam kelompok, dan meningkatkan hasil belajar. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 68 (pretest) menjadi 83 (posttest), dengan lebih dari 80% siswa menunjukkan keterlibatan aktif. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbasis HIKMAH efektif digunakan dalam pembelajaran PJOK tingkat SMP.Kata kunci: pengembangan, model pembelajaran, kooperatif, Jigsaw, Pendidikan Jasmani, HIKMAH
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS V MIT AL-BAROKAH PADA MATERI PERBANDINGAN Anim Anim; Chaliza Shabina Pulungan; Nurhikmah Lubis; Gina Yuningsih
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4929

Abstract

Abstract: This research is aimed at exploring broadly how fifth grade students at MIT AL BAROKAH Tanjung Balai build conceptual understanding related to comparative material through a qualitative approach that utilizes information collection from conceptual understanding tests and unstructured interviews which are then processed through the stages of data summarization, presentation of findings and final interpretation referring to the thoughts of Miles and Huberman. The results of data processing show that the majority of the 12 fifth grade students at MIT AL BAROKAH show tendencies as described below: (1) The level of mastery of mathematical concepts in the comparison material shows that there are 4 students in the high category, then 2 students are in the medium category and 6 students are in the low category based on the results of mapping their abilities; (2) The level of mathematical concept comprehension ability with detailed indicators of restating a concept related to understanding the relationship between mathematical topics, indicators providing examples and non-examples of mathematical concepts related to applying mathematical concepts to other scientific disciplines, and indicators applying related concepts in everyday life. Keyword: conceptual understanding; comparison; basic education. Abstrak: Penelitian ini diarahkan untuk mengungkap secara mendalam kemampuan pemahaman konsep para siswa kelas V di MIT AL BAROKAH Tanjung Balai mengenai materi perbandingan melalui pendekatan kualitatif yang menghimpun data dari tes pemahaman konsep dan wawancara bebas yang selanjutnya diproses dengan langkah peringkasan penyajian serta simpulan akhir mengikuti gagasan Miles dan Huberman. Temuan proses analisis memperlihatkan bahwa mayoritas dari 12 peserta didik kelas V MIT AL BAROKAH menampakkan kecenderungan sebagaimana dijelaskan berikut: (1) Tingkatan pemahaman konsep matematika dalam materi perbandingan memperlihatkan bahwa ada 4 peserta didik pada tingkatan tinggi kemudian 2 peserta didik pada tingkatan sedang serta 6 peserta didik pada tingkatan rendah setelah dilakukan pemetaan kemampuan; (2) Tingkatan pemahaman konsep matematika meliputi uraian indikator tentang kemampuan menyatakan kembali gagasan matematika yang berhubungan dengan pengenalan relasi antar topik matematika kemudian indikator yang menunjukkan kecakapan memberikan contoh maupun bukan contoh dari konsep matematika yang terkait dengan penerapan konsep dalam berbagai cabang ilmu serta indikator kemampuan mengaplikasikan konsep tersebut dalam kegiatan hidup sehari hari. Kata kunci: pemahaman konsep; perbandingan; pendidikan dasar.
ANALISIS KESULITAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN SD SWASTA ALWASHLIYAH 80 KISARAN Anim Anim; Nur Winda Dewi; Suci Ramayanti; Maisahara Dalimunthe
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4930

Abstract

Abstract: This study aims to describe students' mathematical communication skills in solving comparison problems. A total of 32 sixth-grade students at AlWashliyah 80 Kisaran Private Elementary School were the subjects of this study. Data were collected by giving three essay questions focusing on comparison material. The results of the analysis showed that only a small percentage of students, namely 18.75%, had high mathematical communication skills. Another 25% were in the moderate category, while the majority of students, 56.25%, were classified as having low communication skills. Students in the high category were able to meet all the expected indicators, while students in the moderate category were only able to master two indicators. Students in the low category were generally only able to achieve one indicator. These findings confirm that mathematical communication skills play an important role in helping students understand problems and solve math questions more effectively. Keywords: Analysis; ability; mathematical communication; comparison. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menggambarkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal perbandingan. Sebanyak 32 siswa kelas VI di SD Swasta AlWashliyah 80 Kisaran menjadi subjek dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui pemberian tiga soal uraian yang berfokus pada materi perbandingan. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil siswa, yakni 18,75%, yang memiliki kemampuan komunikasi matematis pada kategori tinggi. Sebanyak 25% lainnya berada pada kategori sedang, sedangkan mayoritas siswa, yaitu 56,25%, tergolong memiliki kemampuan komunikasi yang rendah. Siswa yang termasuk kategori tinggi mampu memenuhi seluruh indikator yang diharapkan, sementara siswa yang berada pada kategori sedang hanya dapat menguasai dua indikator. Adapun siswa dengan kategori rendah umumnya hanya mampu mencapai satu indikator saja. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan komunikasi matematis memegang peran penting dalam membantu siswa memahami persoalan dan menyelesaikan soal matematika secara lebih efektif. Kata kunci: Analisis; kemampuan; komunikasi matematis; perbandingan.
ANALISIS SENTIMEN TERHADAP ULASAN PENGGUNA APLIKASI RUMAH PENDIDIKAN DI PLAYSTORE MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES Abdul Razaq; Rahmat Hidayat; Ryan Fahreza Pasaribu; Zulham Sitorus
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4935

Abstract

Abstract: The development of digital technology has led to the emergence of various educational applications that play an important role in supporting the teaching and learning process. One of the most widely used applications is Rumah Pendidikan, which provides a variety of online learning features. However, user perceptions and experiences of this application vary greatly, requiring a systematic analysis to determine public sentiment towards the application. This study aims to apply the Naive Bayes Classifier algorithm in analyzing user sentiment reviews of the Rumah Pendidikan application on the Google Playstore platform. The data, consisting of 284 reviews, was classified into three sentiment categories, namely positive, negative, and neutral. The analysis process included data cleaning, tokenization, stopword removal, and TF-IDF vectorization before classification. The results show that the Naive Bayes algorithm is capable of classifying sentiment with an accuracy of 78.95%, a precision value of 72%, a recall of 67%, and an F1-score of 70%. These findings indicate that the Naive Bayes approach is effective in identifying user sentiment towards the Rumah Pendidikan application. The findings of this analysis can be used by developers as a basis for consideration in improving the quality of the application and user satisfaction in the future.Keyword: Sentiment Analysis, Naive Bayes, Rumah Pendidikan Application, Google Play Store Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai aplikasi pendidikan yang berperan penting dalam mendukung proses belajar-mengajar. Salah satu aplikasi yang banyak digunakan adalah Rumah Pendidikan, yang menyediakan beragam fitur pembelajaran daring. Meskipun demikian, persepsi dan pengalaman pengguna terhadap aplikasi ini sangat beragam, sehingga diperlukan analisis yang sistematis untuk mengetahui sentimen masyarakat terhadap aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Naive Bayes Classifier dalam menganalisis sentimen ulasan pengguna terhadap aplikasi Rumah Pendidikan pada platform Google Playstore. Data yang terdiri atas 284 ulasan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sentimen, yaitu positif, negatif, dan netral. Proses analisis meliputi tahap data cleaning, tokenization, stopword removal, serta TF-IDF vectorization sebelum dilakukan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Naive Bayes mampu mengklasifikasikan sentimen dengan akurasi sebesar 78.95%, nilai precision sebesar 72%, recall sebesar 67%, dan F1-score sebesar 70%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Naive Bayes mampu bekerja secara efektif dalam mengidentifikasi sentimen pengguna terhadap aplikasi Rumah Pendidikan. Temuan analisis tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengembang sebagai dasar pertimbangan dalam meningkatkan kualitas aplikasi dan tingkat kepuasan pengguna di masa mendatang.Kata kunci: Analisis Sentimen, Naive Bayes, Rumah Pendidikan, Playstore
ANALISIS KESULITAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PECAHAN DI SDN 010085 KISARAN Fiqih Andrian Nasution; Juwita Juwita; Luri Nursucita; Anim Anim
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4936

Abstract

Tujuan dan sasaran dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi kemampuan siswa khususnya siswa kelas V di SDN 010085 Kota Kisaran tepatnya pada pemecahan masalah mengenai pecahan, terutama pada operasi hitung matematika kabatakur (kali, bagi, tambah kurang) pada materi pecahan. Pemecahan masalah matematika harus dimiliki oleh peserta didik pada pembelajaran matematika yang sangat berguna juga untuk kedepannya, maka dari itu peneliti melakukan penelitian atau evaluasi mengenai ini. Cara pemecahan masalah menurut Polya, yang mengevaluasi keterampilan pemecahan masalah siswa, diterapkan dalam metode penelitian kualitatif deskriptif ini. Metode ini memiliki 4 langkah yakni: memahami masalah, merumuskan solusi atau hasil, melakukan rencana, dan menganalisis hasilnya. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih subjek penelitian. Dari 12 siswa kelas V SDN 010085 Kota Kisaran, yang telah melakukan tes soal mengenai pemecahan masalah terdapat siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah pada kelompok “Tinggi” sebanyak 41,7%, kemudian siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah pada kelompok “Sedang” sebanyak 16,7%, dan siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah pada kelompok “Rendah” sebanyak 41,7%.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN EKOENZIM TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Maimunah Siregar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4937

Abstract

Abstract: This study aimed to evaluate the effects of chicken manure organic fertilizer and eco-enzyme on the growth and yield of shallot (Allium ascalonicum L.). The research was conducted at Jalan Tani Asli No. 03, Dusun I, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, North Sumatra. The experiment used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors, 2 blocks, and 32 treatment combinations. The first factor was chicken manure organic fertilizer (A) with four levels: A0 = 100% topsoil, A1 = 75% topsoil + 25% chicken manure, A2 = 50% topsoil + 50% chicken manure, and A3 = 25% topsoil + 75% chicken manure. The second factor was eco-enzyme (E) with four levels: E0 = 0 ml/300 ml water/plant, E1 = 10 ml/300 ml, E2 = 20 ml/300 ml, and E3 = 30 ml/300 ml. Observed parameters included plant height, number of tillers, fresh bulb weight per plot, dry bulb weight per plot, and bulb diameter per sample. The results showed that chicken manure significantly affected all measured parameters, while the application of eco-enzyme and the interaction between both factors did not have a significant effect.Keywords: : Chicken Manure Organic Fertilizer, Ecoenzymes, Shallots. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk organik kotoran ayam dan ekoenzim terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan di Jalan Tani Asli No. 03, Dusun I, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, 2 blok, dan 32 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk organik kotoran ayam (A) dengan empat taraf: A0 = 100% topsoil, A1 = 75% topsoil + 25% kotoran ayam, A2 = 50% topsoil + 50% kotoran ayam, dan A3 = 25% topsoil + 75% kotoran ayam. Faktor kedua adalah ekoenzim (E) dengan empat taraf: E0 = 0 ml/300 ml air/tanaman, E1 = 10 ml/300 ml, E2 = 20 ml/300 ml, dan E3 = 30 ml/300 ml. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot umbi basah per plot, bobot umbi kering per plot, dan diameter umbi per sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran ayam berpengaruh sangat nyata pada seluruh parameter, sedangkan pemberian ekoenzim maupun interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh signifikan.Kata kunci: Bawang Merah, Ekoenzim, Pupuk Organik Kotoran Ayam.
OPTIMIZING SOCIAL RESOURCE ALLOCATION THROUGH FUZZY SUGENO INFERENCE NETWORKS FOR DISABILITY PRIORITIZATION IN PUBLIC ASSISTANCE PROGRAMS Mas Sofyan; Khairul Saleh
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4938

Abstract

Abstract: Resource scarcity in social assistance programs necessitates systematic prioritization mechanisms that integrate multidimensional vulnerability indicators while maintaining transparency and reproducibility. This research proposes a computational framework leveraging Fuzzy Sugeno inference systems to optimize allocation decisions for vulnerable populations, specifically persons with disabilities. The approach transforms qualitative expert assessments and socioeconomic indicators into quantifiable priority scores through four-stage fuzzy processing: fuzzification of crisp input values into membership degrees, activation of 27 IF-THEN inference rules, computation of weighted ?-predicates via minimum operator, and defuzzification via Sugeno's weighted average method producing normalized output [0,1]. Implementation utilized PHP-MySQL architecture with JavaScript-based visualizations to develop a web-accessible prototype capable of processing multifactorial household profiles. Validation across 10 representative cases demonstrates superior consistency relative to conventional manual assessment approaches. The system eliminates subjective bias through deterministic rule-based inference while maintaining semantic alignment with domain expertise. Results indicate the framework generates transparent, auditable, and scalable solutions for social policy implementation, addressing persistent challenges in allocating limited public resources to maximally deserving beneficiaries. The methodology contributes novel applications of computational intelligence to public administration and extends Sugeno fuzzy logic paradigms beyond traditional forecasting domains toward decision support systems.Keyword: fuzzy sugeno; resource allocation; vulnerability assessment; disability prioritization; social policy Abstrak: Kelangkaan sumber daya dalam program bantuan sosial menuntut mekanisme prioritisasi sistematis yang mengintegrasikan indikator kerentanan multidimensi sambil mempertahankan transparansi dan reproducibilitas. Penelitian ini mengusulkan kerangka komputasi yang memanfaatkan sistem inferensi Fuzzy Sugeno untuk mengoptimalkan keputusan alokasi bagi populasi rentan, khususnya penyandang disabilitas. Pendekatan mentransformasi penilaian ahli kualitatif dan indikator sosial-ekonomi menjadi skor prioritas terkuantifikasi melalui pemrosesan fuzzy empat tahap: fuzzifikasi nilai input crisp menjadi derajat keanggotaan, aktivasi 27 aturan inferensi IF-THEN, komputasi ?-predikat tertimbang via operasi minimum, dan defuzzifikasi via metode rata-rata tertimbang Sugeno menghasilkan output ternormalisasi [0,1]. Implementasi memanfaatkan arsitektur PHP-MySQL dengan visualisasi berbasis JavaScript untuk mengembangkan prototipe web-accessible mampu memproses profil rumah tangga multifaktorial. Validasi lintas 10 kasus representatif menunjukkan konsistensi superior relatif terhadap pendekatan penilaian manual konvensional. Sistem mengeliminasi bias subjektif melalui inferensi berbasis aturan deterministik sambil mempertahankan keselarasan semantik dengan expertise domain. Hasil mengindikasikan kerangka kerja menghasilkan solusi transparan, dapat diaudit, dan scalable untuk implementasi kebijakan sosial, mengatasi tantangan persisten alokasi sumber daya publik terbatas kepada beneficiary paling layak. Metodologi berkontribusi aplikasi novel soft computing terhadap administrasi publik dan memperluas paradigma logika fuzzy Sugeno melampaui domain forecasting tradisional menuju sistem pendukung keputusan.Kata kunci: fuzzy sugeno; alokasi sumber daya; penilaian kerentanan; prioritisasi disabilitas; kebijakan sosial