cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 3,645 Documents
PRIORITAS KEBUTUHAN PELATIHAN PENYULUH PERIKANAN BERBASIS ANALISIS HIERARKI PROSES (AHP) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI ERA DIGITAL DI  SATMINKAL BPPP MEDAN Yulya Fitria; Lis M Yapanto; I Ketut Sumandiarsa
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6094

Abstract

Abstract: In the era of Industrial Revolution 4.0 and the transition toward Society 5.0, Indonesia's marine and fisheries sector faces a digital transformation imperative to maintain global competitiveness and resource sustainability. Fisheries extension officers, acting as agents of change, are required to possess adaptive digital competencies to facilitate technology adoption among stakeholders. However, existing training programs are often generic and lack prioritization based on real-world needs and strategic impact. This study aims to map digital competency gaps and formulate strategic training priorities by integrating individual needs with expert perspectives. The research employs a quantitative approach with a two-stage analytical design. A case study was conducted at the Base Administrative Unit (Satminkal) of the Center for Fisheries Training and Extension (BPPP) Medan. In the first stage, a Training Needs Analysis (TNA) was conducted on 230 extension officers to measure digital competency gaps across 12 indicators, followed by a Pareto Analysis to identify critical competencies (the vital few). In the second stage, the five critical competencies identified from the TNA were evaluated by a panel of nine experts using the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine final priorities based on four criteria: urgency, impact on performance, policy alignment, and gap severity. TNA findings revealed the highest gaps in technical competencies: "Operation of Fisheries-Specific Applications" (gap -1.33) and "Digital Content Production" (gap -1.31). Pareto Analysis confirmed that 78.4% of the total gap originated from five vital competencies. AHP results indicated that "Impact on Performance" was the primary determinant (weight 40.1%). The synthesis produced "Operation of Fisheries-Specific Applications" as the top priority (global weight 0.397). The integration of TNA and AHP produces more precise training priorities for effective resource allocation in the digital age.   Keywords: Fisheries Extension Officers; Digital Competence; Training Needs Analysis; Pareto Analysis; Analytical Hierarchy Process   Abstrak: Di era Revolusi Industri 4.0 dan transisi menuju Society 5.0, sektor kelautan dan perikanan Indonesia menghadapi imperatif transformasi digital guna mempertahankan daya saing global dan keberlanjutan sumber daya. Penyuluh perikanan, sebagai agen perubahan, dituntut memiliki kompetensi digital yang adaptif untuk memfasilitasi adopsi teknologi di kalangan pelaku usaha. Namun, program pelatihan yang ada seringkali bersifat umum dan tidak diprioritaskan berdasarkan kebutuhan riil dan dampak strategisnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kesenjangan kompetensi digital penyuluh perikanan dan merumuskan prioritas pelatihan yang strategis dengan mengintegrasikan perspektif kebutuhan individu dan pertimbangan ahli. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis bertahap (two-stage quantitative analysis). Studi kasus dilakukan di Satminkal Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan. Pada tahap pertama, Training Needs Analysis (TNA) dilakukan terhadap 230 penyuluh untuk mengukur kesenjangan kompetensi digital pada 12 indikator, dilanjutkan dengan Analisis Pareto untuk mengidentifikasi kompetensi kritis (vital few). Pada tahap kedua, lima kompetensi kritis dievaluasi oleh 9 panel ahli menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas akhir berdasarkan empat kriteria: urgensi, dampak kinerja, kesesuaian kebijakan, dan tingkat kesenjangan. Hasil TNA mengungkap kesenjangan tertinggi pada "Pengoperasian Aplikasi Spesifik" (gap -1,33) dan "Produksi Konten Digital" (gap -1,31). Analisis Pareto mengonfirmasi 78,4% total kesenjangan berasal dari lima kompetensi vital. Hasil AHP menunjukkan kriteria "Dampak pada Kinerja" menjadi determinan utama (bobot 40,1%). Sintesis prioritas global menghasilkan "Pengoperasian Aplikasi Spesifik" sebagai prioritas utama (bobot 0,397). Integrasi TNA dan AHP menghasilkan prioritas pelatihan yang lebih presisi untuk efektivitas alokasi sumber daya di era digital.   Kata Kunci: Penyuluh Perikanan; Kompetensi Digital; Training Needs Analysis; Analisis Pareto; Analytical Hierarchy Process
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma Cacao L.) KLON – MCC 02 TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PUPUK KANDANG Yuliatri; Anita Lubis; Fajri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/0fdn4y49

Abstract

Abstract:  This study aimed to evaluate the growth response of cocoa (Theobroma cacao L.) seedlings of MCC 02 clone to the application of different types of animal manure and to determine the most effective manure type during the nursery stage. The research was conducted at the Experimental Farm of the Payakumbuh State Agricultural Polytechnic using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and six replications, namely no manure (P0), cow manure (P1), chicken manure (P2), and goat manure (P3). Observed parameters included seedling height, stem diameter, leaf length and width, as well as fresh and dry weight of seedlings. The results showed that the application of animal manure had a significant effect on all observed growth parameters. Cow and goat manure treatments resulted in the best response in seedling height, while stem diameter and leaf size showed relatively similar responses across all manure treatments. Goat manure produced the highest fresh and dry weights, indicating greater biomass accumulation. Overall, goat manure was the most effective treatment in enhancing the growth of cocoa seedlings of MCC 02 clone during the nursery stage.   Keywords:  Theobroma Cacao, Animal Manure, Seedling Growth, MCC 02   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) klon MCC 02 terhadap pemberian beberapa jenis pupuk kandang serta menentukan jenis pupuk kandang yang paling efektif pada fase pembibitan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, yaitu tanpa pupuk kandang (P0), pupuk kandang sapi (P1), pupuk kandang ayam (P2), dan pupuk kandang kambing (P3). Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter batang, panjang dan lebar daun, serta berat basah dan berat kering bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan yang diamati. Perlakuan pupuk kandang sapi dan kambing memberikan respon terbaik terhadap tinggi bibit, sedangkan diameter batang serta ukuran daun menunjukkan respon yang relatif seragam pada seluruh perlakuan pupuk kandang. Pupuk kandang kambing menghasilkan berat basah dan berat kering tertinggi, yang mengindikasikan peningkatan akumulasi biomassa tanaman. Secara keseluruhan, pupuk kandang kambing merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kakao klon MCC 02 pada fase pembibitan.    Kata Kunci: Kakao, Pupuk Kandang, Pertumbuhan Bibit, MCC 02
ANALYSIS OF FOOD EXPENDITURES BY GAMBIR-FARMING HOUSEHOLDS IN HARAU SUBDISTRICT Ratna Agustia; Nin Patri Enanti; Yuliatri; Sulastri; Fefriyanti; Rita Erlinda
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/mwmgy366

Abstract

Abstract:  This study aims to examine the food consumption expenditures of gambir-farming households in Harau Subdistrict. The research was conducted in that area, specifically in the village of Harau, with locations selected through purposive sampling. The research design employed was a survey. The research sample consisted of farmers cultivating gambir plants in Harau Subdistrict, with a total of 30 respondents representing the population. A quantitative analysis approach was used to describe the magnitude of household food consumption expenditures among gambir farmers in Harau Village, Lima Puluh Kota Regency. The results of the study indicate that total food consumption expenditures amount to Rp2,283,583 per month or Rp27,403,000 per year. The largest expenditure component comes from the consumption of side dishes or animal-based foods, amounting to Rp756,667 per month or Rp9,080,000 per year.   Keywords:  Consumption; Expenditure; Households; Farmers; Gambir   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga petani gambir di Kecamatan Harau. Kegiatan penelitian dilaksanakan di wilayah tersebut, tepatnya di Kenagarian Harau, dengan pemilihan lokasi yang dilakukan secara sengaja (purposive). Jenis penelitian yang digunakan adalah survei. Sampel penelitian terdiri dari petani yang membudidayakan tanaman gambir di Kecamatan Harau, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang mewakili populasi. Pendekatan yang digunakan adalah analisis kuantitatif untuk menggambarkan besarnya pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga petani gambir di Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pengeluaran konsumsi pangan mencapai Rp2.283.583 per bulan atau Rp27.403.000 per tahun. Komponen pengeluaran terbesar berasal dari konsumsi lauk atau pangan hewani, yaitu sebesar Rp756.667 per bulan atau Rp9.080.000 per tahun.   Kata Kunci: Konsumsi; Pengeluaran; Rumah Tangga; Petani; Gambir
PENGARUH KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DAN EKSPEKTASI PENGHASILAN TERHADAP NIAT MENJADI WIRAUSAHA DI KALANGAN MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN PERHOTELAN POLITEKNIK MANDIRI BINA PRESTASI MEDAN Yulvitriyani br Sebayang; Vera Kristina Hutagalung
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6099

Abstract

Abstract: This study aims to examine the influence of entrepreneurial competencies and income expectations on the intention to become an entrepreneur among students in the Hospitality Program at Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan. The background of this study is based on the high unemployment rate among higher education graduates and the low level of interest in entrepreneurship among college graduates. The research method used is quantitative, with a des by a significance value of less than 0.05. This means that the higher the students’ entrepreneurial competence, the stronger their intention to start a business.criptive and associative approach. The research population consists of all students in the Hospitality Study Program at the Mandiri Bina Prestasi Polytechnic in Medan, totaling 258 people. The sample was selected using the Slovin formula with a 5% margin of error, resulting in 157 respondents. Data collection was conducted via a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using multiple linear regression with SPSS software. The findings indicate: (1) Entrepreneurial competence has a positive and significant influence on the intention to become an entrepreneur, as evidenced. (2) Income expectations also have a positive and significant influence on the intention to become an entrepreneur, as evidenced by a p-value of less than 0.05. This indicates that the higher students’ expectations regarding income from entrepreneurship, the stronger their intention to pursue it. (3) Together, entrepreneurial competence and income expectations have a positive and significant influence on the intention to become an entrepreneur, as indicated by an F-statistic value greater than the critical F-value (3.06) and a significance level of less than 0.05. The coefficient of determination (R²) value of 0.585 indicates that 58.5% of the variation in entrepreneurial intention can be explained by these two independent variables. The remaining 41.5% is associated with other variables not considered in this study, such as family environment, self-confidence, motivation, and financial literacy. Respondent characteristics show that the majority of students have taken entrepreneurship courses (70.1%), have not yet started a business (71.3%), and are inspired by their families (36.9%). Among those who have started or are currently running a business, the majority are in the culinary sector (48.9%), which is relevant to their hospitality education background. This study supports Ajzen’s Theory of Planned Behavior and Vroom’s Expectancy Theory. Recommendations for the Mandiri Bina Prestasi Polytechnic in Medan include strengthening the entrepreneurship curriculum with practice-based learning, organizing entrepreneurship development programs, and providing support to students who wish to start their own businesses. Future researchers are advised to include additional variables and expand the scope of their research.  Keywords: Entrepreneurial Competence, Income Expectations, Entrepreneurial Intentions, Hospitality Students.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompetensi kewirausahaan dan ekspektasi pendapatan terhadap niat menjadi wirausaha di kalangan mahasiswa Program Studi Perhotelan Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan pendidikan tinggi dan rendahnya minat kewirausahaan di kalangan lulusan perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh mahasiswa Program Studi Perhotelan di Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan, sebanyak 258 orang. Sampel dipilih menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 5%, sehingga diperoleh 157 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan program SPSS. Temuan menunjukkan: (1) Kompetensi kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat untuk menjadi wirausaha, sebagaimana dibuktikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kompetensi kewirausahaan mahasiswa, semakin kuat pula niat mereka untuk memulai usaha. (2) Ekspektasi pendapatan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat untuk menjadi wirausaha, yang didukung oleh nilai signifikansi kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ekspektasi mahasiswa terkait pendapatan dari kewirausahaan, semakin kuat pula niat mereka untuk menekuninya. (3) Secara bersama-sama, kompetensi kewirausahaan dan ekspektasi pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat untuk menjadi wirausaha, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai statistik F yang lebih besar dari nilai tabel F (3,06) dan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,585 menunjukkan bahwa 58,5% variasi dalam niat kewirausahaan dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen ini. Sisa 41,5% dikaitkan dengan variabel lain yang tidak dipertimbangkan dalam studi ini, seperti lingkungan keluarga, kepercayaan diri, motivasi, dan literasi keuangan. Karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan (70,1%), belum memulai usaha (71,3%), dan terinspirasi oleh keluarga mereka (36,9%). Di antara mereka yang telah memulai atau sedang menjalankan usaha, mayoritas berada di sektor kuliner (48,9%), yang relevan dengan latar belakang pendidikan perhotelan mereka. Penelitian ini mendukung Teori Perilaku Terencana (Ajzen) dan Teori Ekspektasi (Vroom). Rekomendasi untuk Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan meliputi penguatan kurikulum kewirausahaan dengan pembelajaran berbasis praktik, penyelenggaraan program pengembangan kewirausahaan, serta pemberian dukungan kepada mahasiswa yang ingin memulai usaha sendiri. Para peneliti di masa mendatang disarankan untuk memasukkan variabel tambahan dan memperluas cakupan penelitian. Kata kunci: Kompetensi Kewirausahaan, Ekspektasi Penghasilan, Niat Berwirausaha, Mahasiswa Jurusan Perhotelan
MANAJEMEN KONFLIK DALAM MENGATASI KONFLIK DI MASYARAKAT: PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL "SIPAKATAU, SIPAKAINGE, SIPAKALEBBI” Andi Sulasmi; Yunus
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6101

Abstract

Abstract: Social conflicts in heterogeneous regions such as North Luwu Regency are often triggered by ethnic differences, land disputes, and youth dynamics that are not adequately resolved through formal legal channels (litigation). This study aims to determine the effectiveness of local wisdom-based conflict management through the philosophies of Sipakatau (humanizing each other), Sipakainge (reminding each other), and Sipakalebbi (respecting each other). Using qualitative descriptive methods and a case study approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies in conflict-prone areas such as Masamba and the Seko mountains. The results indicate that integrating cultural values ??into mediation mechanisms can reduce emotional tension and create more lasting reconciliation than punitive approaches. The novelty of this research lies in the adaptation of traditional Luwu values ??by heterogeneous communities (including ethnic transmigrants) as an instrument for collective peace. The study concludes that synergy between formal actors and traditional institutions is key to realizing restorative justice and social stability at the grassroots level.   Keywords: Conflict Management, Local Wisdom, North Luwu, Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi.   Abstrak: Konflik sosial di wilayah heterogen seperti Kabupaten Luwu Utara sering kali dipicu oleh perbedaan etnis, sengketa lahan, dan dinamika pemuda yang tidak cukup diselesaikan melalui jalur hukum formal (litigasi). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen konflik berbasis kearifan lokal melalui filosofi Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakainge (saling mengingatkan), dan Sipakalebbi (saling menghargai). Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi di lokasi rawan konflik seperti Masamba dan wilayah pegunungan Seko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kultural ke dalam mekanisme mediasi mampu menurunkan tensi emosional dan menciptakan rekonsiliasi yang lebih permanen dibandingkan pendekatan punitif. Kebaruan penelitian ini terletak pada adaptasi nilai-nilai tradisional Luwu oleh masyarakat heterogen (termasuk etnis transmigran) sebagai instrumen perdamaian bersama. Penelitian menyimpulkan bahwa sinergi antara aktor formal dan lembaga adat merupakan kunci utama dalam mewujudkan keadilan restoratif dan stabilitas sosial di tingkat akar rumput.   Kata Kunci: Manajemen Konflik, Kearifan Lokal, Luwu Utara, Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi
SISTEM INFORMASI KELAYAKAN BANTUAN SOSIAL MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST (STUDI KASUS: KECAMATAN SOSA) Wahyu Fadillah Hasibuan; Samsudin; Fathiya Hasyifah Sibarani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6104

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan sistem yang mampu menentukan kelayakan penerima bantuan secara lebih objektif, cepat, dan akurat dibandingkan metode manual yang rawan subjektif. Dari total 2.304 data masyarakat, penelitian ini menetapkan N Sampel (Data Latih) sebanyak 300 data yang dilabeli secara manual oleh peneliti sebagai Ground Truth (kunci jawaban), yang terdiri dari 78 label "Layak" dan 222 label "Tidak Layak". Data ini kemudian melalui tahap pre-processing (Feature Encoding) untuk mengubah atribut kategorikal menjadi numerik, bukan pembobotan skor. Model Random Forest dilatih menggunakan 300 N Sampel ini sebelum digunakan untuk memprediksi sisa 2004 data uji. Hasil klasifikasi model terhadap keseluruhan 2.304 data menunjukkan 395 masyarakat diprediksi "Layak" dan 1.909 masyarakat diprediksi "Tidak Layak". Evaluasi performa model, yang dihitung dari 20% data uji internal (60 data dari 300 N Sampel), menghasilkan Akurasi 88,33%, Presisi 90,91%, Recall 62,50%, dan F1-Score 74,07%. Hasil ini menunjukkan bahwa model memiliki tingkat presisi yang tinggi (efektif menghindari salah sasaran), meskipun dengan trade-off pada recall yang lebih rendah (masih melewatkan beberapa kasus yang layak). Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat membantu pihak Dinas Sosial dalam meningkatkan akurasi, transparansi, dan efisiensi penentuan penerima bantuan di lapangan.
PENGARUH FINANCIAL LITERACY DAN DIGITAL LITERACY TERHADAP FINANCIAL RESILIENCE DENGAN FINANCIAL BEHAVIOR  SEBAGAI MEDIASI PADA YAYASAN PENDIDIKAN BAITURRAHMAH PADANG Dina Patrisia; Yoga Firman
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6105

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of financial literacy and digital financial literacy on financial resilience with financial behavior as a mediating variable in employees of the Baiturrahmah Padang Education Foundation. Financial resilience is an important issue in facing economic uncertainty and the increasingly rapid development of digital technology. Financial literacy and digital literacy are believed to be able to improve individuals' ability to manage finances and form better financial behaviors that can improve financial resilience. This study uses a quantitative approach with a causative research type. The population in this study were 505 employees of the Baiturrahmah Padang Education Foundation with a sample of 223 respondents determined using the proportional cluster random sampling technique. Data were collected through questionnaires distributed online using Google Forms and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Square (PLS). The results of the study indicate that financial literacy does not directly influence financial resilience, but has a positive and significant effect on financial behavior. Digital financial literacy does not directly influence financial resilience, but has a positive and significant effect on financial behavior. Furthermore, financial behavior has a positive and significant effect on financial resilience. Furthermore, financial behavior has been shown to mediate the relationship between financial literacy and digital financial literacy on financial resilience. This study concludes that improving employee financial resilience can be achieved through improving financial literacy and digital literacy, followed by the development of good financial behavior  Keywords:  Financial Literacy, Digital Financial Literacy, Financial Behavior, Financial Resilience   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial literacy dan digital financial literacy terhadap financial resilience dengan financial behavior sebagai variabel mediasi pada pegawai Yayasan Pendidikan Baiturrahmah Padang. Ketahanan keuangan menjadi isu penting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Literasi keuangan dan literasi digital diyakini mampu meningkatkan kemampuan individu dalam mengelola keuangan serta membentuk perilaku keuangan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan ketahanan finansial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Yayasan Pendidikan Baiturrahmah Padang sebanyak 505 orang dengan jumlah sampel 223 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara online menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial literacy tidak berpengaruh langsung terhadap financial resilience, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior. Digital financial literacy tidak berpengaruh langsung terhadap financial resilience, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior. Selanjutnya, financial behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial resilience. Selain itu, financial behavior terbukti mampu memediasi hubungan antara financial literacy dan digital financial literacy terhadap financial resilience. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan ketahanan keuangan pegawai dapat dilakukan melalui peningkatan literasi keuangan dan literasi digital yang diikuti dengan pembentukan perilaku keuangan yang baik.   Kata Kunci: Literasi Keuangan, Literasi Keuangan Digital, Perilaku Keuangan, Ketahanan Keuangan
PENDEKATAN E-SCM DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KETERSEDIAN ALAT KESEHATAN DI KLINIK MADDIN BATUBARA Ahmad Muhazir; Novica Irawati; Nora Fajira
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6106

Abstract

Abstract: The quality of healthcare services is heavily dependent on the effective management of medical equipment. At Maddin Batu Bara Clinic, logistics management currently relies on conventional physical documentation. This manual approach triggers various operational hurdles, such as difficulties in real-time stock monitoring, delayed procurement, and a high risk of both stockouts and overstocking. Furthermore, coordination with suppliers remains unintegrated, and the clinic lacks a standardized calculation method to determine reorder timing.This study aims to evaluate medical equipment management and existing supply chain constraints, subsequently designing a web-based Electronic Supply Chain Management (E-SCM) system. The system integrates the Reorder Point (ROP) method to optimize the availability of medical supplies. The research utilizes an applied method with a descriptive approach and quantitative analysis, with data collected through observation, interviews, and documentation.The results indicate that the implementation of the E-SCM system using the ROP method accurately determines reorder points based on average consumption rates and delivery lead times. This digital innovation is proven to enhance inventory management efficiency, minimize the risk of stock imbalances, and strengthen communication synergy between the clinic and suppliers within a more modern supply chain ecosystem.   Keywords: E-SCM; Medical Equipment; Availability; Reorder Point (ROP); Maddin Clinic.   Abstrak: Kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan alat medis. Di Klinik Maddin Batu Bara, manajemen logistik saat ini masih mengandalkan pencatatan fisik secara konvensional. Metode yang mengandalkan dokumen fisik ini memicu berbagai hambatan operasional, seperti sulitnya memantau stok secara real-time, keterlambatan pengadaan barang, hingga tingginya risiko kekurangan (stockout) maupun kelebihan persediaan (overstock). Selain itu, koordinasi dengan pemasok belum terintegrasi dan klinik belum memiliki standar perhitungan untuk menentukan waktu pemesanan kembali. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi manajemen alat medis dan hambatan rantai pasok yang ada, kemudian merancang solusi berupa sistem Electronic Supply Chain Management (E-SCM) berbasis web. Sistem ini mengintegrasikan metode Reorder Point (ROP) untuk mengoptimalkan ketersediaan alat medis. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian terapan dengan pendekatan deskriptif dan analisis kuantitatif melalui teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem E-SCM dengan metode ROP mampu menentukan titik pemesanan ulang secara akurat berdasarkan tingkat konsumsi rata-rata dan lead time pengiriman. Inovasi digital ini terbukti meningkatkan efisiensi manajemen inventaris, meminimalkan risiko ketidakseimbangan stok, serta memperkuat sinergi komunikasi antara pihak klinik dan pemasok dalam ekosistem rantai pasok yang lebih modern.   Kata kunci: E-SCM; Alat Medis; Ketersediaan; Reorder Point (ROP); Klinik Maddin
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021–2024 Riswanto
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6107

Abstract

Abstract : This study aims to examine the effect of profitability, leverage, and firm size on the quality of financial statements in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021–2024. This research employs a quantitative approach with an explanatory research design. The data used are secondary data obtained from annual financial statements. The sampling technique used is purposive sampling based on specific criteria to obtain a representative sample. The data are analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS/EViews software. The results indicate that profitability has a positive and significant effect on the quality of financial statements, while leverage has a negative and significant effect. Meanwhile, firm size does not have a significant effect on the quality of financial statements. Simultaneously, profitability, leverage, and firm size significantly affect financial reporting quality. This study implies that internal company factors, particularly profitability and capital structure, play an important role in improving the quality of financial information.   Keywords: Profitability, Leverage, Firm Size, Financial Reporting Quality, Earnings Management   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kualitas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu sehingga diperoleh sampel yang representatif. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Secara simultan, profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa faktor internal perusahaan, khususnya profitabilitas dan struktur modal, memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas informasi keuangan.   Kata Kunci: Profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, kualitas laporan keuangan, manajemen laba
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KALKULUS PEUBAH BANYAK MELALUI MODEL THINK TALK WRITE Muthia Dewi; Dailami; Atikah Rahmah Nasution
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6108

Abstract

Abstract: This study aims to analyze students' creative thinking skills in solving polynomial calculus problems through the application of the Think Talk Write (TTW) learning model. Creative thinking skills are measured based on indicators of fluency, flexibility, originality, and elaboration. Using a qualitative descriptive approach to explore student perspectives and classroom interactions, data collection techniques include creative thinking ability tests and observations. The research subjects were mathematics education students who attended lectures using the Think Talk Write learning model. The presentation of achievement in the fluency indicator was 86%, the flexibility indicator was 83%, the originality indicator was 48%, and the elaboration indicator was 75%. The results showed that the application of the TTW model was able to improve students' creative thinking skills, especially in the aspects of fluency, flexibility, and elaboration. However, the originality aspect still needs to be improved. Thus, the TTW model is effective for use in polynomial calculus learning to develop student creativity.   Keywords: Creative Thinking, Multivariate Calculus, Think Talk Write   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam menyelesaikan soal kalkulus peubah banyak melalui penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Kemampuan berpikir kreatif diukur berdasarkan indikator kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali perspektif mahasiswa dan interaksi dalam kelas, Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan berpikir kreatif dan observasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika yang mengikuti perkuliahan dengan model pembelajaran Think Talk Write, presentasi ketercapaian pada indikator kelancaran (fluency) sebesar 86%, indikator keluwesan (flexibility) sebesar 83%, indikator keaslian (originality) sebesar 60% dan indikator elaborasi sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TTW mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa, khususnya pada aspek kelancaran, keluwesan dan elaborasi. Namun, aspek keaslian masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, model TTW efektif digunakan dalam pembelajaran kalkulus peubah banyak untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa.   Kata Kunci: Berpikir Kreatif, Kalkulus Peubah Banyak, Think Talk Write