cover
Contact Name
Hafiz Muchti Kurniawan
Contact Email
hafezkurniawan84@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hafezkurniawan84@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
JURNAL INOVASI EDUKASI
ISSN : 26543931     EISSN : 26543931     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL INOVASI EDUKASI Merupakan Jurnal Ilmiah yang memiliki fokus bidang Pendidikan sebagai wadah bagi peneliti untuk menuangkan hasil penelitiannya secara konseptual. terbit dua kali dalam setahun yakni bulan Februari dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika siswa melalui Model Pembelajaran Guided Discovery Setting Group Investigation Novika Sukmaningthias
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat belajar merupakan aspek afektif yang penting dalam pembelajaran matematika. Aspek ini menjadi salah satu dasar keberhasilan siswa dalam pencapaian pemahaman materi maupun prestasi dalam pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Meningkatkan minat dalam pembelajaran matematika menggunakan model guided discovery setting group investigation pada kelas VIII E SMP 6 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan minat belajar matematika siswa kelas VIII E SMP N 6 Yogyakarta semester 1 tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian dirancang menggunakan model siklis. Desain penelitian tindakan ini dirancang dalam beberapa 4 tahapan untuk setiap siklus yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart (Koshy, 2010: 5), yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Tindakan penelitian dilakukan dalam kompetensi dasar menentukan gradien, persamaan, dan grafik garis lurus dan Sistem persamaan linear dua variabel. Untuk siklus pertama pada materi persamaan garis lurus dan siklus dua pada materi Penelitian dirancang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan setelah diterapkan model guided discovery tipe Group Investigation (GI) minat belajar matematika siswa meningkat hal ini dapat dilihat dari indikator-indikator dalam mengukur minat siswa tersebut. kondisi minat siswa sebelum diberikan perlakuan adalah sebesar 81,68% atau sedang, kemudian setelah diberikan perlakuan kondisi minat siswa berubah untuk siklus 1 adalah sebesar 101,94% dan untuk siklus 2 adalah 103,39%. Berdasarkan apa yang telah dikemukakan diatas maka pembelajaran dengan menggunakan model Guided discovery setting Group Investigation (GI) dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa.
Profil Berpikir Geometri Siswa SMP Ditinjau Dari Perbedaan Gaya Kognitif Field Independent Dan Field Dependent Ulfa Husnah
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatari oleh adanya dugaan perbedaan kemampuan berpikir geometri siswa yang memiliki gaya kognitif Field Independent (FI) dan siswa yang memiliki gaya kognitif Field Dependent (FD). Berdasarkan dugaan tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir geometri siswa yang menjadi subjek penelitian berdasarkan perbedaan gaya kognitif siswa pada materi segi empat. Penelitian yang berpendekatan kualitatif naturalistik, mengambil 3 siswa yang memiliki gaya kognitif Field Independent (FI) dan 3 siswa yang memiliki gaya kognitif Field Dependent (FD) sebagai subjek penelitian. Dalam metode ini, untuk menjaring informasi tentang profil berpikir geometri subjek penelitian, masing-masing subjek penelitian diberi lembar kegiatan dengan enam kegiatan yang meliputi: (1) Menggambar bangun-bangun segiempat, (2) Menemutunjukkan dan mendefinisikan segiempat, (3) Menseleksi bangun-bangun segiempat, (4) Menebak bangun misteri, (5) Keekuivalenan dua definisi jajargenjang, dan (6) Penerapan bangun segiempat. Agar data dari hasil kegiatan siswa valid maka dilakukan triangulasi dengan menggunakan teknik dan waktu yang berbeda. Subjek diwawancarai dalam enam kegiatan yang sama seperti tersebut di atas. Kemudian data informasi berpikir geometri siswa dari hasil wawancara dan hasil lembar kegiatan dikroscek, setelah valid kemudian dianalisis.
Persepsi Siswa Tentang Iklim Sekolah Dan Kinerja Guru Matematika Dan Pengaruhnya terhadap Hasil Belajar Matematika Fahrul Ilmi
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh persepsi siswatentang iklim sekolah terhadap hasil belajar matematika siswa, berapa besar pengaruh persepsi siswa tentang kinerja guru matematika terhadap hasil belajar matematika siswa dan berapa besar pengaruh persepsi siswa tentang iklim sekolah dan kinerja guru matematika secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa matematika.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang iklim sekolah berpengaruh secara langsung terhadap hasil belajar matematika yaitu sebesar 25,62 %. Begitu juga persepsi siswa tentang kinerja guru matematika berpengaruh secara langsungterhadap hasil belajar matematika yaitu sebesar 18,58 %. Sedangkan persepsi siswa secara bersama-sama tentang iklim sekolah dan kinerja guru matematika terhadap hasil belajar matematika yaitu sebesar 94,8 %.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa melalui Pembelajaran Tematik Dwi Yuli Susanti; Azainil; Kukuh
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui pembelajaran Tematik pada pokok bahasan operasi hitung bilangan dan pengukuran. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 034 Samarinda Ulu dengan subjek penelitian adalah siswa kelas 3 berjumlah 34 siswa dan objek penelitian adalah pembelajaran Tematik. Instrumen pengumpulan data berupa tugas, tes hasil belajar dan observasi. Siklus I, II, III, dan IV masing-masing dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan dua kali pembelajaran dan satu kali tes hasil belajar. Soal tes hasil belajar pada setiap siklus berbentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, dan grafik. Yang bertindak sebagai pelaksana pembelajaran adalah peneliti, sedangkan sebagai observator adalah guru matematika kelas 3 SD Negeri 034 Samarinda Ulu. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada setiap siklus. Nilai hasil belajar diperoleh dengan menganalisis data berupa nilai tugas kelompok, nilai tugas individu dan nilai tes akhir siklus. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar dijadikan sebagai nilai dasar bagi siklus II, yaitu 55,23 menjadi 60,27 dengan rata-rata poin peningkatan 17,06 (cukup). Dari siklus II ke siklus III mengalami peningkatan dari 60,27 menjadi 65,91 dengan poin peningkatan 19,41 (cukup). Demikian juga dari siklus III ke siklus IV mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai hasil belajar 65,91 menjadi 75,09 dengan rata-rata poin peningkatan 21,76 (baik). Aktivitas guru pada siklus I dinilai cukup, siklus II, III dan IV dinilai baik. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I dinilai kurang, siklus II dinilai cukup, siklus III dan siklus IV dinilai baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran Tematik hasil belajar matematika siswa kelas 3 SD Negeri 034 Samarinda Ulu mengalami peningkatan.
Penerapan Model Pembelajaran Problem-Based Instruction dalam Pembelajaran Matematika Nurhayati Abbas; Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran berdasarkan masalah (problem-based instruction) adalah pendekatan pembelajaran peserta didik pada masalah autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah dengan hasil belajar peserta didik yang diajar dengan pembelajaran konvensional dan (2) keefektifan model pembelajaran berdasarkan masalah dalam mengajarkan aturan sinus dan aturan cosinus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang diawali dengan pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi model pembelajaran berdasarkan masalah. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas I SMU Khadijah Surabaya. Sampel dipilih secara acak terhadap tiga kelas dari enam kelas yang ada untuk dijadikan kelas uji coba, kelas eksperimen, dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah adalah lebih baik daripada hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Namun, pembelajaran berdasarkan masalah tidak efektif dalam mengajarkan aturan sinus dan aturan cosinus.
Aplikasi Logika Matematika pada Jaringan Listrik Nuryadin
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dibicarakan mengenai aplikasi logika matematika, khususnya logika aljabar Boolean dalam penyusunan jaringan listrik, yakni dalam sirkuit saklar dan digital. Aljabar Boolean merupakan suatu cara baru untuk berpikir, suatu cara baru untuk menjelaskan berbagai hal dengan menggunakan lambang-lambang sebagai pengganti kata-kata dalam mencapai kesimpulan logika. Aplikasi aljabar Boolean dalam sirkuit saklar digunakan untuk menentukan ada tidaknya suatu arus yang mengalir melalui sirkuit tersebut, dan mengubah sirkuit saklar dalam bentuk simbolik serta menyusun sirkuit sedemikian rupa sehingga menjadi lebih sederhana. Aplikasi dalam sirkuit digital adalah mengubah sirkuit dalam bentuk persamaan Boolean dan menentukan cara kerja suatu sirkuit.
Perbandingan Hasil Belajar Pangkat Rasional Antara Siswa yang Mendapat Peta Konsep dan Umpan Balik dengan Siswa yang Mendapatkan Peta Konsep Tanpa Umpan Balik Asngari; Dian Fitra
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar pangkat rasional antara siswa yang mendapat peta konsep dan metode umpan balik dengan siswa yang mendapat peta konsep tanpa umpan balik. Populasi yang diambil dalam Penelitian ini adalah siswa kelas I MAN Godean, yang terdiri dari 6 kelas. Jumlah siswa perkelas rata-rata 23 orang. Sampel yang diambil adalah 3 kelas, yaitu 1A dan 1B sebagai kelompok eksperimen, sedangkan 1C sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Tehnik pengumpulan data berupa tes hasil belajar pangkat rasional yang berbentuk soal obyektif sebanyak 30 soal. Dari penelitian diperoleh hasil pengolahan data sebagai berikut. Data kelompok eksperimen dengan perlakuan peta konsep dan umpan balik menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 21,273 dengan simpangan baku 5,063. Data kelompok eksperimen dengan perlakuan peta konsep tanpa umpan balik menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 12, 870 dengan simpangan baku 3,935. Sedangkan data kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 13,150 dengan simpangan baku 5,143. Hasil pengujian menunjukkkan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal dan varians sample yang diamati bersifat homogen. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan Anava 1 Jalur, diperoleh F hitung variabel hasil belajar pangkat rasional sebesar 22,369 dengan derajat kebebasan 2 lawan 62. Besarnya F hitung ternyata lebih besar jika dibandingkan F tabel pada taraf signifikansi 5 % yakni sebesar 3,15. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) yang menyatakan “Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada sistem pembelajaran antara metode peta konsep dan umpan balik dengan metode peta konsep tanpa umpan balik maupun tanpa kedua-duanya“, diterima. Dan Hipotesis nihilnya (Ho) yang menyatakan “Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada sistem pembelajaran antara metode peta konsep dan umpan balik dengan metode peta konsep tanpa umpan balik maupun tanpa kedua-duanya”, ditolak. Ini berarti bahwa hasil belajar pangkat rasional siswa yang mendapat peta konsep dan umpan balik lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang mendapat peta konsep tanpa umpan balik.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Tornika Simalango
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh kecerdasan emosional siswa terhadap hasil belajar matematika dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini dilakukan di SMP Advent VII Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui survei lapangan dengan pendekatan korelasional. Variabel penelitian terdiri atas satu variabel bebas yaitu kecerdasan emosional siswa dan satu variabel terikat yaitu hasil belajar pelajaran matematika. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa. Hasil uji validitas soal menunjukkan bahwa dari 30 butir tes hasil belajar yang diujicobakan hanya 25 butir yang diyatakan valid. Selanjutnya uji normalitas data menunjukkan bahwa data yang digunakan berdistribusi normal. Selanjutnya untuk menguji homogenitas data digunakan uji Fiser (F) antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa fhitung < ftabel yaitu 1,772 < 1,858 sehingga dapat disimpulkan bahwa populasi yang digunakan merupakan populasi yang homogen. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Advent VII Jakarta.
Studi Perbandingan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Learning Cycle 5E dan Model Learning Cycle 7E Desbi Kumalasari
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memberikan begitu saja konsep tentang topic yang sedang dipelajari sehingga siswa tidak diberikan kesempatan untuk mengkonstruksikannya sendiri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan mengubah cara penyajian materi agar siswa merasa lebih tertarik dan lebih banyak melibatkan siswa didalam proses pembelajaran. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kreatifitas seorang guru dalam memilih dan menggabungkan berbagai pendekatan, strategi ataupun model pembelajaran. Model yang dianggap sesuai untuk mengatasi masalah tersebut adalah model pembelajaran siklus (learning cycle). Model ini merujuk pada pendekatan konstruktivisme. Model ini juga memperhatikan perbedaan individu yang terlihat dari fase pendahuluan yaitu menggali kemampuan awal siswa juga membiarkan mereka mengutarakan pengetahuan yang mereka miliki. Model pembelajaran learning cycle juga sesuai dengan pendapat Gagne mengenai sembilan peristiwa belajar. Dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan oleh sebab itu tema penelitian ini adalah Studi Perbandingan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Learning Cycle 5e dan Model Learning Cycle 7e dengan Pendekatan Saintifik di kelas VIII SMP. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif.
Hubungan Antara Tingkat Kecerdasan, Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Matematika Siswa dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa Mulyani
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tiga variabel yaitu tingkat kecerdasan (X1), motivasi berprestasi (X2), kebiasaan belajar matematika (X3) dengan prestasi belajar matematika siswa (Y). Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode Ex Post Fakto dan jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif. Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah dokumentasi dan angket. Dari hasil uji hipotesis pertama disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMAN 6 kota Bengkulu, dengan besarnya sumbangan 25.401%. Dari hasil uji hipotesis kedua disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMAN 6 kota Bengkulu, dengan besarnya sumbangan 78.4073%. Dari hasil uji hipotesis ketiga disimpulkan bahwa: terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar matematika dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMAN 6 kota Bengkulu, dengan besarnya sumbangan 64.464%. Dari hasil uji hipotesis keempat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan, motivasi berprestasi, dan kebiasaan belajar matematika dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMAN 6 kota Bengkulu. Makin tinggi tingkat kecerdasan (X1), motivasi berprestasi (X2), dan makin baik kebiasaan belajar matematika siswa (X3) maka makin tinggi pula prestasi belajar matematika yang dicapai siswa tersebut (Y). Besarnya kontribusi tingkat kecerdasan, motivasi berprestasi, dan kebiasaan belajar matematika secara bersama-sama adalah 81.2794% terhadap prestasi belajar matematika.