cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Obat Herbal untuk Penanganan Kemoterapi dan Efek Samping YOGIYANTO YANTO; Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih
Farmaka Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.245 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i4.14750

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia dimana pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Penyakit kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sejauh ini, penanganan untuk penyakit kanker dapat dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Beberapa obat kemoterapi yang paling sering digunakan adalah antimetabolit (contoh: metotreksat), agen interaktif DNA (contoh: cisplatin), agen antitubulin (contoh: taksan), hormon dan agen penarget molekular. Namun obat kemoterapi tidak lepas dari efek samping yang dapat menurunkan kualitas hidup penderita kanker. Oleh karena itu, review ini akan membahas tentang obat-obat herbal yang dapat digunakan sebagai antikanker serta menangani efek samping dari kemoterapi. Metode dalam review ini adalah penelusuran pustaka dengan menggunakan Pubmed dan Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci “chemotherapy”, “herbal chemotherapy”, “efek samping kemoterapi”, “obat tradisional kemoterapi”. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan obat herbal atau bahan alami dalam penanganan kemoterapi memberikan efek kemoterapi dengan berbagai mekanisme seperti menekan proliferasi sel, induksi apoptosis, memperlambat metastasis, tanpa menurunkan kualitas hidup penderita kanker. Beberapa obat herbal juga dapat digunakan untuk mengatasi efek samping yang muncul akibat kemoterapi seperti anoreksia, diare, neuropati, dan lain-lain.
REVIEW ARTIKEL : POTENSI ANTIOKSIDAN DALAM KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) SEBAGAI ANTI-AGING INGE HILMA NASIFA
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3957.571 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17562

Abstract

Hypoglycemic Effect of Aquatic Extract of Stevia in Pancreas of Diabetic Rats: PPARγ – Dependent Regulation or Antioxidant Potential: Review Abdurahman Ridho; Ellin Febrina
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10580

Abstract

Obat tradisional dengan efek antidiabetes dianggap cocok untuk mengobati diabetes. Di antara tanaman-tanaman herbal, Stevia rebaudiana (Bert.) terkenal karena rasa manis dan efek yang menguntungkan dalam pengaturan glukosa. Namun, sedikit yang diketahui tentang mekanisme yang tepat dari stevia di jaringan pankreas. Oleh karena itu, studi ini meneliti efek yang mungkin dari stevia pada pankreas dalam mengontrol hiperglikemia yang dilihat dengan metode uji toleransi glukosa, induksi streptozotocin, dan aloksan menggunakan tikus Sprague-Dawley dan tikus Wistar. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa stevia bekerja pada jaringan pankreas untuk meningkatkan kadar insulin dan memberikan efek hipoglikemia yang menguntungkan melalui mekanisme yang tergantung PPARγ dan sifat antioksidan stevia.
Strategi Pengembangan Obat Berdasarkan Sistem Klasifikasi Biofarmasetika RENATA VANIA; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.483 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22412

Abstract

Beberapa obat dengan profil kelarutan dalam air yang rendah dapat dimodifikasi oleh berbagai teknologi yang saat ini telah banyak sekali diterapkan. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan obat-obat tersebut menjadi lebih baik dalam kelarutan dan biovailabilitasnya. Nanokristal, nanopartikel, dispersi solid dan semisolid, nanosuspensi, garam ko-amorf, mikronisasi, polymer brush, nanoconfinement, sintesis kimia, liquisolid, pengeringan suspensi, nanoenkapsulasi, dan nanoemulsi merupakan beberapa contoh teknologi yang digunakan untuk memenuhi tujuan tersebut. Artikel kali ini membahas berbagai macam teknologi beserta contoh dari obat-obat yang biasa digunakan agar kelarutannya menjadi lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Oleh karena itu, efek terapi yang dimiliki oleh masing-masing obat juga akan ikut meningkat. Penerapan teknologi-teknologi tersebut di dalam beberapa formulasi terkadang timbul sebuah ketidastabilan, sehingga zat aktif obat perlu dikombinasikan dengan zat penstabilnya yang tepat.Kata Kunci: obat, kelarutan, bioavailabilitas, disolusi, teknologi
MEDICATION ERRORS PADA TAHAP PRESCRIBING, TRANSCRIBING, DISPENSING DAN ADMINISTERING Siti Sahirah Ulfah; Soraya Ratnawulan Mita
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1436.104 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13318

Abstract

REVIEW: AKTIVITAS TANAMAN SABLO (Acalypha wilkesiana Müll.Arg.) SEBAGAI ANTIKANKER SERVIKS PARAS WATI; ANAS SUBARNAS
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2561.746 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17619

Abstract

Kanker serviks ialah suatu penyakit kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia. Penyakit kanker di Indonesia memiliki prevalensi sebesar 1,4% atau diperkirakan terdapat  sekitar 347.792 orang dan prevalensi penyakit kanker serviks menempati  urutan pertama di Indonesia yaitu sebesar 0,8%. Kanker serviks adalah salah satu dari jenis kanker yang 99, 7% menyerang bagian leher rahim yang disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV) onkogenik. Salah satu metode pengobatan kanker yang umunya digunakan ialah dengan metode kemoterapi. Namun, kemoterapi memiliki kelemahan yaitu timbulnya berbagai efek samping. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk pencarian agen antikanker yang berasal dari tanaman. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antikanker serviks ialah tanaman sablo (Acalypha wilkesiana Mull.Arg). Tanaman sablo memliki berbagai kandungan kimia, namun kandungan kimia yang berpotensi sebagai agen antikanker serviks ialah flavonoid yang memiliki efek sitotoksisitas terhadap sel HeLa. Sel HeLa ialah sel yang berperan pada kanker leher rahim yang diakibatkan oleh infeksi Human papillomavirus (HPV 18).Kata kunci: Kanker Serviks, Human papilloma virus (HPV), Acalypha wilkesiana Mull.Arg.
Review Artikel : KOKRISTALISASI METODE SOLVENT EVAPORATION DAN DRYGRINDING SHAFIRA SHAFIRA; Dika Pramita Destiani
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.352 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17736

Abstract

AbstrakKokristalisasi merupakan proses pembentukan ko-kristal yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan zat aktif farmasi. Ko-kristal terdiri dari zat aktif dan bahan tambahan yang disebut dengan koformer yang dihubungan oleh ikatan hidrogen dan van der waals. Metode kokristalisasi yang paling sering digunakan adalah metode solvent evaporation dan dry grinding. Studi kali ini membahas kelebihan dan kekurangan dari dua metode tersebut sehingga dapat dipilih metode yang efektif dan efisien untuk sintesis kokristal, berdasarkan hasil  review 20 jurnal yang 10 diantaranya menggunakan metode solvent evaporation dan 10 lainnya menggunakan metode dry grinding. Metode solvent evaporation memiliki nilai peningkatan kelarutan dan laju disolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode dry grinding sehingga metode tersebut dinilai lebih efektif dan efisien.Kata kunci : Ko-kristal, sovent evaporation, dry grindingAbstractCocrystalization is  process synthesis of cocrystal for improved solubility of active pharmaceutical ingredients. Cocrystal constitutes active pharmaceutical ingredients and benign substance called a coformer. The method crystalization which commonly used are solvent evaporation method and dry grinding method. This study dissusses the advantages and disadvantages of these two method for selecting the method which effective and efficient for synthesis cocrystal, based on review 20 journals : 10 journal using solvent evaporation method and 10 journal using dry grinding method. Percent solubility and dissolution of solvent evaporation method increase higher than dry grinding method so solvent evaporation method is effective and efficient method for synthesis cocrystal.Keywords : Co-crystal, solvent evaporation, dry grinding
Review: Pengaruh Polimorfisme CYP2C9*2 dan CYP2C9*3 terhadap Resiko Pendarahan Saluran Gastrointestinal Terapi NSAID FEBBY VALENTINE PURWADI; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.313 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10849

Abstract

Nonsteroidal Anti-inflammatory Drug (NSAID) adalah golongan obat pereda nyeri yang paling banyak diresepkan dan digunakan di dunia. Meskipun banyak digunakan tetapi NSAID tidak lepas dari efek samping. Efek samping serius yang paling sering terjadi adalah pendarahan pada saluran gastrointestinal. Berbagai faktor resiko telah diketahui dapat meningkatkan resiko pendarahan, seperti umur, penggunaan NSAID dosis tinggi, penggunaan bersamaan beberapa obat golongan NSAID dan juga polimorfisme gen. Polimorfisme pada gen pengkode enzim CYP2C9, enzim yang memetabolisme NSAID, diketahui memiliki peran yang cukup penting terhadap peningkatan resiko pendarahan. Variasi *2 dan *3 dari CYP2C9 akan menurunkan aktivitas CYP2C9 sehingga metabolisme NSAID berjalan lebih lama. Hal ini dapat berujung pada tingginya konsentrasi NSAID dalam plasma darah sehingga berakibat meningkatnya kemungkinan efek samping pendarahan. Penentuan polmorfisme CYP2C9, digunakan untuk penyesusaian dosis sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko pendarahan saluran gastrointestinal.
REVIEW: TANAMAN HERBAL BERKHASIAT SEBAGAI OBAT ANTIALOPECIA ALVIN AL BAIHAQI; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.527 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22242

Abstract

Alopecia atau kebotakan adalah penyakit dimana jumlah rambut yang rontok lebih banyak dari rambut yang tumbuh. Dibedakan menjadi tiga jenis yaitu alopecia areata, androgenetic alopecia dan traction alopecia. Obat anti alopecia yang disetujui oleh FDA baru berjumlah dua, sehingga obat herbal menjadi alternatif yang menarik bagi kelangsungan perkembangan pengobatannya. Dalam review ini disajikan 11 tanaman  berbeda dari berbagai daerah yang berpotensi menjadi obat alternatif anti alopecia.Kata kunci : Alopesia, antialopesia, tanaman herbal
Pharmacovigilance Dalam Aspek Penanganan Reaksi Obat Yang Tidak Diinginkan: Sebuah Artikel Review. DEVI MEILANI; Rano Kurnia Sinuraya
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.314 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17037

Abstract

Pharmacovigilance adalah ilmu dan kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan, deteksi, pemantauan, penilaian, dan pencegahan efek samping dengan produk farmasi. Untuk meminimalkan risiko efek samping obat yang tidak diingiinkan, sistem Pharmacovigilance telah dibentuk untuk terus memantau dari segi keselamatan. Ada tiga metode utama pelaporan adverse drug reaction ADR dan informasi keamanan obat, spontaneous, pelaporan target spontan atau Targeted Spontaneous reporting (TSR) dan pemantauan secara kohort atau Cohort event monitoring (CEM). Untuk meminimalkan risiko efek samping obat yang tidak diingiinkan, sistem Pharmacovigilance telah dibentuk untuk terus memantau dari segi keselamatan. Walaupun masih memiliki keterbatasan dalam pelaporan tingkat kejadian yang tidak dapat ditentukan tapi  pharmacovigilance telah berkembang secara signifikan dan akan terus berkembang seiring tantangan baru yang dihadapinya

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue