cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Review: Analisis Pengaruh Sertifikasi ISO sebagai Sistem Manajemen Mutu terhadap Kinerja Perusahaan Lily Cyntia Fauzi
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.286 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.20536

Abstract

International Organization for Standarization (ISO) merupakan suatu organisasi internasional yang bertugas untuk membuat dokumen penetap standar internasional yang meliputi kebutuhan, spesifikasi, panduan atau karakteristik yang digunakan untuk menjamin bahan, proses dan produk bahkan pelayanan sesuai dan cocok dengan tujuan yang dimaksudkan. Tujuan terpenting ISO adalah memastikan bahwa mutu yang diberikan suatu perusahaan tetap terjaga hingga mencapai konsumen. Upaya ini disebut dengan manajemen mutu. Sistem manajemen mutu tertera dalam ISO 9001. Dengan sertifikasi ini, suatu perusahaan dapat meningkatkan efisisensi, efektivitas serta meningkatkan produktivitas dan keuntungannya. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan yang belum tersertifikasi ISO juga dapat memiliki hal-hal positif tersebut. Untuk itu, karya tulis ilmiah ini dilakukan perbandingan antara perusahaan yang bersertifikasi dan tidak bersertifikasi ISO. Penulisan karya tulis ilmiah ini dibuat berdasarkan sistem studi literatur dari jurnal, artikel, ataupun buku yang dicari dengan menggunakan kata kunci seperti sistem manajemen mutu, quality management system principles, ISO 9001 certification, benefits of ISO certification, reasons of ISO decertification. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, hasilnya ditemukan bahwa adanya sertifikasi ISO dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan juga pekerjanya. Adapula penelitian lain yang menunjukkan bahwa sertifikasi ISO tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dalam segi finansial. Namun, pernyataan tersebut tergolong tidak cukup kuat. Hal tersebut disebabkan karena terdapat penelitian lainnya yang menunjukkan bahwa adanya sertifikasi ISO dapat meningkatkan kinerja perusahaan dari segi finansial. Untuk itu, diharapkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia, terutama yang menyediakan produk dan jasa dapat mensertifikasi perusahaannya agar dapat memberikan kinerja terbaik dengan efisien dan efektif sehingga dapat memuaskan konsumen dan meningkatkan nilai mutu perusahaan.
Aktivitas Biologi dan Aplikasi Biomedis dari Aphanothece sacrum : Review ELASARI DWI PRATIWI; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.15 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12476

Abstract

Aphanothece sacrum merupakan tanaman “hijau” yang berasal dari Jepang, yang dibudidayakan di sungai Kogane, Prefukor Fukuoka (Jepang Selatan) dan dilindungi secara hukum di habitat aslinya di Prefukor Kumamoto. Sacran adalah polisakarida molekuler alami yang diekstrak dari alga Aphanothece sacrum, yang mengandung gugus anionik seperti karboksilat dan sulfonat yang sangat tinggi (32 mol % dari total gula Unit), berat molekul yang sangat tinggi  (BM 1,6 x 107), dan memiliki ukuran sangat panjang (lebih dari 8 µm). Beberapa penelitian mengungkapkan aktivitas bilogi dari Aphanothece sacrum diantaranya yaitu sebagai anti inflamasi, mempercepat proses penyembuhan luka, dan dapat digunakan dalam pengiriman obat-obatan yang diberikan secara topikal
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C TERHADAP PEMERIKSAAN URIN DENGAN METODE DIPSTIK TEST Mukminah, Izzah Al; Arista, Dwi Yuri; Nurhayati, Nurhayati; Saputra, Billy Dwi; Pramashela, Firda S; Josephine, Gabriella; Fatah, Abib Latifu; Berliana, Nadila; Destiani, Dika Pramita; Sinuraya, Rano Kurnia; Wicaksono, Imam Adi
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.25554

Abstract

Urinalisis merupakan metode yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan dan membantu mendiagnosis kondisi medis. Salah satu metode urinalisis yaitu dengan menggunakan dipstik test. Metode ini sangat sederhana, tidak merusak sampel, murah, waktu perlakuan yang singkat dan masih banyak dilakukan sebagai acuan awal dalam menganalisis kondisi kesehatan. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil akhir pengukurannya, seperti vitamin C. Konsumsi vitamin C, 3-6 jam sebelum urinalisis dengan dipstik test mempengaruhi beberapa parameter dalam dipstik test sehingga menyebabkan hasil yang negatif palsu pada proses analisis kesehatan. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil acuan awal mengenai kondisi kesehatan yang dianalisis menggunakan dipstik test. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter pada dipstik test yang mengalami perubahan ketika mengonsumsi vitamin C, 3-6 jam sebelum urinalisis.
ARTIKEL TINJAUAN : PRODUCT QUALITY REVIEW SEBAGAI EVALUASI MUTU PRODUK Astri Sherly Inggriani; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.564 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16776

Abstract

Industri farmasi harus membuat obat yang sesuai dengan tujuan pengunaannya, memenuhi persyaratan yang tercantum dalam dokumen izin edar, dan tidak menimbulkan risiko. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan berupaya untuk mewujudkan penyediaan obat yang bermutu, aman dan berkhasiat melalui penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bagi seluruh industri farmasi. Salah satu cara untuk mengevaluasi mutu suatu produk dapat dilakukan Product Quality Review (Pengkajian Mutu Produk). Product Quality Review (PQR) merupakan evaluasi yang dilakukan setiap tahun untuk menilai standar kualitas masing-masing produk obat dengan maksud untuk memverifikasi konsistensi proses yang ada dan untuk memeriksa kelayakan spesifikasi saat ini. Artikel ini ditulis dengan tujuan memberikan gambaran Product Quality Review sebagai metode untuk mengevaluasi mutu produk.Kata Kunci : Product Quality Review, PQR, mutu produk
Review : Herban Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Sebagai Pengobatan Luka Terbuka SALMA ALAINA ATISHA; Soraya Ratnawulan Mita
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.006 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17419

Abstract

AbstrakAgeratum conyzoides atau lebih dikenal sebagai bandotan merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daerah subtropis dan tropis seperti Indonesia. Ageratum conyzoides telah  banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati luka. Senyawa aktif yang terdapat pada Ageratum conyzoides antara lain alkaloid, flavonoid, tannin, glikosida, dan terpenoid yang bekerja sebagai antibakteri baik gram positif maupun gram negatif penyebab luka terbuka. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengobatan luka terbuka dengan menggunakan tanaman bandotan dan senyawa aktif yang terkandung dalam bandotan yang dapat menghasilkan efek antibakteri sebagai pengobatan pada luka terbuka.Kata Kunci    : Ageratum conyzoides, luka terbuka, antibakteriAbstractAgeratum conyzoides or well known as Bandotan is a plant that grows in subtropics and tropics region like Indonesia. Ageratum conyzoides has been widely utilized as herbal medicine for wound healing. Active compound present in this plant include alkaloids, flavonoids, tannins, glycosides, and terpenoids that works as antibacterial to positive or negative strain bacteria that causes  of the wound. This review is expected to give information about wound healing used bandotan plant and active compound that can produce antibacterial effect used to wound healing in this plant.Keywords       : Ageratum conyzoides, wound healing, antibacteri
Penelitian Vaksin Dengue Tantangan dan Peluang UMROHTIN .; Rina Fajri Nuwarda
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.767 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10814

Abstract

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Penyebaran penyakit ini disebabkan oleh virus dengue melalui perantara nyamuk. Angka kejadian penyakit ini terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Upaya dalam pemberantasan penyakit ini telah dilakukan, akan tetapi tidak ada vaksin yang berlisensi yang aman dan efektif untuk mengobati infeksi dengue ini. proses Review ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan vaksin dengue saat ini yang dilakukan dengan mencari bahan dari berbagai sumber dengan menggunakan mesin pencari Google di internet. Hasilnya menunjukan bahwa terdapat beberapa kandidat vaksin yang tengah diuji baik secara klinik maupun preklinik. Akan tetapi terdapat kendala dalam tahap pengembangan vaksin ini diantaranya, patogenesis virus yang belum diketahui secara pasti dan juga kurang adanya model hewan yang cocok untuk digunakan dalam pengujian keamanan dan keefektifan vaksin.
HEPATOTOKSISITAS DAN AKTIVITAS HEPATOPROTEKTIF TANAMAN MALVAVISCUS DINA SEMBIRING; JUTTI LEVITA
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.27 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22097

Abstract

Hati mengatur beberapa fungsi penting termasuk sintesis protein, metabolisme lemak dan karbohidrat, detoksifikasi obat dan racun lainnya, metabolisme hormon dan ekskresi bilirubin. Ketika membran selhepatosit rusak, berbagai enzim seperti serum glutamic-oxaloacetic transaminase (SGOT), serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) dan gamma-glutamyl transferase (GGT) dilepaskan ke dalamdarah dan peningkatan kadarnya di dalam darah dapatdijadikan penanda terjadinya hepatotoksik. Ekstraktanaman, karena mengandung metabolit sekunder, misalnya flavonoid, dapat digunakan sebagaihepatoprotektor atau pelindung kerusakan hati. Salah satu contoh tanaman yang terbukti memiliki aktivitashepatoprotekif adalah Malvaviscus arboreus Cav.
TINJAUAN BAHAN BERBAHAYA DALAM KRIM PENCERAH KULIT RETNO HARYANTI
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.706 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.16932

Abstract

ABSTRAKSetiap hari, manusia tidak pernah lepas dari kosmetik terutama bagi kaum wanita. Kosmetik digunakan untuk berbagai tujuan seperti agar penampilan menarik. Dari sekian banyak jenis kosmetik yang digunakan, krim pencerah kulit banyak diminati terutama oleh para wanita di Asia, termasuk Indonesia, agar diperoleh tampilan kulit wajah yang putih dan bersih. Begitu luasnya penyebaran dan penggunaan kosmetika jenis ini sehingga produk di pasaran juga sangat beragam. Dalam sediaan krim pemutih tersebut, sering ditambahkan beberapa bahan untuk mencapai efek yang diinginkan. Namun, ada pula yang menambahkan bahan pencerah yang berbahaya. Krim pencerah kulit sangat mungkin mengandung bahan-bahan seperti merkuri, hidrokuinon, steroid dan bahan berbahaya lainnya yang sangat toksik apalagi jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.  Merkuri bekerja dengan menghambat sintesis melanin namun efek sampingnya sangat berbahaya, antara lain nefropati membran, nekrosis tubular kerusakan sistem syaraf pusat dan bahkan kanker. Demikian juga hidrokuinon, bersifat hepatotoksik dan karsinogenik. Penelitian terkait bahan berbahaya ini telah banyak dilakukan di berbagai negara. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan tinjauan menyeluruh dan terbaru mengenai bahan berbahaya dalam krim pencerah kulit dan pengujian bahan berbahaya tersebut. Kata kunci : kosmetika, krim pencerah kulit, bahan pencerah berbahaya ABSTRACTEveryday, people never get out of cosmetics, especially for women. Cosmetics are used for various purposes such as attractive appearance. There are many types of cosmetics used but skin lightening cream products are quite popular, especially by women in Asia including Indonesia, with the aim to obtain a cleaner and whiter facial skin. Skin lightening products on the market are also very diverse. In such bleach creams, often added some substances to achieve the desired effect. However, some are adding harmful ingredients. Skin lightening cream is very likely to contain ingredients such as mercury, hydroquinone, steroids and other hazardous materials that are very toxic especially if used for long periods of time. Mercury works by inhibiting the synthesis of melanin but its side effects are very dangerous, including membrane nephropathy, tubular necrosis, central nervous system damage and cancer. Likewise hydroquinone, is hepatotoxic and carcinogenic. Related research on hazardous ingredients in skin lightening creams has been widely practiced in various countries. The aim of this article is to provide an information review of hazardous skin lightening agents used in the formulation and its testing. Keywords: cosmetics, skin lightening cream, harmful lightening materials
ARTIKEL RIVIEW: FARMAKOGENOMIK NON-SMALL-CELL LUNG CANCER ALMIRA TSANIYA GITA; Ajeng Diantini
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.049 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17672

Abstract

Farmakogenomik merupakan cabang dari farmakologi yang mempelajari variasi gen tiap individu yang bisa disebabkan oleh mutasi ataupun polimorfisme dari suatu gen, sehingga menyebabkan perbedaan respon tiap individu terhadap obat. Pengobatan individu terus dikembangkan untuk meningkatkan efektifitas serta menurunkan efek toksisitas dari penggunaan obat dengan harapan pasien dapat cepat sembuh dan meningkatnya kualitas hidup pasien. Termasuk penyakit non-small-cell lung cancer (NSCLC) yang merupakan kanker paru penyebab utama kematian di dunia. Penyebab utama penyakit ini ialah asap rokok yang masuk ke dalam tubuh. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk kesembuhan non-small-cell lung cancer ini seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi , namun tingkat kesembuhan dan harapan hidup pasien masih cukup rendah. Artikel ini ditulis untuk memberikan gambaran pendekatan farmakogenomik terhadap mekanisme penyakit dan aktivitas obat penyakit non-small-cell lung cancer
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK BUAH CANTIGI UNGU (Vaccinium varingiaefolium (Bl.) Miq.) GHALIB SYUKRILLAH SYAHPUTRA; Yoppi Iskandar; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 14, No 4 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.144 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i4.10511

Abstract

Saat ini Bilberry telah dikenal dikalangan optamologis sebagai tumbuhan obat yang dapat berperan dalam kesehatan mata. Di sekitar kawah pegunungan Patuha (Bandung selatan) dapat dijumpai tumbuhan yang cukup mendominasi vegetasi di daerah tersebut yaitu tumbuhan cantigi ungu (Vaccinium varingiaefolium (Bl.) Miq.). Melalui pendekatan kemotaksonomi maka cantigi ungu dapat berpotensi sebagai obat untuk memelihara kesehatan mata. Diet antioksidan merupakan tindakan preventif dalam menanggulangi gangguan kesehatan, salah satunya seperti yang telah dilaporkan bahwa diet antioksidan dapat membantu memelihara kesehatan penglihatan khususnya dapat berpotensi mengobati katarak (Carey et al., 2011; Varma et al., 2012). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui khasiat antioksidan yang dimiliki tumbuhan cantigi ungu. Tahapan metode yang dilakukan yaitu pengumpulan bahan, ekstraksi, pengukuran kadar flavonoid total dan pengujian aktivitas antioksidan ekstrak buah cantigi ungu menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Dari hasil penelitian kadar flavonoid total ekstrak cantigi ungu yaitu 37.6 ppm ekuivalen kuersetin. Untuk pengujian kemampuan antioksidan cantigi ungu lebih rendah dibanding vitamin C dan tablet ekstrak bilberry dari data IC50 yang didapat yaitu IC50 vitamin C 5.710 ppm; IC50 Ekstrak cantigi ungu 242.924 ppm; IC50 Tablet Ekstrak bilberry 44.994 ppm.Kata kunci : Vaccinium, Cantigi ungu, Bilberry, Antioksidan

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue