cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
MOLEKULAR IMPRINTING POLIMER UNTUK PENGUJIAN ATENOLOL DALAM CAIRAN BIOLOGIS : REVIEW JURNAL Meilia Suherman
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.289 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.12857

Abstract

Atenolol merupakan obat golongan antagonis β adrenaceptor, atau dikenal juga dengan β1-blocker yang digunakan untuk pengobatan kelainan pada jantung, seperti angina pektoris, hipertensi, aritmia, dan infark moikard (serangan jantung), dan lain-lain. Namun, atenolol juga dianggap sebagai doping bagi altet karena memiliki efek yang dapat mengurangi denyut jantung, tremor pada tangan, dan juga mengurangi kecemasan (anti ansietas) selama pertandingan berlangsung. Hingga saat ini telah banyak metode yang digunakan pengujian atenolol diantaranya metode kromatografi, metode potensiometer, metode voltametri dan metode elektroforesis zona kapiler. Metode-metode tersebut memiliki kelemahan dan  keuntungannya masing - masing seperti faktor biaya, waktu analisis, sensitivitas dan selektivitas. Selain itu pula metode preparasi sampel akan sangat mempengaruhi hasil analisis karena keberadaan atenolol yang berada pada matriks biologi sehingga membutuhkan teknik preparasi yang tepat untuk meningkatkan akurasi dari pembacaan alat. Molecularly imprinted polymers (MIPs) adalah cara yang efektif untuk mengekstrak atau pra-konsentrat target analit dari matriks kompleks sebelum analisis. MIP mempunyai  kemampuan yang selektif dalam mengisolasi senyawa spesifik atau analog strukturalnya dari matriks yang kompleks.
REVIEW ARTIKEL : AKTIVITAS FARMAKOLOGI GAMBIR (UNCARIA GAMBIR ROXB.) HANNY LATIFA HILMI; Driyanti Rahayu
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.056 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17643

Abstract

Gambir merupakan salah satu tanaman khas Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai produsen utama gambir di dunia. Gambir sudah banyak digunakan oleh masyarakat, sebagai rempah maupun untuk pengobatan yang khasiatnya sudah terbukti secara empirik. Khasiat tersebut dapat terjadi karena terdapat kandungan senyawa yang memiliki aktivitas farmakalogi dalam gambir. Beberapa aktivitas farmakologi serta kandungan senyawa tersebut sudah dibuktikan dengan penelitian. Oleh sebab itu, ditulis review artikel ini untuk memberikan informasi tentang aktivitas farmakologi serta kandungan senyawa dalam gambir. Dari sumber data yang ditelaah, gambir memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes antimikroba, antikariogenik, dan anthelmintik. Kandungan senyawa utama yang terdapat dalam gambir adalah katekin. Karena tingginya kadar katekin membuat gambir memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK KULIT BATANG MATOA (Pometia pinnata J.R. Forster & J.G. Forster) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR DENGAN METODE TOLERANSI SUKROSA Devi Rahmawati; Ellin Febrina; Ami Tjitraresmi
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.192 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9060

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) karena tidak terdapatnya insulin dalam tubuh, terjadi penurunan sekresinya, dan/atau fungsi insulin tersebut terganggu. Matoa (Pometia pinnata J.R.Forster & J.G. Forster) merupakan tanaman yang telah dimanfaatkan oleh Bangsa Asia sebagai salah satu tanaman obat tradisional. Kulit batang matoa juga merupakan salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat di Tobelo dalam mengobati diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang matoa memiliki aktivitas dalam menghambat enzim α-glukosidase, yang berperan dalam memecah mono/disakarida menjadi glukosa. Berdasarkan uraian tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas hipoglikemik dari ekstrak kulit batang matoa secara in vivo pada tikus putih jantan galur Wistar dengan metode toleransi sukrosa. Penelitian dilakukan melalui tahap pengumpulan dan determinasi tanaman, penyiapan simplisia, ekstraksi, penapisan fitokimia, pengujian parameter ekstrak serta pengujian aktivitas hipoglikemik dengan metode toleransi sukrosa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dengan taraf kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pemberian ekstrak etanol kulit batang matoa dengan dosis 150 mg/200g BB, 300 mg/200g BB, serta 600 mg/200g BB tidak memberikan perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Namun, pada kelompok uji 2, pada menit ke-120, terdapat perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan dari perlakuan yang diberikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.
TANAMAN INDONESIA YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIKANKER LUTHFI HARGO SIWI; ADE ZUHROTUN
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.286 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22000

Abstract

Penyakit kanker merupakan penyebab kematian terbanyak setelah penyakit kardiovaskular. Sampai saat ini kanker masih menjadi salah satu penyakit yang menjadi problem dunia. Penyebab utama kematian pada tahun 2018  yang cukup besar yaitu kanker dengan  17 juta kasus kanker yang menyebabkan 9,5 juta kematian. Review ini bertujuan menunjukkan beberapa tumbuhan Indonesia yang berpotensi sebagai antikanker yang paling sering dialami pada pria dan wanita meliputi kanker kolon, serviks, prostat dan payudara. Metode yang dilakukan yaitu  mengambil data dari internet, website resmi dan juga e-book  menggunakan beberapa kata kunci terkait kanker dan nama tanaman. Hasil yang diperoleh terdapat minimal 15 tanaman asli Indonesia yang memiliki kandungan senyawa alami yang telah diteliti berkhasiat sebagai antikanker. Berdasarkan review tanaman tersebut,  diketahui bahwa tanaman yang paling berpotensi sebagai antikanker yaitu buah sirsak dengan rentang IC50 6,08-40,06 μg/ml.
Deteksi Bakteri Klebsiella Pneumoniae Nimas Tika Inas Tarina; Sri Agung Fitri Kusuma
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.586 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13173

Abstract

Microneedle Array As Transdermal Drug Delivery System HURIYATUS TSANIYAH Elfa Hendri; Soraya Ratnawulan Mita; Anis Yohana Chaerunisaa
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.642 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17477

Abstract

Microneedle adalah perangkat minimal invasif yang digunakan untuk menembus lapisan terluar kulit yaitu stratum corneum (SC) yang merupakan penghalang utama untuk obat yang diaplikasikan secara topikal. Untuk memungkinkan pengiriman obat yang dapat direproduksi, microneedle harus dimasukkan ke dalam kulit dengan cara yang terkontrol dan dapat direproduksi (Singh, 2010). Akhir akhir ini microneedles telah dibuat dengan mengadaptasi teknologi industri mikroelektronika untuk menghasilkan susunan silikon, logam dan jarum polimer (Henry, 1998)(McAllister, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk membuat innovasi microneedles dari polimer biodegradable dengan menggunakan metode fabrikasi berbasis cetakan yang murah dan kuat. Pokok bahasan yang diuraikan pada penelitian kali ini adalah pembuatan susunan microneedle, microneedle pembentuk hydrogel, karakterisasi microneedle dan pengujian secara in vivo. Hasil yang didapat microneedle polimer biodegradable yaitu teknik yang tepat dan memiliki kekuatan yang cukup untuk dimasukkan ke kulit dan dapat meningkatkan transport molekul secara transdermal.Kata kunci : Microneedle, Biodegradable microneedle, Stratum corneum.
UJI DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherina palmifolia (L.) Merr) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO MEGAWATI LANIA VIDYA
Farmaka Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.086 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i4.18969

Abstract

Peranan Hormon Pertumbuhan Terhadap Penyembuhan Luka Diabetes ARVENDA REZKY PRATAMA; Nasrul Wathoni; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.548 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12483

Abstract

Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh insulin. Salah satu komplikasi kronis yang disebabkan oleh diabetes adalah diabetic foot ulcer (DFU) yang disebabkan oleh neuropati perifer dan terganggunya penyembuhan luka. DFU yang parah dapat menyebabkan biaya rumah sakit yang tinggi bahkan hingga amputasi. Tahap-tahap pnymbuhan luka yang terdiri dari hemostatis, inflamasi, proliferasi dan remodeling. Pada review ini dijelaskan peranan hormon pertumbuhan untuk mempercepat penyembuhan luka dan contoh aplikasinya.
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA MANUSIA DENGAN RENTANG UMUR 19-22 TAHUN Cecep Suhandi; Erica Willy; Nida Adlina Fadhilah; Natasha Salsabila; Abednego Kristande; Afifah Tri Ambarwati; Elisha Wianatalie; Dewi Ria Oktarina; Dika Pramita Destiani; Rano Kurnia Sinuraya; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.385 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.25564

Abstract

Stres merupakan suatu reaksi terhadap situasi mental atau beban pikiran yang tidak jarang dialami oleh banyak orang. Stres menyebabkan tingginya produksi kortisol, katekolamin, glukagon, glukokortikoid, β-endorfin dan hormon pertumbuhan sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada regulasi kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap kadar glukosa darah pada manusia normal. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Pengecekan tingkat stres menggunakan instrumen DASS 42 yang telah divalidasi ulang serta glucometer untuk mengukur kadar gula darah. Diperoleh nilai signifikansi Pearson Chi­-Square >0,05 yang menandakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah. Namun, terdapat resiko peningkatan kadar glukosa darah sebesar 1,714 kali lipat pada relawan dengan tingkat stres yang tinggi dibandingkan dengan relawan dengan tingkat stres yang normal.Kata Kunci : Stres, DASS 42, Glukosa Darah
Analisis Kepuasan Pelanggan Apotek "X" Bandung Indah Utami Putri; Angga Prawira Kautsar
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.655 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.18151

Abstract

Kepuasan pelanggan merupakan salah satu indikator yang banyak dipakai dalam mengukur kualitas layanan sebuah produk baik barang maupun jasa. Kualitas layanan juga dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan secara langsung dan mempengaruhi loyalitas pelanggan secara tidak langsung melalui kepuasan. Kepuasan pelanggan sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan apotek. Pelanggan yang puas berdampak terhadap minat pelanggan untuk kembali ke apotek yang sama dan juga sebagai alat promosi dan dapat berpengaruh sangat positif bagi kemajuan apotek. Analisis kepuasan pelanggan Apotek “X” dilakukan dengan survei berisi 25 pernyataan yang mengandung lima dimensi SERVQUAL yang dinilai dengan skala likert. Data hasil survei, diolah ke dalam Diagram Kartesius yang terbagi ke dalam empat kuadran tingkat penilaian pelanggan. Berdasarkan survei yang dilakukan di Apotek “X”, yang memiliki tingkat kepuasan tertinggi adalah dimensi Assurance (jaminan), sedangkan yang terendah adalah dimensi Reability (kehandalan), serta dua atribut termasuk dalam prioritas tertinggi untuk dilakukan perbaikan adalah “Karyawan memberikan pilihan obat pada pelanggan swamedikasi (pengobatan sendiri)” dan “Apoteker memberikan solusi jika terjadi keluhan pada obat yang diberikan”.Kata kunci: Kepuasan Pelanggan, SERVQUAL, Skala Likert, Diagram Kartesius

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue