cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
PENCEGAHAN KONTAMINASI OLI PADA MESIN PEMBANGKIT JGS 420 DENGAN MEMANFAATKAN BAJA TAHAN KARAT PADA MANUFAKTUR PENDINGIN UDARA suhadi, amin; Abdillah, Tomi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.704 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.1733

Abstract

Perusahaan pembangkit listrik PT.XYZ mengoperasikan mesin pembangkit type JGS 420denganbahanbakar gas. Masa pakai pelumas mesin lebihpendekdari yang di standarkan sehingga tidak efisien. Hasilpenelitianterhadappelumasmenunjukkanbahwapelumasbanyakmengandung kontaminasi padat yang berasal dari partikel tembaga (Cu)sebanyak 137 sampai 204 ppm. Pemeriksaanlebihlanjutditemukanbahwakontaminasitersebutberasaldarisiripsirippendinginudara yang terbuatdaritembagadanmengalamikorosiselamaberoperasi. Kondisi ini terjadi karena faktor kelembaban yang tinggi di negeri tropis. Karena itupenelitianinibertujuanuntukmemperbaikikarakteristik pendingin udara tersebut agar terhindardari korosi dengan memanfaatkan material tahan korosi yaitu baja tahan karat 304. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dilapangan, pengujian oliesebelum dilakukan pergantian material dan perbandingan setelah pergantian, simulasi Ansys dan monitoring reliabilitas mesin.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa pemanfaatan material baja tahan karat sebagai sirip pendingin udara sebagai pengganti material tembaga mampu mengurangi kontaminasi tembaga sehinggapemakaian pelumaslebihefisien.
STUDY OF SOCIETY BEHAVIOR TO EARLY WARNING IN THE RAILWAY LEVEL CROSSING WITHOUT BARRIER IN GAYUNG KEBONSARI, SURABAYA Utami, Adita; Widyastuti, Hera
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.251 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v14i1.4040

Abstract

Railway level crossing safety is one of the most critical issues for railways. Collisions between trains and motorized vehicles contribute most to LX accidents. Population growth and the development of economic in Indonesia affect the increase in vehicle volume, especially in the city of Surabaya. Furthermore, the increasing of vehicles volume, causing congestion at some points in Surabaya including Gayung Kebonsari railway level crossing. One of the congestion factors at the railway level crossings is the duration of closing time as the train passes through the crossing. The uncertain duration of gate closing time cause road users to be undisciplined by break through the crossing gates while the train pass through the crossings. Considering of those problems, respondents? opinion is being evaluated to see the society behavior to early warning on reducing the number of traffic violation. A comprehensive discussion of the existing problems, lessons learned and the possible future implications that can be applied in Indonesia are presented. Key Words: Railway Level Crossing, Accident, Society Behavior, Regression, Binary logit
STUDY ON THE FAST MISSILE CRAFT OF 60 M ON THE SEASTATE CONDITION OF THE WEST AND EASTERN INDONESIAN WATER hardjono, soegeng
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.643 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.1776

Abstract

Recently, Indonesian Navy is developing warship fleet by constructing Fast Missile Craft (KCR) 60M. The performance of KCR 60M  depends on the wave height of Indonesian waters. It needs to perform research on the maximum wave height for the ship length of KCR 60M and the minimum ship length of KCR 60M to cope with the highest extrem waves by statistical methods and empirical formula. The analysis result shows that KCR 60M can operate at a maximum wave height of 4,73m. Since the wave height of Indonesian water is less than 4,73m, then KCR 60M can operate throughout the year, except in Desember and January in the North areas of Indonesia near the South China Sea border due to the moonsun Asia. However, the existency of the extrem wave height 4,3m cause KCR 60M unable to operate whether in the North or South Equators as well as Inter-island waters. KCR 60M also unable to operate in the whole Naval Main Base (Lantamal) from Lantamal II (Padang) up to Lantamal XIV (Sorong). Based on the average extreme wave height of 5,1m, it can be determined that KCR 60M capable of operating has a minimum ship length of about 70m.
FC Wahju, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.211 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i3.3251

Abstract

Penguatan Industri Kendaraan Bermotor Ibrahim, Irwan
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2558.996 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i2.3647

Abstract

Produksi industri mobil terus mobil meningkat dalam beberapa tahun ini. Pada tahun 2012 mencapai 1,065 juta unit. Peraturan Presiden No. 28/2008 menetapkan sasaran produksi tahun 2015 sebanyak 1,6 juta unit yang terdiri dari mobil jenis MPV, truk ringan, kendaraan bermotor hemat energi dan bersahabat dengan lingkungan. Sasaran ekspor juga ditetapkan 386 ribu unit. Namun peran potensi lokal dalam bidang teknologi masih sangat terbatas. Upaya harus dikembangkan untuk memperkutan struktur industri mobil dengan melibatkan kapasitas dalam negeri. Tulisan ini mencoba mengemukakan sebuah alternatif pendekatan dan strategi untuk membuat industri mobil menjadi lebih kuat.Kata kunci: Mobil, Industri, Kapasitas Dalam NegeriAbstractThe production volume of automobile industries increases over the years. In 2012 it reached 1.065 million units. The Presidential Regulation No. 28/2008 stipulates the production target of 1.6 million units in 2015 of MPV’s type, light trucks and energy saving & environmentally friendly vehicles. The export target in 2015 is set for 386,000 units. However, the role of local potential in technology is very limited. Effort has to be assessed to strengthening the structure of automobile industry taking into account local capacities. This paper tries to present an alternative approach and strategy to make the automobile industry stronger.Key words: Car, Local Capacity, Industry12
PENGARUH PENINGKATAN % REDUKSI TERHADAP PENGHALUSAN BUTIR DAN SIFAT MEKANIK PADUAN CU-ZN 70/30 SETELAH DEFORMASI PADA SUHU 400°C Febriyanti, Eka; Suhadi, Amin; Riastuti, Rini; Priadi, Dedi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.748 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.155

Abstract

 Paduan Cu-Zn 70/30 banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri karena memiliki sifat yang unggul dan belum ada penggantinya. Untuk memperoleh paduan Cu-Zn 70/30 dengan sifat mekanik yang tinggi maka dilakukan riset baik modifikasi dari jenis material yang sudah ada ataupun material baru agar sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk mengurangi biaya produksi, namun tetap menghasilkan sifat mekanik yang baik tanpa penambahan paduan maka dikembangkan metode penghalusan butir. Salah satu alternatif proses fabrikasi untuk mengoptimalkan sifat mekanik paduan Cu-Zn 70/30 yaitu dengan metode warm rolling. Warm rolling yang dilakukan pada pelat paduan Cu-Zn 70/30 menggunakan % reduksi sebanyak 29,03%, 34,4%, dan 38,16% pada suhu 400°C secara double pass reversible. Untuk paduan Cu-Zn 70/30, rentang pengerjaan warm rolling berada pada suhu 0,4 s/d 0,6 Tm (melting point) yaitu berkisar antara 382°C-573°C. Hasil metalografi didapat ukuran butir yang semakin menurun sebesar 30,03 µm di bagian tepi dan 33,45 µm di bagian tengah pada % reduksi 38,16%. Hasil uji tarik dengan % reduksi 38,16% menghasilkan nilai ultimate tensile strength (UTS) sebesar 478 MPa, yield strength (YS) sebesar 434 MPa, dan persentase elongasi sebesar 9%. Untuk hasil uji kekerasan menghasilkan nilai kekerasan sebesar 135,8 HV di bagian tepi dan 128,4 HV di bagian tengah pada % reduksi 38,16%. 
PENGARUH UKURAN PARTIKULAT HASIL GASIFIKASI BATUBARA TERHADAP EFISIENSI WET SCRUBBER Paramitasari, Derina; Destian, Erbert Ferdy; Ismail, Mochammad
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.806 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i3.3610

Abstract

Syngas dari gasifikasi batubara mengandung komponen pengotor seperti tar, char, H2O,  ash, NH3, H2S dan COS. Zat-zat pengotor tersebut dibagi mejadi dua fase, yaitu fase gas (uap) dan fase padatan (partikulat). Selanjutnya, syngas akan dibersihkan dari pengotornya menggunakan cyclone, wet scrubber dan wet ESP. Dalam penelitian ini, jenis wet scrubber yang digunakan adalah venturi scrubber. Efisiensi dari venturi scubber ini ditentukan oleh ukuran partikulat pengotor dalam syngas. Syngas dari cyclone dianalisa ukuran partikulatnya menggunakan Particle Size Analyzer dan didapatkan grup ukuran partikulat dalam mikrometer (%vol), yaitu 0 ? 1 (8,81%), 1 ? 2 (12,51%), 2 ? 4 (27,33%), 4 ? 6 (15,94%), 6 ? 8 (10,25%), 8 ? 10 (6,7%), 10 ? 20 (10,66%), 20 ? 40 (4,96%), 40 ? 60 (2,6%), dan 60 ? 80 (0,17%). Lalu, data tersebut dianalisa dengan debit (flow rate) dan fraksi massa umpan venturi scrubber, maka didapatkan hasil efisiensi venturi scrubber sebesar 97,48%.Syngas from coal gasifiation consist of various impurities such as tar, char, H2O, ash, NH3, H2S and COS. Those impurities can be classified into two phase groups, which are gas phase (includes vapor) and solid phase (particulates). After gasification, syngas will be purified or cleaned from its impurities with some equipments such as cyclone, wet scrubber and wet ESP. The wet scrubber type that is used in this research is venturi scrubber. The scrubber efficiency is determined by the amount of particulate in syngas. Particulate size in syngas from cyclone is analyzed using Particle Size Analyzer, to obtain data of particulate sizes in micrometer (%vol), which are yaitu 0 ? 1 (8,81%), 1 ? 2 (12,51%), 2 ? 4 (27,33%), 4 ? 6 (15,94%), 6 ? 8 (10,25%), 8 ? 10 (6,7%), 10 ? 20 (10,66%), 20 ? 40 (4,96%), 40 ? 60 (2,6%), dan 60 ? 80 (0,17%). Then, those data are calculated together with the flow rate and mass fraction of scrubber feed, to get venturi scrubber effficiency 97,48%.
FC Wahju, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2760

Abstract

DIAGNOSIS KEGAGALAN CHILLER MENGGUNAKAN ANALISIS PARAMETER OPERASI Firdaus, Nofirman; Teguh Prasetyo, Bambang; Rasyid, Yusuf; Hidayatullah, Maha
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.414 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i2.2954

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kegagalan pada chiller berdasarkan analisis parameter operasi kunci untuk masing-masing jenis kegagalan dengan menggunakan model regresi satu variabel. Hasil tersebut dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan peneliti sebelumnya dengan model regresi tiga variabel. Hasil perbandingan berdasarkan kecenderungan perubahan parameter operasi menunjukkan bawah diagnosa kegagalan bisa dilakukan cukup tepat dengan menggunakan parameter operasi yang dihasilkan dari model regresi satu variabel
DESAIN DAN SIMULASI TUNGKU BAKAR UNTUK PENGOLAHAN PASIR BESI MENJADI SPONGE IRON DENGAN TEKNOLOGI TUNNEL KILN = DESIGN AND SIMULATION OF FURNACE FOR FERRUGINOUS SAND TO BE SPONGE IRON PROCESS BY USING TUNNEL KILN TECHNOLOGY Tambunan, Barman; Supriyadi, Cuk; Juliansyah, Juliansyah
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.058 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i1.103

Abstract

AbstractFerruginous sand is one of the natural resources that are scattered across Indonesia. Ferruginous sand is generally in the form of magnetite (Fe3O4) and hematite (Fe2O3) with a high content of impurities such as silica, alumina, and titanium oxide.To increase the value of Ferruginous sand, this study shows the stages of the process include mechanical beneficiation process and reduction process by using Tunnel Kiln technology.To get optimal production, carried out the Process design and simulation of combustion furnaces both structural and fluid flow of heat (CFD).This study used a sample of iron sand originating from the southern beach area of the island of Java, that is from east Java (Lumajang),Central Java (Yogyakarta) and the west Java (Cipatujah).To determine the performance result of design and simulation,have been done the actual reduction process by using the combustion furnace according to the design. Performance results of reduction process to produce a finish Sponge Iron with increased Fe content of 51.72% to 78.79% with 36.68% metallization degree (Jogja samples) and from 52.93% to 57.90% with 24.43% metallization degree (sample Lumajang). This results has prove that the furnace by using the Tunnel Kiln technology could increase the value of the ferruginous sand. AbstrakPasir besi merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang tersebar di wilayah Indonesia. Pasir besi umumnya berupa magnetite (Fe3O4) dan hematite (Fe2O3) dengan kandungan pengotor berupa silica, alumina, dan titanium oksida. Untuk menaikkan nilai pasir besi, penelitian ini mengajukan tahapan proses antara lain proses benefisiasi dan proses reduksi menggunakan tungku bakar dengan teknologi Tunnel Kiln. Untuk mendapatkan proses reduksi yang optimal, dilakukan proses desain dan simulasi tungku bakar baik secara struktur maupun aliran fluida panas (Computional Fluid Dynamics/CFD). Penelitian ini menggunakan sampel pasir besi yang berasal dari kawasan pantai selatan pulau Jawa, yaitu Jawa bagian timur (lumajang), Jawa bagian tengah (Jogja) dan Jawa bagian Barat (Cipatujah). Untuk mengetahui performa hasil desain dan simulasi, dilakukan proses reduksi dengan menggunakan tungku bakar sesuai dengan desain. Performa hasil proses reduksi menghasilkan produk akhir Sponge Iron dengan kadar Fe 51.72% menjadi 78.79% dengan derajat metalisasi 36.68% (sampel Jogja) dan dari 52.93% menjadi 57.90% dengan derajat metalisasi 24.43% (sampel Lumajang). Dari hasil tersebut membuktikan bahwa tungku bakar dengan teknologi Tunnel Kiln ini dapat meningkatkan nilai tambah Pasir besi.

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue