cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
KONSISTENSI PENGARUH SUMBERDAYA DALAM MENDUKUNG DAYA SAING GALANGAN KAPAL NASIONAL Ma'ruf, Buana; Bisri, Ahmad
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.463 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i3.3076

Abstract

Daya saing di pasar global menjadi isu penting bagi galangan kapal nasional. Sejumlah referensi menunjukkan, daya saing bergantung pada keunggulan faktor-faktor internal (sumberdaya) dan tingkat respon terhadap faktor-faktor eksternalnya. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh sumber-daya berwujud dan tidak berwujud pada galangan kapal kelas menengah dan besar di Indonesia, dibandingkan dengan penelitian sejenis yang telah dilakukan pada tahun 2005. Penelitian dilakukan terhadap 20 faktor internal, dengan metode kuesioner kepada responden pilihan (pemangku kepentingan), diperoleh 106 jawaban responden dan dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan, faktor-faktor yang berpengaruh dominan untuk menciptakan daya saing berkesinambungan relatif sama, yaitu masih amat bergantung pada ketepatan waktu penyerahan dan mutu produknya, namun harga jual produk kini tidak menjadi prioritas utama, baik pada bisnis bangunan baru maupun di bisnis reparasi kapal. Pembeda utamanya adalah, faktor engineering berpengaruh penting pada bisnis bagunan kapal baru, dan faktor lokasi galangan berpengaruh penting pada bisnis reparasi kapal. Hasil penelitian ini juga menunjukkan sumberdaya tak berwujud lebih berpengaruh dominan pada kedua bisnisnya, yang dapat menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Kata kunci: galangan kapal, sumberdaya berwujud dan tak berwujud, daya saing
Chelation and Metal-Ion Complex Formation of Chitosan Treated Cotton Habibie, Sudirman
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.138 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i3.3652

Abstract

Chitin dan chitosan adalah bahan “chelate” yang sangat kuat untuk ion transisi logam terutama tembaga, nikel dan merkuri, dan sifat-sifat ini yang akan intensif di bahas. Pada studi ini kain kapas (cotton) dikerjakan dengan larutan chitosan-asam polikarboksilat untuk memperoleh kain kapas-chitosan yang mengandung gugus group karboksilat (-COOH) dan gugus amina (-NH2) fungsional. Penggunaan asam polykarboksilat (asam sitrat dan maleik) pada pelarutan chitosan menghasilkan group karboksil 0,5 meqs/g pada kain yang dicelup dengan larutan chitosan asam karboksilat. Kemudian kain kapas yang telah mengandung gugus karboksilat dan gugus amina ini dicelupkan pada larutan garam logam (garam tembaga dan seng). Terbukti bahwa larutan garam tembaga (copper) memberikan warna biru pada kain, hal ini mengindikasikan telah terjadi reaksi kompleks atau “Chelate”. Implikasi dari hasil ini maka diperkirakan kandungan group karboksil dan amina ini akan mempengaruhi pada pencelupan kain, namun hal ini tidak diuji.Kata kunci : Chitosan, Kain Kapas, Chelate, Asam asetat, Asam citrate, Asam maleik, Tembaga sulphate, Tembaga acetate.AbstractChitin and chitosan are powerfull chelating agents for transition metal ions, particularly copper, nickel and mercury, and these properties have been extensively reviewed. In this study, cotton fabric has been treated with chitosan- polycarboxylic acid solution to form chitosan treated cotton fabric containing carboxyl (-COOH) and amine (-NH2) functional groups. The use of polycarboxylic acids (citric and maleic acids) to dissolve chitosan has given carboxyl groups 0.5 meqs/g into chitosan treated cotton fabrics. Instead, the complexing of the treated cotton samples with copper and zinc salts was examined. The copper salt solutions gave blue fabrics confirming easily that complexing or chelation had occurred. There are implications for dyeing cotton making use of these groups but this was not investigated.Keyword : Chitosan, Cotton fabric, Chelation, Acetic acid, Citric acid, Maleic acid, Copper (II) sulphate, Copper (II) acetate.
ANALISIS KEGAGALAN FIRE RING PENYEBAB KERUSAKAN PISTON MESIN UNIT KENDARAAN BERMOTOR Febriyanti, Eka; Suhadi, Amin
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.18 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.1821

Abstract

Fire ring atau oil scraper ring merupakan salah satu komponen penting dari mesin yang berada pada chamber pembakar dan berlokasi di atas piston serta berfungsi untuk membantu dalam kontrol oli sehingga pembakaran berlebih dapat diminimalisir. Hal tersebut disebabkan karena fire ring dapat membiarkan oli untuk lewat sehingga dapat melumasi piston dan cylinder wall. Oleh karena itu, peranan dari fire ring sangat mempengaruhi kinerja dari mesin diesel suatu kendaraan. Apabila fire ring tidak terinstall dengan baik maka menyebabkan fire ring akan gagal setiap saat, hal ini menyebkan mesin dapat rusak pada hitungan detik. Pada penelitian ini fire ring mengalami kerusakan selama overhaul (bongkar mesin). Penelitian dilakukan dengan menggunakan sistem tulang ikan, yaitu meneliti dari berbagai kemungkinan kerusakan sampai ketemu penyebab utamanya. Detail analisis dari permukaan yang rusak menunjukkan bahwa kerusakan fire ring disebabkan oleh beban impak tinggi yang diberikan oleh pemukul piston secara tidak homogen sehingga menghasilkan kelebihan beban pada daerah fire ring tertentu dan akhirnya menghasilkan retak dan patahan. Patahan ini diawali dengan pemindahan kedudukan fire ring yang tidak tepat pada piston.
IMPACT OF THE JAKARTA – SURABAYA HIGH – SPEED TRAIN ON PASSENGERS OF THE JAKARTA – SURABAYA EXECUTIVE TRAIN CORRIDOR Utomo, Djoko Prijo; Lestari, Prasetyaning Diah Rizky; Sucipto, Sucipto; Nurhidayat, Asep Yayat
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.59 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v14i1.3897

Abstract

Due to the increasing demand for travel by train in recent years, the large potential number of passengers in Jakarta - Surabaya corridor needs to be anticipated with adequate transportation system planning so that the bottlenecks on available transportation network system can be minimized. This paper analyses the potential competition between the demand of executive passenger train and Jakarta-Surabaya high-speed train which will be built by the Government as planned. This study only use travel time variables and ticket rates as independent variables between executive passenger train and high-speed train, then stated preference methods and binomial logit models are used as tools for processing data. As a result, we believe that the operation of Jakarta-Surabaya high-speed train will have a negative impact on the demand of executive passenger train on this route.
KAJIAN TEKNIS MODIFIKASI SENJATA LARAS PANJANG UNTUK PRAJURIT TNI Megawanto, Fadli Cahya
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.215 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2249

Abstract

Rekayasa alutsista melalui modifikasi teknis (re-engineering) dengan kemampuan mandiri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi industri pertahanan nasional. Memodifikasi senjata api M-16 sebagai senjata serbu ringan laras panjang, berkaliber 5.56 mm menjadi senjata laras pendek untuk pertempuran jarak pendek di kapal dapat menginisiasi rancang bangun senjata untuk prajurit TNI AL. Dalam kajian pertempuran di dalam ruang kapal, penggunaan senjata laras panjang standar TNI tipe M-16 dirasa kurang optimal. Ruang gerak prajurit yang sempit dengan jarak tembak relatif dekat, maka senjata serbu laras pendek akan lebih baik. Berkaitan dengan hal tersebut senjata serbu M-16 milik TNI AL  dicoba dimodifikasi dengan cara pemendekan laras maupun penggantian laras sesuai postur dan misi tempur prajurit TNI. Dalam kajian disini ditelaah hasil modifikasi senjata laras panjang M16 yang sesuai untuk digunakan prajurit TNI namun tetap mempunyai kinerja penembakan yang optimal..
ANALISIS PERHITUNGAN MODUL JEMBATAN GELAGAR I DAN GELAGAR BOX BAJA SEBAGAI FUNGSI JEMBATAN JALAN RAYA Witriyatna, Cahya; Purnomo, Dwi Agus; Waseso, Agung Barokah; Marindaa, Mira
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.37 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i2.3107

Abstract

Jembatan merupakan bagian dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai  penghubung jalan yang terputus oleh rintangan (sungai, danau, laut,  lembah,  prasarana transportasi lainnya)  yang melintas tidak sebidang seperti jalan, jalur rel kereta api.  Jika diklasifikasikan secara fungsinya jembatan dapat dibedakan menjadi jembatan jalan raya dan jembatan kereta api. Pada paper ini, akan diperlihatkan apakah penggunaan ukuran bentang jembatan 41.15  meter akan lebih optimum (efektif dan efisien) menggunakan gelagar I dengan tinggi 200 cm atau box girder tinggi 200 cm dan beban-beban yang digunakan pada jembatan jalan raya tersebut yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok beban, yaitu berat sendiri gelagar/girder, beban mati tambahan, dan beban hidup. Beban mati tambahan yang dianalisis yaitu beban pelat beton, aspal, dan diafragma sedangkan untuk beban hidup dengan fungsi jalan raya adalah beban D yang terdiri dari beban terdistribusi (load distribution) dan beban Knife Edge Load (KEL) berdasarkan "Pembebanan Untuk Jembatan SNI 1725-2016.Dari hasil perhitungan antara modul jembatan gelagar I dan box girder baja ukuran bentang 41.15 m untuk jembatan jalan raya dengan tinggi gelagar 200 cm diperoleh kesimpulan bahwa untuk tinggi gelagar 200 cm pada jembatan jalan raya lebih efektif mengunakan tipe gelagar box  baja berbasis material SNI yang cukup mampu menahan beban lalu-lintas jalan raya sesuai standar.Pada studi kasus rencana perlintasan di Jl. KH.  Mansyur Pekalongan untuk memperoleh estetika yang memadai, maka modul jembatan  gelagar box  akan lebih menjanjikan dari aspek estetika dan arsitektoris dengan konfigurasi bentang yang bervariasi dari 30 m s/d 100 m dengan trase jembatan bisa lurus atau lengkung..Berdasarkan hasil penelitian tentang analisa perhitungan pembebanan untuk jembatan ukuran bentang 41.15 m yang menggunakan SNI 1725 2016 (standar baru), diketahui terjadi perbedaan beban angin dan beban gempa sebesar  ( 30-40) % terhadap RSNI T-02 2005.
UJI TARIK DINAMIS BATANG SAMPEL ALUMINUM 6061T8 DENGAN METODA FOTOGRAFIS = DYNAMIC TEST PULL ROD 6061T8 ALUMINUM SAMPLES WITH PHOTOGRAPHICALLY METHODS ., Sahlan
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.324 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.1645

Abstract

The model system of a photographic using light-emiting dioda (LED) iluminator and a 35-mm rotating drum camera has ben developed for diagnosis of dynamic-tensile tests conducted with split tension bar. Back-lit photographs of deforming tensile samples are obtained at rates up to 50 kHz that test were conducted with 6061T8 aluminum, since this material is relatively well characterized and relatively insentive to strain rate and work hardening. The LED exposures are precisely time corrected with the conventional bar-straingage records. The system can be used to extended the measurement of stressstrain-gage curves beyond the onset of plastic instability. ABSTRAKSistem pemodelan fotografis yang menggunakan iluminator LED (Light Emiting Dioda) dan kamera film 35 mm di coba untuk digunakan mendiagnosis uji tarik dinamis batang uji. Pengulangan pada uji fotografis pada beberapa bentuk sampel uji tarik aluminum 6061T8 dengan kecepatan sampai dengan 50 kHz , yang mana material ini relatif memiliki karakteristik yang sangat bagus dan relatif lebih tahan terhadap kekuatan regangan rata-ratamya dan tingkat kekerasan yang tinggi. Pencahayaan LED pada saat yang tepat dapat terkoreksi hasilnya dengan pencatatan pengukuran batang sampel uji konvensional. Pemakaian ini dapat dipergunakan lebih luas untuk pengukuran kurva tegangan-regangan terhadap deformasi plastis yang labil.
Pembuatan dan Karakteristik Membran Reaktor Zeolit Saputra, Hens
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.062 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i1.3643

Abstract

Membran reaktor merupakan konsep perpaduan dari sistem reaksi dan proses pemisahan/pemurnian. Membran ini disebut juga sebagai membran katalis atau sistem katalis-membran. Dengan membran reaktor ini diharapkan konversi suatu reaksi dapat ditingkatkan dan diperoleh suatu produk yang memiliki tingkat kemurnian lebih tinggi. Sebagai katalis digunakan silica alumina yang berukuran 1,0 mm. Membran anorganik zeolit MFI dilapiskan menutupi seluruh permukaan katalis. Bahan baku yang digunakan antara lain tetraethylortosilikat (TEOS) sebagai sumber silikat dan template organik tetraprophyl ammonium bromide (TPABr). Proses kristalisasi dilakukan pada temperatur 453 K di dalam autogeneous autoclave, dilanjutkan dengan kalsinasi pada temperatur 873 K selama 1 jam. Karakterisasi membran zeolit yang dihasilkan dilakukan dengan X-ray diffraction (XRD) dan pengamatan dengan Scanning Electron Mycroscope (SEM). Karakteristik pori dipelajari menggunakan metode physisorption dan BJH pore size distribution. Selain itu dilakukan pula uji selektifitas dan alkilasi toluena dan xylene. Berdasarkan pengamatan menggunakan XRD mengindikasikan adanya struktur zeolit MFI pada sampel membrane katalis yang dihasilkan. Diperkuat dengan obserbasi SEM menunjukkan bahwa membran zeolit MFI melapisi seluruh permukaan pelet silika alumina dan terdapat indikasi terjadinya komposit terhadap silika alumina pada daerah perbatasan antara membran zeolit atau lapisan bagian luar dengan katalis silika alumina. Hasil pengujian menunjukkan hasil bahwa membran reaktor zeolit MFI berpotensi untuk diaplikasikan sebagai membran katalis yang bersifat sangat selektif terhadap bentuk suatu molekul. Sebagai contoh kasus, suatu isomer dapat dipisahkan satu sama lain secara selektif, sehingga dapat meningkatkan konversi reaksi.Kata kunci : Membran reaktor, isomer, xylene, zeolit, silika alumina, hydrothermal.AbstractMembrane fusion reactor is the concept of the reaction system and the process of separation/purification . These membranes are called also as membrane catalysts or catalyst - membrane system . With the membrane reactor is expected conversion reaction can be improved and obtained a product which has a higher degree of purity . As used silica alumina catalyst measuring 1.0 mm . MFI zeolite coated inorganic membranes covering the entire surface of the catalyst . The raw materials used include tetraethylortosilikat (TEOS ) as a source of silicate and organic template tetraprophyl ammonium bromide ( TPABr ) . Crystallization process carried out at a temperature of 453 K in the autogeneous autoclave , followed by calcination at a temperature of 873 K for 1 hour . Characterization of zeolite membranes produced by X - ray done diffraction ( XRD ) and scanning electron observations with Mycroscope ( SEM ) . Pore characteristics studied physisorption using BJH pore size and distribution . Test will be conducted and the selectivity of toluene and xylene alkylation . Based on observations using XRD indicates the MFI zeolite structure on the resulting catalyst membrane samples . Reinforced with obserbasi SEM showed that the MFI zeolite membrane coating the entire surface of the silica- alumina pellets and there are indications of the silica- alumina composite in the border area between the zeolite membrane or outer layer of silica alumina catalyst . The results show that the results of the MFI zeolite membrane reactor has the potential to be applied as the membrane is highly selective catalyst to form a molecule . As an example case , an isomer can be separated from each other selectively , so as to increase the reaction conversionKeywords : Membrane reactors, isomers, xylene, zeolite, silica alumina, hydrothermal.
PROPULSION SYSTEM DESIGN FOR THE INDONESIAN SEMI HIGH SPEED TRAIN Shalahuddin, Lukman; Putranto, Kartiko E.; Eskayudha, Dimas B.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.569 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i3.3851

Abstract

This paper describes a study on the development of methodology to select the most appropriate technology, and the most optimum design and configuration for the propulsion system of the semi-high speed intercity train that will be operated on the Jakarta-Surabaya corridor. It also describes the method to calculate resistance loads  and tractive forces and hence the power required to propel the train along the specified route within targeted time. Among the output of this study is a recommendation for the most optimum propulsion system with basic/ main parameters for main components such as diesel engine, traction motor and the possibility of Diesel Electric Multiple Unit (DEMU) Hybrid battery system.
KONSEP DESAIN KENDARAAN LISTRIK RODA TIGA RAMAH LINGKUNGAN maulana, febryan
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.898 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.141

Abstract

Dalam penelitian  ini dirancang sebuah kendaraan listrik roda tiga dengan menggunakan metode VDI (Verein Duetscher Ingeniure). Perancangan kendaraan listrik ini terfokus pada desain kontruksi rangka dan perhitungan kebutuhan motor listrik yang sesuai sebagai elemen utama kendaraan listrik. Dalam perancangan kendaraan listrik roda tiga terdapat 3 varian dan berdasarkan nilai evaluasi varian yang paling tinggi adalah varian 2 dengan nilai 0,05. Kendaraan roda tiga mempunyai dimensi panjang 2500 mm, lebar 1250 mm, tinggi 1400 mm dengan tingkat kestabilan 46%.Setelah dilakukan analisa dan pengujian terhadap kontruksi rangka yang menggunakan bahan S45C, maka dapat diketahui bahwa kontruksi rangka ini mampu menahan beban sebesar 250 kg. Dan  dengan spesifikasi motor listrik 5 Kw yang dibutuhkan pun tersedia di pasar, sehingga memungkinkan kendaraan listrik roda tiga ini untuk dikembangkan lebih lanjut.In this study will be designed a three-wheeled electric vehicle using the VDI (Verein Duetscher Ingeniure). The design of electric vehicles is focused on the design and calculation of required construction frame corresponding electric motor as the main element of the electric vehicle. In the design of three-wheeled electric vehicles, there are 3 variants and variants based on the value of the highest evaluation is a variant 2 with a value of 0.05. Three-wheeled vehicle has dimensions of length 2500 mm, width 1250 mm, height 1400 mm with a 46% degree of stability.After analysis and testing of construction materials using S45C frame, it can be seen that the frame construction can support the weight of 250 kg. And with a 5 Kw electric motor specifications required is available in the market, thus allowing the three-wheeled electric vehicles to be developed further.Dalam penelitian  ini dirancang sebuah kendaraan listrik roda tiga dengan menggunakan metode VDI (Verein Duetscher Ingeniure). Perancangan kendaraan listrik ini terfokus pada desain kontruksi rangka dan perhitungan kebutuhan motor listrik yang sesuai sebagai elemen utama kendaraan listrik. Dalam perancangan kendaraan listrik roda tiga terdapat 3 varian dan berdasarkan nilai evaluasi varian yang paling tinggi adalah varian 2 dengan nilai 0,05. Kendaraan roda tiga mempunyai dimensi panjang 2500 mm, lebar 1250 mm, tinggi 1400 mm dengan tingkat kestabilan 46%.Setelah dilakukan analisa dan pengujian terhadap kontruksi rangka yang menggunakan bahan S45C, maka dapat diketahui bahwa kontruksi rangka ini mampu menahan beban sebesar 250 kg. Dan  dengan spesifikasi motor listrik 5 Kw yang dibutuhkan pun tersedia di pasar, sehingga memungkinkan kendaraan listrik roda tiga ini untuk dikembangkan lebih lanjut.In this study will be designed a three-wheeled electric vehicle using the VDI (Verein Duetscher Ingeniure). The design of electric vehicles is focused on the design and calculation of required construction frame corresponding electric motor as the main element of the electric vehicle. In the design of three-wheeled electric vehicles, there are 3 variants and variants based on the value of the highest evaluation is a variant 2 with a value of 0.05. Three-wheeled vehicle has dimensions of length 2500 mm, width 1250 mm, height 1400 mm with a 46% degree of stability.After analysis and testing of construction materials using S45C frame, it can be seen that the frame construction can support the weight of 250 kg. And with a 5 Kw electric motor specifications required is available in the market, thus allowing the three-wheeled electric vehicles to be developed further.

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue