cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
legalstanding@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum
ISSN : 25808656     EISSN : 25803883     DOI : -
Core Subject : Social,
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Ponorogo dua kali setahun pada bulan Maret dan Desember. Redaksi Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum menerima naskah artikel laporan hasil penelitian empirik dan naskah hasil kajian teoritis yang sesuai dengan visi Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum tentang Hukum Pidana, Perdata, Tata Negara, Tata Usaha Negara, Hukum Adat, Hukum Islam, Sosiologi Hukum, teori hukum, Hukum Agraria, Filsafat Hukum, Hukum dan Korupsi, Hukum Lingkungan, Pemerintahan Daerah, Hukum Perkawinan, Hukum Acara Pidana dan Perdata, Hukum dagang dan Perbankan, Hukum dan ITE, Konstitusi, Hukum Pidana Khusus, Kebijakan Publik, Politik Hukum dan Victimology
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
BENTUK TANGGUNG JAWAB KONSTITUSI PEMERINTAH TERHADAP KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA (KPPS) DALAM PEMILU 2019: TRAGEDI DEMOKRASI PEMILU tajaswari, visi jiwa; Asmorojati, Anom Wahyu
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v5i1.3682

Abstract

This writing aims to determine the form of Government accountability to KPPS who died in the implementation of the 2019 General Election based on Law No. 7 of 2017 concerning Elections, and aims to determine the form of legal protection for KPPS officers assigned to the 2019 Election based on Law No. 7 of 2017 concerning Elections. The type of research used in the preparation of this paper is a normative legal research method, this research is only aimed at written regulations so that this research is closely related to libraries that require secondary data in the library. The data collection method used in the preparation of this paper is the literature study method, the data analysis carried out in the preparation of this paper is a qualitative descriptive method which aims to reveal events or facts, circumstances, phenomena, variables and circumstances that occurred during the research by presenting what actually happened. The results of this study are a form of government accountability to KPPS officers who died in the 2019 Election in the form of compensation worth 36 million rupiah, this compensation is given to the families of victims who have been left behind. This proposal regarding the nominal compensation money is proposed by the KPU and approved by the Ministry of Finance. The compensation is given directly by the Ministry of Finance to be submitted through the KPU and also BAWASLU as the party with the authority to hand over the compensation to the victim's family. Legal protection for KPPS which is assigned to hold the 2019 Election, namely, is stated in the 1945 Constitution Article 28D paragraph (1) regarding equality before the law to obtain protection without discrimination.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG KARTU KREDIT DALAM TRANSAKSI PERBANKAN Pratiwi, Della Rahmi; Yetti, Yetti
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v4i2.3092

Abstract

Perlindungan terhadap nasabah dapat menjadi tidak jelas, dimana pada akhirnya dapat mengakibatkan masalah-masalah yang timbul dari transaksi tersebut, Bahkan nasabah sering berada dalam pihak yang dirugikan, misalnya transaksi dengan menggunakan kartu kredit, adanya transaksi yang tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh pemilik kartu kredit namun yang terjadi adanya pemberitahuan dari pihak bank mengenai tagihan kartu kredit tersebut, perhitungan kredit limit atau saldo yang salah sehingga pemegang kartu kredit membatalkan transaksi belanja mereka, adanya keluhan dari nasabah mengenai suku bunga yang tidak sesuai, hal ini jelas sangat merugikan nasabah pada saat melakukan transaksi dan tagihan kartu kredit melebihi harga yang dibayar oleh konsumen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah penelitian hukum Normatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan belum terlaksana dengan baik karena adanya transaksi yang tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh pemilik kartu kredit namun yang terjadi adanya pemberitahuan dari pihak bank mengenai tagihan kartu kredit tersebut, perhitungan kredit limit atau saldo yang salah sehingga pemegang kartu kredit membatalkan transaksi belanja mereka, adanya keluhan dari nasabah mengenai suku bunga yang tidak sesuai pada saat perjanjian, hal ini jelas sangat merugikan nasabah pada saat melakukan transaksi dan tagihan kartu kredit melebihi harga yang dibayar oleh konsumen. Hambatan dan Upaya adalah dilihat dari sisi pelaku usaha, dilihat dari sisi nasabah selaku konsumen, dilihat dari sisi lain, kurang berperannya pihak-pihak yang terkait dengan perlindungan terhadap nasabah dan upaya yang dilakukan untuk terhadap perlindungan hukum tersebut adalah meningkatkan kesadaran pelaku usaha (nasabah) dan tahap mediasi. Bank dalam memberikan perlindungan kepada pemegang kartu kredit (card holder), harus lebih menitik-beratkan pada pembuatan produk kartu kredit.
PERLINDUNGAN HUKUM ATAS DATA WAJIB PAJAK DALAM SISTEM AUTOMATIC EXCHANGE OF INFORMATION (AEoI) STUDI PERBANDINGAN INDONESIA UNI EROPA Batara Randa, Indira Despuanitara; Haryanto, Imam
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v5i1.3563

Abstract

The system of exchanging information on taxpayer data between countries called as AEoI  is follow up action on tax amesty which  provides many benefits for the country but has risks for taxpayers data. Law 9/2017 concerning the AEoI merely governs technical issues and does not regulate regarding taxpayer data protection even if taxpayer data protection is guaranteed in article 28G paragraph (1) of the 1945 Constitution. Personal data in Indonesia is currently not regulated in a specific law. The need for personal data protection arrangements is an urgent matter because personal data stores human dignity, especially in the AEoI system that has data permissions. This paper compares the personal data protection arrangements in the European Union and the regulatory principles applied in Indonesia because it is important for Indonesia to meet European Union standards regarding personal data protection.
PENYELESAIAN KREDIT AKIBAT BENCANA ALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HUKUM Osgar Sahim Matompo
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v3i2.2942

Abstract

Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018 adalah peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter diikuti dengan tsunami atas kejadian alam tersebut, banyakpenduduk yang kehilangan harta bendanya, yang mana harta benda tersebut dijadikan jaminan pinjaman di bank berdasarkan perjanjian bersama, MetodePenelitian yang digunakan adalah yuridis normatif Perlindungan hukum ataspenyelesaian kredit bank sebagai akibat force majeure karena gempa di palu , yangdapat dilakukan kreditor untuk menyelamatkan debitor dari kredit macet tersebut,diantaranya dengan penjadwalan kembali pembayaran, perubahan sebagian/keseluruhan syarat dari kredit dan penataan kembali syarat kredit.
Et Médecine Légale: Preuve De Viol Par Visum Et Repertum Budiono, Arief; Sari, Rika Maya; Widaningrum, Ida; Isnandar, Aries
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v4i2.2881

Abstract

Le viol fait partie d'un crime sexuel dont la preuve est assez compliquée si la victime ne se présente pas immédiatement ou si les responsables de l'application des lois ne le traitent pas rapidement. Visum et repertum est un rapport d'aspect médical rédigé par un médecin à la demande écrite des autorités répressives aux fins d'enquête et d'examen des affaires plus tard devant les tribunaux, de sorte que visum et repertum ne peut être soumis que par les forces de l'ordre ou des autorités telles que la police, les procureurs, ou un juge de la cour à un médecin spécial qui s'occupe du terrain, le procureur et le juge demandent qu'un autopsie soit faite par la police.Cette étude utilise une méthode doctrinale normative, le résultat de la recherche est que le processus de prouver le viol en tant que crime sexuel présente des différences et des difficultés qui sont différentes des autres affaires pénales générales, car des preuves sont nécessaires sous la forme de visum et repertum qui révéleront les auteurs et le moment de l'incident pour faciliter la recherche et déterminer les auteurs de ces actes, le problème de visum et repertum est la preuve dépend des croyances des juges, comme d'autres preuves la position de visum et repertum est la même que la preuve documentaire en termes de force, mais l'obstacle est la culture en Indonésie qui fait que les victimes de viol ne signalent pas ou ne signalent pas mais en la période écoulée, ce qui rend difficile la post mortem elle-même. 
PERLINDUNGAN PEKERJA BURUH TERHADAP PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PADA PERUSAHAAN SWASTA DI MASA PANDEMI COVID 19 Arifinal, Mochamad; Suhadi, Aris; Agustina, Rani Sri
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v4i2.3230

Abstract

Pembanguan Nasional Merupakan pembangunan yang bertujuan mewujudkanmasyarakat yang adil dan makmur dan berkesinambungan berlandaskan Pancasila danUndang-undang Dasar 1945. Pandemi virus corona mulai awal tahun 2020 memukulkinerja sektor industri berdampak pada nasib para pekerja, khusunya pekerja swasta.Banyak perusahaan yang mengalami kesulitan untuk menjalankan perusahaan sepertibiasa sehingga berakibat pada pendapatan perusahaan yang berkurang. Pemerintahmenghimbau agar pengusaha tidak melakukan pemutusan hubungan kerja kepadapekerjanya, dan membuat regulasi yang berkaitan dengan hal tersebut denganmengeluarkan SE Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04/III/2020 Tahun 2020Tentang Perlindungan Pekerja dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahandan Penanggulangan Covid-19, tetapi imbauan untuk tidak melakukan PHK agaksedikit sulit untuk diterapkan termasuk di Kota Serang. Apalagi jika perusahaanmengalami kerugian, PHK menjadi hal yang paling mungkin untuk dilakukan olehpelaku usaha untuk menekan defisit keuangan perusahaan.
RAHASIA BANK BAGIAN DARI PROSES MONEY LAUNDRY wagiman, wagiman; Susilo, M. Endriyo
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v5i2.3756

Abstract

The crime of money laundering is very detrimental to the public at large, because the crime will also be followed by other crimes, corruption, terrorism and drugs. The purpose of this research is to discuss the extent to which the Bank is involved in the money laundering process, so the researcher takes the theme Bank Secrets as part of the money laundering process. The method used is literature study with descriptive, exploratory, and analytical approaches. It can be concluded that, Bank Secrecy is everything related to information regarding depositors and deposits where the principle of bank secrecy aims to protect customers. Bank is a financial institution that runs its business based on the trust of its customers so that banks are required to be able to maintain the confidentiality of all data and information related to their customers, including information on financial transactions carried out by their customers. It is recommended that the bank should apply the Know Your Customer “Know Your Customer principle” properly accompanied by an adequate reporting system. If there is a suspicious flow of funds, it can work with related parties (PPATK, KPK and the Police) so that money laundering can be prevented as early as possible.
PEMBELAJARAN BAGI MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH Agustiwi, Asri
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v4i2.2979

Abstract

Tujuan dari artikel ini untuk memberikan masukan terkait bagaimana seharusnyapembelajaran bagi mahasiswa diperguruan tinggi dalam Penyusunan PeraturanDaerah. Bagaimana pembelajaran diberikan pada kurikulum dengan mata kuliah diklatpraktek penyusunan perundang-undangan, pada mahasiswa semester enam atau genap.Perlu mempertajam inovasi baru, sehingga mahasiswa dapat terlatih dan trampildalam membuat rancangan Produk Daerah. Metode penelitian yang digunakan dengandengan penelitian doktrinal yaitu undang-undang seperti peraturan-peraturan yangberkaitan dengan pembentukan perundang-undangan. Data yang gunakan yaitu studikepustakaan yang berupa peraturan-peraturan resmi negara, serta data sekunder yangbersifat publik yaitu jurnal-jurnal penelitian, buku dan berita-berita lainnya. Untukmenjawab penelitian ini penulis mengunakan penelitian diskriptif yaitu prosespenyelidikan yang dapat mengambarkan subyek ataupun obyekyang diteliti.Kesimpulan yang diperoleh yaitu inovasi baru dengan mempertajam pada konsepimplentasi penyusunan Peraturan Daerah dengan berbagai rangkaian kegiatan yangdiberikan seperti kerjasama dengan lembaga penyusun Peraturan Daerah; Kuliah kerjalapangan di lembaga daerah yaitu DPRD; kegiatan seminar legal drafting; ForumGrup Disscusion(FGD) Perancangan Peraturan Daerah; kopetisi kemahiran dalamlegal drafting, sehingga kedepannya mahasiswa memiliki good skill dan shoff skill.
ANALISA YURIDIS PENGGUNAAN CCTV SEBAGAI ALAT BUKTI PETUNJUK DALAM PROSES PENYIDIKAN PERKARA PIDANA Rosita, Dian
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v3i1.3110

Abstract

Alat bukti adalah adalah segala perbuatan, dimana denngan alat-alat bukti tersebutdapat dipergunakan sebagai bahan pembuktian guna menimbulkan keyakinan hakimatas kebenaran adanya suatu tindak pidana yang telah dilakukan terdakwa. Seiringperkembangan teknologi informasi dan komunikasi dikenal adanya alat bukti lain yangtidak diatur dalam KUHAP. Alat bukti tersebut berupa elektronik atau yang seringdisebut juga dengan alat bukti elektronik. Berkaitan dengan bukti elektronik, hinggasaat ini masih meninmbulkan perdebatan di kalangan pakar hukum acara pidana yangpada akhirnya mendorong penulis untuk tertarik untuk mengkaji lebih lanjut terkaitbagaimana urgensi bukti elektronik sebagai efektifitas dalam penyidikan danpenuntutan perkara pidana dan bagaimana pengaruh alat bukti ekektronik teradapputusan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yang bersifatdeskriptif dengan teknik analisa data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah buktielektronik urgensinya dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah dalam hukum acarapidana untuk seluruh jenis perkara pidana di Pengadilan seperti halnya alat buktilainnya. Kemudian bukti elektronik sebagai pengganti surat dan perluasan dari buktipetunjuk berdasarkan Pasal 183 KUHAP tidak bisa berdiri sendiri membuktikankesalahan terdakwa, dia tetap terikat pada prinsip batas minimum pembuktian yangcukup harus didukung sekurang-kurangnya satu alat bukti yang lain.
HUBUNGAN RESTRUKTURISASI PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN SEPEDA MOTOR DENGAN POJK NO.11/POJK.03/2020 TENTANG STIMULUS PEREKONOMIAN NASIONAL rohani, aceng asnawi; Gunawati, Anne; PS, Agus Prihartono
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v5i1.3683

Abstract

The government enforces various kinds of regulations in providing protection to the public, one of which is through the Financial Services Authority (OJK) by issuing POJK Number 11 / POJK.03 / 2020 concerning National Economic Stimulus as a Countercyclical Policy on the Impact of the Spread of Coronavirus Disease 2019. This regulates the implementation of the relaxation policy. against debtors affected by the new Corona Virus or Covid-19 outbreak. The restructuring carried out by the financing institution is carried out in accordance with the guidelines issued by the OJK based on POJK Number 11 / POJK.03 / 2020. However, the implementation is left to the policies of each financing institution, the relief scheme may vary, among others, in the form of lowering interest rates, adjusting principal or interest installments, extension of time or other matters determined by the bank or financing institution. This regulation does not regulate sanctions against banks / financing companies that do not provide restructuring / relaxation programs for debtor customers, because they are not coercive, the language used in this POJK is "can" not "must".

Page 10 of 56 | Total Record : 555