cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
silogisme@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL SILOGISME : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya
ISSN : 25487809     EISSN : 25276182     DOI : -
Core Subject : Education,
Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya, adalah sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Unmuh Ponorogo) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember), berisikan enam sampai sepuluh artikel dan menerima artikel di bidang kajian ilmu matematika (pendidikan dan murni) dengan metodologi penelitian yang memenuhi standar yang ditetapkan untuk publikasi. Naskah artikel bisa berasal dari para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemerhati bidang ilmu matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS VISUAL BASIC 6.0 PADA MATERI MATRIKS KELAS XI Mursalim, Ummi Kalsum; Sulasteri, Sri; Rasyid, Muhammad Rusydi; Nur, Fitriani; Latuconsina, Nur Khalisah
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i2.7653

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan serta kualitas media pembelajaran matematika berbasis Visual Basic 6.0 pada materi matriks ditinjau dari tingkat kevalidan, kepraktisan, keefektifan. Research and Development (R&D) adalah jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini dengan prosedur pengembangan ADDIE. Siswa kelas XI di MA Al-Hidayah kota Makassar menjadi subjek penelitian. Produk yang dihasilkan adalah media pembelajaran matematika berbasis Visual Basic 6.0 pada materi matriks mencakup operasi matriks terkhusus ordo dua dan tiga yang didesain dengan menarik yang dapat dioperasikan dengan komputer secara offline. Lima tahapan prosedur pengembangan ADDIE antara lain: tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Selanjutnya, hasil dari kriteria kevalidan didasarkan pada hasil validasi oleh tim validator adalah 3,66 (sangat valid). Kriteria kepraktisan didasarkan pada hasil kuesioner tanggapan guru 97,5% (positif) dan lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran 3,89 (tinggi), kemudian dari kedua hasil analisis tersebut  media memenuhi kriteria praktis. Kriteria keefektifan didasarkan pada hasil kuesioner tanggapan peserta didik 90,7 (sangat positif), pengamatan aktivitas peserta didik 89% (sangat baik), dan tes hasil belajar diperoleh persentase ketuntasan 90%, sehingga dari hasil pengukuran. diperoleh media memenuhi kriteria efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media  pembelajaran materi matriks layak untuk digunakan dalam pembelajaran
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SD/MI DALAM MATERI BANGUN RUANG Diana, Risma Firda; Fathiyah, Nur
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i2.7814

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah matematis memungkinkan siswa untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan kritis dan kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana siswa SD/MI memecahkan masalah matematika dalam  materi bangun ruang berdasarkan Langkah Polya. Siswa kelas 6A MI Darut Tauhid Surabaya dijadikan sebagai sumber informasi dalam penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif ini. Tes pemecahan masalah, wawancara, serta dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, (1) persentase kemampuan pemecahan masalah siswa kelas 6A MI Darut Tauhid Surabaya berkategori tinggi yaitu sebesar 64%, berkategori sedang sebesar 28 %, dan berkategori rendah sebesar 8% (2) siswa berkemampuan tinggi dapat menjalankan 4 langkah pemecahan masalah Polya dengan sangat baik, yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana pemecahan, dan memeriksa kembali Sedangkan siswa berkemampuan sedang hanya mampu melalui 3 tahapan polya dan masih kurang teliti dalam memeriksa kembali, serta siswa yang berkemampuan rendah hanya mampu melaksanakan tahap memahami masalah dan kurang mampu menjalankan langkah-langkah polya berikutnya.
PENGARUH METODE ACCELERTED LEARNING FOR THE 21ST CENTURY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Yulianto, Dwi; Juniawan, Egi Adha; Kusdini, Reni
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i2.7882

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kenyataannya menunjukkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa di Indonesia masih rendah. Setiap siswa memiliki tingkat kemampuan awal yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh metode Accelerted Learning For The 21st Century terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam menyelesaikan soal-soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) ditinjau dari kemampuan awal kelas IX di MTsN 1 Lebak. Jenis penelitian yang digunakan metode quasi eksperiment dengan desain posttes only menggunakan treatment by level 2 3. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan awal matematis dan posttest. Instrumen penelitian terdiri dari 5 soal essay tipe AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) pada pembahasan bangun ruang sisi lengkung. Analisis data penelitian ini menggunakan pendekatan uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan rataan, ANOVA dua arah dan uji t. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) Kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal-soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) kelompok siswa yang belajar menggunakan Metode Accelerted Learning For The 21st Century lebih tinggi dari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, (2) Terdapat pengaruh antar kemampuan awal dengan metode Accelerted Learning For The 21st Century dan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal-soal Higher Order Thinking Skill (HOTS), (3) Kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkemampuan awal tinggi, dalam menyelesaikan soal-soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) dengan metode Accelerted Learning For The 21st Century lebih tinggi dari metode pembelajaran konvensional, (4) Kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkemampuan awal sedang, dalam menyelesaikan soal-soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) dengan metode Accelerted Learning For The 21st Century lebih tinggi dari metode pembelajaran konvensional, (5) Kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkemampuan awal rendah, dalam menyelesaikan soal-soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) dengan Metode Accelerted Learning For The 21st Century lebih tinggi dari metode pembelajaran konvensional
COMPARATIVE ANALYSIS OF INDONESIA AND THAILAND STUDENTS' MATHEMATICAL THINKING ABILITY Agustiana, Anisa; Arisetyawan, Andika; -, Supriadi; Anusaen, Krittika
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i2.7909

Abstract

This research aims to compare mathematical thinking abilities between elementary school students in Tangerang, Indonesia and Mahasarakham, Thailand. The method used in this research is a comparative study which is carried out by comparing the answers to mathematics test questions given to the research subjects, namely elementary school students in grades 3 and 5. The main aim of this research is to find out the factors that cause differences in the answers of each student. The results of this research show that there are differences between students in answering mathematics test questions caused by variations in the level of intelligence within one class, including certain aspects such as understanding concepts, problem solving skills, and abstract thinking abilities. Thus, each student's mathematical thinking ability can be influenced by specific factors that include their cognitive characteristics and mathematical development. Even though students' answers vary through different processes, this shows the uniqueness of the approach and mathematical thinking strategies applied by each student in completing the test. It is hoped that this research can make a contribution to the world of education, especially in designing learning plans that are tailored to the characteristics and abilities of each student
KOMPETENSI CALON GURU MATEMATIKA MENGEMBANGKAN LKPD DITINJAU DARI PERSPEKTIF MEA Prayitno, Lydia Lia; Mutianingsih, Ninik; Harmono, Bayu Akbar; Mawaddah, Iffa Waidatul; Ula, Nur Shuhufil; Sugandi, Eko; Chamidah, Amalia
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i2.7930

Abstract

Penerapan kurikulum Merdeka, seorang guru dituntut mengarahkan proses pembelajaran menjadi lebih inovatif, kreatif, menyenangkan, dan memerdekakan siswa untuk belajar melalui pengembangan LKPD berbasis MEA. 26 calon guru matematika terlibat dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi kompetensi calon guru matematika dalam mengembangkan LKPD ditinjau dari perspektif MEA. Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan calon guru yang menempuh Pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari calon guru ketika menempuh mata kuliah Program Pengalaman Lapangan. Data dianalisis menggunakan prosentase kompetensi calon guru berdasarkan perspektif MEA. Hasil analisis data berdasarkan indikator perspektif MEA diperoleh 76,92% calon guru belum kompeten mengembangkan LKPD dan sisanya kompeten. Akan tetapi, ada kelemahan dari LKPD yang dikembangkan oleh calon guru matematika yaitu belum memenuhi prinsip self assessment yang seharusnya ada pada LKPD dan pemberian Latihan mandiri perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. Implikasinya perlu ada pembekalan bagi pengampu mata kuliah yang mengajarkan pengembangan LKPD untuk memperhatikan sasaran pembuatan LKPD yang memperhatikan latar belakang siswa secara keseluruhan sehingga dapat mengakomodir situasi di kurikulum Merdeka. Para pengampu mata kuliah juga perlu mengikuti perkembangan masa yang ada agar para calon guru tidak mengalami kebingungan dalam mengonstruk pengetahuan melalui petunjuk di LKPD.
MEDIA TANGRAM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GABUNGAN BANGUN DATAR (KOMPOSISI DAN DEKOMPOSISI) DI SDN 1 PANDAK BALONG PONOROGO Rosyida, 'Azizatur; Hernawati, Eti; Setyansah, Reza Kusuma; Sholikhah, Octarina Hidayatus
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i2.7942

Abstract

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berperan penting dalam berbagai ilmu. Namun, pada kenyataannya matematika di sekolah masih di anggap sebagai salah satu pelajaran yang sulit bagi siswa. Efek negatif dari pandangan ini adalah ada banyak siswa yang merasa anti dengan matematika sebelum mereka betul-betul mempelajari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk untuk mengetahui peningkatan hasil pembelajaran matematika gabungan bangun datar (komposisi & dekomposisi) di SDN 1 Pandak Balong Ponorogo. Maka dari itu dalam proses pembelajaran matematika diperlukan media pembelajaran yang sesuai dengan materi, pada materi gabungan bangun datar media tangram dirasa mampu membantu siswa memahami konsep gabungan bangun datar yang mana hasil belajar siswa menjadi meningkat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah sampel sebanyak 12 anak. Hasil penelitian dari siklus I ke siklus II diatas, peneliti menemukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata hasil pembelajaran matematika gabungan bangun datar (komposisi dan dekomposisi) dari siklus I sebanyak 64% menjadi 89 %. Persentase ketuntasan dari siklus I ke siklus II sebanyak 33% menjadi 92%.
KAJIAN PENELITIAN MATERI BANGUN DATAR MENGGUNAKAN KONTEKS PMRI Susanti, Novi; -, Zulkardi; Putri, Ratu Ilma Indra; Nusantara, Duano Sapta
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i1.8309

Abstract

Penelitian Systematic Literatur Review ini bertujuan mengkaji dan menganalisis secara mendalam penelitian terdahulu tentang materi bangun datar menggunakan konteks PMRI. Peneliti menggunakan software Publish or Perish untuk mengumpulkan artikel. Peneliti mengkaji artikel yang terbit pada tahun 2018-2023 di database Google Schoolar. Artikel yang ditelaah lebih dalam berjumlah 15 artikel. Temuan dari review artikel menunjukkan bahwa konteks PMRI yang telah digunakan untuk mengajarkan materi bangun datar diantaranya konteks budaya lokal, permainan, dan konteks nyata dalam kehidupan sehari-hari; serta pembelajaran bangun datar menggunakan konteks PMRI dapat meningkatkan hasil belajar, pemahaman konsep, memudahkan penyelesaian masalah, dan meningkatkan keaktifan siswa selama pembelajaran
GAYA BELAJAR KOLB DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS LA TANSA MASHIRO Juniawan, Egi Adha; Yulianto, Dwi; Junaedi, Yusup
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i1.8720

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi perbedaan dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa dengan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif dalam konteks gaya belajar David Kolb menggunakan metode pembelajaran dosen. Pendekatan dalam penelitian ini adalah mixed research jenis sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini seluruh mahasiswa pendidikan matematika semester 3 sebanyak 81 mahasiswa. Sampel dipilih melalui teknik puposive random sampling (program kelas reguler dan kelas nonreguler). Data kuantitatif melalui hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket gaya belajar mahasiswa yang diadaptasi dari KLS. Analisis data kuantitatif menggunakan uji ANOVA dua jalur. Sedangkan penelitian kualitatif menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data kualitatif diperoleh hasil observasi, wawancara dan catatan lapangan. Temuan meliputi: 1) adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara mahasiswa program kelas reguler dan nonregular, 2) perbedaan signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah matematis antara mahasiswa dengan gaya belajar berdasarkan David Kolb, dan 3) interaksi antara program kelas (unggulan dan reguler) dan gaya belajar berdasarkan David Kolb terkait kemampuan pemecahan masalah matematis di Universitas La Tansa Mashiro. Gaya belajar accommodator/akomodasi cenderung efektif dengan metode pemecahan masalah, sementara converger/penemu lebih sesuai dengan metode prosedural dan diskusi. Problem-Based Learning dianggap metode efektif, di mana masalah dunia nyata digunakan sebagai konteks untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pemikiran kritis mahasiswa serta memperoleh pengetahuan esensial
PENGARUH MODEL THE POWER OF TWO BERBANTUAN MEDIA PAPAN PINTAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Firnanda, Al Arda Ayu; Faizah, Silviana Nur
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i1.8781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model kooperatif tipe The Power Of Two (TPOT) berbantuan media Papan pintar terhadap hasil belajar Matematika. Penelitian kuantitatif eksperimen One Group Pretest Posttest design yang digunakan pada penelitian ini, didukung dengan instrumen tes (pretest dan posttest) dan dokumentasi (RPP). Data dianalisis dengan penskoran, mean, N-Gain, dan sebelum menguji hipotesis penelitian dilakukan uji normalitas dilanjutkan dengan uji Paired sample t test. Hasil nilai posttest (75,68) > Pretest (61,81) dengan N-Gain kategori sedang (0.37). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa model TPOT berpengaruh terhadap hasil belajar matematika materi perkalian dan pembagian dengan nilai sig. (2-tailed) 0.000
TECHNOLOGICAL, PEDAGOGICAL, AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) MAHASISWA TAHUN KETIGA CALON GURU MATEMATIKA Faradilla, Hanifa; Putra, Aan
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i1.8951

Abstract

Calon guru harus memiliki pengetahuan tentang teknologi, pedagogi, dan konten matematika yang baik agar pembelajaran mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu, mahasiswa calon guru matematika harus dilengkapi dengan pemahaman tentang teknologi, pedagogi, dan konten matematika melalui berbagai mata kuliah. Namun, untuk mengevaluasi efektivitas mata kuliah tersebut dalam meningkatkan Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK), perlu dilakukan pengukuran secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tingkat TPACK mahasiswa tahun ketiga calon guru matematika. Penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa tahun ketiga pendidikan matematika dari salah satu perguruan tinggi di Jambi, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Angket TPACK yang digunakan terdiri dari 7 komponen TPACK dengan 35 pernyataan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memiliki TPACK pada tingkat sedang. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dari perguruan tinggi untuk mengoptimalkan TPACK mahasiswa melalui perkuliahan atau kegiatan di luar kelas selama masa studi yang tersisa