cover
Contact Name
muhammad azizan
Contact Email
misykat@iiq.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
azizan@iiq.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Misykat: Jurnal Ilmu-ilmu Al-QurÆan, Hadist, Syariah dan Tarbiyah
ISSN : 25278371     EISSN : 26850974     DOI : http://dx.doi.org/10.33511/misykat
Jurnal MISYKAT is a semiannual journal, published on June and December. MIYSKAT published by PPS IIQ Jakarta. MISYKAT provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Islamic Studies. ISSN: 2527-8371
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Pengembangan Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Artha Darwis; Khairunnisa; Asnani. M. Saula; Fakhira
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 1 (2025): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n1.15-22

Abstract

The development of Islamic Religious Education (PAI) based on culture is an effort to integrate religious values ​​into the context of local culture in society. This approach aims to strengthen religious understanding by considering local wisdom in everyday life. Islamic Religious Education based on culture views the importance of understanding religion not only through teaching texts, but also through traditions and customs that already exist in society. This allows for synergy between religious and cultural values, which can ultimately form a balanced character and personality. In this context, culture plays a role as a means to convey religious teachings in a way that is more easily accepted by society. For example, existing cultural rituals can be combined with Islamic teachings, so that people can feel the closeness between their religious and cultural lives. The development of culture-based PAI can also strengthen religious identity in the context of cultural pluralism in Indonesia. In addition, the development of culture-based PAI provides an opportunity to develop learning methods that are more contextual and relevant to the social conditions of society. By utilizing the potential of local culture, religious teaching can be more interesting, effective, and well-received by various levels of society, without eliminating the essence of the religious teachings themselves. Keywords: Islamic Religious Education (PAI), Local Culture, Integration of Religion and Culture, Local Wisdom, Learning Development.
Multikularisme Dalam Pendidikan Agama Islam di SDN Donggala Kodi Magfirah; Nurdin; Sitti Musyahidah; Wiwi Yuniarti; Indah Rahmah Sintia AM
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 1 (2025): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n1.9-14

Abstract

Multikulturalisme dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter bangsa yang toleran, inklusif, dan menghargai perbedaan. Pendidikan Agama Islam di Indonesia tidak hanya menanamkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menciptakan generasi yang mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan multikulturalisme dalam kurikulum PAI di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur serta wawancara dengan sejumlah guru PAI di berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penerapan prinsip-prinsip multikulturalisme dalam PAI mulai diupayakan, masih terdapat berbagai kendala seperti pemahaman yang terbatas mengenai konsep multikulturalisme di kalangan pendidik, serta resistensi dari kelompok tertentu yang menganggap prinsip ini bertentangan dengan nilai-nilai agama. Namun demikian, integrasi nilai-nilai multikulturalisme dalam pembelajaran PAI terbukti mampu memperluas perspektif peserta didik terhadap keberagaman budaya dan agama, serta memperkuat sikap toleransi dan saling menghormati antarumat beragama, sehingga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis.
Integrasi Budaya Matanggauk Dalam Materi Pendidikan Agama Islam Di MAN Tolitoli Lutfi Lutfi
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 1 (2025): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n1.35-40

Abstract

The integration of culture into Islamic Religious Education (IRE) materials is an effort to create learning that is contextual and relevant to students' lives. As one of the core subjects in Indonesia's education system, Islamic Religious Education not only serves as a medium for instilling religious values but also functions as an effective means of internalizing humanitarian values, tolerance, and appreciation for cultural diversity. A concrete example of this integration can be found in the incorporation of the values embedded in the Matanggauk tradition, which is still preserved in Tolitoli Regency, Central Sulawesi Province. The Matanggauk culture, which emphasizes values such as deliberation, respect for others, and social solidarity, aligns with the principles of Islamic teachings and has the potential to enrich the learning process in IRE. This article aims to analyze the integration of local cultural values with Islamic teachings as a strategy to strengthen students' character. This study employs a qualitative approach through literature analysis. The findings indicate that Islamic Religious Education can bridge religious values and local culture, and contribute to the development of tolerance, national identity, and an inclusive and applicable understanding of Islam in daily life.
METODE TADABBUR AL-QUR’AN SOLUSI MEMAHAMI AL-QUR’AN SECARA KOMPREHENSIF BUDI SUHARTAWAN
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n2.50-60

Abstract

ABSTRAK Artikel ini membahas metode tadabbur al-Qur’an sebagai solusi pemahaman komprehensif terhadap al-Qur’an. Berbeda dengan tafsir yang fokus pada dimensi tekstual, tadabbur menekankan perenungan, internalisasi, dan aplikasi nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis analisis teks al-Qur’an, hadis, literatur klasik, dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tadabbur berlandaskan pada dalil syar’i, memiliki prinsip metodologis (niat ikhlas, adab, keterkaitan dengan tafsir ulama, integrasi hati dan akal, relevansi kehidupan, istiqamah, keterbukaan makna), dan dapat diaplikasikan secara praktis. Studi aplikatif pada ayat-ayat seperti QS. Al-‘Asr, QS. Ar-Rahman, QS. Al-Hujurat, QS. An-Nur, dan QS. Al-Baqarah memperlihatkan bahwa tadabbur mampu menghadirkan pemahaman Qur’an yang utuh: memperkuat aqidah, memperdalam syariah, membentuk akhlak, memberi solusi sosial, serta mendorong eksplorasi ilmiah. Artikel ini menegaskan bahwa tadabbur adalah instrumen penting untuk menjadikan al-Qur’an benar-benar sebagai petunjuk hidup. Kata kunci: Tadabbur, al-Qur’an, pemahaman komprehensif, tafsir, spiritualitas
PESAN QUR’ANI DARI QS. ABASA UNTUK INDONESIA (STUDI KONTEKSTUAL TAFSIR) Moh. Rifqi Wahyudi; Lalu Muhammad Zainul Ihsan
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n2.11-21

Abstract

This study is motivated by the urgency of realizing the vision of Golden Indonesia 2045, which is challenged by structural inequality, a moral crisis among the younger generation, and the weak implementation of inclusive policies. These complexities reveal a gap between the ideals of national development and social realities, thus requiring ethical and epistemological references from the Qur’an. The purpose of this research is to examine QS. ‘Abasa through a contextual interpretation approach in order to formulate a paradigm of just and inclusive development. The study employs a qualitative library research method, using QS. ‘Abasa as the primary source, classical and contemporary tafsir works, as well as modern scholarly literature as secondary sources. The findings indicate that QS. ‘Abasa contains universal messages of moral-intellectual education, social inclusion, justice, ecological ethics, and eschatological awareness, which remain relevant across time. The discussion highlights the connection of these Qur’anic values with issues of human development, food security, and national vision. The novelty of this study lies in positioning QS. ‘Abasa as a conceptual framework for national development toward Golden Indonesia 2045, with significant implications for strengthening contextual Qur’anic exegesis responsive to contemporary socio-political challenges.
Relasi Gender Dalam Tafsir Muhammad al-Ghazali dan Relevansinya Terhadap Gerakan Gender Mainstreaming Ikma Pradesta Putra Prayitna
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n2.61-76

Abstract

Penelitian ini mengkaji penafsiran ayat-ayat relasi gender perspektif Muhammad al-Ghazali, dalam kitab tafsir Nahwa Tafsir Maudu’i li Suwar Al-Qur’an Al-Karim dan di dalam karyanya yang merujuk pada tema ini. Diskursus relasi gender memberikan warna baru dalam pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an, terjadi progresivitas yang melahirkan dua paradigma penafsiran yang diulas dalam penelitian ini, yaitu maqasid dan kontekstual. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengulas tuduhan yang disampaikan oleh feminis bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang dianggap diskriminatif kepada perempuan, dan relevansi penafsiran ayat-ayat relasi gender dengan gerakan gender mainstreaming. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kritis pemikiran Muhammad al-Ghazali atas ayat-ayat relasi gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan model analisis data deskriptif analitik. Sumber utama penelitian ini adalah kitab tafsir Nahwa Tafsir Maudu’i li Suwar Al-Qur’an Al-Karim yang kemudian dielaborasi dengan sumber-sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazali merupakan mufasir yang progresif memahami ayat-ayat relasi gender, mengkritisi pengekangan perempuan dan pembebasan perempuan sebebas-bebasnya. Penjelasan yang disampaikan lugas dan memusatkan penjelasan pada aspek tujuan suatu ayat diturunkan. Menurutnya, kepemimpinan dalam rumah tangga adalah normatif, formulasi 1:2 dalam persoalan saksi adalah untuk memperingan tugas perempuan sebagai saksi, formulasi 2:1 dalam persoalan waris adalah mempertimbangkan kewajiban nafkah laki-laki, perempuan berhak menolak suaminya poligami, dan talak harus mengutamakan kedamaian dala`m perpisahan.
IMPLEMENTASI FUNGSI SOSIAL LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH SEBAGAI KEWAJIBAN HUKUM DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN Ahmad Rifat Mathar; Ai Rahmawati; Nuraida Fitriani
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n2.22-34

Abstract

Abstract--Islamic financial institutions (IFIs) exist as institutions that not only perform financial intermediation functions, similar to conventional financial institutions, but also uphold social responsibility within the framework of justice and equitable welfare inherent in Islamic values and the implementation of Maqasid al-Shariah. In the context of Indonesia's dual economic system, Islamic Financial Institutions possess distinct characteristics compared to conventional financial institutions, particularly in the management of social funds such as zakat, infaq, and sadaqah. This research examines the social function of Islamic financial institutions as a legal obligation stipulated in laws and regulations, specifically Law Number 21 of 2008 concerning Islamic Banking and Financial Services Authority (OJK) Regulation Number 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies. One concrete form of this social function is the management of social funds such as zakat, infaq, sadaqah, and waqf, including funds that cannot be recognized as income (TBDSP). These are funds originating from transactions not in accordance with Shariah principles, such as interest from conventional current accounts or other non-halal income. These TBDSP funds must be channeled for social purposes and cannot be utilized as institutional profit. This research was conducted using an approach based on the theories of wealth distribution and social justice in Islam, by examining the 2024 annual reports of the three largest Islamic financial institutions with the highest assets in Indonesia: Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Syariah Muamalat Indonesia (BMI), and Bank CIMB Niaga Syariah. The analysis results indicate that Islamic Financial Institutions have implemented their social functions through the active management and distribution of social funds, as part of their moral responsibility and Shariah mandate to create distributive justice and the welfare of the ummah.
Nafkah Anak Yatim dan Anak Terlantar Perspektif Al-Qur'an: Analisis Komparatif Tafsir Al-Munir dan Shafwat at-Tafasir terhadap Tanggung Jawab Sosial Kolektif Umat Nabila Sangaji
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n2.95-109

Abstract

Abstrak Fenomena meningkatnya jumlah anak yatim dan anak terlantar di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia, menimbulkan persoalan serius datam konteks tanggung jawab sosial dan keadilan distribusi ekonomi Islam Meskipun Al-Qur'an menegaskan pentingnya perlindungan terhadap anak yatim, pemaknaan tentang tanggung jawab nafkah sering kali masih terbatas pada ranah keluarga. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komparate konsep nafkah bagi anak yatim dan anak terlantar dalam dua tafsir kontemporer, Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili dan Shafwat at-Tafasirkarya Muhammad Ali Ash-Shabuni. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik (maudhu?) dan analisis komparatif terhadap ayat-ayat nafkah sosial Hasil menunjukkan bahwa kedua mufasir sepakat mengenai kewajiban kolektif (fard kifayah) umat dalam memenuhi hak nafkah anak yatim dan anak terlantar, meskipun berbeda dalam orientasi: az-Zuhaili menekankan aspek fighi-sosial, sedangkan Ash-Shabuni menonjolkan a spek moral spiritual. Penelitian ini berkontribusi memperluas pemahaman nafkah sebagai tanggung jawab sosial kolektif umat yang berorientasi pada maqasid asy-syariah, khususnya dalam konteks keadilan sosial dan kebijakan perlindungan anak. Kata kunci: nafkah anak yatim, tanggung jawab sosial kolektif, tafsir al-Munir, Shafwat at-Tafasır, maqasid asy-syariah
MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN SATU PIPA DALAM PEMBELAJARAN TAHFIZ AL-QUR’AN DI YAYASAN AL-MUHAJIRIN PURWAKARTA Muhamad Aroka Fadli; Siti Chodijah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n2.42-49

Abstract

Penelitian ini menguraikan kurikulm satu pipa pembelajran tahfiz di Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi secara deskriptif dan komprehensif Program Takhasus Tahfiz Al-Qur’an di Yayasan Al-Muhajirin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung (di kelas dan pesantren), serta analisis dokumen kurikulum dan buku kerja siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Takhasus Tahfiz Al-Qur’an dilaksanakan dari prasekolah hingga SLTA. Di prasekolah, fokusnya pada pembiasaan dan penanaman kecintaan Al-Qur’an melalui metode mendengarkan dan mengikuti, tanpa target hafalan. Target hafalan dimulai dari SD (5 juz), SLTP (10 juz), dan SLTA (15 juz), sehingga total 30 juz tercapai hingga lulus SLTA. Kelas Takhasus mengalokasikan 4 jam harian untuk hafalan dan muraja’ah. Santri mukim melanjutkan aktivitas hafalan setelah Magrib dan Subuh, sementara siswa non-mukim dimonitor melalui buku kerja orang tua. Kurikulum di SLTP diperkaya dengan Nahwu Sharaf dan pelajaran Al-Qur’an untuk pemahaman ayat populer. Di SLTA, materi mendalam meliputi Ulumul Qur’an, Ilmu Balaghah, Tarikh Tasyri, Fiqh, Ushul Fiqh, Tafsir ‘Ilmi, dan Tafsir Ahkam, semuanya dicontohkan dari ayat Al-Qur’an.
Etika Non-Kekerasan Jawdat Saʿīd dan Teks Hadis: Sebuah Kajian Pemikiran dan Relevansi Kontemporer Ridho Wicaksono; Agung Danarta
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Program Pascasarjana IIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v10n2.35-41

Abstract

This article examines Jawdat Saīds concept of non-violence and its relevance to contemporary hadith studies. By analyzing key prophetic traditions, particularly those discouraging confrontation with enemies, emphasizing gentleness, elevating the value of knowledge, and highlighting social responsibility. Saʿīd develops an ethical hermeneutic that rejects offensive violence and positions the Sunnah as a foundation for peace. Unlike classical hadith scholarship centered on isnād–matn criticism, Saʿīd adopts a thematic and maqāṣid-oriented approach that prioritizes the preservation of life, justice, and education as core objectives of Islamic law. Through a close reading of his ideas, this study concludes that Saʿīd’s major contribution lies in shifting the orientation of hadith interpretation from literal legalism toward a humanistic social ethics relevant to contemporary political and social conflicts.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2026): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 10 No 1 (2025): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 9 No 2 (2024): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 9, No 1 (2024): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 8, No 2 (2023): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 8, No 1 (2023): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 7, No 2 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 6, No 1 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 5, No 2 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 4, No 2 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 4, No 1 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 3, No 2 (2018): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 3, No 1 (2018): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 2, No 2 (2017): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah Vol 1, No 1 (2016): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah More Issue