cover
Contact Name
Aida Ratna Wijayanti
Contact Email
aidaratna.Bd@gmail.com
Phone
+6281233677836
Journal Mail Official
hsj@umpo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jl. Budi Utomo No 10 Ronowijayan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Health Sciences Journal
ISSN : 25981188     EISSN : 25981196     DOI : 10.24269/hsj.v6i1.1150
Core Subject : Health,
Health Sciences Journal adalah jurnal mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan alamat website http://studentjournal.umpo.ac.id/ . Jurnal ini memuat bidang kesehatan yaitu keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada Bulan April dan Oktober. Jurnal ini mewadahi kreativitas mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam menuliskan artikel ilmiah hasil tugas akhir mereka.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2024): April" : 9 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANEMIA DENGAN KEBERHASILAN TERAPI PASIEN HEMODIALISA DI RS dr. SOEPRAOEN MALANG Maharani, Rizma Feby; Sekti, Beta Herilla; Fitri, Aldesra
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2353

Abstract

Penyakit ginjal kronik ialah penyakit tak menular yang dapat mengancam nyawa juga penyakit serius dengan pasien terbanyak di Indonesia pada prevalensi sebesar 0,38% dari seluruh penduduk Indonesia. Pasien penyakit ini dapat mengalami komplikasi seperti anemia dan hipertensi ketika sedang menjalani hemodialisa. Komplikasi anemia yang terjadi disebut dengan anemia renal yang harus diperhatikan dengan serius agar dapat mencapai keberhasilan terapi yang didukung oleh kepatuhan pasien dalam minum obat. Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat anemia dengan keberhasilan terapi padi pasien hemodialisa di RS dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif non eksperimental dengan metode pendekatan cross sectional. Responden yang diambil sebanyak 65 pasien yang didapatkan melalui teknik purposive sampling. Didapatkan hasil bahwa mayoritas pasien memiliki kepatuhan minum obat anemia yang tinggi (60%) dan keberhasilan terapi yang baik (52,3%). Hubungan dari tingkat kepatuhan minum obat anemia dan keberhasilan terapi ini dianalisis melalui uji statistik Spearman rank dan mendapatkan hasil ρ = < 0,001 dan r = 0,884. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan searah yang sangat kuat antara tingkat kepatuhan minum obat anemia dengan keberhasilan terapi pada pasien hemodialisa di Rumah Sakit dr. Soepraoen Malang. Disarankan kepada pasien hemodialisa agar selalu menjaga kepatuhan minum obat untuk mempertahankan keberhasilan terapi yang optimal
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI FINGER HOLD TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA IBU POST OPRASI SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT (Studi Kasus Di Ruang Siti Walidah RSUM Ponorogo) Laily, Heny Mahirotul; Ernawati, Hery
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2385

Abstract

Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang bersifat subjektif. Studi Kasus ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada Ibu post oprasi sectio caesarea dengan masalah keperawatan nyeri akut. Asuhan Keperawatan  dilakukan  pada Ny.M post sectio caesarea dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSU Muhammadiyah Ponorogo ruang Siti Walidah pada tanggal 24 Juli – 28 Juli 2023. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pengumpulan data dengan wawancara dan pemeriksaan fisik, dengan intervensi utama berupa pemberian  terapi finger hold. Pada hasil pengkajian keperawatan yang dilakukan ketika pasien post 6 jam  operasi Sectio Caesarea pasien mengalami nyeri akut. Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu tehnik nonfarmakologis dengan terapi relaksasi finger hold, implementasi dilakukan selama 5 hari berturut – turut  dan yang melakukan terapi ialah suami dilakukan 3x dalam sehari dengan durasi 15 menit. Evaluasi akhir pada hari ke 5 terjadi penurunan sekala nyeri yang di rasakan pada hari pertama skala 5 dan nyeri turun menjadi skala 1. Asuhan keperawatan pada pasien post sectio caesarea dengan nyeri akut diharapkan dapat memberikan acuan dalam melakukan penanganan pasien post section ceasare yang mengalami nyeri akut, dengan melakukan terapi nonfarmakologis relaksasi finger hold yang mudah dilakukan oleh suami atau orang terdekat, yang dapat memberikan relaksasi dan ketenangan yang dapat memicu pengeluaran hormon endorphin sehingga nyeri yang muncul akan berkurang
ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS MENGGUNAKAN TERAPI KOMPRES HANGAT JAHE MERAH Eko, Saugi Apang; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Roni, Faishol; Wahdi, Achmad
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2508

Abstract

Rheumatoid Arthritis merupakan pienyakit autoimun yang dapat tierjadi kariena tubuh disierang olieh systiem kiekiebalan tubuhnya siendiri yang  miengakibatkan pieradangan dalam waktu lama pada siendi dan mienyiebabkan nyieri. Rhieumatoid Arthritis adalah suatu pienyakit yang dapat mienyierang bierbagai usia dan jienis kielamin. Untuk mielaksanakan dan  miembahas asuhan kiepierawatan kliien yang miengalami Rhieumatoid arthritis diengan Nyieri Kronis. Diesain pienielitian ini studi kasus diengan piendiekatan prosies kiepierawatan pada 2 partisipan. Asuhan kiepierawatan dilaksanakan sielama 7 hari bierturut-turut diengan intierviensi kompries hangat jahie mierah sietiap pasiien. Nyieri awal pasiien piertama yaitu skala 6, sietalah dibieri tindakan kompries jahie mierah skala nyieri bierkurang mienjadi 2 dan nyieri awal pasiien kiedua yaitu 5, sietielah dibieri tindakan kompries jahie mierah skala nyieri bierkurang mienjadi 1. Kompries hangat jahie mierah iefiektif untuk miengatasi nyieri kronis siehingga dapat dijadikan siebagai altiernatif tierapi non farmakologis pada lansia diengan Rhieumatoid Arthritis
STUDI KASUS REBUSAN JAHE DAN AKUPRESUR PERIKARDIUM 6 PADA IBU HAMIL TM 1 UNTUK PENURUNANAN MUAL MUNTAH DI PMB Y GARUT Fadillah, Willya Rizky; Ciptiasrini, Uci; -, Hidayani; Simanjuntak, Rudi
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2512

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Garut pada tahun 2021 jumlah kasus mual muntah pada kehamilan sekitar 14,2% dari 29.771 ibu hamil. Salah satu metode guna menanggulangi masalah mual muntah tersebut yaitu dengan diberikan air rebusan jahe selain itu cara lainnya dengan  pemberian pijat akupresur perikardium 6 sehingga efektif dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Tujuan: untuk memberikan asuhan kebidanan efektifitas rebusan jahe dan akupresur perikardium 6 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 Metodologi: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus Hasil Penelitian: Ny. D sebelum diberikan rebusan jahe mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan rebusan jahe tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Ny. B sebelum diberikan akupresur perikardium 6 mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan akupresur perikardium 6 tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Kesimpulan: pemberian rebusan jahe lebih cepat dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil dibandingkan dengan pemberian akupresure perikardium 6 
SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP: STUDI KASUS PELAKSANAAN PATIENT SAFETY Fitri, Lailatul; Kamil, Hajjul; Yuswardi, Yuswardi; Yusuf, Muhammad; Mahdarsari, Mayanti
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2532

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan keselamatan pasien merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius. Menurut Komite Nasional Keselamatan Pasien yang terdapat di dalam Sistem Pelaporan dan Pembelajaran Keselamatan Pasien Nasional (SP2PKN), di Indonesia terus terjadi peningkatan dalam pelaporan insiden sebanyak 11% pada tahun 2015-2019. Perilaku perawat dan kemampuan perawat dalam melaksanakan sasaran keselamatan pasien sangat berperan dalam meningkatkan keselamatan pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di ruang rawat inap bagian saraf. Pengambilan sampel melalui metode Accidental sampling dengan jumlah 22 perawat. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi diadopsi dari Sundoro, Rosa dan Risdiana tahun 2016. Analisa Data menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan frekuensi dan persentase. Hasil studi kasus menunjukkan penatalaksanaan sasaran keselamatan pasien secara keseluruhan dengan menerapkan 6 sasaran keselamatan pasien masih belum optimal (95,5%), Namun, secara detail pelaksanaan sasaran keselamatan pasien pada setiap variabel didapatkan hasil yang sudah optimal yaitu sasaran mengidentifikasi pasien dengan benar (90,9%), sasaran memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada pasien yang benar (86,4%), sasaran mengurangi resiko infeksi akibat perawatan kesehatan (59,1%), sedangkan yang belum optimal yaitu sasaran meningkatkan komunikasi efektif (86,4%), sasaran meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus diwaspadai (72,7%), dan sasaran mengurangi resiko cedera pasien akibat jatuh (77,3%). Diharapkan pihak rumah sakit dapat memberikan perhatian dan supervisi berkelanjutan secara periodik dalam upaya meningkatkan pelaksanaan sasaran keselamatan pasien oleh perawat di ruang rawat inap.
PREVALENSI PREEKLAMPSIA DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN Rohaeni, Erni; Simanjuntak, Herlina Herlina
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2590

Abstract

Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang dapat berlangsung hingga masa nifas ditandai dengan hipertensi, edema, dan proteinuria. Kejadian preeklampsia menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Angka kejadian preeklampsia di Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 9,4%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang ada di RS Sentra Medika Tahun 2022 sebanyak 594 responden dengan cara total sampling dilaksanakan di RS Sentra Medika Cikarang bulan September – November 2023. Analisis menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022 yaitu usia ibu (p=0,000), paritas (p=0,000), IMT (p=0,000), kehamilan gemeli (p=0.000), riwayat preeklampsia (p=0.000), pendidikan (p=0.000), umur kehamilan (p=0.000). Dari semua variabel yang diteliti semua terdapat hubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam menurunkan resiko preeklampsia pada ibu bersalin khususnya di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022
HUBUNGAN METODE BABY LED WEANING DENGAN KEJADIAN TERSEDAK (CHOKING) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI PONKESDES AENG SAREH M, Rikhly Faradisy; Nikmah, Nurun; Hidamansyah, Murfi
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2621

Abstract

Metode Baby Led Weaning adalah metode pemberian MPASI dimana bayi yang memimpin penyapihan dan menekankan bayi untuk memilih makanan dan makan menggunakan tangannya sendiri secara mandiri. Kejadian tersedak bisa saja terjadi ketika metode ini diberikan. Tersedak merupakan penyebab utama ke 4 kematian. Tersedak adalah sumbatan pada jalan nafas karena tertelan benda asing seperti makanan atau mainan. Tujuan penelitian ini untuk mengalisis apakah ada hubungan antara Metode Baby Led Weaning dengan kejadian tersedak pada bayi usia 6-12 bulan di Ponkesdes Aeng Sareh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Sampelnya sejumlah 10 orang dengan menggunakan cara Purposive sampling. Variabel bebasnya yaitu Metode Baby Led Weaning, variabel terikatnya yaitu kejadian tersedak (Choking). Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Dianalisis menggunakan analisis statistik uji Chi-Square dengan menggunakan Tingkat signifikasi α < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 responden (100%) memiliki kategori baik dalam melakukan Metode Baby Led Weaning. Responden tidak mengalami kejadian tersedak dimiliki 9 responden (90%),1 responden (10%) yang mengalami kejadian tersedak(Choking). Tidak ada hubungan antara Metode Baby Led Weaning dengan kejadian tersedak(Choking) pada bayi usia 6-12 bulan (ƿ = 0.644). Kesimpulannya bahwa tidak ada hubungan antara Metode Baby Led Weaning dengan kejadian tersedak (Choking) pada bayi usia 6-12 bulan dikarenakan terdapat beberapa faktor penyebab lainnya seperti cara makan yang baik dan sesuai dengan masa pertumbuhannya. Diharapkan ibu bisa mengajari bayi makan menggunakan tangannya sendiri sebagai stimulasi dini pada tahap perkembanganya.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR IBU PREMENOPAUSE DI DESA NJARUMAN WAJAK Khoirurnisa, Addina; Sri Purwanti, Anik; Retnaningsih, Reny
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2649

Abstract

Premenopause biasanya terjadi mulai usia 40 tahun dan berlangsung sekitar 5 hingga 10 tahun, Wanita premenopause seringkali mengalami gangguan tidur atau kesulitan tidur karena kadar serotonin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada ibu premenopause usia 40-40 tahun di DPM dr. Sheren Bella Ridca Desa Njaruman, Wajak. Jenis penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pre-eksperimental One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling 16 responden dengan populasi 37 orang. Kemudian dilakukan uji normalitas dan data dianalisis dengan Uji Statistik Wilcoxon Match Paired Test, untuk melihat pengaruh pemberian aroma terapi lavender terhadap kualitas tidur ibu premenopause. Hasil penelitian didapatkan seluruh responden (100%) mengalami kualitas tidur yang buruk sebelum diberikan intervensi aromaterapi lavender. Setelah diberikan intervensi aromaterapi lavender dari 16 responden, sebanyak 14 responden (87,5%) mengalami kualitas tidur yang baik dan 2 responden (12,5%) masih mengalami kualitas tidur yang buruk. Uji statistik didapatkan nilai p value 0,000<0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi lavender berpengaruh terhadap kualitas tidur ibu premenopause usia 40-45 tahun di DPM dr. Sheren Bella Ridca Desa Njaruman Wajak
PENGARUH PEMBERIAN PIJAT TUI NA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN DAN PENAMBAHAN BERAT BADAN BALITA STUNTING Maulida, Husna; Sutrisna, Eka
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2654

Abstract

Latar Belakang: Pijat Tui Na merupakan salah satu metode alternatif dari cina dengan menggunakan sentuhan (pijat) pada titik meredian yang dapat mengatasi kesulitan makan pada balita Stunting dengan memperlancar peredaran darah pada limfa dan pencernaan serta meningkatkan daya absorpsi zat gizi, sehingga memberikan efek positif secara fisik untuk peningkatan berat badan balita stunting. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat Tui Na terhadap peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan pada balita stunting di wilayah Kerja Puskesmas Blang Cut. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Quasy eksperimental dengan desain Pre and Post test with control group. Populasi yang digunakan adalah seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Blang Cut, dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling yang terdiri dari kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan penyebaran kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Paired T Test. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan rata-rata nafsu makan pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan pijat Tui Na adalah 1,32 dan setelah dilakukan pijat Tui Na rata-rata 1,52. Sedangkan pada kelompok kontrol, rata-rata nafsu makan sebelum sebesar 1,56 dan sesudah sebesar 1,48, terdapat perbedaan nafsu makan sebesar 0,2 pada kelompok perlakuan dan 0,08 pada kelompok kontrol. Sedangkan rata-rata berat badan pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan pijat adalah 10,47 kg dan setelah dilakukan pijat Tui Na rata-rata adalah 10,54 kg. Ada kenaikan berat badan pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pijat Tui Na sebesar 0,07 kg dan pada kelompok kontrol sebesar 0,04 kg. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian pijat Tui Na terhadap peningkatan nafsu makan dan berat badan balita stunting

Page 1 of 1 | Total Record : 9