cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rofiimuhamad@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 26215047     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022)" : 10 Documents clear
Analisis Perilaku Proaktif Perawat Dalam Melaksanakan Handover Di Ruang Intensif Elvi Mardhiah; Syarifah Rauzatul Jannah; Said Usman; Hajjul Kamil; Dewi Marianti
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.881

Abstract

Handover merupakan proses komunikasi serah terima pasien yang melibatkan perawat dan tim kesehatan lain dalam pelaksanaannya. Dibutuhkan tindakan proaktif perawat dalam mengoptimalkan pelaksanaan handover guna meningkatkan keselamatan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku proaktif perawat dalam melaksanakan handover di ruang rawat intensif. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian 124 perawat ruang intensif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Proactive Behaviors in Organization Scale (PBOS), Proactive Personality Scale (PPS) short version, General Self Eficacy Scale dan Orientasi pembelajaran dan analisis data menggunakan statistik differential non-parametrik, regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kepribadian proaktif (p-value 0,041), efikasi diri (p-value 0,002), orientasi pembelajaran (p-value 0,013) dengan perilaku proaktif perawat dalam melaksanakan handover di ruang rawat intensif Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Aceh. Selanjutnya, faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku proaktif perawat dalam melaksanakan handoveradalah efikasi diri dengan nilai p-value = 0,020 dan nilai odd ratio 5,419. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bagi manajer atau pimpinan untuk terus meningkatkan motivasi perawat agar terus proaktif dalam melaksanakan handover melalui pelatihan rutin.
Hubungan Pelaksanaan Supervisi Keperawatan Terhadap Kepatuhan Perawat Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri Di Ruang Isolasi Covid-19 I Gst Agung Sri Yuni Antari; Ni Made Nopita Wati; I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1010

Abstract

Penggunaan alat pelindung diri merupakan usaha perawat dalam menciptakan lingkungan yang terhindar dari infeksi dan sebagai upaya perlindungan diri serta pasien terhadap penularan penyakit. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruangan dan bersama staf perawatan dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri di Ruang Isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruang isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar, dengan menggunakan teknik total sampling, yang berjumlah 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan supervisi keperawatan sebagian besar dengan kategori baik (54,8%). Kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri sebagian besar dengan kategori patuh (83,3%). Hasil analisis didapatkan nilai (p=0,002, r=0,467), yang berarti bahwa ada hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri, dengan kekuatan sedang dan arah korelasi positif. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan terhadap kepatuhan perawat pelaksana menggunakan alat pelindung diri, dengan adanya supervisi dari kepala ruangan sangat berperan dalam hal meningkatkan kepatuhan perawat patuh menggunakan APD. Pengawasan dan pengarahkan yang dilakukan dapat memberikan motivasi dari perawat pelaksana agar patuh dalam menggunakan APD.
Penggunaan Safety-Enginereed Device di Rumah Sakit (Kajian Literatur) Auzan Hudzaifah; Devi Nurmalia
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1077

Abstract

Kejadian needle stick injury menjadi masalah yang serius dalam bidang pekerjaan kesehatan dan menjadi persoalan keselamatan kerja yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan pada umumnya. Insiden cedera karena tertusuk jarum dengan tidak sengaja atau yang biasa disebut needle stick injury tersebut merupakan salah satu permasalahan keselamatan kerja di rumah sakit yang paling sering dilaporkan serta berdampak sangat serius dan nyata. Salah satunya dapat meningkatkan resiko pajanan virus berbahaya ataupun penyakit yang menular hingga kematian, sehingga rumah sakit banyak menanggung kerugian karena insiden tersebut. Dalam rangka mengurangi angka kejadian needle stick injury terciptalah gagasan baru berupa penerapan perangkat yang dipercaya menjadi sebuah solusi bagi tenaga kesehatan untuk meminimalisir terjadinya needle stick injury di rumah sakit. Berdasarkan 5 literatur didapatkan bahwa penggunaan safety-enginereed device terbukti efektif untuk mengurangi angka kejadian needle stick injury di rumah sakit. Dalam mendukung penerapan safety-enginereed device berjalan efektif di rumah sakit dibutuhkan sikap disiplin dan ketelitian yang tinggi setiap petugas kesehatan dirumah sakit dan pedoman penggunaan serta sosialisasi penggunan dari safety-enginereed device tersebut. Efektifnya penggunaan safety-enginereed device dalam menurunkan insiden needle stick injury di rumah sakit, juga dapat menurunkan angka risiko terjadinya paparan infeksi dari pasien ke petugas medis.
Efek Kepemimpinan Transformasional Pada Kinerja Perawat Solehudin Solehudin; Muhammad Hadi; Suhendar Sulaeman; Tri Kurniati; Nursalam Nursalam
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1183

Abstract

Aktivitas perawat dalam menerapkan suatu wewenang, tugas dan tanggung jawab dalam rangka pencapaian fungsi utama profesi dan organisasi merupakan gambaran dari kinerja. Kinerja perawat mempunyai arti seperti prestasi kerja di suatu perusahaan. Pengukuran kinerja perawat dilakukan berdasarkan fakta, terbuka dan dapat dikomunikasikan. Tujuan penelitian untuk melihat dampak kepemimpinan transformasional terhadap kinerja perawat. Metode penelitian menggunakan kuantatif dengan True-Experimental Design melalui rancangan Pretest-Postest Control Group Design. Populasi penelitian perawat pelaksana rumah sakit, jumlah sampel sebanyak 76 yang terdiri dari 38 kelompok intervensi dan 38 kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan General Linear Model Repeated Measures. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai p value 0,001 < 0,05 pada setiap pengukuran,  Nilai perbedaan rata-rata dari pengukuran pertama sampai ketiga 6,55. Maka disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional mempengaruhi kinerja perawat. Kesimpulan penelitian bahwa kepemimpinan transformasional kepala ruangan dapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana secara signifikan dengan p value 0,001. Sehingga intervensi yang dilakukan kepada kepala ruangan mempengaruhi nilai kinerja perawat pelaksana.
Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 di Rawat Inap Herry Setiawan; Muhammad Khairul Fikri; Ichsan Rizany; Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1362

Abstract

Tingkat kepuasan perawat bekerja di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru masih rendah pada masa pandemi COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain cross sectional. Teknik yang digunakan yaitu stratified random sampling. Sampel terdiri dari 112 perawat pelaksana di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 (p value = 0,0001 < 0,05; r = 570). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19. Nilai motivasi kerja dan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 masih perlu ditingkatkan, terutama kepuasan kerja yang masih dibawah standar minimum kepuasan kerja. Motivasi kerja yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19.
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Patient Safety di RSD Idaman Kota Banjarbaru Herry Setiawan; Ajrina Nurwidya Sari; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1371

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk menurunkan insiden keselamatan pasien yaitu dengan pelaksanaan patient safety. Salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan patient safety yaitu pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang diperoleh berdasarkan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety di Instalasi Rawat Inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 79 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho dengan nilai (p-value=0,00, r=0,655**). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety. Pihak rumah sakit diharapkan dapat mengevaluasi secara langsung pemahaman perawat mengenai patient safety untuk meningkatkan pelaksanaan patient safety sesuai kebijakan rumah sakit.
Tingkat Beban Kerja Perawat Terhadap Kualitas Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Samarinda Muhammad Oktariq; Edi Sukamto; Arifin Hidayat
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1406

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan sarana komunikasi antar petugas kesehatan dalam rangka pemulihan kesehatan pasien, dan tanpa dokumentasi yang benar dan jelas maka pendokumentasian tidak dapat dipertanggung jawabkan. Dalam proses pendokumentasian dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti beban kerja pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan beban kerja perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, didapatkan 57 populasi dan 36 sampel menggunakan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji spearman dan ditemukan bahwa perawat dengan beban kerja berat sebanyak 18 orang (50%), perawat dengan beban kerja ringan sebanyak 18 orang (50%) dan sebanyak 25 orang perawat (69,4%) dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan baik, 11 orang perawat (30,6%) dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan tidak baik. Nilai (Sig. 2-tailed) = 0,291 > nilai a = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap kelas III RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda.
Spiritual Well-Being Perawat Ruang Rawat Inap Di Rumah Sakit X Kota Pontianak Sarah Ulliya; Siska Nurmenasari
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1451

Abstract

Perawat harus memahami dan menentukan spiritualitas mereka sendiri sebelumnya, agar dapat memberikan perawatan yang tepat. Belum ada penelitian terkait kondisi spiritual perawat di salah satu rumah sakit X di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan spiritual well-being perawat rawat inap di rumah sakit X di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Perawat pelaksana di ruang rawat inap sebesar 167 responden dipilih dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan berupa data demografi atau karakteristik responden dan 20 pertanyaan instrumen Spiritual Health and Life-Orientation Measure (SHALOM) versi Indonesia dari Fisher. Hasil analisis dari skoring penjumlahan didapatkan nilai spiritual well-being tinggi pada 40,1% responden. Spiritual well-being berdasarkan domain menunjukkan responden yang memiliki tingkat personal swb tinggi sebanyak 33,5%, tingkat communal swb tinggi sebanyak 36,5%, tingkat transcendental swb tinggi sebanyak 38,3%, dan tingkat environmental swb tinggi sebanyak 34,7%. Item dengan mean tertinggi berdasarkan kelasnya ditemukan ‘mendekatkan diri kepada Tuhan’ (Mean=4,73, SD=0,596) pada kelas ideal, ‘beribadah kepada Sang Pencipta’ (Mean=4,34, SD=0,683) pada kelas kenyataan, dan ‘beribadah kepada Sang Pencipta’ (Mean=4,01, SD=0,905) pada kelas bantuan untuk pasien. Kesimpulan: tingkat Spiritual Well-Being perawat di ruang rawat inap secara umum maupun per domain masih lebih banyak termasuk kategori rendah. Dengan kondisi tersebut rumah sakit dapat memfasilitasi perawat mendapatkan modul/pelatihan spiritual serta memfasilitasi perawat dengan sarana dan prasarana ibadah.
Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Puput Risti Kusumaningrum; Esri Rusminingsih; Roby Noor Jayadi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1462

Abstract

Peningkatan jumlah kunjungan pasien menyebabkan peningkatan beban kerja perawat, banyaknya tugas tidak sebanding dengan kemampuan maka akan menjadi sumber stres. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap mutu pelayanan yang dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 22 orang perawat dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data beban kerja perawat dilakukan dengan melakukan observasi Time And Motion Study sedangkan data tingkat stres kerja diambil dengan kuisioner Personal Stres Inventory. Hasil penelitian beban kerja perawat didapatkan data perawat dengan beban kerja sedang sebanyak 8 responden (36,4%), dan beban kerja tinggi sebanyak 8 orang (36,4%), sedangkan tingkat stres kerja perawat didapatkan data perawat dengan stres kerja sedang sebanyak 16 responden (72,7 %). Setelah dilakukan analisa data menggunakan korelasi Spearman Rank didapatkan nilai p value sebesar 0.01 lebih kecil dari 0.05 dengan Correlation Coefficient sebesar 0.536. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Ruang IGD RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Saran peneliti perlu adanya poliklinik 24 jam sehingga dapat menurunkan beban kerja perawat IGD sehingga tidak mengakibatkan peningkatan tingkat stres kerja pada perawat
Perawat dan Keselamatan Pasien: Studi Tinjauan Literatur Indrayadi Indrayadi; Nor Afni Oktavia; Meti Agustini
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1465

Abstract

Keselamatan pasien merupakan salah satu isu global, terutama saat keberadaan pasien di rumah sakit. Penerapan keselamatan pasien di rumah sakit memerlukan peran perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling dominan dan langsung bertemu pasien selama 24 jam, oleh sebab itu perlu melihat sejauh mana peran perawat dalam mencegah insiden keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hasil penelitian tentang penerapan keselamatan pasien oleh perawat di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review, menggunakan basis data elektronik diidentifikasi dari Pubmed, Google Scholar, Google and Grey literature (National Library of Indonesia) dengan kata kunci: keselamatan pasien, kepatuhan, penerapan keselamatan pasien oleh perawat. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah implementasi keselamatan pasien yang dilakukan oleh perawat, rancangan penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif, penelitian menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif, makalah empiris berbahasa Inggris atau Indonesia yang dipublikasikan antara tahun 2018-2020. Artikel yang terjaring sebanyak sembilan makalah yang disintesis secara naratif. Hasil ditemukan empat makalah mengenai penerapan keselamatan pasien, satu makalah mengenai penggunaan surgical safety check list, dua makalah mengenai pengurangan risiko infeksi, satu makalah mengenai handover dan satu makalah mengenai pengurangan risiko jatuh. Hasil kajian pustakan ini menemukan berbagai inovasi yang dilakukan oleh perawat dalam menjalankan keselamatan pasien di rumah sakit. Inovasi ini dapat dijadikan acuan bagi rumah sakit sebagai inovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan yang mengedepankan keselamatan pasien sebagai aspek kepuasan pasien selama di rumah sakit.

Page 1 of 1 | Total Record : 10