cover
Contact Name
Tanzil
Contact Email
tanzil.atjeh@gmail.com
Phone
+6285371610085
Journal Mail Official
lsamaaceh@gmail.com
Editorial Address
LSAMA Jl. T. Nyak Arief No. 101, Lamnyong, Banda Aceh, 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
ISSN : 23382341     EISSN : 25979175     DOI : https://doi.org/10.47574/kalam.v9i1.101
Jurnal KALAM is published by Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA) in Banda Aceh. Its focus is to publish research articles in Islamic studies and society twice a year. Its scope consists of (1) Islamic theology; (2) Islamic law; (3) Islamic education; (4) Islamic mysticism and philosophy; (5) Islamic economics and politics; (6) Study of tafsir (Quran exegesis) and hadith; and (7) Islamic art and history.
Articles 115 Documents
KEPEMIMPINAN DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MENUJU PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS Muslem; Nazarullah
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 10 No. 1 (2022): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of communication and information technology has very significant benefits for the education sector. Various technologies that can be used in the educational process are referred to as learning technologies. These technologies include presentation slides, projection films, electronic equipment, LCD, TV, computer, wifi, teleconferencing, zoom and others. However, the effectiveness of a learning technology is closely related to the leadership style of the principal. What is the Leadership style in utilizing learning technology that can improve the quality of education? In this paper, it is explained that there are various leadership styles of principals in the use of technology such as managerial leadership, transformational leadership, transactional leadership, and teaching leadership styles. In the use of learning technology, various styles of leadership are needed, however, transformative leaders are able to direct all the potential that exists in schools to achieve the maximum organizational goals.
Keteladanan Guru Madrasah Aliyah Di Aceh Nurma Dewi
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 10 No. 1 (2022): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of a teacher in school is not only to teach, but also to educate. A teacher is required to provide positive role modelling to students when educating them. In the last decade, however, most teachers did not show any proper role modelling. Motivated by such a finding, the study sought to investigate this issue.
PENDEKATAN DAKWAH RASIONAL DALAM PENGUATAN PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA Syukri Syamaun
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 10 No. 2 (2022): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang pendekatan dakwah rasional dalam moderasi beragama di Indonesia, khususnya dalam memberikan pemahaman tentang moderasi beragama kepada mad’u. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan yang  prosesnya untuk mengkaji dan menganalisis data dari sumber- sumber kepustakaan. Semua data dianalisis menggunakan  metode analisis teks dan dilakukan secara simultan dan terus menerus. Penyampaikan pesan-pesan tentang moderasi beargama harus menganggap mad’u sebagai mitra yang saling membantu untuk memahami paradigma moderasi di Indonesia. Penjelasan tentang moderasi harus komprehensif dengan menggunakan metode berpikir bayani, burhani, dan irfani.   This article seeks to explain the apprarch of rational Islamic da'wah in religious moderation in Indonesia. This paper has a focus on how rationality da'wah approach in providing an understanding of religious moderation to the called, especially in the context of strengthening religious moderation. This type of research is a literature study whose process is to examine and analyze data from library sources. All data were analyzed using text analysis method simultaneously and continuously. Conveying messages about religious moderation must regard mad'u as partners who help each other to understand the paradigm of moderation in Indonesia. An explanation of moderation must be comprehensive by using the bayani, burhani, and irfani thinking methods.
RELEVANSI WALI NANGGROE DENGAN WALIUL ‘AHDI DAN WALI NIKAH Muhammad Yani
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 10 No. 2 (2022): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan memaparkan tentang kedudukan Wali Nanggroe dan relevansinya dengan Waliul ‘Ahdi dan wali nikah. Beralihnya pemerintahan di Aceh dari sistem kerajaan ke dalam sebuah negara bangsa ‘Repuplik Indonesia’, berubah pula kewenangan pemerintah pada sektor agama, khususnya, pada kewenangan wali hakim dalam pernikahan warga muslim di Aceh. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan melakukan pendekatan historis, yuridis dan fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relevansi antara Wali Nanggroe dan Waliul ‘Ahdi  pada tata cara pemilihan dan relasi tugas dan kewenangan. Di samping itu, terdapat juga relevansi Wali Nanggroe dengan Wali Hakim (wali nikah) dalam perspektif historis, karena Wali Nanggroe dalam perspektif historis merupakan penerus kekuasaaan kerajaan Aceh. Sementara Wali Nanggroe setelah lahirnya Negara Kesatuan RI tidak dapat bertindak sebagai Wali Hakim dalam pernikahan orang muslim di Aceh, jika tidak ada penunjukan dari pemerintah Republik Indonesia, karena Wali Nanggroe sekarang bukan sebagai pejabat eksekutif.   The purpose of this article is to clarify the role of Wali Nanggroe and how it relates to Waliul 'Ahdi and Wali nikah (marital guardians). The government's authority in the religious sphere was also altered with Aceh's transition from a monarchical to a nation-state, Repuplik Indonesia, particularly the role of guardian judges (Wali Hakim) in Muslim weddings. The historical, legal, and fiqh methodologies that were used in this research method, were descriptive in nature. The study's findings indicate that the interaction between the Wali Nanggroe and the Waliul 'Ahdi in terms of the election process and the relationship between responsibilities and authority is relevant. In addition, Wali Nanggroe's historical significance to Wali Hakim is relevant since, historically speaking, Wali Nanggroe is the successor to the power of the Aceh monarchy. If there is no appointment from the Republic of Indonesian government, the Wali Nanggroe after the creation of the Unitary State of the Republic of Indonesia cannot operate as a Guardian Judge (Wali Hakim) in Muslim marriages in Aceh since he is no longer an executive officer.
STRATEGI DAKWAH PADA MASYARAKAT TERPENCIL DI SUKA DAME KECAMATAN TANAH PINEM KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA Juhari
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 10 No. 2 (2022): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di antara persoalan dakwah yang dihadapi masyarakat pedalaman di desa Suka Dame Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi adalah belum berkembangnya dakwah secara memadai baik dalam arti sempit seumpama ceramah maupun dalam arti luas seperti penguatan keagamaan, pendidikan maupun kemandirian ekonomi. Padahal dakwah merupakan kewajiban yang bersifat mengikat bagi setiap Muslim sesuai kemampuan dan strategi yang dimilikinya. Penelitian ini terfokus pada strategi dakwah yang dikembangkan oleh Forum Dakwah Perbatasan (FDP) di desa Suka Dame, yang merupakan sebuah desa terpencil di pedalaman Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Ketepatan strategi yang digunakan akan berpengaruh pada  hasil dakwah yang dicapai. Strategi dakwah di perkotaan akan berbeda dengan strategi di pedesaan. Untuk dakwah di daerah pedesaan yang terpencil memerlukan strategi tersendiri yang bersifat kolaboratif antara kekuatan stuktural, kultural dan pelaku profesional. Ketiga elemen ini menjadi penting dan strategis untuk pelaksanaan dakwah di daerak terpencil.   The problems of dakwah in rural communities in Suka Dame Village, Tanah Pinem Subdistrict, Dairi North Sumatera is still not yet developed optimally and has not touched on the aspect of Islamic strengthening, education and economic independence. Even though dakwah is a binding obligation for every Muslim according to the abilities and strategies he has. This research focuses on the strategy da'wah developed by the  Forum Dakwah Perbatasan (FDP) in Suka Dame village, which is a remote village in the interior of Dairi Regency, North Sumatra. The accuracy of the strategy used will affect the results of the da'wah achieved. The  strategies of Da'wah in urban areas will be different than rural areas. Da'wah in the rural areas need a separate  collaborative strategy between structural, cultural and professional actors of da’wah. These three elements are important and strategic for the implementation of da'wah in remote areas.
KEWAJIBAN BELAJAR BAGI MUSLIM DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 10 No. 2 (2022): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam menaruh perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan.  Hal ini dapat  diketahui dari sejumlah ayat-ayat Al-Qur’an yang sangat menganjurkan manusia untuk belajar. Bahkan dalam kata iqra’secara tersirat mengambarkan anjuran untuk mencari ilmu melalui membaca, meneliti, menelaah, merenungi dan juga melakukan eksperimen. Demikian pula hadith-hadith Rasullullah saw yang memberitakan betapa pentingnya umat Islam memiliki ilmu pengetahuan. Dalam ajaran Islam, mempelajari ilmu pengetahuan hukumnya dikategorikan wajib bagi laki-laki dan perempuan.  Dengan adanya ilmu pengetahuan seseorang dapat mengenal Tuhan—Nya, mengenal dirinya, serta dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya untuk mengelola bumi ini sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an, hadith dan kondisi zaman.   Islam pays great attention to science. This can be seen from a number of verses of the Qur'an that strongly encourage humans to learn. Even the word iqra' implicitly describes the recommendation to seek knowledge through reading, researching, studying, contemplating and also conducting experiments. Likewise, the hadiths of the Messenger of Allah (PBUH) that preach how important it is for Muslims to have knowledge. In Islam, seeking knowledge of the law is obligatory for both men and women. With knowledge, a person can know His God, know himself, and can develop his potential to manage this earth in accordance with religious norms and social norms.
MENGENAL TOKOH-TOKOH TAFSIR SYI’AH DAN KARYA TAFSIRNYA Akhdiat Akhdiat; Ade Jamarudin
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 10 No. 2 (2022): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan meneliti mengenai tafsir mazhab Syi’ah berupa tokoh dan karya-karyanya dalam khazanah tafsir Alquran. Adapun metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif berlandaskan library research dengan pendekatan analisis-deskriptif dengan data primernya al-Syī’ah al-Iṡnā ‘Asyariyah wa Manahijuhum fi Tafsīr al-Qur`ān al-Karīm dan Maṣādir al-Tafsīr al-Ma`ṡūr Baina Ahl al-Sunnah wa al-Syī'ah al-Imāmiyah al-Isna 'Asyariyah. Dengan metode ini, penelitian ini menemukan hasil bahwa tafsir Syi’ah merupakan ilmu yang membahas mengenai pengetahuan terhadap kitab Allah, petunjuk, makna, hukum dan hikmah atas dasar kemampuan manusia yang digagas oleh orang-orang dari kelompok Syi’ah yang merupakan pengikut dan pembela Ali bin Thalib. Karya-karya tafsir yang lahir beserta tokoh-tokohnya di kalangan Syi’ah Itsna Asyariyah adalah tafsir al-Askari karya Hasan al-Askari, Tafsīr al-‘Ayāsyī karya al-‘Ayasyi al-Sulami, Majma’ al-Bayān karya al-Thabarsi, al-Mīzān fi Tafsīr al-Qur`ān karya al-Thabataba`i dan Tafsīr al-Qumī karya al-Qumi. Adapun dari Syi’ah Zaidiyah, di antaranya terdapat Tafsīr Ayāt al-Aḥkām karya al-Najari, Ghārīb al-Qur`ān karya Imam Zaid bin Ali, Muntahā al-Marām karya Muhammad al-Qasim, dan Fatḥ al-Qadīr karya al-Syaukani. Sedangkan dari Syi’ah Ismailiyah di antaranya adalah Asās al-Ta`wīl karya Nu’man bin Hayyun, Kitāb al-Kasyf karya Ja’far al-Yaman, Mir`āh al-Anwār wa Misykah al-Asrār karya al-Kazirani, dan Mizāj al-Tasnīm karya Ismail al-Sulaimani, dan lain-lain.   This article aims to examine the interpretation of the Shia school of thought in the form of figures and their works in the treasures of Qur'anic exegesis. The research method used is a qualitative method based on library research with an analytical-descriptive approach with primary data al-Syī'ah al-Iṡnā 'Asyariyah wa Manahijuhum fi Tafsīr al-Qur`ān al-Karīm and Maṣādir al-Tafsīr al-Ma` ṡūr Baina Ahl al-Sunnah wa al-Syī'ah al-Imāmiyah al-Isna 'Asyariyah. With this method, this study found that Shi'a interpretation is a science that discusses knowledge of Allah's book, instructions, meaning, law and wisdom on the basis of human ability which was initiated by people from the Shi'a group who are followers and defenders of Islam. Ali bin Talib. Tafsir al-'Ayāsyī by al-'Ayasyi al-Sulami, Majma' al-Bayān by al- Thabarsi, al-Mīzān fi Tafsīr al-Qur`ān by al-Thabataba`i and Tafsīr al-Qumī by al-Qumi. As for the Zaidiyah Shiites, they include Tafsīr Ayāt al-Aḥkām by al-Najari, Ghārīb al-Qur`ān by Imam Zaid bin Ali, Mutahā al-Marām by Muhammad al-Qasim, and Fatḥ al-Qadīr by al- Syaukani. Meanwhile, those from Ismaili Shiites include Asās al-Ta`wīl by Nu'man bin Hayyun, Kitāb al-Kasyf by Ja'far al-Yaman, Mir`āh al-Anwār wa Misykah al-Asrār by al-Kazirani, and Mizāj al-Tasnīm by Ismail al-Sulaimani, among others.
GURU MUSLIM DAN PENDIDIKAN ANAK BANGSA KITA M. Hasbi Amiruddin
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 10 No. 2 (2022): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas hubungan kualitas guru terhadap pendidikan bangsa . Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dimana data diperoleh dari sumber kepustakaan yang dianalisis menggunakan pendekatan normative, doktrin Islam, sejarah Islam, dan Pendidikan Islam. Kajian artikel ini menemukan peran dan posisi guru secara historis sangat menentukan kualitas pendidikan suatu bangsa. Kualitas guru bahkan sangat menentukan perkembangan peradaban suatu bangsa dan negara. Berdasarkan temuan-temuan ini, artikel ini menegaskan bahwa kualitas guru baik keterampilan, moral, pemikiran, dan pengetahuan mesti menjadi landasan utama dalam upaya memajukan pendidikan dan peradaban suatu bangsa.   This article discusses the relationship between teacher quality and the nation's education. The method used is descriptive qualitative, where data is obtained from literary sources which are analyzed using a normative approach, Islamic doctrine, Islamic history, and Islamic Education. The study of this article finds that the role and position of teachers historically determines the quality of a nation's education. The quality of teachers even determines the development of civilization of a nation and state. Based on these findings, this article emphasizes that teacher quality in terms of skills, morals, thinking, and knowledge must be the main foundation in efforts to advance the education and civilization of a nation.
ANCAMAN HUKUMAN PIDANA BAGI PENYEBAR ALIRAN SESAT DI ACEH Tarmizi M. Daud; Zulkifli Abdurrahman Usman
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 10 No. 2 (2022): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendiskusikan ancaman hukuman yang dapat diberlakukan kepada penyebar aliran sesat di Aceh. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif, dimana data diperoleh dari wawancara dengan tokoh masyarakat Aceh dan perpustakaan. Artikel ini menggunakan pendekatan hukum pidana, hukum Islam, dan teologi Islam sebagai alat bantu analisis. Kajian artikel ini menunjukkan aliran yang mengatasnamakan Islam dan melakukan penyebaran paham yang menyimpang dari ajaran Islam murni dapat dipandang sebagai aliran sesat dan melanggar hukum. Ulama tradisional Aceh menghendaki penyebar aliran sesat agar mendapatkan hukuman pidana yang berat, namun harus tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Atas dasar temuan ini, artikel ini menyimpulkan bahwa penyebar aliran sesat di Aceh dapat diancam dengan hukuman pidana yang berlaku Indonesia. This article discusses the penalties that can be imposed on cultists in Aceh. The method used is a qualitative descriptive analysis method, in which data were obtained from interviews with Acehnese community leaders and the library. This article uses the approaches of criminal law, Islamic law, and Islamic theology as analytical tools. The study of this article shows that sects that act in the name of Islam and spread ideas that deviate from pure Islamic teachings can be seen as heretical sects and violate the law. Acehnese traditional clerics want those who spread heretical sects to receive severe criminal penalties, but must still comply with the regulations in force in Indonesia. On the basis of these findings, this article concludes that the spread of deviant sects in Aceh can be subject to Indonesian criminal penalties.
DIMENSI PSIKOLOGIS, MEDIA, DAN POLITIK DALAM KASUS DUGAAN PENISTAAN AGAMA OLEH SUKMAWATI SOEKARNOPUTRI Okhaifi Prasetyo; Zulkifli; Intan Safitri
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 11 No. 1 (2023): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang kontroversial. Metode kajian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutika. Kajian ini merupakan studi literatur dengan menggunakan media internet dan berita online sebagai sumber data yang dikumpulkan dengan cara menentukan tujuan penelitian, kriteria pencarian, pencarian literatur, seleksi dan evaluasi literatur, analisis literatur, dan sintesis dan interpretasi. Hasil kajian artikel ini menunjukkan bahwa kontroversi pernyataan Sukmawati melibatkan tiga dimensi yaitu segi politik, psikologis, dan ketiga media atau penyampaian informasi. Simpulan artikel ini menegaskan bahwa setiap individu, termasuk Sukmawati Soekarnoputri, penting mempertimbangkan konteks sosio-historis seperti agama, budaya, sosial, dan politik ketika menyampaikan pikiran, khususnya dalam upaya memahami dan menginterpretasikan teks dan pernyataan. This article discusses the controversial statement of Sukmawati Soekarnoputri. The study method is descriptive qualitative with a hermeneutic approach. This study is a literature study using internet media and online news as a source of data collected by determining research objectives, search criteria, literature search, literature selection and evaluation, literature analysis, and synthesis and interpretation. The results of the study of this article show that the controversy over Sukmawati's statement involves three dimensions, namely political, psychological, and the third media or information delivery. The conclusion of this article emphasizes that it is important for every individual, including Sukmawati Soekarnoputri, to consider the socio-historical context such as religion, culture, social and politics when conveying thoughts, especially in an effort to understand and interpret texts and statements.

Page 9 of 12 | Total Record : 115