cover
Contact Name
pramesti
Contact Email
fadesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fadesti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa
ISSN : 20870795     EISSN : 26220652     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The main focus of this journal is to promote global discussion forums and interdisciplinary exchanges among academics, practitioners and researchers of visual arts and visual culture. Series will encourage practice and research innovation that focuses on visual arts and visual culture, contributing to a better understanding of the highly dynamic development of dynamic theories, practices and discourses of visual art and visual culture.
Arjuna Subject : -
Articles 452 Documents
KAJIAN FORMALISTIS PATUNG SAPI DESA SAPEN, MOJOLABAN, SUKOHARJO Tohea, Florentinus Osa; Cholis, Henry
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.721 KB) | DOI: 10.33153/brikolase.v11i2.2932

Abstract

Karya patung sapi merupakan bagian dariseni patung yang memiliki beberapa tujuan penciptaan. Salah satunya adalah sebagai monumen penanda keberadaan suatu daerah atau suatu pengingat akan peristiwa yang telah terjadi.Penelitian ini membahas tentang latar belakang dibangunya karya seni patung sapi di desa Sapen dan kajian visual formalistik unsur-unsur yang terdapat pada patung tersebut. Fokus permasalahan yang menjadi pokok bahasan penelitian ini adalah latar belakang, visual dan makna keberadaan patung sapi desa Sapen bagi masyarakat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber narasumber, sumber tertulis dan foto guna memperoleh data yang diperlukan. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui obserasi, dokumentasi dan wawancara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnografi dan visual. Serta teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif.Hasil dari penelitian berjudul Kajian Formalistik Patung Sapi Desa Sapen, Mojolaban, Sukoharjo adalah: (1) Sejarah pembuatan patung sapi dan cerita rakyat yang melatar-belakangi pemilihan sosok sapi pada seni patung tersebut. (2) Kajian visual patung sapi menggunakan pendekatan prinsip-prinsip dasar seni rupa. (3) Makna yang dirasakan warga sekitar tentang keberadaan seni patung sapi di desa Sapen.
MELACAK MAKNA KONSEP KERUPAAN PADA LAMBANG INSTANSI DI INDONESIA DENGAN SUMBER BENTUK MATAHARI adisukma, wisnu
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v11i2.2908

Abstract

The article tittled Melacak Makna Konsep Kerupaan Pada Lambang Instansi di Indonesia dengan Sumber Bentuk Matahari is intended to pursue the textual and contextual meaning of institution sign with basic shape of sun. With iconographic approach would be obtained deeper and broader meaning from a work of art. Through this approach, the artwork will be a major concern in reviewing the history of art, nevertheless still necessary to understand the contextual and symbolic aspects. As the results, sign with basic shape of sun is the cosmic center, cental, foundation point, origin, sangkan paran, or axis mundi. Therefore, it is as the sun that is the problem solving of many problematics in its era.
KAJIAN BENTUK DAN MAKNA KERIS CANTHANG BALUNG DALAM UPACARA GREBEG MULUD DI KERATON KASUNANAN SURAKARTA Jauhari, Jauhari
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.156 KB) | DOI: 10.33153/brikolase.v11i2.2864

Abstract

ABSTRACTThis research discussed the form and meaning of the Canthang Balung kris in the Grebeg Mulud ceremony at the Kasunanan Palace in Surakarta. The method of this research was a descriptive qualitative research. The datum were obtainned through interviews with primary informants from the Surakarta Palace, written sources in the form of reference books, photos, and videos. In order to obtain the expected data, researcher used data collection techniques through observation, in-depth interviews, library research and documentation. The process of data analysis was completed into several steps, those are data collection, data analysis, data display and conclusions. From the results of the study it was concluded that the existence of the Canthang Balung kris was not only used to be a prerequisite instrument in the Grebeg Mulud ceremony at the Kasunanan Palace in Surakarta but also as  a cultural product in which had full of symbolic meaning and a mystical, sacred, and beautiful values derived from traditional roots based on Javanese religion, cosmology and mythology. Canthang Balung kris contained the teachings / philosopy of ethics and beauty in the form of visual appearance and life symbols which can lead humans to perfection and the real identity. The form on the Canthang Balung kris became a media for the expression of religious and aesthetics. It was to communicate noble teachings so that they could be understood and grasped by their supporting communities. The symbolic meaning can be interpreted as follows: safety, peace, harmony and fertility. Keywords: Kris, Canthang Balung, shape and meaningABSTRAKPenelitian ini membahas tentang bentuk dan makna keris Canthang Balung dalam upacara Grebeg Mulud di Keraton Kasunanan Surakarta. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data-data diperoleh melalui wawancara dengan narasumber primer dari Keraton Surakarta, sumber tertulis berupa buku referensi, foto dan video. Untuk memperoleh data yang diinginkan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka dan pendokumentasian. Proses analisis data melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, analisis data, sajian data serta kesimpulan. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa keberadaan keris Canthang Balung selain sebagai kelengkapan dalam upacara Grebeg Mulud di Keraton Kasunanan Surakarta juga merupakan produk budaya yang di dalamnya sarat dengan makna simbolis serta memiliki muatan nilai yang bersifat mistis atau sakral, spiritual dan indah bersumber dari akar tradisi yang berpijak pada religi, kosmologi dan mitologi Jawa. Dalam keris Canthang Balung juga termuat ajaran etika dan keindahan berupa penampilan visual dan simbol pandangan hidup yang dapat menuntun manusia menuju kesempurnaan dan jati diri yang sejati. Bentuk pada keris Canthang Balung menjadi wadah pengungkapan ekspresi yang bersifat religius dan estetis, yakni sebagai sarana untuk mengkomunikasikan ajaran-ajaran luhur sehingga dapat dipahami dan ditangkap maksudnya oleh masyarakat pendukungnya. Makna simbolis tersebut dapat ditafsirkan antara lain sebagai berikut: keselamatan, ketentraman, keharmonisan, dan kesuburan. Kata Kunci: Keris, Canthang Balung, bentuk dan makna
PERANCANGAN AUDIO VISUAL SEBAGAI MEDIA PROPAGANDA DALAM PELESTARIAN BUDAYA PANJI DI KEDIRI Prayoga, Dwiki Setya; Lodra, I Nyoman; Abdillah, Autar
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.74 KB) | DOI: 10.33153/brikolase.v11i2.2829

Abstract

Desain audio visual sebagai media propaganda dalam pelestarian budaya budaya di Kediri dilakukan oleh Pemerintah dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kediri. Audio visual adalah bagian terpenting dari propaganda karena konten yang telah dikemas dan disajikan dalam hitungan menit harus dapat menarik perhatian publik. Selain itu, penyebaran informasi juga melalui situs web media. Dengan harapan budaya / cerita spanduk dapat lebih dikenal dan masih dilestarikan dari dalam dan luar negeri terutama masyarakat lokal di Kediri.Indonesia juga mengajukan dokumentasi Konferensi Asia-Afrika untuk diserahkan kepada MOW. Memory of the World adalah salah satu program dua tahunan UNESCO di bawah unit kerja komunikasi dan informasi yang berfokus pada pencegahan kepunahan warisan dokumenter dari manuskrip, peta, foto atau audiovisual. Warisan dokumenter dunia yang diselamatkan oleh berbagai negara dianggap memiliki nilai historis yang sangat penting dan perlu dilestarikan dan untuk masa depan akan didigitalkan. UNESCO memberikan pengakuan terhadap dokumen-dokumen bersejarah ini dengan tujuan memelihara dan menyebarluaskan arsip dan koleksi berharga di perpustakaan dari seluruh dunia. Setiap negara dapat mengajukan naskah atau dokumen sebelumnya untuk masuk ke daftar warisan dunia. Ada tiga kondisi yang dapat dimasukkan oleh dokumen ke MOW asli, memiliki dampak domestik, dan dampak internasional.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif, dengan objek penelitian video propaganda Panji. Dalam perancangan ini menggunakan pendekatan meliputi wawancara, observasi, dokumentasi dan studi literatur.
VISUALISASI DOA JALAN SALIB MENGADOPSI GAYA WAYANG BEBER DENGAN TEKNIK SENI GRAFIS CUKIL KAYU Mahendrapati, Alexander Nawangseto
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.338 KB) | DOI: 10.33153/brikolase.v11i2.2931

Abstract

Research covered titled visualize prayer road crosses by adopting the Wayang Beber style used a woodcut technique of the printmaking is the artistic research (the creation of art) that is carried out based on the art of printing graphic especially a woodcut which is initially be used as a tool to increase religious manuscripts , book illustrations , and then used as propaganda media can be printed because she is the presence of many unique visual and character .Pengkarya use uniqueness in the graphic arts this as an element that reinforce the value estetik and artistic work in visual. This research which was conducted with us is to conduct a study on the degree to which the prayers of devotion road crosses was influential on the strengthening of the value of the true faith admit this catholics in general. The study on Wayang Beber show some years previously had broken also needs to be undertaken of the aspect of visual and if they used these tools as a means of second to disseminate the rudimentary and elemental teachings religious and the good aspects it has done. Through a process go brainstorm and the review of visual artworks in with the theme of or illustration the story of poor reduced to such misery in its course the cross of Jesus Christ was one of those which is borne by their stations of a place of rest the way of a cross in religious place then enacted into a the theme of the creation of the aertwork. The hope is by the creation of the work of the printmaking is due to the activities to give alternarif new in the perspective of all the participants to pray visualization road crosses as well as as a medium for the congregation of the Catholics to are more likely to set on other concerns the road crosses and make him of the love of the faithful for accordance with what god has cope with life.      
IDENTITAS BONEK PADA SPANDUK “SURABAYA MELAWAN” Wicandra, Obed Bima; Wahyudi, Anang Tri
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.01 KB) | DOI: 10.33153/brikolase.v11i2.2894

Abstract

Seni jalanan bagi Bonek adalah media perlawanan kepada federasi sepak bola Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Mereka menggunakan seni jalanan bukan hanya sebagai media berekspresi melainkan juga menjadi media identitas sebagai suporter Persebaya. Perlakuan PSSI yang dianggap tidak berkeadilan menjadikan Bonek membuat gerakan budaya berupa protes melalui seni jalanan, dalam hal ini spanduk. Seni jalanan sendiri pada sejarahnya adalah media liar yang dipakai di ruang-ruang publik untuk menyatakan keseniannya maupun sebagai media berekspresi yang bagi seniman dibatasi hanya di galeri-galeri. Publik bagi seniman juga adalah ruang bagi masyarakat bebas menikmati karya seni. Hal ini pula yang mendasari Bonek memakai seni jalanan (spanduk) karena di samping efektif dalam menyampaikan pesan tetapi seni jalanan juga dipandang sebagai media tanpa sekat (egaliter) sebagaimana identitas Bonek selama ini. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan perspektif dalam kajian budaya terutama kaitannya dengan budaya visual. Identifikasi diri yang terdapat dalam komunitas Bonek memunculkan identitas suporter sepak bola yang membedakannya dengan komunitas suporter sepak bola lain. Elemen-elemen visual maupun pesan yang disampaikan dalam spanduk menarik untuk diteliti untuk mendapatkan bagaimana identitas dipahami oleh Bonek dalam mendukung klub pujaannya, Persebaya.
STUDI PENCIPTAAN KARYA SENI INSTALASI “MARI KITA…!” Isnanta, Satriana Didiek; Zarkasi, Much. Sofwan; Panindias, Asmro Nurhadi
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3422

Abstract

ABSTRACTThis article is the result of a study on the creation of installation art based on local wisdom with the source of the idea of creating the Loro Blonyo statue. Loro blonyo is a pair of wooden statues consisting of a statue of a woman accompanied by a man wearing a traditional Javanese wedding dress in a basahan style in a sitting position. Broadly speaking, the meaning of the Loro Blonyo statue for the Javanese community is the unity of a couple as a reflection of the harmony and unity of Javanese thoughts. The meaning of the loro blonyo statue is then analyzed, elaborated, and reinterpreted.The research method used is Dharsono's Artistik Creation (2016), namely: research with an ethical approach and research with an emic approach, exploration, experimentation, and formation. The results of the research were concluded and became the basis for the concept of installation art with the visual form of local culture as a strengthening of cultural identity. Keywords: installation art, art experimentation, loro blonyo, cultural identity.  ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil studi penciptaan karya seni instalasi berbasis kearifan lokal dengan sumber ide penciptaan patung Loro Blonyo. Loro blonyo adalah sepasang patung dari bahan kayu yang terdiri atas patung perempuan dan didampingi seorang laki-laki dengan menggunakan busana perkawinan adat Jawa gaya basahan dalam posisi duduk. Secara luas, makna patung Loro Blonyo  bagi masyarakat Jawa adalah kesatuan pasangan sebagai refleksi pikiran Jawa yang harmoni dan manunggal. Makna patung loro blonyo tersebut kemudian dianalisis, dielaborasi dan ditafsir ulang.Metode penelitian menggunakan Kreasi Artisik  Dharsono (2016), yaitu : riset dengan pendekatan etik dan riset dengan pendekatan emik, eksplorasi, eksperimentasi dan pembentukan. Hasil riset tersebut disimpulkan dan menjadi dasar konsep karya seni instalasi dengan wujud visual budaya lokal sebagai penguatan identitas kultural. Kata kunci: Seni instalasi, eksperimentasi seni, loro blonyo, identitas kultural.
CETAK TELAPAK TANGAN SEBAGAI STRATEGI KREATIF PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA POTRET TOKOH WAYANG Zarkasi, Much. Sofwan; Suwasono, Bening Tri
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3305

Abstract

Artistic research which took the title of Printing the Palm as a Creative Strategy in the Creation of Portrait of Wayang Figure, in 2019 by Much. Sofwan Zarkasi and Bening Tri Suwasono, based on the existing opportunities related to creativity and experimentation in fine art that utilizes print printing techniques. One of them is creating mono print graphic art with primitive printing process utilizing the palm of the hand, to bring up images of wayang figures on the surface of canvas or paper. So this research aims to open up opportunities as wide as possible related to creativity in print art print. The method applied in artistic research in the form of the creation of this work is the creation method of L.H. Chapman who divided the three stages in the process of creation, namely 1) Finding Ideas, 2) Perfecting, developing and consolidating initial ideas, 3) visualization of the media. Experimentation in this creation process is the technique of printing the palm of the hand on the surface of the canvas or paper, the result of which is a monoprint of graphic artwork in the form of a picture that has a unique character, namely the appearance of a handprint shape in which there is a portrait picture of a puppet character.It is hoped that the Printing of Palm as a Creative Strategy for the Creation of a Portrait of Puppet Art which has a dimension of tradition can provide a diversity of innovations, both techniques and forms, in the development of visual arts, especially printing. AbstrakPenelitian artistik yang mengambil judul Cetak Telapak Tangan Sebagai Strategi Kreatif Penciptaan Karya Seni Rupa Potret Tokoh Wayang, tahun 2019 oleh Much. Sofwan Zarkasi dan Bening Tri Suwasono ini, didasari adanya peluang yang ada terkait kreatifitas dan eksperimentasi pada karya seni rupa yang memanfaatkan teknik cetak mencetak. Salah satunya adalah menciptakan karya seni grafis mono print dengan proses cetak primitive memanfaatkan telapak tangan, untuk memunculkan gambar tokoh wayang pada permukaan kanvas atau kertas. Maka penelitian ini bertujuan untuk membuka peluang selebar-lebarnya terkait kreatifitas pada karya seni rupa cetak mencetak.Metode yang diterapkan dalam penelitian artistik berupa penciptaan karya ini adalah metode penciptaan dari L.H. Chapman yang membagi tiga tahapan dalam proses penciptaan, yaitu 1) Menemukan Gagasan, 2) Menyempurnakan, mengembangkan dan memantapkan gagasan awal, 3) visualisasi pada media. Eksperimentasi pada proses penciptaan ini adalah teknik cetak telapak tangan pada permukaan kanvas atau kertas, yang hasilnya adalah karya seni garfis monoprint berupa cetakan gambar yang memiliki karakter unik yaitu munculnya bentuk cetakan tangan yang di dalamnya terdapat gambar potret tokoh wayang.Diharapkan Cetak Telapak Tangan Sebagai Strategi Kreatif Penciptaan Karya Seni Rupa Potret Tokoh Wayang yang berdimensi tradisi ini bisa memberi keragaman inovasi baik teknik maupun bentuk pada perkembangan karya seni rupa terutama seni cetak mencetak
APLIKASI TEKNIK HAPA ZOME PADA PAKAIAN SEBAGAI BAGIAN KAMPANYE GO GREEN -, sarwono -; Affanti, Tiwi Bina; santoso, ratna endah; Josef, adji Isworo
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3294

Abstract

The purpose this training activities is to provide skills for neglected and drop-out children at PPSA Taruna Yodha Sukoharjo in making clothing decorations with hapa zome techniques and marketplace marketing. Currently, there is an eco fashion trend in society. Clothes with hapa zome decorative techniques are considered unique but not many have made them. Hapa zome material can easily be obtained from plants in the environment which is usually as weeds. The activities carried out by the method of lectures, tutorials, practice and product evaluation. The activity ran smoothly, the atmosphere was fun and the participant’s interest in participating in the training was very high. The participants seemed able to develop various models of natural decoration on clothes and mix them with embroidery techniques. This training has the impact of increasing the participant's ability to make clothing decorations with the hapa zome technique and to understand several marketplace marketing techniques. The product was produced as part of the go green campaign and it predicted have a good market.  Key words: go green. hapa zome, Taruna Yodha,
HUBUNGAN SUNGAI DENGAN AKTIVITAS MANUSIA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Dozan, Mohammad Agam; Cholis, Henry
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3211

Abstract

Experience and knowledge about the condition of declining river health due to human activity, stir up empathy, emotion, and hope about a healthy river so that people are able to feel the adequacy, health, peace, and happiness, and The health of the river in environmental integration. The creation of this work aims to create art paintings with a source of inspiration; A river relationship with human activities, explaining the concept, the process of creation, and a description of the painting artwork. Hope about a healthy river expressed in painting works by processing elements and principles of visual composition, through the study of the process and the concept of creation of works, using a plaque technique with acrylic paint media on the canvas.  AbstrakPengalaman dan pengetahuan tentang kondisi penurunan kesehatan sungai akibat aktivitas manusia, menggugah empati, emosi, dan harapan tentang sungai yang sehat sehingga manusia mampu merasakan ketercukupan, kesehatan, kedamaian, dan kebahagian, serta berartinya kesehatan sungai dalam integrasi lingkungan hidup. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menciptakan karya seni lukis dengan sumber inspirasi; hubungan sungai dengan aktivitas manusia, menjelaskan konsep, proses penciptaan, dan deskripsi karya seni lukis. Harapan tentang sungai yang sehat diekspresikan dalam karya seni lukis dengan mengolah unsur dan prinsip komposisi visual, melalui studi proses dan konsep penciptaan karya, menggunakan teknik plakat dengan media cat akrilik pada kanvas.