cover
Contact Name
pramesti
Contact Email
fadesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fadesti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa
ISSN : 20870795     EISSN : 26220652     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The main focus of this journal is to promote global discussion forums and interdisciplinary exchanges among academics, practitioners and researchers of visual arts and visual culture. Series will encourage practice and research innovation that focuses on visual arts and visual culture, contributing to a better understanding of the highly dynamic development of dynamic theories, practices and discourses of visual art and visual culture.
Arjuna Subject : -
Articles 452 Documents
GAYA INTERIOR RUMAH DINAS BUPATI BLITAR Attamami, Mohammad Nur Farchan; Budiwiyanto, Joko
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3197

Abstract

The research entitled Interior Style of the Blitar Regent's Official House aims to determine the interior style of the house. Blitar was originally the kingdom of the Surakarta Sunanate. In 1830, the Surakarta Sunanate began to hand over Blitar to the Dutch as a consequence of Dutch assistance to the Kasunanan after the end of the Diponegara War. The Dutch government subsequently appointed a new regent as the ruler of Blitar complete with government support facilities, including the regent's official residence. The uniqueness of the official residence of the Blitar Regent is that it was built by combining the Surakartanan and Dutch styles to produce a new interior style. To achieve the goal, a descriptive qualitative research method is used with an interior style approach. The sources used in this research are sources, literature data, places/buildings, and pictures. The interior of the Blitar Regent's official residence is a combination of Javanese style and Dutch style called Indis style. The application of the Javanese style can be found in the arrangement of spaces, space zoning, and direction towards space. From a visual point of view, the Javanese style is more prominent in the front room area, especially the pendapa with the form of an open space composed of saka and the use of Javanese-style ornaments. The Indies style is more prominent in the main house area. Indische style in the main house can be seen from the space plan and the elements that form the space, especially the pillars lining the veranda area and the shape of the towering buildings. The Javanese style that appears on the front is the government's attempt at that time to show that Blitar is still part of Javanese society, especially the Surakarta Sunanate Kingdom. The colonial-style manifestation of the main house was an attempt by the Colonial government to show that the Blitar government was under the control of the colonial government at that time. AbstrakPenelitian dengan judul Gaya Interior Rumah Dinas Bupati Blitar bertujuan untuk mengetahui gaya interior pada rumah tersebut. Blitar pada awalnya merupakan wilayah kerajaan Kasunanan Surakarta. Pada tahun 1830, Blitar mulai diserahkan oleh Kasunanan Surakarta kepada Belanda sebagai konsekuensi atas bantuan Belanda kepada Kasunanan setelah berakhirnya Perang Diponegara. Pemerintah Belanda selanjutnya mengangkat bupati baru sebagai penguasa Blitar lengkap beserta fasilitas pendukung pemerintahan, di antaranya adalah rumah dinas bupati. Keunikan rumah dinas Bupati Blitar adalah dibangun dengan menggabungkan gaya Surakartanan dan Belanda sehingga menghasilkan gaya interior baru. Untuk mencapai tujuan digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan gaya interior. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah narasumber, data literatur, tempat/bangunan, dan gambar. Interior rumah dinas Bupati Blitar merupakan gabungan gaya Jawa dan gaya Belanda yang disebut gaya Indis. Penerapan gaya Jawa terdapat pada susunan ruang, zonasi ruang, serta arah hadap ruang. Dari segi visual gaya Jawa lebih menonjol pada area ruang depan terutama pendapa dengan bentuk ruang terbuka yang disusun oleh saka-saka serta digunakannya ornamen-ornamen bergaya Jawa. Adapun gaya Indis lebih menonjol pada area rumah Induk. Gaya Indis pada rumah Induk dapat dilihat dari denah ruang serta elemen pembentuk ruang, terutama adanya pilar-pilar yang berjajar di area beranda (teras) serta bentuk bangunan yang tinggi menjulang. Gaya Jawa yang nampak di bagian depan merupakan usaha pemerintah pada masa itu untuk menunjukkan bahwa Blitar masih bagian dari masyarakat Jawa, khususnya Kerajaan Kasunanan Surakarta. Wujud gaya Kolonial pada rumah induk merupakan usaha pemerintah Kolonial untuk menunjukkan bahwa pemerintah Blitar berada dalam kendali pemerintah kolonial pada masa tersebut.
PEMANFAATAN LIMBAH KAIN BATIK UNTUK DIVERSIFIKASI PRODUK UMKM KERAJINAN BLANGKON Prameswari, Nadia Sigi; Mulyanto, Mulyanto; Fiyanto, Arif; Widagdo, Pratama Bayu
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3233

Abstract

Eksistensi UMKM semakin mengkhawatirkan ditengah pesatnya pasar global. Salah satu UMKM yang masih produktif adalah UMKM kerajinan blangkon di Potrojayan, Surakarta. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan limbah hasil dari kerajinan blangkon untuk dilakukan daur ulang guna menghasilkan produk masker yang bernilai ekonomi dan sangat dibutuhkan di era pandemi saat ini. Penelitian merupakan penelitian eksploratif. Teknik pengumpulan dilakukan melalui observasi dan wawancara. Tahap pertama, peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap identifikasi hasil limbah kain dan identifikasi kondisi tempat kerja perajin blangkon di Potrojayan, Surakarta. Responden yang dipilih berdasarkan kriteria yaitu sudah memiliki pengalaman kerja minimal 10 tahun sebagai perajin blangkon. Tahap kedua, peneliti membuat rancangan dan pembuatan produk masker hasil limbah kain batik. Draft atau konsep rancangan masker dibuat dengan ukuran panjang mencapai 17 cm dengan lebar 10 cm. Tali pengikatnya dibuat menjadi dua jenis tali, berupa earloop dan headloop. Tali earloop didesain dengan ukuran panjang 35 cm, sedangkan tali headloop didesain dengan ukuran panjang tali konektor 10 cm dan tali tunggal headloop dengan panjang 15 cm. Peneliti memutuskan untuk mengembangkan desain headloop karena sesuai dengan kebutuhan pengguna, dapat digunakan di telinga maupun dapat digunakan dengan cara diikat bagi pengguna berhijab.
INSPIRASI PERUPA BATIK DALAM BERKARYA (Studi Kasus pada Batik Kontemporer) ernawati, ernawati
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3120

Abstract

Inspiration is a brainstorm that appears from the spark of creative ideas in its own time and place which is rarely recognizably excepted for the people who have been a soul that are accustomed to training by their selves. This can be done well by the designers based on their expertise. The ability of batik designers who have been trained and experienced in inspiring the inspiration will be, it may influence on the artist of produced batik. In this study, data collection methods used descriptive qualitative method with a semi-structured interview approach because it assumed the implied information which told about the inspiration on their soul of batik artists. The inspiration cannot be determined based on where it will be created, but it can be the first step in the creation of contemporary batik design and contemporary batik artwork that has been formed. For the designers, the process of inspiration is the beginning of dialogue, discovery, and ability of the development process in the process of thinking and working of batik art. All of the visible visuals can be a source of inspiration. Sometimes, the invisible visuals can be a source of inspiration too. The source of inspiration comes at the beginning of the design process and works along with the batik design process. Inspiration defines the design results according to batik designers. What is often assumed as an art inspiration is a fact of an important part of the design process. The methods for inspiring sensitivity and ideas can be done by reading, observing, lateral thinking, socializing, discussing, and brainstorming. AbstrakInspirasi merupakan ilham yang hadir dalam bentuk percikan ide-ide kreatif pada waktu dan tempatnya tersendiri, yang jarang dikenali kecuali yang memiliki jiwa yang sudah terbiasa dengan melatih dirinya. Hal ini, dapat dilakukan dengan baik oleh Perupa dibidangnya. Kemampuan Perupa batik yang telah terlatih dan berpengalaman dalam mengilhami inspirasi yang hadir, berpengaruh terhadap karya batik yang dihasilkan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini mengguakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan wawancara semi terstruktur karena bersifat menyingkap hal yang bersifat tersirat, yaitu inspirasi dalam diri Perupa batik. Inspirasi tidak dapat ditentukan dimana akan tercipta, tetapi inpirasi sebagai langkah awal terciptanya karya batik kontemporer sampai karya seni batik kontemporer itu sendiri telah terbentuk. Bagi para Perupa proses inspirasi merupakan awal mula membuka dialog, penemuan dan proses pengembangan kemampuan dalam proses berpikir dan berkarya seni batik. Semua visual yang terlihat dapat menjadi sumber inspirasi. Beberapa hal yang tidak terlihatpun dapat menjadi sumber inspirasi. Sumber inspirasi datang pada awal proses karya, dan bekerja disepanjang proses karya batik. Insprasi mendefinisikan hasil karya dari Perupa batik. Apa yang sering dianggap sebagai inspirasi seni merupakan fakta bagian penting dari proses dalam karya. Metode untuk kepekaan inspirasi dan ide dapat dilakukan dengan membaca, observasi,  berpikir lateral, serta bersosialisasi dan berdiskusi serta curah gagasan.
RELIEF CANDI KIDAL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK SRI WEDHATAMA Rahmawati, Femi Eka; Iksan, Nur; Rohman, Ahmad Syarifuddin
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3238

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota yang memiliki peninggalan sejarah terutama dari  situs-situs candi Kerajaan Singosari. Kerajaan Singosari merupakan salah satu kerajaan besar di nusantara yang sampai sekarang terdapat peninggalan sejarahnya, yaitu Candi Kidal. Keunikan candi ini adalah terdapat ornament yang tidak hanya sebagai ornament hias, namun terdapat ornament cerita yang mempunyai makna filosofis sangat tinggi. Salah satu perwujudan pelestarian ornament Candi Kidal yakni dengan pembuatan batik. Batik merupakan salah satu kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia yang sudah diakui dunia dan banyak digunakan dalam berbagai acara baik dari kalangan bawah, menengah dan kalangan atas ataupun acara kenegaraan.Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan ornament hias atau relief dan merancang motif batik dari ornament-ornamnet hias Candi Kidal yang sesuai dengan makna untuk di sandang sebagai citra batik khas Malang Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan kombinasi penelitian desain, sehingga menghasilkan desain motif batik Sri Wedhatama. Nama batik Sri Wedhatama  merupakan perwakilan dari perlambangan baik pada ornament, sehingga diharapkan motif tersebut membuat penyandang mempunyai praba yang baik sesuai dengan motif batik yang disandangnya. 
RELASI TIMUR DAN BARAT DALAM KARYA TIGA SENIMAN YOGYAKARTA Kajian Poskolonial pada karya Nano Warsono, Utin Rini, dan Eddy Susanto Rosidi, M. Rain
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3421

Abstract

ABSTRACTThe traces of colonialism were not only exploitation, but also 'civilization'. The relationship between the master (colonizer) and the slave (the colonized), although not equal, did not mean without negotiation. For colonized nations, colonialism was both hated and longed for and admired, which in the Postcolonial concept is called 'ambivalence'. The postcolonial theory aims to carry out historical and psychological recovery, by decomposing the residues of colonization, dismantling past power relations, and initiating collaboration between the colonizers and the colonized. The postcolonial perspective is used to observe three pieces of art produced by Yogyakarta artists. Through these three works of art, discussion of the residues of colonialism, ambiguity, the power of knowledge, and collaboration can be discussed. Keyword: postcolonial, civilisation, ambivalence, residues, power-relation, collaboration ABSTRAKJejak kolonialisme bukan hanya eksploitasi, tapi juga ‘sivilisasi’ (pemeradaban).  Hubungan antara tuan (penjajah) dan budak (si terjajah) walau tidak setara tetapi bukan berarti tanpa negosiasi. Bagi bangsa terjajah kolonial itu dibenci sekaligus dirindukan dan dikagumi, yang dalam konsep Poskolonial disebut sebagai 'ambivalensi'. Teori Poskolonial bertujuan untuk melakukan pemulihan historis dan psikologis, dengan mengurai (decomposing) residu-residu kolonisasi, membongkar hubungan-hubungan kuasa di masa lalu, dan merintis terjadinya kolaborasi antara penjajah – terjajah. perspektif poskolonial digunakan untuk mengamati tiga buah karya seni yang diproduksi oleh seniman Yogyakarta. Melalui ketiga karya seni itu pembahasan mengenai residu kolonialisme, ambivelansi, kuasa pengetahuan, dan kolaborasi dapat dibicarakan. Kata kunci: poskolonial, sivilisasi, ambivalensi, residu, kuasa pengetahuan, kolaborasi.  
EKSPLORASI KERTAS KARBON SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TINTA CETAK PADA KARYA SENI GRAFIS Sitompul, Theresia Agustina
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3304

Abstract

Graphic art as a branch of fine art has advantages compared to other types of art. Graphic art or print art is art that makes it possible to reproduce an unlimited number of works. In the process of its creation Graphic art is familiar with a variety of techniques, namely high print techniques, screen printing techniques, flat printing and deep printing. To produce graphic arts, supporting materials such as tools and materials related to chemicals are needed. These chemicals in long-term use will endanger health. For this reason, the authors look for alternatives to the use of techniques for creating graphic art using carbon printing techniques. The research, entitled Exploration of Carbon Paper as an Alternative to Printing Ink in Graphic Art, seeks to find techniques that are safe, affordable, simple but can produce artistic graphic arts. Carbon printing technique uses carbon paper as the main material that is easily obtained, affordable and relatively safe for use by all people. Using carbon printing techniques also allows for the exploration of ideas and more diverse ideas involving ready made objects that are around the house. This carbon printing technique will be applied in the process of creating graphic arts with a focus on ideas about the relationship between mother and child. The outputs of this research are exhibitions, journals, and tutorials on the application of carbon printing techniques to the creation of graphic artwork. AbstrakSeni grafis sebagai cabang dari seni rupa mempunyai kelebihan dibandingkan jenis seni yang lain. Seni grafis atau seni cetak adalah seni yang memungkinkan untuk mereproduksi karya dalam jumlah yang tak terbatas. Pada proses penciptaannya Seni grafis mengenal beragam teknik, yaitu teknik cetak tinggi, teknik cetak saring, cetak datar dan cetak dalam. Untuk menghasilkan karya Seni grafis dibutuhkan material pendukung berupa alat dan bahan yang berhubungan dengan zat-zat kimia. Zat-zat kimia tersebut pada penggunaan jangka panjang akan membahayakan kesehatan. Untuk itu, penulis mencari alternatif penggunaan teknik penciptaan karya seni grafis dengan menggunakan teknik cetak karbon. Penelitian dengan judul Ekplorasi Kertas Karbon sebagai Alternatif Pengganti Tinta Cetak dalam Karya Seni Grafis ini berupaya mencari teknik yang aman, terjangkau, sederhana tetapi bisa menghasilkan karya seni grafis yang artistik. Teknik cetak karbon menggunakan bahan utama kertas karbon yang mudah diperoleh, harga terjangkau dan relatif aman untuk digunakan oleh semua kalangan. Dengan menggunakan teknik cetak karbon juga memungkinkan untuk eksplorasi ide dan gagasan yang lebih beragam melibatkan benda-benda ready made yang ada di sekitar rumah. Teknik cetak karbon ini akan diaplikasikan dalam proses penciptaan seni grafis dengan fokus gagasan mengenai hubungan ibu dan anak. Hasil luaran dari penelitian ini berupa pameran, jurnal, dan tutorial aplikasi teknik cetak karbon pada penciptaan karya seni grafis. 
KAJIAN SENI LUKIS KARYA DJOKO PEKIK DENGAN TEMA PERISTIWA SEPTEMBER 1965 Fadlila, hapsari; Shokiyah, Nunuk Nur
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3357

Abstract

Kajian Karya Seni Lukis Djoko Pekik dengan Tema Peristiwa September 1965, skripsi Hapsari Fadlila. Program Studi Seni Rupa Murni, Jurusan Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.            Skripsi ini meneliti tentang karya-karya Djoko Pekik dengan tema Peristiwa September 1965. Permasalahan yang akan di bahas adalah latar belakang penciptaan dan estetika karya seni lukis Djoko Pekik dengan tema Peristiwa September 1965.            Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis interaktif dan interpretasi. Teori untuk membedah interpretasi tanda yang terdapat dalam lukisan menggunakan teori semiotika Charles S. Pierce yaitu klasifikasi tanda menurut obyek.            Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada latar belakang penciptaan karya bertema Peristiwa September 1965, Djoko Pekik berusaha mengungkapkan pengalaman yang dirasakan ketika terjadinya peristiwa-peristiwa di bulan September 1965. Penelitian ini mengupas tiga karya Djoko Pekik yaitu Awal Bencana Di Lintang Kemukus 1965, Kali Berantas Bengawan Solo Luweng dan Sirkus Adu Badak. Karya-karya tersebut terdapat ikon, indek dan simbol merupakan visualisasi tentang kejadian yang dialami Djoko Pekik di tahun 1965. Dimulai dari kemunculan lintang kemukus, ketika Djoko Pekik menjadi tahanan dan awal memasuki Orde Baru.Kata kunci: Djoko Pekik, Seni Lukis, Peristiwa September 1965Study of Djoko Pekik Painting Artwork themed the September 1965 Incidents, Hapsari Fadlila's thesis. Pure Arts Study Program, Department of Fine Arts, Faculty of Art and Design, Indonesian Institute of the Arts Surakarta.            This thesis examines the Djoko Pekik’s works themed the September 1965 Incidents. The issues that will be discussed are the background of the creating and aesthetics of painting by Djoko Pekik themed the September 1965 Incidents.            The research method used is qualitative research with interactive and interpretation analysize. The theory for dissecting the interpretation of the signs which iscontained in the painting uses Charles S. Pierce's semiotic theory namely classification of signs according to objects.            The results of this research are that in the background of creating this work themed the September 1965 incident, Djoko Pekik tried to express the experiences which he felt during the incidents in September 1965. This research explores three Djoko Pekik’s works, namely Awal Bencana Di Lintang Kemukus 1965, Kali Berantas Bengawan Solo Luweng and Sirkus Adu Badak.The works contained icons, indexes and symbols which are a visualization about the incidents experienced by Djoko Pekik in 1965. Begins from lintang kemukus, when Djoko Pekik became a prisoner and early Orde Baru. Keywords : Djoko Pekik, Painting Arts, September 1965 Incidents
SHOWROOM SEBАGАI MEDIА KOMUNIKАSI VISUАL BRАND TENUN TROSO KАBUPАTEN JEPАRА Wijаnаrko, Kukuh Dwi; Alfian, Tristan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3549

Abstract

Brаnding Tenun Troso sаngаt penting, kаrenа kаin Troso sebаgаi tekstil yаng dаpаt mencerminkаn stаtus seseorаng dаlаm mаsyаrаkаt. Permаsаlаhаn utаmа kаin Troso аdаlаh selаin hаrgаnyа lebih mаhаl dаri kаin yаng lаin, promosi untuk membrаnding Troso jugа sаngаt kurаng. Secаrа umum tujuаn penelitiаn ini untuk mencаri jаwаbаn yаng sesuаi dengаn permаsаlаhаn utаmа yаitu konsep brаnding berbаsis industri kreаtif dаn strаtegi komunikаsi visuаl brаnd sehinggа memberi dаmpаk terhаdаp perkembаngаn Tenun Troso Jepаrа. Brаnding yаng telаh bаnyаk ditаmpilkаn melаlui showroom sebаgаi setrаtegi komunikаsi pаrа pengusаhа dihаrаpkаn dаpаt menаrik minаt wisаtаwаn untuk membeli tenun. Metode penelitiаn аdаlаh deskriptif yаitu untuk membuаt penjelаsаn secаrа аkurаt, sistemаtis dаn fаktuаl mengenаi fаktа-fаktа dаn sifаt populаsi аtаu lokаsi tertentu dаlаm аrti ini pаdа riset. Konsep brаnding tenun Troso pаdа аwаlnyа dijаlаnkаn pengusаhа melаlui Showroom аtаu tempаt untuk memаjаng аtаu melаkukаn displаy hаsil produksi.Sebаgiаn besаr pemаsаrаn dikirimkаn ke Bаli, Jаkаrtа, Yogyаkаrtа, Solo, dаn dаerаh-dаerаh di Luаr Jаwа seperti di Lаmpung, Sulаwesi, NTB, Flores, Pаpuа, dаn lаin-lаin. Prospek setelаh brаnding Tenun Troso terkenаl, dihаrаpkаn pengusаhа dаpаt memаsаrkаn lаngsung kepаdа pembeli tаnpа perаntаrа pihаk ke tigа.
STRATEGI PENINGKATAN PROFIT PADA RUMAH MAKAN PATINKU MELALUI RE-DESIGN PACKAGING Thang, John; Desipriani, Desipriani
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3179

Abstract

Rumah Makan Patinku is one of the restaurants in Medan that has an interesting characteristic of patin fish as special culinary preparations. Rumah Makan Patinku previously had some packaging before, but the restaurant owner thought that it had not gotten the maximum sales profit increase. Sales increased from the previous package by 15% while the owner wanted an increase in profit of 50%. Through the re-design packaging and the addition of others packaging designs, it is expected to realize an increase in sales profit of Rumah Makan Patinku as expected by the owner. This design phase uses qualitative research methods and SWOT analysis methods. The results of the design in the form of patin bakar packaging, patin goreng packaging, gembung bakar packaging, packaging for rice can also be for roast chicken, and paper cups for hot drinks such as: hot tea and hot coffee.Abstrak Rumah Makan Patinku adalah salah satu rumah makan di Medan yang memiliki karakteristik ikan patin sebagai sajian kuliner spesial. Rumah Makan Patinku sebelumnya memiliki beberapa kemasan sebelumnya, tetapi menurut pemilik rumah makan kurang memberikan peningkatan keuntungan penjualan. Profit penjualan meningkat dari kemasan yang dirancang sebelumnya sebesar 15% sementara pemilik menginginkan peningkatan laba 50%. Melalui re-design packaging dan penambahan desain kemasan lainnya, diharapkan dapat mewujudkan peningkatan profit penjualan Rumah Makan Patinku seperti yang diharapkan oleh pemiliknya. Tahap perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode analisis SWOT. Hasil perancangan berupa kemasan patin bakar, kemasan patin goreng, kemasan gembung bakar, kemasan untuk nasi putih juga bisa untuk ayam bakar, dan paper cup untuk minuman panas seperti: teh panas dan kopi panas. 
RISET PRAKTIK EKSPERIMENTAL LAS BUSUR DENGAN MATERIAL AS STAINLESS STEEL UNTUK PENCIPTAAN BENTUK KATAK POHON Santoso, Miky Endro
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v13i1.3644

Abstract

ABSTRACTThis research is applied research using experimental practical research method, which uses arc welding on stainless steel shaft material. In this research, the three-dimensional form that is wanted to be created is a tree frog form. The research objective was to determine the various materials and equipment used in welding with arc welding techniques; identify the stages of the implementation of creation from the preparation stage, the working stage, and the final stage, so that the work creation process runs smoothly. The experimental practical research method was chosen because this method involves researchers directly in the experiment of creating works using arc welding techniques, accompanied by documentation and recording. This research produces a 3-dimensional work in the form of a tree frog, made of stainless steel shaft material and a conclusion. The results of this research can be developed into further research or the diversity of works or craft and art products that use stainless steel shaft material (such as furniture, metal crafts, sculptures, and so on). In addition, the results of this research can also participate and contribute to the diversity of ideas, forms and materials in the development of craft and art products in the creative industry in Indonesia.  Keyword: arc welding, experimental practical research, three-dimensional form, tree frog   ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian terapan dengan menggunakan metode riset praktik eksperimental, yang menggunakan las busur (arc welding) pada material as stainless steel. Dalam riset ini, bentuk 3 dimensi yang ingin diciptakan adalah bentuk katak pohon. Tujuan penelitian adalah mengetahui berbagai material dan peralatan yang digunakan pada pengelasan dengan teknik las busur; mengidentifikasi tahap-tahap pelaksanaan penciptaan dari tahap persiapan, tahap pengerjaan, dan tahap akhir, agar proses penciptaan karya berjalan lancar. Metode penelitian praktik eksperimental dipilih karena metode ini melibatkan peneliti secara langsung dalam eksperimen penciptaan karya dengan teknik las busur, disertai dokumentasi dan pencatatan. Riset ini menghasilkan sebuah karya 3 dimensi berbentuk katak pohon, dari material as stainless steel dan sebuah simpulan. Hasil penelitian ini dapat dikembangkan ke penelitian lanjutan atau keberagaman karya atau produk kriya dan seni yang menggunakan material as stainless steel (seperti furnitur, kriya logam, patung, dan sebagainya). Selain itu, hasil riset ini juga dapat berpartisipasi dan memberikan sumbangan keragaman ide, bentuk, dan material pada perkembangan produk kriya dan seni dalam industri kreatif di Indonesia. Kata kunci: bentuk tiga dimensi, katak pohon, las busur, riset praktik eksperimental