cover
Contact Name
pramesti
Contact Email
fadesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fadesti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa
ISSN : 20870795     EISSN : 26220652     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The main focus of this journal is to promote global discussion forums and interdisciplinary exchanges among academics, practitioners and researchers of visual arts and visual culture. Series will encourage practice and research innovation that focuses on visual arts and visual culture, contributing to a better understanding of the highly dynamic development of dynamic theories, practices and discourses of visual art and visual culture.
Arjuna Subject : -
Articles 452 Documents
Imajinasi Masa Kecil di Desa sebagai Sumber Ide dalam Penciptaan Karya Seni Lukis Masruri, Shubhan; Gozali, Amir
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i1.5398

Abstract

The background of the creation of this Final Project painting inspired by childhood imagination in the village is the author's experience in viewing events and events that are being carried out by small children in the present that have similarities with the memories that the little writer had made as a village child who was full of imagination. The creation of this painting is structured as a form of expression of the author's longing for childhood memories that are impossible to repeat. The technique used in the creation of works is the placard technique, using acrylic paint on canvas. The creation of works refers to the theory put forward by L.H. Chapman. First, the effort to find ideas, the second is the stage of refining, developing, and solidifying the initial idea, and the third is the visualization stage in the media. The results obtained from the creation of works of art are paintings inspired by childhood imaginations in the village. In addition, the experience in creating this painting is expected to provide positive value for oneself and others.
Dimensi Estetika Seni Kriya Ruang Publik di Yogyakarta Ernawati, Ernawati; Sari, Renny Nirwana; Afifah, Yunita Nur
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.4594

Abstract

Seni Kriya mengalami perkembangan dan pergeseran , termasuk dalam aspek spasial.  Karya seni kriya yang dikenal dengan aspek fungsional untuk pemenuhan kebutuhan keseharian, dengan penempatan pada ruang domestik, kini telah merambah dengan bergeser ke ruang yang luas yaitu ruang publik, seperti yang terlihat dibeberapa titik di kota Yogyakarta. Hal ini tentu saja memberikan pengaruh pada dinamika kriya khususnya di Kota Yogyakarta. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui estetika pada karya yang ditempatkan pada karya seni kriya di ruang publik di Yogyakarta, khususnya pada konteks intra estetik. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana karya tersebut berkontribusi pada sisi intra dan ekstra estetik kota Yogyakarta. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dimensi estetik seni kriya ruang publik baik di luar ruang dan dalam gedung layanan publik mampu memperkuat branding kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan seni, destinasi wisata, seni  dan budaya. Karya seni kriya  publik dapat menjadi landmark temporer bagi kota. Persepsi publik sebagian besar memiliki respon positif tentang seni kriya ruang  publik, namun mereka lebih menyukai jenis karya seni yang menyertakan informasi, indah dan bersifat ekspresif daripada yang  sekedar memiliki aspek fungsional. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan seni kriya ruang publik dan tata kota, khususnya dalam membangun seni kriya ruang publik di wilayah Yogyakarta, serta  berkontribusi dalam kolaborasi keilmuan seni, tata kota, dan ruang publik dalam perancangan perkotaan kontemporer, melalui karya seni sebagai topik penelitian yang pelu terus dikembangkan
Perancangan Desain Booth Malaysia Healtycare Expo Medan 2022 Panjaitan, Sri Wahyuni; Ramadhani, Ivo; Arini, Rizky
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5173

Abstract

Exhibition merupakan perancangan stand atau booth pameran. Pameran adalah salah satu strategi yang efektif bagi pengusaha untuk mempromosikan barang atau jasa. Faktor utama yang paling penting adalah bagaimana cara mendesain booth atau stand pameran sehingga banyak pengunjung yang berdatangan. Booth ini bertujuan sebagai tempat untuk peserta pameran menampilkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen, dan dapat memberikan kesan yang bagus bagi pengunjung pameran. MHTC (Malaysia Healtycare Travel Council) adalah Lembaga pemerintah yang dipercayakan dengan tanggung jawab mengatur industri dan penyedia layanan memfasilitasi dan mengembangkan industri perjalanan perawatan kesehatan Malaysia. Dengan brand “Malaysia Healtycare” yang bertujuan menjadikan Malaysia sebagai tujuan kesehatan global termuka. Malaysia Healtycare Expo 2022 setelah keberhasilan 2 pameran sebelumnya yang dilaksanakan di Jakarta dan Surabaya. Dengan dibukanya perbatasan internasional, Malaysia siap menyambut wisatawan Kesehatan menawarkan layanan kesehatan berkualitas kelas dunia, mudah diakses dan terjangkau secara kompetitif, serta perawatan end-to-end yang lancar didestinasi aman dan terpercaya. Apalagi Malaysia merupakan tujuan top-of-mind untuk pelancong kesehatan dari seluruh dunia. Kini Malaysia Healtycare Expo hadir di Medan, dengan mengadakan pameran beberapa rumah
Shadow Archetype Sebagai Konsep Penciptaan Karya Seni Keramik Alya, Nisrina Arij Nur; Bahari, Nooryan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5290

Abstract

Shadow sebagai salah satu archetype dalam teori psokoanalisis Jung menyimpan berbagai hal yang di represi oleh manusia seperti rasa takut, memori, sifat dan kebiasaan yang dianggap tidak baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Permasalahan yang akan dibahas dalam jurnal ini adalah: 1) Apa yang dimaksud dengan shadow archetype. 2) Mengapa shadow archetype diangkat sebagai konsep penciptaan karya seni keramik. 3) Bagaimana visualisasi shadow archetype dalam karya seni keramik. Proses implementasi konsep shadow archetype dalam bentuk karya seni keramik dilakukan melalui pendekatan behavioral psychology dan facial expression psychology dengan eksplorasi ide melalui sketsa dan perancangan kemudian mewujudkan konsep shadow archetype dalam bentuk karya seni keramik menggunakan teknik pijit dan lempeng. Adapun tujuan jurnal, beberapa diantaranya adalah: 1) Menjelaskan shadow archetype. 2)    Menjelaskan alasan dipilihnya shadow archetype sebagai konsep penciptaan karya seni keramik. 3) Memvisualisasikan shadow archetype dalam karya seni keramik. Karya-karya akan mengandung pesan moral tersendiri mengenai shadow archetype yang diharapkan bisa menjadi bahan refleksi untuk penulis dan penikmat karya seni.
Implementasi Model Scamper sebagai Strategi Asimilasi Perwajahan Typeface “Antawacana” Bercitra Wayang Golek Sunda Yunianto, Ipung Kurniawan; Priliuno, Syaima
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5306

Abstract

The earliest modes of human communication were gestures and symbols, which eventually evolved into letters and fonts that are crucial for facilitating everyday activities. Font design (typeface) development reflects the current cultural zeitgeist and allows traditional elements to be incorporated as visually relevant elements in modern situations, one of which is the Sundanese Wayang Golek possesses anatomical characteristics that resemble those of humans, making it possible to adapt them as a typeface element and incorporate them into visual designs. This study employs a technique that blends anatomical elements of fonts and Sundanese Wayang Golek, to discuss the innovation of decorative typeface design, utilizing the SCAMPER model approach as a brainstorming method. The approach was initially introduced by Alex Osborne in 1953 and later developed by Bob Eberle in 1971. The typeface design outcomes are expected to reflect the representation of Sundanese Wayang Golek, by following the typographical principle. This research's significance is that it offers a strategic and creative approach to introducing Sundanese culture through typefaces
Analisis Faktor Sustainabilitas Festival Budaya di Kota Jember Studi Tentang Jember Fesyen Carnaval Ali, Moh; Suharto, Bambang; Maulidy, Ahmad Masrur; Lestari, Qatrunnada; Laksmi, Luh Putu Gita
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5513

Abstract

The emergence of a large event known as the Jember Fashion Carnival has become an interesting phenomenon. The city of Jember, which initially had no history of carnivals and fashion, has now become the center of influential fashion carnivals in Indonesia and even on the world stage. This research uses a literature review approach to analyze the factors that have supported the sustainability of the Jember Fashion Carnival to date. The data source used in this research is secondary data, obtained through Google Scholar and Scopus to search for relevant journals. Journals that were found were then selected based on titles that matched the research focus. From the search results, the author succeeded in identifying 15 journals which were then summarized into 5 journals that represent a uniform view from all journals that have the same point of view. The results of this research show that in the context of cultural resource management, economic impact, community empowerment, and tourism promotion, the Jember Fashion Carnival (JFC) phenomenon and the fashion carnival phenomenon in Indonesia as a whole produce significant findings. Efficient management of local cultural resources has enabled JFC to become a driving force in local economic growth, with visible impacts in the tourism sector and related industries. The event also empowers communities by creating opportunities in the performing arts and creative industries. Apart from that, the carnival fashion phenomenon in Indonesia acts as a tourism promotion tool, introducing the richness of Indonesian culture to the world. The overall results of this research underscore the importance of wise management of cultural resources, community empowerment, and promotion of tourism through cultural events in achieving positive and sustainable economic impact 
Non-Diegetic Sound sebagai Represetasi Suara Hati Pada Film Puisi “Ruang Batin” Lestari, Nastiti Dwi; Dite, Stri Agneyastra
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5535

Abstract

Non diegetic sound adalah salah satu jenis konsep tata suara yang sering digunakan pada film dan merupakan tatanan suara diluar cerita film yang tidak dapat didengar oleh tokoh dalam cerita tetapi dapat didengar oleh audien. Jenis tata suara tersebut berfungsi untuk membangun suasana, meningkatkan daya imajinasi dan emosional audien serta media penyampai pesan. Pada karya ini, tata suara non diegetic sound menggunakan teknik penyampaian pesan dengan voice over, sound effect dan soundscape. Voice over berupa naskah puisi yang mewakili suara hati tokoh, sedangkan sound effect dan soundscape menggambarkan keadaan dan suasana dalam cerita. Hasil kesimpulan dari penciptaan karya ini adalah aspek suara pada film tidak dapat dipisahkan. Tata suara menjadi bagian penting untuk mendukung aspek naratif pada film dalam upaya membangun suasana dan menghadirkan realitas cerita.
Film Pendek KAWA sebagai Medium Penceritaan Dilema Perempuan Minangkabau Andhika, Yuditia Leo; Angelina, Ayu Mella
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5559

Abstract

Kawa is a short film that raises the issue of Minangkabau women today in response to the changes in social life of society. The film tells the life of a woman in Minangkabau who has since been inserted the customary order of the sumbang duo baleh in shaping her personality. In the tambo Minangkabau the concept of the sumbang duo baleh is strictly applied to women, and constitute the values of the rules of behavior that are structured for Minangkabau women. The acts and behavior of women in Minangkabau which, when not in accordance with the customary order, will be considered wrong by customary view. As the times progressed, many Minangkabau women wanted to leave their hometown and continue their lives. The film presents the controversy of Minangkabau women who have their own point of view about their cultural reality. The film Kawa tries to capture the dilemma faced by women over the customary rules of Minangkabau. Different aspects of life are restricted so as to narrow the spaces of women's movements and place women on a social construction that raises controversy in living a life between following their desires or obeying customary rules that tend to limit their ideals.
Analisis Kemiripan Visual Karakter Wajah Manusia Dalam Perancangan Desain Karakter Wajah 3D “Cerminan Bersaudara” Putri, Ratih Alifah; Wahyudi, Luqman
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5565

Abstract

This study proposes an in-depth analysis approach to the visual resemblance of human facial characters within the context of designing 3D facial characters titled "Sibling Reflection." The analysis method employed involves a visual comparison approach, identifying and analyzing anatomical features and expressions of human facial characters. Principles of facial proportions, eye shapes, noses, mouths, and other anatomical details are explored to establish a reference foundation for the design of 3D facial characters. Guided by the data from the analysis of human facial characters, the subsequent step involves the design of the 3D facial character " Cerminan Bersaudara " using Blender software, with the goal of achieving a high level of visual resemblance. This design process encompasses iterative iterations, in-depth evaluations, and adjustments by design experts and animators. Through the proposed approach, this research aims to generate a 3D facial character design that approaches the level of visual resemblance achieved by Artificial Intelligence (AI) technology. The successful achievement of the expected visual resemblance in the design of the 3D facial character " Cerminan Bersaudara " is expected to have a positive impact on the audience's experience, particularly in the consumption of 3D character-based entertainment content
Seni Mural Sebagai Media Pendidikan Seni Rupa: Mendorong Kreativitas dan Penyampaian Ekspresi Siswa. Fahmi, Khairul; Sabri, Indar; Suryandoko, Welly
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5567

Abstract

ABSTRAKSeni mural telah menjadi elemen penting dalam pendidikan seni rupa, bukan hanya sebagai karya seni yang mempercantik ruang fisik, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang berdaya. Penelitian ini menjelaskan mengapa seni mural memiliki peran vital dalam pendidikan seni rupa, menguraikan tujuan, manfaat, dan kerangka penelitian yang digunakan. Mural adalah bentuk seni rupa yang menggunakan dinding atau permukaan bangunan sebagai medianya, dan memiliki persyaratan khusus terkait dengan arsitektur, desain, usia, perawatan, dan kenyamanan.Seni mural memiliki sejarah panjang yang mencakup zaman prasejarah, dan eksistensinya masih berlanjut di Indonesia. Mural memiliki beragam tujuan, mulai dari ekspresi artistik hingga penyampaian pesan sosial, ideologi, atau branding produk. Penelitian ini memfokuskan pada peran seni mural dalam pendidikan dan bagaimana siswa terlibat dalam proses kreatif.Metode penelitian ini adalah kualitatif dan melibatkan siswa dari berbagai tingkatan pendidikan, guru seni rupa, dan seniman yang terlibat dalam proyek seni mural di sekolah. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan analisis karya seni mural siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni mural mempengaruhi positif siswa dalam mengembangkan kreativitas, ekspresi pribadi, pemahaman estetika, dan keterampilan sosial. Mural juga membantu siswa menyuarakan pesan sosial dan lingkungan serta memperkuat ikatan dengan sekolah.Penelitian ini mempertegas pentingnya seni mural dalam konteks pendidikan seni rupa, tidak hanya sebagai medium ekspresi visual, tetapi juga sebagai alat yang memperkaya pengalaman belajar siswa secara holistik. Seni mural berperan dalam memadukan estetika, ekspresi pribadi, dan pemahaman seni rupa dalam proses pendidikan.