cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 2 (2025): Desember" : 7 Documents clear
Kajian Visual Wayang Beber Koleksi Museum Wayang Banyumas Rahmawati, Junende; Priyono , Rohmad Eko
Ornamen Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang beber merupakan salah satu jenis wayang yang dikenal di Indonesia. Terkenal memiliki dua gaya dari dua tempat yang diyakini sebagai tempat tersimpannya wayang beber asli yaitu Pacitan dan Wonosari selanjutnya disebut wayang beber Gaya Pacitan dan Gaya Wonosari. Wayang beber sendiri memiliki arti wayang yang dibeber (Jw) atau di bentangkan pada saat pertunjukan. Wayang beber yang berada di museum wayang Banyumas merupakan salah satu cerita dari wayang beber gaya Pacitan. Dimana ciri khas wayang beber Pacitan menceritakan kisah Jaka Kembang Kuning dengan Dewi Sekartaji dengan latar belakang yang dipenuhi ornamen. Wayang beber koleksi museum wayang Banyumas hanya memiliki satu gulung, yaitu gulungan ke dua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh yang tergambar melalui pendekatan visual pada wayang beber koleksi museum wayang Banyumas guna memberikan edukasi dan sebagai referensi wawasan dan pengetahuan.
Cerita Malin Kundang Untuk Busana Ready to Wear Maknun, Luluk Khoironi; Sarwanto
Ornamen Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Cerita Rakyat Malin Kundang Untuk Busana Ready to Wear” difokuskan pada proses cipta busana dengan ide perangkat cerita rakyat Malin Kundang. Ketertarikan pada nilai budaya dan moral yang terkandung dalam cerita rakyat. Di dalam cerita rakyat Malin Kundang terdapat filosofi masyarakat Minangkabau yang melepas anak lelakinya untuk merantau dan mencari penghidupan yang lebih baik, serta kita sebagai anak tidak boleh durhaka terhadap orang tua yang dari kecil sudah banting tulang membesarkan kita. Tujuan penciptaan adalah menciptakan karya desain motif bersumber ide cerita rakyat Malin Kundang diaplikasikan ke busana ready to wear. Konsep seni yang digunakan adalah konsep ekspresi simbolik dengan konsep tata susun yang menekankan penciptaan komponen motif penyusun pola terdiri dari motif utama, pendukung. Analisis data yang digunakan menggunakan metode interpretasi dengan melalui pendekatan estetika. Langkah-langkah penciptaan meliputi 1) riset dengan memanfaatkan sumber data etik dan observasi, 2) eksperimen menekankan pada eksperimen bahan kain dan teknik skets motif utama, 3) perenungan tahap menemukan simbol/metafora, dan 4) pembentukan melakukan penyusunan menjadi sebuah pola desain (purwa rupa). Karya yang diciptakan berupa empat buah karya motif desain dan sembilan desain busana.
Penciptaan Panel Resin Berbasis Pembuatan Kain Tenun Goyor Pemalang dalam Wayang Beber Erlangga, Elang; Yustana, Prima
Ornamen Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengangkat tema aktivitas pembuatan kain tenun ATBM di Pemalang, ATBM merupakan alat produksi tenun yang dikerjakan oleh manusia, kain tenun di Pemalang yang proses produksinya menggunakan ATBM dinamakan Goyor, dan kain ini merupakan produk unggulan dari Kabupaten Pemalang. Proses pembuatan kain tenun Goyor ini kurang lebih melewati lima belas tahapan. Akan tetapi banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai proses pembuatan kain ini, hanya mengetahui hasil jadinya saja. Penulis merespon hal tersebut dengan menggambar lima belas proses tahapan pembuatan kain tenun Goyor ke dalam bentuk wayang beber yang diterapkan pada panel resin. Penulis menerapkan metode penciptaan seni SP Gustami yang melalui tiga tahap utama, yaitu Eksplorasi (pencarian sumber ide, konsep, landasan penciptaan), Perancangan (rancangan desain karya) dan Perwujudan (pembuatan karya). Selain itu, terdapat unsur-unsur estetika dari Monroe Beardsley dalam penciptaan karya ini di antaranya kesatuan (unity) meliputi pemilihan warna adegan, kerumitan (complexity) meliputi teknik pewarnaan, sampai teknik pembuatan, dan kesungguhan (intensity) meliputi pengumpulan data yang dikumpulkan harus bisa dipertanggungjawabkan. Hasil karya ini terbagi menjadi 5 panel resin, berjudul Miwiti, Nlateni, Ngedumi, Nyawiji dan Ngeringkesi. Masing-masing panel menggambarkan 3 proses pembuatan kain tenun Goyor yang saling bersambung dari awal hingga akhir.
Pengembangan Keramik Batik Sebagai Diversifikasi Produk Bagi Pembatik di Kampung Surtanan Klaten Izza, Mohammad Ubaidul; Prabowo , Rahayu Adi; Sutriyanto; Martsidaun, Cerly Sudarta
Ornamen Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Surtanan di Desa Serenan, Kabupaten Klaten, memiliki sumber daya manusia pembatik yang selama ini memproduksi batik berdasarkan pesanan dari pengusaha di Solo dan Yogyakarta. Namun, pola produksi yang bergantung pada adanya pesanan menghambat motivasi untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi produk kerajinan yang sejalan dengan perkembangan industri kerajinan. Kelompok pembatik yang dipimpin oleh Sri Suyamti ini juga menghadapi kendala dalam pengetahuan mengenai diversifikasi produk dan strategi produksinya. Menyikapi permasalahan tersebut, Tim instruktur ISI Surakarta memberikan solusi melalui pelatihan diversifikasi produk dengan teknik cetak motif batik pada media keramik. Pelatihan ini melibatkan para pembatik dan perajin ukir yang masih memiliki ikatan kekerabatan, guna menciptakan kolaborasi berkelanjutan dalam kerajinan. Selain memperkaya teknik dan variasi produk, pelatihan ini juga memperkuat manajemen produksi melalui tradisi rewang serta peran kerabat pembatik dalam mengembangkan cetakan keramik. Pendampingan intensif dari Tim instruktur ISI Surakarta kepada 25 orang pembatik diharapkan dapat menguatkan potensi kreativitas dan kolaborasi yang berdampak berkelanjutan.
Perancangan Scarf dengan Pewarna Lidah Buaya dan Perintang Warna Gutta Tamarind Wahyuningrum, Anggita; Sulistyati, Apika Nurani
Ornamen Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perajin batik di Indonesia belum banyak mengeksplorasi pewarna alami jenis baru akibat kurangnya keilmuan mengenai tata cara pembuatan pewarna alami dan faktor ketersediaan jenis tanaman. Lidah buaya merupakan tanaman yang memiliki kandungan tanin alami. Lidah Buaya potensial untuk menjadi pewarna alami. Untuk menghasilkan pewarna alami, diperlukan proses ekstraksi dengan metode maserasi panas menggunakan pelarut ganatex. Hasil ekstraksi lidah buaya efektif sebagai pewarna alami dengan uji laboratorium ketahanan luntur terhadap pencucian 40℃. Hasil pengujian terhadap teknik pewarnaan colet dan celup menunjukkan nilai 4-5 dalam standar grey scale diklasifikasikan sebagai "Baik". Metode perancangan yang digunakan yaitu metode tiga tahap enam langkah oleh Gustami. Proses penggalian ide dimulai dengan studi literatur jenis tanaman yang mengandung zat tanin dan tanaman yang memiliki koagulan alami. Pada tahap perancangan, lidah buaya dan bubuk biji asam jawa digunakan sebagai pewarna dan perintang warna alami pada scarf. Bahan pelarut yang digunakan adalah ganatex sebagai zat pengikat dan pembangkit warna. Bubuk biji asam jawa diolah menjadi gutta tamarind dengan campuran lemak nabati yang diaplikasikan untuk membentuk motif. Bunga Wijaya Kusuma dipilih sebagai sumber ide pengembangan motif scarf sebagai upaya untuk pengenalan bunga khas Keraton Surakarta. Hasil akhir produk berupa scarf dengan variasi warna coklat muda hingga coklat tua. Scarf dapat digunakan oleh wanita usia remaja hingga dewasa.
Media Ekspresi Dalam Bentuk Seni Plakat dan Peluang Kreatif Generasi Muda Alvianda, Rahma Oktina
Ornamen Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi textile painting sebagai media perwujudan ide kreatif masyarakat usia muda melalui pendekatan teknik plakat. Textile painting merupakan seni terapan yang memanfaatkan media kain sebagai kanvas, menggabungkan unsur ilustrasi dan desain dekoratif figuratif untuk menghasilkan karya yang estetis sekaligus fungsional. Teknik plakat digunakan dengan sapuan cat tebal untuk menciptakan visual kuat dan pekat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi karya. Metode yang digunakan, adalah, Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif menggunakan teknik deskriptif yang menggambarkan keadaan sebeneranya yang terjadi dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa textile painting mampu meningkatkan pemahaman teknis dan artistik masyarakat usia muda pada seni plakat, terkait harmoni warna, komposisi, serta penerapan teknik positif dan negatif. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang usaha kreatif berbasis kriya tekstil. Karya yang dihasilkan merefleksikan perpaduan imajinasi, kepekaan estetika, dan keterampilan teknis dalam menciptakan produk yang personal dan bernilai dengan menggunakan kreasi teknik seni plakat.
Kreativitas Remaja Mengeksplorasi Tren Visual Generasi Z pada Desain Batik Cap Handmade Sulistiyowati, Amin; Rofi’ah , Intan; Salim; M , Warda Sachiyya Ai
Ornamen Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara tren visual generasi Z yang cenderung dinamis, personal, dan berbasis budaya populer dengan desain batik konvensional yang sarat aturan simbolik dan pakem tradisi. Ketidaksinkronan ini berpengaruh pada minat remaja dalam menGenali dan mempraktikkan batik sebagai bagian dari identitas budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter visual Gen Z serta mengadaptasikannya ke dalam perancangan motif batik cap handmade di lingkungan pendidikan menengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi proses workshop, dan dokumentasi karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih tertarik pada motif sederhana, repetitif, dan berbasis bentuk simbolik yang dekat dengan keseharian, dengan penggunaan warna cerah atau pastel yang mencerminkan ekspresi diri. Adaptasi karakter visual Gen Z dalam batik terbukti mampu meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan pemaknaan budaya pada siswa. Temuan ini memberikan implikasi terhadap pengembangan model pembelajaran batik yang lebih eksploratif, kontekstual, dan inovatif dalam mendukung pelestarian batik di kalangan generasi muda.

Page 1 of 1 | Total Record : 7