cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
LIDAH API SEBAGAI IDE DASAR PANCIPTAAN KERIS DENGAN PAMOR UNTU WALANG Luky Sutyawan; Aji Wiyoko
Ornamen Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v19i1.4339

Abstract

Api merupakan salah satu anasir kehidupan manusia dan merupakan simbol penggambaran atas nafsu. Konsep api juga lekat dalam budaya perkerisan. Bentuk lidah api dapat dikembangkan sebagai dasar penciptaan dhapur keris.Tugas akhir kekaryaan ini bertujuan untuk: (1) eksplorasi desain bentuk dhapur keris baru, (2) mewujudkan karya keris dengan bentuk dhapur yang memvisualkan estetika bentuk lidah api berdasarkan desain terpilih. Estetika atau keindahan karya keris dapat diuraikan berdasarkan teori yang dicetuskan oleh Panembahan Hadiwijoyo tentang kriteria kelahiran sebuah keris yaitu mor-jo-si-ngun. Proses pembuatan karya keris menggunakan teknik tempa pamor. Bahan utama bilah adalah besi, baja dan nikel.Tiga karya keris baru berhasil diciptakan, dengan nama dhapur Bahni Muntab luk-7, Simpar Dahana luk-5, dan Diptanala luk-3. Setiap karya yang dibuat mengandung makna sesuai judul dan terkait filosofi api. Karya keris yang memvisualkan keindahan bentuk lidah api ini dibuat sebagai simbol atas pengembaraan nafsu manusia dalam mencapai tujuan hidup.  Kata kunci: Api, keris, nafsu.
Kajian Visual Motif Batik Pada Gitar Produksi Batiksoul Febiola, Vincentia Yohanna; Prabowo, Rahayu Adi
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Latar belakang penciptaan batik pada gitar produksi Batiksoul; 2) Proses pembuatan batik pada gitar produksi Batiksoul; 3) Bentuk motif batik pada gitar produksi Batiksoul. Lokasi penelitian berada di Rumah produksi Batiksoul Jl. Guntur 19, RT 05 / RW 07, Ngenden, Banaran, Sukoharjo. Data penelitian diperoleh melalui teknik pengumpulan data yang diperoleh yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan alur pengumpulan data, reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Analisis visual motif batik pada gitar produksi Batiksoul menggunakan pendekatan estetika. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Profil dan sejarah singkat Batiksoul. 2) Faktor yang mempengaruhi penciptaaan batik pada gitar. 3) Motif batik produksi Batiksoul dan pembuatan batik pada gitar produksi Batiksoul serta strategi pemasaran. 4) Bentuk visual motif batik pada gitar berupa motif Ikan Koi, motif Merak Manis, motif Cendrawasih Banyu Biru dan motif Kupu-kupu. Bentuk visual motif pada gitar produksi Batiksoul terdiri dari motif utama dan motif pendukung serta isen-isen dengan menerapkan konsep memproduksi secara terbatas atau limited quality tiap motif. Motif batik pada gitar produksi Batiksoul merupakan gubahan atau kombinasi dari motif tradisi dan motif kreasi baru yang memiliki nilai estetik. Motif batik pada gitar produksi Batiksoul secara keseluruhan mengandung tiga aspek keindahan mendasar yaitu wujud atau rupa suatu karya, bobot atau isi yang ingin disampaikan dan penampilan atau penyajian yang ditampilkan dalam karya.
Perancangan Motif Batik Tulis Dengan Inspirasi Visual Biota Laut Penyu Paramita, Amanda Ayu; Dartono, Felix Ari
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4987

Abstract

Latar belakang perancangan motif dengan inspirasi visual biota laut penyu berdasarkan dari rusaknya habitat penyu yang berakibat terancamnya populasi penyu di Indonesia dengan teknik batik tulis dan teknik pewarnaan kelengan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu penciptaan S.P Gustami bahwasannya proses penciptaan suatu karya seni terdapat tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan yang kemudian dikembangkan dengan beberapa pertimbangan dari berbagai aspek meliputi aspek material, aspek teknik, aspek estetika, dan diteruskan dalam bentuk 6 sketsa alternatif) dan tahap perwujudan (mewujudkan 3 sketsa alternatif ke dalam bentuk karya). Hasil perancangan desain ini dilakukan dengan mengolah visual penyu menjadi sebuah motif dengan berbagai karakter. Penggambaran visual desain berbeda-beda berdasarkan habitat penyu yang berada di dua alam. Desain dibuat dengan pola panel dan tetap memperlihatkan garis besar habitat penyu. Teknik perancangan ini menggunakan batik tulis serta teknik pewarnaan kelengan yang hanya menggunakan satu warna saja sehingga desain yang ditampilkan lebih menonjol.
Nilai Estetis Adi Busana Macan Cacah Karya Perancang Akademisi Kharisma Yogi Hajja, Syarifah Nur; Rizqino, Quintanova
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.5105

Abstract

Haute couture atau Adi Busana adalah busana yang diciptakan hanya satu kali dan tidak untuk produksi masal. Sehingga penggunanya merasa istimewa terhadap busana tersebut ketika memakainya. Rancangan busana Macan Cacah ini terinspirasi dari ikon atau ciri khas yang ada di kota tempat tinggal Kharisma Yogi sebagai perancang. Kepala harimau atau yang sering kita kenal dengan Reog Ponorogo. Bentuk baju yang diambil menerapkan teknik sustainable atau ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, penulis meyakini bahwa metode penelitian ini bisa berguna untuk membantu penulis untuk membedah nilai estetis pada karya Adi Busana Macan Cacah. Peracangan karya Adi Busana Macan Cacah ini menghasilkan sebuah busana yang mengandung nilai-nilai estetis. Nilai estetis tersebut dihasilkan dari penafsiran atas simbol-simbol keindahan yang ada di dalam busana Macan Cacah.
Kajian Batik Wayang Beber Lakon Sultan Ageng Tirtayasa Di Batik Mahkota Laweyan Saputro, Andi Dwi; Handayani, Sarah Rum
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4981

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan berbagai hal, mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga sejarah pembentukannya, salah satu budaya yang menjadi ciri khas bangsa adalah batik. Batik sudah ada sejak lama di Indonesia dan di Indonesia juga memiliki wayang beber yang menjadi warisan budaya yang sama lamanya dengan batik. Namun perkembangan keduanya kini lama kelamaan sudah mulai digerus zaman. Berdasarkan itulah, Batik Mahkota Laweyan mulai melakukan aktivitas dengan tujuan konservasi budaya dan sejarah dengan melalui aspek kesenian kriya tekstil, yaitu batik wayang beber lakon Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pembuatan batik wayang beber, prinsip estetika wayang beber yang diterapkan pada batik, dan dampak batik wayang beber terhadap masyarakat sekitar Laweyan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pedekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Latar belakang pembuatan batik wayang beber lakon Sultan Ageng Tirtayasa; (2) Prinsip estetika wayang beber yang diterapkan dalam pembuatan batik; (3) Dampak batik wayang beber di Batik Mahkota Laweyan dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu daya penyadar, daya pembelajar, dan daya pesona.
Estetika Ergonomi Seni Perabot Keris Gagrak Yogyakarta Setiadi, Amos; Kusumatatwa, Ismara
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4986

Abstract

Produk perabot keris dari segi tampilan, warna, purnarupa (finishing), model (style), dan bahan (material) yang digunakan menentukan segi kenyamanan (comfort), estetika (aesthetic), kekuatan (structure) dan ukuran (standard). Standar ukuran perabot keris berpengaruh secara langsung terhadap kenyamanan pemakai. Studi ini menggunakan metode kuantitatif. Data ukuran perabot keris Jawa dibahas berdasar standar ukuran tangan orang dewasa. Hasil studi sebagai masukan bagi praktisi mranggi (perajin warangka keris). Kesimpulannya yaitu desain perabot keris yang standar membutuhkan berbagai variabel berdasarkan tingkat kenyamanan bagi pemakai. Desain perabot keris yang tidak memenuhi standar ukuran dan dimensi antropometri pemakai dapat dikatakan kurang berhasil dari aspek desain ergonomi. Akibatnya adalah akan menimbulkan ketidaknyamanan secara fisik bagi pengguna.  
Kajian Kostum Solo Batik Carnival (SBC) 2019 Dengan Pendekatan Antropologi Seni Setiyono, Nurul Fajar; ., Setyawan
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4980

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pementasan Solo Batik Carnival ditinjau dari segi antropologis untuk refleksi para pihak yang terlibat dalam pertunjukan seni tersebut baik dari segi design yang terkandung dalam busana batik, bahan yang dipakai, dan mendeskripsikan performa yang dipakai dalam busana batik. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta. Khususnya pada persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan Batik Solo Carnival (SBC) tahun 2019. Metode pengambilan data menggunakan metode observasi, In Depth Interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pagelaran Temuan dari penelitian ini adalah (1) Desain yang dilandasi semangat mengeksplorasi ide, gagas, bahan, dan teknik, dapat menghasilkan rasa estetis yang  mengekspresikan dan memberikan kesan kemegahan, mewah, glamour, dan kemeriahan. (2) Bahan batik merupakan pusaka warisan leluhur yang telah mengalami percanggihan yang luar biasa khususnya batik Jawa memiliki corak ragam hias paling kaya, teknik pewarnaan paling berkembang, dan teknis pembuatan paling sempurna dibandingkan batik dari daerah lainSebagai (3) Performa Solo Batik Carnival 2019 bukan hanya ajang kemeriahan karnaval tetapi juga sebagai alat dalam mengenalkan kebudayaan dari masing-masing negara ASEAN.
Motif Kangkung Setingkes Di Godho Batik Banyuwangi Apsari, Agastia Kartika; Kusmadi, Kusmadi
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5277

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah batik Banyuwangi, latar belakang munculnya motif Kangkung Setingkes, dan estetika motif Kangkung Setingkes di Godho Batik Banyuwangi. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif dengan data kualitatif. Data diperoleh dari metode observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, penulis dapat mengambil kesimpulan: Motif Kangkung Setingkes di Godho Batik secara keseluruhan memiliki karakteristik yang kuat, baik dari tema, warna, dan bentuk dilihat dari aspek estetika kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan. Ada enam jenis motif Kangkung Setingkes yang diproduksi oleh Godho Batik yaitu (1) Motif Kangkung Setingkes Latar Totogan. (2) Motif Kangkung Setingkes latar Moto Pitik. (3) Motif Kangkung Setingkes latar Galaran. (4) Motif Kangkung Setingkes latar Padas Gempal. (5) Motif Kangkung Setingkes latar Beras Kutah. (6) Motif Kangkung Setingkes latar Gedegan.
Perancangan Makrame Pada Objek Rak Display Purnamasari, Siti Wahyu; Affanti, Tiwi Bina
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5424

Abstract

Perancangan ini membahas tentang rak display yang menggunakan teknik makrame sebagai elemen utamanya. Makrame adalah seni merajut atau mengikat tali yang telah lama ada dan dikenal di berbagai budaya di seluruh dunia. Teknik makrame diterapkan dalam konteks desain rak display yang fungsional dan estetis. Rak display digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai barang seperti buku, barang dekoratif, atau koleksi pribadi lainnya. Desain ini juga menawarkan estetika yang menarik dan memberikan sentuhan unik pada ruangan. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode penciptaan oleh Gustami, di mana proses penciptaan secara metodologis terbagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu eksplorasi (perancangan ide, konsep, dan landasan), perancangan (rancangan desain karya), dan perwujudan (pembuatan karya). Perancangan ini memberikan kontribusi dalam menggabungkan seni tradisional seperti teknik makrame dengan desain modern yang fungsional. Dessain rak display dengan teknik makrame ini diharapkan dapat memperkaya ruang hidup pengguna dengan elemen dekoratif yang menarik dan dapat digunakan secara praktis.
Pemanfaatan Celana Jeans Bekas Sebagai Material Utama Perancangan Blazer Teknik Ikat Celup Herawati, Putri Siswi; Santoso, Ratna Endah
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5425

Abstract

Perancangan ini berdasarkan dari peminat jeans di Indonesia yang terbilang cukup banyak menyebabkan produksi jeans di Indonesia meningkat dan menghasilkan celana jeans bekas menumpuk, menurut survei GT-NEXUS Indonesia menyumbang konsumsi celana jeans sebesar 31% di dunia, bertujuan untuk memanfaatkan celana jeans bekas dengan kondisi berbeda-beda diubah menjadi outerwear wanita yang fungsional berupa blazer dikombinasikan dengan teknik ikat celup jelujur sehingga dapat mengurangi penumpukan celana jeans bekas tidak terpakai serta memperpanjang masa kain. Metode pendekatan perancangan ini menggunakan metode penciptaan karya seni menurut SP. Gustami, yang mengemukakan 3 tahap 6 langkah dalam proses berkarya. Ketiga tahap tersebut adalah tahap eksplorasi (pengumpulan data perancangan ide dan landasan penciptaan), perancangan (pembuatan desain karya), terakhir perwujudan (pembuatan karya). Desain blazer pada perancangan ini dibuat dengan bentuk asimetri dikombinasikan dengan teknik ikat celup yang diletakkan pada bagian depan, lengan dan belakang blazer dengan bentuk motif, warna dan potongan berbeda.