cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Sustainable Fashion Melalui Upcycling Limbah Denim dengan Teknik Pewarnaan Tekstil Ramah Lingkungan Ferayanti, Orizza Anggun; Fairuz Widad Zahirah; Priska Nanette Kristiyanto
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7081

Abstract

Sustainable fashion merupakan solusi untuk menjaga lingkungan yang diakibatkan oleh industri tekstil dan mengurangi dampak negatif dari fast fashion. Penelitian ini berfokus pada upcycling limbah denim menggunakan teknik pewarnaan tekstil ramah lingkungan yang diolah menjadi produk fashion dengan mutu dan nilai estetika tinggi. Pada proses upcycling dilakukan dengan cara 3R yaitu reduce, reuse, recycle dalam upaya mendukung perkembangan fashion yang berorientasi pada lingkungan hidup yang memiliki etika produksi ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah art-based research sebagai metode dalam mendapatkan sebuah data, dan mengadaptasi kreativitas seni ke dalam penelitian sosial dengan menggunakan pendekatan praktik seni. Hasil perancangan ini adalah pemanfaatan limbah denim diolah menjadi produk fashion yang tidak hanya menarik secara visual namun mendukung konsep sustainable fashion. Melalui pemanfaatan limbah denim, penelitian ini berkontribusi mengurangi dampak negatif limbah tekstil terhadap lingkungan. Hasil produk yang estetis dan fungsional menunjukkan bahwa produk fashion dapat diproduksi dengan cara yang lebih bertanggung jawab dalam upaya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.
Perancangan Tas Selempang dengan Material Bioplastik Berbasis Gelatin dan Campuran Limbah Tekstil Linda Fatmawati; Apika Nurani Sulistyati
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7177

Abstract

Polusi plastik konvensional menjadi penyebab meningkatnya pencemaran lingkungan. Salah satu alternatif dari penggunaan plastik konvensional adalah bioplastik. Adapun masalah yang ditemui di AK Tekstil Solo, yaitu belum adanya pemanfaatan dari limbah produksi benang yang kemudian menjadi bahan campuran dalam bioplastik. Bioplastik adalah bahan yang terbuat dari sumber biomassa organik dan dapat dengan mudah terurai secara hayati. Metode perancangan yang digunakan adalah metode penciptaan seni kriya oleh SP. Gustami, pola tiga tahap enam langkah. Tiga tahapan tersebut meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Enam langkah tersebut yaitu; (1) identifikasi masalah, (2) strategi pemecahan masalah, (3) membuat sketsa alternatif, (4) membuat prototype, (5) pembuatan karya, dan (6) evaluasi. Produk ini memakai ragam hias flora Indonesia, bunga rafflesia. Tema bunga dipilih karena bunga menjadi simbol kecantikan, memiliki kesan feminim dan anggun sehingga mudah diterima oleh kaum hawa di berbagai zaman. Dominasi warna yang digunakan dalam perancangan ini adalah warna kuning, dimana warna kuning diprediksi akan menjadi salah satu warna yang popularitasnya akan naik di tahun 2025. Bioplastik dapat dibuat menggunakan bahan bahan yang mudah ditemukan, dikerjakan dengan cara homemade. Bahan utama bioplastik yang paling sempurna untuk dijadikan bahan pembuatan tas adalah bioplastik berbasis gelatin. Bioplastik dapat dikombinasikan dengan limbah produksi tekstil berupa benang.
Sativa: Reinterpretasi Dewi Sri Pada Busana Couture dengan Bahan Alam Syafira, Vivian Aprida Syafira; Guntur
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7568

Abstract

Artikel “Sativa: Reinterpretasi Dewi Sri Pada Busana Couture dengan Bahan Alam” difokuskan pada penciptaan motif dan busana couture dengan menggunakan bahan alam. Kain sansevieria sebagai bahan utama dikombinasikan dengan menggunakan media lain berbahan alam. Penciptaan karya yang terinspirasi dari tokoh Dewi Sri, yang oleh sebagian masyarakat tertentu dipercaya sebagai Dewi Padi atau Dewi Kesuburan. Dewi Sri sebagai sumber inspirasi yang menarik untuk dijadikan ide dalam penciptaan karya, pada aspek nilai historis dan makna filosofis yang dipercaya oleh sebagian masyarakat di Nusantara. Keterkaitan antara Indonesia sebagai salah satu negara agraris dengan kearifan budaya dan tradisi yang ada, maka karya yang dihasilkan dengan memadukan bahan alam. Haute couture merupakan salah satu dari sekian banyak istilah penyebutan busana. Penyebutan itu digunakan untuk busana ekslusif yang dibuat dengan ciri karakteristik personal sesuai dengan kebutuhannya. Konsep seni yang digunakan untuk pembuatan busana dan motif adalah konsep reinterpretasi sanggit dengan konsep tatasusun kontras untuk penataan motifnya. Karya busana yang dihasilkan adalah sejumlah enam karya, dengan judul (1) Amabaki (2) Amaluku (3) Atanam (4) Amatun (5) Ahani, dan (6) Anutu.
WAYANG PURWA SEBAGAI OBJEK LUKIS KACA KARYA RETNO LAWIYANI : Sebuah Kajian Visual Ornamentik Irawati, Desi; Prabowo, Rahayu Adi
Ornamen Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v18i2.3705

Abstract

Wayang merupakan karya adiluhung Bangsa Indonesia yang dapat dikembangkan dari berbagai sisi, salah satunya adalah wujud visual wayang yang diterapkan pada karya lukis kaca. Retno Lawiyani adalah seniman lukis kaca yang menggunakan wayang purwa sebagai ide gagasan dalam setiap karya lukis kacanya. Ide gagasan tersebut sangat menarik untuk diteliti, terkhusus dari sisi estetikanya. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan 1) latar belakang kekaryaan Retno Lawiyani, 2) proses kreatif Retno Lawiyani pada karya lukis kaca, 3) wujud visual lukis kaca Retno Lawiyani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data diskriptif analisis, dengan alur pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan simpulan. Objek penelitian adalah 5 karya lukis kaca Retno Lawiyani yang dipilih menggunakan tekhnik purposive sampling. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan biografi, pendekatan kreativitas, dan pendekatan estetika menurut teori A.A.M Djelantik. Menurut A.A.M Djelantik, terdapat 3 unsur estetika yaitu wujud/rupa, bobot/isi, dan penampilan, ketiga unsur tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis karya lukis kaca Retno Lawiyani. Kata kunci : lukis kaca, wujud visual, ornamentik.     ABSTRACT Wayang is a valuable work of the Indonesian people that can be developed from various sides, one of which is a visual form of wayang which is applied to glass painting. Retno Lawiyani is a glass painting artist who uses wayang purwa as an idea in each of her glass painting works. The ideas are very interesting to study, especially in terms of aesthetics. This study aims to describe 1) the   background of Retno Lawiyani's work, 2) Retno Lawiyani's creative process in glass painting, 3) the visual form of Retno Lawiyani's glass painting. This study uses qualitative research methods that produce descriptive analysis data, with data collection flow, data reduction, data analysis, and conclusions. The research objects were 5 Retno Lawiyani's glass paintings which were selected use of technique purposive sampling. The type of approach used is the biography approach, creativity approach, and aesthetic approach according to A.A.M Djelantik's theory. According to A.A.M Djelantik, there are 3 aesthetic elements, namely appearance, weight / content, and appearance, these three elements are then used to analyze Retno Lawiyani's glass painting. Keywords : painted glass , a form of visual, ornamental.
Kajian Visual Motif Batik Pada Gitar Produksi Batiksoul Febiola, Vincentia Yohanna; Prabowo, Rahayu Adi
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Latar belakang penciptaan batik pada gitar produksi Batiksoul; 2) Proses pembuatan batik pada gitar produksi Batiksoul; 3) Bentuk motif batik pada gitar produksi Batiksoul. Lokasi penelitian berada di Rumah produksi Batiksoul Jl. Guntur 19, RT 05 / RW 07, Ngenden, Banaran, Sukoharjo. Data penelitian diperoleh melalui teknik pengumpulan data yang diperoleh yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan alur pengumpulan data, reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Analisis visual motif batik pada gitar produksi Batiksoul menggunakan pendekatan estetika. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Profil dan sejarah singkat Batiksoul. 2) Faktor yang mempengaruhi penciptaaan batik pada gitar. 3) Motif batik produksi Batiksoul dan pembuatan batik pada gitar produksi Batiksoul serta strategi pemasaran. 4) Bentuk visual motif batik pada gitar berupa motif Ikan Koi, motif Merak Manis, motif Cendrawasih Banyu Biru dan motif Kupu-kupu. Bentuk visual motif pada gitar produksi Batiksoul terdiri dari motif utama dan motif pendukung serta isen-isen dengan menerapkan konsep memproduksi secara terbatas atau limited quality tiap motif. Motif batik pada gitar produksi Batiksoul merupakan gubahan atau kombinasi dari motif tradisi dan motif kreasi baru yang memiliki nilai estetik. Motif batik pada gitar produksi Batiksoul secara keseluruhan mengandung tiga aspek keindahan mendasar yaitu wujud atau rupa suatu karya, bobot atau isi yang ingin disampaikan dan penampilan atau penyajian yang ditampilkan dalam karya.
Kajian Kostum Solo Batik Carnival (SBC) 2019 Dengan Pendekatan Antropologi Seni Setiyono, Nurul Fajar; ., Setyawan
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4980

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pementasan Solo Batik Carnival ditinjau dari segi antropologis untuk refleksi para pihak yang terlibat dalam pertunjukan seni tersebut baik dari segi design yang terkandung dalam busana batik, bahan yang dipakai, dan mendeskripsikan performa yang dipakai dalam busana batik. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta. Khususnya pada persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan Batik Solo Carnival (SBC) tahun 2019. Metode pengambilan data menggunakan metode observasi, In Depth Interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pagelaran Temuan dari penelitian ini adalah (1) Desain yang dilandasi semangat mengeksplorasi ide, gagas, bahan, dan teknik, dapat menghasilkan rasa estetis yang  mengekspresikan dan memberikan kesan kemegahan, mewah, glamour, dan kemeriahan. (2) Bahan batik merupakan pusaka warisan leluhur yang telah mengalami percanggihan yang luar biasa khususnya batik Jawa memiliki corak ragam hias paling kaya, teknik pewarnaan paling berkembang, dan teknis pembuatan paling sempurna dibandingkan batik dari daerah lainSebagai (3) Performa Solo Batik Carnival 2019 bukan hanya ajang kemeriahan karnaval tetapi juga sebagai alat dalam mengenalkan kebudayaan dari masing-masing negara ASEAN.
Kajian Batik Wayang Beber Lakon Sultan Ageng Tirtayasa Di Batik Mahkota Laweyan Saputro, Andi Dwi; Handayani, Sarah Rum
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4981

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan berbagai hal, mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga sejarah pembentukannya, salah satu budaya yang menjadi ciri khas bangsa adalah batik. Batik sudah ada sejak lama di Indonesia dan di Indonesia juga memiliki wayang beber yang menjadi warisan budaya yang sama lamanya dengan batik. Namun perkembangan keduanya kini lama kelamaan sudah mulai digerus zaman. Berdasarkan itulah, Batik Mahkota Laweyan mulai melakukan aktivitas dengan tujuan konservasi budaya dan sejarah dengan melalui aspek kesenian kriya tekstil, yaitu batik wayang beber lakon Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pembuatan batik wayang beber, prinsip estetika wayang beber yang diterapkan pada batik, dan dampak batik wayang beber terhadap masyarakat sekitar Laweyan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pedekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Latar belakang pembuatan batik wayang beber lakon Sultan Ageng Tirtayasa; (2) Prinsip estetika wayang beber yang diterapkan dalam pembuatan batik; (3) Dampak batik wayang beber di Batik Mahkota Laweyan dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu daya penyadar, daya pembelajar, dan daya pesona.
Penciptaan Tas Wanita dengan Elemen Hias Sumber Ide Legenda Bledug Kuwu Maharani, Dwi Shinta Fitri; Sutriyanto
Ornamen Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v21i1.4983

Abstract

Penciptaan karya tas wanita ini mengangkat cerita dari legenda Bledug Kuwu. Legenda Bledug Kuwu ini kemudian divisualisasikan menjadi elemen hias pada tas kulit wanita menggunakan figur wayang beber. Figur wayang beber yang digunakan sebagai elemen hiasnya diubah sedemikian rupa agar sesuai dengan tokoh-tokoh yang diceritakan di dalam legenda Bledug Kuwu. Dalam pembuatan karya tas wanita ini penulis menggunakan bahan berupa kulit lembu yang telah disamak nabati. Teknik pembuatan karya tas kulit wanita ini, menggunakan teknik pyrography untuk membuat outline elemen hias dan isen-isen, teknik pewarnaan sungging, serta jahit mesin untuk menyambungkan tiap bagiannya menjadi sebuah tas. Metode pendekatan karya ini mengacu pada teori practice based research Husen Hendriyana dari bukunya yang berjudul, “Metodelogi Penciptaan Karya”. Practice based research merupakan riset yang berpautan dengan hal-hal yang berkaitan dengan teori pengembangan kreativitas visualisasi, nilai, fungsi, dan makna perwujudan karya. Selain itu menggunakan metode tiga tahap enam langkah yang dirumuskan oleh S.P Gustami dalam bukunya yang berjudul, “Butir-Butir Mutiara Estetika Timur” yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil dari pendekatan tersebut menghasilkan 5 karya tas wanita dengan judul 1. Perlawanan Aji Saka (hand bag), 2. Raja Baru (shoulder bag), 3. Pertemuan (sling bag/cross body bag), 4. Pertarungan (hobo bag), 5. Terbentuknya Bledug Kuwu (bucket bag). Karya tas kulit wanita ini diharapkan dapat memperkenalkan wayang beber dan legenda Bledug Kuwu kepada masyarakat.  
Estetika Ergonomi Seni Perabot Keris Gagrak Yogyakarta Setiadi, Amos; Kusumatatwa, Ismara
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4986

Abstract

Produk perabot keris dari segi tampilan, warna, purnarupa (finishing), model (style), dan bahan (material) yang digunakan menentukan segi kenyamanan (comfort), estetika (aesthetic), kekuatan (structure) dan ukuran (standard). Standar ukuran perabot keris berpengaruh secara langsung terhadap kenyamanan pemakai. Studi ini menggunakan metode kuantitatif. Data ukuran perabot keris Jawa dibahas berdasar standar ukuran tangan orang dewasa. Hasil studi sebagai masukan bagi praktisi mranggi (perajin warangka keris). Kesimpulannya yaitu desain perabot keris yang standar membutuhkan berbagai variabel berdasarkan tingkat kenyamanan bagi pemakai. Desain perabot keris yang tidak memenuhi standar ukuran dan dimensi antropometri pemakai dapat dikatakan kurang berhasil dari aspek desain ergonomi. Akibatnya adalah akan menimbulkan ketidaknyamanan secara fisik bagi pengguna.  
Perancangan Motif Batik Tulis Dengan Inspirasi Visual Biota Laut Penyu Paramita, Amanda Ayu; Dartono, Felix Ari
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4987

Abstract

Latar belakang perancangan motif dengan inspirasi visual biota laut penyu berdasarkan dari rusaknya habitat penyu yang berakibat terancamnya populasi penyu di Indonesia dengan teknik batik tulis dan teknik pewarnaan kelengan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu penciptaan S.P Gustami bahwasannya proses penciptaan suatu karya seni terdapat tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan yang kemudian dikembangkan dengan beberapa pertimbangan dari berbagai aspek meliputi aspek material, aspek teknik, aspek estetika, dan diteruskan dalam bentuk 6 sketsa alternatif) dan tahap perwujudan (mewujudkan 3 sketsa alternatif ke dalam bentuk karya). Hasil perancangan desain ini dilakukan dengan mengolah visual penyu menjadi sebuah motif dengan berbagai karakter. Penggambaran visual desain berbeda-beda berdasarkan habitat penyu yang berada di dua alam. Desain dibuat dengan pola panel dan tetap memperlihatkan garis besar habitat penyu. Teknik perancangan ini menggunakan batik tulis serta teknik pewarnaan kelengan yang hanya menggunakan satu warna saja sehingga desain yang ditampilkan lebih menonjol.