cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
Tanaman Buah Labu Kuning Sebagai Ide Penciptaan Karya Bingkai Cermin Kayu Agustin, Rhosita; Prabowo, Rahayu Adi
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v21i2.6128

Abstract

Berawal dari banyaknya hasil panen serta olahan buah labu kuning di Kecamatan Getasan, penulis mengangkat tema tanaman buah labu kuning sebagai ide penciptaan karya bingkai cermin kayu. Penulis terinspirasi dari tanaman buah labu kuning sebagai buah ciri khas di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah yang juga sebagai daerah asal dari penulis itu sendiri. Penulis ingin mengenalkan kepada khalayak umum tanaman ciri khas tersebut dalam bentuk karya yaitu bingkai cermin kayu. bahan utama yang digunakan penulis yaitu kayu Suren yang selain harganya ekonomis, kayu suren mudah dijumpai di daerah tersebut. Proses perwujudan diawali dengan proses desain, pecah pola, proses kerja bangku, proses pembuatan kerangka bingkai, proses pengukiran pola desain lalu proses finishing. Landasan teori yang yaitu teori Sp. Gustami yang menjelaskan metode penciptaan karya seni ada tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Penulis juga menggunakan metode pendekatan estetik dari teori Monroe Beardsley dalam Problem In the Philosophy of Criticism yang didalamnya menjelaskan tiga ciri yang menjadi sifat-sifat membuat indah dari benda- benda estetis pada umumnya, tiga ciri tersebut meliputi kesatuan, kerumitan, kesungguhan. Hasil karya ini meliputi: karya satu yang berjudul Njalar, karya yang berjudul dua nalar, karya tiga yang berjudul ‘Woh, karya empat yang berjudul Wiji, dan karya lima dengan judul Laku.
Style Mural Estetika Kontemporer Collingwood Pada Mural Jalan Jagir Surabaya Novita Sari, Diana; Ismurdyahwati , Ika
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v21i2.6420

Abstract

Penelitian ini lebih memfokuskan kepada “Analisis Style menggunakan Estetika Kontemporer Pada Mural Jalan Jagir Surabaya” dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, data yang diperoleh dikumpulkan, dibahas kemudian dikelompokkan menurut kelompok data, sehingga menghasilkan kesimpulan. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan perekam suara dari berbagai narasumber. Hasil penelitian untuk mengetahui estetika kontemporer pada Mural Jalan Jagir Surabaya ialah dengan melakukan analisis yang dibagi menjadi 3 yaitu: Analisis Keilmuan Seni Rupa, Analisis Keilmuan Estetika Kontemporer, dan Analisis Budaya Populer Seni Rupa. Analisis mengenai Estetika Kontemporer Pada Mural Jalan Jagir Surabaya yang diperoleh dengan wawancara yang secara langsung terjun kelapangan. Sehingga diperoleh hasil analisis secara detail mengenai Estetika Kontemporer Pada Mural Jalan Jagir Surabaya merupakan bentuk pesan ekspresi emosional lewat seni mural di kota Surabaya.
Eksistensi Kertas Tradisional Gendhong Ponorogo Styono, Gayuh; Pamungkas, Ageng Satria
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v21i2.6456

Abstract

Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari pada akhir abad 19 dan awal abad 20, dikenal oleh pemerintahan kolonial selain Pesantren sekaligus desa Perdikan juga memiliki tradisi pembuatan kertas Jawa. Kertas yang dihasilkan dari Pesantren ini dinamakan kertas gendhong atau kertas gendhong. Tradisi pembuatan ini masih bertahan lama di Tegalsari meskipun di beberapa tempat sudah punah seperti di Madura dan Garut. Seiring meredupnya Pondok Pesantren Tegalsari tradisi pembuatan kertas gendhong juga mulai memudar. Berdasarkan uraian latar belakang maka pertanyaan penelitian diarahkan pada bagaimana eksistensi kertas gendhong sebagai warisan budaya lokal yang berorientasi pada tradisi Pesantren Tegalsari. Penelitian ini berupaya untuk menggali kembali proses pembuatan kertas tradisional gendhong. Penelitian ini sebagai usaha untuk menjaga keberadaan budaya, meliputi sistem pengetahuan serta teknologi tradisional pembuatan kertas gendhong.
Perancangan Ecoprint dengan Motif Mbok Jamu Gendong Pada Busana Outer Istiqomah, Salma; Santoso , Ratna Endah
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v21i2.6575

Abstract

Produk ecoprint saat ini menjadi salah satu produk ramah lingkungan yang mulai dilirik oleh para konsumen. Namun jarang ditemukan motif ecoprint yang membentuk bentuk tertentu sedangkan terdapat konsumen yang menginginkan ecoprint dengan motif berbentuk tertentu. Motif yang diterapkan dalam ecoprint dapat terinspirasi dari berbagai hal salah satunya adalah jamu gendong. Jamu merupakan warisan leluhur yang sangat bernilai sehingga perlu untuk dilestarikan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya pengembangan teknik dalam pewarnaan menggunakan pewarna alam dengan teknik ecoprint dipadukan dengan teknik lukis tunjung. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode penciptaan tiga tahap enam langkah milik Sp. Gustami, yang terdiri dari: (1) Tahap eksplorasi yang mencakup langkah pertama: penggalian sumber ide peranacangan, langkah kedua: observasi dan uji coba, (2) Tahap perancangan, meliputi langkah ketiga: perancangan desain, langkah keempat:  pemilihan desain, (3) Tahap perwujudan meliputi langkah ke lima: perwujudan desain, dan langkah keenam: evaluasi karya. Hasil perancangan ini berupa produk outer mengangkat mbok jamu gendong sebagai ide penciptaan motif dengan teknik ecoprint dan lukis tunjung. Pengetahuan yang diperoleh dalam perancangan ini setelah tujuan tercapai adalah bertambahnya (motif dan teknik pewarnaan tekstil dengan menggunakan pewarna alam dan warisan leluhur berupa jamu gendong dapat diangkat menjadi salah satu ide penciptaan motif tekstil dan fesyen.
Pemanfaatan Kulit Brambang dan Kayu Mahoni Sebagai Pewarna Alam dengan Teknik Ecotik Putri, Yuliana Kamelia; Darwoto
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v21i2.6576

Abstract

Pemanfaatan limbah kulit brambang dan kayu mahoni sebagai pewarna dengan teknik ecoprint dan batik merupakan salah satu upaya agar dapat menjaga lingkungan, Tujuan dan manfaat perancangan adalah penggabungan dua teknik kekriyaan dan mewujudkan produk tekstil yang ramah lingkungan. Perancangan karya ini menggunakan metode SP.Gustami yaitu tiga tahap enam langkah. Tahap pertama yaitu eksplorasi dengan langkah pertama melakukan observasi dan wawancara, langkah kedua pendalam teori. Tahap kedua adalah perancangan yang meliputi langkah ketiga dalam penuangan ide perancangan dan menentukan gaya motif yang akan digunakan, langkah ke empat yaitu mengvisualisasikan ide atau gagasan. Tahap ketiga yaitu perwujudan meliputi langkah kelima dengan merealisasikan ide perancangan, proses pembuatan produk sampai produk dapat dinikmati, dan langkah ke enam yaitu mengevaluasi hasil karya yang telah jadi. Pemanfaatan limbah kulit brambang sebagai pewarna dan penggunaan kulit jagung serta Tanaman disekitar (daun jati, daun mahoni, cemara rambut, dan kayu mahoni) dalam pembentukan motif dan pewarna alam dengan teknik ecoprint steam (Kukus) dan menghasilkan karya yang ramah lingkungan dan mengurangi limbah yang ada. Pemanfaatan kulit brambang sebagai pewarna ecoprint dan batik dapat menghasilkan warna hijau muda sampai tua sedangkan pewarna alami dari tanaman disekitar yaitu kayu mahoni menghasilkan warna semu ungu.
Kajian Estetika Produk Ecoprint: Seni dan Keindahan dari Daun dan Bunga Sumarwahyudi
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v21i2.6979

Abstract

Kajian ini mengeksplorasi aspek estetika produk ecoprint, seah teknik pewarnaan kain, kulit, kertas, dan keramik dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga untuk menciptakan motif dan warna yang unik. Ecoprint tidak hanya sekadar metode pewarnaan, tetapi juga merupakan bentuk seni yang menggangkan keindahan alam dengan keterampilan tangan manusia. Penelitian ini berfokus pada analisis estetika produk ecoprint dari segi motif, warna, dan tekstur yang dihasilkan. Selain itu, kajian ini juga mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi hasil akhir, seperti jenis tanaman yang digunakan, proses pematan, serta teknik yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi dan memahami aspek estetika kain ecoprint. Pendekatan deskriptif kualitatif dipilih karena sesuai untuk menggali secara mendalam pengalaman, persepsi, dan interpretasi yang subyektif mengenai elemen-elemen estetika seperti motif, warna, dan tekstur pada kain ecoprint. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kain ecoprint memiliki keunikan estetika tersendiri yang bersumber dari keragaman alam dan proses kreatif perajin. Kain ecoprint tidak hanya memperlihatkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan nilai filosofi yang mendalam tentang hubungan manusia dengan alam. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam memahami estetika kain ecoprint serta mendorong apresiasi terhadap seni tekstil yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Perancangan Motif Batik Kontemporer Untuk Tekstil Pakaian Anindita Atika Sari; Apika Nurani Sulistyati
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.6019

Abstract

Motif batik di Indonesia akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan dan kemajuan industri di Indonesia. Ini merupakan hal baik karena akan mendorong masyarakat luas untuk lebih mencintai batik dan mendukung setiap kegiatan untuk melestarikan batik. Batik kontemporer merupakan salah satu perkembangan batik dengan kebutuhan bagi masyarakat modern dimana bentuk dan gaya corak kain masa kini dan memiliki kemungkinan gagasan yang tidak terbatas. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode perancangan milik SP Gustami, dimana ada tiga tahap perancangan yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan karya. Tujuan dari perancangan ini adalah berupa hasil produk batik kontemporer dengan menggunakan bahan dasar kain primisima dengan mengelola visual garis ekspresif yang dipaduka dengan motif klasik untuk dijadikan tekstil pakaian. selain itu, produk tersebut menampilkan visual kekinian dengan menggunakan warna-warna kontemporer. Hasil perancangan berupa delapan desain batik kontemporer yang kemudian menghasilkan dua produk berupa lembaran kain batik. Menggunakan bahan katun primisima dengan teknik pewarnaan menggunakan zat pewarna remasol.
Pembuatan Seni Kerajinan Pisau Pamor Di Sentra Pande Besi Koripan, Delanggu, Klaten Kuntadi Wasi Darmojo; Cahya Surya Harsakya; Basuki Teguh Yuwono
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koripan merupakan salah satu daerah sentra industri yang menghasilkan beragam produk perlengkapan dapur dan pertanian yang dikerjakan oleh pande besi. Keberadaan sentra pande besi ini telah cukup lama dan dilakukan secara turun-temurun. Keberlangsungan kerajinan ini mengalami pasang-surut. Usaha ini mengalami surut karena keterbatasan pengalaman para pande dalam hal pemasaran serta kondisi pasar (daya saing). Hal demikian memiliki dampak terhadap minimnya minat generasi muda untuk tertarik meneruskan usaha ini. Perlu adanya strategi untuk menumbuhkan minat generasi penerus, serta peningkatan kualitas produk. Kesempatan ini diwujudkan melalui kegiatan pembuatan karya seni tempa pamor guna diterapkan pada pisau. Luaran kegiatan berupa diversifikasi terhadap produk, yaitu pisau pamor. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing terhadap produk pisau dari daerah lain.
Karya Tatah Sungging Non Wayang Produk Aksesori Kulitan Tari Gagrak Yogyakarta Rohmad Eko Priyono; Junende Rahmawati
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7017

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengenalkan tatah sungging pada produk non wayang seperti aksesori kulitan tari. Teknik tatah sungging ini dikerjakan pada aksesori tari dengan tatahan bubukan, langgatan, semut dulur, mas-masan, dan juga dibagian jamang sebagian menggunakan patran. Teknik sunggingan pada produk non wayang untuk garak Yogyakarta hanya disungging warna emas dapat menggunakan brom atau prodo mas. Produk-produk tatah sungging non wayang dikerjakan dengan handmade memperhatikan nilai estetika dan fungsionalitas. Melalui penelitian kualitataif dengan metode penelitian artistic yang membahas tentang penelitian berbasis praktik yang menghasilkan pengetahuan dan pemahaman teknis tatah sungging diterapkan pada media kulit perkamen dan disungging hanya menggunakan satu warna emas memakai brom atau prodo mas, yang belum banyak diterapkan pada. Identitas produk tatah sungging non wayang ini tidak hanya dari segi teknis penciptaannya, namun juga bentuk tatahan dan sunggingan yang mengangkat gagrak Yogyakarta sebagai ide penelitian.
Penciptaan Motif Batik Tari Salipuk Untuk Busana Ready to Wear Aliya Dinda Sania; Novita Dwi Wulandari
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7063

Abstract

“Tari salipuk” merupakan salah satu tarian khas Kabupaten Nganjuk. Karya ini mengangkat tema “Tari salipuk” dalam penciptaan motif batik pada busana ready to wear. Pada karya ini penulis juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa tari salipuk ini merupakan tarian khas Kabupaten Nganjuk yang memiliki ciri khas lucu, ceria dan romantis. Keunikan tersebut menjadikan inspirasi untuk penciptaan karya. Penciptaan karya batik tulis ini menggunakan metode penciptaan seni berupa eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi, dan mateialisasi. Hasil yang didapatkan adalah lima motif batik dengan sumber ide tari salipuk yang diaplikasikan untuk lima busana ready to wear. Lima karya busana tersebut berjudul “Sideen”, “Ghideen”, “Lancaran Sukarena”, Kebyok kebyok”, dan “Lilingan”. Lima karya motif berjudul “Kembang Telu”, “Keket”, “Lumaksana”, “Pengibing”, dan “Ledhek”. Pada saat terciptanya karya busana dengan motif “Tari salipuk” kedepannya bisa dikenal oleh masyarakat luas dan mengajak masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya tradisional.